Banyaknya Pengendara Mobil Yang Tak Mau Naik Angkutan Umum Sebabkan Jalan Tol JORR Macet


Pengelola Tol JORR melakukan sistem buka tutup untuk truk di KM 42 Cikunir sejak Kamis (19/3) lalu untuk mengurai kemacetan. Sistem ini dianggap cukup berhasil mengurai kemacetan, namun Senin ini Tol JORR kembali macet. Kemacetan mulai terjadi di Pintu Tol Pasar Rebo, Jakarta Timur sekitar pukul 09.30 WIB. Antrean panjang terlihat dan kendaraan hanya bisa melaju dengan kecepatan 0-10 km/jam.

Sejumlah pengendara melaporkan, macet terjadi sejak di pintu tol Pasar Rebo. Sebagian truk-truk juga terlihat melintas. Dirut PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) Aan Sanaf saat dikonfirmasi mengatakan, sistem buka tutup truk ini tetap dilakukan hingga Jumat (27/3/2015). Setelah itu akan dilakukan evaluasi.

“Hari ini masih dilakukan dan rencananya sampai Jumat,” ujar Aan. Soal JORR yang masih macet, Aan mengungkapkan hal itu karena adanya volume penambahan mobil pribadi yang masuk Tol JORR. Mereka memilih lewat JORR karena hari sebelumnya diinfokan Tol JORR lancar “Ada yang pindah rutenya yang dari Halim misalnya ke JORR, karena mungkin dapat info dari teman atau baca berita kalau JORR lancar. Makanya banyak mobil pribadi masuk,” ucap Aan.

Aan mengatakan kemacetan hari ini relatif berkurang dari sebelumnya. Awalnya sebelum ada sistem buka tutup ini dari arah Bekasi macet sudah terlihat di Jatiwarna. “Hari ini mulai macet di Bambu Apus. Jadi panjang antreannya lebih pendek,” katanya. Sebelumnya sistem buka tutup yang dilakukan pengelola Tol JORR sejak pekan lalu berhasil mengurai kemacetan. Para pengguna jalan mengatakan cukup terbantu dengan adanya kegiatan ini. Mereka bahkan bisa menghemat waktu hingga satu jam perjalanan. Ada juga yang sampai di kantor lebih cepat satu jam dari hari biasa. Melalui program masalah dan solusi, membantu mencarikan solusi terhadap masalah-masalah yang terjadi di masyarakat. mengumpulkan laporan masalah dari publik, turun ke lapangan langsung kemudian menganalisis solusinya dengan pakar, hingga akhirnya mencoba merealisasikan solusi itu dengan pihak terkait.

Pekan ini masalah yang diangkat adalah tentang kemacetan di Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR). Awalnya meminta para pengguna jalan untuk berbagi cerita melintasi lalu lintas Tol JORR. Lebih dari 600 email masuk ke redaksi. Pengendara sebagian besar berkeluh soal kondisi macet di Tol JORR yang semakin parah setiap harinya. Ada yang terjebak dalam kemacetan hingga berjam-jam hingga kakinya kram, ada yang sampai turun dari kendaraanya dan memilih beristirahat di pinggir jalan hingga lalu lintas bergerak kembali. Ada juga yang memilih menghabiskan waktu macetnya dengan makan, tidur hingga menonton dvd. Parahnya lagi satu film selesai diputar namun kemacetan belum juga terurai.

Para pekerja juga punya cerita yang sama menghadapi kemacetan di Tol JORR. Mereka dipaksa bangun pagi-pagi dan berangkat kerja saat matahari belum terbit agar tak telat sampai ke kantor. Misalnya Sri Darmono warga Pondok Cabe yang harus berangkat kerja pukul 04.00 WIB pagi setiap harinya agar bisa sampai pukul 08.00 WIB di kantornya di Karawang via Tol JORR.

Kemacetan yang menggila itu membuat para pengguna jalan frustasi. Sebagian pengendara, baik bus umum maupun kendaraan pribadi bahkan membuat julukan sendiri untuk Tol JORR. Ada yang mengatakan ‘jalur neraka’ hingga ‘Jakarta Outstanding Ring Road’. Penyebab kemacetan ini juga beragam, mulai dari volume kendaraan, truk besar yang membawa barang dengan kapasitas berlebih, disiplin pengendara yang buruk hingga infrastruktur tol itu sendiri.

