Categories
Kriminalitas

Beranikah Indonesia Mengkriminalisasi Pria Hidung Belang Untuk Memberantas Prostitusi ?


Siapapun yang mengatakan bahwa melegalkan prostitusi adalah cara ampuh mengurangi pelacuran harus lebih dulu berkaca pada Swedia. Negara ini mampu mengurangi angka prostitusi dengan kebijakannya yang terbilang sangat jitu, tanpa perlu menghalalkan pelacuran. Menurut lembaga pejuang hak-hak perempuan Women’s Justice Center, kebijakan ini membuat prostitusi di Swedia, khususnya di ibukota Stockholm berkurang hingga dua pertiga dalam waktu hanya lima tahun. Jumlah pria hidung belang yang menyewa jasa PSK berkurang hingga 80 persen.

Di ruas jalan yang terkenal sebagai “distrik merah” di beberapa kota Swedia juga tidak terlihat lagi para wanita penjaja seks berderet di jalan. Sebagian besar rumah bordil dan panti pijat “plus-plus” yang beroperasi sejak 30 tahun lalu juga tutup, bangkrut. Jumlah wanita asing yang diselundupkan ke Swedia untuk menjadi penjaja seks juga kini hampir nihil. Pemerintah Swedia memperkirakan, dalam beberapa tahun terakhir hanya 200 hingga 400 wanita asing yang masuk menjadi PSK di negara itu per tahunnya. Bandingkan dengan negara tetangga, Finlandia, yang kedatangan 15 ribu hingga 17 ribu PSK asing tiap tahun.

Rahasia apa yang membuat Swedia sukses memangkas prostitusi? Ternyata semua berkat kebijakan yang mereka buat pada 1999. Enam belas tahun lalu, setelah melalui beberapa tahun riset dan studi, pemerintah Swedia menelurkan peraturan yang menyatakan: Pengguna jasa pekerja seks melakukan tindak kriminal, dan penjaja seks bukan tindakan kriminal.

Artinya berdasarkan undang-undang ini, menyewa prostitusi adalah tindakan ilegal, para pengguna jasa PSK dianggap telah melakukan tindak kekerasan terhadap perempuan. Sementara para PSK dianggap sebagai korban kekerasan yang memerlukan bantuan. Itulah sebabnya, undang-undang prostitusi di Swedia masuk ke bagian kekerasan terhadap wanita.

“Di Swedia prostitusi dianggap sebagai bagian dari kekerasan pria terhadap wanita dan anak. Secara resmi dianggap bentuk eksploitasi wanita dan anak-anak dan merupakan masalah sosial yang besar,” tulis undang-undang tersebut. Tidak berhenti sampai di situ. UU ini juga mengatur soal bantuan dana sosial untuk membantu para pekerja seks yang ingin berhenti menjajakan tubuhnya. Selain itu, tersedia juga dana bagi sosialisasi dan pendidikan bagi masyarakat soal undang-undang ini.

Kriminalisasi vs legalisasi
Sebuah studi yang dilakukan University of London di Inggris pada 2013 menunjukkan bahwa cara kriminalisasi pengguna jasa PSK yang diterapkan Swedia lebih manjur mengurangi penyakit masyarakat ketimbang melegalisasi prostitusi seperti yang dilakukan Australia, Belanda dan Irlandia.Dalam studi tersebut, legalisasi prostitusi malah justru menyuburkan praktik ini dan memicu berbagai masalah baru.

Ambil contoh negara bagian Victoria di Australia yang melegakan rumah bordil. Hukum ini memicu semakin banyaknya rumah bordil di Victoria sehingga tidak bisa lagi dikendalikan. Berbagai masalah baru muncul, seperti kejahatan terorganisir, korupsi dan berbagai tindak kriminal lainnya.Survei dalam studi juga menunjukkan bahwa legalisasi prostitusi juga membuat para pekerja seks merasa tidak aman dan dipaksa melakukan pekerjaan ini.

Sebanyak 79 persen PSK di Belanda mengaku ingin meninggalkan pekerjaan ini. Namun program rehabilitasi yang dijanjikan Belanda terbukti tidak terealisasi. Sementara di Swedia, 60 persen PSK yang bertaubat telah difasilitasi melalui program yang didanai pemerintah dan berhasil mengeluarkan mereka dari bisnis hitam tersebut.

Namun Women’s Justice Center menggarisbawahi bahwa tidak semua negara yang menerapkan peraturan serupa bisa sesukses Swedia. Negara ini terkenal dengan “Agar para penjaja seks bisa diposisikan sebagai korban kekerasan pria, maka pemerintah harus lebih dulu mengubah sudut pandang prostitusi dari sudut pandang pria ke sudut pandang wanita,” ujar lembaga pelindung wanita dari Amerika Latin ini.

Categories
Kriminalitas

Horee … Polisi Akhirnya Berhasil Tembak Mati Begal Pembunuh Haji Rahmat Juragan Beras Di Ciracas


Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya menangkap dua buronan kasus begal yang menewaskan juragan beras, Haji Rahmat, di Ciracas, Jakarta Timur. Polisi pun menembak mati seorang tersangka karena mencoba melawan petugas saat akan ditangkap. “Total dua orang, tapi yang satu tewas ditembak karena berniat kabur dan melawan,” kata Kasubdit Jatanras Polda Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan saat dihubungi, Senin, 11 Mei 2015.

