Categories
Pariwisata

Daftar Budget Hotel dan Tempat Wisata Yang Wajib Dikunjungi Di Belitung


Jika bicara soal liburan sudah pasti akan bicara juga mengenai penginapan. Liburan ke Bangka Belitung, ada dua cara menginap yaitu gaya koper atau ransel. Ini dia beragam penginapannya yang bisa dipilih! Bangka dan Belitung sedang jadi destinasi yang banyak dilirik wisatawan. Selain karena pantainya yang cantik, suasana dan objek wisata pendukung lainnya juga tak kalah menarik. Untuk menginap di sana ada pilihan akomodasi kelas ransel yang hemat, atau kelas koper yang lebih nyaman. Disusun berikut kumpulan penginapan untuk gaya koper dan ransel di Bangka dan Belitung:

1. Grand Hatika Hotel
Pertama adalah Belitung. Kali ini ada Grand Hatika Hotel yang masuk dalam kategori hotel bergaya koper. Letak tepatnya ada di Jl Kemunging No A16, Tanjungpandan, Belitung. Hotel bintang 4 ini memiliki 7 jenis kamar. Sedangkan kamar itu sendiri bisa dipesan dengan atau tanpa sarapan. Dengan fasilitas lengkap, sudah pasti tamu bisa menginap dengan nyaman di sana. Ada 3 jenis tipe kamar yang bisa dipesan tanpa sarapan yaitu Grand Superior, Deluxe dan Executive. Harga Grand Superior tanpa sarapan saat kamar penuh adalah Rp 790 ribu, sedangkan saat tidak terlalu penuh adalah Rp 466 ribu. Untuk Deluxe tanpa sarapan saat penuh adalah Rp 892 ribu dan saat tak terlalu penuh adlah Rp 520 ribu. Terakhir ada Executive yang harga saat penuh Rp 1,1 juta dan saat tak terlalu penuh Rp 603 ribu. Jika dengan sarapan, harga Grand Superior Room sebenarnya tak terlalu berbeda jauh yaitu Rp 500 ribu. Sedangkan Deluxenya pun hanya jadi Rp 560 ribu dan Executive jadi Rp 665 ribu.

2. BW Suite Belitung
Masih di Belitung dan masih penginapan bergaya koper. Kali ini adalah BW Suite Belitung. Berada di Jl Pattimura, Tanjungpandan, Belitung, hotel ini terletak dekat pantai. Ditambah, hotel ini juga punya infinity pool yang cantik. Dengan fasilitas lengkap, hotel ini tersedia dalam beberapa jenis kamar. Untuk kamar tipe Superior dihargai Rp 598 ribu dengan sarapan. Sedangkan kamar jenis Deluxe dihargai Rp 748 ribu di hari Senin sampai Minggu kecuali hari Sabtu. Di hari Sabtu, harganya jadi Rp 857 ribu. Kamar Premium dengan sarapan dihargai Rp 828 ribu. Sedangkan kamar Executive dihargai Rp 1,6 juta, sudah termasuk sarapan.

3. Harlika Jaya Hotel
Di Jl Melati A 43, Tanjungpandan, Belitung ada Harlika Jaya Hotel yang masuk kategori penginapan bergaya ransel. Di sini, wisatawan bisa menginap di beberapa jenis kamarnya. Untuk kamar executive, harganya Rp 302.500 per malam, sudah nett. Sedangkan Superior adalah Rp 247.500 nett per malam. Untuk yang kelas Bisnis adalah Rp 220.000 per malam. Untuk single AC juga ada harganya Rp 192.500 nett. Semua kamar jenis di atas sudah termasuk sarapan. “Kelas Standard ada yang fan dan AC. Fan single harganya Rp 110 ribu dan double Rp 165 ribu, tapi tak ada sarapan,” tutur Muhaya dari Harlika Jaya Hotel =.

4. Hotel Pondok Impian 2
Satu lagi penginapan bergaya ransel di Belitung adalah Hotel Pondok Impian 2. Terletak di Jl Pattimura No 8, Tanjung Pandan, hotel ini menawarkan suasana bergaya rumahan. Berusaha menghubungi hotel tersebut untuk menanyakan harga namun tidak diangkat. Traveler masih bisa memesan hotel ini dengan melihatnya dari beberapa situs pencarian hotel. Di Booking dot com, harga kamar Businessnya Rp 375 ribu nett dan sudah termasuk sarapan. Sedangkan di Agoda harganya Rp 225 ribu tapi belum termasuk biaya PPN dan servis.

5. Novotel Bangka
Melangkah ke Bangka, hotel kategori koper yang pertama adalah Novotel. Hotel bintang 4 yang terletak di Jl Soekarno Hatta, Pangkalpinang ini memiliki fasilitas yang lengkap. Karena jenis hotel bisnis, harga kamar yang ada di sini lebih murah saat weekend dibanding saat weekdays. Jadi, hotel ini bisa jadi rekomendasi menginap saat di Bangka. “Harga kamar Standard saat weekdays adalah Rp 850 nett dan weekend Rp 650 ribu,” tutur Jessica dari Novotel Bangka . Menurutnya, jika memesan via telepon langsung ke reservasi, bisa mendapat harga yang lebih murah. Bisa dicoba.

6. Hotel Tanjung Pesona
Hotel kedua di Bangka adalah Hotel Tanjung Pesona yang merupakan cottage di tepi Pantai Tanjung Pesona. Traveler yang senang dengan pantai bisa mencoba menginap di sini. Meski tergolong kelas koper, namun harganya tidak terlalu mencekik dompet. Untuk satu cottage, harganya berkisar dari Rp 500-600 ribu. “Untuk weekdays harganya Rp 550 ribu dan weekend Rp 660 ribu, sudah nett,” tutur Iwan dari Hotel Tanjung Pesona

7. Hotel Centrum
Masih di Bangka, ada Hotel Centrum yang masuk kategori ransel. Terletak di Jl Hanidah No 8, akses dari dan ke hotel ini termasuk mudah dijangkau. Ada beberapa tipe kamar antara lain Deluxe, Super Deluxe, Junior Suite, dan Suite. Harga tersebut sudah termasuk sarapan. “Untuk Suitenya dihargai Rp 900 ribu per malam dan Junior Suitenya dihargai Rp 650 ribu per malam. Super Deluxe Rp 550 ribu dan Deluxe Rp 500 ribu,” ujar Lisna.

8. Homestay Solagracia
Terakhir adalah Homestay Solagracia yang terletak di Jl Teluk Bayur No 223, Pasir Putih. Bisa dibilang, ini homestay yang banyak dibincangkan traveler yang melancong ke sana. Homestay ini tidak memiliki situs sendiri sehingga cara memesannya bisa melalui situs pencarian hotel. Beberapa yang bisa dipilih adalah Agoda dan Booking dot com. Di Agoda, harga untuk kamar Standart Cottage adalah Rp 282 ribu per malam dan kamar Deluxe Cottagenya adalah Rp 430 ribu per malam. Harga tersebut sudah termasuk sarapan tapi belum termasuk pajak PPN dan biaya servis. Sedangkan di Booking dot com, harga menginap di Kamar Standard adalah Rp 400 ribu. Di Kamar Deluxe adalah Rp 500 ribu. Harga tersebut sudah termasuk sarapan dan harga pajak serta servis.

