Dua Pencuri Sapi Di Bangkalan Madura Dibakar Hidup Hidup Didepan Polisi


Dua pencuri sapi bernama Nasir dan Sukur dibakar hidup-hidup oleh warga Karang Gayam, Bangkalan, Madura, pada Rabu dinihari, 4 Agustus 2015. Emosi warga tak terkendali setelah menangkap basah Nasir dan Sukur, yang dicurigai hendak mencuri lembu milik warga berinisial SA. Polisi sebenarnya telah berupaya menyelamatkan pelaku dari dari amuk massa. Namun usaha itu tidak berhasil karena warga menghadang mobil polisi yang akan menuju lokasi pembakaran. “Mobil kami dihalangi massa, sehingga tidak bisa mencapai lokasi,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bangkalan, Ajun Komisaris Andi Purnomo, Selasa, 4 Agustus 2015.

Penghadangan itu, tutur Andi, terjadi di tengah jalan menuju Karang Gayam. Tak hanya dihalangi, kata Andi, mobil Kepala Kepolisian Sektor Blega Ajun Komisaris Hartanta juga dirusak. Kaca bagian depan sebelah kiri retak akibat pukulan benda keras. “Kalau kami tidak dihalang-halangi, kemungkinan pembakaran bisa dicegah,” ujarnya.

Dari kasus pencurian dan pembakaran itu, polisi menangkap tiga orang yang diduga terkait. “Inisialnya AF, HA, dan MA,” kata Andi. Menurut dia, tiga orang tersebut ditangkap karena diduga menjadi penadah sapi curian. Dugaan keterlibatan mereka, kata Andi, terungkap berkat keterangan masyarakat. “Di rumah MA kami termukan lima ekor sapi. Kami masih dalami apakah semua sapi itu miliknya,” ujar dia. Selain itu, kata Andi, pengamanan terhadap tiga orang itu harus dioptimalkan untuk menghindari amuk massa. “Ada kabar bahwa tiga orang ini juga akan diserang warga karena diduga menjadi penadah sapi curian,” katanya.

Aparat Kepolisian Sektor Blega, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Rabu pagi, 4 Agustus 2015, mengevakuasi dua mayat korban pembakaran oleh warga Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega. Berdasarkan informasi yang diperoleh, kedua korban masing-masing bernama Nasir, 40 tahun, dan Bahri, 30 tahun. Dua warga Desa Batas, Kecamatan Blega, itu menjadi korban amukan massa, yang menduga Nasir dan Bahri adalah pencuri sapi yang meresahkan warga Blega.

Sapi milik warga di Kecamatan Blega sering hilang dalam tiga bulan terakhir. Salah seorang warga Kecamatan Blega, Mustain, mengatakan pencurian sapi di Blega sudah sangat meresahkan. Menurut dia, agar sapi tidak hilang, sejumlah warga harus tidur di kandang sapinya saat malam tiba. “Amuk warga itu mungkin karena warga sudah sangat kesal,” ucapnya, Rabu, 4 Agustus 2015.

Imam Syafi’i, sopir ambulans Puskesmas Blega, yang mengangkut mayat kedua korban, berujar, berdasarkan informasi yang diketahuinya, peristiwa amuk massa terhadap Nasir dan Bahri terjadi Rabu dinihari, 4 Juli 2015, sekitar pukul 01.00 WIB. “Tapi baru dievakuasi tadi pagi, terus dibawa ke kamar mayat RSUD Syamrabu,” katanya saat ditemui di Rumah Sakit Umum Daerah Syamrabu, Bangkalan.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Kepolisian Resor Bangkalan atas kasus tersebut. Adapun Kepala Polsek Blega Ajun Komisaris Hartanta belum dapat dimintai konfirmasi atas peristiwa main hakim tersebut.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s