Monthly Archives: June 2015

Lagi … Karyawati Diperkosa Oleh Super Angkot D 01 Nopol B 1403 VTX Jurusan Ciputat Kebayoran


Sopir angkot D-01 bernomor polisi B 1403 VTX jurusan Ciputat-Kebayoran memerkosa seorang karyawati yang menjadi penumpangnya. Kepada wartawan di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015), pelaku berinisial DAS (21) itu mengaku hendak menawari korban mengantar pulang sampai ke rumah korban. “Niat mau nganterin dia ke rumah,” kata DAS.

DAS kemudian menawarkan biaya carter sebesar Rp 35.000 kepada korban. Menurut DAS korban bersedia. “Dia juga mau dianterin, saya enggak maksa. Makanya saya anterin,” ujar DAS. Namun DAS tidak mengantar karyawati berinisial NA itu ke tujuan. Ia justru menghentikan kendaraan di tengah jalan lalu memperkosa perempuan itu. DAS mengaku keinginannya muncul spontan. “Baru kali itu pikiran saya begitu,” ujar DAS. Pria muda beristri dan memiliki satu anak ini mengancam korban, yang duduk di sampingnya di kursi depan. Namun ia membantah telah mengancam korban dengan pisau. “Saya baru sekali ini (melakukannya),” ujar DAS.

Sebelumnya, NA yang merupakan yang bekerja di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, itu diperkosa oleh sopir angkot yang ditumpanginya. NA hendak pulang ke rumahnya di kawasan Pasar Rebo. Kejadian pemerkosaan berlangsung Sabtu (20/6/2015) lewat tengah malam di sebuah taman di TB Simatupang. Pelaku memanfaatkan situasi angkot yang kosong untuk menjalankan aksinya. Korban sempat melawan namun tak berhasil. Setelah memerkosa, pelaku menurunkan korban di lampu merah Condet dan melarikan diri.

Karyawati yang menjadi korban pemerkosaan sopir angkot D-01 bernomor polisi B 1403VTX jurusan Ciputat-Kebayoran memohon kepada pelaku untuk tidak menyentuhnya. Perempuan berinisial NA itu bahkan meminta pelaku mengambil barang-barang berharganya saja.”Pada saat pelaku mau melakukan pemerkosaan, korban sempat menawarkan ambil semua barang-barang, namun tidak diambil pelaku,” kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan, Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015).

NA, yang duduk di kursi samping sopir, sempat berusaha melawan dengan mencoba merebut kunci roda yang digunakan pelaku (DAS) untuk mengancamnya. Namun ia tidak berkutik karena DAS juga meraih pisau dari dashboard dan mengarahkannya ke perut NA. NA juga tidak bisa melarikan diri karena pintu penumpang terhalang ke tembok flyover. “Korban sudah berupaya keluar tapi tak bisa,” ujar Wahyu.

Sebelumnya, NASP yang merupakan karyawati di wilayah Kebayoran Lama itu diperkosa oleh sopir angkot yang ditumpanginya. NASP hendak pulang ke rumahnya di kawasan Pasar Rebo. Kejadian pemerkosaan berlangsung Sabtu (20/6/2015) lewat tengah malam di sebuah taman di TB Simatupang. Pelaku memanfaatkan situasi angkot yang kosong untuk menjalankan aksinya. Korban sempat melawan namun tak berhasil. Setelah memerkosa, pelaku menurunkan korban di lampu merah Condet, dan melarikan diri.

Korban pemerkosaan di angkot D01, NA (35), sempat berusaha melawan sopir angkot yang hendak memperkosanya, DAS (21). Namun karyawati di wilayah Jakarta Selatan itu tidak bisa berbuat apa-apa karena diancam senjata tajam dan kunci roda. Seperti diberitakan, peristiwa itu terjadi di sebuah taman dekat flyover kawasan TB Simatupang, Tanjung Barat, Jumat (18/5/2015). “Sopir itu memepetkan kendaraannya di flyover supaya korban tidak bisa keluar. Dan dia mengancam dengan kunci roda dan pisau,” kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Wahyu Hadiningrat di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Minggu (21/6/2015).

Menurut Wahyu, sempat terjadi rebutan kunci roda antara pelaku dan korban yang duduk di samping kursi pengemudi itu. Namun, karena pelaku mengeluarkan pisau dari dasbor mobil dan menodongkannya ke arah perutnya, korban pun tidak bisa berbuat apa-apa. “Terjadilah peristiwa pemerkosaan itu sebanyak satu kali,” ujar Wahyu.

Aksi bejat DAS, baru berhenti setelah pelaku takut aksinya ketahuan karena ada pengendara motor yang lewat. Pelaku sempat tancap gas membawa korban ke arah lampu merah Condet. Di situ, DAS menurunkan korban. Sambil menangis, korban meminta tolong ke sopir taksi yang melintas. Sopir taksi pun mengantar korban melapor ke kantor polisi.