Bangka Belitung menyimpan keindahan alam yang sayang untuk dilewatkan. Kepulauan itu pun bisa menjadi alternatif tempat liburan yang menyenangkan. Paling tidak, ada 5 alasan kenapa harus mencoba liburan ke Bangka Belitung. Setelah film Laskar Pelangi marak diperbincangkan, nama Pulau Belitung serta Bangka juga ikut terangkat. Rupanya, memang banyak sekali tempat wisata yang menarik di kedua pulau tersebut. Keindahannya juga tak kalah dibandingkan dengan Bali ataupun Lombok. Berbincang dengan Darwance, seorang traveler asli Bangka yang sudah menjelajahi Pulau Bangka dan Belitung. Dalam perbincangan yang ditulis Kamis (29/7/2015), tersebutlah 5 alasan kenapa traveler harus mencoba liburan ke Bangka Belitung:

1. Pantainya punya ciri khas
Indonesia memang punya banyak sekali pantai yang indah. Tapi pantai di Bangka Belitung punya keistimewaan yang belum tentu ditemukan di tempat lain di Indonesia. Bangka Belitung punya pantai yang berhias batu granit alami. “Pulau Bangka dan Belitung itu memiliki pantai yang berbeda dengan pantai di daerah lain. Hampir di semua pantai ada batu granitnya. Batu granit berukuran raksasa,” ujar Darwance. Menurut Drawance, batu-batu granit yang ada justru menambah keeksotisan pantai di sana. Sebut saja Pantai Tanjung Tinggi di Belitung yang digunakan untuk syuting film ‘Laskar Pelangi, tempat itu terlihat begitu indah dengan batu granit kehitaman di berbagai sisinya.

2. Banyak destinasi wisata religi
Tak hanya pantai, destinasi wisata religi juga cukup banyak di Bangka Belitung. Lokasinya juga tidak jauh dari pantai-pantai cantik yang ada di sana. Misalnya Puri Tri Agung, sebuah kuil yang letaknya dekat dengan Pantai Tikus di Bangka. “Selain pantai ada juga destinasi lain kayak rumah ibadah orang Tionghoa yang dibangun di atas bukit di pinggir pantai. Yang paling terkenal Puri Tri Agung di dekat Pantai Tikus,” tutur Darwance. Pria Bangka itu mengatakan bahwa setiap akhir pekan, banyak traveler dari luar kota yang datang ke kuil. Selain kuil tersebut, tempat wisata religi lainnya antara lain Masjid Al Ikhlas dan Kelenteng Sijuk di Belitung, serta Masjid Jami dan Kelenteng Kung Fuk Min di Bangka yang letaknya bersebelahan.

3. Kulinernya lezat
Wisata kuliner tentu saja menjadi kegiatan yang tak luput dilakukan selama liburan ke Bangka Belitung. Banyak pilihan kuliner lezat di kedua pulau ini. “Kuliner kayak martabak Bangka, lempah kuning di Bangka. Itu dari ikan, ayam, daging sapi, kuahnya kuning. Kalau lempah darat pasti dari sayur. Kalau di Belitung ada juga, namanya gangan,” jelas Darwance. Lempah kuning dan lempah darat khas Bangka adalah makanan semacam sup yang berkuah kuning, yang terdiri dari daging atau sayuran. Di Belitung ada juga sup kuning bernama gangan. Isi dan rasanya hampir sama dengan lempah kuning, hanya namanya saja yang berbeda.

4. Ada tempat wisata sejarah
Tempat wisata di Bangka Belitung tergolong lengkap. Tak hanya wisata alam dan religi, tempat wisata sejarah pun ada. Misalnya Pesanggarahan Menumbing yang sempat dijadikan tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta di Bangka. “Ada Pesanggrahan Menumbing, tempat pengasingan Bung Karno. Museum-museum juga, tinggal dikembangkan saja,” kata Darwance. Kalau ingin mengetahui tentang sejarah pertambangan timah di Bangka Belitung, ada pula Museum Timah Indonesia yang bisa ditemukan di gedung bekas rumah dinas Hoofdt Administrateur Banka Tin Winning (BTW). Segala hal yang berhubungan dengan pertambangan timah sejak zaman penjajahan bisa dilihat di museum. Untuk penggemar karya sastra dan film Laskar Pelangi, jangan lupa mampir ke Museum Kata di Belitung Timur. Museum milik novelis Andrea Hirata ini menampilkan berbagai benda yang berbau sastra serta berbagai koleksi dari yang berkaitan dengan film Laskar Pelangi.

5. Jalanan mulus
Selama liburan di Bangka Belitung tidak perlu khawatir bertemu banyak jalanan yang berlubang. Baik di Pulau Bangka maupun Belitung, jalanannya rata-rata sudah beraspal mulus. “Kalau di Bangka selalu mulus. kalau di Belitung tahun 2007-2008 masih sempit banget. Setelah pelan-pelan dilirik wisatawan, jalan diperlebar. Sekarang sudah lebih lebar dan mulus,” tutur Darwance.

Sebelum tahun 2000, tidak ada yang menyadari pesona wisata di Provinsi Bangka Belitung. Namun kini provinsi yang terdiri dari 2 pulau utama itu bagaikan bidadari yang memikat hati dan menjadi saingan Bali dan Lombok. Terus terang, novel karya Andrea Hirata dan diikuti filmnya, membuka mata wisatawan mengenai pesona wisata di sana khususnya Belitung. Dari situ, pesona wisata Bangka juga ikut terangkat dan masuk ke dalam radar wisatawan.

Inilah bukti bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan tidak akan ada habisnya untuk dicintai. Travel Highlight Bangka Belitung akan mengupas aneka potensi wisata di dua pulau istimewa itu. Bangka dan Belitung punya banyak alasan untuk dikunjungi mulai dari pantai keren, kuliner, wisata sejarah dan religi, infrastruktur memadai dan pilihan akomodasi yang beragam untuk berbagai kelas wisatawan. Wisata bahari tentu menjadi andalan karena ini adalah destinasi pulau.

Jika digabungkan, Bangka dan Belitung punya banyak pilihan pantai. Bangka identik dengan pantai landai yang nyaman sedangkan Belitung punya ciri khas pantai dengan batu granit besar. Masih dari wisata alam, ada Danau Kaolin di Belitung yang mirip Kawah Putih Ciwidey. Untuk wisata sejarah, ada pengasingan Presiden Soekarno di Bangka. Sedangkan untuk wisata religi, ada sejumlah masjid dan kelenteng yang menampakan wajah harmonis dan damai antar etnis dan umat beragama di sana. Napak tilas film Laskar Pelangi juga sering dilakukan wisatawan dan Anda bisa juga mencobanya di Belitung.

Yang tidak boleh dilewatkan adalah kesempatan wisata kuliner di Bangka dan Belitung. Belitung punya kuliner Mie Atep yang melegenda serta berbagai gerai kopi. Sedangkan Bangka punya jamur termahal se-Indonesia. Wow! Ayo liburan ke Bangka dan Belitung! Dua pulau ini bukanlah Bali dan Lombok, pun tidak ingin meniru Bali dan Lombok. Tapi, Bangka dan Belitung punya identitas sendiri dan bangga sebagai destinasi wisata yang khas, kuat dan istimewa. Bangka dan Belitung adalah wajah indah pulau Indonesia yang dunia perlu tahu!

