Kronologi Honda City D 1347 UI Yang Tabrak dan Seret Pengendara Motor Hingga 30 Km Di Cimahi Bandung


Firman Nurhidayat (21) sempat berusaha meloloskan dirinya yang terjepit dan terseret di bawah kolong mobil Honda City, yang dikemudikan Yana (43). Awalnya, Firman bersenggolan dengan pengendara sepeda motor lain hingga terjatuh dan terseret mobil hingga 30 kilometer. “Korban tidak langsung tewas begitu saja, korban saat itu masih bertahan saat terseret. Beberapa kilometer korban terseret, korban itu masih hidup. Bahkan, saksi mata yang saat itu mengejar mobil melihat korban berjuang susah payah keluar, melepaskan jeratan tubuhnya dari kolong mobil. Upaya itu susah payah dilakukan korban,” kata Kepala Polres Cimahi AKBP Erwin Kurniawan saat dihubungi, Minggu, (1/3/2015).

Namun, korban tidak bisa melepaskan diri dari kolong mobil. Korban ditemukan tewas setelah terseret mulai dari Jalan Kebon Kopi, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, hingga kilometer 116.600 B, Tol Cipularang, atau sekitar 200 meter menjelang gerbang Tol Cikamuning. “Korban akhirnya tewas, korban terseret sekitar 30 kilometer,” kata Erwin.

Erwin menjelaskan, peristiwa itu bermula ketika Firman yang saat itu mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R bernomor polisi D 6024 SJ menyalip kendaraan Honda City D 1347 UI yang dikemudikan Yana. Namun, dari berlawanan arah, datang sepeda motor lain lalu terjadi senggolan di antara kedua motor tersebut. “Itu menyebabkan pengemudi Vega (Firman) terjatuh ke kiri dan tertabrak mobil Honda City, hingga masuk ke bawah kolong mobil dan terseret,” kata Erwin.

Para pengendara lain sempat memberitahu Yana bahwa ada korban yang terseret di bawah mobilnya. Namun, Yana tidak mempedulikannya dan terus menjalankan kendaraannya. Pengendara lain ikut mengejar mobil tersebut untuk menghentikannya. Namun, Yana tak menggubris. “Mobil itu malah semakin menambah kecepatannya,” kata Erwin.

Hal itu membuat para pengendara yang mengejar semakin marah. Warga di sepanjang jalan yang melihat peristiwa itu juga meneriaki. Pengemudi mobil yang mengaku panik karena terus dikejar namun bukan pergi kekantor polisi malah berusaha masuk jalan tol karena pengejarnya memakai motor. Sebelum di perempatan Parmindo mobil sempat menyenggol satu mobil dan sepeda motor. Di daerah Cigondewah mobil kembali menyenggol satu truk fuso.

“Mobil itu tidak berhenti dan malah menambah kecepatannya,” katanya. Sampai di gerbang tol Pasirkoja, pengemudi menerobos portal masuk tol. Ketika itu, masyarakat yang menggunakan sepeda motor masih mengejar sampai ke dalam masuk tol. Di dalam tol, mobil itu dapat melaju kencang. Kehilangan jejak, masyarakat keluar di tol Baros dan melaporkan kepada petugas tol. Polisi pun berkoordinasi dari berbagai penjuru untuk menghentikan mobil itu.

Di kilometer 116.600 B, mobil itu kembali diteriaki oleh para penumpang bus yang melaju searah. Para penumpang meminta pengemudi menghentikan mobil karena melihat korban yang masih terseret. Di kilometer 116.600 B itu, akhirnya pengemudi menepikan mobilnya. Setelah berhenti, Yana bersama satu teman perempuannya keluar dari mobil lalu kabur. “Pengemudi berlari menuju arah keluar gerbang tol Cikamuning dan begitu saja meninggalkan mobilnya,” kata Erwin. Tak jauh dari tempat mobil itu berhenti, keduanya ditangkap. Kini, Yana sudah ditetapkan tersangka

Polisi mengumpulkan alat bukti berkaitan insiden Honda City menyeret Firman Nurhidayat (21), mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), sejauh 30 kilometer di Kota Cimahi. Salah satunya mengecek sejumlah kamera closed circuit television (CCTV) yang berada di jalan tol. Korban tewas seketika dengan kondisi mengenaskan.