KRL Anjlok Di Perlintasan Bekas Tabrakan Maut Bintaro


Kereta rel listrik dengan nomor 1944 anjlok di dekat perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, pada Selasa siang, 16 Juni 2015, sekitar pukul 11.03. Satu gerbong dari kereta itu keluar jalur. Kereta pun terhenti di dekat perlintasan Pondok Betung atau antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Pondok Ranji. Salah seorang warga yang berada di dekat lokasi, Dono, 57 tahun, mengatakan sempat kaget dengan suara keras ketika kereta tersebut anjlok. “Ada suara keras. Saya kira kecelakaan kereta lagi seperti waktu itu,” ucapnya di lokasi, Selasa, 15 Juni 2015.

Setelah keluar rumah, dia melihat ada kereta yang anjlok di gerbong bagian depannya. “Keretanya anjlok yang ke arah Serpong,” ucapnya. Dono berujar, penumpang di dalamnya sempat panik saat kejadian itu terjadi. Namun, menurut dia, tak ada yang terluka. “Enggak ada korban, cuma keretanya anjlok ke luar,” tuturnya. Lokasi anjloknya KRL itu berdekatan dengan tempat terjadinya kecelakaan antara KRL dan mobil tangki Pertamina, tepatnya di perlintasan Pondok Betung, pada 2013. Kecelakaan itu membekas di ingatan warga sekitar, sehingga Dono dan beberapa warga sempat kaget.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko yang ikut memantau evakuasi kereta dan perjalanan kereta mengatakan KAI masih menyelidiki penyebab anjloknya gerbong kereta ini. “Belum kami ketahui penyebabnya, sedang diselidiki,” ucapnya. Direktur Operasional PT KCJ Dwiyana berujar, perjalanan KRL sempat terganggu selama empat jam. “Ada 13 perjalanan yang terganggu,” tuturnya. Namun, sekitar pukul 15.11 WIB, kereta berhasil dievakuasi. Jalur pun kembali bisa dilalui. Dwiyana mengatakan kereta yang lewat harus melalui bekas anjlok tersebut dengan kecepatan 5 kilometer per jam. “Setelah itu, perlahan menambah kecepatan,” ujarnya.

Kereta rel listrik dengan nomor 1944 anjlok di dekat perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa siang, 16 Juni 2015, pukul 11.03. Satu gerbong dari kereta itu keluar jalur. Kereta pun terhenti di dekat perlintasan Pondok Betung atau antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Pondok Ranji.

Lokasi anjloknya KRL itu berdekatan dengan tempat terjadinya kecelakaan antara KRL dan mobil tangki Pertamina, tepatnya di perlintasan Pondok Betung, pada 2013.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Hermanto Dwiatmoko yang ikut memantau evakuasi kereta dan perjalanan kereta mengatakan KAI masih menyelidiki penyebab anjloknya kereta ini. “Belum kami ketahui penyebabnya. Sedang diselidiki,” ujarnya di lokasi anjloknya kereta, Selasa, 16 Juni 2015.

Sebagai tindakan pencegahan, Herman meminta KAI untuk memberi perhatian kepada jalur ini. “Sebab di sini ada tikungan sebelum perlintasan,” kata dia. Dia mengatakan kondisi perlintasan seperti itu cukup rawan. “Di tempat tertentu ada lokasi rawannya.”

Karenanya, KAI harus selalu memastikan sarana dan prasarana di lokasi ini harus dalam kondisi baik. “Perawatannya harus yang benar. Pemeriksaannya juga harus rutin,” kata dia. Apalagi, kata dia, jalur ini adalah jalur kelas I di mana lalu lintas KA cukup padat. “KAI masih melakukan pengecekan.”

Salah seorang warga yang berada di dekat lokasi, Dono, 57 tahun, mengaku dengan terkejut suara keras ketika kereta tersebut anjlok. “Ada suara keras. Saya kira kecelakaan kereta lagi seperti waktu itu,” kata dia di lokasi, Selasa, 15 Juni 2015.

Setelah dia melihat keluar rumahnya, ternyata ada kereta yang anjlok di gerbong bagian depannya. Dono mengatakan, penumpang di dalamnya sempat panik saat kejadian itu terjadi. Namun, menurut dia, tak ada yang terluka. Tragedi Bintaro pada 2014 itu membekas di ingatan warga sekitar sehingga Dono dan beberapa warga sempat terkejut mendengar suara keras kereta.ereta rel listrik dengan nomor 1944 anjlok di dekat perlintasan Pondok Betung, Bintaro, Jakarta Selatan, Selasa siang, 16 Juni 2015, pukul 11.03. Satu gerbong dari kereta itu keluar jalur. Kereta pun terhenti di dekat perlintasan Pondok Betung atau antara Stasiun Kebayoran dan Stasiun Pondok Ranji.

