Leopard Wisnu Kumala Pembom Mal Alam Sutera Setelah Peras Manajemen Senilai 100 Bit Coin


Pelaku pengeboman di Mal Alam Sutera, Kota Tangerang berhasil ditangkap polisi. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumala warga Serang, Banten. Identitas pelaku diungkap oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian saat konferensi pers tentang bom toilet Mal Alam Sutera di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).

Dalam konferensi pers ini Kapolda didampingi Dirkrimum Kombes Krishna Murti. Si tersangka berada di belakang Tito, memakai baju kaos putih dan tangannya diikat tali. Leopard bekerja di PT Masindo Utama perusahaan yang bergerak di bidang servis dan jasa instalasi untuk Industri telekomunikasi Indonesia. Tim dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 mengamankan Leopard pada Rabu (28/10/2015) di kediamannya di Perumahan Banten Indah Permai, Kota Serang, Banten. Polisi menyebut Leopard merakit bom di dalam kamar tidurnya. Saat penangkapan polisi mengamankan berbagai barang yang diduga digunakan untuk merakit bom tersebut.

Warga yang tinggal di Perumahan Banten Indah Permai, Serang, Banten, tidak percaya ada tetangganya yang menyimpan bom aktif di rumah. Mereka tidak menyangka warga di kawasan tempat tinggal mereka, Leopard Wisnu Kumala (27) atau LO, menaruh bom di Mall Alam Sutera, Kota Tangerang, Rabu (28/10/2015). “Kemarin tiba-tiba ramai euy, polisi pada datang semua ke sini. Ternyata Si Leo yang ditangkap. Saya mah enggak nyangka dia punya bom aktif juga di rumahnya itu. Seram banget, ya,” kata tetangga LO, Mukhlis (33).

Warga lain yang ikut menyaksikan saat polisi ramai-ramai datang ke rumah Leo, Agus (32), juga sempat takut ketika tahu ada bom aktif. Rumahnya hanya beberapa meter dari rumah Leo.”Enggak kebayang itu gimana kalau tiba-tiba meledak. Bom yang di mal itu saja kayaknya heboh banget, untung di sini enggak meledak juga,” tutur Agus. Leo tinggal bersama istri dan satu anak perempuannya yang masih berusia dua tahun.

Menurut pantauan Kompas.com, rumah Leo kini sudah dikosongkan dan dipasangi garis polisi. Sejumlah polisi tampak menjaga rumah itu. Kemarin malam, tim gabungan dari Densus 88/Anti Teror dan Polda Metro Jaya telah membawa Leo yang ditangkap di sekitar Mall Alam Sutera. Pemuda itu diringkus beberapa saat setelah bom yang dipasangnya meledak di toilet kantin karyawan di lantai lower ground (LG). Leo yang dikawal Densus ke rumahnya menunjukkan bahan bom aktif berdaya ledak tinggi yang disimpan di dalam rumah. Usai mengamankan bahan bom aktif, polisi membawa istri dan anak Leo untuk dimintai keterangan.

Wakil Kepala Densus 88 Komisaris Besar Martinus Hukom memastikan pelaku bom Mall Alam Sutera, Tangerang, sudah diamankan oleh jajarannya. Sementara ini, pelaku yang berinisial LO masih dalam perjalanan dari rumahnya di Kompleks Banten Indah Permai, Serang, ke Markas Densus di Depok, Jawa Barat. “Akan kami bawa ke tempat Densus di Kelapa Dua untuk diperiksa lebih lanjut,” kata Martinus, Rabu (28/10/2015) malam.

Bersama dengan LO, Densus dan Polda Metro Jaya yang ke lokasi turut mengamankan satu bahan bom aktif yang sudah dijinakkan oleh tim Gegana. Adapun bentuk bom aktif itu dibungkus dengan kotak rokok. Bahan bom itu berdaya ledak besar. Berdasarkan pengakuan sementara, LO menggunakan sedikit bahan dari dalam kotak rokok tersebut untuk mengebom toilet kantin karyawan di Lower Ground (LG) Mall Alam Sutera, siang tadi.

Ledakannya pun berdaya rendah, karena bahan yang digunakan hanya sedikit. LO sendiri ditangkap masih di sekitaran Mall Alam Sutera beberapa saat setelah kejadian. Saat ditangkap, LO sedang mengendarai sepeda motor. Polisi yang menangkapnya harus melepas tembakan ke kaki LO hingga LO ditangkap dan dibawa ke rumahnya yang ada di Serang, Banten. Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun di lokasi, LO memiliki masalah pribadi dengan manajemen Mall Alam Sutera. Sejumlah bukti telah dikantongi aparat untuk diperiksa lebih lanjut. LO juga disebut-sebut mengebom toilet Mall Alam Sutera beberapa kali untuk melakukan pemerasan terhadap Mall Alam Sutera.

