Monthly Archives: April 2015

Jakarta Hidden Tour … Wisata Melihat Sisi Lain Jakarta Yang Ingin Disembunyikan Pemerintah


Berwajah kucel dan tak memakai sandal, mereka fasih menyanyikan Are You Sleeping Brother John dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Italia. “Mereka diajari tamu-tamu saya,” kata Ronny Poluan, pendiri Jakarta Hidden Tour, di Penjaringan, Jakarta Utara, Jumat lalu.

Tamu-tamu yang dimaksud Ronny adalah para peserta tur yang datang dari pelbagai negara. Mereka tersenyum mendengar nyanyian pengantar tidur yang populer di Prancis sejak abad ke-17. Hari itu, Ronny memandu dua turis asal Italia dan Amerika Serikat.

Ronny membawa mereka menyusuri gang-gang sempit yang berjela-jela di antara rumah-rumah kumuh di Penjaringan. Sepanjang perjalanan, ia tak henti menjelaskan kekacauan penataan permukiman di Jakarta. Ia berdiri di jembatan kayu reot yang di bawahnya menggenang air menghijau bekas rob.

Sudah enam tahun Ronny menjadi pemandu tur tak biasa ini. Setelah beberapa stasiun televisi menayangkan tur ini, Ronny dikecam pemerintah Jakarta. “Saya dituduh menjual kemiskinan bangsa sendiri,” katanya. “Ini cara saya menunjukkan realitas dan menyindir pemerintah yang tak mampu memberantas kemiskinan.”

Laki-laki 62 tahun yang tinggal di Jakarta Timur ini bergeming. Ia terus membuka pendaftaran tur ini lewat blog gratis. Tarifnya US$ 50 per orang bagi wisatawan asing dan setengahnya untuk turis lokal. Tur dimulai sejak pagi dengan start dari Kota Tua di Jakarta Barat, lalu naik perahu ke Penjaringan, kembali dengan bus umum ke Kota Tua pukul 16.00.

Ia mengajak penduduk yang dilaluinya untuk menemani para turis. Ronny lalu berbagi tarif itu dengan mereka. “Sepekan saya empat kali menemani turis yang datang ke sini,” kata Lismarni, perempuan 35 tahun warga Penjaringan. Sejak sering didatangi turis, kata dia, tetangga-tetanganya jadi fasih berbahasa Inggris.

Dari tiket tur ini, Ronny mengumpulkannya dan membangun koperasi yang menyediakan simpan-pinjam. Bagi seniman lulusan Institut Kesenian Jakarta itu, ini cara ampuh untuk mencegah warga Penjaringan meminjam uang ke rentenir yang bunganya mencekik.

Veronica Manson, dari Italia, mengatakan ia kini tahu sisi lain Jakarta. Ia antusias naik becak di Gang Luar Batang, lalu menyusuri Pasar Ikan dan keluar-masuk rumah bilik yang sempit. “Jakarta seperti uang yang punya dua sisi. Ini sisi kumuhnya,” kata ibu dua anak itu.

James Obata tak kurang kaget ketika masuk kampung di Penjaringan. Di Amerika Serikat, kata dia, teman-temannya sering menceritakan Jakarta yang hedonis: mewah, bebas, banyak hiburan malam. “Jakarta digambarkan sebagai ibu kota negara penghasil minyak terbesar dengan pertumbuhan ekonomi bagus,” kata konsultan perusahaan komunikasi itu.

Obata, yang nenek moyangnya dari Jepang, tahu Jakarta Hidden Tour dari Internet. Ia tertarik mencoba ketika datang ke Jakarta untuk melihat wajah lain Ibu Kota selain Jalan Sudirman dan Thamrin. “Ini tur menarik justru karena bukan tur bintang lima,” kata dia.

