Banjir Rendam 1.500 Rumah di Padang Sumatera Barat


Banjir melanda tiga kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (11/8) sore. Banjir akibat meluapnya Sungai Timbalun tersebut merendam sekitar 1.500 rumah warga dan memutus satu jembatan yang menghubungkan dua kelurahan. Tiga kelurahan tersebut adalah Kelurahan Bungus Barat, Kelurahan Bungus Timur, dan Kelurahan Bungus Selatan. Ketinggian air yang menggenangi permukiman warga mencapai 1,5 meter. Jembatan yang putus menghubungkan Kelurahan Bungus Barat dengan Bungus Timur.

Selain merendam rumah dan memutus jembatan, banjir juga mengakibatkan kemacetan di Jalan Raya Padang-Painan selama beberapa jam. Hal itu karena aliran air sungai yang meluap menggenangi jalan di beberapa lokasi cukup tinggi dan deras sehingga kendaraan hanya melaju perlahan. Antrean panjang mobil terjadi mulai dari depan Pelabuhan Bungus hingga Depot Pertamina Teluk Kabung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBD- Damkar) Padang Dedy Henidal mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Bungus dan sekitarnya sejak pukul 11.30 hingga sore membuat Sungai Timbalun yang berada sekitar 400 meter dari perkampungan warga meluap. Luapan air langsung masuk ke perkampungan warga.

Meskipun tim dari Basarnas Padang berkeliling membawa perahu karet untuk evakuasi, sebagian besar warga menolak mengungsi. Menurut Kepala Seksi Operasional SAR Basarnas Padang Juanda Sodo, banyak warga memilih tetap tinggal di rumah masing-masing untuk menjaga barang mereka. Desmawati (35), warga Bungus Barat, memilih mengungsi karena ketinggian air di rumahnya mencapai 1,5 meter.

“Selain tinggi, arus air juga cukup deras. Itu membuat lantai rumah saya yang berbahan kayu terlepas. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saya bersama dua tetangga lain memutuskan mengungsi dulu sampai kondisi benar-benar normal,” tuturnya.

Sekitar pukul 19.19, banjir mulai surut dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Meski demikian, sejumlah warga tetap bertahan dan berdiri di depan rumah masing-masing bersama tetangga yang datang mengungsi sementara. Petugas dari BPBD-Damkar Padang dan Basarnas Padang juga masih berjaga di sekitar rumah warga.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandar Udara Internasional Minangkabau Budi Samiaji mengimbau masyarakat tetap mewaspadai cuaca selama musim pancaroba. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih cukup tinggi di beberapa wilayah Sumatera Barat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s