Categories
Perekomonian dan Bisnis

Hotel Grand Hyatt Bundaran Hi Terbakar


Kebakaran melanda Hotel Grand Hyatt di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Asap putih cukup tebal mengepul dari sekitar hotel. Bau menyengat terasa begitu kuat di sekitar hotel berbintang 5 ini. Bahkan bau menyengat ini terasa hingga di jembatan penyeberangan orang (JPO) yang terletak di depan hotel tersebut.

Petugas keamanan langsung berlarian mengevakuasi pengunjung untuk menjauh dari hotel. Mereka tampak menutupi muka dengan tangan. Para pengunjung ini langsung meninggalkan kawasan hotel dengan menumpang taksi yang banyak mangkal di depan hotel. Sebagian lainnya langsung menuju basement dan meninggalkan hotel dengan mobil pribadi mereka.

Mobil-mobil para tamu Hotel Grand Hyatt itu tampak antre meninggalkan hotel melalui depan gedung Louis Vuitton. Hingga saat ini upaya pemadaman masih dilakukan. Kepulan asap putih menguar dari Hotel Grand Hyatt, kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat. Asap ini masih terasa begitu kuat hingga di seputaran Bundaran Hotel Indonesia.

Bau benda terbakar masih terasa begitu menyengat di sekitar hotel. Sementara di lobi hotel, asap putih masih mengepul hingga membatasi jarak pandang. Belasan tamu hotel tampak berhamburan keluar dari hotel. Mereka dipandu oleh petugas keamanan setempat untuk menyelamatkan diri keluar dari dalam hotel.

“Asapnya kuat banget di dalam. Bisa keracunan saya kalau nggak segera lari,” ujar salah seorang tamu hotel, Christina, di Hotel Grand Hyatt, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (21/2/2015). 3 Unit mobil pemadam kebakaran baru saja tiba di lokasi. Petugas damkar langsung berlarian menuju ke titik kebakaran. Mereka langsung memasang selang dan mengalirkan air ke dalam hotel. Dari informasi yang beredar, kebakaran berasal dari lantai 4. Belum diketahui apa penyebab kebakaran tersebut.

Categories
Kriminalitas

Sopir Taksi Express B 1595 ETB DC7177 Tewas Dibunuh


Juru Bicara Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Martinus Sitompul, mengatakan telah memeriksa data dari alat global positioning system (GPS) di mobil taksi Express bernomor polisi B-1595-BTB dengan nomor pintu DC7177. Mobil putih itu merupakan kendaraan yang dikendarai oleh Tony Zahar, 53 tahun, korban tewas di dalam taksi.

Martinus menjelaskan, data itu didapat dari alat pembaca yang berada di pul taksi. “Korban keluar sekitar pukul 23.55 WIB, 17 Februari 2015 dan menuju ke Citayam, Depok,” Martinus berujar, Jumat 20 Februari 2015. Setelah itu, kata Martinus, taksi yang dibawa Tony melaju ke Bogor dan berhenti di Stasiun Bojong Gede sekitar pukul 00.38 WIB pada 18 Februari 2015. Lalu, taksi kembali bergerak menuju Jakarta.

Sekitar pukul 01.00 WIB, taksi itu berhenti di Jalan Rawa Bambu, di depan pul bus Sinar Jaya, Pasar Minggu, Jakarta Selata. “Setelah itu, posisi mobil dari GPS tidak bergerak dan ada yang menemukan Tony tewas sekikar pukul 05.30 WIB dengan luka tusukan,” kata Martinus. Tony tewas dalam posisi duduk tertelungkup di balik kemudi taksi dengan luka sayatan di lehernya. Di taksi itu ditemukan barang milik korban berupa tas yang berisi dompet berwarna cokelat, kartu tanda penduduk, kartu Siaga Bukopin, buku tabungan Mandiri atas nama Siti Murniati, satu telepon seluler merek Cross, dan dua telepon seluler Nokia. Jenazah Tony dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Menteng Pulo, Tebet, Jakarta Selatan, pada 20 Februari 2015.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Indra Fadilah Siregar, memastikan tewasnya sopir taksi Express Tony Zahar, 53 tahun, bukan karena motif pencurian. Sebab, tidak ada barang milik Tony yang hilang di taksi putih yang dikendarainya. Indra menjelaskan, pihaknya masih mendalami apakah ada dugaan pembunuhan berencana. “Masih penyelidikan, kita harus tangkap tersangka terlebih dahulu baru tahu motifnya,” kata dia ketia dihubungi, Jumat 20 Februari 2015.

Selain memeriksa barang bukti berupa pisau yang ditemukan di dekat taksi, polisi memeriksa darah yang ada di dalam mobil putih itu. Lalu, kata Indra, pihaknya masih mendalami rute taksi yang dibawa korban. Yaitu, dari mana taksi itu lewat, dan penumpangnya naik dari mana.

Sebelumnya, Tony ditemukan tewas dengan luka sayat di leher di Jalan Raya Rawa Bambu, di depan pul bus Sinar Jaya RT 13 RW 05, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Rabu 18 Februari 2015. Tony tewas dalam posisi duduk tertelungkup di balik kemudi taksi taksi Express B 1595 ETB dengan nomor badan DC7177. Di taksi itu juga ditemukan barang milik korban berupa tas yang berisi dompet berwarna cokelat, kartu tanda penduduk (KTP), kartu siaga Bukopin, buku tabungan Mandiri atas nama Siti Murniati, satu telepon seluler merk Cross, dan dua telepon seluler Nokia.

Untuk pemeriksaan saksi, kata Indra, baru lima orang yang dimintai keterangan. Mereka adalah sopir Metromini, petugas pul taksi Express, dan orang yang menemukan korban. “Keluarga belum diperiksa,” kata dia. Ketika ditanya dugaan motif asmara dalam pembunuhan ini, Indra mengatakan masih tidak bisa menduga-duga. “Nanti akan kami minta keterangan keluarga dan menjadikannya informasi awal,” kata dia.

Sebelum tewas, sopir taksi Express Tony Zahar,53 tahun, diketahui mendapat teror lewat pesan pendek. Menurut Muhammad Ridwan, anak Tony, sang ayah mengaku menerima pesan itu dari orang yang mengaku suami Siti Murniati. Ridwan mengatakan, dia menduga ayahnya itu berselingkuh dengan Siti Murniati.

“Jadi waktu itu ayah saya sempat menerima SMS mengaku dari suaminya Siti. Dia menanyakan alamat rumah kami, bilangnya mau ambil motor Siti,” kata Ridwan saat dihubungi, Jumat 20 Februari 2015. Soal pesan pendek tersebut menurut Ridwan pernah diceritakan Tony pada istri ketiganya, Siti Masitoh, 38 tahun. “Waktu itu ayah saya sempat tak mau memberikan alamat rumah karena curiga ada sesuatu,” ujar dia.

