Joko Priyatno Pembunuh Sadis Janda Dilumpuhkan Polisi Dengan 12 Tembak Di Kaki Kiri dan Kanan


Joko Priyatno (30) dihukum 15 tahun penjara penjara atas pembunuhan sadis seorang janda beranak tiga, Susi. Saat polisi menangkap Joko, polisi memberondong kaki Joko dengan 12 butir peluru. Kasus bermula saat Joko menjalin hubungan asmara terlarang dengan Susi. Saat itu status Joko adalah suami orang lain dan istrinya sedang hamil. Adapun Susi merupakan janda beranak tiga. Mereka akhirnya terlibat hubungan asmara dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Hubungan mereka mulai terlibat percekcokan ketika Susi meminta dinikahi tetapi Joko tidak mau karena masih ingin tetap bersama istrinya yang sedang hamil. Percekcokan ini memuncak pada 22 September 2014 malam. Usai keduanya selesai berhubungan badan di rumah Susi di Puri Dukuh Asri, Gedung Kiwo, Yogyakarta, mereka adu mulut. Susi minta dirinya diakui sebagai istri, padahal Joko sudah mempunyai istri yang sedang berbadan dua.

Atas hal ini, timbul niat Joko untuk menghabisi nyawa Susi. Lalu ia ke kamar mandi dan melihat linggis yang kemudian ia selipkan di celana. Kemudian ia kembali menemui Susi di kamar dan memukul kepala Susi dengan linggis. Pukulan pertama membuat kepala Susi terluka dan ia lalu ke luar kamar tidur menuju kamar tamu. Di ruang tamu ia mendengar Susi masih merintih lalu Joko kembali ke kamar dan memukulkan linggis sekali lagi hingga nyawa Susi melayang. Setelah itu, Joko tiduran di ruang tamu dan menjelang pagi ia pulang ke rumahnya. Paginya, tetangga Susi gempar atas penemuan mayat tersebut. Polisi segera datang ke lokasi untuk olah TKP lalu mengejar Joko.

Pada 26 September 2014, Joko sedang tidur dengan anaknya yang berusia 3 tahun di rumah kontrakan di Desa Wirokraman, Tangkilan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. Tiba-tiba seorang pria misterius masuk lewat jendela. Joko kaget karena mengira pencuri, dia lalu keluar. Tapi dua orang telah menghadang di depan pintu dan Joko pun dibekuk. Selidik punya selidik mereka adalah anggota polisi dengan jumlah total 12 orang yang bertugas menangkap Joko.

Lantas Joko dibawa dengan mobil dan diminta menunjukkan bukti linggis yang telah dibuang ke sungai. Karena tidak ketemu, lalu Joko dibawa ke suatu tempat. Di sebuah jalan, polisi menumpahkan timah panas ke kaki pelaku. Delapan peluru di kaki kanannya dan empat peluru di kaki kirinya.

Setelah itu, Joko diperiksa di kantor polisi dan dihadirkan ke persidangan. Setelah melalui proses pengadilan, Joko dituntut 20 tahun penjara karena menghilangkan nyawa Susi. Lalu apa putusan majelis hakim? “Menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun penjara,” putus majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada 4 Mei 2015 sebagaimana dilansir webiste Mahkamah Agung (MA), Senin (1/6/2015).

Duduk sebagai ketua majelis Jhoni Butarbutar dengan anggota Donna H Simamora dan Wuryanta. Hal-hal yang meringankan yaitu Joko mengakui perbuatannya dan ia masih mempunyai tanggungan istri dan dua orang anak. Selain itu dia juga menderita luka tembak. “Terdakwa telah mengalami luka di kakinya akibat tembakan sebanyak 12 kali,” putus majelis dengan suara bulat.

Soal penembakan beruntun ini diakui oleh kuasa hukum Joko, Fidel Angwarmassae. Bagi Fidel, penembakan beruntun ini tidak bisa ditolerir dan telah mencederai rasa kemanusiaan meski terdakwa bersalah sekali pun. “Saat ditangkap terdakwa tidak melawan. Mengapa sampai 12 butir peluru? Dua butir juga sudah membuatnya jatuh. Ini di luar rasa kemanusiaan,” kata Fidel saat berbincang. Terkait hukuman 15 tahun yang dijatuhkan, Fidel sedang menyusun memori banding. Adapun terkait 12 timah yang bersarang di kaki kliennya, ia masih berunding dengan Joko dan keluarga apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak.

“Kondisi kaki Joko sudah membaik dibandingkan kemarin-kemarin. Tapi ia masih duduk di kursi roda. Untuk jangka panjang, ya kemungkinan bisa lumpuh,” ucap Fidel

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s