Profile M Prio Santoso Tersangka Pembunuh Deudeuh Alfisahrin Alias Tata Chubby


M Prio Santoso alias Rio, tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby bekerja sebagai guru matematika di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di Jalan Surya Mandala 1 Nomor 9 E, Kedoya, Jakarta Barat. Bagaimana keseharian Rio? ‎”Perilakunya biasa saja. Kemarin masih mengajar, karena kemarin dia megang kelas XII. Saya saja sampai nggak percaya sampai sekarang,” ujar Ima, staf administrasi di bimbel tersebut, Rabu (15/4/2015).

Menurut Ima, Rio sudah 1,5 tahun kerja di bimbel tersebut. Dia merupakan guru paruh waktu untuk kelas IX sampai XII. Keseharian Rio, menurut Ima, dia tidak tertutup dengan rekan kerjanya, supel banget. Bahkan Rio suka bercanda bila sedang tidak mengajar. “Makanya kayak nggak percaya. Karena orangnya ya gitu nggak memperlihatkan kayak gimana. Dia nggak tertutup juga, biasa ya bercanda dan suka bergaul,” kata Ima.

Ima menerangkan, Rio terakhir mengajar pada Selasa (14/4/2015) kemarin dari pukul 15.00-21.00 WIB. Dia mengajar anak kelas XII. “Ekspresinya normal saja, ngajar masih normal. Nggak kayak ada masalah,” tuturnya.
Namun menurut Ima, Rio di mata muridnya dikenal tegas. “Keseharian baik, sama guru-guru, sama murid juga nggak complain. Cuma dikenal sebagai guru yang tegas. Dalam artian kalau ada anak yang ribut atau main HP di kelas,” ucap Ima.

Di tempat yang sama, Benny Setiawan, pengajar kelas X di bimbel tersebut, masih tidak menyangka atas kelakuan Rio. Sikap Rio menurutnya bertolak belakang dengan kesehariannya. “Kami sangat nggak menyangka sama sekali, karena bertolak belakang dengan keseharian dia karena menurut kami dia profesional dalam mengajar,” kata Benny.

Rio ditangkap polisi tadi pagi. Rio mengaku membunuh Deudeuh karena dikatai wanita pekerja komersil itu bau badan saat berhubungan. Tidak diketahui seberapa sering M Prio Santoso alias Rio (24), pembunuh Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie (26) menggunakan jasa PSK lewat twitter. Usai menghabisi nyawa Tata, Rio pun masih sempat berselancar di jejaring sosial Twitter untuk mencari wanita lain.

Penelusuran dari akun Twitter milik Rio @santos06yoyo, ‎pria yang bekerja sebagai guru bimbel Matematika di sebuah tempat bimbel di Kedoya, Jakbar itu sering menyapa wanita-wanita yang menjajakan diri lewat Twitter. Rio memfollow 247 akun alter yang mayoritas perempuan dengan profile picture wanita seksi hingga wanita berbusana minim. Dua hari yang lalu, Senin (13/4), Rio masih sempat berkicau. Ia menyapa seorang perempuan di Twitter tersebut.

“dm rate nya donz,” tulis Rio kepada akun alter.

Lewat twitter, Rio berkenalan dengan Deudeuh. Mereka lalu sempat janjian pada Maret 2015. Saat itu, tak ada masalah. Namun baru pada pertemuan kedua, Rio disebut bau badan oleh Deudeuh, hingga akhirnya terjadi pembunuhan.Rio Santoso (24), pembunuh Deudeuh Alfisahrin ‘Tataa Chubby (26) akhirnya buka suara. Ia cerita Deudeuh mengeluhkan bau badan Rio saat asyik berhubungan intim. Rio merasa sakit hati lalu spontan membunuh perempuan cantik itu.

“‎Dia bilang badan lu bau, mau pingsan gue,” kata Rio kepada wartawan saat jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Rio yang mengenakan sweater warna abu-abu ini mengaku tidak pernah ada niatan untuk membunuh Deudeuh. “Spontan saja. Karena saya tersinggung disebut bau badan,” ujarnya. Ketika ditanya alasan mengambil barang-barang milik Deudeuh, Rio diam seribu bahasa sambil tertunduk lemas.