Polisi sudah mengamankan mobil bernopol D 1347 UI di Mapolresta Cimahi, Kota Cimahi, Jawa Barat. Sang pengemudi Honda City, Yana (43), warga Gang Ibu Karet, Kecamatan Andir, Kota Bandung, ditetapkan tersangka dan ditahan. “Nanti kita akan berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk meminta rekaman CCTV,” ucap Kasatlantas Polresta Cimahi AKP Bonifacius Surano sewaktu dihubungi via telepon, Minggu (1/3/2015).

Menurut Boni, setelah mempelajari rekaman kamera CCTV, pihaknya bisa mendalami dan mengetahui kronologi kejadiannya. Kamera pengintai ini yang berada di sekitaran Gerbang Tol Pasirkoja dan area Tol Cipularang. “CCTV merupakan petunjuk,” ujar Boni.

Mobil Honda City dikemudikan Yana (43) dari kawasan Cibeureum menuju ke arah Cijerah menabrak pemotor Yamaha Vega R nopol D 6024 SJ, Firman Nurhidayat, warga Kota Cimahi, yang terjatuh akibat bersenggolan dengan motor lainnya dari arah berlawanan. Kecelakaan tersebut terjadi di depan masjid Al Muhajirin, Jalan Kebon Kopi, Kelurahan Cibereum, Kecamata Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jumat (27/2/2015), sekitar pukul 22.15 WIB.

Tubuh korban masuk ke kolong Honda City. Yana bukannya berhenti. Dia malah terus menancap gas dalam kondisi Firman tersangkut dan terseret. Pengemudi mobil menerobos ke Gerbang Tol Pasirkoja dengan keadaan menyeret Firman. Mobil terhenti di Tol Cipularang KM 116.600 atau 200 meter menjelang Gerbang Tol Cikamuning. Ngeri, mobil tersebut menyeret Firman sejauh 30 kilometer.

Pelaku yang diduga tak sengaja menyeret tubuh Firman Hidayat sejauh 30 kilometer, sempat merasakan ada suara gesekan setelah motor yang dikendarai Firman terjatuh tepat disamping mobil yang ia kendarai. Namun, karena panik takut dihakimi massa akibat insiden kecelakaan Firman, Y langsung tancap gas tak menghiraukan suara tersebut.

“Saya melihat tangan korban di depan mobil saya dan saya tidak sempat mengerem setelah menabrak,” kata Y kepada wartawan di Kantor Kepolisian Resor Cimahi, Sabtu, 28 Februari 2015. Saat kejadian, menurut penuturan Y, dia sedang melaju di Jalan Kebon Kopi. Saat dia hendak menuju Jalan Mukodar, Kebon Kopi, tiba-tiba ada sepeda motor yang jatuh di depan kendaraannya, sekitar setengah meter, sehingga dia tidak sempat mengerem dan menabrak korban. “Saya gugup karena banyak warga yang ngomong,” ujar Y.

Saat itu, Y mengaku tidak mengetahui korban masuk ke kolong mobilnya dan terseret sejauh itu. Namun, setelah itu, Y melihat ada sejumlah sepeda motor yang mengejarnya. Setelah masuk tol dari Pasir Koja, Y pun mengurangi kecepatan kendaraannya dengan mengambil jalur kiri dan baru mengetahui korban tersangkut setelah kernet bus memberi tahu ada tubuh yang menyangkut di kendaraannya. “Saya berhenti dan saat saya melihat mayat, saya ketakutan. Lalu, saya jalan kaki hendak ke Polsek Cikamuning dan saat melihat petugas, saya tidak lari karena saya mau tanggung jawab. Saya hanya panik oleh massa,” ujarnya.

Firman Hidayat, 21 tahun, tersangkut ke kolong mobil yang dikendarai Y. Lalu, korban terseret oleh mobil Y sejauh 30 kilometer. Sebelum tersangkut, lelaki yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Mesin UPI Bandung itu mengalami kecelakaan setelah bersenggolan dengan pengendara motor dari arah berlawanan, tepat di samping mobil yang dikendarai Y, di Jalan Raya Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Jumat malam, 27 Februari 2015.

Saat Y memasuki jalan tol Cipularang kilometer 116 point 600, seorang pengendara truk yang berada satu jalur dengan mobil Y memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang tersangkut di kolong mobil yang dikendarai Y. Kepala Unit Lalu Lintas Kepolisian Resor Cimahi, Inspektur Dua Tommi, mengatakan penangkapan tersangka diawali dari upaya tersangka melarikan diri. Tersangka lari keluar jalan tol lewat gerbang tol Cikamuning. Saat itu petugas kepolisian kebetulan sedang berada tak jauh dari gerbang tol.