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Tebet Green Di MT Haryono Disegel … dan Dijaga 500 Personel TNI Bersenjata Lengkap


Penyegelan bangunan Tebet Green di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2015) benar dilakukan Dinas Penataan Kota sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Pantauan , selama proses penyegelan, tampak sekitar 500 personel tentara bersenjata lengkap disiagakan. Mereka menjaga penyegelan tersebut supaya berjalan tertib.

Mereka tampak berbaris di sekitar bangunan. Sesekali mereka menghalau beberapa karyawan yang akan memasuki bangunan. Sebanyak 20 truk tentara juga terparkir di Jalan MT Haryono. Kepala Bidang Penertiban dinas Penataan Kota DKI Jakarta Baju Aji mengatakan, bangunan milik Kostrad tersebut masih dalam pengawasan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena ada masalah dengan sertifikat layak fungsinya.

“Karena ini difungsikan untuk umum, maka kami tidak mau sampai tidak layak fungsi,” kata dia di lokasi penertiban. Sebelumnya, bangunan tersebut juga pernah beberapa kali disegel. Namun, Bayu mengatakan, penyegelan sebelumnya hanyalah penyegelan dengan dispensasi. Sementara penyegelan pada hari ini berlaku permanen. Sejak penyegelan ini, tidak boleh ada aktivitas apa pun di bangunan tersebut. Bangunan tersebut baru boleh beroperasi setelah persyaratannya selesai diurus ke Pemprov DKI.

Setelah pengurusan SLF, kata Bayu, bangunan yang sudah empat kalinya disegel itu bisa beroperasi kembali. “Prinsipnya, persyaratannya sudah dipenuhi, tinggal diurus di Balai Kota. Mereka harus punya kajian teknis, misalnya kelistrikan dan sirkulasi udara,” kata dia.

Dinas Penataan Kota kembali menyegel bangunan Tebet Green di Jalan MT Haryono, Jakarta Selatan, pada Kamis (23/7/2015), karena belum juga memiliki Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Kali ini, penyegelan dilakukan secara permanen. Gunardi Gunawan, Direktur PT Wahana Cipta Sentosa Sejahtera, pengelola bangunan tersebut, mengatakan, pihaknya sebenarnya telah mengajukan perizinan untuk mendapatkan SLF.

Namun, karena bangunan dibangun di atas tanah milik Yayasan Kostrad, maka tidak serta merta mereka bisa mengurus perizinan. Sehingga, untuk mendapatkan SLF, pihaknya memerlukan bantuan dari yayasan. Namun, menurut Gunardi, yayasan belum mau membantunya untuk memperoleh izin. “SLF itu diperlukan, kita mau urus, tapi menurut peraturan perusahaan, butuh surat kuasa ke pemilik tanah, tapi yayasan tidak mau membantu kita,” kata dia.

Gunardi menyebut, pihaknya telah meminta Yayasan Kostrad untuk memberikan surat kuasa pengurusan SLF. Namun, surat kuasa itu dicabut. “Sudah dikeluarkan surat kuasa, tapi dicabut awal tahun 2015,” kata dia. Ke depannya, kata Gunardi, pihaknya akan membicarakan dengan pimpinan langkah ke depannya untuk mencari jalan yang terbaik. Pihaknya terus berupaya mendapatkan SLF. “Kita cari jalan keluar yang terbaik sama semua pihak,” ucapnya.

Kepala Bidang Penertiban Dinas Penataan Kota DKI Jakarta Bayu Aji mengatakan lahan yang digunakan oleh mal Tebet Green Garden adalah lahan milik Yayasan Dharma Putera yang merupakan yayasan milik Kostrad. Hal itulah yang melatarbelalangi hadirnya 500 anggota TNI dalam penyegelan mal yang berlokasi di Jalan MT Haryono, Tebet, Jakarta Selatan, itu pada Kamis (23/7/2015).

Aji mengatakan penyegelan dilakukan karena penyewa lahan, dalam hal ini PT Wahana Cipta Sentosa Sejahtera (PT WCSS), belum mengurus Sertifikat Layak Fungsi (SLF). Lahan tersebut disewa oleh PT WCSS untuk jangka waktu 30 tahun. “Lahannya punya yayasan Kostrad. Kami sudah menyegel tempat ini empat kali. Sebelumnya kami masih memperbolehkan aktivitas atau operasional toko-toko. Namun, sekarang ditutup permanen sampai pengelola menyelesaikan SLF,” kata Aji saat dihubungi, Kamis siang.

Mal Tebet Green Garden dibangun pada 2009 dan mulai beroperasi pada 2011. Rencananya mal tersebut akan dibangun setinggi 18 lantai. Namun hingga saat ini, pusat perbelanjaan tersebut baru memiliki empat lantai.
Dinas Penataan Kota DKI Jakarta sebelumnya telah melayangkan Surat Peringatan (SP) Nomor 01/1/758 Tanggal 12 Februari 2015. Surat Peringatan (SP) II Nomor 03/-1/758 Tanggal 18 Februari 2015 dan Surat Segel (SS) No 02/-1/758 tanggal 3 Maret 2015. Pemprov DKI juga pernah menyegel pusat perbelanjaan ini pada 5 Maret 2015 silam.

Categories
Wisata Kuliner

Mari Menikmati Kue Balok Legendaris di Pasar Lembang


Bentuk kue ini sesuai dengan ​namanya seperti balok. Warnanya kuning keemasan dengan aroma wangi telur dan margarin. Rasanya empuk lembut seperti kue bolu. Meskipun diawali oleh penjual kue balok kaki lima, kini kue ini ada di beberapa tempat sekitar Bandung, salah satunya di pasar Lembang.

Kue Balok Legendaris di Pasar Lembang

Berjalan-jalan ke Pasar Lembang, kami menemukan kue mirip pukis yang dimasak dengan cara unik. Bentuknya mirip seperti balok berukuran sekitar 12x8x4 cm. Tetapi ada juga yang membuat dalam ukuran lebih besar.​ Kue balok merupakan jajanan tradisional khas Jawa Barat yang enak dan murah. ​Adonannya tak beda jauh dengan kue cubit. Terdiri dari tepung terigu, gula, margarin dan baking powder serta air. Setelah diaduk licin dan kental adonan ini didiamkan selama beberapa jam hingga terfermentasi. ​

​Cetakan berbentuk balok berjajar dipanaskan di atas api arang. Kemudian adonan dituangkan ke dalam cetakan ini. Selanjutnya adonan ini ditutup dengan anglo segi empat panjang berisi api arang. Jadi pemanggangan dilakukan dari bawah dan atas sekaligus.​

Menurut penjual, tak hanya di bagian atas yang dipanaskan akan tetapi bagian bawah kue juga dipanaskan dengan arang. Sehingga matangnya akan merata. ​Menjelang matang, Anda bisa menikmati wangi harum adonan yang menguap dari panggangan arang. Sedap sekali. ​ Selain dapat disajikan polos, kue balok juga dapat diberi beragam aneka topping
​seperti kismis, kacang dan cokelat meisjes. Adonannya ada juga yang diberi perasa pandan dan teh hijau serta cokelat.​

Untuk Anda yang sedang berjalan-jalan di Lembang tepatnya dekat De Ranch, Anda dapat mampir ke Pasar Lembang untuk membeli kue balok yang hangat dan lezat. Kue ini dijual satuan dengan harga Rp 1.000. Dan sudah buka mulai pukul 6 pagi hingga 11 malam. Tempatnya di dekat KPSBU (Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara) di jalan Kayu Ambon (dalam pasar).

