Categories
Perekomonian dan Bisnis Transportasi

Lalu Lintas Sudirman Thamrin Macet Total Karena KTT Asia Afrika


Penutupan Jalan Sudirman-MH Thamrin berdampak pada banyaknya warga jakarta dan pegawai kantor di sekitaran jalan tersebut harus menyiasati untuk mengurangi kerugian yang timbul akibat penyelenggaraan KTT. Sebab, kendaraan umum bahkan bus transjakarta pun tidak diperbolehkan. Beberapa orang akhirnya memilih menggunakan jasa sepeda motor ojek yang kian termarginalkan sejak Gubernur Ahok yang selalu berpihak terhadap pengendara mobil. Salah satu pangkalan ojek yang banyak disinggahi di perempatan Serong, Jakarta Pusat.

Ridho (36), salah satu pegawai yang di Gedung Sarinah Thamrin terpaksa menaiki ojek. Karena ia harus datang tepat waktu di kantornya. “Enggak apa-apa mahal yang penting tepat waktu daripada gaji dipotong sama bos,” kata Ridho, Rabu (22/4/2015). Selain itu, Marvin (40) terpaksa meninggalkan mobil pribadinya yang terjebak macet. Ia lebih memilih turun dan naik ojek menuju tenpat kerjanya yang berada di Karet. “Saya bawa mobil. Macet banget di situ (Jalan Abdul Muis). Saya tinggalin suruh sopir bawa pulang,” kata Marvin.

Tukang ojek yang berada di perempatan serong, Ikih (36) mengaku mendapat berkah akibat penutupan jalan. Sedari pagi sudah tiga kali melayani penumpang yang hendak menuju tempat kantornya. “Lumayan bang. Alhamdulillah jadi rame,” kata Ikig, Rabu. Kendati demikian, ia pun juga selektif dalam menaiki penumpang. Sebab jika penumpang meminta jalan yang cukup jauh, ia enggan untuk mengambil sewanya. “Kalau jauh males. Kayak tadi minta ke Pasar Baru. Perginya bisa, pulangnya enggak bisa. Ditutup semua,” kata Ikih.

Penutupan jalan protokol menyebabkan banyak aktivitas warga terhambat. Faridha, seorang karyawan perusahaan swasta di kawasan Cawang, Jakarta Timur, menempuh waktu empat jam dari rumahnya di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Faridha mengaku terpaksa berangkat sejam lebih awal dari biasanya, yakni pukul 05.30. Dia tiba di kantornya pukul 09.30. “Saya naik bus APTB Poris Plawad-Pulogadung jam setengah 6 pagi tadi. Jam 8 belum bisa keluar kawasan Kuningan,” kata Faridha, Rabu (22/4/2015).

Hal itu disebabkan macetnya jalan akibat penutupan jalan serta pengalihan arus atas penyelenggaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia-Afrika ke-60, di Jakarta Convention Center. Faridha mengungkapkan, baru dapat keluar dari kemacetan di kawasan Kuningan sekitar pukul 09.15. “Setelah berhasil lepas Kuningan, eh terjebak macet lagi di Pancoran. Tapi masih parah macetnya Kuningan, bener-bener enggak bisa bergerak,” kata dia.

Biasanya, lanjut Faridha, perjalanan dari rumah ke kantornya hanya memakan waktu sekitar 60 menit saja. Selama di Pancoran, Faridha juga menemukan mobil patwal polisi berwarna putih biru yang bertuliskan Pamwal VVIP KAA-60 juga terjebak macet. Meski demikian, Faridha mengaku memaklumi penutupan jalan ini. Memang sudah protapnya kalau kepala negara lewat ya jalannya mesti ditutup,” kata Faridha. Adapun penutupan jalan protokol dilakukan tiga kali, yakni pukul 06.30-10.00. Kemudian penutupan jalan juga akan dilakukan pada sore hari, yakni pada pukul 17.00-18.30. Terakhir, jalan protokol akan ditutup mulai pukul 19.00-22.00.

Jalan Gelora, Senayan, Jakarta Pusat, merupakan jalan yang terdampak penutupan sejumlah jalan protokol pada Rabu (22/4/2015). Seperti diketahui, sehubungan dengan adanya Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika, sejumlah jalan ditutup pada pukul 06.30-10.00 terkait sterilisasi jalan bagi kepala negara tamu. Menurut pantauan Kompas.com pada Rabu pagi, kemacetan di Jalan Gelora cukup parah. Kendaraan yang terlihat bergerak hanyalah sepeda motor, sedangkan pergerakan mobil ataupun bus kota tersendat.

Mobil dan bus kota berhenti beberapa detik, kemudian bergerak dengan kecepatan lambat, lalu berhenti lagi, dan seterusnya. Kemacetan terjadi di dua jalur, baik yang menuju Senayan maupun Pejompongan. Kemacetan diperparah dengan adanya pelintasan yang sebidang dengan rel kereta api. Saat kereta api melintas, kendaraan tidak lagi bisa bergerak dan memperparah kemacetan.

Sebagian pengendara sepeda motor bahkan nekat menaiki taman yang berada di samping jalan. Padahal, tindakan itu justru membuat aliran mobil tersendat saat mereka punya kesempatan untuk jalan. Kemacetan juga terjadi di perpotongan jalan dari flyover dekat kantor Badan Pemeriksa Keuangan. Hal tersebut terjadi lantaran adanya pertemuan antara kendaraan dari arah Benhil yang tidak bisa melintasi Jalan Jenderal Gatot Soebroto dan kendaraan dari Jalan Penjernihan 1.

Namun, di sepanjang jalan itu tidak tampak ada petugas, baik dari kepolisian maupun dinas perhubungan yang mengatur arus lalu lintas. Alhasil, pengendara mobil saling berebut jalan dan terjadilah kemacetan. Tepat pukul 09.15 WIB, ruas Jalan Sudirman kembali dibuka. Tak sampai hitungan detik, sejumlah kendaraan langsung tumpah ruah ke jalan yang sebelumnya lengang.

Beberapa pengendara mobil langsung memacu kendaraan mereka dengan kecepatan tinggi. “Buset, berisik banget itu mobil-mobil pada balapan apa lagi marah gara-gara telat ya,” komentar salah seorang calon penumpang angkutan umum di sekitar stasiun Sudirman. Dari pantauan, sejumlah kendaraan pribadi roda empat, sudah bisa melewati ruas Jalan Sudirman menuju arah Blok M maupun sebaliknya. Sementara angkutan umum seperti kopaja, metromini, transjakarta ataupun bus besar lainnya yang melintas di Jalan Sudirman masih beberapa. Ketika datang, bus langsung penuh sesak oleh penumpang.

