Daftar Apel Amerika Impor Yang Ditarik Karena Mengandung Bakteri Mematikan


Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bogor, telah menarik semua peredaran dua jenis apel asal California Amerika Serikat, Granny Smith dan Gala Royal. Penarikan dilakukan setelah temuan bakteri Listeria monocytogenes pada apel itu. “Kami sudah mendapatkan informasi tersebut sejak akhir pekan lalu. Untuk mengantisipasi hal tersebut, kami langsung menarik peredaran dua jenis apel ini dari toko buah impor, pusat perbelanjaan, serta di pasar-pasar,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Bogor Mangahit Sinaga, saat ditemui di kantornya, Rabu 28 Januari 2015.

Namun Sinaga tak bisa memastikan apakah dua jenis apel yang beredar di Kota Bogor berasal dari pengepakan di Bidart Bros Bakersfield Caliofornia. “Kami belum melakukan cek labolatorium sendiri, tetapi yang penting kami melakukan langkah antisipasi, tidak mau ambil risiko saja,”kata dia.

Peneliti keamanan pangan dari Departemen Ilmu Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor, Ratih Dewanti-Hariyadi mengatakan, penemuan bakteri tersebut seharusnya menjadi tolak ukur bagi pemerintah dan perusahaan pertanian, perkebunan untuk memperbaiki sistem pengepakan agar lebih higyenis.

“Ini menjadi momentum karena dengan kontaminasi bakteri Listeria monocytogenes, tidak hanya terjadi di AS, tetapi bisa juga terjadi saat pengepakan buah, sayuran di Indonesia,” kata dia. Menurut dia, bakteri Listeria monocytogenes tersebut pertama kali ditemukan di Kanada pada tahun 1983 pada tanaman kubis. Bakteri ini tumbuh dan berkembang cepat di daerah dengan sanitasi yang buruk dan kotor, ” Karekteristik bakteri Listeria monocytogenes ini bisa bertahan meski berada di suhu dingin, tetapi tidak tahan panas,” kata dia.

Artinya, ungkap Ratih, bakteri ini masih bisa bertahan hidup dan berkembang dalam kondisi dingin, termasuk jika sayuran dan buah yang terkontaminasi bakteri ini disimpan di lemari pendingin, “Bakteri tersebut masih bisa berkembang dan menyerang manusia yang mengkonsumsi salad sayur atau buah, akan tetapi bakteri ini tidak menimbulkan bahaya yang mengancam pada orang dewasa normal atau kaum lelaki,” kata dia.

Bakteri itu lebih banyak menyerang janin dalam wanita hamil serta bayi dan manula, karena bisa kmemicu eguguran atau bayi yang dilahirkan meninggal. “Atau jika lahir hidup, anak tersebut terancam terkena radang selaput otak,” kata Ratih. Corporate Communication Dept Head group Hypermart, Fernando Repi mengatakan, Hypermat langsung menarik semua peredaran dua jenis apel tersebut, di semua gerai yang ada, “Sudah dari dua atau tiga hari lalu kedua jenis apel ini kami tarik dari gerai kami,” kata dia.

Repi meminta kepastian kepada pemerintah agar memperketat hiegenitas dari perusahaan-perusahaan yang masuk, agar pihaknya kembali bisa berjualan, “Semua varian buah, sayuran baik lokal maupun impor yang diperlukan oleh masyarakat kami sediakan, makanya kami berharap pemerintah memperketat lagi,” kata dia

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu menemukan ratusan kilogram apel impor jenis Granny Smith dan Gala yang diproduksi Bidart Bros, California, Amerika Serikat (AS) yang diduga mengandung bakteri berbahaya. Penemuan ini berdasarkan hasil sidak gabungan BPOM, Disperindag Kota Bengkulu dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi di Hypermart dan pedagang buah di jalan Tanah Patah Kota Bengkulu pada Rabu 28 Januari 2015.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Bengkulu Zulkifli menjelaskan sekitar 100 kilogram apel ditemukan dijual pedagang buah di Tanah Patah masih dalam kondisi terpajang atau dijual. Sementara di Hypermart ditemukan apel jenis Gala sebanyak 10 kg dan granny smith sebanyak 34 kilo, namun sudah diamankan di gudang atau tidak dijual lagi.