Selain di pasar lembang ini, Anda juga dapat menemukannya di beberapa tempat lain seperti pusat jajanan atau kios Mang Udju yang berada di Jalan Cihapit, tepatnya di sebelah Surabi Cihapit. ​Paling enak kue ini dinikmati hangat karena permukaannya yang sedikit merekah terasa renyah manis sementara bagian dalamnya lembut wangi.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Restoran Tokyo Ramen Tabushi Meledak dan Terbakar di Kelapa Gading


Ledakan tabung gas di Restoran Tokyo Ramen Tabushi malam tadi menggegerkan warga sekitar. Salah seorang saksi menyebut suara ledakan terdengar dahsyat seperti bom. “Ledakannya kayak bom. Pelanggan saya pada lari waktu kejadian,” kata pemilik Restoran Seafood Santai Malam 1001, Irhandi di Jl Boulevard Raya, Blok IA, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/7/2015). Restoran milik Irhandi hanya berjarak 1 ruko dari Restoran Tokyo Ramen Tabushi. Beruntung restoran milik pria berumur 50 tahun ini tak terkena imbas ledakan.

Irhan mengaku, saat kejadian ia tengah berdiri di dekat restorannya dan baru saja mempersilakan seorang pelanggan masuk ke dalam restoran. Pelanggan tersebut sebelumnya hendak masuk ke Restoran Tokyo Ramen Tabushi, namun karena pegawai restoran mulai menutup rolling door, mereka berpindah ke restoran seafood miliknya.

“Baru pelanggan saya duduk, langsung kedengeran ledakan seperti bom. Mereka pada lari semua, termasuk yang lagi makan,” ujarnya.Ledakan tabung gas terjadi saat restoran hendak ditutup pada sekitar puku 22.00 WIB. Ada dugaan ledakan terjadi saat karyawan tengah membuka tutup selang gas. “Seorang karyawan pria, membeberkan bahwa gas meledak ketika dirinya akan membuka kepala gas, yang rutin dilakukan sebelum tutup restoran,” kata Ca saksi mata yang kebetulan berada di ruko dekat lokasi kejadian.

Sedangkan Alman yang juga berada di lokasi kejadian menyebut ledakan berasal karena ada percikan api yang menyambar ke tabung gas. “Katanya pada saat matiin kompor ada percikan api, meledak,” ujarnya. Irhandi mengaku sempat melihat pegawai Restoran Tokyo Ramen Tabushi terpental bersama dengan rolling door yang hendak ia tutup itu. Menurutnya pegawai tersebut mengalami luka hampir di sekujur tubuhnya. “Itu di dalam restoran ada empat orang. Yang di luar terpental sama rolling door. Itu pegawai semua. Cuman saya gak kenal,” paparnya.

Peristiwa tersebut menurutnya menggegerkan warga sekitar dan para pengendara yang tengah melintas. Mereka menghentikan laju kendaraan mereka beberapa puluh meter dari lokasi kejadian dan mendekat ke restoran. Sekitar pukul 22.00 WIB, Senin (20/7) warga yang berada di Jl Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakut, dikagetkan dengan suara ledakan keras dari restoran Jepang, Tokyo Ramen Tabushi. Tabung gas di restoran itu meledak dan membuat kehancuran.

Reruntuhan bangunan bagian depan restoran pada ruko ini juga menimpa dua mobil yang berada di depannya. Dilaporkan ada dua orang luka. “Luka bakar hampir 60 persen,” kata petugas RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakut saat dikonfirmasi, Selasa (21/7) dini hari.Kerasnya suara ledakan dirasakan Ca yang kebetulan sedang makan malam di restoran yang hanya berjarak dua blok dengan lokasi kejadian. “Kirain ada mobil bertabrakan, yang lagi makan berhamburan,” tutur Ca.

Orang-orang di sekitar lokasi langsung menghampiri restoran. Tampak bangunan restoran hancur berantakan, kaca-kaca berserakan ke jalan. “Bau gas di lokasi,” ujarnya. Dari percakapan orang-orang yang dekat dengan lokasi kejadian, diduga ldedakan tabung gas terjadi saat seorang karyawan hendak membuka tutup selang gas. Sebab pada sekitar pukul 22.00 WIB, restoran memang hendak ditutup.

“Katanya pada saat matiin kompor ada percikan api, meledak,” imbuh Alman yang kebetulan melintas di lokasi. Petugas pemadam dan polisi memang bergerak cepat sesaat setelah ledakan terjadi. “Untung saja di seberang ada pos polisi, polisi cepat datang,” kata Ca. Pemadam kebakaran juga menerjukan sekitar 7 mobil pemadamnya. “Sudah ada 4 mobil pemadam kecil yang mobil pemadam yang besar ada 3,” ujar Alman. Belum ada penjelasan resmi dari polisi soal penyebab ledakan dan jumlah korban akibat ledakan.Dua orang karyawan restoran Tokyo Ramen Tabushi di Jl Boulevard Raya Blok LA 4, Kelapa Gading, Jakut, dibawa ke rumah sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading. Namun keduanya langsung dirujuk ke RSCM.

“Tadi dibawa ke sini sekarang sudah dibawa ke RSCM karena luka akibat tabung gas dari restoran di Kelapa Gading,” kata petugas RS Mitra Keluarga Kelapa Gading, Jakut saat dikonfirmasi pukul 00.20 WIB, Selasa (21/7/2015). Menurutnya, kedua korban, seorang pria dan seorang perempuan, mengalami luka bakar. “Luka bakar hampir 60 persen,” sebut petugas tersebut.Ledakan tabung gas membuat bangunan restoran Tokyo Ramen Tabushi di Jl Boulevard Raya Blok LA 4, Kelapa Gading, Jakut, hancur berantakan. Reruntuhan puing restoran akibat ledakan juga menimpa 2 mobil yang diparkir persis di depan restoran.

Ca kebetulan sedang berada di restoran yang lokasinya dua ruko bersebelahan dengan lokasi kejadian. “Tadi jam 22.05 WIB ledakannya. Saat dilihat keluar, restoran sudah berantakan, kaca-kaca berserakan menimpa 2 mobil yang parkir di depannya,” ujar Ca.Restoran Tokyo Ramen Tabushi porak poranda akibat ledakan tabung gas yang terjadi malam tadi sekitar pukul 22.00 WIB. Saat ini restoran tersebut telah dipasang garis polisi.

Pantauan di lokasi, Jalan Boulevard Raya, Blok IA nomor 18, Kelapa Gading, banyak warga yang tengah melintas, menyempatkan diri untuk melihat kondisi restoran. Beberapa memarkirkan kendaraannya untuk melihat lebih jelas keadaan di dalam restoran dari balik garis polisi. Para warga itu tampak mengabadikannya melalui ponsel mereka masing-masing. “Saya sering makan di sini. Rencananya hari ini mau makan di sini juga sama teman-teman, tapi ternyata malah meledak,” kata salah seorang warga, Chyntia di lokasi, Jl Boulevard Raya, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (21/7/2015).

