Citra Yang Ditemukan Tewas Tanpa Busana Dibunuh Oleh Suaminya Karena Mendapat Pekerjaan


Polsek Pamulang dan Polda Metro Jaya telah menangkap pembunuh Citra Khairiyah Ikhlas, 19 tahun. Kuat dugaan pembunuhan ini dilakukan karena tersangka bernama Nurtamzi Bayu Kusuma alias Acil, 21 tahun, cemburu. “Kepada petugas dia mengaku kesal karena istrinya menerima pekerjaan kencan,” kata Kapolsek Pamulang Komisaris Kristian Pau Adu, Selasa, 30 Juni 2015.

Citra diduga dibunuh pada 26 Juni 2015 pukul 05.00 WIB di rumah kontrakannya, Jalan Kemiri Raya, Kelurahan Pondok Cabe Udik, Kecamatan Pamulang, Kota Tangerang Selatan. Pembunuh Citra tak lain adalah suaminya sendiri, Acil. Jasad Citra ditemukan tanpa busana di kamar mandi. Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Muhammad Iqbal mengatakan polisi menemukan saksi yang mendengar suara jeritan dari dalam rumah kontrakan yang dihuni Citra dan Acil.

Iqbal menjelaskan polisi juga mendapatkan keterangan dari saksi lain yang sempat melihat Citra dijemput suaminya. “Saksi juga melihat Citra rebahan dengan suaminya,” ujar Iqbal di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2015. Iqbal mengungkapkan tersangka pembunuh Citra sudah ditangkap di Tumenggungan, Desa Genu Suran, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, pada Selasa dinihari, 30 Juni 2015. Menurut Iqbal, dugaan sementara motif pembunuhan itu adalah cemburu. “Sebab, Citra menerima telepon dari seseorang yang menawarkan pekerjaan terkait dengan hubungan intim,” tuturnya.

Saat mengetahui hal itu, Acil yang berusia 21 tahun ini menjadi berang. “Tersangka sempat bertanya ke istrinya, ‘mau ke mana?’ malah dijawab ‘bukan urusan lo!” oleh istrinya itu,” ujar Kapolsek Pamulang Kristian. Meskipun sudah berusaha menenangkan diri dengan kembali ke tempat tidur, Acil tetap gelisah. Saat istrinya di dalam kamar mandi, ia meminta masuk. Setelah itu, ia mencekik istrinya karena merasa sangat kesal. Citra sempat teriak minta tolong, tetapi Acil justru semakin kuat mencekik istrinya. “Hingga mata sebelah kanan lebam dan hidung mengeluarkan darah,” kata Kapolsek Pamulang Komisaris Kristian Pau Adu.

Mengetahui istrinya tak bernyawa lagi, ia menjadi panik dan memutuskan kabur. Sebelumnya, ia menulis pesan ke orang tuanya yang berisi permohonan maaf karena telah membunuh istrinya lantaran kesal. “Sampai akhirnya sekitar pukul 04.00 dinihari tadi di Dusun Tumenggungan, Desa Genu Suran, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah, ditangkap” kata dia.

Menurut pengakuan tersangka, kata dia, tidak ada persetubuhan sebelum korban mandi. “Dia mengatakan tidak ada hubungan,” kata Kristian. Atas perbuatannya, Acil dijerat Pasal 388 KUHP dan Pasal 44 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 tentang Penghapusan KDRT dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Kepolisian Pamulang dibantu Kepolisian Daerah Metro Jaya telah menangkap pembunuh Citra Khairiyah Ikhlas, 19 tahun. Kuat dugaan pembunuhan ini dilakukan suaminya, Nurtamzi Bayu Kusuma alias Acil, karena cemburu.

Kapolsek Pamulang Komisaris Kristian Pau Adu menuturkan, pada 26 Juni 2015, sekitar pukul 04.00 sebelum kejadian, ada pesan pendek yang isinya menanyakan kesediaan Citra untuk diajak keluar hingga pukul 09.00. “Istrinya (Citra) menjawab bisa dan bertanya kapan, ternyata dijawab oleh si lawan bicara, ‘sekarang’,” kata Kristian, Selasa, 30 Juni 2015. Citra kemudian menuju kamar mandi untuk bersiap-siap.

Saat mengetahui hal itu, Acil, 21 tahun, menjadi berang. “Tersangka sempat bertanya kepada istrinya: ‘mau ke mana?’, malah dijawab oleh istrinya: ‘bukan urusan lo!’,” ujar Kristian. Meskipun sudah berusaha menenangkan diri dengan kembali ke tempat tidur, Acil tetap gelisah.Saat istrinya di dalam kamar mandi, ia meminta masuk. Setelah itu, ia mencekik istrinya karena merasa sangat kesal. Citra sempat teriak minta tolong, tapi Acil justru semakin kuat mencekik istrinya. “Hingga mata sebelah kanan lebam dan hidung mengeluarkan darah,” tuturnya.

Mengetahui istrinya tak bernyawa lagi, Acil pun panik dan memutuskan kabur. Sebelumnya, ia menulis pesan kepada orang tuanya yang berisi permohonan maaf karena telah membunuh istrinya lantaran kesal. “Sampai akhirnya ia ditangkap sekitar pukul 04.00 tadi di Dusun Tumenggungan, Desa Genu Suran, Kecamatan Purwodadi, Grobogan, Jawa Tengah,” ucapnya.Menurut pengakuan tersangka, kata Kristian, tidak ada persetubuhan sebelum korban mandi. “Dia mengatakan tidak ada hubungan,” kata Kristian. Atas perbuatannya, Acil dijerat Pasal 388 KUHP dan Pasal 44 ayat 3 Undang-Undang Nomor 23 tentang penghapusan kekerasan dalam rumah tangga dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s