Sore nanti, ruas jalan Sudirman kembali ditutup guna akses bagi peserta peringatan KAA di Jakarta. Petugas kepolisian meminta pengendara agar menghindari ruas Jalan Sudirman sejak pukul 16.00 WIB. “Nanti sore ada lagi penutupan mulai jam 5 sore, kalau bisa (pengendara) dari jam 4 udah lewat lah dari sini,” ucap salah seorang petugas kepolisian yang bertugas di kawasan tersebut.

Kemacetan yang parah di sejumlah jalan alternatif imbas penutupan jalan-jalan protokol di Jakarta membuat sebagian pengendara sepeda motor berhenti sejenak. Mereka mengaku kelelahan dan memilih berhenti sambil menunggu kemacetan terurai. Pemandangan ini tampak di sebuah taman depan Kantor Kementerian Perhutanan atau Gedung Manggala Wanabakti, Rabu (22/4/2015). Sekitar belasan pengendara motor tampak berhenti memarkir motornya dan duduk di atasnya.

Sebagian besar dari mereka tampak memegang ponsel. Ada yang menggunakannya untuk menelepon kantor, ada juga yang hanya bermain game atau media sosial. “Ngaso dulu, nunggu jalanan enggak macet,” ujar Feri (27) karyawan Lotte Mart, Fatmawati. Warga Kampung Melayu ini mengaku tidak tahu jalan yang biasa dilewatinya yakni Jalan Jenderal Sudirman ditutup. Karenanya, ia salah memilih rute.

“Tahu gitu tadi saya lewat Kalibata, tetapi karena sudah terlanjur, jadinya lewat sini,” kata pria yang mengendarai Honda Scoopy coklat ini. Erin (26), juga memilih untuk berhenti sejenak di taman itu. Ia berhenti untuk menelepon kantornya soal keterlambatannya. “Saya tahu sih mau ada penutupan jalan, tetapi enggak terlalu enggeh harinya, enggak nyangka kalau jadi macet parah gini. Saya telepon kantor izin terlambat,” kata karyawan yang bekerja di kawasan Blok M ini.

Sunardi (37) pun bernasib sama. Ia mengaku lelah sudah 1,5 jam berada di sepeda motornya dari Bekasi. Sehingga memilih untuk berhenti dulu untuk sekadar minum dan meregangkan otot. “Repot juga ya ditutup-tutup gini jalannya. Kalau begitu besok berangkat lebih pagi,” kata dia. Kawasan Monas pada sore nanti rencananya tidak akan dilintasi bus transjakarta. Hal itu berkaitan dengan akan dilakukannya rekayasa lalu lintas di jalan-jalan sekitar Istana Negara, sehubungan dengan akan dilangsungkannya jamuan makan malam oleh Presiden Joko Widodo terhadap delegasi negara-negara peserta Konferensi Asia Afrika (KAA).

Direktur Utama PT Transjakarta Antonius Kosasih mengatakan, layanan bus transjakarta yang akan terkena dampak terhadap peraturan tersebut adalah layanan Koridor II (Harmoni-Pulogadung). Menurut Kosasih, layanan transjakarta Koridor II tidak akan melewati kawasan Monas mulai pukul 16.00 hingga 22.00. “Mulai pukul 16.00, transjakarta Koridor II tidak akan melewati Halte Monas, Halte Balai Kota, dan Halte Gambir,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2015) pagi.

Kosasih menjelaskan, bus yang nantinya akan berangkat dari Halte Harmoni akan langsung berbelok ke Jalan Juanda melewati halte Pecenongan-Juanda-Pasar Baru-Pejambon-Lapangan Banteng-Merdeka Timur-Patung Tani-masuk halte Kwitang dan seterusnya menuju Pulo Gadung. “Pengalihan bersifat situasional mengikuti kondisi lalu lintas,” ujar dia.

Categories
Taat Hukum

Di Jakarta Tidak Ada Lagi Tempat Buat Merokok Kecuali Di Rumah Masing Masing


Para penumpang harus sadar, merokok di tempat umum seperti stasiun sudah lama dilarang keras. Selain merugikan diri sendiri, juga berpotensi merusak kesehatan orang lain. Karena itu, tak ada tempat bagi perokok di fasilitas umum. Aturan larangan merokok di tempat umum sudah dibuat berlapis. Mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah hingga peraturan gubernur DKI Jakarta khusus di ibu kota.

Ada UU No. 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang diperjelas dalam PP No. 19 Tahun 2003 tentang Pengamanan Rokok Bagi Kesehatan. Di sana, ada aturan soal kadar nikotin dan tar dalam rokok, keterangan pada label, produksi dan penjualan rokok, serta iklan dan promosinya. Mengenai pengaturan kawasan dilarang merokok, tercantum dalam Pergub DKI Jakarta No. 75 Tahun 2005 tentang Kawasan Dilarang Merokok sebagaimana telah diubah dengan Pergub DKI Jakarta No. 88 Tahun 2010 (“Pergub 88”).

Dalam Pasal 18 Pergub 88 disebutkan bahwa tempat atau ruangan merokok harus terpisah, di luar dari gedung serta letaknya jauh dari pintu keluar gedung. Salah satu yang dilarang keras sebagai arena merokok adalah tempat angkutan umum, mulai dari angkutannya hingga terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan.

Lalu, apa sanksinya? Baik pengelola dan perokok sebetulnya sudah terancam hukuman. Khusus pengelola tempat berikut sanksinya:

“Pimpinan dan/atau penanggung jawab tempat yang ditetapkan sebagai Kawasan Dilarang Merokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, apabila terbukti tidak memiliki komitmen, tidak membuat penandaan, tidak melakukan pengawasan kawasan dilarang merokok di kawasan kerjanya dan membiarkan orang merokok di Kawasan Dilarang Merokok, dapat dikenakan sanksi administrasi berupa :

a. peringatan tertulis;
b. penyebutan nama tempat kegiatan atau usaha secara terbuka kepada publik melalui media massa;
c. penghentian sementara kegiatan atau usaha; dan
d. pencabutan izin.

Sementara untuk perokok diatur dalam Pasal 41 ayat (2) jo Pasal 13 ayat (1) Perda DKI Jakarta No. 2 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara yakni, setiap orang yang merokok di kawasan dilarang merokok di kawasan dilarang merokok diancam dengan pidana kurungan paling lama 6 (enam) bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah).

Dengan demikian, sudah jelas apa yang dilakukan Fajar Arif di Stasiun Pondok Jati, Jakarta Timur, menyalahi aturan. Dia merokok di peron stasiun, tempat yang sudah jelas-jelas dilarang oleh Pergub DKI. Wajar saja ketika petugas PT KCJ, M Iqbal, menegurnya. Sebagai perwakilan pengelola dia berhak memberi peringatan.

Sayangnya, Fajar tak terima ditegur oleh Iqbal meski sudah terang-terangan melanggar. Sebaliknya, dia malah memberikan hook keras kepada Iqbal hingga tersungkur dan membentur pagar peron. Iqbal pun terluka bahkan sampai harus dirawat di rumah sakit.

