Categories
Bencana Alam Pencinta Lingkungan

Daftar 18 Provinsi Yang Terkena Dampak Kemarau Panjang Akibat El Nino Tahun 2015


Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan upaya khusus (upsus) guna mengantisipasi ancaman dampak gelombang panas El Nino terhadap pertanian. Sebanyak 18 provinsi terindikasi rawan terdampak gelombang panas El Nino. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Moch. Syakir mengatakan, gelombang panas El Nino memang diprediksikan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Lapan berjenis moderat.

Gelombang panas lemah akan terjadi mulai Juni, dan makin moderat hingga puncaknya November. Syakir menuturkan, dari data tersebut dapat diartikan El Nino datang hampir bersamaan dengan masa tanam kering atau musim kemarau, yakni April-September (Asep). “Namun, kalau toh terjadi El Nino yang berbahaya untuk pertanian, Kementan sudah mengantisipasi,” kata Syakir, di Jakarta, Rabu (17/6/2015). Kementan, sambung Syakir, telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak gelombang panas.

Kurang lebih ada 18 provinsi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi yang potensial terdampak El Nino. “Yang rawan terdampak ada18 provinsi, tapi tidak semua wilayah di provinsi itu terkena, hanya beberapa kabupaten saja. Ada di NTB, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah,” jelas Syakir.

Syakir menuturkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memanggil semua kepala dinas dari provinsi yang rawan terdampak El Nino, serta Dandim untuk berkoordinasi. Kementan telah menyiapkan pula program upaya khusus (upsus) diantaranya penyediaan pompa air, benih, dan pupuk. Pembagian pompa air sudah dilakukan sebagian. “Kegiatan upsus itu salah satu inputnya adalah pompa air,” kata Syakir. Selain itu, Kementan juga menyiapkan benih dan pupuk manakala ada produksi padi yang terganggu kekeringan, dan petani perlu menanam kembali. Menurut Syakir, komoditas pertanian yang kemungkinan besar akan terdampak gelombang panas adalah padi dan jagung.

“Tentu tanaman semusim. Yang harus kita jaga adalah target swasembada padi itu nomer satu kita amankan,” kata Syakir. Sementara itu, untuk komoditas hortikultura seperti cabai, Syakir mengatakan sentra produksi hortikultura tidak banyak yang berada pada daerah rawan dampak El Nino. Apalagi, hortikultura biasanya ditanam di masa penghujan, bukan di musim kemarau. “Kalau ditanam di musim kering pun rata-rata di daerah yang punya sumber air yang cukup. Jadi selama ini hortikultura itu punya daerah yang memiliki infrastruktur yang bagus,” sambung Syakir.

Demikian juga dengan peternakan. Syakir mengatakan, gelombang panas El Nino juga tidak akan banyak berpengaruh terhadap peternakan. Pasalnya, biasanya para peternak memilih lokasi yang memiliki sumber air cukup banyak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan gelombang panas El Nino akan menyerang wilayah Indonesia sampai November 2015. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, El Nino yang menyerang wilayah Indonesia berjenis El Nino moderat.

“Akibat adanya El Nino diperkirakan awal musim hujan 2015/2016 di beberapa wilayah mengalami kemunduran,” kata Yunus dalam rapat koordinasi dengan Menteri LHK dan Menteri ATR, Jakarta, Rabu (17/6/2015). Yunus mengatakan, hasil monitoring BMKG, perkembangan El Nino sampai Juni menunjukkan El Nino moderat. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai November dan berpeluang untuk menguat (WMO, 2015). Yunus menyampaikan, daerah-daerah yang berpotensi terkenda dampak El Nino meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Dia menambahkan, El Nino bukan satu-satunya faktor pemicu kekeringan di Indonesia, harus dipertimbangkan faktor lain seperti Dipole Mode dan SST di perairan Indonesia. Yunus mengatakan, efek dari El Nino di tiap-tiap daerah berbeda. Paling nyata ada di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perbedaan dampak El Nino ini disebabkan letak geografis yang berbeda-beda, dan juga pola hujan.

Dia bilang El Nino berdampak terhadap pengurangan curah hujan di bagian barat Indonesia. “Tapi tidak signifikan,” kata Yunus. Dampak lain dari El Nino adalah beberapa wilayah menjadi rentan mengalami kebakaran hutan. Dia menyebut Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Barat adalah daerah yang saat ini sangat mudah terjadi kebakaran. “Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat ini karena dekat dengan Singapura harus diantisipasi, karena mereka yang paling rewel (kalau ada kebakaran),” kata Yunus.

Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengatakan, pemerintah telah menyusun rencana untuk mengimpor 500.000 ton beras guna mengantisipasi dampak badai kering El Nino.“Peristiwa el nino juga tiap tahun akan terjadi. Yang penting jangan sampai produksi yang bisa dicapai pada 2013, turun dari jumlah itu,” katanya kepada wartawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Rusman mengatakan, izin yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 200.000 ton untuk beras premium dan 300.000 ton untuk beras medium. Sementara itu, El Nino diperkirakan menyambangi Indonesia pada Oktober, November, dan Desember.

Rusman mengatakan, meskipun pemerintah telah mempersiapkan opsi impor, namun, hal tersebut tidak lantas menjadi keharusan. Hal itu disebabkan tergantung pada kecukupan produksi nasional. “Maksud saya begini, boleh saja ada pemikiran-pemikiran impor untuk memperkuat cadangan beras dalam negeri. Tapi instrumen itu disiapkan saja. Tetapi bukan berarti harus dieksekusi,” katanya. Dia menjelaskan, rencana impor beras harus dipikirkan pemerintah sejak dini sehingga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan, hal tersebut bisa diantisipasi.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan target produksi beras tahun mencapai 76,57 juta ton gabah kering giling (gkg). Target ini lebih besar dari tahun lalu yang hanya sebesar 71,29 juta ton. Hingga semester pertama 2014, realisasi produksi sudah mencapai 50 persen. Hingga akhir Agustus mendatang, pemerintah menyatakan belum akan membuka keran impor beras. “Kalau untuk urusan impor kita paling konsen jangan sampai melukai petani, tetapi bukan berarti Kementan mengatakan itu haram,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, perubahan iklim dan gelombang panas El Nino tidak akan menyebabkan kebakaran lahan. Susi yang dalam biodatanya memasukkan profesi sebagai aktivis itu menyampaikan, kebakaran lahan tidak akan mungkin terjadi kecuali ada pihak yang membakar.

“Di CV (biodata) saya, salah satunya saya tuliskan independent activist. Dari pengalaman saya di Indonesia, El Nino tidak akan menyebabkan kebakaran lahan. Saya berani taruhan, tidak akan menyebabkan kebakaran. Kalau lahan kering itu tidak dibakar, itu tidak mungkin terbakar,” kata Susi dalam rapat koordinasi tentang El Nino, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Dia bilang, hutan-hutan di Indonesia rendah kemungkinannya terbakar akibat gelombang panas, lantaran memiliki kelembaban tinggi. Berbeda dari hutan-hutan yang ada di Australia. “Kalau di Australia, saya percaya (kebakaran karena gelombang panas),” kata Susi. “Di kita, kalau orang tidak sengaja membuang api, membuang puntung rokok, tidak akan terjadi kebakaran. Hampir, zero-zero-zero possibility,” ucap Susi. Susi mewanti-wanti jangan sampai nantinya isu El Nino ini justru dimanfaatkan oleh oknum atau pengusaha nakal yang memang membakar hutan untuk membuka lahan. Mereka bisa jadi menjadikan El Nino sebagai kambing hitam. Padahal memang sengaja dibakar.

