Categories
Kriminalitas

Duga Pembunuh Bocah dalam Kardus Di Jalan Sahabat 5 Kalideres Lebih dari Seorang


Seorang bocah perempuan berusia sembilan tahun ditemukan tewas di dalam sebuah kardus di gang kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Sabtu pekan lalu. Korban ditemukan dengan posisi mulut tersumpal kain dan tangan dalam kondisi terikat. Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya Kombes Krishna Murti menyatakan, hasil forensik menunjukkan dugaan korban meninggal siang hari pada Jumat minggu lalu.

“Korban diduga dibunuh setelah pulang dari sekolah. Sementara ini kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih berusaha mencari tahu soal ini,” ujar Krishna. Menurut Krishna, hasil autopsi yang dilakukan Rumah Sakit Kramat Jati juga mengungkap adanya tindak kekerasan terhadap korban. Terdapat bekas luka pada bagian leher yang disebabkan oleh benda tumpul sehingga menyebabkan korban kesulitan bernapas.

Hasil autopsi juga memperlihatkan korban tewas setelah sebelumnya mengalami kekerasan seksual. Dugaan tersebut berdasarkan hasil temuan bercak sperma di bagian tubuh korban. Tim gabungan Polda Metro Jaya dan Kepolisian Resor Jakarta Barat yang menangani kasus ini telah melakukan oleh tempat kejadian perkara dan meminta keterangan dari beberapa saksi untuk mengungkap kasus tersebut.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah Closed-Circuit Television (CCTV) yang berada di sekitar penemuan jenazah bocah malang itu untuk memastikan ciri-ciri pelaku yang melakukan tindakan keji tersebut. Krishna mengatakan timnya saat ini berusaha sesegera mungkin mengejar pelaku yang telah membuat warga Jakarta Barat geger. Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asroroun Ni’am mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan bocah perempuan itu. Ia mengatakan pelaku layak dihukum mati karena berbuat sadis dan memicu ketakutan warga.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asroroun Ni’am mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pembunuhan bocah perempuan yang ditemukan tewas di dalam kardus. Menurutnya, jika terbukti, pelaku layak mendapat hukuman mati karena sangat sadis dan efeknya yang menebar ketakutan psikologis. Menurut Ni’am, pembunuhan itu telah membuat geger warga lantaran dilakukan dengan cara yang sangat sadis. Selain terungkapnya dugaan tindak kekerasan seksual, pembunuhan juga dikemas dengan cara yang tidak manusiawi.

“Kejahatan yang sangat sadis ini mengoyak rasa aman di masyarakat. Peristiwa ini berdampak pada ketakutan psikologis warga, terutama orangtua dengan anak mereka yang masih di bawah umur,” kata Ni’am saat dihubungi Ahad (4/10). Pembunuhan di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, kata Ni’am, merupakan bukti eskalasi bentuk-bentuk kejahatan dari hari ke hari. Di lain pihak, kepolisian dianggap punya tanggung jawab besar untuk menunjukkan peranannya sebagai penjamin keamanan masyarkat.

“Jika memang dalam penyelidikan nanti didapati unsur yang bisa menjadi jeratan hukuman, pelaku layak mendapatkan hukuman mati,” kata Ni’am. Ni’am menilai insiden pembunuhan itu juga telah menjadi semacam momentum bagi negara untuk bekerja sama secara optimal demi mewujudkan rasa aman di tengah-tengah masyarakat. Sebab bagaimanapun, negara tidak bisa menyepelekan kasus pembunuhan itu lalu diam berpangku tangan.

“Salah satu fungsi negara adalah menjamin rasa aman. Maka negara kali ini wajib hadir di tengah-tengah masyarakat untuk membuktikan nawacita yang diagungkan selama ini,” ujar dia. Pihak kepolisian saat ini masih terus memburu pelaku pembunuhan gadis belia 9 tahun yang ditemukan meninggal di sebuah gang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, pada Jumat (2/10). Penemuan jenazah korban membuat geger masyarakat lantaran jasad ditemukan dalam kondisi terikat, mulut tersumpal, dan meringkuk dalam kardus tanpa busana

Tim gabungan Kepolisian Resor Jakarta Barat dan unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polda Metro Jaya terus mendalami penyelidikan terhadap penemuan jenazah anak perempuan yang ditemukan tewas di sebuah gang di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, Jumat malam (2/10). Penemuan jenazah bocah perempuan berumur 9 tahun itu membuat geger warga lantaran tubuhnya didapati meringkuk di dalam kardus dengan kondisi tanpa busana. Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara di lapangan, jenazah meninggal dengan mulut disumpal kain dan tangan dalm keadaan terikat.