Lokasi anjloknya KRL itu berdekatan dengan tempat terjadinya kecelakaan antara KRL dan mobil tangki Pertamina, tepatnya di perlintasan Pondok Betung, pada 2013. Salah seorang warga setempat Dono, 58 tahun, masih mengingat kejadian yang menewaskan 10 orang itu. “Makanya waktu ada kejadian ini saya sempat kaget,” kata dia, Selasa, 16 Juni 2015. Dia sempat mengira terjadi kecelakaan seperti hari nahas 9 Desember 2013. “Ternyata hanya kereta anjlok,” kata dia. Para penumpang, menurut dia, sempat panik karena roda kereta keluar. “Tapi tak ada yang luka.”

Dono pun kembali mengingat cerita-cerita di luar nalar yang sudah sering terdengar sejak tragedi Bintaro pertama pada 1987. “Memang ada cerita seperti itu,” kata dia. Cerita yang sering terdengar adalah ada pengojek atau sopir yang membawa penumpang kemudian penumpangnya hilang. “Pas nengok tahu-tahu sudah tak ada,” kata dia. Cerita lainnya pun pernah dia dengar adalah orang-orang yang nongkrong di dekat rel diganggu oleh sosok tak terlihat. “Tapi saya belum pernah mengalami.”

Namun, Dono enggan mengaitkan kejadian di luar logika itu dengan kecelakaan yang beberapa kali terjadi di lokasi ini. “Kecelakaan itu kan banyak faktor. Mungkin memang ada yang salah,” katanya. Juru bicara PT KAI Commuter Jabotabek KCJ Eva Chairunissa mengatakan pihaknya sudah selesai melakukan proses evakuasi KA dengan nomor 1994 yang mengalami anjlok di antara Stasiun Kebayoran-Pondok Ranji, Selasa, 16 Juni 2015. KRL yang mengalami anjlok telah ditarik menuju dipo Bukit Duri.

“Dua jalur lintas Tanah Abang-Maja/Parung Panjang dan sebaliknya sudah dapat digunakan kembali untuk operasional KRL,” kata Eva dalam pesan pendeknya, Selasa, 16 Juni 2015. Eva menjelaskan meskipun dua jalur sudah dapat beroperasi, perjalanan KRL masih akan mengalami antrean selama satu hingga dua jam mendatang. Waktu tempuh juga bakal lebih lama. “Pengguna jasa dapat menggunakan moda transportasi lain,” Eva berujar. Eva, mengatasnamakan PT KCJ, menyampaikan permohonan maafnya atas gangguan perjalanan tersebut.

Adapun KRL dengan tujuan Parung Panjang tersebut anjlok di kilometer 17 Selasa siang pukul 11.00. Kereta terhenti di sekitar kawasan Pondok Betung, antara Stasiun Palmerah dengan Stasiun Pondok Ranji, Jakarta Selatan. Akibatnya, perjalanan KRL yang lain terhambat. KRL tetap beroperasi, tetapi menggunakan satu jalur saja secara bergantian. Tak hanya itu, dampaknya perjalanan kereta mengalami keterlambatan waktu berangkat dan tiba. Tidak ada korban dalam insiden tersebut. Seluruh penumpang telah dievakuasi menggunakan kereta pengganti menuju Stasiun Pondok Ranji sekitar pukul 11.30 WIB.

Daftar 6 Tujuan Wisata Paling Asyik Di Kepulauan Seribu


Traveling bareng teman ke pantai merupakan salah saktu aktivitas yang disukai anak muda. Buat kamu yang tinggal di Jakarta, setidaknya ada 6 destinasi di Kepulauan Seribu yang bisa buat seru-seruan sama teman atau gebetan. Contohnya saja ada Pulau Tidung dengan jembatan cintanya, hingga Pulau Papatheo yang belum populer namun indah. Dihimpun, Kamis (18/6/2015) berikut 6 destinasi di Kepulauan Seribu buat anak muda:

1. Pulau Tidung
Nama Pulau Tidung memang sudah sangat populer dan tergolong mainstream. Namun nyatanya, tidak sedikit anak muda yang singgah ke Pulau Tidung saat traveling ke Kepulaun Seribu. Pulau Tidung memang asyik sih buat seru-seruan! Pulau Tidung juga punya Jembatan Cinta yang selalu dipadati traveler yang sudah berpasangan maupun single. Jembatan yang mengubungkan Pulau Tidung Besar dan kecil itu sering dipakai untuk terjun bebas ke laut. Salah satu aktivitas seru di Pulau Tidung. Traveler juga bisa bersantai di Pulau Tidung Besar. Namun jika ingin wisata sekalian edukasi, bisa melihat budidaya mangrove oleh penduduk sekitar di Pulau Tidung Kecil. Tidak sedikit juga yang snorkeling atau diving di sini.

2. Pulau Semak Daun
Kalau Pulau Tidung asyik buat seru-seruan, Pulau Semak Daun juga kok. Umumnya traveler menjadikan Pulau Semak Daun sebagai tempat kemping untuk island hopping. Berhubung tidak dihuni, pulau tersebut memang ideal untuk kemping maupun sekedar bersantai. Di sana traveler bisa bermain di tengah hamparan pasir yang sangat bersih. Tapi saat Anda ke sini, jangan mengotori dan merusak kelestarian alam ya. Traveler juga dianjurkan untuk datang beramai-ramai datang ke pulau ini, tentu agar suasana makin seru.