“Dengan level humidity tinggi, impossible lahan kering di Indonesia tidak mungkin terbakar kalau tidak dibakar,” tandas Susi. Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, El Nino yang menyerang wilayah Indonesia berjenis El Nino moderat antara Juni sampai November 2015. Yunus mengatakan, efek dari El Nino di tiap-tiap daerah berbeda. Paling nyata ada di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perbedaan dampak El Nino ini disebabkan letak geografis yang berbeda-beda, dan juga pola hujan. Dia bilang El Nino berdampak terhadap pengurangan curah hujan di bagian barat Indonesia. “Tapi tidak signifikan,” kata Yunus.

Dampak lain dari El Nino adalah beberapa wilayah menjadi rentan mengalami kebakaran hutan. Dia menyebut Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Barat adalah daerah yang saat ini sangat mudah terjadi kebakaran. “Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat ini karena dekat dengan Singapura harus diantisipasi, karena mereka yang paling rewel (kalau ada kebakaran),” kata Yunus.

Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Juni 2014 mengalami peningkatan sesuai dengan pola historisnya, namun tetap terkendali. Inflasi Juni sebesar 0,43 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sesuai dengan pola inflasi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.”Namun demikian, inflasi Juni tersebut masih terkendali dan bahkan lebih rendah dibandingkan angka historis dalam beberapa tahun terakhir yang rata-rata mencapai 0,56 persen month to month,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam pernyataan resmi, Rabu (2/7/2014).

Sebagaimana biasanya, inflasi menjelang Ramadhan masih didorong inflasi volatile food yang mencapai 1,06 persen (mtm) atau 6,74 persen (yoy). Komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi adalah bawang merah dan bawang putih serta daging ayam dan telur ayam. Adapun inflasi administered prices sedikit meningkat menjadi 0,45 persen (mtm) atau 13,47 persen (yoy) disebabkan penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan Rumah Tangga dengan daya listrik lebih dari 6600 VA.

“Bank Indonesia menilai inflasi hingga Juni 2014 ini masih positif bagi pencapaian sasaran inflasi 4,5 plus minus 1 persem pada 2014 dan 4 plus minus 1 persem pada 2015. Bank Indonesia tetap mencermati berbagai risiko inflasi di semester II 2014 seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat El Nino,” sebut Peter.

Categories
Kriminalitas Perekomonian dan Bisnis

Kosmetik Ilegal dari Cina Rambah Pasar Lokal


Kosmetik ilegal dengan merek ternama yang diimpor dari Cina sudah beredar di Tanah Air sejak beberapa tahun ini. Hal itu diakui seorang pelaku yang ditangkap petugas di rukonya di Kompleks Mutiara, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. E, pemilik barang itu, menjelaskan telah mengimpor kosmetik dari Cina sejak tiga tahun lalu. “Pelaku mengedarkan kosmetik yang tidak memiliki izin sama sekali dari BPOM,” kata Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dewi Prawitasari.

Dewi dan belasan anak buahnya pada Rabu, 11 Juni 2015, menggerebek ruko milik E. Mereka menyita ratusan dus yang berisi 16 jenis kosmetik ilegal dari berbagai merek. Ada eye shadow, pensil alis, blush on, bedak, body lotion, lipstick, dan lipgloss. Selain itu, ada beberapa kosmetik yang memalsukan merek dagang Maybelline dan The Body Shop.

Menurut taksiran kasar BPOM, total keuntungan yang didapat sekitar Rp 2 miliar. Namun E mengaku hanya meraup laba Rp 500 juta. Dewi menjelaskan pihaknya akan menghitung ulang untuk mendapatkan angka nominal pastinya. Dia juga belum dapat memperhitungkan kerugian negara akibat peredaran kosmetik yang tak memiliki izin edar ini.

Pemilik, kata Dewi, mengaku menjual satu lusin maskara merek Maybelline seharga Rp 84 ribu, serta satu lusin body lotion seharga Rp 18 ribu. “Saya tidak percaya, kecuali kalau itu harga satuan, baru saya percaya,” ujarnya. Menurut pengamatan, harga normal untuk maskara bermerek Maybelline berada pada kisaran Rp 45-165 ribu per satuan.

Saat masuk ke dalam ruko, masih ada tumpukan kardus yang sedang didata petugas BPOM. Di situ ada satu kardus yang berisi berbagai sampel kosmetik dengan berbagai merek, seperti MAC, The Body Shop, Kiss Beauty, dan Barbie Hand and Body Lotion.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Puluhan Karung Uang Milik Bank Indonesia Ditemukan Dibuang Ditempat Sampah Liar


Warga Jalan Bhakti RT 7 RW 12, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, digegerkan dengan temuan uang sebanyak 62 karung di tempat pembuangan sampah liar, Jumat petang, 12 Juni 2015.

Juru bicara Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo, mengatakan peristiwa itu bermula ketika seorang warga curiga dengan puluhan karung ukuran 25 dan 50 kilogram di tempat pembuangan sampah. Setelah diperiksa, ternyata isinya uang yang sudah dipotong-potong. “Kemudian dilaporkan ke Kepolisian,” kata Siswo, Sabtu, 13 Juni 2015.

Siswo mengatakan polisi langsung mengamankan uang hancur pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu ke Kepolisian Sektor Pondok Gede untuk diselidiki. Menurut dia, karung-karung berisi uang hancur tersebut dibuang sekitar enam hari lalu memakai mobil bak terbuka jenis Suzuki Carry. “Dibuangnya pagi sekitar pukul 09.00,” ujar Siswo.

Siswo mengatakan, selama enam hari di tempat pembuangan sampah liar ukuran 559 meter persegi itu, karung tersebut dimainkan oleh anak-anak. Sejak itu kondisinya basah karena terkena air hujan. Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona mengatakan hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa uang itu asli. Pemiliknya, kata dia, merupakan Bank Indonesia. “Uang reject yang dihancurkan karena tidak layak edar,” tutur Daniel.

Daniel mengatakan pihaknya sudah mengundang BI ke Markas Polresta Bekasi Kota semalam guna penyelidikan. Keterangan BI, kata dia, puluhan karung uang hancur itu akan dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, pada 5 Juni lalu. “Karena antrenya lama, dibuang di situ,” ucap Daniel.

Daniel menambahkan, yang membuang uang tersebut merupakan rekanan dari BI. Kepolisian saat ini tengah berusaha memanggil pihak ketiga dari BI tersebut untuk dimintai keterangan. “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Daniel. “Sementara uang yang dihancurkan itu kami amankan dulu.”

Categories
Lain Lain

Akmal Anak Ajaib Di Desa Mangempang Gowa Yang Mampu Bertelur


Kehebohan terjadi di Dusun Kampong Beru, Desa Mangngempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah beredar kabar tentang seorang bocah laki-laki bernama Akmal (12) yang disebut telah bertelur tiga kali. Kehebohan semakin menjadi karena detik-detik saat Akmal mengeluarkan telur dari duburnya yang direkam oleh tetangganya menggunakan kamera telepon seluler mulai ramai beredar pada Kamis (4/6/2015).Akmal adalah putra ketiga pasangan Muhammad Ruslim (42) dan Nawasiah (42). Akmal diketahui terlahir kembar bersama seorang bocah perempuan bernama Jusmala (12). Akmal pun memiliki kelainan fisik berupa ukuran kaki yang kecil sebelah.