Dari hasil olah TKP, petugas lantas melakukan autopsi di RS Polri Said Sukanto, Kramat Jati Jakarta Timur. Hasil Autopsi menegaskan telah terjadi kekerasan sebelum korban meregang nyawa. Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombes Krishna Murti menyatakan, hasil forensik mengungkap dugaan korban meninggal siang hari pada Jumat. “Diduga korban dibunuh setelah dia pulang dari sekolah,” ujar Krishna saat dikonfirmasi CNN Indonesia Ahad, (4/10).

Menurut Krishna, hasil autopsi juga mengungkap adanya tindak kekerasan yang dilakukan pelaku terhadap korban. Terdapat bekas luka pada bagian leher yang disebabkan benda tumpul sehingga menyebabkan korban kesulitan bernapas. Temuan adanya sperma pada kemaluan korban juga mengungkap dugaan adanya tindakan kekerasan seksual sebelum korban dibunuh. Krishna menegaskan timnya saat ini berusaha sesegera mungkin mengejar pelaku yang telah membuat warga Jakarta Barat. “Sementara ini kami menduga pelakunya lebih dari satu orang. Kami masih berusaha mencari tahu soal ini,” kata dia

Pihak kepolisian mulai menemukan titik terang dalam pembunuhan bocah berusia 9 tahun yang ditemukan tidak bernyawa di dalam sebuah kardus di Jl Sahabat, Kalideres, Jaktim. Sebuah rekaman CCTV yang menggambarkan penampakan seseorang yang diduga pelaku, telah didapat polisi. Seperti apa penampakannya?

Rekaman CCTV itu diperoleh tim kepolisian Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Polres Jakbar dan Polsek Kalideres dari sebuah gudang yang berjarak sekitar 50 meter dari TKP, di Kampung Belakang, Kamal, Kalideres, Jakbar. Gudang berisi besi-besi tua tersebut adalah milik Sujaroadi (54). Lokasi gudang berada di hook yang di belakangnya terdapat sebuah jalan kecil yang hanya bisa dilalui motor saja. Setelah ramai penemuan mayat bocah di dekat gudangnya itu, Sujaroadi pun sempat mengecek rekaman CCTV-nya pada Sabtu (3/10) sore.

Menurut Sujaroadi, CCTV merekam ada 2 motor yang melintas dalam tempo yang berbeda pada rentang pukul 17.58-19.00 WIB. Di bawah pukul 17.58 WIB, CCTV tidak merekam ada satu pun pemotor yang melintas di dekat gudangnya itu. Penampakan seseorang yang membawa motor itu baru terlihat pada pukul 17.58 WIB. Dari rekaman CCTV-nya itu, kata dia, tampak seorang pria bermotor membawa sebuah kardus yang ditaruh di belakang pemotor.

“Tapi warna kardusnya beda dengan kardus yang ada mayatnya itu. Ada garis birunya,” kata Sujaroadi kepada wartawan di lokasi, Minggu (4/10/2015).

Kemudian, pada pukul 18.04, ada satu lagi pemotor yang melintas. Posisi motor tersebut membelakangi kamera CCTV atau dari gang besar ke gang kecil yang merupakan tempat korban ditemukan. “Nah kalau yang kedua itu, besar kardus dan warna kardus yaitu coklat, itu persis dengan kardus yang dipakai untuk membuang korban,” imbuhnya. Hanya saja, penampakan sosok pembawa kardus itu tidak begitu kelihatan. Sebab, lampu motor menyala dan membuat kamera terpendar. Kondisi di lokasi saat itu sudah gelap gulita dan sudah sepi orang lalu-lalang.