Perbuatan Rio yang mencuri barang-barang milik korban itulah yang membuat polisi tidak yakin jika pembunuhan korban tidak direncanakan. Polisi curiga, tersangka sudah ada niat mengambil barang milik korban sejak awal. “Awalnya tersangka melihat barang-barang korban di atas meja. Kami dalami apakah memang ada motif lain selain karena tersinggung karena barang-barang korban juga diambil,” ujar Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Albert Sianipar.

M Prio Santoso alias Rio (24) mengenal Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie (26) lewat situs jejaring sosial Twitter. Melalui Twitter, keduanya berkomunikasi hingga akhirnya bertemu. Diketahui, tersangka juga sudah 2 kali menggunakan ‘jasa’ Tata. Penelusuran, akun Twitter milik Rio @santos06yoyo ‎awalnya menyapa Tata lewat akunjya @Tataa_Chubby tanggal 11 Maret 2015.

“‎@tataa_chubby retweet aaaaah,” tulis Rio memention Tata.

Selanjutnya, tanggal 30 Maret 2015, Rio kembali menyapa Tata.

“@tataa_chubby available jam brp,”.

Terakhir kali, Rio menyapa kembali Tata di Twitter tanggal 1 April 2015. Dalam cuitannya itu, Rio menanyakan masalah bookingan untuk jasa Tata.

“@tataa_chubby hy manis mw bo bsk ada slot?,” cuit Rio.

Tata diketahui menjajakan diri lewat twitter. Pada bionya Tata secara terang-terangan menulis ukuran badannya serta aturan dalam menggunakan jasanya.

Rio merupakan pelanggan yang menggunakan jasa Tata. Polisi menyebut, Rio sudah dua kali menggunakan jasa Tata untuk berhubungan intim. “Pada pertemuan pertama pada Maret 2015, itu tidak ada masalah. Terakhir yang kedua, tanggal 10 April 2015 mereka berhubungan intim hingga mengakibatkan korban tewas,” ujar Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Albert Sianipar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015)Polisi mendatangi tempat kerja M Prio Santoso alias Rio (24) tersangka pembunuh Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby di sebuah bimbingan belajar (bimbel) di Jalan Surya Mandala 1 Nomor 9 E, Kedoya, Jakarta Barat. Rio juga diikutsertakan oleh polisi.

“Ada (Prio) tapi kelihatannya diborgol dan ketutupan sweater,” ujar Benny Setiawan, pengajar kelas X di bimbel tersebut, Rabu (15/4/2015). Benny menyatakan, 7 polisi dan Rio datang sekitar pukul 10.00 WIB. Namun dia tidak mengetahui barang-barang milik Rio apa saja yang dibawa polisi. “Saya kurang tahu apakah ada barang-barang milik Prio yang diambil oleh polisi,” ucap Benny. Di lokasi kerja Rio, lanjut Benny, polisi juga bertanya-tanya tentang keseharian pria beranak 1 itu. “Polisi nanya sikap dan keseharian dia gimana. Ada semobil gitu 7 orang polisi di sana,” tuturnya.

Polisi menangkap Rio di rumahnya di Bojonggede, Bogor, pukul 03.30 WIB tadi. Rio mengaku membunuh Deudeuh karena tersinggung dihina bau badan saat berhubungan intim. Usai membunuh Deudeuh dengan mencekik, Rio membawa barang-barang mewah Deudeuh seperti HP, Macbook dan uang Rp 2,8 juta.Deudeuh Alfisahrin (26) alias Tataa Chubby dibunuh M Prio Santoso alias Rio (24) pada Jumat (10/4/2015) lalu di sebuah kosan di kawasan Tebet Utara, Jakarta Selatan. Sehari setelah membunuh, Rio tetap mengajar matematika di bimbel kawasan Kedoya, Jakarta Barat.

“Hari Sabtu itu, dia terakhir ke sini siang. Karena Sabtu dia biasa pulang siang,” ujar Ima, staf administrasi bimbel tempat Rio bekerja di Jalan Surya Mandala 1 Nomor 9 E, Kedoya, Jakarta Barat, Rabu (15/4/2015). Menurut Ima, Rio tidak mengajar pada Minggu lalu karena libur. Terakhir Rio mengajar pada Selasa (14/4/2015) dari pukul 15.00-21.00 WIB.

