Drama Penangkapan Razman Arif Yang Mirip Film Laga Layar Lebar


Razman Arif Nasution, terpidana sekaligus pengacara dari eks calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, berhasil ditangkap tim gabungan Kejaksaan Negeri Panyabungan, Sumatera Utara, dan Kejaksaan Agung, Rabu, 18 Maret 2015. Sebenarnya, penangkapan Razman direncanakan pada Selasa, 17 Maret 2015, tapi gagal.

Razman merupakan terpidana kasus penganiayaan terhadap keponakannya, Nurkholis Siregar, pada 2004. Ia meninju pelipis dan rahang Nurkholis usai berdebat soal utang. Ia dihukum pidana penjara tiga bulan di Pengadilan Tinggi Medan pada 2006 dan diperkuat dengan putusan kasasi Mahakamah Agung.

Berikut kronologi penangkapan Razman:
Selasa, 17 Maret 2015 malam:
Razman direncanakan ditangkap, tetapi batal karena dia menunjukkan tanda-tanda melawan. Rencana penangkapan dibatalkan.

Rabu, 18 Maret 2015
Pukul 15.00, Razman kabur dari kejaran tim jaksa yang membuntutinya sejak pagi hingga ke gedung Mahkamah Agung, Jakarta Pusat.

Pukul 15.30 WIB, ia berhasil ditangkap di Jalan Juanda, dekat Restoran Minang Pagi Sore, Jakarta Pusat. “Itu pun Razman masih melawan, ogah turun dari mobil,” ujar salah satu sumber yang terlibat dalam proses penangkapan.

Razman sempat adu mulut dengan tim kejaksaan. Razman merasa penangkapannya tak sah. Namun, perlawanan yang diberikan Razman tak berarti. Ia berhasil dicokok tim kejaksaan. Pukul 16.10 WIB, Razman dijebloskan ke penjara Cipinang, Jakarta Timur. Ia akan menghuni lapas selama tiga bulan meski Razman berkali-kali mengklaim dirinya tak bisa ditahan.

Sebelum ditahan, Razman tak hanya menangani kasus Budi Gunawan, tetapi juga kisruh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta dengan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama. Sejumlah anggota DPRD DKI Jakarta seperti Abaraham ‘Lulung’ Lunggana dari Partai Persatuan Pembangunan dan Prabowo Soenirman dari Partai Gerindra meminta Razman menjadi kuasa hukumnya. Sutan Bhatoegana pun menjadi klien barunya terkait pengajuan gugatan praperadilan.

Razman Arif Nasution, terpidana sekaligus pengacara dari eks calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, berhasil ditangkap tim gabungan Kejaksaan Negeri Panyabungan, Sumatera Utara, dan Kejaksaan Agung, Rabu, 18 Maret 2015. Namun, penangkapan Razman sesungguhnya tidak direncanakan hari ini. “Dia sudah kami ikuti sejak Selasa malam. Penangkapan direncanakan kemarin,” ujar salah satu sumber yang ikut terlibat proses penangkapan tersebut. Penangkapan pada Selasa, 17 Maret 2015, lantas dibatalkan karena kondisi dianggap tak kondusif. Razman menunjukkan tanda-tanda akan melawan.

Pengejaran diubah menjadi Rabu, 18 Maret 2015. Razman melawan dengan kabur dari kejaran tim jaksa yang membuntutinya hingga ke gedung Mahkamah Agung. Ia baru berhasil ditangkap di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, pukul 15.30, usai tim menghalangi mobil Razman dengan mobil kejaksaan. “Itu pun Razman masih melawan, ogah turun dari mobil,” ujar sumber itu. Razman adalah terpidana kasus penganiayaan terhadap keponakannya, Nurkholis Siregar, pada 2004. Ia meninju pelipis dan rahang Nurkholis usai berdebat soal utang. Ia dihukum pidana penjara tiga bulan di Pengadilan Tinggi Medan pada 2006 dan diperkuat dengan putusan kasasi Mahakamah Agung.

