Penyebab Terbakarnya Wisma Kosgoro Di Jalan Thamrin Jakarta


Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan masih menyelidiki penyebab kebakaran sebanyak lima lantai di Wisma Kosgoro, Jakarta Pusat. “Yang terbakar lantai 16, 17, 18, 19, dan 20. Informasi yang kami dapat asal api dari lantai 16,” kata Martinus di kantornya, Selasa, 10 Maret 2015.

Martinus menjelaskan, penyebab kebakaran akan diselidiki oleh tim pusat laboratorium forensik Mabes Polri. “Kami mengerahkan Puslabfor untuk meneliti penyebab kebakaran apakah dibakar atau memang terbakar,” ujarnya. Martinus melanjutkan, kobaran api yang sempat masih menyala Selasa pagi 10 Maret 2015, sudah jinak. Petugas polisi disiagakan di lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan. “Kami juga sudah meminta keterangan dua saksi, termasuk satpam. Tapi, baru introgasi awal,” kata dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebakaran DKI Jakarta, Subejo, mengatakan lantai 20 Wisma Kosgoro menjadi salah satu tempat yang masih terbakar. “Banyak material mudah terbakar,” ujarnya, Selasa. Wisma Kosgoro yang terletak di Jalan M.H. Thamrin ini terbakar sejak Senin, 9 Maret 2015. Gedung berlantai 20 itu dilalap api tak lama setelah jam kantor. Musibah itu sempat membuat panik semua pegawai yang masih berada di dalam gedung.

Mereka bergegas turun menggunakan lift dan tangga darurat. Api mulai terlihat sekitar pukul 19.00 dari lantai 16 Wisma Kosgoro. Setidaknya, 35 unit mobil pemadam diterjunkan untuk memadamkan kebakaran sejak Senin malam 9 Maret 2015. Pada pukul 23.00, sebenarnya api sudah berhasil dijinakkan. Namun, tadi pagi, api kembali menyambar lantai 19 dan 20.

Kepala Seksi Operasi Sudin Pemadam Kebakaran Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Mochtar Zakaria mengatakan Wisma Kosgoro sempat diperingatkan terkait dengan sistem penanggulangan kebakaran di gedung tersebut. Sebab, ada beberapa hal yang tidak sesuai dalam sistem tersebut. “Sama Dinas sempat diperingatkan,” kata dia Selasa 10 Maret 2015. Peringatan terkait izin pembangunan yang belum memenuhi syarat penanggulangan kebakaran.

Ketidaksempurnaan sistem penanganan kebakaran di gedung itu pun dirasakan oleh personel pemadam saat kebakaran terjadi Senin malam 9 Maret 2015. “Ada indikasi sistem kebakaran tak berfungsi dengan baik,” ujarnya. Zakaria menyebutkan, bagian-bagian yang tak sempurna di antaranya alat pendeteksi asap, alarm kebakaran dan sprinkle. “Seharusnya kalau sudah ada indikasi kebakaran, alat-alat tersebut segera berfungsi,” ujarnya.

Saat melakukan pemadaman, Zakaria pun menyampaikan bahwa pihaknya mengalami kesulitan. “Banyak sekat-sekat yang membuat kami kesulitan menjangkau titik api,” kata dia. Seperti diketahui, gedung ini merupakan perkantoran yang terdapat banyak sekat-sekat antara perusahaan yang satu dan yang lainnya. Wisma Kosgoro mengalami kebakaran sejak Senin malam 9 Maret 2015. Api mulai muncul dari Lantai 16 gedung di Jalan MH Thamrin tersebut. Pemadaman dilakukan hingga 18 jam karena hambatan kondisi gedung. Satu unit Bronto Skylift diturunkan untuk membantu memadamkan api.

Selang berwarna bening itu menyambung dari tabung oksigen menuju hidung Erwin Wijaya, salah satu petugas pemadam kebakaran yang bekerja mematikan api di Wisma Kosgoro, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin malam 9 Maret 2015. Bantuan udara segar itu dibutuhkan Erwin, karena dia menderita sesak nafas akibat asap tebal yang menyeruak di lantai 16, tempat awal mula api menyala.

Sambil duduk di Gedung Sinarmas, bangunan yang berada di samping Wisma Kosgoro, Erwin mengatur nafasnya agar rasa sesak itu hilang. “Saya tiga kali bolak-balik naik ke lantai 16,” kata dia Selasa dinihari, 10 Maret 2015. Erwin mengatakan, dia bersama petugas lain, naik ke tempat kebakaran itu melalui tangga darurat gedung dengan menggunakan alat lengkap. Seperti, baju pemadam kebakaran, breathing apparatus atau alat bantu pernafasan berupa tabung seberat 3-5 kilogram disertai masker.

Lengkapnya alat itu, tidak membuat proses pemadaman api cepat berlangsung. Breathing apparatus juga hanya bisa dipakai sekitar 10-20 menit. Walhasil, Erwin hanya menggunakannya di lantai 16, padahal asap sudah ada di lantai 12. Suasana riuh juga terlihat di lantai dasar Wisma Kosgoro. Puluhan petugas pemadam beramai-ramai menyambungkan selang air. Ada petugas yang kelelahan, dia bersandar di tembok. Bahkan, ada yang tiduran di atas aspal yang tergenang air untuk memadamkan api.

Ganjar salah satunya, dia terlentang sambil mengatur nafasnya karena kelelahan. Kondisi di atas, kata dia, penuh asap dan susah untuk melihat ruangan. “Kami harus hati-hati, sambil memegang selang air, kami harus menjaga keselamatan diri,” katanya. “Saya sudah tiga kali ke atas, dan ini lagi rehat dulu sampai nafas kembali normal.”

Kebakaran di Wisma Kosgoro itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, Senin, 9 Maret 2015. Sebanyak 35 mobil pemadam didatangkan dari seluruh wilayah Jakarta. Lokasi yang tinggi, dan alat serta sistem anti-pemadam kebakaran gedung yang tidak layak membuat api sulit dipadamkan.

Hasilnya, api yang awalnya berada di lantai 16, merambat ke lantai 17, 18, 19, 20. Petugas juga menggunakan alat bantu berupa sky lift, untuk mencapai titik api dari luar gedung. Api baru benar-benar jinak sekitar pukul 09.40 WIB siang tadi. Muhammad, pekerja di lantai 17, mengatakan bingung bagaimana kerjaannya nanti. Karena, invoice untuk menagih ke perusahaan lain hangus terbakar dan data di komputer juga ikut dilahap api. “Saya tidak tahu lagi bagaiamana kerjaan nanti,” katanya.

Pemilik Gedung Wisma Kosgoro, Hayono Isman, mengapresiasi usaha petugas yang berusaha memadamkan api. “Saya ucapkan terima kasih.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s