“Dia mengajar kelas XII,” kata Ima. Sedang rekan kerja Rio yang lain Benny Setiawan mengatakan mengenai prestasi kerja, Rio masih rata-rata bawah. “Kalau dia, berprestasi sih belum masuk standar kami. Rata-rata bawahlah,” kata Benny.

Dalam sebulan, Benny mengungkapkan, Rio bergaji Rp 3,5 juta. Selain gaji, pengajar di bimbel itu juga mendapat tunjangan berdasarkan banyaknya murid. Selain Rio dan Benny, ada 3 pengajar lainnya. Mereka mengajar dari Senin-Kamis. Sedangkan hari Jumat dan Sabtu merupakan jadwal tambahan.

Setelah Rio ditangkap polisi, murid-murid di bimbel tersebut sempat menanyakan kebenaran hal itu. Namun Benny dan rekan-rekannya sudah menjelaskan semua itu pada murid-murid. “Kami jelaskan maksudnya saat ini fokus saja belajar karena sekarang harus fokus UN. Kalau ini (masalah Rio) kan masalah pribadi,” tutur Benny. Polisi menangkap Rio di rumahnya di Bojonggede, Bogor, pukul 03.30 WIB tadi. Rio mengaku membunuh Deudeuh dengan mencekik karena tersinggung dihina bau badan saat berhubungan intim. M Prio Santoso alias Rio (24) mengambil barang-barang berharga milik Deudeuh Alfisahrin alias Tataa alias Mipie (26), wanita yang dibunuhnya. Barang-barang itu ia simpan karena takut ketahuan.

“Saya simpan saja barang-barangnya, tidak saya jual, takut ketahuan,” ucap Rio kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Barang-barang ‎tersebut yakni 4 buah handphone merek Samsung, 1 unit MacBook, uang Rp 2,8 juta dan satu unit iPad. Barang-barang mewah yang disimpan di kamar Tataa itu ia curi lalu dibawanya pulang.

“Saya bawa pakai tas ransel,” imbuhnya. “Istri saya tak tahu (bawa barang-barang korban),” tuturnya.

Rio menambahkan, barang-barang tersebut dia ambil dari atas meja korban. Ia mengaku sejak awal menemui korban pada Maret 2015 lalu, dirinya sudah melihat barang itu disimpan di atas meja tersebut. “Barang-barangnya tergeletak begitu saja, tertata rapi. Jadi dari awal saya memang tahu ada barang itu,”‎ tambahnya. Pihak kepolisian menaruh curiga jika ‎motif pembunuhan korban oleh tersangka tidak hanya karena masalah sakit hati. Sebab, tersangka mengambil barang-barang milik korban usai menghabisi nyawanya.M Prio Santoso alias Rio (24) membunuh Deudeuh alias Tata (26) karena kesal diejek masalah bau badannya. Selain itu, tersangka juga mengaku sempat dikecewakan dengan ‘service’ Tataa.

“Pada pertemuan pertama saya kecewa dengan servicenya karena tidak sesuai dengan yang dia katakan,” kata Rio kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Tidak hanya itu, Rio juga mengaku kesal karena Tataa sempat mengejek fisiknya. “Dia menghina fisik saya,” imbuhnya. Kekecewaan dan juga rasa sakit hati tersangka atas perkataan korban menumpuk jadi satu. Hingga akhirnya, pada saat keduanya sedang berhubungan intim, korban dicekik oleh tersangka.

“Saya cekik dari belakang,” kisahnya.

Setelah mencekik Tataa, Rio kemudian melilitnya dengan kabel hingga tewas. Dia juga menyumpal mulut sang janda dengan kaos kakinya. Tataa yang masih tanpa busana kemudian hanya ditutupi dengan bedcover. Jenazah Tataa baru ditemukan sehari setelahnya. Kala itu orang yang biasa membantu Tataa membelikan makanan dan minuman, heran melihat wanita itu tak keluar kamar. Karena curiga, kamar pun dibuka hingga akhirnya terungkaplah kasus pembunuhan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s