Gara Gara Kirim SMS Adukan Lurah Ke Walikota …. Martua Saragih Dihukum Penjara


Martua Saragih (52) nyaris dipenjara karena SMS-nya yang melaporkan perilaku lurah di tempatnya ke Wali Kota Pekanbaru. Untung, majelis tinggi mengubah hukuman penjara menjadi hukuman percobaan. Kasus bermula saat Lurah Labuh Baru Barat, Pekanbaru, Riau, Lukman Hakim memberikan arahan kepada warganya soal pengelolaan sampah. Hal ini dilakukan untuk meneruskan kebijakan Wali Kota Pekanbaru yang meminta pengangkutan sampah dengan menggunakan mobil operasional kelurahan.

Maratua tidak sepakat dengan kebijakan tersebut dan mengajak warga RT 5/9 rapat di rumahnya pada 5 April 2013. Setelah itu ia mengirim SMS kepada Wali Kota Pekanbaru dan Asisten Pekanbaru I yang mengkritik kebijakan itu. Atas SMS ini, Lukman tidak terima dan mempolisikan Maratua.

Pada 20 Januari 2015, jaksa menuntut Maratua selama 1 tahun penjara. Maratua dijerat dengan Pasal 27 auat 3 jo Pasal 45 ayat 1 UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Gayung bersambut, Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru menjatuhkan hukuman kepada Maratua selama 6 bulan penjara pada 12 Februari 2015. Atas vonis ini, Maratua tidak terima dan mengajukan banding.

Siapa nyana, permohonannya dikabulkan. Pengadilan Tinggi (PT) Pekanbaru menganulir pidana penjara yang dijatuhkan PN Pekanbaru. “Menjatuhkan pidana selama 6 bulan dengan ketentuan bahwa pidana tersebut tidak usah dijalani kecuali jika dikemudian hari ada perintah lain dalam keputusan hakim sebelum masa percobaan berakhir selama 1 tahun,” ujar majelis sebagimana dilansir website Mahkamah Agung (MA), Senin (6/7/2015).

Duduk sebagia ketua majelis Nasruddin Tappi dengan anggota Ewit Soetriadi dan Erwan Munawar. Ketiganya meminta Maratua belajar dari hukuman percobaan ini agar berkelakuan baik dalam pergaulan masyarakat dengan saling cinta mencintai, menghormamati satu sama lain dan rukun damai. “Perbuatan terdakwa karena ketidakpuasan bathin sehingga terdakwa membuat pengaduan-pengaduan dan hal tersebut bisa diselesaikan secara bijak sesama warga tokoh masyarakat di kelurahan setempat,” putus majelis dengan suara bulat pada 22 Juni 2015 lalu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s