3. Pulau Bira
Kalau di Sulsel ada Pantai Tanjung Bira, maka Kepulauan Seribu juga punya Pulau Bira. Walaupun berbeda, tapi Pulau Bira tidak kalah kok dengan Pantai Tanjung Bira. Sekedar info, Pulau Bira terletak di dalam kawasan Pulau Harapan. Kekhasan Pulau Bira juga tampak pada pasir pantainya yang bersih dan halus di kaki. Selain itu, di sana juga tersedia wahana watersport yang siap menantang jantung Anda berdegup kencang. Berenang juga menjadi aktivitas yang sering dilakukan di Pulau Bira. Jika ingin ke Pulau Bira, tinggal berangkat dari Pelabuhan Muara Angke sekitar 3-4 jam menuju Pulau Kelapa. Kemudian, perjalanan dilanjutkan dengan boat kecil menuju pulau cantik ini.

4. Pulau Pari
Destinasi berikutnya adalah Pulau Pari. Ya, pulau yang namanya sama dengan jenis ikan pari ini cukup sering didatangi anak muda. Fakta unik lainnya, Pulau Pari juga dijadikan sebagai kawasan Pusat Penelitian Kelautan LIPI. Umumnya traveler yang singgah ke sini bisa melakukan aktivitas keliling pulau dengan sepeda, duduk di pantai, sambil menunggu matahari terbenam di sore hari. Ada banyak kegiatan santai yang dapat dilakukan di Pulau Pari. Tidak sedikit juga traveler yang snorkeling atau diving di Pulau Pari. Selain itu, di Pulau Pari juga terdapat hutan bakau yang dapat dijelajahi.

5. Pulau Pantara
Pulau Pantara disebut-sebut sebagai pulau terjauh di Kepulauan Seribu. Saking jauhnya, traveler yang datang ke sini dianjurkan untuk menginap minimal satu hari di sini. Asyiknya dari Pulau Pantara, ada banyak fasilitas lengkap yang dapat traveler nikmati. Fasilitas seperti jetski, banana boat, kano, snorkeling bahkan diving ada di sini. Jadi traveler cukup bawa diri saja ke Pulau Pantara, dan bisa langsung menikmati semua fasilitas yang ada sesuai kocek. Untuk mencapai Pulau Pantara, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam dari Dermaga Marina Ancol dengan perjalanan laut menggunakan perahu cepat. Pulau ini juga menawarkan resor di atas laut dengan pemandangan mempesona.

6. Pulau Papatheo
Destinasi seru terakhir di Kepulauan Seribu adalah Pulau Papatheo atau Pulau Petondan kecil. Pulau tersebut memang belum sepopuler pulau lainnya, namun tidak kalah indah dan mempesona. Adapun traveler yang datang ke Pulau Papatheo menghabiskan waktu untuk menyaksikan sunset indah dari tepian pantainya. Pulau Papatheo juga disebut-sebut memiliki alam bawah laut indah, beserta bangkai kapal karam yang berjarak tidak jauh dari pulau. Mumpung weekend akan segera tiba, mungkin kamu dan teman-teman bisa merencanakan untuk island hoppping di Kepulauan Seribu. Ada banyak destinasi indah yang bisa dihampiri buat seru-seruan bareng.

Daftar 18 Provinsi Yang Terkena Dampak Kemarau Panjang Akibat El Nino Tahun 2015


Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan upaya khusus (upsus) guna mengantisipasi ancaman dampak gelombang panas El Nino terhadap pertanian. Sebanyak 18 provinsi terindikasi rawan terdampak gelombang panas El Nino. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Moch. Syakir mengatakan, gelombang panas El Nino memang diprediksikan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Lapan berjenis moderat.

Gelombang panas lemah akan terjadi mulai Juni, dan makin moderat hingga puncaknya November. Syakir menuturkan, dari data tersebut dapat diartikan El Nino datang hampir bersamaan dengan masa tanam kering atau musim kemarau, yakni April-September (Asep). “Namun, kalau toh terjadi El Nino yang berbahaya untuk pertanian, Kementan sudah mengantisipasi,” kata Syakir, di Jakarta, Rabu (17/6/2015). Kementan, sambung Syakir, telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak gelombang panas.

Kurang lebih ada 18 provinsi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi yang potensial terdampak El Nino. “Yang rawan terdampak ada18 provinsi, tapi tidak semua wilayah di provinsi itu terkena, hanya beberapa kabupaten saja. Ada di NTB, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah,” jelas Syakir.

Syakir menuturkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memanggil semua kepala dinas dari provinsi yang rawan terdampak El Nino, serta Dandim untuk berkoordinasi. Kementan telah menyiapkan pula program upaya khusus (upsus) diantaranya penyediaan pompa air, benih, dan pupuk. Pembagian pompa air sudah dilakukan sebagian. “Kegiatan upsus itu salah satu inputnya adalah pompa air,” kata Syakir. Selain itu, Kementan juga menyiapkan benih dan pupuk manakala ada produksi padi yang terganggu kekeringan, dan petani perlu menanam kembali. Menurut Syakir, komoditas pertanian yang kemungkinan besar akan terdampak gelombang panas adalah padi dan jagung.