Kedua tersangka diketahui bernama Abdullah alias Dul dan Abdillah Ihsan. Tersangka tewas bernama Dul karena melawan petugas saat akan ditangkap. Dul ditangkap Senin siang, 11 Mei 2015.Herry mengatakan, penangkapan itu berawal saat polisi meringkus Abdillah, di kamar kosnya di Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu malam, 10 Mei 2015. Saat diperiksa, Abdillah menyebutkan keberadaan Dul yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. “Dua-duanya tinggal di Cilangkap,” ujar dia.

Namun saat akan ditangkap, Dul mencoba melawan dan berniat melarikan diri. Tembakan peringatan yang diberikan polisi tidak diindahkan oleh tersangka. “Jadi kami terpaksa menembak tersangka hingga akhirnya dia tewas di tempat,” kata dia.Selain dua tersangka, polisi juga masih memburu tujuh orang terduga pelaku begal komplotan Dul. Herry mengatakan polisi sudah mengidentifikasi para pelaku dan bakal segera diringkus. “Mereka juga sudah masuk dalam DPO (daftar pencarian orang),” ujar dia.

Menurut Herry, kedua pelaku dikenal sadis saat beraksi merampok korbannya. Mereka tidak segan-segan melukai bahkan membunuh sang target jika dianggap melawan. Mereka tercatat sudah lima kali merampok dan selalu melukai korbannya. “Terakhir yang ramai itu mereka merampok juragan beras di Ciracas (Jakarta Timur),” ujar Herry.

Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Polda Metro Jaya berhasil mencokok dua buronan kasus begal yang menewaskan juragan beras pada Senin, 11 Mei 2015. Satu begal bernama Dul, tewas terkena timah panas setelah mencoba melawan.

Kasubdit Jatanras Polda Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan mengatakan dua begal dikenal sadis saat beraksi merampok korbannya. Mereka tidak segan-segan melukai bahkan membunuh sang target jika dianggap melawan. Mereka tercatat sudah lima kali merampok dan selalu melukai korbannya.

“Yang ramai itu mereka merampok juragan beras di Ciracas (Jakarta Timur),” ujar Herry saat dihubungi, Senin sore, 11 Mei 2015. Sepak terjang pelaku diketahui merampok pertama kali di SPBU di kawasan AURI, Ciracas, Jakarta Timur, pada Februari 2015. Saat itu korbannya ditembak dan dibacok saat akan menyetorkan uang milik SPBU ke bank. Beruntung korban bisa diselamatkan jiwanya.

Pada Maret 2015, komplotan itu kembali beraksi di Ciracas dan merampok seorang juragan beras. Uang milik juragan bernama Rahmat alias Mamat sebesar Rp 500 juta dibawa kabur pelaku. Korban sendiri tewas akibat tembakan pelaku.Sedangkan pada April 2015, mereka beraksi di kawasan Tapos, Depok, dan menembak korbannya yang menyimpan uang di dalam jok motor. Namun korban yang ditembak di bagian paha dan dada berhasil diselamatkan oleh warga sekitar.

Selain itu, kelompok sadis itu juga pernah merampok di Cipayung, Depok, tepatnya di depan Toko Bangunan Abadi. Uang tunai sebesar Rp 185 juta milik korban raib dibawa kabur pelaku. Sedangkan korban mengalami luka serius di bagian pelipis. Dari penangkapan itu, polisi menyita sepucuk senjata api rakitan kaliber 22 mm beserta lima butir peluru. Selain itu, satu unit sepeda motor Suzuki Satria F150 berkelir hitam dan satu buah ponsel juga disita petugas sebagai barang bukti. “Tersangka digiring ke polda dan yang tewas dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata dia.

Atas perbuatannya, tersangka bakal dijerat dengan Pasal 365 KUHP tentang Pencurian dengan Kekerasan. Pelaku terancam hukuman selama tujuh tahun penjara.

Saat ini, polisi mencari tujuh kawanan Dul lainnya.

Categories
Korupsi Kriminalitas Perekomonian dan Bisnis

Ahok : Korupsi Oleh Pejabat Sebabkan Prostitusi Kelas Atas Tumbuh Berkembang


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan salah satu faktor prostitusi kelas atas bertahan karena adanya pejabat-pejabat korupsi yang menggunakan jasa mereka. “Yang biasa pakai mereka, pekerja prostitusi kelas atas, hanya pejabat korup. Karena hanya pejabat korup yang bisa bayar mereka mahal,” kata Ahok di Balai Kota, Senin, 11 Mei 2015. Ahok mengatakan ia kerap mendengar dunia prostitusi yang melibatkan artis maupun foto model sebagai pekerja prostitusi. Menurut dia, banyak orang yang pura-pura tak mengetahui adanya praktek tersebut, padahal itu sudah ada sejak zaman dulu.