Banyaknya kendaraan yang datang ke Jakarta dari ke dua pinggir tol Jakarta, misalnya Jagorawi dan Cikampek, dianggap menjadi penyumbang terbesar kemacetan di Ibu Kota ini. Jakarta tanpa kedatangan kendaraan dari pinggir kota sudah padat, apalagi jika ditambah kendaraan dari luar ibu kota, maka buntutnya adalah kemacetan yang semakin panjang

Sementara untuk truk, sejak jalur JORR W2 yang menghubungkan Merak dan Bandara Soekarno-Hatta diresmikan pada Juli 2014, JORR menjadi terhubung tanpa putus melingkari wilayah luar Jakarta dari Penjaringan hingga Rorotan. Hal ini berimbas pada meningkatnya jumlah kendaraan yang masuk Tol JORR, salah satunya truk yang berasal dari pelabuhan.

Data dari PT Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (JLJ), peningkatan volume kendaraan terjadi hingga 15 persen. Sebelum W2 beroperasi, truk yang masuk JORR di hari kerja dalam kurun waktu sebulan berada di angka 50 ribu. Setelah W2 beroperasi, jumlahnya meningkat menjadi 60 ribu.

Truk-truk tersebut melintas dari Sumatera melalui Pelabuhan Merak untuk mendistribusikan barang ke Jawa hingga luar pulau Jawa dan sebaliknya. Sehingga sebagian besar memang terlihat muatannya banyak dan tinggi hingga melebihi batas badan truk. Beban yang berat membuat truk tak bisa melaju kencang atau di atas batas minimal kecepatan di jalan tol, yakni 60 km/jam. Belum lagi jika truk tak melaju di jalur khusus truk di lajur 1, tetapi semua lajur diambil hingga mobil kecil harus ikut berjalan pelan di belakang truk. Akibatnya kemacetan tak terhindarkan.

Para pengendara yang tak disiplin juga jadi penyebab kemacetan. Misalnya, banyak yang mengambil bahu jalan untuk menyalip kendaraan di depannya atau melaju di bawah kecepatan minimal tol, padahal jalan di depannya kosong.

Sejumlah solusi dicoba untuk mengurai kemacetan oleh pihak pengelola Tol JORR yaitu PT Jalantol Lingkarluar Jakarta (JLJ) bekerja sama dengan Kepolisian dan Dinas Perhubungan. Mulai dari menilang sopir truk yang membawa muatan melebihi kapasitas, mengimbau agar truk melalui lajur 1, membuat sodetan Fatmawati, hingga rekayasa lalu lintas. Namun hal tersebut belum berhasil mengurai kemacetan yang ada karena banyaknya kendaraan roda empat yang melintas.

Usulan dan saran bermunculan dari para pengguna jalan dan pakar. Ada yang mengusulkan agar dibuat batasan jam khusus truk di Tol JORR, seperti yang sudah dilakukan di Tol Dalam Kota (Tol Dalkot). Truk diusulkan dilarang melintas pada jam-jam sibuk, yakni pagi dan sore hari.

Selain itu ada juga yang mengusulkan agar dibangun fasilitas kereta barang khusus bandara, kereta pelabuhan, tol laut, Commuter JORR hingga Trans JORR. Fasilitas ini dinilai bisa mengurangi kemacetan dengan cara mengalihkan pengguna mobil pribadi ke transportasi publik. Saran tersebut lalu disampaikan ke pihak terkait, seperti para pakar transportasi dan kebijakan publik, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), PT JLJ yang menjadi operator dan Kementerian Perhubungan sebagai pembuat kebijakan.

Soal pembatasan jam khusus truk sudah diusulkan PT JLJ ke BPJT. BPJT juga sudah mengusulkan ke Kemenhub. Namun hal itu butuh waktu tak sebentar, aturan tersebut harus dikaji lebih dalam. Saat ini yang sudah dilakukan pihak JLJ adalah dengan menerapkan sistem buka tutup truk di Tol JORR KM 42, Cikunir. Sejak Kamis (19/3) kemarin sistem buka tutup untuk truk di Cikunir KM 42 dilakukan oleh pengelola Tol JORR. Truk yang datang dari arah Cikampek dan Utara Jakarta dialihkan ke bahu jalan yang sudah diberi pembatas. Truk-truk itu akan ditahan selama 3-5 menit, lalu dilepaskan 5 sampai 10 truk sekaligus sekali jalan.

