Mobil Bertambah 4 Juta Per Tahun Di Jakarta dan Habiskan 90 Persen Badan Jalan


Penyebab utama tingginya kemacetan dan penggunaan kendaraan pribadi Jakarta diyakini pengamat angkutan umum Azas Tigor Nainggolan karena buruknya fasilitas alat transportasi massal yang disediakan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. “Belum layak. Dampaknya banyak orang masih memilih menggunakan kendaraan pribadi ketimbang angkutan umum,” kata Tigor. Tigor pun meminta Pemprov DKI untuk rutin meremajakan angkutan umum agar masyarakat tertarik dan mau beralih dari kendaraan pribadi.

Menurut Tigor, pertumbuhan kendaraan di Jakarta mencapai 11 persen, membuat Jakarta menjadi kota termacet di dunia. “Paling tinggi, pertambahan sepeda motor kira-kira mencapai 12 juta per tahun,” ujarnya. Sedangkan menurut data dikepolisian pertambahan sepeda motor hanyalah mencapai 730 ribu unit per tahun.

Kepala Subdit Pendidikan dan Rekayasa (Kasubdit Dikyasa) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ipung Purnomo mengatakan perbandingan jumlah jalan dan kendaraan yang tidak sebanding menjadi salah satu penyebab kemacetan di Jakarta. Menurutnya, penambahan motor mencapai 2-3 ribu unit per hari, untuk mobil 7-10 ribu unit. Hal ini berbanding terbalik dengan penambahan jalan yang hanya 0,01 persen per tahun.

Kemacetan merupakan masalah klasik yang terus ada di Jakarta. Polda Metro Jaya mencoba berbagai cara untuk mengatasi macet salah satunya menerjunkan ribuan personel untuk mengatasi kemacetan setiap Senin Pagi dan Jumat Sore. Hal ini dikarenakan kemacetan terparah terjadi pada dua hari tersebut. Kepala Subdit Pendidikan dan Rekayasa (Kasubdit Dikyasa) Ditlantas Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ipung Purnomo mengatakan kemacetan terjadi pada jam-jam sibuk. Namun, kemacetan yang terjadi kenaikannya tidak signifikan setiap harinya.

“Kalau dilihat kemacetan pasti ada, tapi tidak signifkan kenaikanya cuma 2-3 persen per hari, biasanya terjadi di jam sibuk seperti jam berangkat dan pulang kerja,” kata Ipung, kemarin. Selain itu, jalan rusak dan proyek pembangunan MRT (Mass Rapid Train) menjadi penghambat jalan yang menyebabkan semakin parahnya macet di Jakarta. Belum lagi ditambah pengendara yang tidak menaati rambu-rambu lalu lintas.

“Proyek pembangunan MRT menghambat pengendara, lajur yang tadinya dua jadi satu. Jalan rusak yang ada di Jakarta juga menghambat dan menyebabkan efek domino bagi kendaraan lainnya jika satu kendaraan mengerem akibat jalan rusak,” katanya. Untuk mengatasi kemacetan, Ipung mengatakan pihaknya menurunkan ratusan personel setiap harinya. Namun, ada pengecualian pada Senin Pagi dan Jumat Sore.

“Untuk Senin pagi kami tidak apel, semua personil diterjunkan untuk mengatur lalu lintas, jumlahnya 5 ribu. 5 ribu personel Biasanya Senin Sore dan Jumat Pagi karena merupakan waktu terparah macet di Jakarta. Kalau hari biasanya hanya 200 personel,” ujarnya. Upaya lainnya, pihaknya berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan. “Pedagang Kaki Lima (PKL) juga membuat macet, makanya kita koordinasi agar ditertibkan sehingga arus lalu lintas jadi lancar,” kata Ipung.

Ipung mengatakan dirinya mendukung Pemerintah Provinsi Jakarta yang membenahi transportasi umum sebagai salah satu solusi kemacetan. “Kami mendukung pembenahan transportasi massal yang dilakukan pemprov Jakarta agar aman dan nyaman sehingga masyarakat yang biasanya menggunakan kendaraan pribadi beralih ke transportasi umum,” katanya.

Sementara itu, untuk pengendara kendaraan dirinya menghimbau agar keselamatan menjadi prioritas utama. Sehingga harus menaati peraturan lalu lintas dan tata tertib dalam berkendara. Menurutnya, jika pengendara tertib, hal itu juga dapat mengurangi kemacetan di Jakarta.

Meski demikian, buruknya kondisi kendaraan umum di Jakarta memberi keuntungan bagi pihak-pihak tertentu, misalnya pengelola ojek berbasis aplikasi telepon pintar. Sebagai salah satu pelaku usaha angkutan baru, penyedia transportasi ojek berbasis ponsel ini dianggap dapat memberikan solusi mempersingkat waktu meski penggunanya harus mengeluarkan biaya lebih. “Ojek online itu sekarang diserbu orang. Masyarakat berpikir praktis daripada harus buang waktu naik angkutan umum seperti bus,” ujar Azas.

Kota Jakarta dinobatkan sebagai kota termacet di dunia berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Castrol Magnetec. Namun jauh sebelumnya, Jakarta yang kota metropolitan sudah dibayangi kecemasan menjadi sebuah kota gagal dalam hal dilanda kemacetan luar biasa. Prediksi Japan International Cooperation Agency (JICA) pada 2000 bahwa lalu lintas Jakarta pada 2014 akan macet total, mulai jadi kenyataan. Rasio jalan dengan luas wilayah dan jumlah kendaraan di Jakarta tak berbanding lurus.

Idealnya, menurut pengamat masalah perkotaan dari Universitas Trisakti, Yayat Supriyatna, perbandingan panjang jalan dengan wilayah yaitu di atas 10 persen. Namun pada kenyataannya di Jakarta hanya 7 persen. “Panjang jalannya segitu-gitu saja, sementara jumlah kendaraan setiap saat bertambah, dan luas wilayahnya juga tetap segitu,” ujar Yayat kepada CNN Indonesia.

Dewan Transportasi Kota Jakarta mencatat, dalam sehari terdapat penambahan 500 hingga 700 unit kendaraan baru di ibu kota. Sementara kendaraan yang melintasi jalanan Jakarta bisa mencapai angka 7 juta.

Ironis karena di saat warga Jakarta dan penduduk daerah-daerah penyangganya mengandalkan kendaraan pribadi, kota-kota besar lain di dunia justru meninggalkan pola transportasi berbasis jalan raya. Jepang dan China misalnya mengandalkan alat transportasi massal berbasis rel. Subway lebih diminati ketimbang jalanan, membuat kemacetan tinggal kenangan di kota-kota besar berbagai negara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s