Namun Ahok mengaku belum mengetahui langkah untuk mencegah maraknya prostitusi. Dia berharap masyarakat yang ingin menghapus prostitusi bisa berdiskusi dengannya untuk mencari solusi bersama. Jumat, 8 Mei 2015, Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap Robby Abbas, 32 tahun. Robby diduga sebagai mucikari para pekerja prostitusi kelas atas. Robby Abbas ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan saat bertransaksi wanita dengan seorang polisi yang menyamar.

Seorang wanita berinisial AA, 22 tahun, turut ditangkap di kamar hotel. Polisi menyita barang bukti berupa bra bermotif renda warna hitam dan telepon seluler Blackberry berwarna putih. Namun perempuan ini hanya dijadikan saksi oleh polisi untuk kasus perdagangan manusia. Dalam kasus ini dipakai Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur permucikarian, sehingga para wanita yang diperdagangkan berstatus sebagai wanita yang dijual oleh pelaku.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan polisi akan memanggil kembali satu orang saksi terkait kasus penangkapan Robby Abbas pada Senin, 11 Mei 2015. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku kerap mendengar isu dunia prostitusi yang melibatkan artis maupun fotomodel. “Sejak saya ngompol, saat masih bayi, prostitusi kelas papan atas sudah ada,” ujarnya di Balai Kota, Senin, 11 Mei 2015.

Menurut dia, terbongkarnya kasus prostitusi papan atas belakangan ini karena banyak orang munafik. Dia berujar banyak yang pura-pura tak mengetahui adanya praktek tersebut. Padahal, praktek tersebut sudah ada sejak zaman dulu. Ahok mengaku belum mengetahui langkah untuk mencegah maraknya prostitusi. Dia berharap masyarakat yang ingin menghapus prostitusi bisa berdiskusi dengannya untuk mencari solusi bersama. Jumat, 8 Mei 2015, Kepolisian Resor Jakarta Selatan menangkap Robby Abbas, 32 tahun. Robby diduga sebagai mucikari para pekerja prostitusi kelas atas. Robby Abbas ditangkap di sebuah hotel mewah di kawasan Jakarta Selatan saat bertransaksi wanita dengan seorang polisi yang menyamar.

Seorang wanita berinisial AA, 22 tahun, turut ditangkap di kamar hotel. Polisi menyita barang bukti berupa bra bermotif renda warna hitam dan sebuah telepon seluler Blackberry berwarna putih. Namun AA hanya dijadikan saksi oleh polisi untuk kasus perdagangan manusia. Dalam kasus ini dipakai Pasal 296 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang mengatur permucikarian, sehingga para wanita yang diperdagangkan berstatus sebagai wanita yang dijual oleh pelaku. Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Audie Latuheru mengatakan polisi akan memanggil kembali satu orang saksi terkait kasus penangkapan Robby Abbas pada Senin, 11 Mei 2015.

Categories
Transportasi

Lagi Lamborghini Bodong Dengan Plat Nomer Palsu Terlibat Kecelakaan Di Ancol


Dua unit Lamborghini yang melakukan konvoi pada Minggu (3/5) lalu setelah diselidiki ternyata beberapa menggunakan pelat bodong. Dini hari ini Lamborghini yang mengalami kecelakaan tunggal bernopol B 1 NCZ diduga bernopol bodong. detikcom pun mencoba menelusuri nomor kendaraan tersebut melalui sistem online dari http://samsat-pkb.jakarta.go.id/INFO_PKB dan ternyata mobil mewah berwarna orange bernopol B 1 NCZ tersebut pun tidak terdaftar di sistem.

Seperti dikutip dari TMC Polda Metro kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 00.20 WIB saat itu lokasi sedang diguyur hujan deras terlihat bagian depan mobil tersebut mengalami kerusakan di bagian depannya “Kecelakaan Lamborghini B 1 NCZ di KM 20 Tol Ancol Barat,” tulis akun twitter @TMCPoldaMetro.

Hingga kini belum ada informasi lanjutan mengenai apa penyebab kecelakaan mobil mewah tersebut yang mengakibatkan bagian depan mobil menjadi ringsek. Pekan lalu, 2 mobil Lamborghini yang melakukan konvoi pada Minggu (3/5) lalu, ternyata menggunakan pelat bodong. Pihak Lamborghini Jakarta beralasan, dua mobil supercar itu sedang diurus surat-surat resminya.

Adapun, dua pelat mobil yang digunakan Lamborghini ttersebut yakni B 7 DCI dan B 1796 TJH

“Untuk (mobil berpelat) B 7 DCI sudah notice tinggal bayar BBN dan B 1796 TJH sedang silang nopol. Itu yang saya ketahui status kendaraannya,” ujar Operation Manager Lamborghini Jakarta Andrys Ronaldi. Berdasarkan informasi online dari samsat-pkb.jakarta.go.id, pelat nomor Lamborghini warna biru langit bernopol B 7 DCI tidak terdaftar. Sedangkan pelat B 1796 TJH terdaftar atas kendaraan jenis jeep SC HDTP merek Porsche Cayenne Turbo. Sebelumnya, 9 mobil Lamborghini berkonvoi dari kawasan SCBD ke PIK, Jakarta Utara, pada Minggu (3/5) pagi lalu. Beberapa mobil tidak memasang pelat nomor di depan, hanya di belakang saja.

