Profile Deudeuh Alfisahrin Alias Tata Chubby Wanita Yang Ditemukan Tewas Telanjang Di Kamar Kos Tebet


Deudeuh Alfisahrin ‘Tataa Chubby’ (26) tewas mengenaskan di kosannya dengan kondisi badan tanpa busana dan mulut disumpal kaos kaki dengan jeratan kabel di lehernya. Deudeuh alias Tataa alias Mpie ini memiliki perjalanan hidup yang prihatin. Ibu kandung Deudeuh meninggal sehari setelah melahirkan Deudeuh. Sementara ayahnya juga sudah meninggal. Deudeuh kecil lalu diasuh oleh bibinya di Purwokerto.

“Sampai SMP diasuh bibinya,” kata kakak Ipar Deudeuh, Nurhasanah ditemui di rumahnya di Pancoran Mas, Depok, Rabu (15/4/2015). Nur didampingi oleh kakak kandung Deudeuh, Iqbal. Deudeuh sempat pindah ke Bandung karena bibinya pindah tugas kerja. Saat dia mau masuk ke SMA, Deudeuh pindah ke rumah kakaknya di Depok.

“Di sini mau masuk SMA. Sudah mau sekolah tapi nggak jadi,” ujar Nurhasanah. Namun Nur tidak bisa menjelaskan alasan lebih rinci Deudeuh tak melanjutkan sekolah. Deudeuh malah akhrinya menikah dengan pacarnya yang masih satu kampung itu. “Nikah sampai anaknya lahir, terus udah mulai nggak akur. Mungkin sudah nggak cocok,” katanya

Akhirnya keduanya pisah 4 tahun yang lalu. Mantan suami Deudeuh sudah menikah lagi dan tinggal di Bogor, dia juga pernah diminta polisi untuk menjadi saksi kasus ini. “Anaknya dirawat sama neneknya,” ucap Nur. Anak Deudeuh kini sudah berusia 10 tahun. Nur mengatakan Deudeuh juga jarang menjenguk anaknya, Deudeuh kerja untuk membiayai hidupnya. Sementara untuk biaya anaknya menjadi tanggung jawab mantan suaminya.

Baca Juga : Profile M Prio Santoso Tersangka Pembunuh Deudeuh Alfisahrin Alias Tata Chubby

“Dia kerja buat sendiri, Epi (panggilan Deudeuh) nggak pernah nyusahin dan minta ke keluarga,” ujarnya. Menurutnya, Deudeuh saat remaja dikenal tomboi, bahkan dia pernah memangkas habis rambutnya hingga botak. Dia juga dikenal tertutup di lingkungan keluarganya, hingga saat meninggal keluarga tak tahu apa pekerjaan Deudeuh sebenarnya.

“Saya tanya pekerjaannya apa, dia bilang pelayanan restoran di Kuningan,” kata Iqbal kakak Deudeuh saat ditemui di tempat yang sama. Keluarga meminta agar pekerjaan Deudeuh tidak terlalu diekspos, mengingat adiknya itu sudah pergi menghadap Tuhan. Dia juga berharap agar pelaku pembunuh Deudeuh diberikan hukum yang setimpal.

“Itu masa lalu, orang kan punya masa lalu yah. Yang penting pelakunya sudah ditangkap dan semoga dibalas hukuman setimpal,” tutup Nurhasanah. Deudeuh dibunuh secara keji oleh Rio Santoso yang merupakan ‘pelanggan’ Deudeuh saat keduanya sedang berkencan. Dari pengakuan sementara, Rio mengaku tersinggung karena diejek bau badan saat berhubungan intim.

Ahli psikologi forensik dari Universitas Indonesia menduga kasus pembunuhan yang menimpa Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, terjadi karena kecelakaan. Menurut dia, ada kemungkinan korban meninggal karena adanya perilaku seksual sadistis dari pelaku sehingga berujung pada kematian. “Polisi bisa menyelidiki apakah ada bukti persenggamaan pada tubuh korban beberapa saat sebelum ia dihabisi,” katanya melalui pesan elektronik, Senin, 13 April 2015.