“Kami sampaikan simpati terhadap satpam yang dirawat di RSCM. Menurut kami, itu adalah bentuk ketidaktaatan hukum sama sekali (yang dilakukan pelaku), karena satpam menjalankan tugasnya,” kata Ketua Yayasan Kawasan Tanpa Rokok Dr Rohani Budi.

Categories
Kriminalitas

Fajar Arif Pukul Hingga KO Satpam PT. KAI Karena Tidak Terima Dilarang Merokok


Fajar Arif memukul satpam PT KAI, M Iqbal, karena tidak terima saat diminta mematikan rokoknya. Fajar merokok di peron Stasiun Pondok Jati, Jakarta Timur, karena tidak ada tulisan dilarang merokok di lokasi. “Saya merokok karena di situ tidak ada tulisan larangan merokok. Di situ kan terbuka,” kata Kapolsek Matraman Ua Triyono yang menirukan ucapan Fajar. Hal itu disampaikan Ua di kantornya, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2015).

Pemukulan itu terjadi Senin (20/4) pukul 15.30 WIB. Aturan larangan merokok di stasiun sebenarnya sudah lama berlaku, dengan dasar hukum Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 115 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok. Namun, Ua membenarkan bahwa di lokasi tidak ada tanda larangan merokok.

“Memang di situ tidak ada tulisan larangan merokok,” ujarnya. Setelah mengayunkan hook keras ke rahang Iqbal, Fajar sempat mencoba melarikan diri. Meski begitu, mantan petinju ini mengaku menyesal karena keselo ketika melarikan diri. “Menyesal, Pak. Saya tidak tahu kalau bakal keselo gitu,” ucap Ua kembali menirukan Fajar. Iqbal sempat kritis dan dirawat di RSCM usai dipukul oleh Fajar. Saat ini, kondisinya sudah membaik dan telah diperbolehkan pulang.

Fajar Arif yang memukul satpam PT KAI di Stasiun Pondok Jati, Jakarta Timur, sempat berusaha melarikan diri usai mengayunkan bogem mentah. Apa daya, Fajar justru keseleo saat berusaha memanjat pagar peron stasiun. “Setelah mukul satpam, pelaku melarikan diri mencoba manjat pagar peron. Pas di luar stasiun ditangkap ama warga,” kata Kapolsek Matraman Ua Triyono di kantornya, Jl Matraman Raya, Jaktim, Selasa (21/4/2015).

Warga sempat hendak memukuli Fajar yang melarikan diri. Hanya saja, mantan petinju ini justru keseleo. “Kaki pelaku keseleo karena lompat pagar,” ucap Ua. Kepada polisi, Fajar mengaku menyesal karena mengeluarkan hook keras ke rahang satpam bernama M Iqbal tersebut. Alasan ia merokok adalah karena area stasiun terbuka dan tak ada tanda dilarang merokok.

“Saya merokok karena di situ tidak ada tulisan larangan merokok. Di situ kan terbuka dan selama ini belum pernah ada yang berani melarang saya,” ujar Ua menirukan pengakuan Fajar. Aturan larangan merokok di stasiun sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 115 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.

Fajar Arif mengaku menyesal setelah memukul satpam PT KAI bernama M Iqbal di Stasiun Pondok Jati, Jakarta Timur. Pemukulan itu dilakukan karena Fajar tidak terima ditegur saat merokok di peron stasiun. “Menyesal, Pak. Saya tidak tahu kalau bakal gitu,” kata Kapolsek Matraman Ua Triyono yang menirukan ucapan Fajar. Hal itu disampaikan Ua di kantornya, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Selasa (21/4/2015). Pemukulan terjadi Senin kemarin pukul 15.30 WIB.

Setelah memukul Iqbal, Fajar sempat melarikan diri dengan mencoba memanjat pagar peron. Mantan petinju itu mengaku merokok karena tidak tahu bahwa ada larangan di peron stasiun. Aturan larangan merokok di stasiun sebenarnya sudah tercantum dalam Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan Pasal 115 dan Pergub DKI Jakarta Nomor 88 Tahun 2010 tentang Kawasan Dilarang Merokok.

“Memang di situ tidak ada tulisan larangan merokok,” ujar Ua. Hook keras dari Fajar membuat Iqbal sempat kritis. Saat ini, kondisi Iqbal sudah membaik dan telah diizinkan pulang dari rumah sakit. “Namanya juga petinju. Sekali pukul minimal orang bisa mati juga, minimal dia tahu kelemahan orang tahu di mana, karena (pukulannya) di bagian rahang. Kalau orang biasa di mata, hidung, pipi,” ucap Ua.

Seorang petugas KRL, M Iqbal, terkapar karena dipukul penumpang yang tak suka ditegur karena merokok di stasiun. Pemukulan seperti ini bukanlah yang pertama kali terjadi, pada 2013 lalu seorang petugas wanita sempat dihajar 5 penumpang pria pengecut KRL tak bertiket. Pemukulan ini terjadi pada Fathmah Ikha Haryati, seorang petugas pemeriksa tiket Commuter Line, pada Juni 2013 lalu. Saat itu wanita berusia 27 tahun itu sedang memeriksa tiket pada lima penumpang di atas KRL Commuter Line, namun hanya ada satu yang memilikinya. Itu pun tiket ekonomi.

“Saya suruh turun di stasiun berikutnya, tapi malah marah-marah,” ujar Fathmah sambil menutupi mata kirinya saat ditemui di Stasiun Djuanda, Jakarta Pusat, Jumat (7/6/2013) lalu. Saat tiba di Stasiun Pasar Minggu, para penumpang itu turun. Namun mereka sempat melayangkan satu pukulan keras ke arah mata kiri Fathmah. “Saya sih merasa yang mukul cuma satu. Habis dipukul saya sudah nggak tahu apa-apa. Saya sempat pingsan,” terangnya.

Tak seperti kasus pemukulan terhadap Iqbal yang pelakunya bisa diringkus. Pelaku pemukulan terhadap Fathmah hingga kini tak tarungkap. Wanita berkerudung ini tak tahu detail ciri-ciri pelakunya. Karena saat itu kondisi Fathmah langsung lemas. Jika pemukul Fathmah tak diketahui, berbeda dengan pemukul Iqbal yang berhasil diamankan di Polres Matraman. Pemukul Iqbal bernama Fajar Arif, seorang buruh yang mantan petinju. Iqbal sempat mendapatkan perawatan di RSCM akibat pemukulan itu sebelum diperbolehkan pulang ke kediamannya di Bogor hari Selasa (21/4/2015) pagi.