Pemerintah Akan Ganti Monorail Dengan Light Rail Transit


Setelah gagal merealisasikan proyek monorail Jakarta, akhirnya Presiden Joko Widodo memutuskan menggantinya dengan rencana pembangunan Light Rail Transit (LRT). Untuk menjalankan proyek masif ini, pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk PT Adhi Karya Tbk sebagai pelaksana pembangunan alat transportasi, yang rencananya akan dibangun dari Cibubur-Cawang-Kuningan-Dukuh Atas sepanjang 30 kilometer. Rencananya, pembangunan transportasi ini dilakukan pada semester II-2015.

Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, mengatakan kebutuhan dana untuk moda transportasi massal melonjak dari yang tadinya Rp 1,893 triliun menjadi Rp 2,044 triliun. Ia mengatakan perseroan akan mengurangi alokasi dana untuk stasiun dan properti pendukung, dari yang tadinya Rp 852 miliar ketika menggunakan proyek monorel, menjadi Rp 701 miliar dengan proyek LRT.

“Sehingga total kebutuhan ekuitas untuk dua proyek ini sama, yakni Rp 2,745 triliun,” ujar Kiswo saat rapat kerja dengan anggota Komisi VI DPR mengenai izin right issue di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (24/4).

Kiswo menuturkan, kebutuhan ekuitas tersebut akan ditutup dari Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 1,4 triliun. Angka ini tidak berubah dari rencana awal, proyek monorel yang juga dianggarkan sama Rp 1,4 triliun.

“Tetap PMN kami dedikasikan dari awal 100 persen untuk kepentingan ekuitas transportasi massal. Tapi ada sedikit tambahan dari dana publik,” kata Kiswo. Adapun dana publik yang diharapkan dapat ditarik sebesar Rp 1,345 triliun dari penerbitan saham baru (right issue) yang disetujui pada Jumat malam kemarin.

Kiswo mengatakan, monorel maupun LRT pada dasarnya merupakan satu kelompok moda transportasi yang sama. Keduanya memiliki kapasitas yang sama. Hanya saja, teknologi LRT diklaim lebih terbuka sedangkan teknologi monorel masih sempit. Proyek LRT diharapkan groundbreaking pada Agustus 2015, dan bisa beroperasi pada Agustus 2018 mendatang.

Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno berharap, dana publik yang dihimpun untuk proyek transprotasi massal tersebut bisa masuk ke Adhi Karya pada Juli 2015. Dia berharap betul PMN untuk Adhi Karya dapat selesai Juli. “Karena kami harap proyek ini, tahun ini juga bisa dimulai,” ucap Rini.

Akibat Nikah Siri, 1.378 Anak Jadi Anak Haram Alias Tak Diakui Negara


Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bengkulu Tengah Ajamalus mengatakan, terdapat 1.378 anak di Bengkulu Tegah yang lahir dari pernikahan siri dan tak mendapatkan legalitas Negara. Sejauh ini terdata ada 689 pasangan suami isteri yang menikah siri. “Dari perkawinan siri 689 pasutri tersebut, ada 1.378 anak yang tidak diakui Negara, karena perkawinan orangtua mereka tidak terdaftar,” ujar Ajamalus, Sabtu (25/4/2015).

Dia mengatakan, legalitas tersebut diatur berdasarkan Pasal 42 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang tidak terdaftar dan Pasal 43 tentang hubungan keperdataan ibu dan anak. Demi mengatasi kondisi itu, Kemenag akan melaksanakan sidang isbath untuk mengesahkan perkawinan mereka dan memberikan surat nikah secara gratis. Acara ini direncanakan bakal digelar pada awal Mei mendatang.

“Kami berkeinginan ribuan anak tersebut diakui Negara dan mendapatkan legalitas sama haknya seperti anak yang dilahirkan dari pernikahan sah,” kata dia. Kemenag juga telah melakukan langkah-langkah untuk menggelar sidang isbath dan menggelar nikah massal bagi pasangan muda yang memang membutuhkan legalitas perkawinan sesuai dengan Undang-undang.