Akmal dikabarkan mulai mengeluarkan telur dari dubur sejak Kamis, 28 Mei 2015 lalu. Saat itu, Akmal mengalami sakit perut dan terasa ingin membuang hajat. Telur pertama keluar bersamaan dengan tinja. Telur kedua dikabarkan keluar pada hari Minggu, 31 Mei 2015. Saat hendak mengeluarkan telur, Akmal masih merasakan sakit perut yang sama seperti pertama kali. Telur pertama dan kedua ini kemudian dipecahkan oleh sekretaris desa (sekdes) setempat.

“Saya pecahkan dan isinya berwarna putih tidak ada kuningnya, tapi kental sekali seperti telur setengah masak,” ujar Arifuddin, Sekdes Mangngempang. Sementara telur ketiga keluar pada hari Senin, 1 Juni 2015, di rumah pamannya. Pamannya yang penasaran atas fenomena yang terjadi pada keponakannya itu kemudian merekam proses dikeluarkannya telur melalui kamera telepon seluler. “Saya awalnya tidak percaya, makanya saya rekam dan ternyata memang betul,” kata Dari.

Telur ketiga itu berbentuk dan seukuran telur ayam biasa, berwarna agak kecoklatan, tetapi memiliki garis seperti urat-urat dan berbintik kecoklatan. Telur ketiga tersebut hingga saat ini disimpan oleh pihak keluarga, sambil menunggu tim medis setempat datang melakukan pemeriksaan. “Sampai sekarang kami masih menunggu tim medis untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, saya juga khawatir jangan sampai ada apa-apa dengan anak saya dan awalnya saya tidak percaya, tapi setelah melihat rekaman videonya ternyata memang ini nyata,” kata Muhammad Ruslim.

Akmal (12), anak asal Dusun Kampong Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga mengalami fenomena medis yang disebut corpus alienium. Sudah tujuh benda serupa telur yang keluar dari duburnya sejak pekan lalu. Orangtua Akmal, Ruslim (42), membawa bocah tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa, Senin (8/6/2015) sekitar pukul 11.00 Wita.

Akmal (12) bocah asal Dusun Kampone Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali bertelur. Kali ini, putra pasangan Ruslim (42) dan Nawasiah (42) itu mengeluarkan dua butir telur. Atas fenomena ini, pemerintah desa setempat mengaku akan segera melaporkan peristiwa ini ke pihak dinas terkait. Minggu (7/6/2015), Akmal diketahui bertelur sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelumnya pada Sabtu (6/6/2015) Akmal juga sempat bertelur dengan disaksikan oleh puluhan warga setempat. Bahkan sejumlah warga merekam momentum fenomena ini dengan kamera telepon seluler.

Sebelum bertelur, Akmal merasakan sakit perut sejak pagi hari dan langsung dibantu oleh dukun beranak hingga akhirnya mengeluarkan telur pada pukul 15.00 Wita. Satu menit berselang, telur kedua juga keluar. “Sejak tadi pagi sakit perut, jadi saya bilang sama orang kalau kayaknya ada lagi telur yang mau keluar,” ujar Akmal di tengah kerumunan warga. Sejauh ini, jumlah telur yang telah dikeluarkan Akmal telah mencapai lima butir. Telur pertama dan kedua sendiri sebelumnya sudah dipecahkan untuk mengetahui isi telur. Sementara selebihnya kini disimpan oleh pihak keluarga.

Rencananya pemerintah setempat akan melaporkan fenomena ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dengan harapan akan diteliti penyebab telur keluar dari Akmal. “Saya awalnya cuma mendengar, tapi kemarin saya saksikan langsung saat bertelur dan langsung dua butir jadi kalau tidak ada halangan saya akan laporkan langsung ke Dinas Kesehatan agar datang ke sini dan meneliti apa sebabnya kenapa ada manusia yang bertelur,” kata Abdul Aziz Buhari, Kepala Desa Mengempang.

Diberitakan sebelumnya bahwa bocah kelas VI sekolah dasar ini mampu bertelur dan membuat warga heboh. Pasalnya, proses keluarnya telur ini terekam kamera telepon seluler yang dilakukan oleh warga setempat.Khawatir dengan kesehatan Akmal (12) yang kembali mengeluarkan benda seperti telur, orangtua Akmal akhirnya membawa anaknya itu ke rumah sakit. Akmal kembali mengeluarkan benda seperti telur dari tubuhnya, Senin (8/6/2015) sekitar pukul 07.30 Wita.

Keanehan yang dialami Akmal membuat heboh warga di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Kampong Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.Akmal mengeluarkan telur keenam pada pagi hari setelah merasakan sakit perut sejak dini hari. Namun, telur keenam tidak sebesar telur pertama hingga kelima yang berukuran sebesar telur ayam. Telur keenam kali ini hanya berukuran kelereng. “Tadi pagi bertelur lagi, jadi saya terpaksa bawa sekarang anak saya ke rumah sakit. Mudah-mudahan bisa diobati,” kata Ruslim, orangtua Akmal.

Sementara pihak rumah sakit yang dikonfirmasi mengaku masih menunggu kedatangan pasien lantaran jarak antara rumah sakit dan rumah pasien mencapai 130 kilometer dengan medan yang menanjak dan menikung.”Iya, kami sudah dengar informasinya dan sementara kami menunggu,” ujar Abdul Rahman, salah seorang petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa.Di rumah sakit, Akmal langsung menjalani proses pemeriksaan oleh tim medis di ruang unit gawat darurat (UGD) serta dibawa ke ruang radiologi untuk menjalani foto rontgen. Dari hasil foto rontgen pihak rumah sakit, tampak jelas benda serupa sebutir telur masih bersarang di perut bagian pelvis atau punggung. Berselang satu jam, Akmal kembali mengeluarkan telur ketujuh di ruang UGD.

Tim medis yang dikonfirmasi terkait dengan hal ini mendiagnosis bahwa Akmal mengalami fenomena corpus alienium atau kemunculan benda asing dalam tubuh manusia. “Diagnosa sementara ini masuk dalam kasus corpus alienium, namun penyebab keberadaan benda asing seperti ini dalam dunia medis tak ada teorinya,” jelas dokter Ferliyani, anggota tim dokter RSUD Syech Yusuf Sungguminasa. Telur ketujuh yang dikeluarkan di rumah sakit kini tengah berada di ruang laboratorium untuk diselidiki secara medis.

Categories
Kriminalitas

Joko Priyatno Pembunuh Sadis Janda Dilumpuhkan Polisi Dengan 12 Tembak Di Kaki Kiri dan Kanan


Joko Priyatno (30) dihukum 15 tahun penjara penjara atas pembunuhan sadis seorang janda beranak tiga, Susi. Saat polisi menangkap Joko, polisi memberondong kaki Joko dengan 12 butir peluru. Kasus bermula saat Joko menjalin hubungan asmara terlarang dengan Susi. Saat itu status Joko adalah suami orang lain dan istrinya sedang hamil. Adapun Susi merupakan janda beranak tiga. Mereka akhirnya terlibat hubungan asmara dan melakukan hubungan layaknya suami istri.