Categories
Kriminalitas

Hanya Karena Berhutang Rp. 9,8 Milyar Kakek Thalib Abas Diculik Di Depok


Polisi berhasil menyelamatkan Thalib Abas, pengusaha yang menjadi korban penyekapan. Pria berusia 78 tahun itu ditemukan selamat di Perumahan Monalisa 2 di Grand Depok Residence, Jalan Harpa, Nomor 11 RT3/3 Kelurahan Jatimulya, Cilodong, Depok. Seorang satpam Perumahan Monalisa 2 mengatakan, rumah yang digerebek polisi itu adalah milik keluarga Deni. Polisi datang Minggu malam sekitar pukul 19.00. “Saya sempat heran, kenapa polisi datang ke sini,” kata satpam yang tidak bersedia disebut namanya itu, Senin, 20 April 2015.

Belakangan dia baru tahu, di rumah Deni ada Thalib Abbasm seorang pria yang menjadi korban penyekapan. “Tapi saya tidak curiga. Saya juga tidak tahu bila Deni membawa korban penculikan. Selama ini memang saya kenal baik,” katanya. Menurut Satpam itu, Deni tinggal di rumah itu bersama istrinya. Namun beberapa hari terakhir sang istri tidak terlihat karena sedang pulang ke rumah orang tuanya.

Deni bekerja di sebuah tempat hiburan. Pria itu biasanya berangkat dan pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Scoopy. Namun sepekan terakhir satpam melihat ada mobil Toyota Avanza hitam yang parkir di depan rumahnya. “Katanya mobil sewaan,” ujar satpam tadi. Komplotan penculik Thalib Abbas ternyata tahun lalu pernah menculik Kemal Rafli, anak Thalib. “Pelakunya sama dengan yang menculik Kemal,” kata Ridho Zaki, anak Thalib lainnya.

Senin, 20 April 2015, polisi dari Polda Metro Jaya berhasil membebaskan Thalib, pengusaha berusia 78 tahun, dari sebuah rumah di Cilodong, Kota Depok. Thalib diculik seusai salat Isya pada Selasa, 15 April 2015, di rumahnya di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ketika itu ada lima orang yang mencari Kemal Rafli, tapi tidak ada sehingga mereka memaksa Thalib masuk ke dalam mobil. Penculik meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga korban dan mengirim foto yang memotret wajah Thalib yang lebam dengan tubuh terikat.

Zaki mengaku telah mengirim Rp 25 juta ke rekening atas nama Arifin Ilham. Namun, berdasarkan keterangan polisi, kata Zaki, alamat yang tertera dalam rekening tersebut palsu. Selain itu, nama aslinya bukan Arifin Ilham, melainkan Zaenal Arifin. “Dia sudah tidak tinggal di rumah itu. Katanya dia punya tujuh KTP palsu.” Menurut Ridho, Kemal alias Abda diculik diduga karena terlilit persoalan utang dengan sejumlah orang. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Desember 2004 memvonis Kemal atas kasus penipuan dan penggelapan senilai Rp 20 miliar.

Dalam dakwaan jaksa, Kemal mengelabui 26 orang dengan uang yang ditarik berkisar Rp 100 juta sampai miliaran rupiah. Kabarnya, setelah bebas, dia kembali melakukan penipuan. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto menjelaskan penculikan terhadap Kemal Rafli tahun lalu tidak dilaporkan kepada polisi. Pelaku, katanya, berhasil mendapat Rp 2 miliar dari persoalan utang-piutang yang dipersengketakan.

Heru mengatakan, kemungkinan pelaku menggunakan metode yang sama dalam penculikan kali ini dengan harapan bisa mendapat pertanggungjawaban dari Kemal. “Makanya pelaku sempat minta uang Rp 400 juta,” ujarnya. Keluarga korban tidak sempat mengirimkan uang sebanyak itu karena terbentur hari libur. “Keluarga cuma mengirim Rp 25 juta dalam dua kali transfer,” kata Heru uang tersebut dikirim ke sebuah rekening Bank Mandiri. Belakangan diketahui identitas rekening itu palsu.

Penculikan terhadap Thalib Abbas, pengusaha berusia 70 tahun, ternyata terkait dengan utang-piutang. Komplotan itu hendak menagih utang kepada anak Thalib sebesar Rp 9,8 miliar.Namun, saat datang ke rumah Thalib di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, 15 April 2015, sang anak tak berada di rumah. Sehingga penculik membawa Thalib Abbas dan menyekapnya. Penculik mengirim surat meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga Thalib Abbas.

Pada Senin, 20 April 2015, polisi dari Polda Metro Jaya membebaskan Thalib. Polisi menangkap enam dari delapan tersangka penculik. Ada dua pelaku yang jadi anggota TNI Angkatan Darat, yang masih buron. “Kami kerja sama dengan Polisi Militer (POM),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto.

Menurut Heru, tiga tersangka diamankan di tempat penyekapan di Kota Depok (bukan di Bogor, seperti berita sebelumnya). Mereka adalah DDQ, S, dan THM. Di sini, Thalib ditemukan dalam kamar dengan tubuh terikat. Tiga tersangka lainnya diamankan di tempat terpisah. Mereka adalah MAM, di tangkap di kompleks IPB Darmaga, S alias J di perumahan Monalisa Grand Depok, dan ED di Kampung Sangiang, Pandeglang.

Penculikan terhadap Thalib Abbas, pengusaha berusia 70 tahun, ternyata terkait dengan utang-piutang. Komplotan itu hendak menagih utang kepada anak Thalib sebesar Rp 9,8 miliar. Namun, saat datang ke rumah Thalib di kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa, 15 April 2015, sang anak tak berada di rumah. Sehingga penculik membawa Thalib Abbas dan menyekapnya. Penculik mengirim surat meminta tebusan Rp 400 juta kepada keluarga Thalib Abbas.

Pada Senin, 20 April 2015, polisi dari Polda Metro Jaya membebaskan Thalib. Polisi menangkap enam dari delapan tersangka penculik. Ada dua pelaku yang jadi anggota TNI Angkatan Darat, yang masih buron. “Kami kerja sama dengan Polisi Militer (POM),” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto.

Menurut Heru, tiga tersangka diamankan di tempat penyekapan di Kota Depok (bukan di Bogor, seperti berita sebelumnya). Mereka adalah DDQ, S, dan THM. Di sini, Thalib ditemukan dalam kamar dengan tubuh terikat. Tiga tersangka lainnya diamankan di tempat terpisah. Mereka adalah MAM, di tangkap di kompleks IPB Darmaga, S alias J di perumahan Monalisa Grand Depok, dan ED di Kampung Sangiang, Pandeglang.

Polisi menangkap penculik Thalib Abbas, pengusaha berusia 70 tahun. “Mereka ditangkap di tempat penyekapan di Bogor,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto, Senin siang, 20 April 2015. Di lokasi itu, polisi berhasil menyelamatkan korban dalam keadaan sehat. Namun Thalib harus dituntun ketika berjalan. Dari foto yang dikirimkan penculik kemarin kepada keluarga korban, Thalib babak belur dianiaya pelaku.