Tapi, lanjut Ridwan, akhirnya Tony memberikan alamat rumahnya. Setelah itulah Tony sempat terlihat khawatir dan ketakutan. Kondisi tersebut lantas disimpulkan Ridwan jika ayahnya seolah baru mendapatkan teror. “Kalau masalah teror atau enggak sebenarnya saya kurang tahu, cuma dari kejadian itu saya menyimpulkan ayah saya seperti diteror,” ujar Ridwan.

Ridwan pun meluruskan soal status motor yang sebelumnya ia katakan merupakan pemberian ayahnya untuk Siti Murniati. Motor tersebut menurut Ridwan sebenarnya memang milik Siti Murniati. Namun saking dekatnya Tony dengan Siti, ayahnya itu kerap memakai motor tersebut nyaris setiap hari. “Karena mereka dekat, jadi motornya bu Siti itu sering dipakai, dibawa pulang, udah kayak jadi hak milik ayah saya,” kata Ridwan. Menurut Ridwan, selama ini Tony sudah ketergantungan menggunakan motor tersebut ke mana-mana. “Kemana-mana pakai motor itu, enggak dikembalikan karena butuh,” kata Ridwan.

Tony Zahar ditemukan tewas dengan luka sayatan di leher dalam taksi Express B-1595-ETB dengan nomor badan DC7177, pada 18 Februari 2015. Di dalam taksi tersebut ditemukan barang milik korban. Yaitu, tas yang berisi dompet berwarna cokelat, kartu tanda penduduk, kartu Siaga Bukopin, buku tabungan Mandiri atas nama Siti Murniati, satu telepon seluler merek Cross, dan dua telepon seluler Nokia.

Hingga saat ini pihak kepolisian masih menelusuri kasus pembunuhan tersebut. Terkait kepemilikan motor, Juru bicara Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Kombes) Polisi Martinus Sitompul menampik Tony membelikan motor untuk Siti Murniati. Menurut Martinus, sepeda motor tersebut dibeli kredit oleh Siti atas nama adiknya. Hingga saat ini, selain Siti, sudah ada enam orang saksi yang diperiksa polisi. Di antaranya istri Tony, Siti Masitoh, dan mantan istri Tony, Dewi Marina, 38 tahun, serta saksi yang berada di lokasi kejadian.

Categories
Transportasi

Jonan Diisukan Takut Lion Air Karena Pemiliknya Rusdi Kirana Anggota Wantimpres


Menteri Perhubungan Ignasius Jonan dituding kurang tanggap menangani delay parah Lion Air. Ada yang mengait-ngaitkan hal itu karena pemilik maskapai Lion Air adalah anggota Wantimpres Rusdi Kirana. Apa respons Jonan?

“Nggak ada hubungannya,” kata Jonan saat diwawancarai wartawan di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Jumat (20/2/2015). Jonan berada di Mabes TNI untuk menandatangani sebuah MoU dengan TNI.

Jonan juga membantah delay parah Lion Air hingga menelantarkan ribuan calon penumpang karena terlalu banyaknya rute penerbangan maskapai raksasa tersebut.

“Nggak, kereta api lebih banyak trayeknya nggak masalah,” ujar Jonan yang mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia itu.

Ketika dikritik kenapa dirinya tak langsung melakukan sidak ke Lion Air seperti saat menangani tragedi AirAsia QZ 8501 belum lama ini, Jonan tak menjawab. Ia langsung masuk ke dalam mobilnya dan berlalu meninggalkan wartawan.

Sebelumnya Jonan mengatakan, dirinya telah menegur dan akan melakukan pertemuan dengan pihak Lion Air hari ini. Ia menegaskan, akibat delay parah hingga ribuan penumpang telantar, pengajuan izin rute baru Lion Air akan dihentikan sementara.

Categories
Transportasi

Lion Air Akhirnya Batalkan Seluruh Penerbangan Hari Ini


Lion Air mengambil langkah untuk mengatasi delay parah yang terjadi sejak Rabu lalu. Seluruh penerbangan Lion Air hari ini mulai pukul 17.00 sampai dengan pukul 00.00 dibatalkan. “Untuk menghindari delay yang berkepanjangan dan untuk melakukan evaluasi kembali, maka maskapai penerbangan Lion Air mengumumkan bahwa seluruh penerbangan Lion Air pada hari ini (20 Februari 2015) dimulai dari pukul 17.00 sampai dengan pukul 00.00 dibatalkan,” kata Head of Corporate Secretary Lion Group Capt Dwiyanto Ambarhidayat dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2/2015).

Dwiyanto menuturkan, bagi para calon penumpang yang ingin melakukan proses refund tiket, maka Lion Air akan merefund secara penuh tanpa adanya potongan. Bagi para calon penumpang yang ingin menjadwalkan ulang penerbangannya dengan Lion Air, dapat melakukan proses re-booking kembali.

“Khusus bagi para calon penumpang Lion Air yang ingin bepergian pada hari Senin, Selasa dan Rabu (23 February 2015 sampai dengan 25 Februari 2015) maka akan diberikan tiket gratis cukup dengan menyebutkan kode booking sebelumnya yang telah direfund,” jelas Dwiyanto. “Kami mohon maaf atas pembatalan penerbangan hari ini tetapi langkah ini perlu diambil guna menghindari delay yang berkepanjangan. Kami pastikan bahwa bagi para calon penumpang yang ingin refund tiket maka akan memperoleh full refund 100%,” jamin Dwiyanto.

atusan calon penumpang Lion Air ke berbagai rute mengamuk karena tak bisa refund dan mendapat kompensasi. Lion Air dianggap membuat syarat yang tidak masuk akal. Ratusan penumpang sudah antre di tempat refund Lion Air di lantai 2 Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Jumat (20/2/2015). Namun petugas menolak refund karena syaratnya harus sudah check-in terlebih dahulu.

Ratusan penumpang pun naik pitam dan mengamuk. Mereka berteriak-teriak marah-marah karena menganggap syarat yang dibuat Lion Air itu tak masuk akal. “Bagaimana kita bisa check in kalau petugasnya saja tidak ada di lokasi!” teriak salah satu calon penumpang pria di lokasi. Ratusan penumpang lain pun berteriak hal yang sama. Mereka semua marah karena menurut mereka tak ada petugas Lion Air di tempat untuk melakukan proses check in.

Ratusan calon penumpang itu kemudian berbondong-bondong turun dari Lantai 2 Terminal 3 ke depan pintu kedatangan. Di sana, salah seorang penumpang mengambil komando dan bicara dengan lantang kepada calon penumpang lainnya. “Kita tunggu dulu, tadi saya sudah coba telepon biro hukum Angkasa Pura, katanya sudah on the way ke sini. Kita tunggu dulu. Kita sama-sama penumpang jangan mengganggu yang lain. Jangan berbuat onar dulu,” imbuh pria ini.