“Tapi tidak kelihatan jelas motornya apa dan pelat nomornya juga tidak kelihatan,” lanjutnya. Yang tampak, pemotor tersebut tidak menggunakan helm. Kardus tersebut diletakkan di jok belakang motor dan disandarkan ke punggung pemotor. Pria itu hanya terlihat mengenakan jaket. Lalu, siapakah pria misterius ini?

Categories
Sistem Pertahanan

HUT TNI ke 70 Diadakan Di Cilegon Berlangsung Meriah


Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menginginkan agar perayaan Hari Ulang Tahun ke-70 TNI dilakukan dengan melibatkan masyarakat. Dia minta ada perwakilan masyarakat yang ikut serta dalam parade alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI pada acara puncak HUT TNI, Senin lusa. Hal itu ia sampaikan saat mengevaluasi sejumlah hal dalam geladi bersih perayaan HUT ke-70 TNI di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (3/10/2015). “Pangdam nanti seleksilah masyarakat. Pada saat defile menggunakan tank, rakyat naik di tank itu juga,” ujar Gatot di depan para kepala staf TNI dan empat ribuan personel TNI yang turut dalam geladi bersih.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) juga mengusulkan agar perwakilan masyarakat itu turut memeriahkan acara dengan mengibarkan bendera merah-putih. Adapun para personel TNI tetap sikap hormat selama parade berlangsung. “Enggak apa-apa begitu, kan agar ini sesuai dengan tema kita, yakni bersama rakyat, TNI kuat,” kata Gatot.

Peringatan HUT ke-70 TNI tahun 2015 diselenggarakan dengan tema “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian”. Geladi bersih HUT TNI dilakukan hari ini mulai pukul 09.00 WIB. Sejumlah atraksi diperagakan pasukan, mulai dari baris berbaris, mobilisasi alat utama sistem persenjataan, atraksi terjun payung, skenario penyerangan dengan medan tepi pantai hingga aksi bela diri. Acara tersebut selesai sekitar pukul 13.00 WIB.

Adapun puncak peringatan HUT TNI digelar pada 5 Oktober 2015 di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten. Acara tersebut dihadiri Presiden Joko Widodo beserta Ibu Negara. Perayaan HUT Ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, pada Senin (5/10/2015), berbeda dibandingkan dengan perayaan-perayaan tahun sebelumnya.

Masyarakat diberikan keleluasaan pada puncak perayaan. Menurut pantauan, panitia HUT TNI menyediakan tempat bagi warga yang hadir untuk duduk di panggung utama. Di sana, mereka tampak duduk berbaur dengan perwira menengah dan tinggi TNI serta tamu undangan. Dengan itu pula, mereka tak perlu berpanas-panasan. Meski demikian, ada yang tetap duduk di area yang disediakan, yakni di sebelah kiri dan kanan panggung utama.

Sementara itu, banyak perwira menengah dan tinggi TNI yang tidak kebagian tempat di panggung utama lantas diarahkan oleh panitia untuk mengambil posisi di bawah panggung utama dan sekitarnya. Bahkan, ada yang berdiri di bibir dermaga. Berada di luar area panggung utama tentunya harus rela berpanas-panasan daripada berada di panggung yang tertutup atap.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigjen Tatang Sulaiman mengatakan, hal itu merupakan ide dari Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. “Kemarin, Panglima TNI memberikan arahan kepada kami untuk merealisasikan tema HUT TNI secara konkret bahwa kebersamaan dengan rakyat itu yang bagaimana. Ya inilah hasilnya,” ujar Tatang saat berbincang, Sabtu pagi.

Tema peringatan HUT Ke-70 TNI tahun ini adalah “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian”. Ada beberapa perubahan dalam perayaan HUT TNI 2015 yang diminta langsung oleh Panglima. Pertama, harus ada perwakilan masyarakat saat parade alat utama sistem persenjataan. Kedua, harus ada perwakilan masyarakat di kapal perang dan sebagainya.