Ada tiga penculik yang ditangkap polisi. Masih dua pelaku lagi yang belum tertangkap. Ketika penculikan dilakukan di rumah Thalib di Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu, ada lima penculik yang datang. Mereka datang dengan menyamar sebagai tamu. Para pelaku sempat meminta tebusan hingga Rp 400 juta kepada keluarga korban. Karena takut, keluarga memberikan uang Rp 5 juta. Keluarga sempat menerima foto korban dalam kondisi terikat dan lebam-lebam.

Pengusaha Thalib Abbas, 70 tahun, yang menjadi korban penculikan, dikenal sebagai orang yang ramah. Dia juga rajin untuk salat subuh di Masjid Nurul Islam yang berada di dekat kediamannya, perumahan De’Hill Nomor B-10, Jalan Camat Gabun II, RT4 RW 8, Kelurahan Lengteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

“Orangnya baik, jarang keluar dengan kendaraan sendiri. Dia lebih suka pakai ojek,” kata Ketua RT 4 RW 8, Kelurahan Lenteng Agung, Kecamatan Jagakarsa, Sapri, Senin, 20 April 2015. Sugiman, satpam perumahan De’Hill, mengatakan sejak dua tahun lalu Abah-sapaan Thalib Abbas-tinggal di perumahan itu. Abah sering didatangi tamu sehingga satpam jarang memeriksa identitas tamu-tamu Abah itu.

Pada 15 April lalu, ada satu mobil Toyota Avanza mencari Abah. Saat itu satpam yang bertugas adalah Husin, rekan Sugiman. Husin tidak memiliki kecurigaan apa pun dan membiarkan tamu itu masuk. “Besoknya baru tahu kalau Abah diculik,” kata Sugiman. Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Heru Pranoto mengatakan, pelaku mengirimkan foto Thalib dalam kondisi babak belur kepada keluarga. Selanjutnya pelaku meminta uang tebusan sebesar Rp 400 juta.

Menurut penyidik, saat ini korban sudah ditemukan di Bogor dalam kondisi selamat. Ada enam orang ditangkap yang diduga sebagai pelaku penculikan. Heru membenarkan hal itu tapi belum bersedia memberikan keterangan rinci.

Categories
Kreatif Perekomonian dan Bisnis

Haji Lulung Beli Cincin Akik Tommy Soeharto Rp 150 Juta


Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abraham Lunggana alias Lulung memenangkan lelang batu akik yang dilakukan Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto. Hal itu dilakukan dalam acara Gala Dinner para penggemar Batu Akik, di Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Dalam acara yang diadakan oleh asosiasi Great Stone Nusantara (GSN) itu, Lulung membayar batu akik Tommy seharga Rp 150 juta. Batu akik yang dibeli oleh Lulung adalah jenis Red Baron. Lelang dilakukan setelah pemaparan Tommy mengenai konsep pemberdayaan industri batu akik di Indonesia.

Lelang dibuka dengan penawaran harga dari seorang peserta acara yang bernama Firmansyah. Harga yang ditawarkan adalah sebesar Rp 100 juta. Setelah penawaran tersebut, pembawa acara memberikan kesempatan pada peserta lain untuk melakukan penawaran, termasuk Lulung. “Pak Haji Lulung berani bayar berapa?” tanya pembawa acara kepada tokoh asal Tanah Abang itu. Lulung kemudian spontan menjawab, “Rp 150 juta,” ujar dia.

Setelah itu, pembawa acara kembali memberikan kesempatan pada peserta lain untuk melakukan penawaran. Namun setelah semenit berlalu, tak ada peserta yang berani mengajukan penawaran di atas harga yang diajukan Lulung. Salah seorang peserta acara yang juga politisi Partai Golkar Ali Mochtar Ngabalin hanya tersenyum tanpa berusaha melakukan penawaran. Setelah pembawa acara melakukan penghitungan sampai angka 10, dia pun menyatakan Lulung sebagai pemenang lelang.

Selaku pemilik, Tommy langsung menyematkan cincin bermata merah itu ke tangan Lulung. Menurut pembawa acara, uang hasil lelang akan disumbangkan untuk kegiatan sosial, salah satunya untuk anak-anak yatim piatu. Pembina Asosiasi Great Stone Nusantara (GSN) Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menilai batu akik memiliki pangsa pasar yang sangat potensial. Menurut dia, andai ada 40 persen penduduk Indonesia yang berminat berkecimpung pada dunia batu akik, maka akan ada uang sebesar Rp 20 triliun yang berputar setiap tahunnya.

Menurut Tommy, perhitungan tersebut didapat hanya dari hasil penjualan batu akik dengan harga yang paling murah, yakni Rp 250.000 dan belum memperhitungkan batu-batu akik dengan harga yang mencapai ratusan juta.

“Jumlah penduduk Indonesia ada 250 juta. Andai ada 40 persen saja, artinya ada 100 juta orang, tiap satu orang setiap tahunnya cukup membeli satu batu, baik cincin atau bros, tidak perlu muluk-muluk cukup yang Rp 200.000, maka akan ada uang Rp 20 triliun yang berputar setiap tahunnya di industri ini,” kata Tommy saat acara Gala Dinner dengan penggemar batu akik di Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Atas dasar itu, Tommy meminta agar GSN dapat memaksimalkan potensi tersebut. Ia juga menyarankan agar GSN dapat merangkul berbagai asosiasi, komunitas, maupun paguyuban batu akik lainnya yang ada di seluruh Indonesia.

“Kalau kita mampu mengelolanya dengan baik dan dapat memaksimalkan segala potensi yang kita miliki, tentu ini merupakan potensi yang tidak kecil,” ujar putra Presiden kedua RI Soeharto itu. Berbagai jenis batu akik mulai dari yang berbentuk bongkahan hingga yang telah berbentuk cincin dipamerkan di Balai Panjang Museum Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu (18/4/2015).

Asal daerah batu yang dipamerkan juga beraneka ragam, mulai dari Aceh, Pacitan, hingga Papua. Berdasarkan pantauan, jenis Giok Aceh dibanderol seharga Rp 100.000 untuk tiga buah batu yang masih berbentuk bongkahan, sedangkan yang berbentuk cincin dijual dengan beraneka ragam, harga termahal Rp 500.000.

“Kalau ini yang paling gede gopek (Rp 500.000),” ujar penjual batu Giok Aceh, Fuad.

Selain batu Giok Aceh, ada pula batu Pancawarna yang berasal dari Raja Ampat, Papua Barat. Batu jenis ini dibanderol seharga Rp 5 juta untuk yang masih berbentuk bongkahan, sedangkan yang berbentuk cincin dibanderol dengan harga termahal mencapai Rp 2,5 juta.