Categories
Transportasi

Pengendara Motor Gede Moge Kini Harus Punya SIM Khusus


Naik moge atau sepeda motor dengan mesin berkapasitas besar butuh skill khusus. Jika tak biasa, kemungkinan celaka sangat besar. Pasalnya, bobot dan tingkat kesulitan pengendalian jauh berbeda dengan sepeda motor sport, bebek, apalagi skutik. Mulai tahun depan, Korlantas Polri mewacanakan bahwa biker moge harus punya SIM khusus, karena tidak semua penunggangnya mahir meliukkan bodi kendaraannya, atau sekadar menguasai haluan.

Di sela peresmian Safety Riding Centre Astra Motor di Yogyakarta, Jumat (8/5/2015), Kakorlantas Polri Irjen. Pol. Drs. Condro Kirono menyatakan bahwa pihaknya mulai memikirkan perombakan Surat Izin Mengemudi (SIM) khusus sepeda motor.

”Kalau dilihat dari tingkat kesulitan dan mesin yang memiliki kemampuan besar, seharusnya dibedakan. Jenis SIM untuk pengguna motor besar sedang kami coba rencanakan berbeda dengan sepeda motor biasa,” ujar Condro.

Perwira tinggi kepolisian itu menambahkan, rencana pemberlakuan SIM khusus untuk moge ini bisa mulai diterapkan tahun depan. “Mudah mudahan, pada 2016 sudah mulai jalan,” imbu Condro.

Pengklasifikasian SIM belum dijabarkan, namun Condro hanya menggambarkan, SIM akan dibagi dalam tiga bagian kelas berdasarkan jenis mesinnya. ”Rencananya akan dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan kelompok mesin, kategori di bawah 250 cc, antara 250 – 500 cc, serta di atas 500 cc. Gambarannya nanti, akan ada SIM C, SIM C1, dan SIM C2,” tutup Condro.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Pasar Johar Semarang Terbakar Habis … Status Tanggap Darurat


Walikota Semarang, Hendrar Prihadi menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari terkait peristiwa kebakaran yang melahap Pasar Johar Semarang. Dalam insiden nahas itu, diduga si jago merah sudah melahap ratusan hingga ribuan kios di pasar bersejarah itu. Status tanggap darurat itu diungkapkan oleh Sekda Kota Semarang, Adi Trihananto yang ikut memantau kebakaran bersama Wali Kota Semarang. Selama ditetapkannya status tanggap darurat, kata Adi, pihaknya akan mencarikan solusi dengan berkoordinasi bersama elemen terkait.

“Untuk relokasinya belum. Wali Kota akan menetapkan keadaan darurat dulu selama 14 hari. Kami juga akan menentukan langkah selanjutnya,” kata Adi di kawasan Pasar Johar Semarang, Ahad (10/5) dini hari, seperti yang diberitakan. Kebakaran melahap Pasa Johar sejak Sabtu malam sekitar pukul 20.45. Diduga api bermula dari kios pakaian di lantai satu. Namun belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran karena hingga saat ini api belum bisa dipadamkan.

Meski pemadam kebakaran berusaha mematika api, ternyata hembusan angin dan bahan yang mudah terbakar membuat api menyebar termasuk ke pasar Yail Permai. “Pokoknya semuanya (pemadam kebakaran) diminta mengerahkan tangki air. Kami tadi juga sudah mengupayakan meminta bantuan pihak swasta yang punya tangki,” terang Adi.Sementara itu, di tengah kepanikan melanda pedagang yang sedang menyelamatkan barangnya dari kebakaran, ternyata ada aksi penjarahan. Beruntung, kedua orang yang dicurigai bakal melakukan penjarahan itu berhasil ditangkap polisi.

Komandan Peleton Satuan Pengendali Massa Polrestabes Semarang Ajun Inspektur Dua Aris Mulyo mengatakan ada dua penjarah yang diamankan dalam waktu yang berbeda. Salah satunya sudah babak belur di hajar massa.”Mereka kepergok warga menjarah barang dagangan warga,” kata Aris.Penjarah pertama tertangkap sekitar dua jam setelah kebakaran terjadi dan penjarah kedua terjadi mendekati pukul 00.00 dan tertangkap di dekat Hotel Metro. Keduanya diamankan ke truk dalmas untuk dibawa ke Mapolrestabes Semarang. Kini, ratusan pedagang memang sibuk menyelamatkan barang-barang dari toko yang belum terbakar dengan menaruhnya di jalan atau tempat aman lainnya.

Hampir 12 jam, kebakaran Pasar Johar di Semarang, Jawa Tengah belum bisa dituntaskan. Meski belum padam, petugas dinas pemadam sudah berhasil menguasai area kebakaran.”Api masih nyala tapi petugas sudah bisa kuasai. Kita sedang tahap penuntasan,” ujar petugas DPK Kota Semarang, Agung, saat dihubungi, Minggu (10/5/2015).Dia menambahkan, beberapa bantuan armada dikerahkan untuk memadamkan api yang berkobar di Pasar Johar. Puluhan armada saat ini sudah berada di lokasi dan dibantu pertolongan warga untuk memadamkan api.”Kita dapat bantuan dari DPK Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak dan Pati,” ujarnya. Hingga saat ini belum diketahui apa penyebab kebakaran. Dia mengatakan, kebakaran sulit dipadamkan karena banyak bahan mudah terbakar dalam pasar tersebut.