Saat ini situasi di depan pintu kedatangan Terminal 3 semakin memanas. Ratusan calon penumpang maskapai milik anggota Wantimpres Rusdi Kirana itu masih berkerumun dan berteriak.

Categories
Transportasi

Penumpang Lion Air Yang Delay Membludak … Penumpang AirAsia Terpaksa Pindah Terminal


Ratusan penumpang yang masih tertahan di Terminal 3 Bandar Udara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, berimbas kepada penumpang Air Asia. Penerbangan internasional Air Asia terpaksa harus pindah konter check in. “Penumpang Air Asia dengan destinasi luar negeri dipindahkan ke Terminal 2 untuk check in,” kata juru bicara Indonesia Air Asia, Malinda Yasmin, saat dihubungi Jumat, 20 Februari 2015.

Menurut Malinda, penumpang yang kena imbas adalah penumpang dengan tujuan Jakarta-Kuala Lumpur, Jakarta-Bangkok, dan Jakarta-Singapura. Namun, mereka masih tertahan di Terminal 3 karena persiapan konter check in Terminal 2 belum selesai. “Untuk sementara masih diusahakan check in di Terminal 3, nanti kami yang akan bawa mereka ke Terminal 2,” kata dia.

Selain itu, ada beberapa keberangkatan Air Asia yang terpaksa tertunda. Penerbangan domestik tersebut adalah QZ7556 Jakarta-Yogyakarta (waktu keberangkatan 05.50 WIB, tertunda 158 menit), QZ7510 Jakarta-Denpasar (waktu keberangkatan 06.00 WIB, tertunda 130 menit), QZ7680 Jakarta-Surabaya (waktu keberangkatan 07.20 WIB, tertunda 90 menit). Dia mengatakan saat ini seluruh penerbangan tersebut sudah diberangkatkan.

Adapun penumpang Lion Air dengan berbagai tujuan keberangkatan masih memenuhi Terminal 3 Soekarno-Hatta. Mereka adalah penumpang yang telantar mulai dari kemarin hingga hari ini. Berdasarkan pantauan, Kementerian Perhubungan ikut turun mengurai keruwetan tersebut. Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Yurlis Hasibuan sudah berada di Terminal 3 untuk berdiskusi dengan Lion Air, Angkasa Pura II, dan ratusan penumpang.

Akibat delay berkepanjangan dari maskapai Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, pemerintah hari ini langsung memeriksa kesiapan sejumlah pesawat Lion Air. “Ini kami mau periksa. Itu, kok, banyak pesawat Lion yang parkir?” kata Muzaffar Ismail, Direktur Keselamatan dan Kelaikan Pesawat Ditjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, sambil menunjuk ke arah apron Terminal 3 Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Jumat, 20 Februari 2015.

Berdasarkan pantauan, terdapat sembilan pesawat Lion yang saat ini sedang terparkir di apron Terminal 3. Muzaffar mengaku ingin memeriksa kelaikan terbang pesawat-pesawat tersebut. Menurut Muzaffar, pemeriksaan itu sekalian dilakukan karena ada tiga pesawat Lion terkena foreign object damage (diduga burung), enam pesawat juga sedang masuk perawatan, dan satu pesawat rusak. Kondisi tersebut menjadi penyebab delay berkepanjangan sejak Rabu, 18 Februari 2015.

Sebelumnya, Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait menjelaskan, akibat dua pesawat Lion rusak kena obyek asing pada Rabu pagi, 18 Februari 2015, sejumlah jadwal penerbangan Lion hingga kemarin mengalami keterlambatan. “Ada dua pesawat kena foreign object damage Rabu pagi kemarin. Rentetannya sampai hari ini (Kamis),” kata Edward saat dihubungi, Kamis, 19 Februari 2015.

Menurut Edward, akibat serangan benda asing itu, sejumlah komponen pesawat harus diganti. Selain itu, ada enam pesawat yang sedang dalam perawatan. Akibatnya, total ada sekitar 1.200 penumpang yang terkena dampak dari keterlambatan atau penundaan keberangkatan maskapai tersebut.

Penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta karena kacaunya penerbangan maskapai Lion Air masih terjadi hingga pagi ini. Ribuan penumpang yang menumpuk di Terminal IA, B, dan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta menunggu kepastian untuk diterbangkan. “Kondisinya masih penuh sesak. Ribuan penumpang masih memenuhi terminal keberangkatan 1A, B, dan 3,” ujar Manajer Senior Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta Andika Nuryaman.

Belum terurainya masalah penumpukan penumpang ini, menurut Andika, karena jadwal penerbangan Lion Air belum normal. Sejak tadi malam hingga pagi ini, kata Andika, para penumpang pesawat tujuan Kalimantan, Padang, Jambi, Banjarmasin, Semarang, Solo, Yogyakarta, Bali, dan Lombok masih tertahan di Soekarno-Hatta. “Kalau semalam dari enam flight yang delay, baru satu penerbangan ke Surabaya yang diberangkatkan pukul 06.45 tadi,” kata Andika.

Andika mengakui situasi di Terminal IA tadi malam hingga dinihari nyaris tidak terkendali karena penumpang pesawat marah dan menyandera petugas Lion Air. “Ratusan penumpang yang telah berjam-jam menunggu minta kepastian untuk terbang. Karena tak dapat informasi yang jelas, mereka marah, melawan petugas dan polisi, serta menyandera petugas,” katanya. Amarah penumpang tujuan Surabaya itu mulai surut sekitar pukul 3 dinihari ketika pihak Lion Air menyampaikan bahwa mereka akan diterbangkan pukul 06.45.” Sudah terbang,” kata Andika.

Namun masih banyaknya penerbangan yang delay membuat ruang tunggu, ruang check-in, dan lobi di Terminal IA dan B, serta Terminal 3 penuh sesak. “Karena banyaknya penumpang yang menunggu, jadi cukup mengganggu layanan lainnya,” kata Andika. Ini berdampak pada kenyamanan pengguna jasa bandara lainnya. “Kami berusaha menenangkan para penumpang dengan memberikan makan dan minuman,” katanya. Manajer Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta menambahkan, ruang check-in penumpang Lion Air dibatasi dengan tali agar tidak mengganggu proses check-in penerbangan maskapai lainnya. “Sekarang lebih tertib,” katanya.

Categories
Korupsi Taat Hukum

Kisah Abraham Samad Yang Dikriminalisasi Ketika Akan Usut Kasus BLBI


Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad, sudah mengetahui bahwa dirinya menjadi target operasi. Bahkan, mantan pengacara ini telah diincar sejak tahun lalu. Hal itu diungkapkan sahabatnya yang tergabung dalam tim advokasi Abraham Samad di Sulawesi Selatan.