“Sebelumnya di pesawat (handy talkie) sudah ramai tentang penemuan mayat di kolong mobil. Melihat tersangka lari terburu-buru, kami curiga dan langsung menangkapnya,” ujar Tommi. Menurut Tommi, saat itu tersangka mengaku akan melapor ke polisi. “Tapi masa mau lapor, mobilnya ditinggal,” kata Tommi. Atas kelalaiannya mengemudikan kendaraan, Tomi katakan, Y telah ditetapkan menjadi tersangka. Akibat kejadian tersebut, tersangka disangkakan Pasal 310 ayat 4, 311ayat 5 dan Pasal 312 Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Kepala Unit Lalu Lintas Kepolisian Resor Cimahi, Inspektur Dua Tomi Fidianto menengarai kejanggalan dalam pengakuan pengemudi Honda City, Yana, yang menyeret pengendara motor, Firman Hidayat, sejauh 30 kilometer hingga tewas. Menurut Tomi, saat terlihat berjalan di Jalan Tol Cipularang, Yana mengaku akan melapor ke polisi. “Tapi masak mau lapor, mobilnya ditinggal,” kata Tomi ketika dihubungi Sabtu, 28 Februari 2015.

Firman, 21 tahun, tersangkut ke kolong mobil yang dikendarai Yana. Lalu Firman terseret oleh mobil Yana sejauh 30 kilometer hingga Tol Cipularang kilometer 116 point 600. Sebelum tersangkut, Firman yang juga mahasiswa jurusan Teknik Mesin UPI Bandung mengalami kecelakaan setelah bersenggolan dengan pengendara motor dari arah berlawanan. Insiden tersebut tepat terjadi di samping mobil Yana di Jalan Raya Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Jumat malam, 27 Februari 2015.

Ketika ditemui di Polres Cimahi, Yana mengaku ingin menyerahkan diri ke Polsek Cimuning setelah mengetahui mobilnya menyeret Firman. “Saya ketakutan lalu saya jalan kaki hendak ke Polsek Cikamuning dan saat melihat petugas saya tidak lari karena saya mau tanggung jawab,” ujar Yana. Tomi mengatakan penangkapan Yana diawali ketika Yana berupaya melarikan diri. Yani lari keluar jalan tol lewat gerbang tol Cikamuning. Saat itu petugas Kepolisian kebetulan sedang berada tak jauh dari gerbang tol.

“Sebelumnya di pesawat handy talkie sudah ramai tentang penemuan mayat di kolong mobil. Melihat tersangka lari terburu-buru, kami curiga dan langsung menangkapnya,” ujar Tomi. Firman dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya di Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Saat kecelakaan korban menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R. Yana merupakan seorang pengusaha bertempat tinggal di Maleber, Kecamatan Andir Kota, Kota Bandung. Yana kini mendekam di Polres Cimahi.

Pengemudi Honda City, yang diduga tak sengaja menyeret tubuh Firman Hidayat sejauh 30 kilometer, sempat merasakan ada suara gesekan setelah motor Firman terjatuh tepat di samping mobilnya. Karena panik takut dihakimi massa akibat insiden kecelakaan Firman, pengemudi Honda City, Yana, 43 tahun, langsung tancap gas tak menghiraukan suara tersebut.

“Saya melihat tangan korban di depan mobil saya. Dan saya tidak sempat mengerem setelah menabrak,” kata Yana kepada wartawan di Kantor Kepolisian Resor Cimahi, Sabtu, 28 Februari 2015. Yana mengaku tidak mengetahui korban masuk ke kolong mobilnya dan terseret sejauh itu. Namun, setelah itu, Yana melihat ada sejumlah sepeda motor yang mengejarnya. Firman, 21 tahun, tersangkut ke kolong mobil yang dikendarai Yana. Firman terseret mobil Yana sejauh 30 kilometer. Mobil Honda City yang dikemudikan Yana baru berhenti saat memasuki jalan tol Cipularang kilometer 116 poin 600.

Sebelum tersangkut, Firman, yang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Teknik Mesin UPI Bandung, mengalami kecelakaan setelah bersenggolan dengan pengendara motor dari arah berlawanan tepat di samping mobil yang dikendarai Yana, di Jalan Raya Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Jumat malam, 27 Februari 2015.

