Duga Pembunuh Bocah dalam Kardus Di Jalan Sahabat 5 Kalideres Lebih dari Seorang


Seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun ditemukan tewas di dalam sebuah kardus di gang kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu pekan lalu. Korban ditemukan dengan posisi mulut tersumpal kain dan tangan dalam kondisi terikat. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Krishna Murti menyatakan, hasil forensik menunjukkan dugaan korban meninggal siang hari pada Jumat minggu lalu.

“Korban diduga dibunuh setelah pulang dari sekolah. Sementara ini kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih berusaha mencari tahu soal ini,” ujar Krishna. Menurut Krishna, hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Kramat Jati juga mengungkap adanya tindak kekerasan terhadap korban. Terdapat bekas luka pada bagian leher yang disebabkan oleh benda tumpul sehingga menyebabkan korban kesulitan bernapas.

Hasil autopsi juga memperlihatkan korban tewas setelah sebelumnya mengalami kekerasan seksual. Dugaan tersebut berdasarkan hasil temuan bercak sperma di bagian tubuh korban. Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Kepolisian Resor Jakarta Barat yang menangani kasus ini telah melakukan oleh tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari beberapa saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah Closed-Circuit Television (CCTV) yang berada di sekitar penemuan jenazah bocah malang itu untuk memastikan ciri-ciri pelaku yang melakukan tindakan keji tersebut. Krishna mengatakan timnya saat ini berusaha sesegera mungkin mengejar pelaku yang telah membuat warga Jakarta Barat geger. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asroroun Ni’am mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan bocah perempuan itu. Ia mengatakan pelaku layak dihukum mati karena berbuat sadis dan memicu ketakutan warga.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asroroun Ni’am mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan bocah perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus. Menurutnya, jika terbukti, pelaku layak mendapat hukuman mati karena sangat sadis dan efeknya yang menebar ketakutan psikologis. Menurut Ni’am, pembunuhan itu telah membuat geger warga lantaran dilakukan dengan cara yang sangat sadis. Selain terungkapnya dugaan tindak kekerasan seksual, pembunuhan juga dikemas dengan cara yang tidak manusiawi.

“Kejahatan yang sangat sadis ini mengoyak rasa aman di masyarakat. Peristiwa ini berdampak pada ketakutan psikologis warga, terutama orangtua dengan anak mereka yang masih di bawah umur,” kata Ni’am saat dihubungi Ahad (4/10). Pembunuhan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, kata Ni’am, merupakan bukti eskalasi bentuk-bentuk kejahatan dari hari ke hari. Di lain pihak, kepolisian dianggap punya tanggung jawab besar untuk menunjukkan peranannya sebagai penjamin keamanan masyarkat.

“Jika memang dalam penyelidikan nanti didapati unsur yang bisa menjadi jeratan hukuman, pelaku layak mendapatkan hukuman mati,” kata Ni’am. Ni’am menilai insiden pembunuhan itu juga telah menjadi semacam momentum bagi negara untuk bekerja sama secara optimal demi mewujudkan rasa aman di tengah-tengah masyarakat. Sebab bagaimanapun, negara tidak bisa menyepelekan kasus pembunuhan itu lalu diam berpangku tangan.

“Salah satu fungsi negara adalah menjamin rasa aman. Maka negara kali ini wajib hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membuktikan nawacita yang diagungkan selama ini,” ujar dia. Pihak kepolisian saat ini masih terus memburu pelaku pembunuhan gadis belia 9 tahun yang ditemukan meninggal di sebuah gang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (2/10). Penemuan jenazah korban membuat geger masyarakat lantaran jasad ditemukan dalam kondisi terikat, mulut tersumpal, dan meringkuk dalam kardus tanpa busana

Tim gabungan Kepolisian Resor Jakarta Barat dan unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya terus mendalami penyelidikan terhadap penemuan jenazah anak perempuan yang ditemukan tewas di sebuah gang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat malam (2/10). Penemuan jenazah bocah perempuan berumur 9 tahun itu membuat geger warga lantaran tubuhnya didapati meringkuk di dalam kardus dengan kondisi tanpa busana. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara di lapangan, jenazah meninggal dengan mulut disumpal kain dan tangan dalm keadaan terikat.