“Masih bisa ditawar kok,” ujar pedagang batu, Edward.

Pameran batu akik ini diselenggarakan oleh Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia (HMP-Indonesia). Rencananya, malam ini, pembina HMP-Indonesia Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto akan memaparkan konsepsi pemberdayaan industri batu akik agar menjadi industri rumah tangga yang terfokus pada pengemasan, penjualan dan high promotion dengan sistem pemasaran di dunia.

Categories
Perekomonian dan Bisnis Sistem Pertahanan

Jadwal Buka Tutup Penerbangan Nasional Selama KTT Asia Afrika


PT Angkasa Pura II mengatur jadwal penerbangan di sejumlah bandar udara untuk menyambut kedatangan para delegasi asing peserta 60 Tahun Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA). Akan ada penutupan jadwal penerbangan pada bandara-bandara di bawah kewenangan PT Angkasa Pura II untuk keperluan tersebut.

Dalam pernyataan resmi perseroan yang diterima pada Sabtu (18/4/2015), PT Angkasa Pura II menyatakan bahaw bandara yang akan dijadikan lokasi penyambutan itu adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta serta Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung. Sementara itu, Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang disiapkan sebagai lokasi parkir pesawat kenegaraan dari para delegasi apabila diperlukan.

Berkenaan dengan itu, PT Angkasa Pura II melakukan penyesuaian jadwal penerbangan komersial. “Seiring dengan penerbangan VVIP dalam rangka KTT Asia-Afrika, di Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan penyesuaian jadwal penerbangan komersial pada 19 hingga 23 April 2015 dan 25 April 2015,” tulis perseroan dalam pernyataan resmi.

Khusus pada 24 April 2015, Bandara Halim Perdanakusuma dibuka untuk penerbangan sipil pada pukul 05.00 hingga 05.30 WIB, kemudian ditutup pada pukul 05.30 hingga 18.00 WIB. Penerbangan dibuka kembali pada pukul 18.00 hingga 21.00 WIB dan kembali ditutup pada 21.00 WIB hingga 05.00 WIB pada 25 April 2015.

Penutupan sementara untuk penerbangan sipil juga dilakukan di Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung. Jadwal penerbangan sipil komersial akan ditutup pada 23 April pukul 16.00 WIB hingga 24 April pukul 21.00 WIB.

Bandara Internasional Soekarno-Hatta atau Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta akan menyambut kedatangan para delegasi asing dari 109 negara pada 19 April 2015. Sementara itu, Bandara Internasional Husein Sastranagara di Bandung akan menyambut delegasi asing pada 23 April 2015.

Categories
Transportasi

Daftar Pengalihan Arus Lalu Lintas Saat KTT Asia Afrika


Saat kendaraan tamu peserta KAA melintas, polisi di setiap simpang akan menghentikan pengendara motor atau mobil sejauh 20 meter dari titik simpang atau lampu lalu lintas. Berikut rekayasa arus lalu lintas yang terdapat di 30 titik lokasi:

Dari Senayan:
1. Arus lalin yang datang dari timur ke Barat Jl Gatot Subroto, akan dialihkan ke kiri Jl Jenderal Sudirman menuju Sisingamangaraja dan seterusnya atau dialihkan melingkar Semanggi arah utara menuju Jl Jenderal Sudirman menuju Jl MH. Thamrin dan seterusnya.
2. Kendaraan roda empat dimasukkan ke gerbang tol Senayan
3. Arus lalin yang ingin melintas gerbang Pemuda diluruskan di sekat 2
4. Arus lalin yang datang dari Jl Asia Afrika yang ingin melintas di Gerbang Pemuda diluruskan ke arah Palmerah
5. Arus kendaraan yang datang dari arah Sisingamangaraja yang ingin masuk pintu I Senayan diluruskan ke arah Jl Jenderal Sudirman kemudian ke Semanggi dan seterusnya
6. Arus kendaraan yang datang dari arah Sisingamangaraja yang ingin masuk pintu V Senayan diluruskan ke arah Jl Jenderal Sudirman kemudian ke Semanggi dan seterusnya

Dari Harmoni menuju Bundaran HI:
1. Arus lalin dari Jl Medan Merdeka Utara yang menuju ke Jl Medan Merdeka Barat atau Thamrin dialihkan di TL Oteva ke Jl Tanah Abang Barat atau ke Harmoni
2. Arus lalin yang datang dari arah tanag Abang dialihkan ke arah Harmoni
3. Arus lalin yang datang dari arah Jl Abdul Muis menuju Bundaran Air Mancur diluruskan ke arah Harmoni begitupun sebaliknya
4. Arus lalin yang datang dari Jl Medan Merdeka Selatan dialihkan ke Jl Agus Salim
5. Arus lalin yang datang dari Jl Sabang dialihkan ke Jl Kebon Sirih menuju Tugu Tani
6. Arus lalin yang datang dari Jl Wahid Hasyim menuju Thamrin diputar balikkan
7. Arus lalin yang datang dari arah Jl Sabang dialihkan ke Jl Wahid Hasyim menuju Tugu Tani
8. Arus lalin yang datang dari arah Jl Kebon Kacang menuju HI diputar balikkan
9. Arus lalin yang datang dari Jl Moch. Yamin dialihkan ke kiri belakang Hotel Mandarin
10. Arus lalin yang datang dari Jl Imam Bonjol dialihkan ke Pamekasan ke arah Jl Sumenep

Kawasan Dukuh Atas menuju Monalisa:
1. Di traffic light CSW lalin yang akan menuju ke arah Jl Sudirman dialihkan ke Jl Trunojoyo (ke timur) dan ke Jl Kyai Maja
2. Di traffic light Bunderan Senayan dialihkan ke Jl Hangtuah menuju Jl Pakubuwono
3. Jl Pintu I diputar balik doorbrak FX Sudirman menuju ke Jl Asia Afrika
4. Semanggi atas dari arah Grogol menuju ke Jl Sudirman dibelakang GKBI dialihkan ke arah Cawang (Timur)
5. Semanggi dari arah Cawang yang akan turun menuju Jl Sudirman dialihkan ke arah Grogol (barat)
6. Pertigaan Benhil diputar balik arah Penjernihan
7. Pertigaan Meredian yang datang di Jl Mas Mansyur menuju ke Jl Sudirman diputar balik ke arah Tanah Abang
8. Pertigaan Danamon yang datang dari Casablanka samping Gedung Sampoerna diluruskan naik fly over ke arah Tanah Abang
9. Depan BNI Dukuh Atas jalur lambat dialihkan turun arah Manggarai atau Tanah Abang atau menuju ke Pejompongan
10. Sisi-sisi kendaraan dari jalur cepat dialihkan arah Jl Blora
11. Pertigaan Chase Plaza yang akan menuju atau masuk Jl Sudirman diputar balik ke kawasan Setiabudi

