Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo Larang Anggota TNI Ke Diskotek dan Cafe


Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo menyesalkan peristiwa pertikaian antara Grup 2 Kopassus dengan 4 anggota TNI AU. Agus menegaskan larangan berpergian ke tempat hiburan malam bagi prajurit di bawah komandonya. “Ada larangan yang sudah berlaku lama, prajurit dilarang ke bar, diskotek, tempat-tempat yang ada WTS nya, atau tempat hiburan malam,” ujar Mayjen Agus saat peresmian Media Center Kodam Jaya, Cawang, Jaktim, Jumat (5/6/2015). Larangan tersebut juga termasuk bagi prajurit di jajaran Kodam Jaya. Agus menyarankan, jika sedang bebas tugas dan ingin mencari hiburan, datanglah ke tempat-tempat positif dan lakukan kegiatan yang bermanfaat seperti berkumpul bersama keluarga.

“Berlaku juga di Kodam Jaya, prajurit dilarang ke tempat hiburan malam. Itu nggak boleh, karena melanggar norma-norma prajurit. Kalau di luar jam dinas untuk istirahat atau kumpul keluarga. Hiburan boleh, tapi yang positif. Hiburan yang bermanfaat misal sama keluarga ke Kebun Binatang, jalan-jalan ke TMII,” tegas Agus. Menurut Agus, jika ingin pergi-pergi ke kafe, prajurit lebih baik keluar saja dari tentara. Untuk menghindari anak buahnya berbuat nakal, patroli ke tempat-tempat hiburan kerap dilakukan.

Dengan tegas Agus juga mengatakan akan menindak tegas jika prajurit Kodam Jaya tetap membandel.”Kalau mau ke kafe tiap malam, harus keluar dari tentara. Tentara tidak ada pelajaran ke kafe. Kalau ada, Asopsnya yang salah. Harusnya kerjaan tentara itu latihan, tingkatkan profesionalisme. Yang ada ke lapangan tembak bawa senapan, latihan bela diri, latihan halang rintang, taktik regu,” tutur Agus. “Barangsiapa yang melakukan itu berarti bunuh diri, karena masuk TNI itu susah. Sanksinya kadang sampai penjara, dipecat juga. Kodam Jaya semua pimpinan membina. Kita melakukan langkah-langkah pencegahan, sewaktu-waktu kita patroli ke tempat hiburan. Kita mencari, kalau ada prajurit bandel,” sambungnya.

Apa yang terjadi di Sukoharjo hingga menewaskan seorang personel TNI AU, menurut Agus, murni merupakan kesalahan oknum. Ketimbang melakukan yang tidak-tidak, ia justru menyarankan agar seluruh prajurit meningkatkan kinerja dan mencetak prestasi. “Itu oknum, pimpinan nggak pernah ngajari. Kalau tidak salah para komandannya sedang apel di Cijantung (Mako Kopassus). Itu prajurit baru lulus sekolah komando. Mungkin kayak cakil, merasa nggak ada komandannya grasa-grusu ke mana-mana. Ibarat di bela diri, baru sabuk putih udah pecicilan,” tutur dia.

“Saya sebagai mantan Danjen prihatin. Kita di sini selalu briefing dan penekanannya seperti itu. Tingkatkan kinerja, hentikan apapun bentuk pelanggaran, dan berprestasilah. Kalau berprestasi itu malah dapat hadiah. Prajurit yang berprestasi memperbaiki kesejahteraannya,” kata mantan Danjen Kopassus tersebut.
Aksi perkelahian antar anggota TNI terjadi di tempat hiburan malam. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyayangkan insiden ini dan meminta prajurit TNI hidup disiplin.

“Tentara harus disiplin lah, ada waktunya hiburan, hiburan yang..tak usah pigi hiburan yang bar-bar gitu kan. Apalagi prajurit,” kata JK di katornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (4/6/2015).Ia mengatakan, insiden perkelahian antar prajurit baik TNI atau kepolisian di tempat hiburan sudah sering terjadi sejak dulu. Menurutnya, hal ini harusnya tidak perlu terjadi jika prajurit-prajurit ini disiplin.”Ya hiburan penting, tapi artinya hiburan rekreasi yang baiklah, jangan berkelahi di situlah,” imbuh JK.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga menyayangkan insiden ini. Ia bahkan mengusulkan prajurit TNI dilarang masuk tempat hiburan sesuai dengan aturan terdahulu.”Dulu ada (Polisi Militer razia di tempat hiburan), makanya takut itu tentara. Makanya akan kita kaji, jadi setiap keramaian akan ada PM. Tentara nggak boleh masuk. Dalam waktu dekat akan saya sampaikan. Tentara nggak boleh gitu (ke kafe lalu bertengkar), diketawain orang itu,” tutur Ryamizard di Kantor Kemhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, kemarin.Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo bersikap tegas terhadap anggotanya yang terlibat perkelahian dan menewaskan anggota TNI AU Serma Zulkifli. Tak hanya itu saja, Doni juga akan menjadikan anak almarhum sebagai anak angkat.