Juru bicara Kejaksaan Agung, Tony Spontana, mengatakan pengacara eks calon tunggal Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, sempat mencoba berkelit sebelum tertangkap. “Tertangkap pun tak langsung di depan gedung Mahkamah Agung,” kata Tony di kantornya. Tony melanjutkan, saat penangkapan, Razman sempat berkelit dengan mencoba menghindari tim intel Kejaksaan yang telah membuntutinya sejak ia keluar dari kantor Mahkamah Agung. Razman baru berhasil ditangani ketika mencapai Jalan Juanda, Jakarta Pusat, dekat Restoran Minang Pagi Sore.

Ketika ditangkap, Razman tak sepenuhnya kooperatif. Ia sempat cekcok dengan tim kejaksaan. Namun ia akhirnya berhasil ditahan pada pukul 15.30 dan masuk ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pukul 16.10. Razman akan menghuni lapas selama tiga bulan meski Razman berkali-kali mengklaim dirinya tak bisa ditahan. Ajun Inspektur Dua Yafet, polisi khusus lapas yang berjaga di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, mengatakan Razman tiba di lapas pada Rabu, 18 Maret 2015, sekitar pukul 16.00. “Dia didampingi kuasa hukumnya,” kata Yafet, yang enggan merinnci kronologis penjeblosan Razman ke LP Cipinang.

“Dia tahanan titipan Kejaksaan Agung,” ujarnya. Sehingga, pejabat LP Cipinang tidak berhak memberi penjelasan lengkap. Status tahanan Razman, Yafet menambahkan, membuat Kejaksaan Agung berhak memindahkan Razman sewaktu-waktu. “Besok saja datang kalau pas jam kunjungan ke sini lagi,” kata Yafet. Aksi Kejaksaan Agung dan Kejaksaan Negeri Panyabungan menangkap dan mengeksekusi pengacara mantan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Razman Nasution, sudah disinyalkan Jaksa Agung Muhammad Prasetyo pekan lalu. Razman ditangkap aparat Kejaksaan, pada Rabu siang, 18 Maret 2015.

Menanggapi pernyataan Prasetyo, Razman pun langsung membela diri. Razman melanjutkan, Prasetyo tak boleh sembarangan bilang akan mengeksekusinya. “Kalian harus tahu, saya advokat yang termasuk penegak hukum juga. Yang harus kalian pikirkan juga, saya tak bisa dieksekusi,” ujar Razman, Jumat, 13 Maret 2015. Razman adalah terpidana kasus penganiayaan terhadap keponakannya, Nurkholis Siregar, pada 2004. Ia meninju pelipis dan rahang Nurkholis usai berdebat soal hutang. Ia dihukum pidana penjara tiga bulan di Pengadilan Tinggi Medan 2006 dan diperkuat dengan putusan kasasi Mahakamah Agung pada 2009.

Menurut Razman, sebelum Prasetyo menangkap dia, harus ada surat perintah tahan dahulu yang perlu dikirimkan ke pengacaranya, Eggi Sudjana. Razman berkukuh kasus penganiayaan keponakannya Nurkholis Siregar juga sudah selesai dan tak perlu dipersoalkan. Dia mengklaim sudah tiga kali berdamai dengan keponakannya sehingga tak perlu dilebih-lebihkan. Razman ditangkap oleh tim Kejagung dan Kejaksaan Panyabungan pada pukul 15.30, Rabu ini, di Jalan Juanda usai pengejaran dari depan gedungMahkamah Agung. Ia kemudian dibawa ke Lapas Cipinang dan masuk ke sana pada pukul 16.10. Razman belum memberi pernyataan apapun. Ketika dihubungi, kontak dari tak diangkatnya.

Saat menjadi pengacara Budi Gunawan inilah Razman menjadi populer dan laris manis. Tawaran mengalir deras usai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, lewat hakim tunggal Sarpin Rizaldi, membatalkan status tersangka Budi Gunawan. Lucunya, kepala tim praperadilan Frederich Yunadi tidak mengakui keberadaan Razman dalam tim pengacara Budi . Razman Arif Nasution, pengacara eks calon tunggal Kepala Polri, Komisaris Jenderal Budi Gunawan, ditangkap Kejaksaan Agung, Rabu, 18 Maret 2015. Eksekusi itu merupakan kelanjutan kasus penganiayaan yang dilakukan Razman terhadap keponakannya pada 2006.