Sementara itu kondisi di dalam restoran tampak acak-acakan. Terlihat meja makan dan kursi hancur porak-poranda. Tidak ada seorangpun di area tersebut. Polisi juga tak terlihat berjaga di lokasi. Ruko-ruko yang terletak di samping restoran Jepang itu tampak utuh dan tak terkena imbas ledakan tabung gas. Mereka tetap beroperasi seperti biasa. Seorang petugas terlihat tengah membersihkan rukonya yang terkena bekas ledakan. Puing-puing sisa ledakan Restoran Tokyo Ramen Tabushi tampak memenuhi halaman rukonya.

Ledakan tersebut terjadi sekitar pukul 22.00 WIB malam tadi menjelang restoran tutup. Tak disangka, tabung meledak saat karyawan restoran hendak melepas katup tabung seperti yang biasa dilakukannya selama ini. 2 Orang menjadi korban akibat ledakan tersebut. Mereka dilarikan ke RS Mitra Kemayoran. Namun karena menderita luka bakar parah, salah satu diantaranya dilarikan ke RSCM untuk mendapat penanganan intensif.

Categories
Transportasi

Tol Cipali Sukses Pindahkan Kemacetan dari Jabar ke Jateng


Ketua Advokasi Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Darmaningtyas menilai beroperasinya jalan tol Cikopo-Palimanan (Cipali) efektif dalam memindahkan kemacetan dari Jawa Barat ke Jawa Timur pada musim mudik lebaran tahun ini. Keberadaan tol terpanjang di Indonesia itu juga sukses menambah sejarah kelam kecelakaan kendaraan di jalan tol selama musim mudik lebaran.

“Tol Cipali itu hanya memindahkan kemacetan dari Jawa Barat ke Jawa Tengah. Kalau dulu macetnya mulai dari Simpang Jomin sampai Cirebon, sekarang macetnya mulai pintu tol Pejagan,” ujarnya kepada CNN Indonesia, Senin (20/7).

Sebelum ada tol Cipali, kata Darmaningtyas, hampir tak ada cerita kendaraan umum kecelakaan di jalan tol selama arus mudik lebaran. “Kalau sekarang terjadi kecelakaan angkutan umum di jalan tol,” katanya. Namun, dia mengakui bahwa secara umum kondisi arus mudik pada tahun ini relatif lebih baik dibandingkan tahun lalu. Perbaikan pelayanan angkutan udara, laut dan kereta api dinilainya sebagai faktor utama kelancaran arus mudik.

“Angkutan udara yang diharapkan bis ajadi tumpuan justru terhambat oleh erupsi Gunung Raung. Tapi itu kan di luar kuasa manusia,” tuturnya. Darmaningtyas mengatakan angkutan umum darat merupakan moda transportasi yang banyak ditinggalkan pemudik pada tahun ini. Bukan karena secara ekonomi meningkat, tetapi lebih karena faktor kelancaran dan keamanan yang kurang terjamin.

“(Pelayanan) kapal laut cukup baik, kereta api juga bagus, demikian pula dengan pesawat terbang. Kalau angkutan darat kan macet dan kurang nyaman dan aman,” tuturnya.

Categories
Beragama Berbudaya Pariwisata Bali Sejarah

Sejarah Nyama Selam dan Peradaban Islam Di Buleleng Bali


Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali memiliki luas 1.584 hektare persegi. Seluruh penduduknya adalah umat Islam Bali. Penduduk Bali menyebut mereka dengan istilah nyama selam. Nyama berarti saudara, dan selam berarti Islam. Atau, bisa diartikan sebagai orang-orang Islam yang menjalankan tradisi Bali.

Penghulu imam Desa Pegayaman, Haji Nengah Abdul Ghofar Ismail, 53 tahun, menjelaskan keberadaan Nyema Salam di Desa Pegayaman tak lepas dari sejarah masuknya Islam ke desa itu. Menurut dia, pada saat itu Raja Buleleng Anglurah Ki Barak Panji Sakti diundang oleh Raja Mataram dalam rangka persahabatan. Saat kembali ke Bali, Ki Barak Panji Sakti dihadiahi seekor gajah dan delapan orang prajurit yang saat itu sudah beragama Islam untuk mengiringinya pulang.

Prajurit-prajurit inilah cikal bakal warga Islam di Desa Pegayaman. “Leluhur Desa Pegayaman disebut sitindih artinya orang-orang pembela kerajaan,” kata Nengah Abdul. Mengutip catatan sejarah, Nengah Abdul bercerita, pada 1711, terjadi perang antara Kerajaan Mengwi dan Kerajaan Buleleng. Pada saat itulah orang-orang Pegayaman menghadang di Desa Gitgit, hingga terjadi pertempuran hebat sampai ke Desa Pancasari.

Kabar pertempuran tersebut diketahui oleh pasukan Teruna Goak (Pasukan Gagak Hitam) milik Ki Barak Panji Sakti dari Desa Panji yang segera bergabung untuk memukul mundur pasukan Kerajaan Mengwi. Pada 1850 kapal kelompok imigran Bugis yang hendak menuju Jawa-Madura terdampar di pesisir Buleleng. Sebanyak 40 pasukan Bugis tersebut menghadap kepada Ki Barak Panji Sakti.

Oleh sang raja mereka diberikan kebebasan untuk memilih tinggal di pesisir atau di Desa Pegayaman mengingat mereka beragama Islam. Sebagian memilih tinggal di pesisir karena orang Bugis terkenal sebagai penjelajah laut dan sebagian lagi memilih bergabung dengan orang Pegayaman karena alasan agama. “Perpaduan tiga suku Jawa, Bugis, dan Bali inilah yang kini menjadi warga asli Desa Pegayaman,” ujar Negah Abdul.

Kisah masuknya agama Islam di Pegayaman diabadikan menjadi nama masjid, yaitu Masjid Jami Safinatussalam. Masjid Jami Safinatussalam merupakan masjid tertua di Pegayaman. Keberadaan masjid ini diperkirakan sudah ada sejak awal Desa Pegayaman. “Safinatussalam berarti perahu keselamatan. Diberi nama safinatussalam karena datangnya menggunakan perahu dari Jawa, sampai dengan selamat di Bali,” jelas pria lulusan Pesantren Darussalam, Banyuwangi dan Pesantren Al-Falah, Kediri, Jawa Timur ini.

Asal-usul nama Pegayaman pun ada dua versi. Pertama, berasal dari kata gayam (bahasa Jawa) yang merupakan jenis tumbuhan. Dalam bahasa Bali disebut buah gatep. “Dahulu sebelum dibuka menjadi pemukiman, wilayah desa ini banyak ditumbuhi pohon gatep atau gayam sehingga disebut Pegayaman,” katanya.

“Sedangkan versi kedua berasal dari nama senjata, Keris Gayaman yang ada pada zaman Kerajaan Mataram,” katanya. Matahari baru saja tenggelam, Kamis, 16 Juli 2015. Lalu lalang warga Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali mulai memadati jalan desa. Mereka bersiap mengikuti takbir keliling untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.