Masyarakat umum turut menonton gladi bersih HUT ke-70 TNI di Dermaga Indah Kiat, Cilegon, Banten, Sabtu (3/10/2015). Mereka terhibur dengan sajian atraksi-atraksi personel TNI. Lia Rahmawati (28) misalnya. Warga Depok, Jawa Barat itu awalnya hanya ingin berwisata di pantai kawasan Cilegon bersama keluarga. Namun, dia penasaran dengan apa yang terjadi di dermaga tersebut. “Dari jalan kan kelihatan banyak tank sama mobil tempur, anak saya penasaran, ada acara apaan, makanya lihat-lihat dulu,” ujar Lia saat berbincang, Sabtu siang.

Sang putra, Aldo Ramadhan (7), mengaku sangat tertarik melihat kendaraan tempur yang terparkir berderet di pelataran dermaga. Ia meminta untuk dinaikan di kap mobil itu untuk diabadikan momennya. Rifai (46) juga demikian. Dia, istri dan dua anaknya tak mengetahui bahwa Cilegon akan dijadikan pusat peringatan HUT TNI. Awalnya, mereka yang merupakan warga Jakarta Timur hanya ingin berwisata di pantai setempat sekaligus mengunjungi sanak famili di Cilegon.

“Untung juga ada atraksi begini. Kalau cuma lihat pantai saja kan jadi biasa saja. Ya dapat bonuslah,” ujar dia. Dari sejumlah atraksi yang ditampilkan para personel TNI, Rifai mengaku paling senang melihat atraksi bela diri. Dia kagum melihat para personel TNI tersebut beradu otot dan menghancurkan bata, besi dan material lain hanya menggunakan tangan kosong. “Kali-kali saja anak saya terinspirasi mau jadi tentara juga,” ujar dia.

Irna Watik (58), berbeda dengan Lia dan Rifai. Dia adalah warga Cilegon asli. Rumahnya hanya berjarak satu kilometer dari area gladi bersih HUT TNI. Dia mengaku sudah jauh-jauh hari mengetahui bahwa dermaga itu akan dijadikan pusat peringatan HUT TNI.

Watik mengaku senang kampung halamannya dijadikan pusat acara TNI. Dia pun mengajak cucunya untuk melihat atraksi TNI. “Dari kemarin cucu sudah minta beliin baju loreng. Kata dia buat ikutan acara tentara, gitu,” ujar Watik. Gladi bersih HUT TNI dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Tema peringatan HUT ke-70 TNI tahun 2015 ini adalah “Bersama Rakyat TNI Kuat, Hebat, Profesional, Siap Mewujudkan Indonesia yang Berdaulat, Mandiiri dan Berkepribadian.” Sejumlah atraksi diperagakan pasukan, mulai dari baris berbaris, mobilisasi alat utama sistem persenjataan, atraksi terjun payung hingga bela diri. Hingga pukul 10.51 WIB, acara itu masih berlangsung.

Categories
Perekomonian dan Bisnis

Artis Amel Alvi Pasrah Dijual Oleh Mucikari Robby Abbas


Artis Amel Alvi mengakui bahwa dirinyalah yang meminta muncikari Robby Abbas mencarikan pria hidung belang. Amel mengakui hal itu saat menjadi saksi dalam sidang dengan Robby di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. “Saksi sendiri yang meminta kepada Robby untuk dicarikan klien,” ujar pengacara Robby Abbas, Pieter Ell, setelah sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis, 1 Oktober 2015.

Dalam sidang yang berlangsung tertutup bagi publik itu, Pieter mengatakan, hakim menanyakan kronologi penangkapan Amel dan kliennya di Hotel Ritz Carlton, Jakarta Selatan, awal Mei lalu. Menurut Pieter, kesaksian Amel persis seperti keterangan dalam berita acara perkara. “Tapi nanti hakim yang menilai kesaksian itu benar atau salah, saksi berbohong atau tidak,” kata dia.

Selain bertanya soal kronologi, kata Pieter, Amel juga ditanya soal barang bukti berupa pakaian dalam berwarna hitam, tas jinjing kulit berwarna cokelat, uang Rp 45 juta, dan telepon seluler milik Robby yang menjadi alat bukti. Dalam sidang, Amel mengakui pakaian dalam dan tas jinjing itu miliknya. Sementara telepon seluler milik Robby dan uang Rp 45 juta diakui sebagai barang yang diberikan polisi yang menyamar sebagai pelanggannya.

