Hasil Test Sucofindo Membuktikan Beras Plastik Terbuat Dari Polyvinyl Paralon


Walikota Bekasi Rahmat Effendi memastikan sampel beras yang diambil dari Pasar Mutiara Gading Timur terbukti mengandung plastik. Hal tersebut sesuai dengan hasil uji laboratorium yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Bekasi di laboratorium Sucofindo, di Cibitung, Jawa Barat.

“Plastik polivinil yang digunakan untuk membuat beras itu bahan yang sama untuk membuat pipa paralon. Jadi kalau kita makan beras tersebut, sama saja kita menelan pipa paralon,” kata Rahmat di Bekasi, dikutip dari Kantor Berita Antara, Kamis (21/5).

Menurut Rahmat, laboratorium Sucofindo telah melakukan uji kandungan beras tersebut selama dua hari yaitu mulai Selasa (19/5) sampai Rabu (20/5). Hasilnya, kata dia, beras yang dijual pedagang bernama Sembiring di Pasar Mutiara Gading itu terbukti mengandung bahan baku plastik yang berbahaya bagi kesehatan.

Rahmat menjelaskan, beras yang diuji di laboratorium ada sebanyak 250 gram dan berasal dari kios milik Sembiring yang sehari-hari berjualan beras di Pasar Mutiara Gading Timur. Sedangkan Dewi Septiani (29) adalah warga Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi yang pertama kali melaporkan keganjilan yang dirasakannya saat memasak dan mencicipi beras tersebut.

Komisi IV DPR RI meminta pemerintah membentuk tim khusus untuk mengurusi masalah beras impor bercampur plastik yang ditemukan di Bekasi, Jawa Barat. Komisi yang di antaranya mengurusi pertanian itu juga akan memanggil pihak terkait yakni Kementerian Pertanian untuk membahas masalah beras palsu tersebut. Anggota Komisi IV DPR Firman Soebagyo menyatakan pemerintah perlu membentuk tim untuk melakukan suatu evaluasi. “Apakah beras palsu yang diimpor itu merupakan selundupan,” kata Firman kepada CNN Indonesia, Rabu malam (20/5).

Politikus Partai Golkar ini mengatakan tim terdiri dari sejumlah pihak yang terkait dengan persoalan ini. “Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, kepolisian, dan pihak pabean,” ujarnya. “Komisi IV akan memanggil Menteri Pertanian,” lanjut dia.

Menurut Firman Komisi IV selama ini sudah sering menyampaikan ke pemerintah dalam hal ini Kemendag mengenai masalah produk-produk hasil pertanian yang masuk ke Indonesia. “Saya sampaikan secara langsung maupun tidak langsung untuk mengawasi pihak yang bisa memgimpor sesuai izin dan juga yang ilegal,” tutur dia. Firman meminta Kemendag segera melakukan koordinasi dengan pabean terkait validasi produk hasil pertanian. “Beras yang mengandung plastik itu sangat berbahaya bagi kesehatan, dibuat dari limbah, menimbulkan penyakit kanker dan bisa membunuh manusia,” kata Firman yang menduga kuat beras tersebut berasal dari Tiongkok.

Dia menjelaskan semua masalah tersebut sudah diatur dalam undang-undang pangan. “Pelanggarannya pidana, pemerintah harus bertanggung jawab,” ujar Firman yang sudah dua periode di DPR menduduki Komisi IV.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s