Atas kasus itu, Pengadilan Tinggi Medan memvonis Razman Arif dengan pidana penjara selama tiga bulan. Razman ditangkap di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Maret 2015. Dia tengah bersama kerabatnya saat ditangkap oleh tim eksekusi dari Kejaksaan Agung. Ajun Inspektur Dua Yafet, polisi yang khusus berjaga di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, mengatakan Razman tiba di LP Cipinang pada Rabu, 18 Maret 2015, sekitar pukul 16.00. “Dia didampingi kuasa hukumnya,” kata Yafet saat dihubungi.

Yafet enggan memberi keterangan lebih banyak tentang kronologi penjeblosan Razman ke LP Cipinang. “Soalnya dia tahanan titipan dari Kejaksaan Agung,” ujarnya. Karena itu, dia menambahkan, pejabat LP Cipinang tidak berhak memberikan penjelasan dengan lengkap. Status tahanan Razman, Yafet menambahkan, membuat Kejaksaan Agung berhak memindahkan Razman sewaktu-waktu. “Besok saja datang kalau pas jam kunjungan ke sini lagi,” kata Yafet.Gunawan.

Kejaksaan Negeri Panyabungan, Sumatera Utara, sesungguhnya berencana mengeksekusi Razman pada 2010. Namun, Razman Arif kabur dan selama lima tahun tidak terdengar kabarnya. Baru pada Januari 2015, sekonyong-konyong ia bangkit ke permukaan sebagai pengacara Budi Gunawan dalam kasus dugaan suap di Mabes Polri.Namun, penangkapan Razman sesungguhnya tidak direncanakan hari ini. “Dia sudah kami ikuti sejak Selasa malam. Penangkapan direncanakan kemarin,” ujar salah satu sumber yang ikut terlibat proses penangkapan tersebut. Penangkapan pada Selasa, 17 Maret 2015, lantas dibatalkan karena kondisi dianggap tak kondusif. Razman menunjukkan tanda-tanda melawan.

Pengejaran diubah menjadi Rabu, 18 Maret 2015. Razman melawan dengan kabur dari kejaran tim jaksa yang membuntutinya hingga ke gedung Mahkamah Agung. Ia baru berhasil ditangkap di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, pukul 15.30, usai tim menghalangi mobil Razman dengan mobil kejaksaan. “Itu pun Razman masih melawan, ogah turun dari mobil,” ujar sumber itu. Juru bicara Kejaksaan Agung, Tony Spontana, mengatakan pengacara eks calon tunggal Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, sempat mencoba berkelit sebelum tertangkap. “Tertangkap pun tak langsung di depan gedung Mahkamah Agung,” kata Tony.

Tony melanjutkan, saat penangkapan, Razman sempat berkelit dengan mencoba menghindari tim intel Kejaksaan yang telah membuntutinya sejak ia keluar dari kantor Mahkamah Agung. Razman baru berhasil ditangani ketika mencapai Jalan Juanda, Jakarta Pusat, dekat Restoran Minang Pagi Sore.

Ketika ditangkap, Razman tak sepenuhnya kooperatif. Ia sempat cekcok dengan tim kejaksaan. Namun ia akhirnya berhasil ditahan pada pukul 15.30 dan masuk ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pukul 16.10. Razman akan menghuni lapas selama tiga bulan meski Razman berkali-kali mengklaim dirinya tak bisa ditahan.

Juru bicara Kejaksaan Agung, Tony Spontana, mengatakan pengacara eks calon tunggal Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, Razman Arif Nasution, sempat mencoba berkelit sebelum tertangkap. “Tertangkap pun tak langsung di depan gedung Mahkamah Agung,” kata Tony, Rabu, 18 Maret 2015. Aparat Kejaksaan Agung bersama Kejaksaan Negeri Panyabungan, Sumatera Utara, menangkap Razman, Rabu, 18 Maret 2015, untuk melakukan eksekusi hukuman pidananya. Razman terpidana penganiayaan keponakannya pada 2006. Razman diputus pidana penjara 3 bulan oleh Pengadilan Tinggi Sumatera Utara. Razman mengajukan kasasi dan ditolak Mahkamah Agung.