Firman dimakamkan di pemakaman dekat rumahnya di di Jalan Jalan Kebon Kopi, Gang Pelita Nomor 55, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Saat kecelakaan korban menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R. Yana merupakan seorang pengusaha bertempat tinggal di Maleber, Kecamatan Andir Kota, Kota Bandung. Yana kini mendekam di Polres Cimahi.

Pengendara motor, Firman Hidayat, 21 tahun, tewas setelah terseret mobil sedan Honda City sejauh kurang-lebih 30 kilometer. Sebelumnya, lelaki yang tercatat sebagai mahasiswa di perguruan tinggi di Kota Bandung tersebut mengalami kecelakaan di Jalan Raya Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Jumat malam, 27 Februari 2015.

“Jarak antara tempat kejadian perkara dan ditemukannya korban sekitar 30 kilometer,” kata Kepala Unit Lalu Lintas Kepolisian Resor Cimahi Inspektur Dua Tomy, Sabtu, 28 Februari 2015. Menurut Tomy, saat melaju di Jalan Kebon Kopi, korban terjatuh akibat bersenggolan dengan sepeda motor dari arah berlawanan. Korban terpelanting dan masuk ke dalam kolong mobil Honda City. Tomy mengatakan, saat korban terjatuh, pengendara mobil Honda City berinisial Y sempat melihat kejadian tersebut. Namun ia tidak menyadari tubuh korban menyangkut di kolong mobilnya. Karena tak ingin disalahkan, pengendara Honda City terus melanjutkan perjalanan menuju arah tol Cipularang.

Menurut Tomy, saat pengemudi mobil Honda City tersebut memasuki Jalan Tol Cipularang Kilometer 116, seorang pengendara truk yang berada di satu jalur dengan mobilnya memberi isyarat bahwa ada sesuatu yang tersangkut di kolong mobilnya. Y pun meminggirkan mobilnya lalu melihat jenazah korban tersangkut di kolong. Menurut keterangan polisi, korban merupakan mahasiswa yang tinggal di Jalan Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi. Saat terjadi kecelakaan, korban menggunakan sepeda motor Yamaha Vega R.

Sedangkan Y, 43 tahun, pengendara Honda City, merupakan pengusaha yang bertempat tinggal di Maleber, Kecamatan Andir Kota, Kota Bandung. Kini jenazah korban masih berada di Rumah Sakit Cahaya Kawaluyan Kota Baru, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat. Sedangkan Y kini mendekam di tahanan Polres Cimahi.

Firman Nurhidayat, 21 tahun, mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia, baru pulang sebelum mengalami nahas, terseret mobil sejauh 30 kilometer. Ia bahkan sempat mengunggah status di media sosial Path yang menerangkan bahwa ia sedang berada di kafé dengan pacarnya. “At Ganesha Mocktail (The Art of Healthy Drinks) with Resthi Oktaviani,” demikian tulisan Firman pada akun Path bernama Firman Nrh, sekitar pukul 18.00, Jumat, 27 Februari 2015.

Beberapa jam setelah peristiwa nahas itu, Resthi Oktaviani, pacar Firman, menulis sebuah pesan dalam kolom komentar status “terakhir” korban seret maut itu. Pacar Firman mengatakan perjumpaan malam itu adalah kencan terakhir mereka. “Firman, ini terakhir nemenin aku makan ya” kata Resthi. “Terakhir pergi sama aku. Terakhir ketemu. Terakhir ke kostan aku. Terakhir segalanya” Resthi menambahkan, “Kita LDRannya infinity ya? hehe.”

Tak hanya di Path, Resthi mengunggah rasa dukacitanya di media sosial Line. Ia menuliskan rasa cintanya kepada Firman. “Aku sayang kamu. Tapi kuasaku kecil dibanding kuasaNya” kata Resthi, Sabtu 28 Februari. “Allah lebih menyayangimu, sehingga beliau memintamu kembali.”

Seperti diberitakan sebelumnya, Firman Nurhidayat, 21 tahun, tersangkut di kolong mobil yang dikendarai Yana hingga terseret 30 kilometer. Mobil Honda CRV yang dikemudikan Yana itu sempat ditinggalkan pemiliknya di jalan tol Cipularang kilometer 116 point 600. Sebelum tersangkut, Firman bersenggolan dengan pengendara sepeda motor dari arah berlawanan. Insiden tersebut tepat terjadi di samping mobil Yana di Jalan Raya Kebon Kopi, Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, pada Jumat malam, 27 Februari 2015, sekitar pukul 22.00.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s