Kawasan Pancoran-Kuningan-Blok M:
1. Arus kendaraan yang datang dari arah MT Haryono menuju Gatot Subroto dialihkan ke kiri arah Pasar Minggu dan arus kendaraan yang datang dari Dr Supomo maupun dari Pasar Minggu diluruskan atau dialihkan ke MT Haryono dan arus kendaraan dari Pasar Minggu bisa dialihkan ke Jl Duren Tiga
2. Arus kendaraan yang datang dari arah Mampang menuju Rasuna Said bisa dialihkan melalui Jl Duren Tiga, Mampang Prapatan atau Jl kapten Tendean – Wolter Monginsidi dan seterusnya
3. Arus kendaraan yang datang dari arah Jl Panglima Polim menuju Jl Sisingamangaraja dialihkan ke Jl Melawai – Sultan Iskandarsyah – Wijaya I atau melalui Jl Tirtayasa adapun jalan lainnya melalui jalan ke kiri Kyai Maja – atau ke kanan Jl Trunojoyo – Wolter Monginsidi

Khusus Jakarta, kepolisian daerah Metro Jaya telah membuat beberapa skenario rekayasa lalulintas. Berikut perinciannya arus Pancoran-Kuningan-Blok M:

1. Arus kendaraan yang datang dari arah MT Haryono menuju Gatot Subroto dialihkan ke kiri Pasar Minggu dan arus kendaraan yang datang dari Dr Supomo maupun dari Pasar Minggu diluruskan atau dialihkan ke Jl MT Haryono dan arus kendaraan yang dari Pasar Minggu bisa dialihkan ke Jl Duren Tiga.

2. Arus kendaraan datang dari arah Mampang menuju Rasuna Said bisa dialihkan melalui Jl Duren Tiga, Mampang Prapatan 7 (Jl Bangka) atau Jl Kapten Tendean-Wolter Monginsidi dan seterusnya.

3. Arus kendaraan yang datang dari Jl Panglima Polim menuju Jl Sisingamangaraja dialihkan ke Melawai atau Jl Sultan Iskandarsyah-Wijaya I atau melalui Jl Tirtayasa, adapun jalan lainnya melalui jalan ke kiri Kyai Maja-ke kanan Jl Trunojoyo-Wolter Monginsidi dan seterusnya.

Alih Arus di Sekitar Senayan
1. Arus lalulintas yang datang dari timur ke barat Jl Gatot Subroto dialihkan ke Jl Jenderal Sudirman-Sisingamangaraja dan seterusnya atau dialihkan melingkar Semanggi arah utara-Jl Jenderal Sudirman-MH Thamrin dan seterusnya.

2. Kendaraan roda empat dimasukkan ke GT Senayan.

3. Arus lalulintas yang ingin melintas gerbang pemuda diluruskan di sekat 2.

4. Arus lalulintas yang datang dari Jl Asia Afrika yang ingin melintas gerbang pemuda diluruskan arah Palmerah

5. Arus kendaraan yang datang dari arah Sisingamangaraja yang ingin masuk Pintu 1 Senayan diluruskan arah JL Jenderal Sudirman-Semanggi dan seterusnya.

6. Arus kendaraan yang datang dari arah Sisingamangaraja yang ingin masuk Pintu V Senayan diluruskan arah Jl Jenderal Sudirman-Semanggi dan seterusnya.

Pada hari berlangsungnya KAA di JCC seluruh pintu masuk maupun keluar ditutup sementara untuk umum, kecuali petugas yang menjaga kegiatan tersebut.

Pengelola bandara, PT Angkasa Pura II (Persero), menyiapkan empat bandara untuk menyambut delegasi Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Afrika ke-60. Direktur Utama PT Angkasa Pura II Budi Karya Sumadi mengatakan di antaranya adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta. Kedua bandara akan menyambut kedatangan para delegasi dari 109 negara pada Ahad, 19 April 2015.

Adapun Bandara Internasional Husein Sastranagara, Bandung, akan menyambut para delegasi pada 23 April 2015. Sedangkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II di Palembang akan disiapkan sebagai lokasi parkir pesawat kenegaraan dari para delegasi jika diperlukan.PT Angkasa Pura II, menurut Budi, telah berkoordinasi dengan antara lain Kantor Staf Kepresidenan, TNI, Kepolisian RI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Pemerintah Kota Bandung untuk menjamin kelancaran dalam penyambutan tamu negara di bandara-bandara tersebut.

“Kami merasa terhormat dapat berkontribusi dalam KAA ini,” kata Budi, Sabtu, 18 April 2015. Sekretaris PT AP II Eko Diantoro menambahkan sebagai bagian dari penyambutan, di Terminal 2 Kedatangan Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 19 April akan diadakan pameran seni pop-art dan foto-foto koleksi Museum Konferensi Asia-Afrika. Selain itu juga ada happening art yang menampilkan seniman lokal dengan kostum dan rias wajah menyerupai tokoh-tokoh pendiri KTT Asia-Afrika.

Para penyewa tempat atau tenant di area komersial juga ikut memeriahkan KTT Asia-Afrika dengan memberikan potongan harga sebesar 10-15 persen khusus untuk produk kerajinan tangan atau handycraft mulai 16-26 April 2015. Di Bandara Husein Sastranegara, para seniman lokal Bandung akan menampilkan pertunjukan Kecaping Suling untuk memperkenalkan musik tradisional kepada para delegasi asing.

Sementara itu, seiring dengan adanya penerbangan VVIP dalam rangka KTT Asia-Afrika, di Bandara Halim Perdanakusuma dilakukan penyesuaian jadwal penerbangan komersial pada 19-23 April dan 25 April. Khusus pada 24 April, bandara dibuka untuk penerbangan sipil pada pukul 05.00-05.30 WIB dan ditutup pada 05.30-18.00 WIB. Kemudian buka pada 18.00-21.00 WIB dan kembali ditutup pada 21.00 WIB hingga 05.00 WIB pada 25 April.

Penutupan untuk penerbangan sipil juga dilakukan di Bandara Internasional Husein Sastranegara pada 23 April pukul 16.00 WIB hingga 24 April pukul 21.00 WIB. Hingga saat ini sejumlah negara sudah mengkonfirmasi jadwal kedatangan mereka dengan total jumlah penerbangan ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak lima penerbangan dan ke Bandara Halim Perdanakusuma 18 penerbangan.

Categories
Kriminalitas

Pemuda Jombang Bunuh Pacarnya Siswa SMK Karena Tahu Pacarnya Bukan Perempuan


Motif pembunuhan sadis siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Jombang, Afifudin Amirullah alias Affy, 17 tahun, akhirnya terungkap. Pembunuhan itu dilatarbelakangi hubungan asmara antara Affy dan Mohamad Rosyid, 18 tahun, warga Desa Kedunglosari, Kecamatan Tembelang, Jombang.

