Daftar 700 Jalan Di Jakarta Yang Rusak Akibat Hujan Selama 5 Hari


Banjir yang merendam Ibu Kota sejak Senin (9/12/2015) dini hari lalu, mengakibatkan 700 titik jalan berlubang serta rusak. Meski demikian, Kepala Dinas Bina Marga Yusmada Faizal mengaku tidak memiliki data titik persebaran jalan rusak tersebut. “Jalan rusak paling banyak terdapat di Jakarta Barat, sekitar 30 persen persebarannya,” kata Yusmada, di Balai Kota, Jumat (13/2/2015).

Jalan rusak terbanyak kedua terdapat di Jakarta Timur. Ia mengatakan perbaikan jalan rusak oleh Satgas Jalan terus dilakukan meskipun hujan terus mengguyur Jakarta. Pasalnya, jalan berlubang tetap harus ditambal sebelum korban jiwa berjatuhan. Ada sebanyak 15 regu yang diterjunkan setiap hari untuk menambal jalan berlobang. Masing-masing regu biasanya bisa menambal jalan seluas 70 meter persegi. Perbaikan jalan telah dilakukan hingga 50 persen.

“Tidak ada cara lain, jadi nanti kalau (jalan) rusak ditambal lagi. Lobang harus ditutup kalau tidak nanti komplain dari masyarakat,” kata mantan Kepala Suku Dinas (Sudin) PU Jakarta Selatan itu. Adapun anggaran yang disiapkan untuk perbaikan jalan rusak sebesar Rp 40 miliar masing-masing wilayah. “Yang jelas kami sudah plot setiap wilayah itu Rp 40 miliar untuk penanganan setahun,” pungkas dia.

Pantauan jalan rusak pasca-banjir tersebar merata di hampir seluruh wilayah Jakarta. Di Jakarta Barat saja misalnya, jalan rusak terlihat di Jalan Panjang (arah Permata Hijau menuju Kebon Jeruk), Jalan Raya Perjuangan (menuju Meruya), Jalan Tubagus Angke, Jalan Daan Mogot, dan lainnya.

Dinas Bina Marga DKI Jakarta merilis lokasi-lokasi di Jakarta yang jalannya masih rusak akibat banjir yang melanda beberapa hari terakhir. Lokasi jalan rusak itu tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta. “Dari lokasi-lokasi itu, sebagian besar ada yang sudah diperbaiki, sebagian lagi belum atau masih menunggu pengerjaan selanjutnya,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Suko Wibowo, Jumat (13/2/2015).

Berikut rincian lokasi jalan yang sampai sekarang belum diperbaiki.

Jakarta Pusat: 1. Jalan Letnan Jenderal Suprapto 2. Jalan UP Tanah Abang 3. Jalan Haji Jiung 4. Jalan S Parman (depan Mall Ciputra).

Jakarta Utara: 1. Jalan Kelapa Gading Pintu 1 2. Jalan Sunter Mas Timur Raya 3. Jalan Tepian Nauli Komplek BPB 4. Jalan Cacing depan KBN 5. Jalan Maruda arah Cilincing 6. Jalan RE Martadinata

Jakarta Barat: 1. Jalan Palapa (dekat pool Blue Bird) 2. Jalan Jelambar Utama 3. Jalan Perempatan Srengseng.

Jakarta Selatan: 1. Jalan Mampang Prapatan 2. Jalan RA Kartini (samping masuk Tol Ampera) 3. Jalan Pangeran Antasari (depan pabrik semen) 4. Jalan Guru Mughni 5. Jalan Layang Kalibata 6. Jalan Pekayon 1.

Jakarta Timur: 1. Jalan Lapangan Tembak (di daerah Rumah Sakit Ketergantungan Obat/RSKO) 2. Jalan Panca Warga IV 3. Jalan Condet Raya (sekitar perempatan Batu Ampar) 4. Jalan Laut Arafuru (kavling TNI AL) 5. Jalan Pondok Gede Raya (sebelum Monumen Lubang Buaya, gerbang SMP Angkasa).

Suko menambahkan, jumlah jalan rusak sebelumnya lebih dari data di atas, tetapi tim dari Dinas Bina Marga DKI sudah memperbaiki jalan-jalan tersebut. Dalam persentase dari total kerusakan jalan, baru 21 persen yang sudah bisa diperbaiki. Suko memastikan jalan-jalan rusak lainnya akan diperbaiki secepatnya.