Meski demikian, pihak manajemen Mall Alam Sutera belum mau berkomentar soal itu. Saat ditanya, perwakilan manajemen yang mengaku bernama Wawan belum bersedia menanggapi pernyataan tersebut. Leopard Wisnu Kumala ternyata sudah 4 kali meletakkan bom di Mal Alam Sutera. Setelah beraksi, dia memeras melalui email. Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/10/2015), terungkap cara-cara Leopard memeras, yakni sesudah bom meledak, dia akan mengirimkan email ke pihak mal.

Ternyata Leopard mengaku bahwa pihak mal sudah sempat membayar sejumlah uang. Bukan dengan rupiah melainkan dengan bitcoin. “100 Bitcoin,” demikian katanya kala ditanya berapa yang pihak Mal Alam Sutera telah bayar. 1 Bitcoin sekitar Rp3,2 juta. Berarti 100 bitcoin setara dengan Rp 320 juta. Leopard memiliki 5 bom aktif yang siap diledakkan. Di rumahnya, polisi menemukan satu sisa bom. Rencananya, bom tersebut juga akan diledakkan di mal Alam Sutera. Aksi perdana pelaku bom di Mal Alam Sutera dilakukan pada 6 Juli 2015. Namun bom itu tak meledak. Bom diletakkan di supermarket dan dekat kaleng pembasmi nyamuk agar efeknya lebih dahsyat.

Polisi meneliti ratusan rekaman CCTV untuk melacak pelaku pengeboman di mal Alam Sutera, termasuk saat kejadian 6 Juli 2015 lalu. Saat itu, tersangka yang diketahui bernama Leopard Wisnu Kumara tersebut sempat clingak-clinguk di sejumlah lokasi.Setelah berputar-putar di mal, Leopard yang berjaket hitam dan membawa tas ransel akhirnya memilih supermarket Food Hall. Namun dia tak bisa langsung menaruh bom karena ada seorang wanita yang sedang belanja. Baru berselang beberapa menit, dia menyimpan bom di belakang tumpukan obat nyamuk.

“Ditaruh di belakang kaleng Baygon, bukan hanya ledakan bomnya tapi akan mengeluarkan racun begitu,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (29/10/2015).Apa maksudnya diletakkan di belakang kaleng obat nyamuk? “Biar efeknya lebih dahsyat,” ucap tersangka yang dihadirkan di jumpa pers.Rekaman CCTV 6 Juli tersebut menjadi titik awal pengungkapan kasus ini. Menurut polisi, wajah pelaku terekam jelas dari video tersebut. Pelaku pengeboman di Mal Alam Sutera, Kota Tangerang berhasil ditangkap polisi. Pelaku bernama Leopard Wisnu Kumara warga Serang, Banten.

Identitas pelaku diungkap oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian saat konferensi pers tentang bom toilet Mal Alam Sutera di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (29/10/2015).Dalam konferensi pers ini Kapolda didampingi Dirkrimum Kombes Krishna Murti. Si tersangka berada di belakang Tito, memakai baju kaos putih dan tangannya diikat tali. Leopard bekerja di PT Masindo Utama perusahaan yang bergerak di bidang servis dan jasa instalasi untuk Industri telekomunikasi Indonesia.

Tim dari Polda Metro Jaya dan Densus 88 mengamankan Leopard pada Rabu (28/10/2015) di kediamannya di Perumahan Banten Indah Permai, Kota Serang, Banten. Polisi menyebut Leopard merakit bom di dalam kamar tidurnya. Saat penangkapan polisi mengamankan berbagai barang yang diduga digunakan untuk merakit bom tersebut. Leopard Wisnu Kumala ternyata sudah 4 kali meletakkan bom di Mal Alam Sutera. Setelah beraksi, dia memeras melalui email.

Dalam jumpa pers di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (29/10/2015), terungkap cara-cara Leopard memeras, yakni sesudah bom meledak, dia akan mengirimkan email ke pihak mal. Ternyata Leopard mengaku bahwa pihak mal sudah sempat membayar sejumlah uang. Bukan dengan rupiah melainkan dengan bitcoin. “100 Bitcoin,” demikian katanya kala ditanya berapa yang pihak Mal Alam Sutera telah bayar. 1 Bitcoin sekitar Rp3,2 juta. Berarti 100 bitcoin setara dengan Rp 320 juta.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s