Reza menjelaskan, jika pembunuhan tersebut dilatarbelakangi balas dendam atau kebencian, lazimnya pada tubuh korban akan ditemukan bekas luka atau pencederaan oleh pelaku. Selain itu, jika memang sejak awal berniat untuk membunuh, pelaku biasanya telah memiliki rencana untuk menyembunyikan tubuh korban. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di daerah Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu malam, 11 April 2015. Jasad ditemukan dalam keadaan mulut tersumpal kaus kaki dan terjerat kabel.

Reza berpendapat, melihat interaksi korban di media sosial Twitter, tersirat adanya kebencian terhadap korban. Namun, dia mengimbuhkan, sangat berisiko untuk membunuh korban di kamar kos tempat ia tinggal. Pelaku pembunuhan, Reza mengimbuhkan, bisa siapa saja. “Walau bagaimanapun, polisi tetap perlu menginvestigasi kasus tersebut,” ucapnya. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 12 April lalu. Dia ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan leher korban terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki.

Netizen menyebut Deudeuh pemilik akun @tataa_chubby di situs mikroblogging Twitter. Para pengguna akun media sosial itu juga menyatakan Deudeuh merupakan wanita penghibur yang memasarkan dirinya melalui Twitter. Di profil akun @tataa_chubby, tertulis berbagai informasi mengenai cara memesan dan harga per jam untuk “bermain” dengan pemilik akun. “Include room, Rp 350 ribu per jam,” tertulis di profil akun itu. Banyak akun yang terhubung dengan akun @tataa_chubby itu. Di bagian foto di twitter itu, terlihat berbagai ucapan rasa puas setelah berkencan dengan @tataa_chubby.

Tataa memberitahu sebuah foto yang berisikan ucapan puas dari pelanggannya. Foto itu merupakan hasil pesan pendek dia dengan kliennya. Di foto itu yang tertulis pada 7 April lalu berisi, “Itu…, enak banget. Terima kasih ya, Taa.” Tataa pun membalas dengan “Ahahahaha, bikin enek ya, sudah mau pulang lagi. Xiixixixi. Makasih juga, ya.” kata dia di dalam foto itu. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 12 April lalu.

Deudeuh ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan leher terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Tewasnya Deudeuh banyak direspons pengguna situs mikroblogging, Twitter. Netizen menyebut perempuan itu adalah pemilik akun @tataa_chubby. Banyak doa dilontarkan pengguna Twitter atas meninggalnya Deudeuh. Seperti @ahmadalfarrel. “Terbanglah kupu-kupu malamku, kepakan bebas sayapmu RIP @tataa_chubby,” cuit dia, Senin 13 April 2015.

Lainya, @misstattoo88, dengan nama your bitchy. “#prayfor @tataa_chubby, heaven has new angel,” cuit dia 11 April 2015. Kepala Kepolisian Sektor Metro Tebet, Komisaris I Ketut Sudarma, mengatakan Deudeuh diduga tewas dengan cara tidak wajar.

Namun, polisi belum dapat memastikan bagaimana modus, motif, dan siapa pelaku pembunuhan Deudeuh. “Masih penyelidikan dan belum sampai pada kesimpulan,” kata dia Minggu, 12 April 2015.Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun ditemukan tewas pada Sabtu 11 April lalu sekitar pukul 19.00 WIB. Kondisinya mengenaskan dengan leher terlilit kabel dan mulut tersumpal kaos kaki di kamar kostnya.

Penjaga kost tempat Deudeuh tinggal, Juliana mengatakan dia terakhir kali melihat perempuan itu pada Jumat 10 April 2015 lalu. “Pagi dan sore saya masih melihat dia,” kata dia, Minggu 12 April 2015. Namun, sosok perempuan itu sudah tak nampak lagi selepas sore. Juliana mengaku sempat mendengar suara gaduh dari kamar Deudeh pada Jumat malam. “Sempat diketuk tapi tak ada jawaban,” ujarnya. Deudeuh baru nampak lagi pada Sabtu malam namun telah dalam kondisi tak bernyawa.