“Tentu tanaman semusim. Yang harus kita jaga adalah target swasembada padi itu nomer satu kita amankan,” kata Syakir. Sementara itu, untuk komoditas hortikultura seperti cabai, Syakir mengatakan sentra produksi hortikultura tidak banyak yang berada pada daerah rawan dampak El Nino. Apalagi, hortikultura biasanya ditanam di masa penghujan, bukan di musim kemarau. “Kalau ditanam di musim kering pun rata-rata di daerah yang punya sumber air yang cukup. Jadi selama ini hortikultura itu punya daerah yang memiliki infrastruktur yang bagus,” sambung Syakir.

Demikian juga dengan peternakan. Syakir mengatakan, gelombang panas El Nino juga tidak akan banyak berpengaruh terhadap peternakan. Pasalnya, biasanya para peternak memilih lokasi yang memiliki sumber air cukup banyak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan gelombang panas El Nino akan menyerang wilayah Indonesia sampai November 2015. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, El Nino yang menyerang wilayah Indonesia berjenis El Nino moderat.

“Akibat adanya El Nino diperkirakan awal musim hujan 2015/2016 di beberapa wilayah mengalami kemunduran,” kata Yunus dalam rapat koordinasi dengan Menteri LHK dan Menteri ATR, Jakarta, Rabu (17/6/2015). Yunus mengatakan, hasil monitoring BMKG, perkembangan El Nino sampai Juni menunjukkan El Nino moderat. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai November dan berpeluang untuk menguat (WMO, 2015). Yunus menyampaikan, daerah-daerah yang berpotensi terkenda dampak El Nino meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Dia menambahkan, El Nino bukan satu-satunya faktor pemicu kekeringan di Indonesia, harus dipertimbangkan faktor lain seperti Dipole Mode dan SST di perairan Indonesia. Yunus mengatakan, efek dari El Nino di tiap-tiap daerah berbeda. Paling nyata ada di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perbedaan dampak El Nino ini disebabkan letak geografis yang berbeda-beda, dan juga pola hujan.

Dia bilang El Nino berdampak terhadap pengurangan curah hujan di bagian barat Indonesia. “Tapi tidak signifikan,” kata Yunus. Dampak lain dari El Nino adalah beberapa wilayah menjadi rentan mengalami kebakaran hutan. Dia menyebut Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Barat adalah daerah yang saat ini sangat mudah terjadi kebakaran. “Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat ini karena dekat dengan Singapura harus diantisipasi, karena mereka yang paling rewel (kalau ada kebakaran),” kata Yunus.

Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengatakan, pemerintah telah menyusun rencana untuk mengimpor 500.000 ton beras guna mengantisipasi dampak badai kering El Nino.“Peristiwa el nino juga tiap tahun akan terjadi. Yang penting jangan sampai produksi yang bisa dicapai pada 2013, turun dari jumlah itu,” katanya kepada wartawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Rusman mengatakan, izin yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 200.000 ton untuk beras premium dan 300.000 ton untuk beras medium. Sementara itu, El Nino diperkirakan menyambangi Indonesia pada Oktober, November, dan Desember.

Rusman mengatakan, meskipun pemerintah telah mempersiapkan opsi impor, namun, hal tersebut tidak lantas menjadi keharusan. Hal itu disebabkan tergantung pada kecukupan produksi nasional. “Maksud saya begini, boleh saja ada pemikiran-pemikiran impor untuk memperkuat cadangan beras dalam negeri. Tapi instrumen itu disiapkan saja. Tetapi bukan berarti harus dieksekusi,” katanya. Dia menjelaskan, rencana impor beras harus dipikirkan pemerintah sejak dini sehingga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan, hal tersebut bisa diantisipasi.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan target produksi beras tahun mencapai 76,57 juta ton gabah kering giling (gkg). Target ini lebih besar dari tahun lalu yang hanya sebesar 71,29 juta ton. Hingga semester pertama 2014, realisasi produksi sudah mencapai 50 persen. Hingga akhir Agustus mendatang, pemerintah menyatakan belum akan membuka keran impor beras. “Kalau untuk urusan impor kita paling konsen jangan sampai melukai petani, tetapi bukan berarti Kementan mengatakan itu haram,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, perubahan iklim dan gelombang panas El Nino tidak akan menyebabkan kebakaran lahan. Susi yang dalam biodatanya memasukkan profesi sebagai aktivis itu menyampaikan, kebakaran lahan tidak akan mungkin terjadi kecuali ada pihak yang membakar.

