Hanya Karena Berhutang Rp. 9,8 Milyar Kakek Thalib Abas Diculik Di Depok


Polisi berhasil menyelamatkan Thalib Abas, pengusaha yang menjadi korban penyekapan. Pria berusia 78 tahun itu ditemukan selamat di Perumahan Monalisa 2 di Grand Depok Residence, Jalan Harpa, Nomor 11 RT3/3 Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Depok. Seorang satpam Perumahan Monalisa 2 mengatakan, rumah yang digerebek polisi itu adalah milik keluarga Deni. Polisi datang Minggu malam sekitar pukul 19.00. “Saya sempat heran, kenapa polisi datang ke sini,” kata satpam yang tidak bersedia disebut namanya itu, Senin, 20 April 2015.

Belakangan dia baru tahu, di rumah Deni ada Thalib Abbasm seorang pria yang menjadi korban penyekapan. “Tapi saya tidak curiga. Saya juga tidak tahu bila Deni membawa korban penculikan. Selama ini memang saya kenal baik,” katanya. Menurut Satpam itu, Deni tinggal di rumah itu bersama istrinya. Namun beberapa hari terakhir sang istri tidak terlihat karena sedang pulang ke rumah orang tuanya.

Deni bekerja di sebuah tempat hiburan. Pria itu biasanya berangkat dan pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Namun sepekan terakhir satpam melihat ada mobil Toyota Avanza hitam yang parkir di depan rumahnya. “Katanya mobil sewaan,” ujar satpam tadi. Komplotan penculik Thalib Abbas ternyata tahun lalu pernah menculik Kemal Rafli, anak Thalib. “Pelakunya sama dengan yang menculik Kemal,” kata Ridho Zaki, anak Thalib lainnya.

Senin, 20 April 2015, polisi dari Polda Metro Jaya berhasil membebaskan Thalib, pengusaha berusia 78 tahun, dari sebuah rumah di Cilodong, Kota Depok. Thalib diculik seusai salat Isya pada Selasa, 15 April 2015, di rumahnya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ketika itu ada lima orang yang mencari Kemal Rafli, tapi tidak ada sehingga mereka memaksa Thalib masuk ke dalam mobil. Penculik meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga korban dan mengirim foto yang memotret wajah Thalib yang lebam dengan tubuh terikat.

Zaki mengaku telah mengirim Rp 25 juta ke rekening atas nama Arifin Ilham. Namun, berdasarkan keterangan polisi, kata Zaki, alamat yang tertera dalam rekening tersebut palsu. Selain itu, nama aslinya bukan Arifin Ilham, melainkan Zaenal Arifin. “Dia sudah tidak tinggal di rumah itu. Katanya dia punya tujuh KTP palsu.” Menurut Ridho, Kemal alias Abda diculik diduga karena terlilit persoalan utang dengan sejumlah orang. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Desember 2004 memvonis Kemal atas kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 20 miliar.

Dalam dakwaan jaksa, Kemal mengelabui 26 orang dengan uang yang ditarik berkisar Rp 100 juta sampai miliaran rupiah. Kabarnya, setelah bebas, dia kembali melakukan penipuan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto menjelaskan penculikan terhadap Kemal Rafli tahun lalu tidak dilaporkan kepada polisi. Pelaku, katanya, berhasil mendapat Rp 2 miliar dari persoalan utang-piutang yang dipersengketakan.

Heru mengatakan, kemungkinan pelaku menggunakan metode yang sama dalam penculikan kali ini dengan harapan bisa mendapat pertanggungjawaban dari Kemal. “Makanya pelaku sempat minta uang Rp 400 juta,” ujarnya. Keluarga korban tidak sempat mengirimkan uang sebanyak itu karena terbentur hari libur. “Keluarga cuma mengirim Rp 25 juta dalam dua kali transfer,” kata Heru uang tersebut dikirim ke sebuah rekening Bank Mandiri. Belakangan diketahui identitas rekening itu palsu.

Penculikan terhadap Thalib Abbas, pengusaha berusia 70 tahun, ternyata terkait dengan utang-piutang. Komplotan itu hendak menagih utang kepada anak Thalib sebesar Rp 9,8 miliar.Namun, saat datang ke rumah Thalib di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, 15 April 2015, sang anak tak berada di rumah. Sehingga penculik membawa Thalib Abbas dan menyekapnya. Penculik mengirim surat meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga Thalib Abbas.