Tony melanjutkan, saat penangkapan, Razman sempat berkelit dengan mencoba menghindari tim intel Kejaksaan yang telah membuntutinya sejak ia keluar dari kantor Mahkamah Agung. Razman baru berhasil ditangani ketika mencapai Jalan Juanda, Jakarta Pusat, dekat Restoran Minang Pagi Sore. Ketika ditangkap, Razman tak sepenuhnya kooperatif. Ia sempat cekcok dengan tim kejaksaan. Namun ia akhirnya berhasil ditahan pada pukul 15.30 dan masuk ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur, pukul 16.10. Razman akan menghuni lapas selama tiga bulan meski Razman berkali-kali mengklaim dirinya tak bisa ditahan.

Ajun Inspektur Dua Yafet, polisi khusus lapas yang berjaga di Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, mengatakan Razman tiba di lapas pada Rabu, 18 Maret 2015, sekitar pukul 16.00. “Dia didampingi kuasa hukumnya,” kata Yafet, yang enggan merinnci kronologis penjeblosan Razman ke LP Cipinang. “Dia tahanan titipan Kejaksaan Agung,” ujarnya. Sehingga, pejabat LP Cipinang tidak berhak memberi penjelasan lengkap. Status tahanan Razman, Yafet menambahkan, membuat Kejaksaan Agung berhak memindahkan Razman sewaktu-waktu. “Besok saja datang kalau pas jam kunjungan ke sini lagi,” kata Yafet.

Razman Arif Nasution, terpidana kasus penganiayaan dan pengacara eks calon Kepala Polri Komisaris Jenderal Budi Gunawan, sempat laris manis menjadi pengacara sejumlah pejabat negara sebelum dirinya ditahan. Kejaksaan Agung menjebloskan Razman ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur, untuk melaksanakan hukuman penjara 3 bulan, Rabu, 18 Maret 2015. Saat menjadi pengacara Budi Gunawan inilah Razman menjadi populer dan laris manis. Tawaran mengalir deras usai Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, lewat hakim tunggal Sarpin Rizaldi, membatalkan status tersangka Budi Gunawan. Lucunya, kepala tim praperadilan Frederich Yunadi tidak mengakui keberadaan Razman dalam tim pengacara Budi Gunawan.

Salah satu klien barunya, adalah DPRD DKI Jakarta. Sejumlah anggota DPRD, seperti Lulung Lunggana dari PPP dan Prabowo Soenirman dari Gerindra meminta Razman menjadi pengacara dalam kasus pencemaran nama baik yang melibatkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. “Saya nggak tahu kenapa saya yang ditunjuk jadi kuasa hukum,” kata Razman dalam jumpa pers di DPRD DKI Jakarta, 3 Maret 2015 lalu.

DPRD melihat Ahok sudah keterlaluan dalam mengkritik DPRD terkait anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Menurut Ahok, banyak anggaran siluman di APBD 2015 dan ia menyakini anggaran siluman akibat ulah anggota Dewan. DPRD kemudian melaporkan Ahok ke Bareskrim dan mereka menyatakan bahwa penahanan Razman tak akan mengganggu proses ini.

Selain DPRD, klien baru Razman adalah bekas Ketua Komisi Energi DPR Sutan Bhatoegana, tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam penetapan APBN Perubahan Kementerian ESDM di Komisi VII DPR RI pada 14 Mei 2014. Razman mewakili Sutan dalam gugatan praperadilan yang diajukan politikus Partai Demokrat itu. Razman adalah terpidana kasus penganiayaan terhadap keponakannya, Nurkholis Siregar, pada 2004. Ia meninju pelipis dan rahang Nurkholis usai berdebat soal hutang. Ia dihukum pidana penjara tiga bulan di Pengadilan Tinggi Medan 2006 dan diperkuat dengan putusan kasasi Mahakamah Agung pada 2009.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s