Hubungan mereka mulai terlibat percekcokan ketika Susi meminta dinikahi tetapi Joko tidak mau karena masih ingin tetap bersama istrinya yang sedang hamil. Percekcokan ini memuncak pada 22 September 2014 malam. Usai keduanya selesai berhubungan badan di rumah Susi di Puri Dukuh Asri, Gedung Kiwo, Yogyakarta, mereka adu mulut. Susi minta dirinya diakui sebagai istri, padahal Joko sudah mempunyai istri yang sedang berbadan dua.

Atas hal ini, timbul niat Joko untuk menghabisi nyawa Susi. Lalu ia ke kamar mandi dan melihat linggis yang kemudian ia selipkan di celana. Kemudian ia kembali menemui Susi di kamar dan memukul kepala Susi dengan linggis. Pukulan pertama membuat kepala Susi terluka dan ia lalu ke luar kamar tidur menuju kamar tamu. Di ruang tamu ia mendengar Susi masih merintih lalu Joko kembali ke kamar dan memukulkan linggis sekali lagi hingga nyawa Susi melayang. Setelah itu, Joko tiduran di ruang tamu dan menjelang pagi ia pulang ke rumahnya. Paginya, tetangga Susi gempar atas penemuan mayat tersebut. Polisi segera datang ke lokasi untuk olah TKP lalu mengejar Joko.

Pada 26 September 2014, Joko sedang tidur dengan anaknya yang berusia 3 tahun di rumah kontrakan di Desa Wirokraman, Tangkilan, Sidokarto, Godean, Sleman, DIY. Tiba-tiba seorang pria misterius masuk lewat jendela. Joko kaget karena mengira pencuri, dia lalu keluar. Tapi dua orang telah menghadang di depan pintu dan Joko pun dibekuk. Selidik punya selidik mereka adalah anggota polisi dengan jumlah total 12 orang yang bertugas menangkap Joko.

Lantas Joko dibawa dengan mobil dan diminta menunjukkan bukti linggis yang telah dibuang ke sungai. Karena tidak ketemu, lalu Joko dibawa ke suatu tempat. Di sebuah jalan, polisi menumpahkan timah panas ke kaki pelaku. Delapan peluru di kaki kanannya dan empat peluru di kaki kirinya.

Setelah itu, Joko diperiksa di kantor polisi dan dihadirkan ke persidangan. Setelah melalui proses pengadilan, Joko dituntut 20 tahun penjara karena menghilangkan nyawa Susi. Lalu apa putusan majelis hakim? “Menjatuhkan pidana penjara selama 15 tahun penjara,” putus majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman pada 4 Mei 2015 sebagaimana dilansir webiste Mahkamah Agung (MA), Senin (1/6/2015).

Duduk sebagai ketua majelis Jhoni Butarbutar dengan anggota Donna H Simamora dan Wuryanta. Hal-hal yang meringankan yaitu Joko mengakui perbuatannya dan ia masih mempunyai tanggungan istri dan dua orang anak. Selain itu dia juga menderita luka tembak. “Terdakwa telah mengalami luka di kakinya akibat tembakan sebanyak 12 kali,” putus majelis dengan suara bulat.

Soal penembakan beruntun ini diakui oleh kuasa hukum Joko, Fidel Angwarmassae. Bagi Fidel, penembakan beruntun ini tidak bisa ditolerir dan telah mencederai rasa kemanusiaan meski terdakwa bersalah sekali pun. “Saat ditangkap terdakwa tidak melawan. Mengapa sampai 12 butir peluru? Dua butir juga sudah membuatnya jatuh. Ini di luar rasa kemanusiaan,” kata Fidel saat berbincang. Terkait hukuman 15 tahun yang dijatuhkan, Fidel sedang menyusun memori banding. Adapun terkait 12 timah yang bersarang di kaki kliennya, ia masih berunding dengan Joko dan keluarga apakah akan melakukan upaya hukum atau tidak.

“Kondisi kaki Joko sudah membaik dibandingkan kemarin-kemarin. Tapi ia masih duduk di kursi roda. Untuk jangka panjang, ya kemungkinan bisa lumpuh,” ucap Fidel

Categories
Kriminalitas

Kisah Hidup Psikopat Reno Yang Gemar Membunuh Sampai Akhirnya Dihukum Mati Hakim


Inilah jalan Reno (32) pembunuh berdarah dingin dari Sumatera Selatan (Sumsel). Ia pernah membunuh dan dimaafkan, lalu membunuh lagi dan dibui 10 tahun tetapi hanya menjalani 5 tahun penjara. Selepas bebas, ia kembali membunuh dan akhirnya divonis mati. Berikut jalan hidup Reno sebagaimana dikutip dari website Mahkamah Agung (MA), Senin (8/6/2015):

1982
Reno lahir di Desa Sungai Ceper, Ogan Kumilir Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel)

Awal 2000
Reno membunuh korban bernama Nap. Kasus ini diselesaikan secara kekeluargaan walaupun pembunuhan deliknya pidana dan bukan pengaduan. Entah mengapa pihak kepolisian membiarkan kasus ini.

2008
Reno membunuh Nen. Reno dihukum 10 tahun penjara.

November 2013
Reno bebas dari penjara

22 September 2014
Reno kembali membunuh dan kali ini korbannya adalah istrinya yang sedang hamil 8 bulan. Reno menghabisi istrinya di sebuah kebun kosong di Dusun Bebah Permata Desa Sungai Menang, Ogan Komering Ilir, karena cemburu. Dia menuduh istrinya selingkuh, tuduhan yang hanya isapan jempol belaka

11 Februari 2015
Reno menjalani sidang perdana di PN Kayuagung.

21 April 2015
Jaksa belum siap dengan tuntutan, sidang ditunda.

28 April 2015
Jaksa belum siap dengan tuntutan, sidang ditunda.

5 Mei 2015
Jaksa belum siap dengan tuntutan, sidang ditunda.

12 Mei 2015
Jaksa belum siap dengan tuntutan, sidang ditunda.

19 Mei 2015
Jaksa belum siap dengan tuntutan, sidang ditunda.

20 Mei 2015
Jaksa menuntut Reno dihukum penjara seumur hidup

25 Mei 2015
Ketu majelis hakim Sobandi bersama anggota majelis Iman Budi Putra Noor dan Firman Jaya menjatuhkan hukuman mati bagi Reno.

Pembunuh berdarah dingin, Reno (32) akhirnya divonis mati karena membunuh istrinya, Masri. Padahal, ia baru setahun keluar bui menjalani hukuman 10 tahun penjara karena kasus pembunuhan.

Reno menyembelih istrinya di sebuah kebun kosong di Dusun Bebah Permata Desa Sungai Menang, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 24 September 2014.

“Bahwa benar, sebelum kejadian ini terdakwa baru keluar dari penjara pada bulan November 2013 atas perkara pembunuhan terhadap korban yang bernama Nen pada 2008 dan dihukum 10 tahun penjara,” ujar majelis Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, sebagaimana tertuang dalam putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (8/6/2015).