Acara dimulai sekitar pukul 21.00 Wita. Penghulu imam (sesepuh), kepala desa, dan warga desa bergerak dari Masjid Jami Safinatussalam mengelilingi desa. Sebagian dari mereka, terutama remaja, mengendarai sepeda motor. Irama alat musik rebana dan lantunan takbir menggema di antara dinginnya udara malam di desa yang berada 450 meter di atas permukaan laut itu. Luas wilayah Desa Pegayaman mencapai 1.584 hektare. Seluruh penduduknya adalah umat Islam Bali. “Istilahnya Nyama Selam. Nyama berarti saudara dan Selam berarti Islam. Atau bisa diartikan sebagai orang-orang Islam yang menjalankan tradisi Bali,” kata penghulu imam Desa Pegayaman, Haji Nengah Abdul Ghofar Ismail (53).

Warga di Desa Pegayaman sehari-hari berkomunikasi menggunakan bahasa Bali. Mereka juga mengenal sor singgih base Bali, termasuk dalam kegiatan keagamaan. Khatib di beberapa musala yang ada di desa ini terkadang menggunakan bahasa Bali ketika berkhotbah. Ketika Ramadan, saat dini hari menjelang sahur, dari Masjid Jami Safinatussalam terdengar himbauan membangunkan warga yang juga menggunakan bahasa Bali. “Ida dane warga ngiring metangi santukan galah imsyak sampun nampek.” Artinya, “Para warga mari bangun karena waktu imsyak sudah dekat.”

Tak beda dengan orang Bali pada umumnya yang beragama Hindu, dalam penamaan, warga Pegayaman juga memberi nama Wayan untuk anak pertama, Nengah untuk anak kedua, Nyoman untuk anak ketiga, dan Ketut untuk anak keempat. “Di sini kami tidak menggunakan I dan Ni di depan nama, juga tidak menggunakan nama Putu (anak pertama), Made (anak kedua), dan Wayan (setelah anak keempat). Lewat dari anak keempat, semuanya bernama Ketut,” jelasnya.

Categories
Berbudaya

Liburan Lebaran … Mal dan Restoran Cepat Saji Jadi Pilihan Untuk Wisata


Libur Lebaran tak mengurangi jumlah pengunjung mal di Jakarta, meski sebagian masyarakat telah mudik ke kampung halaman. Di mal Grand Indonesia, Jakarta Pusat, jumlah pengunjung tercatat normal bahkan meningkat saat libur Lebaran. Senior Public Relations Officer Grand Indonesia Brigida Alexandra Marcella mengatakan, jumlah pengunjung pada hari Lebaran terhitung normal seperti hari biasa.

“Mobil 9.500, pengunjung 70 ribu-80 ribu,” kata dia di Jakarta, Senin, 20 Juli 2015. Jumlah pengunjung pada hari kedua Lebaran pun masih stabil, yakni di kisaran 90 ribu pengunjung dengan jumlah mobil masuk sebanyak 11.150. Peningkatan pengunjung terasa pada H+1 Lebaran yang bertepatan dengan hari Minggu. Dari jumlah mobil yang masuk, ada kenaikan sekitar 10 persen dari angka normal 10 ribu mobil menjadi 11.020 mobil.

Sementara, jumlah pengunjung naik menjadi sekitar 20 persen. Biasanya jumlah pengunjung mencapai 80 ribu orang, tapi pada libur H+1 Lebaran ada sekitar 88 ribu-100 ribu orang yang datang ke mal tersebut. Hal serupa terjadi di mal lain, seperti Central Park di kawasan Jakarta Barat. Media & Public Relations Central Park Mall Fransisca Amanda mengatakan, ada peningkatan jumlah pengunjung terutama pada hari kedua Lebaran. Namun, pihaknya tidak bisa memberi angka pasti karena data pengunjung masih direkapitulasi.

Saat Lebaran, masih ada sebagian warga Jakarta yang memilih untuk menghabiskan waktunya di mal sebagai alternatif tempat makan atau hiburan. Penyiar radio, Yuke Adora, yang tetap bekerja selama Lebaran memilih beristirahat sejenak di mal setelah siaran sebelum kembali pulang ke rumah. Apalagi, lokasi kantornya berdekatan dengan salah satu mal besar di Jakarta Pusat.

“Karena aku Lebaran kerja di dekat situ, jadi sekalian pulang cari makan dan cari hiburan,” ungkap Yuke. Adapun bagi Mawar Puspita, mal adalah tempat yang cocok untuk melepas penat setelah dua hari penuh menerima kunjungan tamu dan saudara yang ingin bersilaturahmi saat Lebaran. “Dua hari kemarin capek karena keluarga pada datang ke rumah, jadi mau santai-santai di mal,” katanya. Masih dalam suasana libur Lebaran, pusat perbelanjaan di Balikpapan menjadi salah satu pilihan utama warga untuk bersantai dan menghabiskan waktu bersama keluarga.

Terpantau oleh Bisnis, pada Senin, 20 Juli 2015, pukul 13.00 Wita, Plaza Balikpapan cukup padat oleh warga. Kepadatan pada libur lebaran sejak beberapa hari lalu tampak lebih tinggi dibandingkan dengan pada hari-hari normal. Beberapa tenant yang terus-menerus dipenuhi warga merupakan tenant makanan cepat saji, seperti KFC, McDonald’s, dan Wendy’s.

Lain halnya dengan coffee shop ataupun restoran lain yang tak begitu padat, tenant fast food ini sejak kemarin selalu dipadati pengunjung yang mengantre membeli makanan. Ajie Chandra, salah seorang pengunjung McDonald’s, mengatakan lebih memilih bersantap siang di restoran cepat saji dibandingkan dengan restoran lain yang menyajikan makanan-makanan dalam waktu yang cukup lama.

“Lebih enak di restoran cepat saji. Harganya lebih murah dan rasa makanannya tidak pernah berubah dari dulu,” tuturnya.

Categories
Kriminalitas

Kronologis Pembunuhan Wartawati Noerbaety Rofiq Di Bojong Gede Bogor


Noerbaety Rofiq (44), wartawati yang ditemukan tewas di rumahnya di Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, dibunuh secara sadis oleh tiga orang pelaku. Korban juga ditusuk sebanyak sembilan kali oleh seorang pelaku, yakni Hafit Ubaidilah (22). Menurut pengakuan Hafit, dia menusuk korban karena panik saat korban memergoki aksi mereka. Hafit mengaku, korban belum sempat berteriak ketika dia menusuk perut dan pinggang korban “Saya tusuk karena sudah panik, takut,” kata Hafit di Mapolresta Depok, Senin (20/7/2015).

Pemuda yang memiliki banyak tato di kedua belah tangannya itu mengatakan, dirinya sudah menyiapkan sebilah pisau yang dibeli di Pasar Citayam seharga Rp 5.000. Menurut dia, pisau itu sengaja disiapkan untuk berjaga-jaga. “Di kompleks itu kan ramai,” ujar Hafit. Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, saat korban melawan pelaku melakukan aksi pembunuhan tersebut.

“Pelaku melakukan penusukan senjata tajam ke bagian perut dan pinggang sebanyak sembilan kali sehingga korban meninggal,” ujar Dwiyono. Setelah itu, Hafit dan Syarifudin (20) serta DN (25) melarikan diri. Mereka membawa kabur harta dan barang berharga korban. Hafit dan Syarifudin kemudian ditangkap petugas, sedangkan DN masih buron.