Kerusakan jalan yang merupakan imbas dari banjir dan beratnya beban kendaraan beberapa hari ini terjadi di hampir seluruh wilayah Jakarta. Kerusakan jalan tercatat paling banyak di Jakarta Barat. Berdasarkan data rekapitulasi perbaikan jalan per tanggal 1 Januari-13 Februari 2015 Dinas Bina Marga DKI, jumlah pengaduan kerusakan jalan di Jakarta Barat, menempati urutan pertama, yakni sejumlah 266 aduan. Disusul dengan aduan di Jakarta Selatan sebanyak 183 aduan. Kemudian pengaduan di Jakarta Pusat dan Jakarta Timur memiliki jumlah yang sama, yaitu 149 aduan.

Terakhir, pengaduan jalan rusak yang paling sedikit yaitu di Jakarta Utara, dengan total 91 aduan. “Memang banyak jalan rusak, berlubang, akibat banjir dan hujan deras,” kata Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga DKI Suko Wibowo, Jumat (13/2/2015). Pengalaman saat melewati Jalan Daan Mogot dari Tangerang menuju kawasan Grogol, Roxy, dan Harmoni, banyak lubang-lubang baru muncul. Besar lubang tersebut bervariasi, dari yang kecil sampai yang besar.

Bahkan, ada lubang seukuran roda kendaraan besar seperti truk yang kedalamannya sekira 20 sentimeter. Dengan hujan yang masih mengguyur sebagian wilayah Jakarta pada hari ini, keberadaan lubang-lubang tersebut kadang tidak terlihat oleh pengendara dan hanya dianggap sebagai genangan air biasa. Pengendara pun disarankan untuk lebih berhati-hati saat berkendara, khususnya sepeda motor. Dinas Bina Marga sudah melakukan upaya perbaikan jalan. Seperti di Jakarta Barat, dari 266 aduan, sudah 67 yang diperbaiki namun ada 199 lubang lagi yang masih dalam proses.

Di Jakarta Selatan, 31 aduan sudah dikerjakan. Daerah lain yang perbaikan jalan rusaknya sudah dikerjakan adalah 34 lokasi di Jakarta Pusat, 20 titik di Jakarta Utara, dan 24 titik di Jakarta Timur. Jumlah titik jalan rusak yang belum diperbaiki yaitu 601 titik. Hujan deras yang berlangsung selama lima hari terakhir di Jakarta menyebabkan lubang-lubang bermunculan di jalanan Jakarta. Lubang paling banyak ditemui di jalan-jalan protokol.

Kepala Urusan Teknologi dan Informasi Traffic Management Centre Polda Metro Jaya Ajun komisaris Budi Harsono mengatakan, data yang dihimpun dari TMC Polda Metro Jaya, ada sembilan lubang baru yang tercipta di beberapa jalan protokol di Jakarta. “Kebanyakan lubang jalan berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Jumat (13/2/2015). Berikut lokasi lubang-lubang tersebut:

1. Lubang sepanjang 7 meter yang rawan menimbulkan kecelakaan lalu lintas, tepatnya 100 meter setelah Indomobil arah Cawang.

2. Jalanan berlubang memanjang kurang lebih sepanjang 26 meter di depan Chase Plaza sampai dengan Indofood arah utara ditambah lagi dengan penutup jalan rusak menggunakan besi baja yang cenderung licin dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas dan kemacetan.

3. Lubang jalan di depan Korlantas arah barat yang cukup dalam serta berada di tengah jalan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

4. Lubang jalan di depan Hotel Le Meridien, seperti ada upaya penutupan lubang namun tidak optimal sehingga menyebabkan jalan berlubang dan bergelombang.

5. Lubang jalan di depan Ratu Plaza yang memanjang serta cukup dalam menyebabkan kemacetan serta kecelakaan lalu lintas.

6. Lubang jalan di depan Pintu Lima arah utara yang cukup dalam dapat menyebabkan laka dan kemacetan lalu lintas.

7. Lubang jalan di Pos CSW arah selatan yang cukup dalam berpotensi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

8. Lubang juga terdapat di sekitar traffic light CSW arah selatan terdapat lubang yang dalam dan memanjang yang berpotensi kecelakaan lalu lintas, khususnya sepeda motor.

9. Lubang jalan di depan pintu lima arah utara yang cukup dapat menyebabkan kecelakaan dan kemacetan lalu lintas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s