“Sejak tahun lalu, Abhaman Samad sudah tahu diincar,” ucap Direktur Komite Pemantau Legislatif, Syamsuddin Alimsyah. Menurut dia, Samad dan pimpinan KPK dilengserkan lantaran kinerjanya yang semakin berani mengungkap koruptor kelas wahid, baik itu menteri, ketua partai maupun jenderal.

Rangkaian upaya kriminalisasi KPK, Syamsuddin menyebut, bukan semata dipicu oleh langkah komisi antirasuah menetapkan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi. “Mari lihat peristiwa awalnya yakni adanya kebijakan percepatan kasus besar,” ujar dia.

Abraham dan pimpinan KPK lainnya hendak menuntaskan tiga kasus korupsi besar di akhir periodenya. Di antaranya, kasus Hambalang, kasus Century dan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). “Siapa terlibat di kasus BLBI? Itu kan temannya Budi (Gunawan). Kalau BLBI disorot habis lah,” tutur dia.

Kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan yang menjerat Samad dinilainya janggal dan dibuat-buat. Sebab, kasus ini terjadi 2007 dan tidak pernah muncul maupun dipersoalkan, termasuk saat seleksi pimpinan KPK pada 2011. “Saat rekam jejak, semua dilibatkan mulai Polri sampai BIN, tapi kasus ini tidak ada,” ucap Syamsuddin.

Sebelumnya Abraham Samad ditetapkan sebagai tersangka kasus pemalsuan dokumen. “AS sudah ditetapkan tersangka dalam kasus pemalsuan administrasi kependudukan dengan terlapor Feriyani Lim,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan dan Barat Komisaris Besar Endi Sutendi di ruang Direktorat Reserse Kriminal Umum Markas Polda Sulawesi Selatan dan Barat, Selasa pagi, 16 Februari 2015.

Samad dituduh membantu Feriyani membuat dokumen administrasi kependudukan palsu berupa KK dan KTP saat mengurus paspor di Makassar pada 2007. Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad mendadak muncul di teras gedung kantornya. Bersama dengan seluruh komisioner lain, yaitu Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain, Samad berorasi di hadapan wartawan dan perwakilan beberapa universitas, Rabu, 18 Februari 2015.

Samad mengatakan orang-orang KPK bukan malaikat. “Kami sadar kami bukan malaikat, tapi kami bukan orang jahat seperti yang disangkakan kepada kami,” kata Samad, Rabu, 18 Februari 2015. Menurut Samad, sebelum dia dan para wakilnya masuk KPK, mereka menjalani pemeriksaan rekam jejak selama enam bulan. “Dan itu hasilnya sudah ‘clear’,” ujar Samad.

Samad melanjutkan, meskipun dua pimpinan KPK, yaitu dia dan Bambang sekarang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian, tapi kebenaran akan terungkap. “Mari kita melawan korupsi yang begitu masif di negeri ini,” ujar dia. Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat menetapkan Samad sebagai tersangka pemalsuan dokumen pada 2007. Sedangkan Bambang menjadi sebagai tersangka pengarahan saksi pada 2010. Keduanya masih belum masuk KPK ketika itu.

Banyak pihak menilai penetapan tersangka keduanya merupakan balas dendam kepolisian, karena sebelumnya KPK menetapkan calon Kepala Kepolisian Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka. Presiden Joko Widodo menunjuk Taufiequrachman Ruki. Taufiequrahman Ruki, Indriyanto Seno Adji dan Johan Budi sebagai pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan pimpinan KPK.

Langkah tersebut dilakukan Jokowi karena saat ini, dua pimpinan KPK, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto menjadi tersangka di Kepolisian, sedangkan satu pimpinan mengalami kekosongan sejak Busyro Moqoddas selesai masa jabatannya setahun lalu.

Categories
Korupsi Taat Hukum

Presiden Jokowi Kembali Ajukan Calon Kapolri Tunggal Dengan Catatan Rekening Gendut


Keputusan Presiden Joko Widodo menunjuk Komisaris Jenderal Badrodin Haiti sebagai calon baru Kapolri dipertanyakan. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada Hifdzil Alim mengatakan rekam jejak Badrodin Haiti tak jauh beda dengan Budi Gunawan. “Susah juga, mereka itu sebelas dua belas punya catatan buruk rekening gendut,” kata Hifzil saat dihubungi Tempo, Rabu, 18 Februari 2015.

Hifdzil mengaku kecewa dengan keputusan Jokowi memilih Badrodin Haiti sebagai calon tunggal Kepala Korps Bhayangkara. Menurut dia, pilihan Jokowi tak sesuai dengan pilihan rakyat yang menginginkan calon Kapolri berintegritas. Ia khawatir terpilihnya Badrodin akan menggagalkan reformasi kepolisian. “Di tubuh Kapolri sedang rusuh, mencari jalan masing-masing.Kalau pimpinannya buruk bawahannya bisa punya bargain melawan karena dia punya kunci pimpinan,” kata Hifdzil.

Selain itu, ia menilai pengangkatan Badrodin akan memperpanjang polemik kepolisian dengan Komisi Pemberantasan Korupsi. Ia memprediksi, Komisi Antirasuah akan membongkar kembali catatan tak wajar dalam rekening Badrodin, lalu KPK dan kepolisian kembali beradu. “Ini preseden buruk untuk politik di sekitar presiden. KPK bisa dibenturkan lagi dengan presiden, lalu presiden berhadapan dengan rakyat,” kata dia.

Badrodin pernah masuk dalam jajaran nama perwira yang melakukan transaksi mencurigakan. Ketika menjadi Kepala Kepolisian Wilayah Kota Besar Medan pada 2000 hingga 2003, Badrodin menarik tunai Rp 700 juta di Bank Central Asia Kantor Cabang Utama Bukit Barisan, Medan, pada Mei 2006.Padahal, saat itu penghasilan Badrodin per bulan berkisar Rp 22 juta.

Hasil analisis rekening Badrodin juga memuat adanya setoran dana rutin Rp 50 juta setiap bulan pada periode Januari 2004-Juli 2005. Ada pula setoran dana Rp 120-343 juta. Dalam laporan itu disebutkan setoran-setoran tidak memiliki underlying transaction yang jelas.

Saat masih menjadi inspektur jenderal dan menjabat Kepala Divisi Pembinaan Hukum Kepolisian pada 2010, Badrodin pernah disebut-sebut memiliki rekening gendut. Kekayaannya per 24 Maret 2008 adalah Rp 2,9 miliar dan US$ 4.000. Dia, antara lain, dituduh membeli polis asuransi dari PT Prudential Life Assurance Rp 1,1 miliar dengan dana dari pihak ketiga.