“Perlu disampaikan bahwa Danjen Kopassus dalam waktu dekat akan mendatangi rumah Serma Zulkifli, di sana Danjen Kopassus akan menjadikan anak Serma Zulkifli sebagai anak angkat,” ujar Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto dalam perbincangan, Jumat (5/6/2015).Sampai saat ini, kata Wuryanto, Doni masih berada di luar kota. Jenderal bintang dua itu belum sempat mengunjungi keluarga Serma Zulkifli yang meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak itu.”Jadi ini bersifat pribadi. Meski nanti beliau sudah tidak lagi menjadi Danjen Kopassus, beliau akan tetap menjadi ayah angkat dari anak Serma Zulkifli. Dia merasa itu menjadi tanggung jawab moral,” ujar Wuryanto.

Sedangkan Kopassus akan menyantuni istri dan anak Serma Zulkilfi. Biaya pendidikan akan ditanggung oleh Korps Baret Merah.Zulkifli bersama tiga orang lainnya terlibat keributan dengan belasan anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan di sebuah Kafe di Sukoharjo, Jateng, Minggu (31/5) malam. Dalam kejadian tersebut, Serma Zulkifli tewas dan 3 anggota TNI AU lainnya terluka.

Denpom TNI AD sudah memeriksa 17 anggota Kopassus terkait peristiwa ini. Tujuh anggota Kopassus telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Denpom AD menetapkan tujuh anggota Grup II Kopassus sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan anggota TNI AUI Serma Zulkifli tewas. Tujuh tersangka ini terancam 12 tahun penjara.

“Tujuh tersangka diancam dengan Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP,” kata Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2015).Pasal tersebut mengatur mengenai tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap orang lain. Khusus untuk yang menimbulkan kematian, ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Wuryanto mengatakan tujuh tersangka itu adalah Sersan Dua Y, Sersan Dua G, Prajurit Satu D, Prajurit Satu HE, Prajurit Satu L, Sersan Dua AA dan Prajurit Dua JML.

“Seperti sudah disampaikan sebelumnya. TNI AD bertindak tegas dan tidak pandang bulu. Kami tidak akan menutup-nutupi, semua akan diusut sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Wuryanto.Pemeriksaan kepada ketujuh tersangka ini, kata Wuryanto, masih terus berlanjut sebelum menjalani persidangan militer. Selain memeriksa tujuh tersangka ini, Denpom TNI AD juga memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini.

Menurut Wuryanto, dari pemeriksaan awal, tidak ada unsur terencana dalam bentrokan berdarah tersebut. “Semua terjadi secara spontan,” ujar Wuryanto. Denpom AD menegaskan hingga saat ini sudah ada tujuh anggota Grup 2 Kopassus yang ditahan terkait kasus perkelahian antaraparat yang menewaskan satu anggota TNI AU di sebuah karaoke di Sukoharjo, beberapa waktu lalu. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah sesuai hasil pemeriksaan. Komandan Pomdam IV/Diponegoro, Kolonel (CPM) Arief Wibowo Djadi, menegaskan tujuh anggota Kopassus itu ditahan di Markas Denpom IV/4 Surakarta.

“Ada tujuh tersangka dari anggota Kopassus. Pemeriksaan belum final, masih berkembang menunggu hasil penyidikan. Kami telah memeriksa 23 saksi, termasuk karyawan karaoke. Minggu depan, kita akan mintai keterangan para korban dari anggota TNI AU sebagai saksi,” ujarnya di Markas Denpom IV/4 Surakarta, Jumat (5/6/2015). Arief mengatakan sejauh ini pemeriksaan para saksi mengarahkan pada tidak ada rencana perkelahian sebelumnya. Semua kejadian berjalan spontan yang mungkin disebabkan oleh faktor minumal beralkohol. Pada saat di tempat hiburan mereka saling senggol hingga terjadi perkelahian.

4 Anggota TNI AU bertikai dengan anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan di sebuah kafe di Sukoharjo, Jateng, Minggu (31/5) malam. Serma Zulkifli tewas setelah dirawat di rumah sakit, sedangkan 3 anggota TNI AU lainnya terluka.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s