Perampasan Motor Oleh Begal Di Depok Semakin Menjadi Jadi … Polisi Tidak Berdaya


Kepala Bagian Operasional Kepolisian Resor Depok, Komisaris Polisi Tri Yulianto, meminta masyarakat untuk tidak mudah percaya pada pesan berantai yang kerap beredar mengenai pembegalan di wilayah Depok akhir-akhir ini. “Kalau misalnya terima info itu, silahkan konfirmasi ke Polres,” kata Komisaris Tri Yulianto, ketika ditemui di Polres Depok, Senin, 2 Februari 2015.

Dua cara untuk mengatasi kabar yang menyesatkan mengenai begal. Pertama, kepolisian berharap masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terkonfirmasi. “Jangan diteruskan, ini nanti malah menimbulkan ketakutan penduduk,” kata Tri. Ia menyarankan warga Depok untuk menghubungi terlebih dahulu nomor telepon Polres Depok di 021- 77215904 atau 021-77202414.

Ia mengatakan hingga saat ini, kejadian pembegalan yang benar-benar terjadi adalah di 4 lokasi berikut. Pertama terjadi di Jalan Juanda Depok. Kasus kedua terjadi di Jalan Margonda Raya di depan Kampus BSI. Ketiga terjadi di Jalan Raya Krukut, Limo Depok, dan Kasus keempat terjadi di Jalan Boulevard Grand Depok City. Keempat kasus diketahui dilakukan setelah pukul 00.00 WIB atau menjelang dini hari.

Kedua, kepolisian juga akan memanfaatkan kamera pengawas CCTV atau Closed Circuit Television untuk memantau kejahatan di Jalan kota Depok. Ia mengatakan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Pemerintah kota Depok untuk memanfaatkan CCTV milik Pemerintah Kota. “Kita sudah koordinasi dengan pihak Pemeritah Kota untuk menambah CCTV di tempat-tempat kriminal,” katanya. Tri menjelaskan saat ini Pemerintah Kota Depok telah memiliki 6 CCTV dan akan bertambah menjadi 9 hingga pertengahan tahun. Adapun CCTV milik Polres sendiri berjumlah 4 buah.

Dengan penambahan, keseluruhan CCTV yang dimiliki Depok akan menjadi 13 buah. “Nanti itu semua akan terhubungan dengan kita,” kata dia. Hingga saat ini CCTV milik Polres telah terdapat di Jalan Margonda Raya, di depan Polres Depok, di pertigaan Jalan Margonda dan Jalan Juanda, dan Jalan Arif Rahman Hakim.Pembegalan yang marak terjadi di wilayah Depok membuat warga DKI mulai waspada. Termasuk wilayah Pulogadung, Jakarta Timur.

“Sampai saat ini masih aman dari pembegalan, jadi belum ada pasuan ditambah,” kata Kepala Polisi Sektor Pulogadung, Muhammad Nasir, Senin, 1 Februari 2015. Menurut dia, Terminal Pulogadung termasuk rawan kriminalitas. Namun, belum ada kasus pembegalan yang dilaporkan ke kantornya. “Biasanya kebanyakan kasus adalah pembiusan atau hipnotis yang berujung pada pencurian,” Nasir berujar. Namun, sempat ada percobaan pencurian motor di Jalan Balai Pustaka pada Senin dini hari 2 Februari 2015. Kejadian ini membuat personelnya lebih waspada. “Bisa saja kan kejadian selanjutnya mulai ada kejahatan yang menggunakan senjata tajam,” kata Nasir.

Itu sebabnya, dia akan mengerahkan anggotanya untuk berpatroli khusus secara berkala di sekitar terminal Pulogadung. Selain itu, jalan-jalan yang sepi dan gelap di wilayah Pulogadung juga dijadikan target patroli.Dua pemuda gagal ketika berusaha mencuri sepeda motor di Jalan Balai Pustaka, Rawamangun, Jakarta Timur, Senin dinihari 2 Februari 2015. Keduanya juga gagal melarikan diri sehingga dihajar massa. Warga kemudian menyerahkan pelaku ke Kepolisian Sektor Pulogadung untuk diproses secara hukum.

“Ada dua tersangka, tapi satu tersangka dibawa ke RS Persahabatan karena mengalami luka di bagian kepala,” kata Kepala Polisi Sektor Pulogadung, Muhammad Nasir, Senin, 1 Februari 2015. Dua tersangka, Sumartono, 17 tahun, dan Muhammad Ridwan, 19 tahun, awalnya sedang naik motor melintas jalan Balai Pustaka. Namun, mereka melihat ada sepeda motor jupiter diparkir dengan kunci tergantung. Ridwan langsung menyambar motor untuk dibawa kabur.