Komisaris Jenderal Badrodin Haiti mengatakan jarang tertawa selama sebulan ini. Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia ini diberi tanggung jawab memimpin lembaganya yang sedang berkonflik dengan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah penetapan tersangka Komisaris Jenderal Budi Gunawan. Jumat, 13 Februari 2015, ia datang ke kantor redaksi Tempo di Kebayoran Jakarta “agar bisa tertawa-tawa”.

Badrodin ditemani antara lain oleh Asisten Logistik Inspektur Jenderal Arif Wachjunadi dan juru bicara Inspektur Jenderal Ronnie Sompie. Ia menjawab tuduhan adanya teror terhadap pemimpin dan pegawai komisi antikorupsi yang diarahkan ke anggotanya. “Jangan parno lah,” kata Badrodin menyebut bahasa gaul paranoia itu.

Sekarang seperti apa konsolidasi internal polisi?
Sebetulnya di dalam, secara umum, berjalan normal. Memang enggak bisa kami pungkiri ada hal-hal di Bareskrim yang mungkin dibentuk tim, ada orang yang mungkin merasa dipakai ada yang tidak. Menurut saya itu hal yang biasa. Memang kalau ada permasalahan seperti itu, memang harus ada kegiatan yang ekstra untuk bisa menyelesaikan segala persoalan sehingga perlu dibentuk tim yang dikendalikan oleh Pak Kabareskrim. Saya pikir masih dalam batas wajar.

Itu tim apa?
Tim penyidik dan penyelidikan. Kasus-kasus yang berkembang sekarang perlu kami jawab segera. Apakah muncul pidana atau tidak. Ada orang-orang lama, baru, campuran. Ada intelnya juga, yang dari luar yang punya akses, digabung jadi satu. Artinya bukan dari Reskrim saja.

Seberapa besar?
Sebetulnya enggak besar. Ada penyelidikan intinya, ada pendukungnya. Tim penyidiknya juga ada. IT-nya juga ada.

Itu memang kewenangan Kabareskrim?
Ya. Kami memang biasa menghadapi seperti itu, gong yang besar, itu pasti dibentuk Satgas yang terdiri dari gabungan tadi.

Jadi ini sekalanya sudah seperti gong besar?
Ya enggak juga. Tapi kami dituntut satu kecepatan untuk menyelesaikan persoalan. Kalau dilakukan secara normal rutin, nanti berlarut-larut, enggak selesai, kan, kami juga tersiksa.

Johan KPK waktu itu telepon Anda, tidak dapat informasi, beda sama keterangan Kabareskrim?
Ya memang untuk masalah teknis, praktis, menjadi tanggung jawab dia. Bukan karena tidak koordinasi, tapi memang menjadi kewenangannya dia. Kan, enggak mungkin misalnya Polda Jabar, ada kasus, saya ngikutin terus, kan enggak. Pasti penyelidikan dan penyidikan kasus itu diberikan ke Polda Jabar.

Tapi sampai penangkapan itu tidak harus dilaporkan ke Anda?
Enggak. Secara hukum, tidak ada kewajiban. Tapi selayaknya dia harus melaporkan karena efek pendapat umumnya yang besar timbang kasusnya sendiri. Kami, kan, selalu mempertimbangkan kalau dilakukan ini, apa akibatnya, harus kami perhitungkan. Makanya yang lalu saya bilang, ini tidak ditahan.

Kasusnya seperti apa, kok ada dari Polda sampai BNPT?
BNPT, kan, hanya penunjang saja, bukan tim penyelidik dan penyidiknya. Kalau tim penyidiknya tetap dari Reskrim yang punya kemampuan.

Cerita soal teror dari polisi ke KPK, betulkah?
Ini yang kita masih, selalu disampaikan. Sekarang bentuk teror ini seperti apa. Itu yang nanti akan saya komunikasikan dengan pimpinan KPK. Mau ketemu. Mau kami tanyakan, bentuknya apa. Kalau memang di-sms, mana sms-nya. Kami bisa lakukan penyelidikan. Karena bisa saja orang luar yang memanfaatkan. Sekarang, kan orang yang kena tindakan hukum KPK, kan bukan hanya BG saja. Bisa orang lain, kan banyak juga. Nah, apakah itu tidak ikut bermain. Kami harus waspadai hal-hal seperti itu. Tapi, kan KPK selalu bilang, ini polisi, ini polisi. Makanya, kami akan meminta datanya.

Jadi kalau jelas sebenarnya tidak ada persoalan?
Enggak ada masalah. Jangan selalu merasa apa-apa selalu polisi. Wong polisi mengamankan unjuk rasa kok dibilang menggeledah. Gimana ini. Sampai saya harus dipanggil sama Mensesneg untuk bisa menyampaikan ke publik.

Categories
Perekomonian dan Bisnis Transportasi

Lion Air Alami Delay Secara Nasional … 1200 Penumpang Terlantar


Kementerian Perhubungan membantah dugaan penundaan penerbangan Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta, karena maskapai itu tak mengantongi izin terbang dari Kementerian Perhubungan. “Delay hari ini rentetan dari delay kemarin,” kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keterbukaan Informasi Publik Hadi M. Juraid saat dihubungi, Kamis 19 Februari 2015.

Sebelumnya, delay penerbangan Lion di Soekarno-Hatta sempat memancing keributan di Terminal 1A pada Kamis 19 Februari. Hadi menjelaskan, untuk mengurai rentetan delay sejak Rabu 18 Februari 2015 sampai hari ini, Lion Air sudah berjanji akan mendatangkan delapan pesawat cadangan untuk mengangkut penumpang yang kena delay. Tiga di antaranya berasal dari pesawat Batik Air, tiga dari pesawat cadangan, dan satu pesawat berbadan lebar yang bisa mengangkut penumpang dua penerbangan.

“Lion Air sudah berkomitmen dengan Kantor Otoritas Bandara Soekarno-Hatta untuk menggunakan pesawat-pesawat tambahan tersebut. Di Sumatera Barat Lion juga delay,” kata Hadi.Sebelumnya, Manager Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, mengatakan tertundanya sejumlah jadwal penerbangan Lion Air hingga Kamis, 19 Februari 2015, mengacaukan jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta.

Lion Air mengakui jadwal mereka kacau gara-gara kerusakan dua pesawat Lion sejak Rabu 18 Februari 2015. Dua pesawat itu rusak karena foreign object damage atau obyek asing yang diduga burung. Total ada sekitar 1.200 penumpang Lion kena dampak penundaan penerbangan.

Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait menjelaskan, akibat serangan benda asing itu, sejumlah komponen pesawat harus diganti. Banyak penerbangan mengalami keterlambatan dengan enam di antaranya paling parah.