Sudah sekira enam jam api yang berkobar di Pasar Johar Semarang belum bisa padam. Hydrant di sekitar lokasi ternyata tidak berfungsi sehingga petugas pemadam kebakaran menggunakan air dari kali Mberok. “Iya, Hydrant tidak berfungsi,” kata Wali Kota Semarang ketika datang ke lokasi kebakaran, Minggu (10/5/2015) dini hari. Pemadaman pun dilakukan tanpa hydrant tapi menggunakan pasokan air dari tangki-tangki truk pemadam dan juga mengambil air di kali Mberok yang baunya tidak enak. Diketahui kebakaran terjadi mulai pukul 20.45 hari Sabtu (9/10) malam kemarin. Diduga api mulai muncul di kios pakaian yang berada di lantai satu.

Bahan yang mudah terbakar dan angin kencang membuat api cepat merambat hingga ke Pasar Yaik Permai. Namun kegigihan petugas pemadam kebakaran mulai membuahkan hasil dan api kini tersisa di bagian dalam.Diperkirakan kerugian mencapai milyaran rupiah karena ada ribuan kios di Pasar Johar. Hedrar menambahkan pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk menentukan langkah selanjutnya. “Bisa bertambah (kerugian) kalau api tidak segera padam,” pungkas Hendrar.

Diperkirakan ribuan pedagang kehilangan kiosnya di Pasar Johar Semarang akibat kebakaran yang terjadi sejak semalam. Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengungkapkan para pedagang itu akan ditampung sementara di Pasar Ikan Higienis. Hal itu diungkapkan Hendrar saat berada di lokasi kebakaran. Ia mengatakan mulai hari ini pedagang bisa memindahkan dagangannya ke pasar yang terletak di Jalan Pengapon tepatnya di sebelah Pasar Rejomulyo .”Pedagang bisa mulai memindahkan barangnya ke pasar ikan higienis hari ini,” kata Hendrar, Minggu (10/5/2015) dini hari.

Selain lokasi Hendrar menegaskan pihaknya juga menyiapkan sarana transportasi untuk memindahkan barang dagangan. Selain itu ia menjamin keamanannya. “Kami mengupayakan agar pedagang nyaman,” tegasnya.Sementara itu Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Burhanudin menambahkan pihaknya menjamin keamanan barang dagangan yang dipindah karena sudah ada 500 personel polisi yang diterjunkan untuk pengamanan.”Ada 500 personel. Masyarakat juga harus ikut membantu,” kata Burhanudin. Diketahui kebakaran terjadi mulai pukul 20.45 hari Sabtu (9/10) malam kemarin. Diduga api mulai muncul di kios pakaian yang berada di lantai satu. Bahan yang mudah terbakar dan angin kencang membuat api cepat merambat hingga ke Pasar Yaik Permai. Namun kegigihan petugas pemadam kebakaran mulai membuahkan hasil dan api kini tersisa di bagian dalam.

Diperkirakan kerugian mencapai milyaran rupiah karena ada ribuan kios di Pasar Johar. Hedrar menambahkan pihaknya menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari untuk menentukan langkah selanjutnya.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Artis dan Model Insial AA Ditangkap Polisi Karena Prostitusi Bertarif Rp. 200 Juta Per Jam


‎Polisi melakukan operasi penyamaran untuk mengungkap praktik prostitusi kelas atas dengan tersangka seorang mucikari berinisial RA. Selain itu, polisi juga membawa serta artis perempuan berinisial AA untuk diperiksa.Penangkapan itu dilakukan Jumat (8/5) malam di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan. Polisi yang menyamar sebelumnya mengontak RA untuk bertransaksi. “Ketika ketemu kan kita bisa milih, saya mau ini, sebutin namanya. Lalu pelaku kan coba kontak perempuannya, ‘Besok bisa kerja nggak?’ kalau sudah disepakati bayar DP dulu 30 persen,” kata Kasat Reskrim Polres Jaksel Audie S Latuheru di kantornya, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2015).

Setelah persyaratan dipenuhi, polisi yang menyamar menuju ke hotel yang dimaksud. Kemudian polisi melunasi pembayaran tarif untuk short time selama 3 jam sebesar Rp 80 juta.”Dilunasi dulu baru bisa masuk kamar,” ucap Audie.Nah, saat sudah berada di dalam kamar. Polisi yang masih berpura-pura sebagai pelanggan itu segera menangkap AA ketika dirinya membuka baju. Hal itu dilakukan untuk memastikan bahwa AA merupakan perempuan yang dapat diajak berkencan.

“Ya dia buka baju, untuk memastikan. Kan terlihat kalau dia membuka baju sudah terbiasa atau paksaan, baru kita ringkus. Jadi bukan sudah ‘dipakai’ baru ditangkap,” kelakar Audie.Dari barang bukti yang didapat, polisi mengetahui ada 200 nama yang diduga bisa diajak berkencan dengan perantara RA. Polisi pun masih mendalami hal tersebut.Praktik prostitusi ini terungkap saat polisi menangkap artis seksi AA yang juga model majalah dewasa di sebuah hotel bintang lima‎ di Jakarta Selatan. AA saat ini masih berstatus sebagai saksi dan masih diperiksa.