Noerbaety Rofiq (44) diperkirakan dibunuh pada awal Juli di rumahnya di Perumahan Gaperi, Bojong Gede, Kabupaten Bogor. Seperti diketahui, jenazah wartawati itu baru ditemukan pada Sabtu (18/7/2015). “Jadi korban dirampok dan dibunuh pelaku pada pertengahan bulan puasa atau Ramadhan,” kata Kapolresta Depok Kombes Dwiyono, Senin (20/7/2015), Dwiyono mengatakan hal itu berdasarkan pengakuan dua pelaku yang telah ditangkap pada Senin dini hari tadi. Kedua pelaku mengaku sudah mengincar rumah Noerbaety.

“Alasannya rumah korban sering sepi dan sering tak ada orang di rumah itu, terutama pada malam hari sampai dinihari,” kata Dwiyono. Namun perkiraan mereka salah. Ketika mereka beraksi, Noerbaety berada di rumah dan memergoki mereka yang hendak masuk lewat pintu belakang. Saat itulah pelaku membunuh korban dan mengambil sejumlah barang korban, yakni empat ponsel, satu kamera LSR, dan sebuah laptop, kata Dwiyono.

“Kita masih kembangkan kasus ini. Dari pengakuan dua pelaku, mereka beraksi bertiga. Jadi ada satu pelaku yang masih buron,” katanya. Selain menangkap keduanya, kata Dwiyono, pihaknya juga mengamankan satu pemuda lain yang terkait namun bukan pelaku pembunuhan. “Pria itu mengetahui kejadian ini dan menerima satu HP dari pelaku,” kata Dwiyono. Dwiyono memastikan motif pembunuhan ini berlatar perampokan. “Sejak awal niat para pelaku adalah merampok,” kata Dwiyono.

Polres Kota Depok (Polresta) bersama tim dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya membekuk dua dari tiga pembunuh Noerbaety Rofiq (44). Seperti diberitakan, Noerbaety ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan Gaperi, Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7/2015).

Kapolres Kota Depok Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, kedua pelaku dibekuk di sebuah rumah di kawasan Depok, Senin (20/7/2015) dini hari. Dari hasil pemeriksaan, polisi memastikan pembunuhan itu berlatar belakang perampokan. “Mereka mengambil 4 handphone korban, kamera SLR dan 1 laptop milik korban. Sejak awal niat pelaku adalah merampok,” kata Dwiyono kepada Warta Kota, Senin. Kedua pelaku ditangkap berinisial A dan S. “Kami juga amankan satu pria lainnya yang mengetahui aksi mereka dan ikut menikmati hasil kejahatan mereka,” kata Dwiyono.

Pria ini, tambahnya, menerima satu ponsel hasil kejahatan pelaku. Seperti diketahui Nur Baety alias Beti ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Perumahan Gaperi, Kedung Waringin, Bojonggede, Kabupaten Bogor, Sabtu (18/7/2015) lalu. Polisi memastikan tewasnya wartawati lepas itu karena dibunuh. Sebab saat ditemukan tangan kiri Beti dalam kondisi terikat tali rafia. Selain itu, hasil visum et repertum RS Polri Sukanto, Kramatjati, menunjukkan ada sembilan luka tusukan di perut dan dada Beti, serta ada luka sayatan di lehernya.

Wartawati Noerbaety Rofiq (44) dibunuh setelah makan sahur di rumahnya di Perumahan Gaperi, Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat, pada 4 Juli 2015 sekitar pukul 05.00 WIB. Kapolres Kota Depok, Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, ketiga pelaku, masing-masing S (20), U (22), dan DN (25), datang pada dini hari. Mereka masuk melalui bagian belakang rumah dengan cara mencongkel pintu. Namun saat masuk, para pelaku mengetahui korban sedang makan sahur.

“Maka para tersangka menunggu korban sampai melaksanakan sahur dan tertidur kembali. Setelah diyakinkan korban tertidur, maka tersangka atas nama S, U, dan D, masuk ke rumah korban,” kata Dwiyono, di Mapolresta Depok, Senin siang. Setelah itu, tiga pelaku mengambil barang-barang korban. Namun saat itu korban terbangun lagi dan memergoki aksi pencurian tiga pelaku.

“Karena ada suara gaduh saudara N bangun, dan mengetahui ada beberapa orang yang mau mencuri. Sehingga korban melakuan perlawanan,” ujar Dwiyono. Para tersangka kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban. Ada yang menusuk senjata tajam, memukul, hingga korban meninggal. Sebelum melarikan diri, mereka membawa kabur barang berharga milik korban, di antaranya 4 ponsel, 1 kamera, 1 laptop, uang, dan beberapa barang lainnya.

Jenazah Noerbaety ditemukan pada Sabtu (18/7/2015) pukul 13.00. Korban ditemukan keluarga yang hendak mengajak berlebaran, telah bersimbah darah dalam keadaan tertelungkup dan tangan terikat di rumahnya. Hasil visum et repertum RS Polri Sukanto, Kramatjati, menunjukkan ada sembilan luka tusukan di perut dan dada Beti, serta ada luka sayatan di lehernya. Pelaku pembunuhan korban akhirnya dapat ditangkap, sementara satu orang lainnya dinyatakan buron.

Tiga tersangka pembunuhan Noerbaety Rofiq (44), wartawati yang ditemukan tewas di rumahnya di Kecamatan Bojong Gede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, membagi peran dalam melakukan aksinya. Ada yang berperan sebagai eksekutor, ada juga yang menjadi otak pencurian yang diakhiri dengan pembunuhan itu. Kepala Kepolisian Resor Kota Depok, Komisaris Besar Dwiyono mengatakan, tersangka HU (22) berperan sebagai orang yang melakukan penusukan. Menurut Dwiyono, HU melakukan penusukan setelah aksi pencurian kelompoknya dipergoki korban.

“Saudara HU yang pada saat datang setelah terjadi pertengkaran (korban dan pelaku lain), dia yang datang menikam kurang lebih sembilan kali ke tubuh korban,” kata Dwiyono di Mapolresta Depok, Senin (20/7/2015). Tersangka S, lanjut Dwiyono, adalah yang bagian menindih tubuh korban. Sedangkan tersangka DN (25) yang saat ini masih buron, adalah yang menyayat leher Noerbaety. “Tersangka DN juga otaknya. Dia masih buron, sedang kita lakukan pengejaran,” ujar Dwiyono.

Kemudian, polisi menangkap seorang tersangka lain yakni MP (20). MP adalah orang yang mengetahui rencana pencurian yang berakhir pembunuhan tersebut. “Tapi karena satu alasan dia tidak ikut waktu itu. Namun, tersangka lain memberikan dia handphone usai melakukan (perampokan),” ujar Dwiyono.

Categories
Berbudaya Transportasi

Asal Mula Sejarah Mudik Di Batavia


Tidak ada catatan yang bisa memastikan kapan mudik Lebaran pertama kali dilakukan. Umumnya dari kita menerima mudik begitu saja sebagai sebuah peristiwa sosial yang dijalani banyak orang menjelang Lebaran.