Mengapa Pemotor dan Pengendara Mobil Sering Berselisih Paham


Seringkali kita melihat perseteruan antara pemotor dan pemobil di jalanan. Terkadang, salah satu dari mereka tidak mau mengalah walaupun salah satu dari mereka pula yang sebenarnya adalah penyebab konflik tersebut. Kurangnya kesadaran terhadap keselamatan berkendara merupakan faktor utama pemicu perseteruan tersebut. Memang tak ada yang bisa dianggap sebagai yang paling benar antara pemotor mau pun pemobil jika sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Semua akan menerima kerugiannya masing-masing, seharusnya saling menghormati antar pengguna jalan, tidak peduli mereka itu pemotor, pejalan kaki, pesepeda atau pun pemobil. Memahami karakteristik setiap kendaraan adalah penting untuk menghindarkan diri dari kejadian yang tidak menguntungkan.

Berikut kejadian yang dialami oleh premotor mau pun pemobil:

1. Kecelakaan sepeda motor dengan mobil
Mayoritas kecelakaan sepeda motor terjadi karena pengemudi mobil tidak dapat melihat keberadaan sepeda motor, dengan kata lain karena kurangnya perhatian pengemudi mobil karena ngantuk, kecapean, sibuk dengan gadget, gps, mendengarkan musik sampai menonton tv atau video. Pengemudi mobil sebaiknya memberi perhatian khusus pada sudut tak terlihat (blind spots). Perhatian pengemudi mobil juga tidak boleh mengabaikan spion dan pastinya mengamati juga lalu lintas di sekitarnya sebelum membuat perubahan jalur atau memasuki persimpangan. Saat malam hari, cuaca buruk atau pun lalu lintas padat, setiap pengemudi mobil haruslah memiliki perhatian ekstra terhadap kondisi jalan yang dilalui.

2. Kecelakaan akibat berhenti mendadak
Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang berada di belakang bisa berbahaya dan mematikan. Karena, sepeda motor tidak memiliki rangka atau bodi pelindung, seperti sebuah mobil. Menghentikan dengan kecepatan tinggi dan mengerem mobil secara tiba-tiba dapat menyebabkan pengemudi sepeda motor terkejut hingga membenturkan sepeda motornya. Tak jarang dalam kecepatan tinggi bisa mengakibatkan pengendara dan sepeda motornya terbang. Sebaiknya diantisipasi dengan menjaga jarak aman apabila sepeda motor berada tepat di belakang mobil dan tidak berhenti mendadak.

3. Kecelakaan karena menghindari jalan berlubang
Sepeda motor didesain hanya menggukan dua roda. Oleh sebab itu, kendaraan ini mudah terbalik, selip atau meluncur tak terkendali. Kecelakaan sepeda motor bisa mematikan pengendaranya apabila cuaca buruk, jalan berlubang atau pun kurang berpengalaman. Efek menghindari jalan berlubang tak jarang berujung pada kecelakaan, karena saat menghindari lubang tersebut, bisa saja ada saja pengendara mobil yang tidak menjaga jarak aman sehingga tidak sempat menghentikan mobilnya yang berakibat menyambar motor dari belakang.

4. Kecelakaan akibat pintu mobil
Pengemudi sepeda motor harus berhati-hati jika ada mobil yang sedang berhenti, karena bisa saja tiba-tiba si pengemudi mobil membuka pintu saat pemotor melintas, dan membuat pembuatnya terjatuh. Solusi agar meminimalisasi kejadian tersebut adalah berjalan pelan jika mau melewati mobil tersebut dan untuk pengemudi mobil, sebaiknya melihat belakang mobil sebelum membuka pintu dan jangan membuka pintu terlalu lebar serta terlalu asyik dengan diri sendiri yang membuat merasa menjadi raja jalanan.

5. Pengemudi mobil yang agresif
Karena suatu hal kecil, terkadang membuat pengemudi mobil ingin mengejar dan mengintimidasi pengendara motor sehingga bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan karena merasa aman dibalik mobil dan merasa bila terjadi kecelakaan maka yang paling rugi adalah pemotor.