RA menawarkan artis-artis yang bisa diajak check-in itu melalui kontak via BlackBerry Messenger dan WhatsUp. Perempuan-perempuan itu ditawarkan dengan tarif short time dengan kisaran Rp 80 juta hingga Rp 200 juta. Artis Amel Alvi berkicau lewat akun twitternya @amelalvi28 terkait isu artis AA yang ditangkap polisi karena kasus prostitusi online. Amel yang juga seorang pemain film, DJ, dan model ini menegaskan dirinya bukan artis AA.

“Smua nya isial aa itu bukan aku mungkin artis lain kan banyak yg nama nya inisial aa ak baik” aja,” kicau Amel Alvi lewat akun twitter @amelalvi28, Sabtu (9/5/2015).Alvi juga sudah menyampaikan bantahannya lewat BlackBerry Messenger. Ia mengatakan, artis AA bukanlah dirinya.”Pada salah sangka semua. Artis AA kan banyak. Bukan aku. Aku ada di apartemen nih. Bukan Amel aku kali. Ini buktinya aku bisa pegang HP,” ujarnya.Pihak kepolisian memang tak membuka jelas siapa sosok AA ini. Polisi hanya menyebut dia seorang artis dan berstatus saksi. Hanya RA yang mucikari menjadi tersangka.

Lalu apa tanggapan polisi soal bantahan Amel Alvi yang dikait-kaitkan dengan artis AA? “Tidak tahu,” jelas Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audi Latuheru. Artis seksi berinisial AA ditangkap bersama dengan mucikarinya yang berinisial RA di sebuah hotel bintang lima di Jakarta Selatan. Polisi pun menetapkan RA sebagai tersangka pelaku prostitusi. Dari hasil pemeriksaan sementara, polisi mengungkapkan bahwa tarif artis yang bisa diajak berkencan itu berkisar antara Rp 80 juta sampai Rp 200 juta. Tarif itu berlaku short time dengan durasi sekitar 3 jam.

Polisi yang menyamar mengaku melakukan kontak beberapa hari sebelumnya dengan RA di suatu tempat. Setelah sepakat untuk bertemu, polisi membayar down payment (DP) sebesar 30 persen dari tarif short time Rp 80 juta untuk berkencan dengan AA.”Janjian dulu 2 hari sebelumnya dengan tersangka. Untuk meyakinkan tersangka bahwa pelanggan memiliki uang, jadi tidak sembarangan, kasih DP dulu, lalu tentukan harinya,” kata Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie S Latuheru di kantornya, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2015).Audie mengatakan lokasi berkencan pun ditentukan oleh pihak mucikari. Apabila diajak berkencan ke luar negeri pun juga bisa, meskipun harus merogoh kocek yang lebih mahal.

“Misal kita bilang mau di hotel ini (yang agak murah), dia nggak mau, jadi harus yang grade A,” kata Audie.Audie mengatakan saat ditentukan harinya, maka polisi yang menyamar menuju ke hotel yang telah disepakati. Di lokasi, AA telah berada di kamar sementara RA menunggu di lobi”Harus bayar lunas dulu di lokasi baru bisa masuk kamar,” kata Audie.Untuk memastikan bahwa AA ini adalah pelaku prostitusi, maka polisi membiarkan ketika AA mulai melucuti satu per satu pakaian yang melekat pada dirinya. Polisi pun segera menangkap AA serta RA yang menunggu di lobi.

Polisi yang menyamar itu tidak sampai menggunakan jasa AA. Saat ditanya seberapa hebat pelayanan AA sehingga harus merogoh kocek dalam-dalam, polisi enggan membeberkan informasi tentang itu.”Ya nggak sampai ‘dipakai’. Lho nanti dia nyebut juga ‘Bapak kan yang make saya juga’. Repot urusan,” kelakar Audie.Selain itu, polisi mengatakan hanya orang-orang yang berkocek tebal yang mampu menyewa jasa AA. ‎Namun polisi bungkam ketika ditanya apakah yang menyewa AA dari kalangan pejabat.

“Pokoknya yang punya duit,” kata Audie.Pengungkapan praktik prostitusi online yang melibatkan artis berinisial AA ramai dibicarakan di media sosial. Merasa namanya dikaitkan dengan inisial yang beredar, artis Amel Alvi berkicau membantah dirinya adalah artis AA.”smua nya isial aa itu bukan aku mungkin artis lain kan banyak yg nama nya inisial aa ak baik” aja,” kicau Amel Alvi lewat akun twitter @amelalvi28 Sabtu (9/5/2015).Akun @amelalvi28 memang tak diklarifikasi oleh twitter sebagai akun resmi Amel Alvi. Namun di profil akun itu tercantum contact person manajer Amel Alvi.

