Pendukung ISIS Lakukan Teror Di Indonesia


Kepolisian RI sudah mengendus aksi teror pendukung Islamic State of Iraq and al-Sham (ISIS) di Indonesia. “Kami menduga begitu, karena ada pengeboman yang menggunakan gas kloride atau chlorine bomb. Nah, ini khas digunakan oleh ISIS. Tapi mereka gagal menggunakannya di ITC Depok,” kata Asisten Perencanaan Anggaran Kepala Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Tito Karnavian, kepada di kantornya, Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 18 Maret 2015.

Pada 23 Februari 2015 sebuah ledakan ringan terjadi di ITC Depok dan tidak mengakibatkan korban jiwa. Polisi menduga, kelompok yang melakukan aksi teror di Depok itu sama dengan yang melakukan peledakan di markas kepolisian di Cirebon dan sejumlah aksi teror di Poso, Sulawesi Tengah. Sebelum bergabung dengan ISIS, kelompok-kelompok ini melakukan aksi teror dalam payung organisasi berbeda. Menurut dia, kelompok ISIS membolehkan membunuh para penentangnya karena mereka dianggap kafir. “ISIS menyebutnya dengan takfiri (mengkafirkan orang lain),” kata dia. Karena mereka terlalu sering kalah dalam berdialog tentang ajaran islam sehingga membunuh para pententangnya adalah jalan yang paling mudah dilakukan/

Menurut Tito, deklarasi ISIS oleh Abu Bakar al-Baghdadi pada 2013 memunculkan kontroversi di antara kelompok yang selama ini dianggap bertanggung jawab atas aksi teror. Ada yang setuju dan yang tidak untuk bergabung dengan ISIS. Dari yang setuju, berangkat 127 orang ke Irak dan Suriah. Merekalah rombongan pertama pendukung ISIS yang ke Timur Tengah. Mereka masuk melalui Mesir dan sebagian dilaporkan sudah tewas di Suriah dan Irak.

Kepolisian RI menganggap gerakan radikal di Indonesia mendapat angin segar dari gerakan Negara Islam di Suriah dan Irak. Kelompok yang dianggap bertanggung jawab atas aksi teror di Indonesia ini menjadikan kawasan itu sebagai lahan jihad baru. “Itu akan menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang berjihad di dunia,” kata Tito. “Bahayanya adalah saat mereka kembali ke negaranya.” Tito mengatakan, satu kelompok yang sebagian anggotanya mendukung ISIS adalah Mujahidin Indonesia Timur. Orang yang dituding Tito adalah Santoso, yang dianggap bertanggung jawab atas pelatihan di Poso. “Video pelatihan digunakan sebagai pengkaderan dan promosi juga,” kata dia. Santoso dianggap sebagai pelatih dari, antara lain, Iswahyudi, terpidana terorisme Bekasi Timur; dan Khairul Anam, terdakwa terorisme di masjid Kepolisian Resor Cirebon, Jawa Barat, pada 2011.

Video kekerasan oleh kelompok yang mengklaim sebagai pendukung ISIS diedarkan di Internet. Baik Badan Nasional Penanggulangan Terorisme maupun Kepolisian menganggap video itu disebarkan oleh kelompok ini. Sedangkan pendukung ISIS yang berangkat ke Turki dan Suriah terus bertambah. Terakhir, polisi mencatat jumlah mereka mencapai 514 orang yang sebagian bersama keluarganya.

Juru bicara BNPT, Irfan Idris, mengaku upaya mencegah kegiatan radikal sudah dilakukan sejak 2010. BNPT, kata dia, memberdayakan masyarakat di pesantren maupun di rumah ibadah, di lembaga pemasyarakatan, dan dialog damai dengan sejumlah pentolan kelompok tersebut. Namun, Irfan mengatakan, umumnya pemuda yang berangkat memang sudah terpengaruh.

Kepolisian berharap pemerintah menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang dalam penanggulangan terorisme. “Ketika orang sudah menyatakan akan bergabung dengan ISIS, bisa kami pidana,” kata Inspektur Jenderal Tito Karnavian kepada Tempo di Mabes Polri kemarin. Tito mengatakan, pendukung ISIS bisa dicabut kewarganegaraannya. Mereka yang kembali dari Irak dan Suriah bisa dipidana lantaran dianggap mendukung ISIS. “Kami bisa selidiki itu dari intelijen. Pasti ketahuan siapa-siapa yang mendukung ISIS,” kata dia.

Dukungan untuk jaringan teroris Islamic State of Iraq and Suriah (ISIS) di Indonesia diorganisir oleh sejumlah kelompok Islam radikal lokal. Motor utamanya Jemaah Anshorut Tauhid yang dipimpin Abu Bakar Baasyir, terpidana kasus terorisme. “Saya takut menuding tapi Baasyir jelas telah menyatakan dukungan pada ISIS. Kalau pimpinan sudah mendukung, anak buahnya akan ikut,” kata pengamat terorisme Nasir Abas dalam diskusi tentang radikalisme di Jakarta Pusat, Ahad, 22 Maret 2015.