Pesawat Lion Air Meledak Di Bandara Kualanamu Medan


Lion Air sampai sekarang mengaku belum mengetahui sebab terjadinya ledakan pada bagian belakang mesin pesawat Boeing 737-900. Ledakan ini membuat penerbangan LNI303 Kualanamu, Sumatera Utara-Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, batal. “Sejak tadi, prioritas kami keselamatan para penumpang,” ujar Head of Corporate Communication Lion Grup Kapten Dwiyanto Ambarhidayat melalui siaran pers, Jumat, 24 April 2015.

Menurut Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan J.A. Barata, ledakan terjadi saat pesawat menuju lepas landas atau pushback. Tak lama berselang, terjadi kepulan asap hitam yang diduga keluar dari auxiliary power unit pesawat. Adanya asap ini membuat penumpang panik dan berhamburan keluar melalui pintu darurat. Insiden ini mengakibatkan beberapa orang mengalami patah tulang, luka ringan, dan beberapa orang syok. Penumpang yang terluka dilarikan ke Rumah Sakit Medistra, Medan. Adapun total semua penumpang di dalam pesawat 205 orang ditambah 7 kru.

Seperti diberitakan, pesawat Lion Air JT 303 rute Medan-Jakarta batal terbang. Pesawat yang dijadwalkan take off pukul 12.10 itu tiba-tiba berasap dari bagian belakang saat berada di landasan pacu. Humas Bandara Kualanamu Dewandono Prasetyo Nugroho mengatakan pesawat Lion Air JT 303 mengalami kendala teknis. “Saat hendak mengatur posisi pesawat ke landasan pacu, tiba-tiba ada asap yang muncul dari bagian belakang,” kata Dewandono

Pesawat Lion Air JT 303 rute Kualanamu, Sumatera Utara-Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, batal terbang. Pesawat yang dijadwalkan take off pukul 12.10 WIB, Jumat, 24 April 2015, itu tiba-tiba berasap dari bagian belakang saat berada di landasan pacu. Humas Bandara Kualanamu Dewandono Prasetyo Nugroho, mengatakan pesawat Lion Air JT 303 mengalami kendala teknis. “Saat hendak mengatur posisi pesawat ke landasan pacu, tiba-tiba ada asap yang muncul dari bagian belakang,” kata Dewandono Jumat, 24 April 2015.

Saat itu, pesawat bernomor penerbangan JT-303 tersebut hendak dijalankan ke landasan pacu untuk diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta. Untuk mengambil posisi yang tepat, pilot memundurkan pesawat (push back) sehingga dapat meluncur ke arah yang diinginkan. Ketika mesin untuk memundurkan pesawat dinyalakan, terdengar dentuman cukup keras dari bagian belakang pesawat Lion Air.

Mendengar suara dentuman ini, teknisi dan kru pesawat Lion Air segera meminta semua penumpang turun melalui pintu depan. Pesawat Lion Air, menurut Dewandono, mengangkut 206 penumpang. Insiden itu menyebabkan pesawat batal terbang. “Sebanyak 206 penumpang pesawat itu akan diberangkatkan dengan pesawat lain,” ujar Dewandono.

Penumpang pesawat Lion Air yang akan terbang dari Bandar Udara Kualanamu ke Jakarta, Jumat, 24 April 2015, panik setelah mendengar bunyi keras pada bagian belakang pesawat. Pelaksana Manajer Humas dan Protokoler Bandara Kualanamu Muhammad Haekal kepada Antara di Medan menuturkan, peristiwa itu terjadi pukul 12.00 WIB ketika pesawat akan diterbangkan.

Saat itu, pesawat bernomor penerbangan JT-303 tersebut hendak dijalankan ke landasan pacu (runway) untuk diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta.Untuk mengambil posisi yang tepat, pilot memundurkan pesawat (push back) sehingga dapat meluncur ke arah yang diinginkan.Ketika mesin untuk memundurkan pesawat dinyalakan, terdengar dentuman cukup keras dari bagian belakang pesawat Lion Air.