Enam penerbangan itu, menurut Edward, adalah dua penerbangan Jakarta-Jambi, dua penerbangan Jakarta-Surabaya, dan dua penerbangan Jakarta-Lombok. Penerbangan Jakarta-Jambi dan Jakarta-Lombok baru bisa diterbangkan Kamis pagi 19 Februari 2015, penerbangan Jakarta-Surabaya sudah diterbangkan sejak Rabu malam 18 Februari 2015, sedangkan Jakarta-Surabaya delay empat jam lebih pada 19 Februari 2015.Sejunlah penumpang maskapai Lion Air mengaku tak diberi kompensasi apapun oleh pihak maskapai meski sudah berjam-jam terlantar.

“Boro-boro ada kompensasi, kami mau refund tiket saja mereka bilang uangnya habis,” kata Putri, 20 tahun, di Bandara Soekarno-Hatta, Kamis 19 Februari 2015. Putri mengantar kedua orangtuanya Siti Fatimah dan Abdullah pulang ke Medan, Sumatera Utara. Sejatinya, Putri dan orangtuanya naik pesawat Lion Air JT 603 Kamis petang ini pukul 16.00. Mereka menunggu di bandara Soekarno-Hatta sejak pukul 11.00.

Namun, hingga waktunya check in tidak kunjung ada pemberitahuan disuruh masuk. Mereka akhirnya memutuskan mencari tahu ke bagian costumer service Lion Air yang ada di terminal I B. “Petugasnya bilang tiket tidak bisa refund, kami harus mengikuti penerbangan keesokan harinya,” kata Putri.

Sejak Kamis siang sampai sore ini, ratusan penumpang pesawat Lion Air bergerombol di loket tiket Lion Air. Mereka menahan marah karena tak satupun petugas yang ada di ruangan itu. Yang ada hanya tumpukan nasi kotak yang belum sempat didistribusikan. Menjelang sore, barulah ada petugas di ruangan itu. Mereka hanya melayani untuk perubahan jadwal penerbangan keesokan harinya.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan akan menerbitkan aturan yang mewajibkan semua maskapai penerbangan berjadwal menyiapkan pesawat cadangan untuk operasional mereka. “Berapa jumlah pesawat cadangan dan bagaimana mekanismenya masih akan dikaji lagi,” kata Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keterbukaan Informasi Publik Hadi M. Juraid saat dihubungi, Kamis, 19 Februari 2015. Aturan itu merespon kasus delay berkepanjangan maskapai Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Sekitar 1.200 penumpang Lion kena dampak penundaan penerbangan tersebut.

Direktur Umum Lion Edward Sirait mengklaim Lion sudah mencadangkan sejumlah pesawat mereka untuk menjaga kondisi darurat. Namun meskipun sudah dicadangkan, untuk membawa pesawat cadangan ke bandara keberangkatan membutuhkan waktu dan tak bisa menghindari delay. “Jangankan pesawat cadangan yang berada di beda bandara. Yang berada di satu bandara saja butuh waktu buat masuk ke apron,” kata Edward.Kementerian Perhubungan menyatakan delay penerbangan Lion Air sejak kemarin, Rabu, 18 Februari 2015, juga karena dirawatnya sejumlah pesawat maskapai tersebut.

“Beberapa pesawat juga ada yang kena inspeksi besar,” kata Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Muhammad Alwi saat dihubungi, Kamis,19 Februari 2015. Perawatan itu merupakan penyebab lain delay Lion selain rusaknya dua pesawat Lion Air yang terkena foreign object damage diduga burung.

Awli menjelaskan, sejumlah pesawat Lion memang sudah masuk masa perawatan. Inspeksi itu dilakukan oleh maskapai bersangkutan. Namun di waktu yang sama, kata Alwi, Lion Air sudah menjadwalkan sejumlah penerbangan tambahan atau extra flight untuk liburan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada Kamis 19 Februari 2015. “Pesawat yang ada akhirnya kurang,” kata Alwi.

Namun Alwi menampik jika Kementerian Perhubungan dianggap menyetujui pengajuan ekstra penerbangan Lion untuk Tahun Baru Imlek tanpa mempertimbangkan ketersediaan jumlah pesawat. “Tentunya persetujuan extra flight Lion sudah sesuai prosedur,” kata Alwi. Pada Kamis 19 Februari 2015, sejumlah jadwal penerbangan Lion Air kacau di Bandara Soekarno-Hatta. Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keterbukaan Informasi Publik Hadi M. Juraid mengatakan delay Lion terjadi sejak sore hingga malam tadi, Rabu, 18 Februari 2015.

Maskapai Lion Air mengakui jadwal mereka kacau gara-gara kerusakan dua pesawat Lion sejak kemarin pagi, Rabu, 18 Februari 2015. Total ada sekitar 1.200 penumpang Lion kena dampak penundaan penerbangan tersebut. Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait menjelaskan akibat dua pesawat mereka rusak kena obyek asing pada Rabu pagi, 18 Februari 2015, sejumlah jadwal penerbangan Lion sejak kemarin hingga pagi tadi mengalami keterlambatan. Obyek asing itu diduga burung.

“Ada dua pesawat kena foreign object damage Rabu pagi kemarin. Rentetannya sampai Kamis ini,” kata Edward saat dihubungi, Kamis, 19 Februari 2015. Pada Rabu hingga Kamis kemarin, 14 penerbangan Lion Air yang berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, mengalami penundaan lebih dari empat jam. Tertundanya sejumlah penerbangan itu mengakibatkan jadwal penerbangan di Soekarno-Hatta kacau. Manajer Humas dan Protokol Bandara Soekarno-Hatta, Yudis Tiawan, mengatakan operator bandara akhirnya terpaksa menyediakan makanan kecil dan air mineral kepada ratusan penumpang Lion Air yang telantar itu.

Juru bicara PT Angkasa Pura II, Achmad Syahir, mengatakan di antara belasan penerbangan yang tertunda, delapan penerbangan di antaranya untuk tujuan Medan, Palembang, Pekanbaru, Surabaya, dan Ternate. Lima penerbangan ke Pekanbaru, Medan, dan Palembang yang tertunda sejak Rabu sore sudah diberangkatkan pada Kamis pagi. Sedangkan tiga penerbangan ke Surabaya dan Ternate yang tertunda lebih dari dua jam sudah diberangkatkan pada Kamis siang.

Setidaknya ada dua hal yang menyebabkan kekacauan itu. Pertama, seperti disampaikan oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Muhammad Alwi, yakni rusaknya dua pesawat. Pada waktu bersamaan, ada empat pesawat lain terkena inspeksi besar karena sudah masuk masa perawatan. Kondisi itu mengakibatkan Lion Air kekurangan armada. “Namun Lion Air sudah menjadwalkan penerbangan tambahan untuk liburan tahun baru Imlek,” ujarnya.