“Actress,activist,artist…even amidst fierce flames the golden lotus can be planted ♥ management 081382323333 omar For film,tv station,ftv,tvc cp: @archiano06,” demikian bunyi profil @amelalvi28.Saat nomor tersebut dihubungi, pria yang mengangkat telepon membenarkan dirinya manajer DJ Amel Alvi. Namun dia mengaku tak tahu menahu soal kasus artis AA.Akun @amelalvi28 memiliki 57.600 follower. Kicauan bantahan Amel Alvi di-retweet oleh 101 followernya pada jam 17.10 WIB, 30 menit setelah Amel memposting kicauannya.

Selain sebagai female DJ, Amel adalah model majalah pria dewasa dan bintang film. Sejumlah film yang pernah dibintanginya di antaranya Pulau Hantu 3, Hantu Budeg, Rumah Hantu Pasar Malam, Misteri Cipularang, Main Dukung, dan Romeo + Rinjani.Artis AA ditangkap polisi dalam keadaan bugil di hotel bintang lima di wilayah Jakarta Selatan. AA dijebak polisi yang menyamar. Dia ditangkap bersama dengan mucikarinya yang berinisial RA.

Dari pemeriksaan, diketahui tarif AA berkisar dari Rp 80 juta untuk short time, hingga maksimal Rp 200 juta. AA masih berstatus saksi, sedangkan RA menjadi tersangka.Polisi merilis kasus prostitusi online yang melibatkan artis berinisial AA. Dua barang bukti disita dari kasus itu, bra dan celana dalam seksi yang biasa disebut thong.

Barang bukti itu dibeberkan oleh Polres Jaksel dalam rilis di Mapolres Jaksel, Jl Wijaya, Jakarta Selatan, Sabtu (9/5/2015). Selain bra dan thong, barang bukti lainnya adalah handphone Blackberry Q5.”Jadi yang bukti adalah handphone, kemudian, yang ini adalah pakaian dalam dari saudara AA,” kata Kapolres Jaksel Kombes Wahyu Hadiningrat.

Bra dan thong yang diamankan berwarna hitam. Sedangkan Blackberry Q5 yang jadi bukti berwarna putih. Handphone itu digunakan untuk memasarkan artis AA ke pria hidung belang berkocek tebal. “Menggunakan BlackBerry Messenger dan whatsapp. Tapi tidak bikin situs,” ujar Wahyu.Meski barang bukti bra dan thong milik sang artis, namun AA hanya berstatus saksi. Adapun yang dijadikan tersangka adalah RA, mucikari yang menjajakan AA.

Categories
Beragama

Awal Puasa 18 Juni 2015 Telah Ditetapkan Oleh Muhammadiyah


Organisasi keagamaan Muhammadiyah menetapkan awal hari dimulainya puasa tahun ini atau 1 Ramadan 1436 Hijriah jatuh pada Kamis Pon, 18 Juni 2015. Ketetapan itu sesuai dengan maklumat pengurus pusat Muhammadiyah kepada warganya yang sudah disebarkan ke pengurus-pengurus di daerah.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Semarang Amruddin Mahfud Jumai menyatakan penetapan awal puasa Ramadan itu sesuai Hisab Hakiki Wujudul Hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid Pengurus Pusat Muhammadiyah. “Hasilnya, ijtimak jelang Ramadan 1436 Hijriah terjadi pada Selasa, 16 Juni 2015, pukul 21.07 WIB,” kata Amruddin Mahfud Jumai di Semarang, Kamis, 7 Mei 2015.

Muhammadiyah juga sudah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 2015, yakni 1 Syawal 1436 H jatuh pada Jumat Pahing, 17 Juli 2015. Sebab, ijtimak jelang Syawal 1436 Hijriah terjadi pada Kamis, 16 Juli 2015, pukul 03.26 WIB.

Selain itu, kata Amruddin, Muhammadiyah juga sudah menetapkan Hari Raya Idul Adha (10 Zulhijah) jatuh pada Rabu Kliwon, 23 September 2015. Adapun Hari Arafah (9 Zulhijah 1436 H) jatuh pada Selasa Wage, 22 September 2015.

Amruddin yakin awal Ramadan yang sudah ditetapkan Muhammadiyah itu tak akan berubah. Baginya, jika terjadi perbedaan awal puasa Ramadan dengan penganut aliran Islam yang lain maka itu tidak apa-apa. “Tidak menjadikan kebersamaan kita dalam pengamalan agama terganggu,” katanya.

Muhammadiyah Kota Semarang sudah menyiapkan berbagai rencana dalam menyambut datangnya bulan puasa Ramadan 1436 H. “Masjid-masjid Muhammadiyah dan amal usaha Muhammadiyah se-Kota Semarang siap menyambut puasa,” katanya. Salah satunya, Muhammadiyah akan berpartisipasi dalam acara dugderan yang digelar menjelang puasa.

Categories
Demokrasi

Kurang Antusias … Polisi Dekati Tokoh Agama Untuk Bantu Sambut Jokowi Di Papua


Kepolisian Daerah Papua mengimbau masyarakat untuk menyambut kedatangan Presiden Joko Widodo dan rombongan pada pekan ini. “Kami mengimbau semua pihak, tokoh adat, agama, perempuan, dan segenap masyarakat untuk menyambut dengan baik kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan pada minggu ini,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Papua Kombes Patrige di Jayapura, Rabu (6/5/2015).