Mendengar suara dentuman ini, teknisi dan kru pesawat Lion Air segera meminta semua penumpang turun melalui pintu depan. Setidaknya ada tiga penumpang cedera dalam peristiwa yang masing simpang siur ini. Manajemen Bandara membawa tiga penumpang yang cedera ke Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di dalam area Bandara Kualanamu. Pesawat Lion Air JT 303 rute Kualanamu-Soekarno-Hatta batal terbang setelah sempat berasap dan ada dentuman di bagian belakang. Lion Air JT 303 yang harusnya dijadwalkan take off pukul 12.10 WIB, Jumat, 24 April 2015, akhirnya ditarik dari landasan pacu.

Seluruh penumpang Lion Air itu, sekitar 206 orang, menurut Humas Bandara Kualanamu Dewandono Prasetyo Nugroho, akhirnya diberangkatkan dengan pesawat lain. “Ada kendala teknis, saat hendak mengatur posisi pesawat ke landasan pacu, tiba-tiba ada asap yang muncul dari bagian belakang,” kata Dewandono, Jumat, 24 April 2015. “Seluruh penumpang diberangkatkan dengan pesawat lain.”

General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Kualanamu Jaya Tahoma Sirait menyatakan, para penumpang sudah ditangani dan akan diberangkatkan dengan pesawat pengganti. “Para penumpang itu sekarang berada di terminal keberangkatan bandara,” kata Sirait.” Belum dipastikan apa penyebab berasapnya mesin pesawat jenis 737.900ER tersebut. Pemeriksaan masih dilakukan pihak berwenang,” tutur Sirait.

Pesta Bikini Dengan Tema Summer Dress Sudah Sering Diselenggarakan Di Jakarta


Pemilik Divine Production, Immanuel Siregar, mengatakan kesiapannya jika polisi menanggil dia dan tim untuk pesta bikini bagi siswa sekolah menengah atas. Pesta yang akan diselenggarakan di The Media Hotel & Towers pada 25 April 2015 itu batal karena mendapat kecamanan dari berbagai pihak. Menurut Immanuel, tidak ada dasar untuk menuntut EO nya ke polisi. “Acara Splash After Class itu memang untuk murid SMA. Tapi 18 tahun ke atas,” kata dia di Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis, 23 April 2015.

Sebelumnya, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Niam, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Dia mengatakan, pihak hotel dan EO bisa dikenakan Pasal 281 dan 282 KUHP. Ancamannya, pidana penjara maksimal dua tahun delapan bulan. Koordinasi itu, kata Asrorun, karena kegeramannya ihwal pesta bikini dengan target peserta siswa SMA yang selesai mengerjakan ujian nasional. “Mereka merusak generasi.”

Manager Finance dan Talent Divine Production, Debby Carolina, mengatakan kesalahan pihaknya itu karena dicantumkannya nama sekolah di Jakarta di undangan yang tersebar di media sosial. “Kami minta maaf dan akan datang ke setiap kepala sekolah,” katanya. Sekolah yang dicantumkan itu adalah SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14 Jakarta, SMA 38 Jakarta, SMA 50 Jakarta, SMA 24 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA 109 Jakarta, SMA 53 Jakarta, SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 44 Jakarta, SMA Alkamal, SMA 29 Jakarta, SMA 26 Jakarta, dan SMA 31 Jakarta.

Debby menuturkan, sebenarnya acara itu bukan pesta bikini. Melainkan “Summer Dress” dengan tempat di kolam renang. “Ini kesalahan bagian kreatif. Kami lagi cari desain aslinya yang tidak ada nama sekolah,” katanya. “Tapi kami tidak bisa menghubungi irang kreatif itu.” Debby pun bingung masyarakat ribut dengan pesta ini dan pihaknya disebut sebagai penyelenggara nakal. Padahal, acara yang digarap Divine mencontek pesta murid SMA dari penyelenggara lain. “Yang nakal itu beritanya,” katanya. “Kami rugi puluhan juta karena acara ini batal.”