Dari hasil olah TKP, petugas lantas melakukan autopsi di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati Jakarta Timur. Hasil Autopsi menegaskan telah terjadi kekerasan sebelum korban meregang nyawa. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menyatakan, hasil forensik mengungkap dugaan korban meninggal siang hari pada Jumat. “Diduga korban dibunuh setelah dia pulang dari sekolah,” ujar Krishna saat dikonfirmasi CNN Indonesia Ahad, (4/10).

Menurut Krishna, hasil autopsi juga mengungkap adanya tindak kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Terdapat bekas luka pada bagian leher yang disebabkan benda tumpul sehingga menyebabkan korban kesulitan bernapas. Temuan adanya sperma pada kemaluan korban juga mengungkap dugaan adanya tindakan kekerasan seksual sebelum korban dibunuh. Krishna menegaskan timnya saat ini berusaha sesegera mungkin mengejar pelaku yang telah membuat warga Jakarta Barat. “Sementara ini kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih berusaha mencari tahu soal ini,” kata dia

Pihak kepolisian mulai menemukan titik terang dalam pembunuhan bocah berusia 9 tahun yang ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah kardus di Jl Sahabat, Kalideres, Jaktim. Sebuah rekaman CCTV yang menggambarkan penampakan seseorang yang diduga pelaku, telah didapat polisi. Seperti apa penampakannya?

Rekaman CCTV itu diperoleh tim kepolisian Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakbar dan Polsek Kalideres dari sebuah gudang yang berjarak sekitar 50 meter dari TKP, di Kampung Belakang, Kamal, Kalideres, Jakbar. Gudang berisi besi-besi tua tersebut adalah milik Sujaroadi (54). Lokasi gudang berada di hook yang di belakangnya terdapat sebuah jalan kecil yang hanya bisa dilalui motor saja. Setelah ramai penemuan mayat bocah di dekat gudangnya itu, Sujaroadi pun sempat mengecek rekaman CCTV-nya pada Sabtu (3/10) sore.

Menurut Sujaroadi, CCTV merekam ada 2 motor yang melintas dalam tempo yang berbeda pada rentang pukul 17.58-19.00 WIB. Di bawah pukul 17.58 WIB, CCTV tidak merekam ada satu pun pemotor yang melintas di dekat gudangnya itu. Penampakan seseorang yang membawa motor itu baru terlihat pada pukul 17.58 WIB. Dari rekaman CCTV-nya itu, kata dia, tampak seorang pria bermotor membawa sebuah kardus yang ditaruh di belakang pemotor.

“Tapi warna kardusnya beda dengan kardus yang ada mayatnya itu. Ada garis birunya,” kata Sujaroadi kepada wartawan di lokasi, Minggu (4/10/2015).

Kemudian, pada pukul 18.04, ada satu lagi pemotor yang melintas. Posisi motor tersebut membelakangi kamera CCTV atau dari gang besar ke gang kecil yang merupakan tempat korban ditemukan. “Nah kalau yang kedua itu, besar kardus dan warna kardus yaitu coklat, itu persis dengan kardus yang dipakai untuk membuang korban,” imbuhnya. Hanya saja, penampakan sosok pembawa kardus itu tidak begitu kelihatan. Sebab, lampu motor menyala dan membuat kamera terpendar. Kondisi di lokasi saat itu sudah gelap gulita dan sudah sepi orang lalu-lalang.

“Tapi tidak kelihatan jelas motornya apa dan pelat nomornya juga tidak kelihatan,” lanjutnya. Yang tampak, pemotor tersebut tidak menggunakan helm. Kardus tersebut diletakkan di jok belakang motor dan disandarkan ke punggung pemotor. Pria itu hanya terlihat mengenakan jaket. Lalu, siapakah pria misterius ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s