Aksi mereka ketahuan oleh Novelis Hasugian, pemilik motor, yang langsung berteriak maling dan minta tolong warga. Setelah digebuki, dua pelaku dibawa ke kantor polisi. Atas perbuatannya, kedua tersangka dikenakan tuduhan melanggar pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan hukuman penjara maksimal tujuh tahun.

Selain itu, pada Sabtu malam 31 Januari 2015 juga terjadi pencongkelan kendaraan bermotor berupa satu unit mobil avanza. Dua pelaku, Iim Agus Mulianto, 33 tahun, dan Buyung, 36 tahun, memecah kaca kendaraan tersebut dan menggasak barang-barang yang ada di dalam mobil.

Nasir mengatakan, kejadian tersebut berlokasi di Jalan Kayumas Selatan, Pulogadung. Korbannya adalah Zulham Effendi Gultom, warga Bekasi Utara. Ada tiga tas yang dijadikan barang bukti: tas cokelat merek polo army, tas hitam merek polo army, dan tas hitam merek colony. Kedua tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHAP tentang pencurian dengan hukuman penjara lebih berat maksimal 9 tahun karena merusak kendaraan.

“Dengan aksi percobaan pencurian ini, polisi akan menambah pasukan patroli terutama di jalan-jalan yang sepi dan gelap saat malam hari,” kata dia.Kepolisian Sektor Sukmajaya, Depok, menangkap tiga pelaku kasus pencurian dengan kekerasan alias pembegalan motor pada Minggu, 1 Februari 2015. Pembegalan kerap terjadi di wilayah Depok dalam kurun waktu 2 bulan terakhir. Ketiga pelaku adalah berinisial D, IS, dan ADP. Ketiganya masih berusia 18 tahun.
“Tersangka inisial D dan IS berhasil ditangkap di tempat kejadian perkara, sekitar pukul 03.30 WIB,” kata Kepala Kepolisian Sektor Sukmajaya, Agus Widodo, Senin, 2 Februari 2015.

Agus mengatakan pelaku tertangkap ketika petugas kepolisian sedang memantau jalan Grand Depok City (GDC). Sejak pukul 01.00 WIB anggota Buser Polsek Sukmajaya mencurigai tiga sepeda motor yang berputar-putar di daerah Grand Depok City. Para pelaku tertangkap basah hendak merampok sepeda motor di jalan Boulevard Raya Grand Depok City, Kota Depok. Sekitar pukul 03.30 WIB, ketiga pelaku mendekati sepasang muda-mudi yang berada di Jalan Boulevard Kota Kembang. Seorang tersangka mengacungkan senjata tajam ke arah korban dan berupaya membawa kabur motor korban.

“Saat itu juga korban berteriak minta tolong, ‘Rampok-rampok!’,” kata Agus. Anggota Buser Polsek Sukmajaya langsung menangkap para pelaku. Pelaku berinisial D berusaha melawan dengan menggunaan sangkur. Sehingga anggota polisi mengeluarkan tembakan peringatan ketika melakukan pernyergapanKepala Kepolisian Sektor Sukmajaya Depok, Agus Widodo, mengatakan tiga orang pelaku pencurian dengan perampasan sepeda motor menangkap basah kala melakukan pembegalan di Grand Depok City, Minggu, 1 Februari 2015. Dalam penangkapan tersebut diketahui ketiga pelaku pernah beraksi di beberapa lokasi lain.

“Dari keterangan pemeriksaan para pelaku mengaku melakukan perbuatan yang sama di tiga lokasi lainnya,” kata Agus Widodo, Senin, 2 Februari 2015. Agus menuturkan, para pelaku mengaku melakukan tindakan pencurian dengan kekerasan atau pembegalan lainnya di Jalan Raya Krukut, Kecamatan Limo, Jalan Raya Margonda Kota Depok, dan Jalan Raya Siak Depok Timur. Ketiga pelaku berinisial D (18 tahun), IS (18 tahun) dan ADP (18 tahun). Para pelaku pembegalan motor ini diancam dengan hukuman 12 tahun, sesuai dengan pasal 365 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, yaitu pencurian dengan kekerasan dan ancaman hukuman 9 tahun sesuai pasal 368 Kitab Undang-undang Hukum Pidana, yaitu tindak pidana pemerasan.

Beberapa barang bukti yang didapatkan pada penangkapan ini antara lain, 1 unit motor Yamaha CB 150 R warna putih milik korban, 1 unit sepeda motor Yamaha Xeon Warnna Biru Putih milik pelaku, 1 unit sepeda motor Yamaha Xeon warna merah biru milik pelaku, 1 bilah sangkur, 1 bilah kampak, 1 buah alat pemukul, dan 1 buah kunci pas ukuran 10

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s