Kesaksian Amel ini, menurut Pieter, dapat meringankan kliennya. Alasannya, kesaksian ini membuktikan bahwa Robby tak melakukan tindak pidana penjualan orang seperti yang didakwakan jaksa. Namun, kliennya hanya membantu para artis mencarikan pengusaha atau pejabat yang hendak memakai jasa mereka. “Saksi merasa tidak jadi korban. Dia mengatakan Robby tidak pernah memaksa dia, jadi semua atas kemauan saksi sendiri,” kata Pieter Ell.

Artis Amel Alvi yang memiliki nama asli Amelia Alviana datang setelah tiga kali mangkir. Amel datang didampingi petugas Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Ia datang mengenakan jubah gamis berwarna hitam, lengkap dengan cadar berwarna hitam. Dalam persidangan, kata Pieter, Amel melepaskan cadar hitam yang digunakan. Setelah sidang, Amel yang tak didampingi pengacara, tak mengeluarkan sepatah kata pun, langsung menuju ke mobil Xenia putih berpelat nomor B-1833-FKS.

Categories
Taat Hukum

Pengungah Video Suap Ditangkap Polisi Karena Pencemaran Nama Baik


Gerakan Save Adlun Fiqri ramai bermunculan di Ternate, Maluku Utara. Bahkan, gerakan itu mulai muncul di media sosial, seperti Facebook, Blackberry Messenger, dan Twitter dengan tagar #Save Adlun Fiqri.

Adlun Fiqri merupakan mahasiswa Universitas Khairun Ternate. Dia mengunggah video tentang oknum polisi lalu lintas Polres Ternate yang diduga menerima suap tilang. Operasi tilang dilakukan polisi lalu lintas Polres Ternate di depan RS Dharma Ibu, Jalan Pahlawan Revolusi, Kelurahan Gamalama, Ternate, Sabtu, 26 September 2015. Adlun merekam pelaksanaan tilang menggunakan video telepon selulernya.

Video berjudul “Kelakuan Polisi Minta Suap di Ternate” itu kemudian ditayangkan di YouTube. Dalam video yang berdurasi lebih dari satu menit itu terekam oknum polisi lalu lintas Polres Ternate tertangkap meminta sejumlah uang kepada pengendara motor yang ditilang.

Namun, Adlun ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan mencemarkan nama baik lembaga kepolisian dan polisi yang terekam dalam video itu. Koordinator gerakan Save Adlun Fiqri, Faris Bobero, menjelaskan kampaye Save Adlun merupakan gerakan moral untuk mengecam tindakan Polres Ternate yang diduga semena-mena dalam penegakan hukum, terutama dalam kasus Adlun.

Faris menjelaskan gerakan itu juga sebagai upaya meminta kepolisian untuk menjelaskan secara transparan kepada publik tentang penanganan kasus tersebut. “Kami tidak membela siapa-siapa,” katanya kepada Tempo, Kamis, 1 Oktober 2015. Faris mengatakan seharusnya dengan munculnya video tentang praktek seperti ini, polisi lebih intropeksi diri dan berbenah ke dalam ketimbang menyalahkan dan mempidanakan suara kritis masyarakat. Itu sebabnya, kata Faris, gerakan Save Adlun akan terus disuarakan. Faris mengatakan dalam gerakan Save Adlun, sejumlah seniman, aktivis kampus, dan LSM akan dilibatkan. Tujuannya tak lain untuk menumbuhkan kesadaran hukum masyarakat Maluku Utara guna menolak praktek-praktek suap dalam berlalu lintas.

Dengan gerakan itu pula, kata Faris, diharapkan bisa mendorong masyarakat untuk berpartisipasi mengawasi kelakuan oknum polisi nakal. Yang dilakukan Adlun merupakan bentuk kontrol masyarakat terhadap kepolisian. “Seharusnya oknum polisi itu yang ditindak, bukan sebaliknya mempidanakan masyarakat yang kritis,” ucap Faris.