“Pengakuan pedagang di sejumlah toko buah di tanah Patah mereka tidak mengetahui adanya informasi ini dan juga karena stok lama. Sedangkan di hypermart surat edaran sudah diterima sehingga mereka menarik semua produk itu atau tidak dijual lagi,” kata Zulkifli. Menurut Zulkifli, pihaknya juga memantau langsung apel impor yang telah dilarang tersebut di beberapa supermarket yakni Giant dan Hypermart serta distributor buah yang berlokasi di Sentiong Kota Bengkulu.

Dari sidak gabungan tersebut, masih ditemukan buah apel asal Amerika yang dijual, namun tidak masuk dalam kategori apel berbahaya. “Khusus apel granny smith dan Gala selanjutnya kita tarik untuk diuji sampel. Untuk penjualnya selanjutnya kita beri arahan agar tidak lagi menjual produk ini,” imbuhnya. Sementara itu, menurut Section Manager Fresh Giant Kota Bengkulu, Guntur Prasetyo mereka tetap menjual apel asal Amerika jenis Premium Apple dan Cascadian.

“Sebelumnya kita menjual apel Jenis Granny Smith dan Gala, namun sudah hampir dua minggu ini barangnya kosong,” kata Guntur Prasetyo saat sidak gabungan BPOM, Disperindag Kota Bengkulu , dan Badan Ketahanan Pangan Provinsi Bengkulu pada Rabu 28 Januari 2015. Guntur menjelaskan hingga saat ini mereka belum mendapat pemberitahuan terkait larangan apel impor tersebut. sehingga mereka sama sekali tidak mengetahui adanya apel impor yang wajib ditarik tersebut. Ia menjelaskan semua produk buah impor yang mereka jual, merupakan pasokan dari Jakarta. Sehingga biasanya seleksi produk langsung dari pusat, mereka hanya order barang dan menjual saja.

Sebelumnya Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian dan BadanPengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengumumkan pelarangan perdagangan produk buah.Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Koperasi (Disperindakop) Kota Bekasi masih menemukan Apel Granny Smith dan Gala Royal asal California, Amerika Serikat, di pasaran. Padahal dua jenis apel itu dinyatakan mengandung bakteri Listeria monocytogenes yang berbahaya.

Salah satu yang masih menjual ialah Toko Buah Tropis di Jalan Ahmad Yani, Kota Bekasi. Di toko tersebut ditemukan apel Gala dan Granny Smith. Pemerintah lalu mengimbau kepada pengusaha agar menarik dua jenis apel itu. “Kami akan cek semua toko buah,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindakop Kota Bekasi Herbet Panjaitan, Rabu, 28 Januari 2015.

Di toko itu, pemerintah mengambil dua apel yang dilarang itu untuk dijadikan bukti. Stok apel tersebut sudah ada sejak tiga pekan lalu. Pemilik Toko Buah Tropis, Andi Salim, mengaku siap menarik dua jenis apel tersebut. “Kami mendukung langkah pemerintah,” kata Andi. Adapun di Giant Mega Bekasi Hypermall, dua jenis apel tersebut sudah ditarik sejak ada pemberitahuan oleh Kementerian Perdagangan. Apel itu kini tak dijual kepada pelanggannya. “Kami hanya melindungi konsumen,” ujar Herbet.

Herbet menambahkan, pihaknya juga mengimbau kepada penjual agar mengembalikan dua jenis apel itu kepada distributor, yang akan mengembalikannya kepada eksportir. Dengan demikian, kata dia, tak ada lagi pelanggan yang membeli untuk dikonsumsi. “Konsumen juga sudah dilarang mengkonsumsi,” kata Herbet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s