Affy ditemukan tewas di dekat jembatan Dusun Sumberwinong, Desa Banjardowo, Kecamatan /Kabupaten Jombang, Senin pagi, 13 April 2015, dengan belasan luka tikaman serta bekas jeratan di leher.

Kepala Kepolisian Sektor Jombang Ajun Komisaris Untung Sugiarto mengatakan Affy dan Rosyid awalnya memang berpacaran. “Sudah dua bulan berpacaran, pelaku tidak tahu jika korban ternyata seorang laki-laki,” ucap Untung, Kamis, 16 April 2015.

Setiap kali bertemu, ujar Untung, Affy yang memang berperilaku gemulai menyembunyikan wajahnya di balik jilbab. “Ketemunya pasti malam hari, dan korban mengenakan jilbab untuk mengelabui pacarnya. Hingga akhirnya jati diri Affy diketahui Rosyid,” tuturnya.

Dalam pergaulan sehari-hari, Affy dikenal sebagai transgender dan suka merias diri. Rosyid yang sebelumnya mengira Affy seorang perempuan akhirnya diberi tahu teman-temannya bahwa pacarnya tersebut seorang lelaki. Rosyid pun marah dan mengajak Affy bertemu pada Minggu malam, 12 April 2015.

“Rosyid normal, bukan penyuka sesama jenis. Pertemuan malam sebelum pembunuhan itu untuk membuktikan apakah Affy memang benar-benar laki-laki,” kata Untung. Setelah tahu pacarnya ternyata pria, Rosyid kecewa dan langsung menghabisi Affy.

Menurut Untung, Rosyid kenal dengan Affy dari seorang temannya. Rosyid tidak satu sekolah dengan Affy, sehingga dia tidak tahu keseharian Affy. “Rosyid putus sekolah dari salah satu sekolah swasta. Dia dikenal sebagai anak nakal,” ujar Untung.

Rosyid tertangkap setelah sepeda motor Affy yang dibawa lari dititipkan ke salah satu temannya di Kecamatan Tembelang. “Temannya lalu melapor ke polisi, hingga akhirnya tersangka kami tangkap,” ucap Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jombang Ajun Komisaris Harianto Rantesalu.

Dari tangan tersangka, polisi menyita barang pribadi milik Affy antara lain telepon genggam dan kamera. Baju Rosyid yang ada bercak darah Affy juga disita sebagai barang bukti. Tersangka dijerat dengan Pasal 340 subsider Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara maksimal 20 tahun.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

12 Dokter Spesialis Dipecat dari RSUD Banten


Sebanyak 12 dokter spesialis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banten diberhentikan oleh manajemen rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Banten itu, Kamis, 8 Januari 2015. Belasan dokter spesialis yang diberhentikan itu terdiri atas dokter spesialisas patologi, bedah ortopedi, spesialis anak, kedokteran jiwa, dan laboratorium.

Para dokter spesialis itu berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dari sejumlah kabupaten/kota di Banten yang diperbantukan di RSUD Banten sejak rumah sakit diresmikan pada Oktober 2013.

Salah seorang dokter menyatakan kecewa atas pemberhentian sepihak oleh manajemen RSUD Banten. Sebab, kata dia, pemberhentian itu tidak menyertakan alasan yang jelas. “Tidak seperti waktu meminta dokter untuk diperbantukan, kami diminta membantu di RSUD Banten. Tapi sekarang kami diberhentikan seperti ini,” kata dokter spesialis bedah ortopedi yang enggan disebut namanya itu. Bahkan, dia melanjutkan, sebagian dokter tidak mendapat surat pemberhentian secara resmi. Pemberhentian hanya disampaikan secara lisan.

Pihak rumah sakit, kata dia, juga sering tidak memenuhi hak para dokter selama bekerja. “Kami tidak dibayar penuh,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Banten Andi Fatmawati membantah tudingan bahwa pihaknya telah memecat 12 dokter spesialis. Menurut Fatmawati, yang sebenarnya terjadi adalah pemberhentian empat dokter PNS yang diminta rumah sakit asal tempat mereka bertugas. “Tidak ada pemecatan dokter. Yang benar itu kontraknya tidak diperpanjang lagi,” ujarnya.

Categories
Jaminan Kesehatan Perekomonian dan Bisnis

Dugaan Malpraktek di RS Siloam, 4 Dokter Menolak Bayar Uang Damai Rp 500 M


Rumah Sakit Siloam Karawaci memberikan alasan mengapa menolak draf perdamaian di luar pengadilan yang diajukan keluarga Dasril Ramadhan, pasien yang diduga menjadi korban malpraktek rumah sakit itu. Perwakilan dokter RS Siloam yang merawat Dasril, Mangantar Marpaung, menyatakan menolak pencabutan perkara yang bergulir di Pengadilan Negeri Tangerang sebagai syarat perdamaian. Alasannya, para dokter tidak bersedia membayar ganti rugi yang jumlahnya miliaran rupiah.

“Karena para dokter merasa telah melakukan upaya terbaik dalam menangani pasien. Sejak awal menolak permintaan ganti rugi,” kata Mangantar dalam keterangan tertulis yang diterima, Selasa, 14 April 2015.Menurut Mangantar, permintaan ganti rugi yang disampaikan ayah Dasril Ramadhan, Achmad Haris, sangat fantastis: Rp 500 miliar. Dari angka ini turun ke Rp 100 miliar, kemudian Rp 20 miliar, turun lagi Rp 10 miliar. “Terakhir dalam draf perdamaian Rp 5 miliar.”

Angka Rp 5 miliar, kata Mangantar, sebagai opsi pertama, dan Rp 3,5 miliar ditambah menanggung seluruh sisa biaya pengobatan sebagai opsi kedua. “Para dokter memilih perkara dilanjutkan dan menginginkan proses peradilan sebagai upaya mencari perlindungan hukum,” ujarnya.Rumah Sakit Siloam, kata Mangantar, selama ini proaktif dalam menjalin komunikasi dengan keluarga pasien. “Sejak mengetahui adanya ketidakpuasan dari keluarga pasien, kami berinisiatif mengadakan pertemuan dengan pihak keluarga untuk menyelesaikan ketidakpuasan tersebut.”

Achmad Haris, ayah Dasril Ramadhan, menggugat Rumah Sakit Siloam sebesar Rp 500 miliar ke Pengadilan Negeri Tangerang karena kecewa dengan layanan rumah sakit itu. Perkara ini sudah memasuki persidangan selama sepuluh bulan. Upaya Haris menempuh jalur damai gagal. Buntutnya, pada Jumat pekan lalu, Haris melaporkan empat dokter RS Siloam ke Polda Metro Jaya. Para dokter dituduh lalai sehingga mengakibatkan pasien terluka atau cacat.