Menurut Juliana, Deudeuh alias Tata sudah sekitar 3 tahun tinggal di kosan tersebut. Perempuan yang beralamat di Depok itu diketahui memang kerap membawa temannya ke kostan. Namun, Juliana tak tahu siapa teman yang terakhir bertemu Deudeuh. “Saya tak melihat,” ujarnya. Suasana kosan Deudeuh tampak sepi. Para penghuni kosan tak ingin menampakkan diri. Garis polisi nampak terpasang di depan kamar Deudeuh yang terletak di lantai 2. Sehari-hari, menurut dia, Deudeuh biasa saja. “Dia lebih sering di kosan,” kata dia.

Justru teman-temannya yang sering datang ke kosan yang tepat berada di pinggir jalan ini. “Teman-teman lelakinya banyak. Sering datang ke sini siang sama sore.” Deuhdeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di sebuah rumah kos di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Wanita itu diduga meninggal karena dibunuh.

Kepala Kepolisian Sektor Metro Tebet, Komisaris I Ketut Sudarma, mengatakan jenazah Deuhdeuh ditemukan pada Sabtu malam, pukul 19.00 WIB. Dia ditemukan dalam keadaan telanjang dan tertutup selimut. Leher korban terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Deudeuh punya banyak nama, seperti diketahui nama lengkapnya Deudeuh Alfisahrin. Di akun twitternya Alfi Albhayumi, nama panggilannya yang kini bersliweran di berbagai media massa adalah Empi alias Tata.

Kematian janda beranak satu ini menyulut perhatian. Sabtu malam sebelum Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun ditemukan tewas, penjaga dan beberapa penghuni kos sempat mendengar suara gaduh dari kamar Deudeuh pada Jumat 10 April 2015 lalu sekitar pukul 20.00 WIB. Suara itu terdengar seperti seseorang yang sedang memberontak untuk melarikan diri.

“Bunyinya gladak gluduk gitu,” kata Juliana, penjaga kost di tempat Deudeuh tinggal, Ahad 12 April 2015. Dia dan beberapa penghuni kost yang merasa heran sempat mencoba mengetuk pintu kamar korban yang berada di lantai 2. “Tapi enggak ada yang menjawab.” Akhirnya, Juliana berhenti mengetuk karena mengira Deuhdeuh mungkin sedang ke luar. “Teman yang di kamar ujung sempat ada yang BBM juga, tapi enggak dijawab,” kata dia.

Namun, kata Juliana, teman kamar di sebelah korban tak mendengar suara ribut. “Di sebelahnya malah enggak dengar suara ribut-ribut,” ujarnya. Sampai keesokan harinya, Deudeuh tak juga muncul dari kamar setelah terakhir terlihat oleh Juliana pada Jumat sore. Padahal biasanya, menurut perempuan 25 tahun itu, Deuhdeuh sering keluar untuk minta dibelikan makanan. “Hari Sabtu itu dia enggak kelihatan sama sekali. Pada nyariin,” kata dia. Apalagi mengingat Deuhdeuh yang lebih sering berada di kosan.

Pada Sabtu malam, Juliana dan sejumlah penghuni kos nekat membuka kamar nomor 28 itu menggunakan kunci duplikat. Mereka kaget melihat sosok Deudeuh terbaring di lantai kamar dekat tempat tidur, tertutupi oleh selimut dengan kaos kaki di mulut dan kabel di lehernya. “Saya langsung turun manggil ibu kos,” kata Juliana.

Penemuan mayat ini dilaporkan ke petugas Kepolisian Sektor Metro Tebet. Petugas, kata Juliana, langsung memeriksa kamar kos sambil menanyai sejumlah rekan korban. “Katanya ada barang punya dia yang hilang,” ujarnya.Farida Nurhidayat, pemilik rumah kos Deudeuh alias Tata Chubby, mengaku sudah lama mengenal perempuan itu. Farida pun mengetahui pekerjaan perempuan bernama Deudeuh Alfisahrin adalah wanita panggilan.

