Monthly Archives: December 2015

Jalur Khusus Motor Terbukti Mampu Turunkan Angka Kecelakaan … Tapi Relakah Mobil


Masalah kecelakaan jalan raya bukan hanya milik Indonesia, tetapi juga negara lain, salah satunya Malaysia. Upaya-upaya nyata dilakukan negeri jiran tersebut untuk bisa menurunkan angka kecelakaan.Salah satu yang dilakukan Malaysia yaitu memisahkan jalur sepeda motor dengan kendaran roda empat. Sistem ini diberlakukan sudah sejak 1980, dan sudah berlangsung hingga saat ini.

Informasi ini didapat dari sebuah materi presentasi diskusi bersama Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) akhir tahun 2014 lalu, milik Bambang Susantono, mantan Wakil Menteri Perhubungan (2010-2014).

Dari hasil evaluasi yang dilakukan di Malaysia diketahui bahwa jalur khusus sepeda motor, dapat menurunkan tingkat kecelakaan sepeda motor sebesar 39 persen dan tingkat fatalitas hingga 83 persen. Dari angka tersebut, bisa dikatakan bahwa cara ini cukup efektif turunkan angka kecelakaan.

Kemudian pada 2012, Inggris ikut mengaplikasikan jalus khusus untuk sepeda motor. Sistem ini kembali terbukti menurunkan tingkat kecelakaan sepeda motor, kemacetan dan mengurangi polusi di Inggris. Diharapkan ke depannya sistem tersebut bisa diadopsi Indonesia. Tapi relakan pengendara mobil yang notabene kebanyakan orang kaya melihat perlakuan khusus bagi pemotor tersebut? Karena selama ini pengendara mobil sudah terbiasa diberikan perlakuan khusus seperti subsidi parkir oleh pemotor (dengan luas area parkir per mobil yang 6 kali luas parkir pemotor tapi biayanya hanya 2 kali), jalan layang khusus mobil, jalan tol dsb.

Sehingga angka kecelakaan yang melibatkan pengguna sepeda motor ataupun kendaraan roda empat bisa berkurang dengan signifikan. Karena selain Malaysia, Inggris sendiri sudah membuktikan efek positif dari sistem jalur khusus tersebut.

Indonesia Siaga I Teror Pada Bulan Desember 2015


Pengamanan area publik di Indonesia akan ditingkatkan seiring maraknya ancaman aksi teror jelang akhir tahun. Peningkatan pengamanan akan dilakukan termasuk di bandara-bandara internasional yang ada di daerah-daerah. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, pengamanan jelang Natal dan tahun baru akan difokuskan di tempat-tempat yang penuh keramaian. “(Fokus pengamanan) bukan kota, kita menyangkut pada area publik yang kita anggap bisa mungkin untuk itu (teror). Sehingga kita juga melakukan pengamanan misalnya semua bandar udara, khususnya internasional, untuk lebih berjaga-jaga,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, mantan Kepala KSP itu juga berkata bahwa ancaman teror akhir tahun tidak hanya menimpa Indonesia. Ancaman serupa juga kabarnya dialami negara-negara lain. Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso siang tadi. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Ia mengatakan informasi ini juga diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura. Siaga I merujuk kepada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam siaga I, ancaman nyata dapat terjadi sewaktu-waktu, bisa dari dalam atau luar negeri. Oleh karena itu, pengamanan akan melibatkan keseluruhan personel untuk mengamankan dari potensi ancaman.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sembilan teroris di lima berbeda di Indonesia, di antaranya Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto, dan Gresik. Mereka ditangkap dalam waktu 3 hari, yaitu pada 18, 19, dan 20 Desember lalu. Mereka diduga merencanakan aksi teror kepada masyarakat berupa peledakan bom rakitan. Markas Besar Polri menyatakan ada total sembilan orang terduga teroris yang ditangkap di sejumlah tepat pada akhir pekan lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut mereka berniat melakukan serangan besar-besaran Desember ini.

“Mereka punya plot untuk menyerang pejabat, objek vital di Indonesia, juga kelompok radikal lain yang dianggap musuh ISIS (kelompok Negara Islam Irak dan Suriah),” kata Anton, Senin (21/12). Anton tidak menjelaskan kelompok radikal lain apa yang dia maksud. Namun, informasi yang dihimpun menyebut sasarannya adalah kelompok Syiah yang berada di Pekalongan, Bandung dan Pekanbaru.