Sejarawan dari UGM Djoko Suryo menyatakan fenomena mudik selalu berkaitan dengan kondisi sosial ekonomi dan juga infrastruktur perhubungan di Indonesia. “Memang belum ada catatannya. Tapi saya kira fenomena mudik ini mulai ada di sekitar tahun 1920-an, sejak zaman kolonial, ” katanya saat berbincang.

Mudik, lanjut Djoko, sedari awal, selalu menjadikan Batavia atau Jakarta sebagai pusat ceritanya. Mudik sudah mulai dilakukan oleh orang-orang semenjak Batavia menjadi kota paling besar di zaman kolonial dan kini berubah menjadi Jakarta dan tetap menjadi kota terbesar di Indonesia.

Djoko menyebutkan, saat kolonial, orang-orang sudah melakukan urbanisasi ke kota dan Batavia adalah salah satu tujuan utamanya. Di kota ini, sebagai kota yang mulai tumbuh, membutuhkan banyak pekerja apakah untuk sektor formal dan informal. Kebutuhan akan pekerja ini menarik banyak orang dari daerah sekitarnya.

Pertumbuhan kota yang luar biasa, sebagaimana disebutkan oleh J.S Furnivall dalam bukunya ‘Hindia Belanda: Studi tentang Ekonomi Majemuk’, disebabkan oleh beberapa hal. Batavia yang berada di daerah pantai atau pelabuhan menjadi melting pot berbagai macam suku dan juga budayanya.

Sejak akhir abad ke-17, penduduk Batavia setidaknya terbagi menjadi Belanda atau Eropa, Indo, China, Hadramaut atau Arab, Jawa, Melayu, Bali. Sementara orang Betawi yang disebut sebagai orang asli Batavia atau Jakarta diyakini sebagai keturunan kaum berdarah campuran aneka suku dan bangsa. Komposisi penduduk Batavia relatif tidak mengalami perubahan hingga sekarang.

Sebagai kota pelabuhan, Batavia menjadi pusat bisnis. Hampir semua barang dan komoditas diperdagangkan di kota ini. Barang-barang dan komoditas itu tidak hanya didatangkan dari daerah-daerah lain yang ada di Nusantara waktu itu. Beberapa barang juga didatangkan dari luar negeri. Perdagangan selalu berarti uang, dan pekerjaan. Tak salah jika semua ingin menjadi bagian dari Batavia.

Batavia sebut Furnivall menjadi pusat pemerintahan kolonial. Pemerintah kolonial waktu itu tidak mungkin mengisi seluruh bagian aparaturnya dengan orang-orang Belanda. Hanya pos-pos penting yang diberikan pada orang-orang Belanda, sisanya diberikan oleh kelompok Eropa atau Indo. Sisanya diberikan kepada orang-orang pribumi atau Jawa. Makanya, untuk menopang itu, sekolah-sekolah juga mulai didirikan di Batavia. Alasan utamanya untuk memenuhi kebutuhan para aparat pemerintahannya.

Orang-orang China, sedari awal tidak pernah dilibatkan dalam pemerintahan. Mereka selalu menjadi aktor-aktor utama dalam bidang ekonomi. Furnivall menyatakan salah satu sebab mengapa orang-orang China bertumpuk di bidang ekonomi karena pemerintah kolonial tidak pernah memasukkan mereka dalam pemerintahan.

“Saat akhir zaman kolonial, ketika Batavia sudah makin besar, banyak orang pergi ke sana. Nah saat Lebaran, para kaum urban ini kemudian ingin pulang ke kampung halamannya untuk melepas rindu dan silaturahmi dengan keluarga. Saya kira ini menjadi awal ritual mudik Lebaran di Indonesia,” tutur Djoko.

Kata mudik sendiri, ungkap Djoko adalah sebuah kata yang dekat dengan Betawi, orang yang disebut sebagai penduduk asli Batavia. Mudik berasal dari kata udik yang berarti kampung. Mudik lalu berarti aktivitas orang-orang yang tinggal di Batavia untuk pulang ke kampungnya masing-masing. Mudik ini menjadi petunjuk jelas bahwa Batavia, sebut Djoko adalah pusat atau center, sementara yang daerah lainnya yang disebut udik itu adalah pinggiran.

‘Ya sejak awal mudik selalu pusatnya adalah di Batavia, kini Jakarta. Saya kira itu tidak banyak berubah sampai sekarang. Orang-orang mudik itu ya biasanya mereka yang tinggal di Jakarta yang pulang kampung saat Lebaran. Sebutan itu jadi kurang cocok untuk orang yang tinggal di kota lain selain Jakarta,” tutur Djoko.

Categories
Berbudaya Transportasi

Kecelakaan Lebaran 2015 Meningkat Dibandingkan Tahun 2014 dan 2013


Mudik terus berlansung hingga Lebaran nanti. Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Agus Rianto jumlah kecelakaan yang terjadi di H-3 mencapai 265 kecelakaan. Dari 265 kecelakaan tersebut, Agus mengatakan jumlah korban meninggal dunia ada 53 orang, korban luka berat 99 orang, dan yang hanya mengalami luka ringan berjumlah 318 orang.

Sementara itu Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar Suharsono mengatakan selain kecelakaan ada sejumlah gangguan keamanan yang terjadi. Data yang dia dapat, dari H-4 dan H-3 jumlah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat berjumlah 31 orang.

“Kerugian materiil yang didapat akibat kejadian-kejadian tersebut berjumlah Rp 765 juta,” kata Suharsono saat dikonfirmasi, Rabu (15/7). Dengan hasil tersebut total kecelakaan yang terjadi, sejak Operasi Ketupat dilaksanakan pada Jumat (10/7), berjumlah 988 kejadian. Sementara untuk korban jiwa, hingga H-3 maka jumlahnya mencapai 205 korban jiwa. Angka tersebut jika dibandingkan H-3 Lebaran tahun lalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Menurut data 2014, H-3 lebaran menghasilkan total 731 kecelakaan semenjak dimulainya Operasi Ketupat 2014. Itu artinya naik 257 kecelakaan jika dibandingkan data H-3 di 2015. Sementara untuk korban meninggal pada H-3, Pada tahun di 2015 jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan korban 2014 dan 2013 di periode yang sama. Pada 2014, jumlah korban jiwa ‘hanya’ 164 orang, dan di 2013 berjumlah 178 orang.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Operasi Ketupat 2015 akan berjalan selama 16 hari, dimulai pada Jumat (10/7).”Personel akan berjaga selama 16 hari mulai 10 Juli hingga 25 Juli 2015,” kata Badrodin saat menggelar apel gelar pasukan Ops Ketupat 2015 di Polda Metro Jaya, Kamis (9/7).

Selain itu, Badrodin memprediksikan bahwa puncak arus mudik akan dimulai pada H minus tujuh lebaran sedangkan arus balik akan terjadi pada H plus tiga lebaran. Sementara untuk personel yang akan diturunkan, Badrodin mengatakan khusus untuk Polri dia memerintahkan 82.538 personel untuk mengamankan Lebaran. Namun bukan hanya Polri, instansi lain pun ikut membantu turun ke lapangan. “12.761 anggota TNI dan 50.377 dari instansi terkait. Sehingga total keseluruhan personel yang turun berjumlah 145.476 personel,” kata Badrodin