Kedua, adanya beberapa pesawat Lion Air yang dilarang terbang karena tidak mempunyai izin terbang (flight approval). Menurut Staf Khusus Menteri Perhubungan Bidang Keterbukaan Informasi Publik, Hadi M. Juraid, manajemen Lion Air terlambat mengajukan izin penerbangan tambahan (extra flight). Akibatnya, sekitar 1.200 penumpang telantar terkena dampak penundaan penerbangan (delay). “Tiket sudah telanjur dijual. Penundaan untuk penerbangan reguler dan tambahan,” ujar Hadi ketika dihubungi.

Menurut dia, sesuai dengan prosedur, pengajuan izin terbang di Kementerian mesti diajukan oleh maskapai paling lambat 3 x 24 jam sebelum penerbangan. Setelah itu, izin terbang akan diterbitkan paling lama 1 x 24 jam sejak diajukan pada hari kerja dan 3 x 24 jam pada hari libur. Maskapai penerbangan selain Lion Air, kemarin, tidak menemui masalah karena sudah menyiapkan izin terbang jauh-jauh hari. “Lion tak ajukan extra flight sesuai dengan ketentuan, yaitu H-3 penerbangan,” katanya.

Soal tudingan telat mengajukan izin terbang tambahan dan surat teguran dari Kementerian, manajemen Lion Air belum bersedia memberi tanggapan. Namun, soal penundaan, Direktur Umum Lion Air, Edward Sirait, mengakui dua pesawat mereka rusak karena menabrak obyek asing yang diduga berupa burung. “Dua pesawat itu bisa untuk melayani delapan penerbangan,” katanya saat dihubungi, kemarin.

Menurut Edward, dua pesawat yang kena serangan obyek asing itu harus diperbaiki sebelum digunakan lagi. Akibatnya, rentetan jadwal penerbangan Lion menjadi kacau. Apalagi rusaknya dua pesawat tersebut tepat saat musim puncak libur tahun baru Imlek. Namun dia mengklaim sejumlah penerbangan Lion yang mengalami delay lebih dari 4 jam adalah penerbangan reguler dan bukan extra flight. “Ini seperti mata rantai. Kalau satu rantai saja putus, kacau semua,” katanya.

Categories
Lain Lain

Ramalan dan Peruntungan Di Tahun Kambing


Dari perhitungan kalender Cina, Tahun Kambing akan dimulai Kamis, 19 Februari 2019. Apa saja yang akan terjadi di tahun ini? Suhu Aleng, paranormal ternama Kota Pontianak, meramalkan setidaknya ada tiga kapal tenggelam pada tahun Kambing Kayu ini. “Selain itu, kecelakaan pada transportasi darat akan sering terjadi. Hal ini karena ada bercak darah pada tanduk kambing,” kata Aleng pada Rabu, 18 Februari 2015.

Aleng juga meramalkan bencana banjir akan kerap terjadi sepanjang tahun 2015. Hal ini ditandai dengan musim hujan yang lebih panjang dari sebelumnya. Banjir ini tidak hanya terjadi di Kota Pontianak saja, tetapi akan melanda kota-kota lainnya.

Bencana kebakaran pun akan melanda beberapa pertokoan di Kota Pontianak, dan beberapa kota niaga di Kalimantan Barat. Hal ini, kata dia, terjadi karena sifat kayu pada Tahun Kambing. Unsur kayu yang mudah terbakar akan menjadi penyebabnya. Untuk itu, kata dia, masyarakat diminta untuk waspada. Beberapa wabah penyakit, kata dia, juga akan muncul pada pertengahan tahun.

Paranormal ternama Kota Pontianak, Suhu Aleng, mengatakan bagi sebagian warga Tionghoa, tahun Kambing Kayu merupakan momok yang cukup mencemaskan. Sebab, di tahun Kambing Kayu penuh bencana dan kecelakaan. Keyakinan warga Tionghoa akan dampak bawaan dari sifat Kambing Kayu, menyebabkan banyak di antara mereka menunda untuk mendapatkan keturunan pada tahun ini. “Ada yang tak mau, anaknya lahir dengan shio kambing kayu,” ungkap Suhu Aleng, Rabu, 18 Februari 2015.

Bagi mereka yang bershio ayam dan kelinci, tahun ini adalah tahun keberuntungan dalam berusaha. Namun mereka yang bershio kambing, kerbau, anjing, dan naga harus penuh kehati-hatian. “Empat shio ini tidak terlalu bagus kalau saya lihat. Jadi harus penuh perhitungan,” katanya.

Suhu Aleng meramal dengan menggunakan metode trance serta membaca buku-buku ramalan Cina Kuno. Dengan metode kerasukan, Aleng harus menunggu saat tertentu untuk berkomunikasi dengan Dewi Kwan Im. Saat itu adalah setiap bulan purnama pada bulan ke-8 Imlek, bertepatan dengan festival musim gugur. Meskipun ramalannya kerap jitu, Aleng mengatakan sebaiknya masyarakat menyerahkan nasibnya kepada Tuhan Yang Maha Esa.

“Semua Tuhan yang mengatur. Kita hanya bisa memprediksi saja. Intinya harus banyak berdoa kepada Tuhan,” katanya. Suhu Aleng, paranormal ternama di Pontianak, mengatakan situasi politik Indonesia di tahun Kambing Kayu akan dipenuhi intrik. “Masih kelanjutan dari tahun lalu. Terutama problem besar yang belum selesai di tahun sebelumnya,” kata Suhu Aleng, Kamis 18 Februari 2015.

Situasi perpolitikan nasional, kata Aleng, akan dipenuhi gonjang-ganjing dan konflik di sepanjang 2015. Sementara itu pada bidang ekonomi, komoditas-komoditas andalan Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, harganya belum akan membaik.

Sebelumnya beredar pula kabar bahwa shio Presiden Jokowi pun tak cocok dengan Kambing Kayu. Shio kerbau merupakan salah satu dari 12 shio dalam penanggalan Tionghoa. Orang yang bershio kerbau cenderung ulet, pekerja keras, dan kuat. Jokowi yang lahir pada 21 Juni 1961 termasuk orang yang bershio kerbau.

Menurut Aleng, anjloknya harga komoditas utama Kalimantan Barat tahun lalu membuat pertumbuhan ekonomi provinsi ini melambat. “Harga komoditas kita belum akan berubah. Ekonomi masih tidak stabil dan uang masih akan ketat,” tuturnya. Apabila tahun lalu kecelakaan pesawat menjadi heboh, untuk tahun ini Aleng meramal akan ada tragedi besar di laut.