Tidak hanya itu, sebelum membunuh Nen, Reno juga pernah membunuh warga setempat yang bernama Nap. Akan tetapi kasus ini tidak dilanjutkan ke meja hijau. “Karena pihak keluarga terdakwa dan korban dapat menyelesaikan secara kekeluargaan,” ujar majelis yang diketuai Sobandi bersama anggota majelis Iman Budi Putra Noor dan Firman Jaya.

Setelah kembali membunuh untuk ketiga kalinya, Reno akhirnya dihukum mati. Hukuman ini di atas tuntutan jaksa yang menuntut Reni dipenjara seumur hidup. “Perbuatan itu sangat tidak manusiawi karena dilakukan dalam keadaan istrinya sedang hamil tua. Terdakwa tidak tampak menyesali perbuatannya yaitu terus menyangkal dan berbelit-belit memberikan keterangannya,” putus majelis pada 25 Mei lalu.

Dengan sadis dan biadab, Reno (32) menghabisi nyawa istrinya, Misra yang sedang hamil 8 bulan. Ini merupakan pembunuhan untuk ketiga kalinya yang dilakukan Reno. Atas perbuatannya, Reno dihukum mati!Reno membunuh istrinya di sebuah kebun kosong di Dusun Bebah Permata Desa Sungai Menang, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) pada 24 September 2014. Penyebabnya, Reno cemburu menuduh istrinya selingkuh. Tuduhan yang hanya isapan jempol belaka.

Sebelum membunuh dengan sebilah pisau bermata dua, Reno memukul Misra hingga terjungkal. Ia menghabisi istrinya hingga lehernya nyaris putus.Setelah itu ia kabur. Tidak berapa lama, polisi menangkap Reno dan menghadirkan ke pengadilan. Jaksa lalu meminta Reno dihukum penjara seumur hidup. Tapi majelis berkeyakinan lain.”Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Reno Bin Nuri dengan pidana mati,” putus majelis Pengadilan Negeri (PN) Kayuagung, sebagaimana tertuang dalam putusan yang dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (8/6/2015).

Duduk sebagai ketua majelis Sobandi bersama anggota majelis Iman Budi Putra Noor dan Firman Jaya. Mereka berkeyakinan Reno layak dihukum mati karena perbuatan itu dilakukan dengan sengaja dan direncanakan kepada istrinya sendiri. Perbuatan itu sangat tidak manusiawi karena dilakukan dalam keadaan istrinya sedang hamil tua. Apalagi, Reno pernah dipenjara karena membunuh dua orang yaitu Nap dan Nen.”Terdakwa tidak tampak menyesali perbuatannya yaitu terus menyangkal dan berbelit-belit memberikan keterangannya,” putus majelis pada 24 Mei lalu.

Adapun alasan yang meringankan tidak ada.

Categories
Pencinta Lingkungan

Kandungan Logam Berat Timbal Di Danau Lido Tinggi


Masyarakat di sekitar danau Lido, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kini harus lebih memperhatikan lingkungannya. Peneliti Institut Pertanian Bogor (IPB) menemukan fakta bahwa ada konsentrasi zat timbal (Pb) yang tinggi di danau wisata tersebut. Para peneliti dari Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB) yakni Tyas Dita Pramesthy, Yusli Wardiatno dan Majariana Krisanti menguji tingkat pencemaran logam berat di Danau Lido pada tahun 2014 lalu.

Tujuan awal penelitian adalah mendeskripsikan pengaruh logam berat terhadap kecacatan morfologi dari larva chironomid, yaitu larva sejenis serangga yang bentuk tubuh dewasanya mirip nyamuk tetapi tidak menggigit. Larva tersebut kerap jadi makanan ikan. Penelitian diawali dengan pengukuran kandungan Pb dan Hg di dalam perairan. Ada dua bagian danau yang diukur kandungan logam beratnya, yaitu di area dekat sawah (inlet danau) dan di area karamba jaring apung/KJA (outlet danau). Hasilnya sebagai berikut:

“Kandungan merkuri (Hg) di kedua area tersebut di bawah 0,002 mg/L (baku mutu 0,00r mgL). Sebaliknya timbal (Pb) untuk area sawah 0,190 mg/L dan area KJA 0,083 mg/L,” kata Maja, salah seorang peneliti saat dikonfirmasi, Sabtu (6/6/2015). Angka itu masuk dalam kategori tinggi dan membahayakan. Sebab level Pb dalam baku mutu peruntukan kelas III di PP No. 82 tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air adalah 0,03 mg/L.

“Dalam penelitian kami ditemukan adanya kecacatan pada gigi larva chironomid. Juga ditemukan kandungan Pb yang cukup besar (90,44 sampai 427,78 mg/L) dalam tubuh larva chironomid,” tambahnya. Chironomida dapat digunakan dalam mengkaji aspek biologi untuk mendeteksi adanya pencemaran logam berat di lingkungan perairan. Larva Chironomida dapat tumbuh di dalam lingkungan perairan dalam keadaan tinggi kandungan kimia, fisika maupun biologi sehingga larva tersebut dapat digunakan untuk merefleksikan degradasi lingkungan.

Danau Lido selama ini dimanfaatkan untuk beberapa kegiatan, seperti keramba jaring apung (KJA), wisata perahu dan rumah makan apung. Namun Maja belum bisa memastikan dari mana limbah timbal itu berasal. Menurutnya, butuh penelitian lanjutan untuk mengusut masalah ini.

“Penelitian terhadap sumber Pb cukup banyak. Bisa secara alamiah maupun akibat kegiatan manusia. Dari kegiatan manusia antara lain aktivitas industri metal, aki, bahan kimia dalam proses pembuatan bahan bakar minyak, beberapa jenis cat, dan berbagai kegiatan lain,” jelasnya.

Dari hasil ini tim peneliti menyimpulkan bahwa Danau Lido telah mengalami pencemaran logam timbal (Pb). Pencemaran tersebut menyebabkan terjadinya respons morfologi pada larva Tanypodinae yaitu berupa deformitas ligula.

Categories
Kriminalitas

Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo Larang Anggota TNI Ke Diskotek dan Cafe


Pangdam Jaya Mayjen Agus Sutomo menyesalkan peristiwa pertikaian antara Grup 2 Kopassus dengan 4 anggota TNI AU. Agus menegaskan larangan berpergian ke tempat hiburan malam bagi prajurit di bawah komandonya. “Ada larangan yang sudah berlaku lama, prajurit dilarang ke bar, diskotek, tempat-tempat yang ada WTS nya, atau tempat hiburan malam,” ujar Mayjen Agus saat peresmian Media Center Kodam Jaya, Cawang, Jaktim, Jumat (5/6/2015). Larangan tersebut juga termasuk bagi prajurit di jajaran Kodam Jaya. Agus menyarankan, jika sedang bebas tugas dan ingin mencari hiburan, datanglah ke tempat-tempat positif dan lakukan kegiatan yang bermanfaat seperti berkumpul bersama keluarga.

“Berlaku juga di Kodam Jaya, prajurit dilarang ke tempat hiburan malam. Itu nggak boleh, karena melanggar norma-norma prajurit. Kalau di luar jam dinas untuk istirahat atau kumpul keluarga. Hiburan boleh, tapi yang positif. Hiburan yang bermanfaat misal sama keluarga ke Kebun Binatang, jalan-jalan ke TMII,” tegas Agus. Menurut Agus, jika ingin pergi-pergi ke kafe, prajurit lebih baik keluar saja dari tentara. Untuk menghindari anak buahnya berbuat nakal, patroli ke tempat-tempat hiburan kerap dilakukan.

