Hujan Es dan Suhu -3 Terjang Kawasan Puncak


Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen menyatakan, hujan es merupakan siklus tahunan di tiga kampung di daerahnya dan kerap membuat warganya dilanda kelaparan. Kampung yang terancam kelaparan itu, letaknya sangat terisolir, tak ada penerangan dan sinyal komunikasi. Ketiga yang dilanda hujan es itu yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua. Hujan es yang turun sebulan terakhir menyebabkan gagal panen dan banyak ternak milik warga yang mati. Namun sejauh ini belum ada laporan adanya warga yang tewas.

“Belum dilaporkan adanya yang meninggal akibat hujan es. Namun masyarakat di sana sangat membutuhkan makanan dan pakaian. Suhu di kampung tersebut jika malam hari dikabarkan minus 3 derajat Celsius, sementara pada siang hari 10 hingga 13 derajat Celsius,” kata Repinus Telengen kepada wartawan, Senin (13/7/2015).

Disebutkan Repinus, hujan es tahun ini dianggap oleh masyarakat setempat sebagai hujan es yang tergolong panjang dan ekstrim. Selain dinginnya cuaca di daerah itu, oksigen juga menipis, sebab tiga kampung terletak di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). “Hari ini baru bisa didistribusikan delapan karung beras ukuran 50 kilogram. Sebab untuk masuk ke daerah itu hanya dapat ditempuh dengan pesawat berbadan kecil yang hanya bisa ditumpangi 8 orang penumpang,” katanya.

Disebutkan, saat ini, masih ada enam ton bahan makanan yang tertahan di Timika, karena tidak adanya pesawat terbang maupun helikopter yang mampu terbang ke kampung tersebut. Kabupaten Puncak merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya pada tahun 2008. Kabupaten ini merupakan kabupaten tertinggi se-Indonesia. Kabupaten Puncak juga merupakan lokasi puncak Cartensz yang bersalju.

Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan, hujan es yang terjadi di Kabupaten Puncak merupakan fenomena alam biasa. Daerah itu memang kerap dilanda hujan es. Terkait dengan ancaman kelaparan yang dialami warga karena hujan es itu, Lukas Enembe menyatakan saat ini Wakil Bupati Puncak, Repinus Telenggen sedang menuju ke lokasi tiga kampung yang dikabarkan dilanda hujan es itu.

“Saya sudah komunikasi dengan Bupati Puncak, Willem Wandik dan bupati menyebutkan dia bertanggung jawab atas nasib rakyat di sana,” kata Lukas kepada wartawan di Jayapura, Senin (13/7/2015). Saat ini, kata Lukas, pihaknya masih menunggu laporan lanjutan dari Pemkab Puncak. Mereka akan mencermati apa saja yang dibutuhkan mendesak dan segera ditangani. Tiga kampung yang dilanda hujan es itu yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak. Hujan es yang turun sebulan terakhir menyebabkan gagal panen dan banyak ternak milik warga yang mati.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s