Uji coba ini dinilai cukup efektif untuk mengurangi kemacetan. Banyak warga dari arah Bekasi ke Jakarta atau Bogor merasakan keuntungan dari sistem ini. Misalnya perjalanan dari rumah ke kantor jadi lebih cepat satu jam dari sebelumnya, ada juga yang merasakan banyak titik kemacetan berkurang. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada pengelola tol yang sudah melakukan hal tersebut dan berharap agar sistem ini terus dilakukan agar kemacetan di Tol JORR berkurang.

Tentu sistem yang sudah diterapkan ini diharapkan berjalan secara konsisten, tak hanya saat disorot media. Diharapkan pula pihak pengelola dan pembuat regulasi jalan tol mencari solusi untuk kemacetan-kemacetan di ruas jalan lain.

Berikut wawancara kami dengan Kepala BPJT, Ahmad Ghani Gazali terkait tanggapan atas saran-saran yang sudah disampaikan oleh para pengguna jalan dan pakar.

Memungkinkan atau tidak jika dipasang alat timbang di pintu Tol Cikampek atau pintu masuk tol di daerah-daerah industri. Jadi Setiap truk yang masuk tol harus ditimbang dan harus sesuai dengan tonase atau beban yang diperbolehkan, sehingga tidak menyebabkan kemacetan?

Pemasangan alat timbang di’mulut’ gerbang tol dapat menimbulkan masalah baru, yaitu terhambatnya arus lalu lintas akibat banyaknya kendaraan yang harus ditimbang. Yang perlu dilakukan adalah meminta ketegasan penegak hukum dalam menindak pelanggaran hukum dan kepatuhan para pengusaha untuk mentaati regulasi di jalan raya khusus

Usulan pembatasan umur truk. Truk yang umurnya lebih dari 5 tahun dilarang masuk tol?

Perlu regulasi khusus terkait pengaturan kendaran dan usia kendaraan yang masuk tol. Saat ini perlu dikedepankan adalah rasa tanggung jawab bersama terhadap regulasi dan wewenang masing-masing pihak untuk menjalankan regulasi tersebut.

Apakah Tol JORR bisa menerapkan pengaturan lalu lintas seperti toldalkot untuk truk. Batasi jam truk lewat jalan tol jangan di waktu sibuk?

Pembatasan jam operasional kendaraan berat dapat dilakukan, namun menurut kami yang perlu dilakukan dalah kepatuhan atas regulasi di jalan raya dengan kendaraan yang tidak mengangkut muatan melebihi kapasitas kendaraan itu sendiri. Akan kami koordinasikan dengan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat – Kementerian Perhubungan.

Pasang kamera kecepatan di jalan tol, bagi pengendara yang kecepatan di bawah 60km/jam dan jalan di lajur kanan harus ditilang?

Penindakan hukum di jalan tol merupakan kewenangan pihak Kepolisian. Kamera pemantau kecepatan dapat dipasang di jalan tol, namun yang perlu dilakukan adalah bagaimana para pelanggar lalu lintas tersebut dapat ditilang secara elektronik dan surat tilangnya dikirim alamat rumah.

Saat ini sudah ada pemantau kecepatan di jalan Tol Purbaleunyi KM 108 namun penegakan hukum terhadap pelanggar batas kecepatan belum optimal dilakukan.

Membangun jalan tol di atas tol karena sempitnya lahan dan Jalan Layang Non Tol (JLNT)?

Membangun jalan tol di atas jalan tol dapat dilakukan, namun perlu dilakukan kajian mendalam sehingga off ramp jalan tol tidak menjadi sumber kemacetan baru.

Percepat akses Tol Lingkar Utara dari Pluit Tanjung Priok dan Bekasi sehingga arus ke arah Karawang dan Jawa akan terbagi lewat utara dan selatan?

Pemerintah sudah merencanakan lokasi tersebut dan saat ini masih dalam tahap pembebasan lahan.

Saat ini sudah ada perencanaan dan pembangunan jalan Tol JORR-2, yang meliputi ruas Jalan Tol Cimanggis-Cibitung dan Jalan Tol Cibitung-Cilincing yang akan terkoneksi dengan JORR-1 (Akses Tanjung Priok).