Dengan tegas Agus juga mengatakan akan menindak tegas jika prajurit Kodam Jaya tetap membandel.”Kalau mau ke kafe tiap malam, harus keluar dari tentara. Tentara tidak ada pelajaran ke kafe. Kalau ada, Asopsnya yang salah. Harusnya kerjaan tentara itu latihan, tingkatkan profesionalisme. Yang ada ke lapangan tembak bawa senapan, latihan bela diri, latihan halang rintang, taktik regu,” tutur Agus. “Barangsiapa yang melakukan itu berarti bunuh diri, karena masuk TNI itu susah. Sanksinya kadang sampai penjara, dipecat juga. Kodam Jaya semua pimpinan membina. Kita melakukan langkah-langkah pencegahan, sewaktu-waktu kita patroli ke tempat hiburan. Kita mencari, kalau ada prajurit bandel,” sambungnya.

Apa yang terjadi di Sukoharjo hingga menewaskan seorang personel TNI AU, menurut Agus, murni merupakan kesalahan oknum. Ketimbang melakukan yang tidak-tidak, ia justru menyarankan agar seluruh prajurit meningkatkan kinerja dan mencetak prestasi. “Itu oknum, pimpinan nggak pernah ngajari. Kalau tidak salah para komandannya sedang apel di Cijantung (Mako Kopassus). Itu prajurit baru lulus sekolah komando. Mungkin kayak cakil, merasa nggak ada komandannya grasa-grusu ke mana-mana. Ibarat di bela diri, baru sabuk putih udah pecicilan,” tutur dia.

“Saya sebagai mantan Danjen prihatin. Kita di sini selalu briefing dan penekanannya seperti itu. Tingkatkan kinerja, hentikan apapun bentuk pelanggaran, dan berprestasilah. Kalau berprestasi itu malah dapat hadiah. Prajurit yang berprestasi memperbaiki kesejahteraannya,” kata mantan Danjen Kopassus tersebut.
Aksi perkelahian antar anggota TNI terjadi di tempat hiburan malam. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menyayangkan insiden ini dan meminta prajurit TNI hidup disiplin.

“Tentara harus disiplin lah, ada waktunya hiburan, hiburan yang..tak usah pigi hiburan yang bar-bar gitu kan. Apalagi prajurit,” kata JK di katornya, Jl Medan Merdeka Utara, Jakpus, Kamis (4/6/2015).Ia mengatakan, insiden perkelahian antar prajurit baik TNI atau kepolisian di tempat hiburan sudah sering terjadi sejak dulu. Menurutnya, hal ini harusnya tidak perlu terjadi jika prajurit-prajurit ini disiplin.”Ya hiburan penting, tapi artinya hiburan rekreasi yang baiklah, jangan berkelahi di situlah,” imbuh JK.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga menyayangkan insiden ini. Ia bahkan mengusulkan prajurit TNI dilarang masuk tempat hiburan sesuai dengan aturan terdahulu.”Dulu ada (Polisi Militer razia di tempat hiburan), makanya takut itu tentara. Makanya akan kita kaji, jadi setiap keramaian akan ada PM. Tentara nggak boleh masuk. Dalam waktu dekat akan saya sampaikan. Tentara nggak boleh gitu (ke kafe lalu bertengkar), diketawain orang itu,” tutur Ryamizard di Kantor Kemhan, Jl Medan Merdeka Barat, Jakpus, kemarin.Danjen Kopassus Mayjen Doni Monardo bersikap tegas terhadap anggotanya yang terlibat perkelahian dan menewaskan anggota TNI AU Serma Zulkifli. Tak hanya itu saja, Doni juga akan menjadikan anak almarhum sebagai anak angkat.

“Perlu disampaikan bahwa Danjen Kopassus dalam waktu dekat akan mendatangi rumah Serma Zulkifli, di sana Danjen Kopassus akan menjadikan anak Serma Zulkifli sebagai anak angkat,” ujar Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto dalam perbincangan, Jumat (5/6/2015).Sampai saat ini, kata Wuryanto, Doni masih berada di luar kota. Jenderal bintang dua itu belum sempat mengunjungi keluarga Serma Zulkifli yang meninggalkan satu orang istri dan satu orang anak itu.”Jadi ini bersifat pribadi. Meski nanti beliau sudah tidak lagi menjadi Danjen Kopassus, beliau akan tetap menjadi ayah angkat dari anak Serma Zulkifli. Dia merasa itu menjadi tanggung jawab moral,” ujar Wuryanto.

Sedangkan Kopassus akan menyantuni istri dan anak Serma Zulkilfi. Biaya pendidikan akan ditanggung oleh Korps Baret Merah.Zulkifli bersama tiga orang lainnya terlibat keributan dengan belasan anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan di sebuah Kafe di Sukoharjo, Jateng, Minggu (31/5) malam. Dalam kejadian tersebut, Serma Zulkifli tewas dan 3 anggota TNI AU lainnya terluka.

Denpom TNI AD sudah memeriksa 17 anggota Kopassus terkait peristiwa ini. Tujuh anggota Kopassus telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Denpom AD menetapkan tujuh anggota Grup II Kopassus sebagai tersangka penganiayaan yang menyebabkan anggota TNI AUI Serma Zulkifli tewas. Tujuh tersangka ini terancam 12 tahun penjara.

“Tujuh tersangka diancam dengan Pasal 170 junto Pasal 351 KUHP,” kata Kadispen TNI AD Brigjen Wuryanto saat dikonfirmasi, Jumat (5/6/2015).Pasal tersebut mengatur mengenai tindakan penganiayaan yang dilakukan terhadap orang lain. Khusus untuk yang menimbulkan kematian, ancaman hukumannya 12 tahun penjara. Wuryanto mengatakan tujuh tersangka itu adalah Sersan Dua Y, Sersan Dua G, Prajurit Satu D, Prajurit Satu HE, Prajurit Satu L, Sersan Dua AA dan Prajurit Dua JML.

“Seperti sudah disampaikan sebelumnya. TNI AD bertindak tegas dan tidak pandang bulu. Kami tidak akan menutup-nutupi, semua akan diusut sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Wuryanto.Pemeriksaan kepada ketujuh tersangka ini, kata Wuryanto, masih terus berlanjut sebelum menjalani persidangan militer. Selain memeriksa tujuh tersangka ini, Denpom TNI AD juga memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini.

Menurut Wuryanto, dari pemeriksaan awal, tidak ada unsur terencana dalam bentrokan berdarah tersebut. “Semua terjadi secara spontan,” ujar Wuryanto. Denpom AD menegaskan hingga saat ini sudah ada tujuh anggota Grup 2 Kopassus yang ditahan terkait kasus perkelahian antaraparat yang menewaskan satu anggota TNI AU di sebuah karaoke di Sukoharjo, beberapa waktu lalu. Jumlah tersebut masih mungkin bertambah sesuai hasil pemeriksaan. Komandan Pomdam IV/Diponegoro, Kolonel (CPM) Arief Wibowo Djadi, menegaskan tujuh anggota Kopassus itu ditahan di Markas Denpom IV/4 Surakarta.