Pada Senin, 20 April 2015, polisi dari Polda Metro Jaya membebaskan Thalib. Polisi menangkap enam dari delapan tersangka penculik. Ada dua pelaku yang jadi anggota TNI Angkatan Darat, yang masih buron. “Kami kerja sama dengan Polisi Militer (POM),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto.

Menurut Heru, tiga tersangka diamankan di tempat penyekapan di Kota Depok (bukan di Bogor, seperti berita sebelumnya). Mereka adalah DDQ, S, dan THM. Di sini, Thalib ditemukan dalam kamar dengan tubuh terikat. Tiga tersangka lainnya diamankan di tempat terpisah. Mereka adalah MAM, di tangkap di kompleks IPB Darmaga, S alias J di perumahan Monalisa Grand Depok, dan ED di Kampung Sangiang, Pandeglang.

Penculikan terhadap Thalib Abbas, pengusaha berusia 70 tahun, ternyata terkait dengan utang-piutang. Komplotan itu hendak menagih utang kepada anak Thalib sebesar Rp 9,8 miliar. Namun, saat datang ke rumah Thalib di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, 15 April 2015, sang anak tak berada di rumah. Sehingga penculik membawa Thalib Abbas dan menyekapnya. Penculik mengirim surat meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga Thalib Abbas.

Pada Senin, 20 April 2015, polisi dari Polda Metro Jaya membebaskan Thalib. Polisi menangkap enam dari delapan tersangka penculik. Ada dua pelaku yang jadi anggota TNI Angkatan Darat, yang masih buron. “Kami kerja sama dengan Polisi Militer (POM),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto.

Menurut Heru, tiga tersangka diamankan di tempat penyekapan di Kota Depok (bukan di Bogor, seperti berita sebelumnya). Mereka adalah DDQ, S, dan THM. Di sini, Thalib ditemukan dalam kamar dengan tubuh terikat. Tiga tersangka lainnya diamankan di tempat terpisah. Mereka adalah MAM, di tangkap di kompleks IPB Darmaga, S alias J di perumahan Monalisa Grand Depok, dan ED di Kampung Sangiang, Pandeglang.

Polisi menangkap penculik Thalib Abbas, pengusaha berusia 70 tahun. “Mereka ditangkap di tempat penyekapan di Bogor,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto, Senin siang, 20 April 2015. Di lokasi itu, polisi berhasil menyelamatkan korban dalam keadaan sehat. Namun Thalib harus dituntun ketika berjalan. Dari foto yang dikirimkan penculik kemarin kepada keluarga korban, Thalib babak belur dianiaya pelaku.

Ada tiga penculik yang ditangkap polisi. Masih dua pelaku lagi yang belum tertangkap. Ketika penculikan dilakukan di rumah Thalib di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu, ada lima penculik yang datang. Mereka datang dengan menyamar sebagai tamu. Para pelaku sempat meminta tebusan hingga Rp 400 juta kepada keluarga korban. Karena takut, keluarga memberikan uang Rp 5 juta. Keluarga sempat menerima foto korban dalam kondisi terikat dan lebam-lebam.

Pengusaha Thalib Abbas, 70 tahun, yang menjadi korban penculikan, dikenal sebagai orang yang ramah. Dia juga rajin untuk salat subuh di Masjid Nurul Islam yang berada di dekat kediamannya, perumahan De’Hill Nomor B-10, Jalan Camat Gabun II, RT4 RW 8, Kelurahan Lengteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Orangnya baik, jarang keluar dengan kendaraan sendiri. Dia lebih suka pakai ojek,” kata Ketua RT 4 RW 8, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Sapri, Senin, 20 April 2015. Sugiman, satpam perumahan De’Hill, mengatakan sejak dua tahun lalu Abah-sapaan Thalib Abbas-tinggal di perumahan itu. Abah sering didatangi tamu sehingga satpam jarang memeriksa identitas tamu-tamu Abah itu.

Pada 15 April lalu, ada satu mobil Toyota Avanza mencari Abah. Saat itu satpam yang bertugas adalah Husin, rekan Sugiman. Husin tidak memiliki kecurigaan apa pun dan membiarkan tamu itu masuk. “Besoknya baru tahu kalau Abah diculik,” kata Sugiman. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan, pelaku mengirimkan foto Thalib dalam kondisi babak belur kepada keluarga. Selanjutnya pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 400 juta.

Menurut penyidik, saat ini korban sudah ditemukan di Bogor dalam kondisi selamat. Ada enam orang ditangkap yang diduga sebagai pelaku penculikan. Heru membenarkan hal itu tapi belum bersedia memberikan keterangan rinci.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s