12 Dokter Spesialis Dipecat dari RSUD Banten


Sebanyak 12 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten diberhentikan oleh manajemen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Banten itu, Kamis, 8 Januari 2015. Belasan dokter spesialis yang diberhentikan itu terdiri atas dokter spesialisas patologi, bedah ortopedi, spesialis anak, kedokteran jiwa, dan laboratorium.

Para dokter spesialis itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dari sejumlah kabupaten/kota di Banten yang diperbantukan di RSUD Banten sejak rumah sakit diresmikan pada Oktober 2013.

Salah seorang dokter menyatakan kecewa atas pemberhentian sepihak oleh manajemen RSUD Banten. Sebab, kata dia, pemberhentian itu tidak menyertakan alasan yang jelas. “Tidak seperti waktu meminta dokter untuk diperbantukan, kami diminta membantu di RSUD Banten. Tapi sekarang kami diberhentikan seperti ini,” kata dokter spesialis bedah ortopedi yang enggan disebut namanya itu. Bahkan, dia melanjutkan, sebagian dokter tidak mendapat surat pemberhentian secara resmi. Pemberhentian hanya disampaikan secara lisan.

Pihak rumah sakit, kata dia, juga sering tidak memenuhi hak para dokter selama bekerja. “Kami tidak dibayar penuh,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Banten Andi Fatmawati membantah tudingan bahwa pihaknya telah memecat 12 dokter spesialis. Menurut Fatmawati, yang sebenarnya terjadi adalah pemberhentian empat dokter PNS yang diminta rumah sakit asal tempat mereka bertugas. “Tidak ada pemecatan dokter. Yang benar itu kontraknya tidak diperpanjang lagi,” ujarnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s