Patrige mengatakan, kedatangan Jokowi adalah untuk menepati janji mempercepat pembangunan di segala bidang dan mendekatkan diri dengan masyarakat di wilayah itu. “Pak Presiden juga akan meletakkan batu pertama atau juga meresmikan sejumlah proyek pembangunan di Papua,” kata dia.

Patrige mengakui, masih ada sekelompok orang atau pimpinan gereja yang menolak kedatangan Presiden ke Papua, tetapi polisi bersama TNI akan mengawal kunjungan tersebut. “Kami akan melakukan pendekatan dengan pihak-pihak yang menolak kedatangan Presiden dan rombongan,” kata dia.

“Kami tetap mengawal kunjungan itu dan Polda Papua akan berupaya melakukan pendekatan dengan pimpinan gereja agar kunjungan Presiden bisa diterima dengan baik,” kata Patrige.

Patrige menegaskan, tugas kepolisian adalah untuk menetralisasi situasi dan menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. “Mungkin ada pihak pimpinan gereja yang mungkin belum sepaham dengan pekerjaan kepolisian dalam melihat situasi kamtibmas. Polda akan tetap melakukan pendekatan intelijen dengan pimpinan gereja di tanah Papua ini,” kata dia.

Mengenai kesiapan pengamanan untuk kedatangan Presiden Jokowi dan rombongan, Patrige mengemukakan bahwa Polda Papua telah melakukan rapat Koordinasi di Kantor Provinsi Papua dengan pihak terkait. Namun, pihaknya belum mengetahui jadwal pasti kedatangan Presiden Jokowi bersama rombongan.

“Nanti secara resmi akan disampaikan Panglima Kodam Cenderawasih terkait pengamanan RI-1 sebab sektor pengamanan ada di Pangdam,” kata dia.

Categories
Kriminalitas

Eka Mayasari Lulusan UGm Ditemukan Tewas Dibunuh Di Jalan Janti 65 Karang Jambe Bantul


Yogyakarta kembali digegerkan dengan penemuan mayat seorang perempuan di dalam kos yang difungsikan sebagai warung angkringan, Sabtu, 2 Mei 2015. Lulusan D III jurusan Bahasa Inggris Universitas Gadjah Mada (UGM) diduga diperkosa sebelum dibunuh. Eka Mayasari, yang mengaku kepada warga adalah mahasiswi, ditemukan tewas di Jalan Janti nomor 65 Karang Jambe, Bamguntapan, Bantul. Ia ditemukan oleh adiknya pada sore hari sekitar pukul 17.30 WIB.

“Kalau tidak kuliah, dia jualan,” kata ketua RT 1 RW 19 Karang Jambe, Sumarso, Minggu, 3 Mei 2015. Adik korban, Fandi, 19 Tahun, saat itu melihat kios kakaknya terbuka sedikit. Setelah ia buka dan masuk ke dalam, mendapati kakaknya itu sudah bersimbah darah. Bahkan, di antara selangkangannya keluar darah hingga ke kaki.

Ia ditemukan setengah bugil dengan kepala lebam dan sebagian tubuhnya ditutup dengan sajadah. Mahasiswi asal Riau itu jika tidak ada jadwal kuliah, berjalan makanan seperti angkringan. “Korban dibunuh, motifnya masih kami selidiki,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bantul, Ajun Komisaris Kasim Akbar Bantilan

Lokasi pembunuhan alumnus Universitas Gadjah Mada, Eka Mayasari, 27 tahun, di Jalan Janti 62 Karang Jambe, Banguntapan, Bantul, tampak sepi. Polisi memasang garis polisi di toko yang digunakan untuk kos dan warung angkringan itu. “Masih dipasangi garis polisi,” kata Agus, penjaga penginapan yang tak jauh dari lokasi, Minggu, 3 Mei 2015.

Eka ditemukan tewas oleh adiknya yang bernama Fandi pada Sabtu petang, 2 Mei 2015. Alumnus D-3 Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Ilmu Budaya UGM ini ditemukan bersimbah darah dengan beberapa bagian tubuh memar. Bahkan dari selangkangannya keluar darah. Dia diduga diperkosa sebelum dibunuh.

Lokasi kejadian yang berada persis di sisi barat jembatan layang Janti itu hanya ada lalu lalang kendaraan. Pejalan kaki pun sangat jarang pada siang hari. Namun, tutur Agus, jika malam hari, lokasi itu ramai pembeli. Di sekitar lokasi memang banyak mahasiswa yang kos. Di daerah Janti, ada beberapa perguruan tinggi.

Pada Sabtu, 2 Mei 2015, cuaca di Daerah Istimewa Yogyakarta hujan sepanjang hari. Diduga, pemerkosaan dan pembunuhan itu terjadi pukul 15.00-17.00 WIB. Sebab, sebelum terjadi pembunuhan, Eka menghubungi Fandi, adiknya, untuk minta dijemput. Namun Fandi ketiduran dan sampai di kos kakaknya pukul 17.30. Tak dinyana, dia menemukan kakaknya sudah tidak bernyawa.

Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan disertai pemerkosaan ini. Motif di balik kejadian itu juga masih dipelajari polisi. Jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Sardjito, Yogyakarta, untuk diotopsi.