Suhu Aleng kerap meramal dalam kondisi kerasukan. Saat kerasukan tersebut, kata-kata yang keluar dari mulutnya diyakini masyarakat Tionghoa sebagai kebenaran. Aleng mengaku saat kerasukan, Dewi Kwan Im yang merasuki tubuhnya. Aleng berprofesi pula sebagai desainer di Kota Pontianak. Usianya pertengahan 40-an, dengan rambut kelimis panjang diikat ke belakang sebagai ciri khasnya.

Categories
Demokrasi

Ini Profil 3 Pimpinan Baru KPK Pengganti Abraham Samad


Presiden Joko Widodo baru saja mengumumkan pemberhentian dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi, Abraham Samad dan Bambang Widjojanto. Sebagai gantinya, Jokowi akan menerbitkan Keputusan Presiden soal pengangkatan tiga anggota sementara pimpinan KPK, yaitu Taufiequrachman Ruki, Indriyanto Seno Adji, dan Johan Budi. Siapakah mereka?

1. Taufiequrachman Ruki.
Ia adalah mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi pertama. Dia menjabat sejak 2003 – 2007. Dia juga pernah menjadi anggota DPR RI:

1992-1997: Komisi III
1997-1999: Komisi VII, anggota MPR RI, dan anggota tim asistensi BP-MPR RI
1999-2000: wakil ketua fraksi TNI Polri (Korbid Kesra)
1999-2001: Anggota MPR RI, Anggota Panitia Ad Hoc I Badan Pekerja MPR
2000-2001: Anggota DPR RI, Ketua Komisi VII. Ia juga Pernah menjadi Anggota Pansus, Anggota Tim Penyusun RUU DPR-RI.

Dia juga adalah mantan polisi dengan masa jabatan sebagai berikut:
1974-1975: Kapolsek Kelari Polres Karawang
1975-1979: Kepala subseksi Kejahatan Poltabes Bandung
1979-1981: Kepala Bagian Operasi Polres Baturaja
1981-1982: Kepala Bagian Operasi Poltabes Palembang
1982-1984: Wakil Kepala Kepolisian Resort Lampung Selatan
1984-1985: Kepala Biro Reserse Asisten Operasi Kapolri
1985-1986: Perwira Staf Pusat Komando
1986-1987: Kepala Bagian Operasi Sekretariat Deputi Operasi Kapolri
1987-1989: Kepala Bagian Perencanaan Sekretariat Deputi Operasi Kapolri
1989-1991: Kepala Kepolisian Resort Cianjur
1991- 1992: Kepala Kepolisian Resort Tasikmalaya
1992: Sekretaris Direktorat Lalu Lintas Polda Jabar
1992-1997: Kepala Kepolisian Wilayah Malang.

2. Indriyanto Seno Adji.
2004: dikukuhkan sebagai Guru besar hukum pidana oleh Universitas Krisna Dwipayana. Saat ini menjabat sebagai guru besar hukum pidana Universitas Indonesia.

3. Johan Budi Sapto Prabowo.
1998-2003: Wartawan Tempo
2003-2006: Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK
2006: Juru bicara KPK
2008-2009: Direktur Pendidikan dan Pelayanan masyarakat KPK sekaligus Juru Bicara KPK
2009-2014: Kepala Biro Humas KPK
2014-2015: Deputi Pencegahan KPK
2015: Pimpinan sementara KPK

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad tidak bisa menerima penetapan tersangka oleh Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan. Samad membantah memalsukan dokumen. “Dalam hati kecil saya, saya sama sekali tak bisa terima apa yang dituduhkan kepada saya,” kata Samad saat konferensi pers di kantornya, 17 Februari 2015.

Samad mengatakan alamat rumahnya adalah Jalan Mapala Blok E 29 Nomor 30, RT 004 RW 005, Kelurahan Tidung, Kecamatan Rappocini, Makassar, yang ditempati sejak 1999. Alamat itu, menurut Samad, berbeda dengan dokumen yang ditunjukkan polisi mengenai seorang wanita bernama Feriyani Lim. “Kartu Keluarga yang dimaksud adalah alamat sebuah ruko. Berdasarkan itu saya sampaikan sampai detik ini saya belum mengerti,” ujar Samad. Abraham Samad dijadikan tersangka oleh Polda Sulawesi Selatan atas kasus pemalsuan surat. Feriyani Lim sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka di kasus yang sama.

Surat panggilan untuk Samad mencantumkan pasal-pasal sangkaannya. Di antaranya, “Dalam perkara tindak pidana pemalsuan surat atau tindak pidana administrasi kependudukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 264 ayat (1) subs Pasal 266 ayat (1) KUHPidana.” “Atau Pasal 93 UU Nomor 23 Tahun 2006 yang telah diperbaharui dengan UU Nomor 24 Tahun 2013,” demikian tercantum di surat panggilan itu.

Juru Bicara Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat, Komisaris Besar Endi Sutendi mengatakan pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad untuk diperiksa Jumat mendatang. Abraham ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan.

“Kita sudah layangkan surat panggilan kepada tersangka, Selasa,” ujar Endi, Rabu, 18 Februari 2015. Menurut Endi, Polda Sulawesi Selatan dan Barat telah menyiapkan tim pemeriksa yang berjumlah tiga orang, dari total penyidik keseluruhan yang menangani kasus tersebut sekitar 8 orang. Endi juga telah menyiapkan tempat pemeriksaan untuk Abraham Samad. Endi mengatakan Polda hanya menangani kasus sebagai terlapor yakni tersangka Feriyani Lim. Sedangkan untuk terlapor Abraham Samad dan Sukriansyah Latief ditangani Badan Reserse Kriminal Polri.

Dalam kasus Feriyani, kata Endi, hingga kini penyidik sudah memeriksa 23 orang yang dijadikan saksi terkait kasus pemalsuan dokumen kependudukan. “Jadi, kami tidak tahu, apakah Sukriansyah sudah diperiksa atau belum. Karena kami hanya menangani kasus Feriyani Lim saja,” tutur Mantan Kepala Kepolisian Resor Enrekang ini. Endi juga menegaskan bahwa saksi- saksi yang telah menjalani pemeriksaan mengetahui, mendengar dan menyaksikan peristiwa tersebut.

Pada Selasa lalu, Polda Sulawesi Selatan dan Barat mengumumkan penetapan tersangka Abraham Samad dalam kasus pemalsuan dokumen administrasi kependudukan. Akibat kasus tersebut, Abraham Samad terancam hukuman penjara maksimal delapan tahun. Kasus ini dilaporkan Ketua Lembaga Peduli KPK dan Polri Chairil Chaidar Said ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri beberapa waktu lalu. Selanjutnya, kasus ini dilimpahkan ke Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Barat per 29 Januari 2015. Berselang empat hari kemudian, polisi menetapkan Feriyani sebagai tersangka.