Kepala Polres Ternate Ajun Komisaris Besar Kamal Baktiar enggan memberikan tanggapan. Penjelasan diberikan oleh Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polre Ternate Ajun Komisaris Samsudin Lossen. Samsudin mengatakan penahanan terhadap Adlun karena diduga melakukan pelanggaran pencemaran nama baik intitusi kepolisian, termasuk Polres Ternate. Perbuatan pelaku juga merugikan oknum polisi lalu lintas. “Kasusnya saat masih dalam penyidikan,” tuturnya.

Warga Gunung Kidul Diteror Api Misterius Yang Membakar Perabotan


Lima keluarga di Dusun Kwangen Lor, Desa Pacarejo Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul resah. Sudah beberapa waktu, ada api misterius yang meneror mereka. Api misterius itu tiba-tiba muncul dan membakar perabotan rumah. Yang bikin aneh, walau listrik sudah dimatikan, api terkadang muncul dan membakar perabotan rumah secara bergantian.

Lima rumah milik lima keluarga adalah milik Ladino Tukijem, Jumiran, Pardal dan Sukirah. Mereka tinggal berdekatan dan masih mempunyai hubungan kekeluargaan. Akibat teror api misterius ini, seluruh anggota keluarga sudah beberapa hari terakhir ini tidak berani tidur di dalam rumah. Semua perabotan seperti almari, meja, kursi, tempat tidur, kasur hingga peralatan di keluarkan dari dalam rumah. Mereka pun memasak atau aktivitas dapur berada di halaman.

“Kejadian pertama pada tanggal 18 September lalu. Terakhir pada hari Selasa (29/9),” ungkap Ladino kepada wartawan, di depan rumah, Kamis (1/10/2015). Dia kemudian menceritakan secara detil peristiwa yang meneror seluruh anggota keluarganya selama lebih kurang 2 minggu terakhir ini. Kejadian pertama di rumah Ladino, api sempat sebuah kasur dan dapur. “Saat kejadian keluarga ada di luar rumah, tiba-tiba kasur terbakar,” ungkapnya.

Setelah kajadian pertama, kemudian disusul kejadian lainnya seperti barang-barang elektronik, televisi juga terbakar. Padahal semua aliran listrik juga sudah dimatikan. Setiap hari setelah kajadian tersebut, semua keluarga baik siang maupun malam, mereka tidur dan beraktivitas tanpa listrik.

“Semua ketakutan dan listrik semuanya sudah dimatikan,” katanya. Api misterius meneror warga Dusun Kwangen Lor, Desa Pacarejo Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul. Sejumlah alat rumah tangga milik warga terbakar. Mulai dari kasur, lemari, hingga panci. Api tiba-tiba saja menyala dan membakar padahal listrik sudah dimatikan. Warga pun tak berani tidur di dalam rumah. Mereka lebih banyak beraktivitas di luar termasuk memasak.

Untuk mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran secara misterius itu, satu mobil Pemadam Bahaya Kebakaran (PBK) milik Pemkab Gunungkidul disiagakan tidak jauh dari lokasi. Mobil tersebut standby sejak pukul 10.00-13.00 WIB. “Kejadian pertama pada tanggal 18 September lalu. Terakhir pada hari Selasa (29/9/2015),” ungkap Ladino kepada wartawan, di depan rumah, Kamis (1/10/2015). Setelah kajadian pertama, kemudian disusul kejadian lainnya seperti barang-barang elektronik, televisi juga terbakar. Padahal semua aliran listrik juga sudah dimatikan. Setiap hari setelah kajadian tersebut, semua keluarga baik siang maupun malam, mereka tidur dan beraktivitas tanpa listrik.

“Semua ketakutan dan listrik semuanya sudah dimatikan,” katanya. Teror api misterius sampai hari ini masih membayangi kelima keluarga di Dusun Kwangen Lor, Desa Pacarejo Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunungkidul. Beberapa perabotan rumah mereka terbakar tanpa diketahui sumber penyebabnya.

Ladino bersama istri Tugiyah berharap peristiwa ini segera berakhir sehingga seluruh anggota keluarga dan kerabat lainnya merasa tenang. Dia mengaku selama ini merasa tidak tenang karena peristiwa menjadi sorotan tetangga sekitarnya. “Kami nggak tahu apa sebab-sebabnya semua ini,” kata Ladino kepada wartawan di rumahnya, Kamis (1/10/2015). ia bercerita sebelum peristiwa ini terjadi, istrinya Tugiyah bersama kakak dan adiknya mencari rumput untuk pakan ternak di sebuah mulut Gua Sabi di selatan dusun. Letak gua tersebut sekitar 1 km arah selatan rumahnya. Gua yang terletak di perbukitan kapur tersebut memang banyak pakan hijauan untuk terbak warga.