“Ada tujuh tersangka dari anggota Kopassus. Pemeriksaan belum final, masih berkembang menunggu hasil penyidikan. Kami telah memeriksa 23 saksi, termasuk karyawan karaoke. Minggu depan, kita akan mintai keterangan para korban dari anggota TNI AU sebagai saksi,” ujarnya di Markas Denpom IV/4 Surakarta, Jumat (5/6/2015). Arief mengatakan sejauh ini pemeriksaan para saksi mengarahkan pada tidak ada rencana perkelahian sebelumnya. Semua kejadian berjalan spontan yang mungkin disebabkan oleh faktor minumal beralkohol. Pada saat di tempat hiburan mereka saling senggol hingga terjadi perkelahian.

4 Anggota TNI AU bertikai dengan anggota Grup 2 Kopassus Kandang Menjangan di sebuah kafe di Sukoharjo, Jateng, Minggu (31/5) malam. Serma Zulkifli tewas setelah dirawat di rumah sakit, sedangkan 3 anggota TNI AU lainnya terluka.

Categories
Korupsi Perekomonian dan Bisnis

Dahlan Iskan Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Gardu Listrik Senilai 1 Triliun


Bekas Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan, resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus dugaan korupsi pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013. Penetapan itu dilakukan setelah Kejati DKI mendapatkan dua alat bukti yang cukup.

Kepala Kejati DKI Jakarta Adi Togarisman mengatakan, dua permasalahan pokok yang saling berkaitan menjadi senjata Kejati menetapkan bos media Jawa Pos ini sebagai tersangka. “Ada dua masalah pokok, satu soal sistem multiyears dan pembayaran konstruksi proyek,” kata Adi dalam keterangan persnya di Kantor Kajati DKI Jakarta, Jumat (5/6).
Lihat juga:Dahlan Iskan Resmi Tersangka Kasus Gardu Induk. Menurut ada ketentuan lain adalah, terkait dengan pembangunan konstruksi. Dalam proyek gardu itu, Dahlan dijerat dengan bukti bahwa pembangunan kontruksi dilakukan berdasarkan dengan barang yang dibeli, padahal seharusnya pembayaran dilakukan berdasarkan perkembangan pembangunan konstruksi.

“Ini kan malah kebalikannya.” jelas Adi.

Untuk proyek penganggaran multiyears sendiri, kejaksaan menemukan jika Dahlan membangun proyek gardu di atas tanah yang tidak tuntas atau bermasalah. “Dari 21 gardu dibangun, empat belum beres. Ini rangkaian peristiwa yang utuh,” ungkapnya. Sejauh ini, Kejati DKI Jakarta telah menetapkan 15 tersangka atas kasus yang terjadi di PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ini. Sepuluh di antaranya telah masuk ke tahap penuntutan dan berkas telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kesepuluh orang tersebut di antaranya adalah Fauzan Yunas selaku Manajer Unit Pelaksana Kontruksi Jaringan Jawa Bali (JJB) IV Region Jawa Barat; Syaifoel Arief selaku Manajer Unit Pelaksana Kontruksi (UPK) Jaringan Jawa dan Bali (JJB) IV Region DKI Jakarta dan Banten; I Nyoman Sardjana selaku Manajer Konstruksi dan Operasional PIKITRING Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Kemudian Totot Fregantanto selaku Pegawai PT PLN (Persero) Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan (PIKITRING) Jawa dan Bali; Yushan selaku Asisten Engineer Teknik Elektrikal di UPK JJB 2 PT PLN (Persero); Ahmad Yendra Satriana selaku Deputi Manajer Akuntansi PIKITRING Jawa, Bali dan Nusa Tenggara PT PLN (Persero); Yuyus Rusyadi Sastra selaku pegawai PLN (Persero) PIKITRING Jawa dan Bali; Endy Purwanto selaku pegawai PT PLN (Persero) PIKITRING Jawa dan Bali; Arief Susilo Hadi selaku pegawai PT PLN Proring Jawa Tengah dan DI Yogyakarta; dan Ferdinand selaku Direktur PT HYM.

Kasus ini berawal ketika perusahaan pelat merah tersebut melakukan pembangunan 21 gardu induk pada unit pembangkit dan jaringan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Pembangunan ini dilakukan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar lebih dari Rp 1 triliun untuk tahun anggaran 2011-2013. Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan DKI Jakarta, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan sebesar Rp 33,2 miliar.

Para tersangka pun kini disangka dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Kejaksaan tengah mengurus permohonan pencekalan tersangka korupsi proyek pengadaan gardu induk di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tahun 2011-2013. Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Adi Toegarisman mengatakan telah mengirimkan surat permohonan ke Kejaksaan Agung untuk proses tersebut. “Kami telah mengirimkan surat ke Kejaksaan Agung untuk memproses pencekalan,” ujar Adi saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/6). Berdasarkan Undang-undang No 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian, pencekalan terhadap seseorang dapat dilakukan sesuai permintaan dan bisa dikenakan pada siapa pun.

Kepala Sub Bagian Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Yan Wlly Wiguna menjelaskan Kejaksaan Agung berhak meminta ke pihak imigrasi untuk memasukkan nama seseorang dalam daftar pencegahan bepergian ke luar negeri. “Kami belum menerima surat dari Kejaksaan Agung, tapi kalau ada permintaan (pencegahan ke luar negeri), maka kami akan masukan ke sistem,” tutur Yan. Lebih lanjut, Yan menjelaskan sistem terpusat tersebut bakal langsung dapat diakses oleh selurih UPT Imigrasi di seluruh wilayah Indonesia. “Kan ter-update real time. Nanti otomatis masuk daftar. Kalau yang bersangkutan mau ke luar negeri tidak bisa,” ujarnya.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sebagai tersangka korupsi gardu induk. Penetapan dilakukan berdasar alat bukti yang dikumpulkan tim penyidik. Sebelumnya, Dahlan telah menjalani pemeriksaan di kantor Kejati DKI Jakarta pada Kamis (4/6) dan Jumat (5/6). Dahlan Iskan dinilai menyebabkan mangkraknya belasan proyek gardu. “Uang muka sudah dicairkan, ada juga yang sudah dibayar untuk termin pertama dan kedua. Dari 21 gardu induk yang dibangun, tiga tidak ada kontrak, 5 selesai, dan 13 bermasalah,” ujar Adi usai jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/6).

Lebih jauh, dalam mekanisme pembayaran Dahlan juga dinilai menyalahi aturan. Adi menegaskan, sistem pembayaran seharusnya melalui mekanisme konstruksi alih-alih mekanisme on set atau berdasar pembelian material. “Pembayaran seharusnya sesuai dengan sejauh mana penyelesaian pekerjaan, bukan berapa material yang dibeli rekanan,” katanya. Selain itu, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara ini juga dituding merancang pembangunan gardu induk di atas 17 tanah bertuan. Padahal, pembangunan gardu yang memakan waktu tahunan harus dimulai dengan pembebasan lahan. “Kalau (proyek) multiyears bisa diizinkan kalau masalah tanah tuntas. Ini tidak. Dari 21 yang dibangun, empat milik PLN sisanya tidak,” ujarnya.

