6 Cara Langkah Mudah Membedakan Beras Asli Dengan Beras Plastik


Heboh beras plastik membuat masyarakat harus waspada sebelum membeli. Namun Anda tidak perlu khawatir karena ada beberapa ciri yang dapat dikenali agar tak salah memilih beras palsu ini.

1. Tak Ada Mata
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran menyebutkan ciri utama beras asli adalah adanya mata beras. “Kalau beras asli pasti ada matanya, sedangkan yang palsu putih mulus,” kata Ngadiran saat dihubungi, Kamis, 21 Mei 2015. Mata beras yang dimaksud Ngadiran adalah bercak putih pada bagian tengah bulir beras. Pada beras asli, bercak ini dapat terlihat dengan jelas. Beras asli juga memiliki warna yang lebih keruh.

2. Bentuknya Mulus
Selain itu, menurut Ngadiran, kemulusan beras asli tidak sempurna. Pasti ada bulir-bulir beras yang sedikit patah. Hal ini berbeda dengan beras palsu dari plastik bikinan pabrik yang bentuknya seragam.

3. Lengket
Bila dengan pandangan sekilas masih meragukan, Anda bisa mengecek keaslian beras dengan cara memanaskannya sedikit. “Bila diberi api, beras sintetis akan langsung lengket dan menyambung karena terbuat dari plastik,” ujar Ngadiran.

4. Mengambang
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Kota Bandung, Elly Wasliah, mengatakanpengujian beras bisa dilakukan dengan sederhana. “Kalau beras saat di masukan ke dalam air mengambang, kemungkinan itu plastik. Kalau yang asli tidak seperti itu, ” kata Elly, Kamis, 21 Mei 2015.

5. Tak Berbau
Dari pengujian tim Tempo, beras plastik setelah dimasak tidak berbau sama sekali. Ini berbeda dengan beras asli yang khas berbau beras atau nasi setelah direbus.

6. Kandungan
Hasil pengujian Sucofindo terhadap dua sampel beras di Bekasi menunjukkan adanya plasticizer (pelentur) di dalam beras. Plasticizer adalah senyawa organik yang banyak digunakan dalam pembuatan polyvinyl chloride (PVC). Senyawa tersebut mengandung protein sebesar 7,38 gram, lebih tinggi dari protein beras alami (6 gram). Pelentur dalam beras plastik antara lain Benzyl butyl phthalate (BBP) yang biasa kulit sintetik. Ada juga Bis (2-ethylhexyl) phthalate (DEHP) yang sering ditambahkan ke dalam cairan alat-alat hidrolik, kapasitor, dan pelarut glowstick. Jika termakan dalam jumlah besar, menimbulkan gejala seperti diare. Beras plastik juga mengandung Diisononyl phthalate (DINP) yang kerap digunakan sebagai bahan pembuat kabel listrik, komponen otomotif, pelapis anti-bocor, dan pelapis lantai. Menyebabkan kanker.

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Pertambangan, dan Energi Kota Kediri, Jawa Timur, terus memburu keberadaan beras plastik di pasar tradisional. Dengan membawa ember air, petugas mencuci beras yang dijajakan pedagang untuk mengetahui kandungan plastik di dalamnya.

Didampingi aparat Satuan Reserse Kriminal Polresta Kediri dan tim pengendali inflasi daerah (TPID) dari Bank Indonesia, petugas memeriksa sejumlah pedagang beras skala besar di pasar tradisional. Pelacakan ini merupakan lanjutan dari pemeriksaan di gudang Bulog dan produsen beras di Kediri sebelumnya.

Petugas membawa dua buah ember dan air sebagai alat bantu mendeteksi keberadaan beras plastik. Beras yang diambil secara acak di kios pedagang dimasukkan ke dalam ember berisi air. Selanjutnya beras itu diamati apakah tenggelam atau mengapung. “Beras plastik pasti akan mengapung,” kata Kepala Disperindag Yeti Sisworini di Pasar Setono Betek Kediri, Jumat, 22 Mei 2015.

Menurut Yeti, penggunaan ember air ini cukup efektif untuk mengetahui keberadaan beras plastik. Sebab mengacu pada kasus temuan di Bekasi, Jawa Barat, beras plastik itu dicampur dengan beras asli agar tidak dikenali. Dengan mencelupkan ke dalam air, beras plastik akan dengan sendirinya mengapung ke permukaan air karena memiliki massa lebih ringan. Sedangkan beras asli akan tenggelam ke dasar ember. Dari pemeriksaan di sejumlah kios beras di Pasar Setonobetek, petugas masih belum menemukan beras plastik yang menghebohkan ini. Demikian pula pemeriksaan di Pasar Pahing, pasar tradisional besar.

Kartini, pedagang beras di Pasar Setono Betek mengklaim tidak menjual beras plastik. Karena itu dia tak keberatan petugas memeriksa seluruh jenis beras dagangannya untuk dicek dalam ember air. “Memang saya jual beras bersih kok.”

Kasmuning, pedagang beras di pasar yang sama, juga mengaku selalu mengambil beras dari bos besar dan penggilingan gabah di Kediri. Dia mengakui beberapa waktu terakhir banyak konsumennya yang mengkhawatirkan beredarnya beras plastik di pasaran. Hingga kini belum pernah ditemukan beras plastik di Kediri. “Saya sendiri belum pernah tahu bentuknya,” kata Kasmuning. Untuk mengantisipasi masuknya komoditas palsu ini, Dinas meminta para pedagang berhati-hati dan selalu memeriksa beras yang dikirim pemasok dengan air.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s