“Di CV (biodata) saya, salah satunya saya tuliskan independent activist. Dari pengalaman saya di Indonesia, El Nino tidak akan menyebabkan kebakaran lahan. Saya berani taruhan, tidak akan menyebabkan kebakaran. Kalau lahan kering itu tidak dibakar, itu tidak mungkin terbakar,” kata Susi dalam rapat koordinasi tentang El Nino, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Dia bilang, hutan-hutan di Indonesia rendah kemungkinannya terbakar akibat gelombang panas, lantaran memiliki kelembaban tinggi. Berbeda dari hutan-hutan yang ada di Australia. “Kalau di Australia, saya percaya (kebakaran karena gelombang panas),” kata Susi. “Di kita, kalau orang tidak sengaja membuang api, membuang puntung rokok, tidak akan terjadi kebakaran. Hampir, zero-zero-zero possibility,” ucap Susi. Susi mewanti-wanti jangan sampai nantinya isu El Nino ini justru dimanfaatkan oleh oknum atau pengusaha nakal yang memang membakar hutan untuk membuka lahan. Mereka bisa jadi menjadikan El Nino sebagai kambing hitam. Padahal memang sengaja dibakar.

“Dengan level humidity tinggi, impossible lahan kering di Indonesia tidak mungkin terbakar kalau tidak dibakar,” tandas Susi. Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, El Nino yang menyerang wilayah Indonesia berjenis El Nino moderat antara Juni sampai November 2015. Yunus mengatakan, efek dari El Nino di tiap-tiap daerah berbeda. Paling nyata ada di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perbedaan dampak El Nino ini disebabkan letak geografis yang berbeda-beda, dan juga pola hujan. Dia bilang El Nino berdampak terhadap pengurangan curah hujan di bagian barat Indonesia. “Tapi tidak signifikan,” kata Yunus.

Dampak lain dari El Nino adalah beberapa wilayah menjadi rentan mengalami kebakaran hutan. Dia menyebut Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Barat adalah daerah yang saat ini sangat mudah terjadi kebakaran. “Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat ini karena dekat dengan Singapura harus diantisipasi, karena mereka yang paling rewel (kalau ada kebakaran),” kata Yunus.

Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Juni 2014 mengalami peningkatan sesuai dengan pola historisnya, namun tetap terkendali. Inflasi Juni sebesar 0,43 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sesuai dengan pola inflasi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.”Namun demikian, inflasi Juni tersebut masih terkendali dan bahkan lebih rendah dibandingkan angka historis dalam beberapa tahun terakhir yang rata-rata mencapai 0,56 persen month to month,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam pernyataan resmi, Rabu (2/7/2014).

Sebagaimana biasanya, inflasi menjelang Ramadhan masih didorong inflasi volatile food yang mencapai 1,06 persen (mtm) atau 6,74 persen (yoy). Komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi adalah bawang merah dan bawang putih serta daging ayam dan telur ayam. Adapun inflasi administered prices sedikit meningkat menjadi 0,45 persen (mtm) atau 13,47 persen (yoy) disebabkan penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan Rumah Tangga dengan daya listrik lebih dari 6600 VA.

“Bank Indonesia menilai inflasi hingga Juni 2014 ini masih positif bagi pencapaian sasaran inflasi 4,5 plus minus 1 persem pada 2014 dan 4 plus minus 1 persem pada 2015. Bank Indonesia tetap mencermati berbagai risiko inflasi di semester II 2014 seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat El Nino,” sebut Peter.

Kosmetik Ilegal dari Cina Rambah Pasar Lokal


Kosmetik ilegal dengan merek ternama yang diimpor dari Cina sudah beredar di Tanah Air sejak beberapa tahun ini. Hal itu diakui seorang pelaku yang ditangkap petugas di rukonya di Kompleks Mutiara, Duri Utara, Tambora, Jakarta Barat. E, pemilik barang itu, menjelaskan telah mengimpor kosmetik dari Cina sejak tiga tahun lalu. “Pelaku mengedarkan kosmetik yang tidak memiliki izin sama sekali dari BPOM,” kata Kepala Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Dewi Prawitasari.

Dewi dan belasan anak buahnya pada Rabu, 11 Juni 2015, menggerebek ruko milik E. Mereka menyita ratusan dus yang berisi 16 jenis kosmetik ilegal dari berbagai merek. Ada eye shadow, pensil alis, blush on, bedak, body lotion, lipstick, dan lipgloss. Selain itu, ada beberapa kosmetik yang memalsukan merek dagang Maybelline dan The Body Shop.

Menurut taksiran kasar BPOM, total keuntungan yang didapat sekitar Rp 2 miliar. Namun E mengaku hanya meraup laba Rp 500 juta. Dewi menjelaskan pihaknya akan menghitung ulang untuk mendapatkan angka nominal pastinya. Dia juga belum dapat memperhitungkan kerugian negara akibat peredaran kosmetik yang tak memiliki izin edar ini.

Pemilik, kata Dewi, mengaku menjual satu lusin maskara merek Maybelline seharga Rp 84 ribu, serta satu lusin body lotion seharga Rp 18 ribu. “Saya tidak percaya, kecuali kalau itu harga satuan, baru saya percaya,” ujarnya. Menurut pengamatan, harga normal untuk maskara bermerek Maybelline berada pada kisaran Rp 45-165 ribu per satuan.