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama geram mengetahui ada pesta bikini untuk siswa Sekolah Menengah Atas. “Enggak bisa dong kalau pesta bikini, ya tangkep. Enggak bener kalau pesta bikini,” ujar Ahok saat ditemui di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis, 23 April 2015. Di media sosial tersebar undangan acara pesta bikini bertema “Splash After Class”. Dalam undangan tersebut tercantum jenis pakaian yang digunakan peserta adalah bikini summer dress. Acara akan diselenggarakan pada 25 April 2015 di The Media Hotel & Towers di Jakarta.

Acara yang akan digelar sekitar pukul 22.00 WIB tersebut diikuti sejumlah sekolah seperti SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14, SMA 38, SMA 50, SMA 24, SMA 31, dan SMK Musik BSD. Beberapa sekolah lain tercatat sebagai pendukung yaitu SMA 109, SMA 53, SMA 29, SMA 26, SMA 31, SMA 44, SMA Muhammadiyah Rawamangun dan SMA Alkamal.

Setelah diributkan, Divine Production yang menjadi event organizer akhirnya membatalkan sekaligus meminta maaf kepada SMA-SMA di Jakarta yang disebutkan dalam pengumuman itu. Divine Production ternyata sering menggelar acara serupa. Salah satunya, Divine merayakan hari ulang tahun pertamanya dengan pesta bertema “Hawai Pool Party” pada 7 Juni 2014. Pesta di The Media Hotel and Tower ini menetapkan pakaian acara yaitu bikini dan pakaian musim panas. Divine mewajibkan peserta yang hadir harus membawa KTP asli karena mensyaratkan batas minimal umur pria yaitu 19 tahun dan wanita 18 tahun.

Manager Finance dan Talent Divine Production, Debby Carolina menyatakan, sudah empat kali melakukan acara di kolam renang. Acara itu, khusus untuk mereka yang sudah berusia 21 tahun ke atas. Menurut Debby, acara itu dilakukan di dua hotel berbeda. “Tiga acara sejak 2014 di The Media Hotel & Towers dan satu di tempat lain,” kata dia di Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis, 23 April 2015.

“Namun, bukan pesta bikini. Tapi pesta di kolam renang saja.” Debby mengklaim selama ini belum pernah mengalami masalah dengan pesta bikini yang diorganisir Divine. Baru acara untuk anak-anak sekolah yang semula akan dilaksanakan pada 25 April 2015 timbul masalah. Kali ini, “Kesalahan itu karena mencantumkan nama-nama sekolah di undangan dan video yang sudah tersebar di media,” kata Debby.

Sekolah Menengah Musik, Yayasan Musik Jakarta yang beralamat di Jalan Letnan Sutopo Kavling III A nomer 10 BSD Tangerang Selatan membantah bahwa sekolahnya mengikuti kegiatan bikini party. “Saya malah baru tau ada kegiatan ini, yang jelas kami tidak mengikut sertakan kegiatan yang melanggar norma sosial. Kalaupun siswa mengadakan kegiatan itu harus seizin pihak sekolah,” kata General Manager Yayasan Musik Jakarta, Toro Prihantara saat ditemui Tempo Kamis 23 April 2015.

Menurut Toro pihaknya akan menelusuri kebenaran dari selebaran bikini party yang ramai di perbincangkan media sosial “Kita akan telusuri apa benar siswa kita ada yang mengikuti kegiatan tersebut, kalau benar terbukti akan ada sanksi yang berat, karena kegiatan tersebut memalukan nama sekolah,” ujarnya. Toro juga mengatakan bahwa kalau ada siswa yang membawa nama sekolah, pihaknya sangat keberatan “Nanti akan kita telusuri lebih dalam perihal acara tersebut. Anak-anak ini kan istilahnya dititipkan oleh orang tua murid ke kita jadi kita harus mendidiknya dengan baik,” katanya.

