Rute Trans Anggrek Circle Line Milik Pemkot Tangerang


Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada awal 2015 akan meluncurkan kendaraan transportasi masal yang dinamai Trans Anggrek Circle Line. “Saya berharap Januari 2015 sudah bisa dioperasikan. Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari Organda (Organisasi Angkutan Darat) Tangsel serta dari Solidaritas Masyarakat Kota Tangsel untuk rute yang dilewati oleh Trans Anggrek,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Sukanta, Jumat, 19 Desember 2014.

Berikut ini jalur yang dilalui Trans Anggrek:

Koridor 1 (pulang-pergi)
Terminal Pondok Cabe- Jl Agus Salim- Jl RE Martadinata-UIN Ciputat- JL Ir H Juanda (terintegrasi dengan APTB Ciputat-Kota)- Jl W.R. Supratman- Bintaro Plaza- Terminal Intermoda Pondok Ranji (terintegrasi dengan kereta ke Jakarta).

Koridor 2 (pulang-pergi)
Terminal Pondok Cabe- Jl Agus Salim- Jl RE. Martadinata- Jl Pajajaran- Jl Siliwangi- Kampus ITI- Jl Raya Puspitek- Jalan Taman Tekno- Jl Buaran Rawa Buntu- Terminal Intermoda Rawa Buntu (terintegrasi dengan kereta ke Jakarta).

Koridor 3 (pulang-pergi)
Terminal Intermoda Rawa Buntu- Jl Kapten Subiyanto- Jl Pahlawan Seribu- Jl Raya Serpong- Jl Boulevard Alam Sutera- Mal Sogo Alam Sutera

Koridor 4 (pulang-pergi)
Mal Sogo Alam Sutera- Jl Bayangkara- Jl Graha Utama Raya- Jl Boulevard Bintaro ROW 50- Bintaro X Change- Terminal Intermoda Jurang Mangu.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan pada awal 2015 akan meluncurkan kendaraan transportasi masal yang dinamai Trans Anggrek Circle Line. “Saya berharap Januari 2015 sudah bisa dioperasikan. Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman dari Organda (Organisasi Angkutan Darat) Tangsel serta dari Solidaritas Masyarakat Kota Tangsel untuk rute yang dilewati oleh Trans Anggrek,” kata Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tangsel Sukanta, Jumat, 19 Desember 2014.

Ihwal potensi konflik dengan angkutan umum yang sudah ada, Sukanta mengatakan pihaknya sedang melakukan sosialisasi ihwal Trans Anggrek terhadap para sopir angkot. “Kalau kita tidak bersosialisasi terlebih dahulu, khawatir terjadi gesekan dengan para pengemudi angkot,” ujar Sukanta. Adapun perihal jarak waktu berangkat antarbus, Sukanta memastikan maksimal 15 menit. Waktu maksimal ini ditentukan untuk mempersingkat waktu tunggu penumpang.

“Untuk uji coba saat ini kami menggratiskan biaya perjalanan sampai nanti dikelola oleh pihak ketiga. Kami akan menguji coba untuk koridor dua trayeknya dari Terminal Pondok Cabe ke Stasiun Rawa Buntu. Untuk armada bus, kami menyediakan 15 bus, 10 bantuan dari Kementerian Perhubungan sedangkan sisanya dari APBD Kota Tangsel,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Organda Tangsel Yusro Siregar mengatakan masih ada beberapa jalur Trans Anggrek yang bersinggungan dengan angkutan umum. Bahkan ada jalur yang 100 persen dilewati bus ini. “Kita berharap Trans Anggrek tidak menyerobot trayek angkot yang sudah ada. Kalau bisa, rute Trans Anggrek ini harus melewati jalur perumahan serta jalur yang mana belum dilewati oleh angkot,” ucap Yusro memberi usul.

Yusro menambahkan, untuk saat ini pihaknya beserta Dinas Perhubungan sedang berupaya menemukan jalan kelua agar Trans Anggrek serta angkutan umum lain bisa berdampingan. “Mudah-mudahan ditemukan jalan tengahnya,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s