Fajar Arif Pemukul Satpam Menangis Bagai Perempuan dan Suruh Istri Minta Maaf Pada Korban


Penumpang KRL Fajar Arif menangis tersedu sedu bagaikan perempuan dan meminta maaf pada satpam yang dipukulnya karena menegurnya untuk mematikan rokok. Fajar akan meminta istrinya untuk menjenguk korban. “Saya merasa salah dan menyesal. Saya cuma bisa meminta maaf, paling istri saya mau ketemu sama korban mau minta maaf,” ucap Fajar saat ditemuidi Mapolsek Matraman, Jalan Matraman Raya, Jakarta, Selasa (21/4/2015). Fajar mengenakan penutup wajah warna hitam dan baju tahanan warna biru.

Fajar mengaku tak ada niat memukul Iqbal hingga terluka dan tak sadarkan diri. Pria yang pernah berlatih tinju ini sangat menyesal dan terus meminta maaf. “Kepada korban saya minta maaf, saya khilaf saya tidak niat sampai seperti itu. Saya cuma spontan, sekali lagi saya minta maaf,” ucap Fajar yang memiliki dua anak ini.

Fajar meneteskan air mata saat mengucapkan maaf. Air mata jatuh begitu dia teringat dengan nasib istri dan anaknya. Istri Fajar mengetahui perbuatan suaminya itu setelah Fajar diamankan di Polsek Matraman. “Istri tahunya pas saya di sini. Saya teringat anak saya yang paling kecil,” ucap Fajar masih dengan air mata meleleh.

Iqbal saat ini telah diperbolehkan pulang ke rumahnya di Bogor setelah dirawat sejak Senin kemarin di RSCM.Mohammad Iqbal, seorang satpam di Stasiun Pondok Jati, Jaktim tergeletak tak sadarkan diri setelah dipukul oleh seorang penumpang commuter line bernama Fajar Arif. Usai mendapat bogem mentah, kepala bagian belakang Iqbal membentur sudut pondasi pagar peron.

Bercak darah masih terlihat di lokasi, Selasa (21/4/2015). Bercak warna merah di sudut pondasi pagar. Tampak juga bekas tetesan darah dari atas menuju ke bagian lantai. udut pondasi pagar itu berada tepat di bawah spanduk warna merah dengan tulisan: Mulai Tanggal 1 April 2015 Diberlakukan Jadwal Baru.

Lalu di bagian lantai, tampak bercak darah yang lebih banyak. Iqbal memang tergeletak tak sadarkan diri sebelum akhirnya dibawa ke RSCM. “Kemarin teman-teman satpam lainnya langsung menolong Iqbal,” kata seorang satpam Stasiun Pondok Jati yang menolak disebutkan namanya.

Sedangkan Fajar Arif yang pernah belajar tinju sewaktu SMA ini melarikan diri dan melompat pagar stasiun. Di luar pagar, dia ditangkap oleh warga. Petugas polisi lantas membawa ke Mapolsek Matraman. SAat ditemui, Fajar mengaku menyesal telah memukul Iqbal dan tak henti hentinya menangis.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s