“Tapi, yang saya tahu, dia menerima tamu di luar,” kata Farida Senin, 13 April 2015. Jika pun menerima tamu di kamar kosnya, Farida menduga baru belakangan ini saja. Farida pun tak memprotes atau melarang Deudeuh untuk tinggal di rumah kosnya. “Kos ini memang bebas. Apalagi dia kalau terima tamu juga di luar,” ujar Farida. Farida merasa sudah kenal lama dengan Deudeuh sehingga tak mau mempermasalahkannya.

Deudeuh dikenalnya sebagai perempuan baik. Farida sudah mengenal Deudeuh sejak 2011. “Saya lupa tepatnya kapan. Tapi saya kenal dia ketika Deudeuh pertama kali mau masuk kos sini,” tutur Farida. Farida mengatakan Deudeuh sempat beberapa kali pindah kos setelah menyewa sebuah kamar di kos miliknya. “Dia pernah pindah ke Kuningan dan Kalibata,” kata Farida. Namun, dua kali berpindah-pindah, Deudeuh kembali ke rumah kos milik Farida. “Sudah sekitar satu tahun.”

Selain Deudeuh, menurut Farida, masih ada penghuni kosnya yang berprofesi sama. Namun, yang diketahuinya, mereka tak membawa tamu ke kos. “Cuma dua orang yang kerja seperti itu,” ujar Farida. Farida pun menjadi salah satu orang yang melihat jasad Deudeuh setelah penjaga kos, Juliana, memberi tahunya soal kondisi Deudeuh yang tampak mengenaskan dengan leher terjerat dan mulut tersumpal. “Saya kasih tahu suami. Suami ngasih tahu kamtibmas setempat lalu melapor ke polisi,” kata Farida.

Farida mengaku telah beberapa kali didatangi polisi yang menanyakan mengenai kondisi Deudeuh sebelum ditemukan tewas. “Semalam polisi juga datang lagi,” ujar Farida. Kamar Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, 30 tahun, kini tertutup rapat. Di depan pintu kamar terpasang garis polisi melintang, menandakan tak boleh ada orang yang memasuki kamar itu. Di kamar itulah mayat Deudeuh ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Penjaga kos, Juliana, menuturkan Deudeuh sudah tak kelihatan sejak Jumat sore, 10 April 2015, sampai akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu malam, 11 April 2015. “Biasanya dia keluar untuk beli makan,” kata Juliana, Senin, 13 April 2015. Penjaga kos dan sejumlah penghuni kos pun menaruh curiga. Sebab, pada Jumat malam sempat terdengar suara gaduh dari kamar itu. “Bunyinya gladak-gluduk gitu,” kata Juliana. Bahkan penghuni kamar kos yang berada di ujung lorong lantai 1 bisa mendengar suara berisik itu.

Kamar kos Deudeuh ada di lantai 2. Tepatnya di bagian lain ujung lorong. Di sebelah kirinya tak ada kamar, melainkan sebuah jalan menuju tangga. Di sebelah kanan kamarnya, berjajar tiga pintu kamar lain. Di depannya pun ada beberapa kamar.

Untuk menuju kamarnya, setelah masuk dari pintu depan yang dilapisi teralis, pengunjung perlu melewati sebuah lorong yang tak terlalu lebar. Di kiri-kanannya ada kamar lain. Di bagian kiri setelah sekitar 10 meter dari pintu masuk, ada tangga yang akan mengantar ke lantai 2. Tangganya pun tak terlalu lebar. Dua orang bisa berjalan bersebelahan di sana sambil berimpitan. Naik ke lantai 2, kamar Deudeuh ada di sisi lainnya, menaiki lagi beberapa anak tangga. Kamar Deudeuh tepat di sebelah kanan anak tangga itu.

Suasana rumah kos itu terasa sepi. Apalagi pada setiap kamar tak tersedia jendela yang memungkinkan seseorang mengintip ke bagian dalam kamar kos. Mungkin karena alasan itu jasadnya baru ditemukan satu malam dari Deudeuh terakhir kali terlihat. Dari penuturan Juliana, sehari-hari Deudeuh memang jarang ke luar rumah kos. “Dia sering ada di kos,” ujarnya. Namun dia memang sering menerima tamu di kos. “Teman laki-lakinya banyak.”

