Mabes Polri Mati Matian Bela Konvoi Motor Gede … Apakah Karena Ketuanya Mantan Jenderal ?


Markas Besar Kepolisian memberikan konfirmasinya tentang peristiwa pesepeda yang menghadang konvoi motor gede di Yogyakarta. Kepolisian menganggap pengawalan terhadap konvoi Harley Davidson saat itu telah memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku. “Mengenai voorijder itu, panitia sudah menghubungi kami. Mereka sudah mengantongi izin dan meminta pengawalan,” kata Kabid Humas Polda Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Any Pudjiastuti seperti ditulis Akun Facebook resmi Divisi Humas Mabes Polri, Minggu 16 Agustus 2015.

Akun Facebook tersebut justru menyerang balik Elanto Wijiyosono -pesepeda yang menghadang rombongan moge, yang dianggap berbahaya karena menghadang kelompok yang dikawal polisi. “Jangan ditiru ya aksi berbahaya Pak Elanto,” tulis akun tersebut. “Pengawalan ini sebenarnya bukan hanya bertujuan untuk mengamankan si pemohon pengawalan, namun juga pengendara lain di jalan raya. Bayangkan betapa bahayanya ketika sebuah iring-iringan tidak dikawal polisi? Iring-iringan tersebut bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas yang juga sangat membahayakan pengguna jalan lain,” tulis akun tersebut.

Kepolisian beralasan, pengguna jalan yang memperoleh hak utama untuk didahulukan disebutkan dalam Pasal 134 huruf (g) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan. Begitu pula saat polisi mengawal konvoi untuk menerobos lampu merah. Hal itu diatur dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian. Pasal itu berbunyi kepolisian, dalam melaksanakan tugas dan wewenangnya, dapat bertindak menurut penilaiannya sendiri.

“Artinya walaupun lampu lalu lintas menyala merah, polisi dapat tetap memberikan kesempatan kepada peserta konvoi motor gede untuk tetap jalan,” tulis akun Facebook tersebut. Pstingan tersebut menuai kritik pedas dari pengguna Facebook lain. “Penjelasan Pasal 34 huruf (g) itu tidak termasuk konvoi motor Pak, Bu… Yang ada konvoi pemadam kebakaran, penanganan bencana, bom, atau huru-hara, serta konvoi pasukan. Moge masuk konvoi bencana apa ya?” komentar akun bernama Khoirul Anam.

Ketua Harley Davidson Club Indonesia, Komisaris Jenderal (Purn) Nanan Soekarna membela kepolisian dalam insiden pesepeda motor versus rombongan motor gede yang terjadi di Yogyakarta, Sabtu lalu. Menurut Nanan, wajar bila iring-iringan motor gede dikawal voorijder. “Kami konvoi ribuan motor, bukan biker perorangan, jadi wajar dikawal polisi,” kata dia dalam konferensi pers di Jakarta, Ahad, 16 Agustus 2015.

Pensiunan Jenderal polisi bintang tiga ini menuturkan, kepolisian tidak melanggar pasal apapun saat melaksanakan tugas pengawalan itu. Hal sama dilakukan bila ada konvoi sepeda santai, atau lari marathon. “Asalkan izin acaranya jelas,” kata Nanan. “Bikers juga ngumpul di sana untuk acara 17-an, bukan membuat rusuh.”

Dalam kesempatan sama, Nanan meminta maaf kepada publik akibat insiden di Yogyakarta. Namun, permintaan maaf tak perlu ditujukan ke Erlanto Wijiyono, si pesepeda yang menghadang konvoi motor gede. “Itu adalah hak dia untuk menyuarakan pendapatnya. Kami menerima dengan lapang dada saran-saran agar jadi perbaikan,” kata mantan Wakil Kepala Kepolisian ini.

Sabtu lalu, aktivis Erlanto Wijoyono menghadang ribuan motor gede yang melintas di jalan perempatan Condong Catur, Yogya. Dengan menggunakan sepedanya, Erlanto berdiri di tengah jalan menghadang para pengemudi motor gede yang dikawal polisi itu. Akibat aksinya itu, Erlanto sempat beradu mulut dengan para pengemudi dan polisi pengawal. Aksi Erlanto pun banyak mendapat dukungan di dunia daring.

Pasal 134 huruf (g) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu lintas dan Angkutan Jalan menyebutkan pengguna jalan dapat memperoleh hak utama untuk didahulukan. Pengutamaan itu adalah untuk pemadam kebakaran, penanganan bencana, bom, atau huru-hara, serta konvoi pasukan.

One response to “Mabes Polri Mati Matian Bela Konvoi Motor Gede … Apakah Karena Ketuanya Mantan Jenderal ?

  1. Itu komunitas moge biasanya orang kaya sih , jadi seenaknya sendiri, siapa yang punya duit biasanya menang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s