Sebelumnya ada selebaran di media sosial akan diadakan pesta bikini party di The Media Hotel & Towers / Pool Area 6 Floor Jalan Gunung Sahari Raya nomer 3. Undangan itu jadi sorotan karena egiatan ini ramai karena pengunjung yang datang menggunakan kostum bikini dan melibatkan sejumlah sekolah menengah atas. Acara yang diadakan pada Sabtu tanggal 25 April 2015 ini diadakan oleh Divine Production, acara yang diberi nama Splash After Class dimulai pada pukul 10.00 Wib. Dalam selebaran pengunjung tidak boleh membawa senjata api, tidak boleh membawa narkoba, dan tidak boleh takut.

Divine Production mencatut nama-nama SMA sebagai pendukung acara pesta bikini di kolam renang bertema “Splash After Class”. “Semua SMA itu dicatut oleh penyelenggara dan pihak hotel. Acara itu inisiatif mereka,” kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Arie Budiman, Kamis, 23 April 2015. Di dalam undangan yang disebar melalui media sosial, acara yang berlangsung di The Media Hotel & Towers, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, itu akan digelar pada 25 April 2015.

Divine Production, event organizer, (EO) menuliskan dalam undangan, pesta kelulusan sekolah itu didukung SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14 Jakarta, SMA 38 Jakarta, SMA 50 Jakarta, SMA 24 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA 109 Jakarta, SMA 53 Jakarta, SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 44 Jakarta, SMA Al-Kamal, SMA 29 Jakarta, SMA 26 Jakarta, dan SMA 31 Jakarta. Menurut Arie, dia sudah membuat surat edaran ke sekolah untuk melarang acara kelulusan ujian negara yang bertentangan dengan etika, norma, dan pelanggaran ketertiban umum. Selain itu, ucap dia, pihak hotel sudah membatalkan acara itu.

Walau sudah batal, Arie meminta orang tua tetap mengawasi dan memberi perhatian terhadap pergaulan anaknya. Terutama bagi yang sudah melakukan ujian nasional. Sebab, setelah lulus, siswa tidak akan kembali ke sekolah. “Jadi jangan hanya meminta tanggung jawab pihak sekolah,” tuturnya.

Manager F&B Event and Sponsorship The Media Hotel & Towers Ibnu M. Iqbal membenarkan bahwa acara tersebut dibatalkan. “Kami resmi membatalkan event pool party “Splash After Class” karena disinyalir akan diikuti oleh anak-anak di bawah umur,” ujarnya dalam rilis persnya. “Kami hanya memfasilitasi, sementara untuk konten dan publikasi ditangani oleh pihak penyelenggara.” Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Asrorun Niam mengecam pesta bikini itu. Menurut dia, pihaknya sudah melaporkan acara itu ke polisi dan meminta pihak keamanan memeriksa EO dan hotel. “Mereka bisa melanggar Pasal 281 dan 282 KUHP tentang kesusilaan.”

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Niam, mengatakan sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri ihwal pesta bikini yang akan dilakukan sejumlah siswa SMA. Pesta bertema “Splash After Class” untuk merayakan usainya ujian nasional itu diadakan di The Media Hotel & Towers di Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 3, Jakarta Pusat, pada 25 April 2015.Menurut Asroun, polisi bisa memeriksa penyelenggara, Divine Production dan pihak hotel. “Mereka bisa terkena pasal 281 dan 282 KUHP,” kata dia kepada Tempo, Kamis, 23 April 2015. Pasal itu mengatur tentang kejahatan dan kesusilaan. Hukumannya, bisa dijerat pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau denda Rp 4.500.

Di media sosial, tersebar undangan pesta bikini. Dalam pamfletnya, penyelenggara mengklaim acara tersebut didukung beberapa sekolah di Ibu Kota, di antaranya SMA 8 Bekasi, SMA 12 Jakarta, SMA 14 Jakarta, SMA 38 Jakarta, SMA 50 Jakarta, SMA 24 Jakarta, SMK Musik BSD, SMA 109 Jakarta, SMA 53 Jakarta, SMA Muhammadiyah Rawamangun, SMA 44 Jakarta, SMA Alkamal, SMA 29 Jakarta, SMA 26 Jakarta, dan SMA 31 Jakarta.