Atas kelalaian sebagai Kuasa Pengguna Anggaran tersebut, Dahlan disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam pasal tersebut, bos media ini dinilai telah memperkaya diri sendiri, melawan hukum, dan merugikan negara. Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan DKI Jakarta, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan sebesar Rp 33,2 miliar.

Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat terkejut dengan penetapan status tersangka pada bekas Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara Dahlan Iskan. Komisi VII DPR sebagai mitra kerja PLN berharap kebenaran yang sesungguhnya dapat terungkap. “Tentunya kaget mendengar kabar itu. Kami berharap semoga kebenaran dari kasus ini bisa terungkap dengan sebenarnya,” kata anggota Komisi VII DPR Aryo Djojohadikusumo. Politikus Partai Gerindra ini juga mengaku sedih karena adanya lagi mantan menteri yang juga bekas Direktur Utama PLN menjadi tersangka. Sebelum Dahlan menjadi tersangka, dirut PLN sebelumnya yaitu Eddie Widiono juga terjerat kasus hukum dan divonis lima tahun penjara.

“Saya pribadi sedih, kok ada lagi yang tersangkut masalah hukum,” tutur Aryo yang komisinya membidangi energi ini. Aryo pun mengharapkan semua pihak memegang asas praduga tak bersalah. “Sebaiknya kita semua junjung tinggi asas itu,” ucap dia. Lebih jauh dia mengingatkan proses hukum masih berjalan dan tidak bisa dipengaruhi oleh pihak siapapun. Dahlan Iskan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta terkait kasus dugaan korupsi pengadaan dan pembangunan gardu induk Jawa, Bali dan Nusa Tenggara tahun anggaran 2011-2013.

Kepala Kajati DKI Jakarta Adi Togarisman menyatakan tim penyidik menetapkan bahwa Dahlan Iskan telah memenuhi syarat untuk menjadi tersangka berdasarkan dua alat bukti.Kejati DKI Jakarta telah menetapkan 15 tersangka atas kasus yang terjadi di PT Perusahaan Listrik Negara ini. Sepuluh di antaranya telah masuk ke tahap penuntutan dan berkas telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kasus yang menyeret Dahlan ini berawal ketika perusahaan pelat merah tersebut melakukan pembangunan 21 gardu induk pada unit pembangkit dan jaringan di Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Pembangunan ini dilakukan dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebesar lebih dari Rp 1 triliun untuk tahun anggaran 2011-2013. Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan DKI Jakarta, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan sebesar Rp 33,2 miliar.

Para tersangka pun kini disangka dengan Pasal 2 Ayat (1) juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Selain itu, mereka juga dijerat Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Mantan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) belum ditahan oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta meski telah ditetapkan tersangka korupsi proyek pengadaan gardu induk di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara tahun 2011-2013. “Belum ditahan, penahanan tergantung kebutuhan penyidik. Dari pengamatan kami, dua hari diperiksa sangat kooperatif, hadir tepat waktu dan memberikan penjelasan dengan gamblang,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Adi Toegarisman saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Jumat (5/6).

Sebelumnya, Dahlan telah menjalani pemeriksaan pada Kamis (4/6) dan Jumat (5/6). Dahlan diperiksa selama 14,5 jam dalam dua hari. Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah Dahlan mangkir pemeriksaan untuk kedua kalinya. Merujuk Pasal 21 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), perintah penahanan atau penahanan lanjutan dilakukan terhadap seorang tersangka atau terdakwa apabila dicurigai akan melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti, dan atau mengulangi tindak pidana. Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menetapkan mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini sebagai tersangka korupsi gardu induk. Penetapan dilakukan berdasar alat bukti yang dikumpulkan tim penyidik. Sebelumnya, Dahlan telah menjalani pemeriksaan di kantor Kejati DKI Jakarta pada Kamis (4/6) dan Jumat (5/6).

Dahlan Iskan dinilai menyebabkan mangkraknya belasan proyek gardu. “Uang muka sudah dicairkan, ada juga yang sudah dibayar untuk termin pertama dan kedua. Dari 21 gardu induk yang dibangun, tiga tidak ada kontrak, 5 selesai, dan 13 bermasalah,” ujar Adi. Lebih jauh, dalam mekanisme pembayaran Dahlan juga dinilai menyalahi aturan. Adi menegaskan, sistem pembayaran seharusnya melalui mekanisme konstruksi alih-alih mekanisme on set atau berdasar pembelian material. “Pembayaran seharusnya sesuai dengan sejauh mana penyelesaian pekerjaan, bukan berapa material yang dibeli rekanan,” katanya.

Selain itu, mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara ini juga dituding merancang pembangunan gardu induk di atas 17 tanah bertuan. Padahal, pembangunan gardu yang memakan waktu tahunan harus dimulai dengan pembebasan lahan. “Kalau (proyek) multiyears bisa diizinkan kalau masalah tanah tuntas. Ini tidak. Dari 21 yang dibangun, empat milik PLN sisanya tidak,” ujarnya.

Atas kelalaian sebagai Kuasa Pengguna Anggaran tersebut, Dahlan disangka melanggar Pasal 2 Ayat (1) dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Dalam pasal tersebut, bos media ini dinilai telah memperkaya diri sendiri, melawan hukum, dan merugikan negara. Berdasarkan hasil perhitungan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) perwakilan DKI Jakarta, kerugian negara akibat kasus ini diperkirakan sebesar Rp 33,2 miliar.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Mi Instan Nestle Merek Maggi Terbukti Mengandung Logam Berat


Jika dulu mi instan Maggi yang diproduksi Nestle terkenal dan menjadi makanan favorit semua kalangan, namun kini keadaan berbalik. Pasalnya, sebuah tes uji makanan yang dilakukan sebuah supermarket di India mengungkapkan hal mengejutkan. Bagaimana tidak, makanan yang digemari semua umur ini ternyata mengandung logam berat yang melebihi kadar normal. Dari hasil uji makanan tersebut, diketahui bahwa kadar logam dalam bumbu mie tersebut tujuh kali lebih banyak dari batas yang diizinkan.

Uji labolatorium juga menunjukkan, jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kematian. Informasi tersebut sudah mengguncang masyarakat India karena berada di halaman depan sebuah suratkabar India. Demikian seperti dikutip dari Bloomberg, Jumat (5/6/2015). Tidak hanya mengguncang kepercayaan masyarakat, kabar tersebut juga sudah mengguncang nilai saham Nestle. Saham Nestle turun 4,9 persen pada 09.54 di Mumbai, penurunan tersebut merupakan yang terendah setelah sembilan tahun.

Kini Nestle mengalami krisis yang besar di India, setidaknya dimulai dari saham yang jatuh dan penarikan barang di sejumlah toko dan mini market. Seperti yang dilakukan Walt Mart, salah satu kantin tentara yang menjual kebutuhan tentara telah menarik mi instan Maggi untuk sementara.

“Ini peristiwa yang bisa membuat suatu merek berhenti untuk sementara, bukan hanya merek tapi perusahaan dan budaya etos akan diuji,” ungkap Profesor pemasaran di Indian Institute Piyush Sinha. Sulit dipercaya, penelitian di labolatorium Delhi menunjukkan, bumbu Mie Maggi mengandung bahan logam hingga 3,5 ppm. Padahal yang diizinkan hanya 2,5 ppm.