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan barang bukti dari kamar korban. “Barang-barang seperti kaus kaki, kabel, buku, dan lain-lain sedang kami kumpulkan,” katanya.Dia pun sedang meneliti buku catatan yang diduga berisi nama-nama pelanggan Deudeuh. “Kami juga sudah mengumpulkan sidik jari yang ada di kamar,” ujarnya. Polisi pun mengaku menemukan bekas sperma di kamar, tapi masih dalam penelitian. “Itu harus kami buktikan dulu berdasarkan visum.”

Polisi menduga Deudeuh Alfisahrin alias Tata Chubby, 30 tahun, sudah meninggal selama 12 jam sebelum ditemukan. Deudeuh sudah tak kelihatan sejak Jumat sore, 10 April, sampai akhirnya ditemukan tewas pada Sabtu malam, 11 April 2015. “Sepertinya sudah 12 jam meninggal,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru, Senin, 13 April 2015. Namun, untuk memastikannya, polisi masih menunggu hasil otopsi dari mayat perempuan itu.

Mayat perempuan tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kamar kosnya di kawasan Tebet, Jakarta Selatan. Lehernya terlilit kabel dan mulutnya tersumpal kaus kaki. Mayat itu dalam kondisi tanpa busana dan tertutupi selimut. Audie mengatakan polisi menemukan sejumlah barang bukti di kamar kos Deudeuh. Di antaranya, buku catatan dan alat kontrasepsi. “Barang-barang itu masih dalam penyelidikan kami,” ujarnya.

Dari barang-barang tersebut, ada beberapa orang yang kemungkinan melakukan komunikasi terakhir dengan korban atau menjadi pelaku pembunuhan. Terutama dalam buku catatan yang diduga berisi nama-nama pelanggan Deudeuh. “Namun kami belum mengerucut ke orang tertentu,” tutur Audie. Pada alat kontrasepsi yang ditemukan di TKP juga terdapat sperma. Polisi masih menyelidiki apakah temuan tersebut terkait dengan kasus kematian Deudeuh. “Itu harus kami buktikan dulu berdasarkan visum,” Audie berujar.

Deudeuh memang dikenal sering kedatangan tamu di kamar kosnya di kawasan Tebet. Pemilik kos pun mengetahui pekerjaan Deudeuh sebagai wanita panggilan. Deudeuh Alfisahrin, 30 tahun, ditemukan tewas di kamar kosnya di Kawasan Tebet, Jakarta Selatan pada Sabtu malam, 12 April lalu. Dia ditemukan dalam kondisi tanpa busana dengan leher korban terlilit kabel hitam dan mulutnya tersumpal kaus kaki.

Netizen menyebut Deudeuh pemilik akun @tataa_chubby di situs mikroblogging Twitter. Para pengguna akun media sosial itu juga menyatakan Deudeuh merupakan wanita penghibur yang memasarkan dirinya melalui Twitter. Di profil akun @tataa_chubby, tertulis berbagai informasi mengenai cara memesan dan harga per jam untuk “bermain” dengan pemilik akun. “Include room, Rp 350 ribu per jam,” tertulis di profil akun itu. Banyak akun yang terhubung dengan akun @tataa_chubby itu. Di bagian foto di twitter itu, terlihat berbagai ucapan rasa puas setelah berkencan dengan @tataa_chubby.

Tataa memberitahu sebuah foto yang berisikan ucapan puas dari pelanggannya. Foto itu merupakan hasil pesan pendek dia dengan kliennya. Di foto itu yang tertulis pada 7 April lalu berisi, “Itu…, enak banget. Terima kasih ya, Taa.” Tataa pun membalas dengan “Ahahahaha, bikin enek ya, sudah mau pulang lagi. Xiixixixi. Makasih juga, ya.” kata dia di dalam foto itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s