Dia mengatakan para teroris sudah menarget beberapa kota besar di Indonesia. Tanpa merinci, Anton mengatakan kota incaran itu adalah dua kota di Jawa, satu kota di Sumatera dan satu kota di Kalimantan. Selain itu, kata Anton, para teroris juga berniat mengincar kantor polisi, tempat ibadah, pejabat Detasemen Khusus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan pemerintah. Sementara itu, menurut Anton, teroris yang ditangkap di Jawa Timur bukan kelompok ISIS seperti yang ditangkap di tempat lainnya. Menurutnya, mereka tergabung dengan jaringan yang lebih dulu ada di Indonesia, Jamaah Islamiyah.

Serangan besar-besaran ini, kata Anton, dilakukan untuk menarik perhatian dunia internasional. “Mereka mau melakukan konser besar di Indonesia.” Lima teroris yang diduga terkait dengan ISIS di antaranya adalah Riswandi dan Yudinon Syahputra yang ditangkap di Majenang; Zaenal dan Asep Urip yang ditangkap di Tasikmalaya; dan Abu Jundi alias Abdul Karim yang ditangkap di Sukoharjo.

Sedangkan kelompok teroris yang ditangkap terkait jaringan Jamaah Islamiah di antaranya adalah M Khaerul Anam, Teguh Prambanan, dan Imran. Mereka bertiga dibekuk di Mojokerto. Di Kotabaru, Driyorejo, Gresik petugas juga menangkap Joko Ardiyanto yang merupakan buron terkait jaringan tersebut. “Kami tangkap karena mereka hendak melakukan aksi Desember ini, sehingga Mabes Polri menerapkan siaga 1,” kata Anton. Ketika ditanyai mengapa ancaman meningkat pada akhir tahun, Anton tidak bisa menjelaskan. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya kelompok teroris lain yang masih belum tertangkap. Namun, dia meminta masyarakat tenang karena Polri sudah melakukan pengawasan dan akan langsung menindak setiap indikasi teror.

Kepolisian Daerah Riau mengantisipasi serius pernyataan siaga satu ancaman teror dalam menghadapi Hari Natal 2015. Untuk mengantisipasi bom meledak di gereja seperti yang terjadi tahun 2000 di Pekanbaru, Polda Riau menerjunkan intelijen dan patroli 24 jam selama Operasi Lilin tahun ini. Guntur menjelaskan, saat ini Gegana Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau telah memulai kegiatan patroli selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi adanya teror dari kelompok radikal.

“Tak hanya Brimob, seluruh satuan yang ada di Polda, mulai dari intelijen dan petugas patroli sudah menyebar untuk melakukan antisipasi dini menjelang Natal dan tahun baru,” kata Guntur, Senin (21/12), seperti dikutip dari Antara. Menurut Guntur, Polda Riau tidak mau kejadian pada tahun 2000 terulang lagi. Pada saat itu, ada bom meledak di sebuah gereja di Pekanbaru dan menewaskan empat orang. “Apalagi saat ini, sudah ada ancaman yang disebar kelompok radikal untuk melakukan aksi. Untuk mencegah itu, Brimob melakukan patroli selama 24 jam,” ungkap Guntur.

Pada malam Natal tahun 2000, sebuah bom meledak di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 2.740 personel dalam upaya pengamanan 1.066 gereja pada perayaan Natal 2015 juga telah disiagakan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru hari ini mengatakan, penempatan personel pada setiap gereja akan berbeda bergantung tingkat kerawanannya.

“Intinya kami siapkan pola tertentu yaitu akan dilakukan penebalan pada setiap gereja sesuai tingkat kerawanan,” Guntur menjelaskan, setiap personel dilengkapi dengan senjata lengkap. “Di samping gereja, Polda Riau juga mengamankan 85 pusat perbelanjaan, 50 objek wisata, dan 83 lokasi pergantian tahun baru,” ujarnya. Namun demikian, Guntur mengimbau masyarakat untuk tidak resah. Masyarakat diajak bekerja sama mencipatakan keamanan dan ketertiban dengan melaporkan gerakan sekelompok orang yang mencurigakan.