Pemilik Divine Production, Immanuel Siregar, mengatakan kesiapannya jika polisi menanggil dia dan tim untuk pesta bikini bagi siswa SMA. Lagipula, menurut Immanuel, tidak ada dasar untuk menuntut EO nya ke polisi. “Acara Splash After Class itu memang untuk murid SMA. Tapi 18 tahun ke atas,” kata dia di Kemanggisan, Jakarta Barat, Kamis, 23 April 2015. Pesta yang akan diselenggarakan di The Media Hotel & Towers pada 25 April 2015 itu batal karena mendapat kecamanan dari berbagai pihak.

Manager F&B Event and Sponsorship The Media Hotel & Towers, Ibnu M Iqbal membenarkan bahwa acara tersebut dibatalkan. “Kami resmi membatalkan event pool party Splash After Class karena disinyalir akan diikuti oleh anak-anak di bawah umur,” kata dia dalam rilis persnya. “Kami hanya memfasilitasi, sementara untuk konten dan publikasi ditangani oleh pihak penyelenggara.

Kasus Mirip Deudeuh Tata Chubby Juga Terjadi di Bekasi


Samiran, 38 tahun, nekat menghabisi nyawa pasangan kumpul kebonya, Wagirah, 35 tahun, di rumah kontrakannya, Gang Sepakat RT 2 RW 7, Kelurahan/Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi pada 22 Maret 2015 lalu. Sebab, tersangka mengaku kerap dihina, dan dikhianati cintanya.

“Saya diselingkuhi sampai empat kali,” kata Samiran, di Markas Polresta Bekasi Kota, Selasa, 21 April 2015. Pria asli Cilacap, Jawa Tengah itu, mengatakan, padahal Wagirah dimaafkan meski ketahuan bercinta dengan orang lain sebanyak tiga kali. Wagirah sempat berjanji tidak akan mengulangi lagi. “Tapi, dia begitu (selingkuh) lagi.”

Sebelum menghabisi nyawa Wagirah, dia sempat terlibat adu mulut terlebih dahulu, pada 21 Maret 2015 malam. Pada saat itu pula, Samiran mengaku dihina, karena memiliki penghasilan rendah dibanding Wagirah yang berprofesi sebagai tukang urut panggilan. “Saya makin marah, menjadi gelap mata,” kata Samiran.

Hingga akhirnya, pada Minggu dini hari, 22 Maret 2015, Samiran memukul korban yang tengah tertidur pulas dengan pacul. Seketika, Wagirah tak sadarkan diri. Belum puas, Wagirah dicekik hingga tewas. Samiran yang panik, kemudian melarikan diri ke rumah kerabatnya di Lampung Timur.

Samiran mengaku menjalin hubungan dengan korban sejak setahun lalu. Keduanya bertemu di Cilacap, Jawa Tengah. Samiran sendiri mengaku sudah bercerai dengan istrinya. Adapun, Wagirah masih memiliki suami sah. “Suaminya ditinggalkan, karena sudah tidak suka,” kata dia. “Saya enggak tahu suaminya ada dimana.”

Kepala Polresta Bekasi Kota, Komisaris Besar Rudi Setiawan, mengatakan, tersangka ditangkap di Depok, Jawa Barat kemarin malam. Hasil pemeriksaan, tersangka mengaku ingin bunuh diri setelah membunuh Wagirah. “Karena cinta, ingin mati bersama,” kata dia. “Tapi gagal.”

Menurut Rudi, Samiran mencoba menyayat urat nadinya. Namun, upaya itu gagal, bahkan masih terdapat luka sayatan di lengannya. Adapun, Samiran juga telah menyiapkan tambang untuk gantung diri, namun niat itu diurungkan. “Pelaku melarikan diri,” kata Rudi.

Samiran kini mendekam di sel tahanan Polsek Pondok Gede, dijerat dengan pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan, ancaman hukumannya 20 tahun penjara. “Barang bukti diamankan berupa pacul, kabel, pisau, tambang, dan uang Rp 200 ribu,” kata Rudi.