Selain itu kelompok Mujahidin Indonesia Barat dan Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso juga telah berbaiat pada ISIS. Menurut Nasir, banyak pihak luar yang bukan anggota kelompok ini namun mendukung ISIS akhirnya memutuskan bergabung. MIB dan MIT tidak terafiliasi dengan JAT. Selanjutnya, kelompok Bima yang disebut Nasir sebagai gabungan anggota MIT dan MIB juga mendukung ISIS. Kelompok lain seperti Jundullah dikatakan Nasir tak terlibat ISIS. “Jundullah sudah tidak ada,” ujar mantan anggota kelompok teroris Daulah Islamiyah itu

Bentuk dukungan kelompok ini, ujar Nasir, dengan menyetujui perjuangan ISIS. Banyak anggota kelompok tersebut yang berhasrat berangkat ke Suriah untuk memberi dukungan langsung. Anggota kelompok Indonesia juga melakukan eksekusi langsung seperti di Poso. Nasir menyebut kelompok tersebut dapat terkoneksi dengan ISIS melalui internet. Dia belum dapat memastikan apakah teror yang dilakukan kelompok di Indonesia seperti ancaman melalui telepon dan SMS adalah perintah langsung dari ISIS di Suriah. “Yang jelas mereka mendukung dan ingin melakukan apa yang dilakukan ISIS di sana,” kata Nasir.

Kepala Badan Penanggulangan Terorisme Saud Usman menyebut ada lebih dari 10 kelompok di Indonesia yang menyatakan dukungan pada ISIS. Di dalam negeri, mereka membantu proses rekrutmen orang untuk dikirim ke Suriah, menyebarkan propaganda ISIS, serta menggalang bantuan keuangan. Media sosial disebut Saud sebagai sarana penyebaran paham tersebut.

Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara Asad Ali menyebut kelompok inti pendukung ISIS adalah Jamaah Anshorut Tauhid dan Tauhid Wal Jihad. Selain itu juga ada kelompok Mujahidin Indonesia Barat, Mujahidin Indonesia Timur, dan Al Mujahirun yang merupakan fraksi radikal dari Hizbut Tahrir Indonesia. Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Unggung Cahyono mengatakan polisi telah menangkap orang-orang yang diduga berkaitan dengan jaringan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di sejumlah tempat.

Mereka yang ditangkap antara lain Koswara dan Furqon di Tambun, Bekasi, serta Amin Mude di Perumahan Legenda Wisata, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor. Sedangkan Aprimul Hendri ditangkap di Petukangan, Jakarta Selatan, dan Tuah Febriwansyah bin Arif Hasruddin alias Fahri di Pamulang, Tangerang Selatan. “Mereka masih menjalani pemeriksaan,” kata Unggung saat menggelar barang bukti salah satu tersangka di Perumahan Puri Cendana, Tambun, Bekasi, kemarin.

Dalam penggeledahan itu, polisi menyita beberapa barang bukti, seperti buku-buku jihad, seragam, dan bendera ISIS. Barang-barang lain yang disita adalah 5 unit laptop, 9 telepon seluler, paspor dan tiket pesawat, senjata tajam, serta senjata api mainan. “Seragam ini diduga yang dipakai salah satu anak dalam tayangan video ISIS yang disebar di YouTube,” ujar Unggung.

Belum ada penjelasan apakah orang-orang yang ditangkap itu berkaitan dengan penyebar teror. Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Agus Rianto mengatakan polisi belum dapat memastikan pengirim short message service (SMS) yang mengaku anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) betul-betul terkait dengan kelompok itu. Sebab, kata dia, diperlukan penyidikan yang lebih mendalam untuk melihat keterkaitan tersebut. “Semoga cepat tertangkap untuk mempercepat identifikasi,” kata Agus, Ahad 22 Maret 2015.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan penyidik telah berhasil melacak nomor ponsel yang digunakan untuk meneror. Dalam pesan, peneror mengaku anggota ISIS yang berasal dari Lampung Timur. Ancaman yang disebar antara lain meledakkan pesawat di Bandar Udara Soekarno-Hatta dan membunuh Presiden Joko Widodo.

Teror dimulai sejak menyebarnya pesan berantai dari nomor 085758905xxx pada Rabu, 18 Maret lalu, yang berisi pesan “Pesawat Lufthansa rute jakarta-berlin tergelincir saat take off di Bandara Soetta pukul 10.25 diperkiraan semua tewas. Pak Nur Rakhman, Pegawai Atc Soetta 085758905xxx”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s