Bisakah dilakukan penambahan jumlah pintu otomatis di setiap gerbang tol (GT) yang terjadi penumpukan kendaraan?

Pintu Otomatis saat ini sudah banyak dipasang di GT, namun penggunaan pintu tol tersebut masih terbatas karena masih banyak masyarakat lebih menggunakan pembayaran tunai. Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) bekerjasama dengan bank sudah melakukan sosialisasi untuk meningkatkan penggunaan E-Toll Card di jalan tol. Di satu sisi BPJT terus mendorong keterlibatan bank-bank lain untuk penggunaan E-Toll Card.

Pengelola diminta pro aktif memasang pemisah jalur yang panjang agar tidak bisa kendaraan memotong antrean?

Pemisah jalur sudah dibuat, namun ada kalanya masyarakat pengguna jalan tol kurang peduli dan tidak tertib mengantri di gerbang tol.

Atasi kemacetan bisa dengan membangun transportasi umum dan feedernya yang menjangkau ke seluruh ujung-ujung jalan tol, seperti yang sudah dilakukan beberapa APTB. Bisakah angkutan umum terintegrasi dengan Tol JORR?

Saat ini pekerjaan pembangunan sarana transportasi umum sedang dilakukan oleh Pemerintah. Pembangunan membutuhkan waktu dan peran serta dukungan semua pihak.

Bisakah diberlakukan sistem contra-flow dari gerbang Tol Lenteng Agung sampai exit Tol Fatmawati?

Pemberlakuan contra flow harus dilakukan berdasarkan kajian yang matang, sehingga dampak dari contra flow dapat dikurangi dan sehingga tidak menjadi masalah baru dengan hanya memindahkan kemacetan.

Penambahan gerbang tol di tempat yang menumpuk seperti di Ciputat apakah bisa dilakukan?

Penambahan gerbang dapat dilakukan berdasarkan hasil evaluasi kebutuhan dan berdasarkan lahan yang tersedia. Usulan kami sampaikan kepada Jasa Marga

Atasi kemacetan bisa dengan membangun jalur kereta barang menuju Bandara Soekarno-Hatta dan Pelabuhan Tanjung Priok. Selanjutnya mewajibkan angkutan barang menggunakan kereta, menurut Anda?

Kami sangat mendukung upaya-upaya untuk percepatan dan diversifikasi moda transportasi pergerakan barang, demi pertumbuhan ekonomi yang baik.

Membangun pelabuhan international baru di daerah lain di luar Jabotabek, seperti di Lampung atau Indramayu. Sehingga kendaraan besar tidak hanya terkonsentrasi di Merak. Menurut Anda?

Sangat Setuju, sehingga terjadi distribusi pembangunan dan tidak terpusat di Jabdetabek saja.

Bisa tidak dibuat Trans JORR semacam Transjakarta dan commuter JORR yang melintasi JORR?

Perlu kajian dan koordinasi terkait dengan penyediaan rute bis khusus di JORR dan penyediaan rute kereta commuter JORR

Mempercepat pembangunan tol pelabuhan yaitu tol yang menghubungkan tol JORR di Cilincing dengan tol Sedyatmo/tol bandara di Sunter. Tanggapan Anda?

Untuk Jalan Tol Akses Tanjung Priok saat ini sedang dalam tahap konstruksi. Diharapkan pada tahun 2017 bisa beroperasi

Bisakah diberlakukan jam 3 in 1 untuk area sekitaran area Antasari dan sekitarnya. Agar kemacetan bisa dikurangi?

Kebijakan tersebut perlu dikaji mendalam agar tidak menimbulkan masalah baru.

Jalan berlubang menjadi salah satu penyebab kemacetan. Bagaimana cara mengatasinya?

Jalan berlubang yang terdapat di jalan tol selalu diupayakan diperbaiki dalam waktu 2×24 jam. Namun adakalanya perbaikan yang dilakukan kurang maksimal karena kondisi cuaca yang kurang mendukung dan volume lalu lintas yang tinggi, sehingga perbaikan jalan sedapat mungkin tidak dilakukan pada siang hari. Perbaikan jalan berlubang diupayakan dilakukan pada kondisi cuaca yang baik dan volume lalu lintas yang rendah yaitu pada malam hingga subuh atau menjelang pagi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s