Saat masuk ke dalam ruko, masih ada tumpukan kardus yang sedang didata petugas BPOM. Di situ ada satu kardus yang berisi berbagai sampel kosmetik dengan berbagai merek, seperti MAC, The Body Shop, Kiss Beauty, dan Barbie Hand and Body Lotion.

Puluhan Karung Uang Milik Bank Indonesia Ditemukan Dibuang Ditempat Sampah Liar


Warga Jalan Bhakti RT 7 RW 12, Kelurahan Jatirahayu, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi, digegerkan dengan temuan uang sebanyak 62 karung di tempat pembuangan sampah liar, Jumat petang, 12 Juni 2015.

Juru bicara Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota, Ajun Komisaris Siswo, mengatakan peristiwa itu bermula ketika seorang warga curiga dengan puluhan karung ukuran 25 dan 50 kilogram di tempat pembuangan sampah. Setelah diperiksa, ternyata isinya uang yang sudah dipotong-potong. “Kemudian dilaporkan ke Kepolisian,” kata Siswo, Sabtu, 13 Juni 2015.

Siswo mengatakan polisi langsung mengamankan uang hancur pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu itu ke Kepolisian Sektor Pondok Gede untuk diselidiki. Menurut dia, karung-karung berisi uang hancur tersebut dibuang sekitar enam hari lalu memakai mobil bak terbuka jenis Suzuki Carry. “Dibuangnya pagi sekitar pukul 09.00,” ujar Siswo.

Siswo mengatakan, selama enam hari di tempat pembuangan sampah liar ukuran 559 meter persegi itu, karung tersebut dimainkan oleh anak-anak. Sejak itu kondisinya basah karena terkena air hujan. Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Daniel Bolly Tifaona mengatakan hasil penyelidikan sementara diketahui bahwa uang itu asli. Pemiliknya, kata dia, merupakan Bank Indonesia. “Uang reject yang dihancurkan karena tidak layak edar,” tutur Daniel.

Daniel mengatakan pihaknya sudah mengundang BI ke Markas Polresta Bekasi Kota semalam guna penyelidikan. Keterangan BI, kata dia, puluhan karung uang hancur itu akan dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Bantargebang, Kota Bekasi, pada 5 Juni lalu. “Karena antrenya lama, dibuang di situ,” ucap Daniel.

Daniel menambahkan, yang membuang uang tersebut merupakan rekanan dari BI. Kepolisian saat ini tengah berusaha memanggil pihak ketiga dari BI tersebut untuk dimintai keterangan. “Kami masih melakukan penyelidikan,” kata Daniel. “Sementara uang yang dihancurkan itu kami amankan dulu.”

Akmal Anak Ajaib Di Desa Mangempang Gowa Yang Mampu Bertelur


Kehebohan terjadi di Dusun Kampong Beru, Desa Mangngempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, setelah beredar kabar tentang seorang bocah laki-laki bernama Akmal (12) yang disebut telah bertelur tiga kali. Kehebohan semakin menjadi karena detik-detik saat Akmal mengeluarkan telur dari duburnya yang direkam oleh tetangganya menggunakan kamera telepon seluler mulai ramai beredar pada Kamis (4/6/2015).Akmal adalah putra ketiga pasangan Muhammad Ruslim (42) dan Nawasiah (42). Akmal diketahui terlahir kembar bersama seorang bocah perempuan bernama Jusmala (12). Akmal pun memiliki kelainan fisik berupa ukuran kaki yang kecil sebelah.

Akmal dikabarkan mulai mengeluarkan telur dari dubur sejak Kamis, 28 Mei 2015 lalu. Saat itu, Akmal mengalami sakit perut dan terasa ingin membuang hajat. Telur pertama keluar bersamaan dengan tinja. Telur kedua dikabarkan keluar pada hari Minggu, 31 Mei 2015. Saat hendak mengeluarkan telur, Akmal masih merasakan sakit perut yang sama seperti pertama kali. Telur pertama dan kedua ini kemudian dipecahkan oleh sekretaris desa (sekdes) setempat.

“Saya pecahkan dan isinya berwarna putih tidak ada kuningnya, tapi kental sekali seperti telur setengah masak,” ujar Arifuddin, Sekdes Mangngempang. Sementara telur ketiga keluar pada hari Senin, 1 Juni 2015, di rumah pamannya. Pamannya yang penasaran atas fenomena yang terjadi pada keponakannya itu kemudian merekam proses dikeluarkannya telur melalui kamera telepon seluler. “Saya awalnya tidak percaya, makanya saya rekam dan ternyata memang betul,” kata Dari.

Telur ketiga itu berbentuk dan seukuran telur ayam biasa, berwarna agak kecoklatan, tetapi memiliki garis seperti urat-urat dan berbintik kecoklatan. Telur ketiga tersebut hingga saat ini disimpan oleh pihak keluarga, sambil menunggu tim medis setempat datang melakukan pemeriksaan. “Sampai sekarang kami masih menunggu tim medis untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, saya juga khawatir jangan sampai ada apa-apa dengan anak saya dan awalnya saya tidak percaya, tapi setelah melihat rekaman videonya ternyata memang ini nyata,” kata Muhammad Ruslim.

