Soputan Kembali Meletus …. Tinggi Letusan Capai 4,5 Kilometer


Gunung Api Soputan di Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara, kembali meletus, Sabtu (7/3/2015) sekitar pukul 17.09 Wita. Menurut Kepala Badan Geologi di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono, erupsi Gunung Soputan, estimasi ketinggian kolom letusan sulit ditentukan karena terhalang kabut.

“Namun saat jelas, diperkirakan ketinggian material letusan mencapai 4,5 kilometer di atas puncak Gunung Soputan,” demikian ditulis oleh Surono di laman Facebook-nya. Surono juga menuturkan bahwa asap letusan berwarna kelabu-kelabu tua dan awan panas bergerak ke arah ke Barat dengan jarak luncur sekitar 2,5 kilometer.

Peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan, lanjutnya, sudah diinformasikan sebelumnya pada pemerintah daerah setempat, pengurus Badan penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan otoritas bandara setempat. “Hingga saat ini stasiun seismik di Aesoput masih berfungsi dan sinyal seismik masih menunjukkan overscale” tambahnya.

ak kurang dari 1.000 hektar lahan pertanian yang ada di Langowan, Minahasa rusak akibat terjangan debu vulkanik menyusul letusan Gunung Api Soputan. Di Desa Raringis, Kecamatan Langowan Barat terdapat lebih kurang 200 hektar lahan pertanian yang rusak. Sebagaian yang rusak merupakan lahan yang ditanami tanaman holtikultura seperti cabe, tomat, tanaman sayur dan berbagai tanaman lainnya. Diperkirakan di Raringis saja, kerugian sudah mencapai ratusan juta rupiah.

Kepala Desa Raringis, H. Walintukan berharap Pemerintah Daerah Minahasa memberi perhatian kepada petani yang lahannya terkena dampak letusan Soputan. “Mereka membutuhkan bibit dan pupuk, agar bisa kembali menanam lahan untuk menggantikan tanaman yang sudah rusak,” ujarnya. Beberapa petani mengeluhkan kerusakan tanaman yang mereka alami. Mereka hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada, sambil berharap tanaman yang rusak tersebut masih bisa bertumbuh dan bisa dipanen.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Minahasa Utara, Bach Adrianus Tinungki mengatakan, pihaknya telah menurunkan sejumlah petugas untuk mendata lahan pertanian milik warga yang rusak akibat abu vulkanik Gunung Soputan. Di Desa Pangu, Kecamatan Ratahan Timur sekitar 10 hektar lahan warga yang ditanami cabe dan tomat juga tak luput dari terjangan abu vulkanis Soputan. Daerah ini merupakan salah satu daerah yang parah akibat dampak Soputan.

Di Kecamatan Silian Raya dilaporkan juga, semburan abu Soputan mengakibatkan tanaman padi yang baru mengeluarkan buah hangus. Pengendara sepeda motor, Hence Kambey mengatakan, saat melintasi kota itu merasakan kepedihan di mata dan hidung yang tersumbat debu.

“Sepertinya keadaan ini baru sekarang saya alami, pedih mata dan hidung seakan tersumbat,” ujarnya heran. Hence menduga bila debu yang dirasakan saat itu merupakan dampak dari semburan meletusnya Gunung Soputan atau Gunung Lokon, yang terbawa angin sampai Kota Bitung. “Saya rasa debu yang dirasakan saat ini adalah dampak meletusnya dua gunung besar yang ada di Sulawesi Utara, karena tak seperti biasanya,” ujar Hence.

Dia mengatakan, sejak malam hari hingga pagi ini masih merasakan adanya debu melintasi udara Kota Bitung. Sementara, Kadis Kesehatan Kota Bitung, Vonni Dumingan mengatakan akibat dari debu yang terjadi saat ini merupakan suatu kejadian yang tidak terduga. “Mungkin ini adalah semburan debu yang terjadi akibat meletusnya Gunung Soputan dan abunya tertiup angin sampai Kota Bitung,” ujar Dumingan.

Disinggung soal dampak kesehatan terhadap masyarakat, Dumingan mengatakan tidak terlalu berpengaruh. “Hanya berpengaruh pada ISPA atau insfeksi saluran pernafasan atas,” ujarnya. Untuk itulah dia mengimbau agar masyarakat Kota Bitung dapat menghindari hal tersebut dengan tidak keluar rumah sampai keadaan stabil.

“Kalaupun ingin keluar rumah, mendingan harus menggunakan masker pengaman atau kain untuk menutupi saluran pernafasan agar terhindar dari penyakit ISPA,” himbaunya. Sampai saat ini, abu vulkanik yang halus itu belum mengganggu aktivitas warga, namun beberapa warga yang menutupi wajahnya dengan peralatan ala kadarnya saat berjalan kaki ataupun mengendarai kendaraan roda dua.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s