Mengapa Pemotor dan Pengendara Mobil Sering Berselisih Paham


Seringkali kita melihat perseteruan antara pemotor dan pemobil di jalanan. Terkadang, salah satu dari mereka tidak mau mengalah walaupun salah satu dari mereka pula yang sebenarnya adalah penyebab konflik tersebut. Kurangnya kesadaran terhadap keselamatan berkendara merupakan faktor utama pemicu perseteruan tersebut. Memang tak ada yang bisa dianggap sebagai yang paling benar antara pemotor mau pun pemobil jika sudah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Semua akan menerima kerugiannya masing-masing, seharusnya saling menghormati antar pengguna jalan, tidak peduli mereka itu pemotor, pejalan kaki, pesepeda atau pun pemobil. Memahami karakteristik setiap kendaraan adalah penting untuk menghindarkan diri dari kejadian yang tidak menguntungkan.

Berikut kejadian yang dialami oleh premotor mau pun pemobil:

1. Kecelakaan sepeda motor dengan mobil
Mayoritas kecelakaan sepeda motor terjadi karena pengemudi mobil tidak dapat melihat keberadaan sepeda motor, dengan kata lain karena kurangnya perhatian pengemudi mobil karena ngantuk, kecapean, sibuk dengan gadget, gps, mendengarkan musik sampai menonton tv atau video. Pengemudi mobil sebaiknya memberi perhatian khusus pada sudut tak terlihat (blind spots). Perhatian pengemudi mobil juga tidak boleh mengabaikan spion dan pastinya mengamati juga lalu lintas di sekitarnya sebelum membuat perubahan jalur atau memasuki persimpangan. Saat malam hari, cuaca buruk atau pun lalu lintas padat, setiap pengemudi mobil haruslah memiliki perhatian ekstra terhadap kondisi jalan yang dilalui.

2. Kecelakaan akibat berhenti mendadak
Kecelakaan yang melibatkan sepeda motor yang berada di belakang bisa berbahaya dan mematikan. Karena, sepeda motor tidak memiliki rangka atau bodi pelindung, seperti sebuah mobil. Menghentikan dengan kecepatan tinggi dan mengerem mobil secara tiba-tiba dapat menyebabkan pengemudi sepeda motor terkejut hingga membenturkan sepeda motornya. Tak jarang dalam kecepatan tinggi bisa mengakibatkan pengendara dan sepeda motornya terbang. Sebaiknya diantisipasi dengan menjaga jarak aman apabila sepeda motor berada tepat di belakang mobil dan tidak berhenti mendadak.

3. Kecelakaan karena menghindari jalan berlubang
Sepeda motor didesain hanya menggukan dua roda. Oleh sebab itu, kendaraan ini mudah terbalik, selip atau meluncur tak terkendali. Kecelakaan sepeda motor bisa mematikan pengendaranya apabila cuaca buruk, jalan berlubang atau pun kurang berpengalaman. Efek menghindari jalan berlubang tak jarang berujung pada kecelakaan, karena saat menghindari lubang tersebut, bisa saja ada saja pengendara mobil yang tidak menjaga jarak aman sehingga tidak sempat menghentikan mobilnya yang berakibat menyambar motor dari belakang.

4. Kecelakaan akibat pintu mobil
Pengemudi sepeda motor harus berhati-hati jika ada mobil yang sedang berhenti, karena bisa saja tiba-tiba si pengemudi mobil membuka pintu saat pemotor melintas, dan membuat pembuatnya terjatuh. Solusi agar meminimalisasi kejadian tersebut adalah berjalan pelan jika mau melewati mobil tersebut dan untuk pengemudi mobil, sebaiknya melihat belakang mobil sebelum membuka pintu dan jangan membuka pintu terlalu lebar serta terlalu asyik dengan diri sendiri yang membuat merasa menjadi raja jalanan.

5. Pengemudi mobil yang agresif
Karena suatu hal kecil, terkadang membuat pengemudi mobil ingin mengejar dan mengintimidasi pengendara motor sehingga bisa menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan karena merasa aman dibalik mobil dan merasa bila terjadi kecelakaan maka yang paling rugi adalah pemotor.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s