Akmal (12), anak asal Dusun Kampong Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, diduga mengalami fenomena medis yang disebut corpus alienium. Sudah tujuh benda serupa telur yang keluar dari duburnya sejak pekan lalu. Orangtua Akmal, Ruslim (42), membawa bocah tersebut ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa, Senin (8/6/2015) sekitar pukul 11.00 Wita.

Akmal (12) bocah asal Dusun Kampone Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, kembali bertelur. Kali ini, putra pasangan Ruslim (42) dan Nawasiah (42) itu mengeluarkan dua butir telur. Atas fenomena ini, pemerintah desa setempat mengaku akan segera melaporkan peristiwa ini ke pihak dinas terkait. Minggu (7/6/2015), Akmal diketahui bertelur sekitar pukul 15.00 Wita. Sebelumnya pada Sabtu (6/6/2015) Akmal juga sempat bertelur dengan disaksikan oleh puluhan warga setempat. Bahkan sejumlah warga merekam momentum fenomena ini dengan kamera telepon seluler.

Sebelum bertelur, Akmal merasakan sakit perut sejak pagi hari dan langsung dibantu oleh dukun beranak hingga akhirnya mengeluarkan telur pada pukul 15.00 Wita. Satu menit berselang, telur kedua juga keluar. “Sejak tadi pagi sakit perut, jadi saya bilang sama orang kalau kayaknya ada lagi telur yang mau keluar,” ujar Akmal di tengah kerumunan warga. Sejauh ini, jumlah telur yang telah dikeluarkan Akmal telah mencapai lima butir. Telur pertama dan kedua sendiri sebelumnya sudah dipecahkan untuk mengetahui isi telur. Sementara selebihnya kini disimpan oleh pihak keluarga.

Rencananya pemerintah setempat akan melaporkan fenomena ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten Gowa dengan harapan akan diteliti penyebab telur keluar dari Akmal. “Saya awalnya cuma mendengar, tapi kemarin saya saksikan langsung saat bertelur dan langsung dua butir jadi kalau tidak ada halangan saya akan laporkan langsung ke Dinas Kesehatan agar datang ke sini dan meneliti apa sebabnya kenapa ada manusia yang bertelur,” kata Abdul Aziz Buhari, Kepala Desa Mengempang.

Diberitakan sebelumnya bahwa bocah kelas VI sekolah dasar ini mampu bertelur dan membuat warga heboh. Pasalnya, proses keluarnya telur ini terekam kamera telepon seluler yang dilakukan oleh warga setempat.Khawatir dengan kesehatan Akmal (12) yang kembali mengeluarkan benda seperti telur, orangtua Akmal akhirnya membawa anaknya itu ke rumah sakit. Akmal kembali mengeluarkan benda seperti telur dari tubuhnya, Senin (8/6/2015) sekitar pukul 07.30 Wita.

Keanehan yang dialami Akmal membuat heboh warga di sekitar tempat tinggalnya di Dusun Kampong Beru, Desa Mangempang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.Akmal mengeluarkan telur keenam pada pagi hari setelah merasakan sakit perut sejak dini hari. Namun, telur keenam tidak sebesar telur pertama hingga kelima yang berukuran sebesar telur ayam. Telur keenam kali ini hanya berukuran kelereng. “Tadi pagi bertelur lagi, jadi saya terpaksa bawa sekarang anak saya ke rumah sakit. Mudah-mudahan bisa diobati,” kata Ruslim, orangtua Akmal.

Sementara pihak rumah sakit yang dikonfirmasi mengaku masih menunggu kedatangan pasien lantaran jarak antara rumah sakit dan rumah pasien mencapai 130 kilometer dengan medan yang menanjak dan menikung.”Iya, kami sudah dengar informasinya dan sementara kami menunggu,” ujar Abdul Rahman, salah seorang petugas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syech Yusuf Sungguminasa.Di rumah sakit, Akmal langsung menjalani proses pemeriksaan oleh tim medis di ruang unit gawat darurat (UGD) serta dibawa ke ruang radiologi untuk menjalani foto rontgen. Dari hasil foto rontgen pihak rumah sakit, tampak jelas benda serupa sebutir telur masih bersarang di perut bagian pelvis atau punggung. Berselang satu jam, Akmal kembali mengeluarkan telur ketujuh di ruang UGD.

Tim medis yang dikonfirmasi terkait dengan hal ini mendiagnosis bahwa Akmal mengalami fenomena corpus alienium atau kemunculan benda asing dalam tubuh manusia. “Diagnosa sementara ini masuk dalam kasus corpus alienium, namun penyebab keberadaan benda asing seperti ini dalam dunia medis tak ada teorinya,” jelas dokter Ferliyani, anggota tim dokter RSUD Syech Yusuf Sungguminasa. Telur ketujuh yang dikeluarkan di rumah sakit kini tengah berada di ruang laboratorium untuk diselidiki secara medis.