“Menurut cerita istri saya, saat berada di depan mulut gua tiba-tiba melihat banyangan hitam tapi tidak tahu wujudnya,” ungkap dia. Bayangan hitam menurut penuturan istrinya itu ada sinar warna merah. Setelah mengambil tanaman untuk pakan ternak, mereka kemudian pulang ke rumah. “Setelah sampai rumah, beberapa saat kemudian ada kejadian aneh. Beberapa perabot rumah ada yang terbakar,” katanya. Menurutnya beberapa perabot rumah yang terbakar itu tidak diketahui sumber api yang membakarnya. Semua barang yang terbakar bisa dipadamkan dengan disiram air.

“Ada panci, kasur, televisi, meja. Bahkan handuk yang ada rumah yang masih agak basah pun terbakar,” kata Ladino keheranan. Dia menambahkan semua anggota keluarga dan tetangga juga sudah mengundang seorang ustad untuk melakukan doa bersama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan lagi. Namun tidak membuah hasil. Peristiwa terakhir masih ada rumah keluargalainnya yang juga ikut terbakar di gorden dekat jendela. Sampai dengan hari ini, Ladino, Tugiyah dan keluarga yang lain masih terteror dengan adanya api misterius yang membakar beberapa perabotan rumah mereka. Sebab, mereka tidak tahu darimana asal muasal api yang membakar tersebut.

Ladino kemudian menunjukkan beberapa barang perabotan rumah yang terbakar sejak peristiwa pertama tanggal 18 September 2015 lalu. Sebuah pesawat televisi terbakar hangus hingga casing dan tabungnya meleleh. Ada meja tamu kecil dan perabotan terbuat dari kayu lapis juga tampak hangus terbakar. Sebuah almari kecil panjang 1,8 meter tinggi 8 cm terbuat dari kayu jati untuk menyimpan pakaian juga terbakar dibagian belakang.

Semua barang-barang yang terbakar saat ini hanya dibiarkan teronggok di depan rumah. Sedangkan barang-barang yang bisa diselamatkan seperti almari dan meja kursi tamu diletakkan di depan di sisi yang lain. “Ini panci untuk memasak, kondisinya sampai hancur leleh dan tinggal separuh,” kata Ladino. Dia mengatakan sampai saat ini semua barang-barang milik kelima anggota keluarga lainnya dikeluarkan semua dan dikumpulkan di depan halaman. Kegiatan memasak engan menggunakankayu bakar juga dilakukan di samping rumah. Sedangkan kondisi dalam rumah saat ini sudah kosong karena semua barang-barang sudah dikeluarkan.

“Kami semuanya kumpul didepan rumah setiap hari. Kasur dan tikar juga dikeluarkan. Kalau malam kumpul depan teras rumah dan ada yang tinggal menumpang tidur sementara di rumah keluarga lain yang agak jauh,” katanya. Dia kemudian mengajak media untuk memasuki semua ruangan atau kamar-kamar yang sudah kosong. Almari pakaian hanya ditempatkan di teras rumah. Dia pun mengajak menuju rumah keluarga lainnya yang berada di belakangnya. Semua perabotan rumah juga sudah dikeluarkan. Sedangkan anggota keluarga hanya duduk diteras.

“Sebagian besar bangunan rumah sudah tembok batako. Yang pakai kayu hanya dapur dan satu rumah saja,” kata Ladino didampingi Tugirah. Sementara itu Tugirah mengaku keluarga sampai saat ini masih khawatir terjadinya kebakaran. Meski semua perabotan rumah sudah dikeluarkan. Terakhir terjadipada hari Selasa tanggal 29 September kemarin. Kami semua tidak tahu karena berada di luar rumah dan tahu-tahui ada api besar dan dipadamkan dengan menyiramkan air saja,” katanya.