“Kalau ada sekelompok orang yang mencurigakan bisa dilaporkan kepada polisi. Kepolisian akan bergerak cepat karena sekarang siaga satu. Apapun laporan yang berpotensi menciptakan gangguan akan ditindak dengan cepat,” tutur Guntur. Tak ketinggalan, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatra Barat, juga memastikan siap mengamankan perayaan Natal dengan meningkatkan pengamanan dua geraja di Kecamatan Panti. Kapolres Pasaman Ajun Komisaris Besar Agoeng S Widayat di Lubuk Sikaping hari ini mengatakan, Pasaman memiliki dua gereja yaitu gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan gereja Katolik. Kedua gereja tersebut berlokasi di Kejorongan Murni Panti.

“Dua gereja itu akan diamankan 24 jam. Di lokasi juga akan didirikan pos pengamanan agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan saat perayaan Natal,” kata Agoeng. Polres Pasaman akan berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan untuk kegiatan pengamanan. Pengamanan kedua gereja perlu ditingkatkan mengingat lokasinya berada di pinggir jalan lintas Sumatra. “Kami siap mengamankan perayaan natal ini, demikian juga dengan tahun baru 2016, terutama di lokasi keramaian,” ujarnya.

Angggota Komisi III DPR Dossy Iskandar meminta kepada kepolisian untuk tidak lagi menyepelekan laporan dari masyarakat atau media setelah penetapan status Siaga I di seluruh wilayah Indonesia diberlakukan. “Kepolisian tidak boleh lagi menyepelekan laporan-laporan. Setiap laporan, diterima. Apalagi dari media, itu tidak boleh lagi diacuhkan seolah hal biasa,” kata Dossy. Dossy melihat, selama ini kepolisian kerap kali mengabaikan laporan masyarakat atau pemberitaan di media terkait potensi ancaman keamanan. Komisinya juga disebut sudah mengingatkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait hal tersebut.

Selain itu, Politikus Partai Hanura itu berharap agar kepolisian tidak terpancing dengan godaan dari Negara Islam Suriah (ISIS) yang melakukan ancaman secara terbuka ke berbagai pihak. Dossy berharap agar kepolisian tetap bekerja profesional dan sesuai dengan standar operasi yang berlaku. “Kami berharap aparat kepolisian tidak terpancing terhadap manuver-manuver kelompok tertentu yang mencoba memancing atau menantang polisi. Saya berharap aparat keamanan tetap dewasa,” ucap Dossy.

Meski begitu, Dossy sepakat dengan langkah penetapan status Siaga I oleh kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN). Walaupun, belum ada jaminan aparat keamanan tidak akan kecolongan lagi setelah Status Siaga I ditetapkan. “Saya pikir setidaknya dengan penetapan ini, tingkat kewaspadaan menjadi tinggi,” ujar Dossy. Adapun terkait dana operasional kepolisian terkait status Siaga I ini, Dossy berkata tidak ada tambahan yang akan diberikan Komisi Hukum DPR. Senab menurutnya tidak ada permintaan mengenai hal itu dan polisi disebutnya telah memiliki dana kontijensi yang cukup setelah anggarannya disahkan Komisi Hukum DPR.

Potensi ancaman terorisme jelang Natal dan Tahun Baru 2016 diklaim terjadi di seluruh negara. Atas dasar itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berkata bahwa status Siaga I ditetapkan di Indonesia akhir tahun ini. “Ancaman itu kelihatannya global. Jadi bukan hanya kita saja yang siaga. Jadi jangan berpikir Indonesia saja, tapi itu terjadi dimana-mana,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (21/12). Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso kemarin. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Cara Kota Bogor Atas Kepadatan


Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana memindahkan pusat ekonomi secara bertahap ke daerah pinggiran. Salah satunya dengan pembangunan TOD (transit oriented development) Sukaresmi. Untuk mendukung kawasan bisnis baru tersebut, Pemkot Bogor bakal membangun stasiun baru yang terhubung dengan kereta commuter line Jakarta-Bogor di kawasan tersebut. Sukaresmi juga akan terhubung dengan Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah dikembangkan.

Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan, kawasan seluas 22 hektare tersebut akan dikembangkan jadi kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, apartemen, terminal, hotel, dan area komersial lain. “Sukaresmi ini akan kita jadikan hotel, mal, perkantoran dan lainnya. Tujuannya, geser kesibukan dari pusat ke pinggiran. Pusat kota peruntukannya untuk heritage, kayak Balai Kota dan Istana Presiden,” jelas Bima ditemui di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Bima memperkirakan, kawasan yang masuk Kecamatan Tanah Sereal ini bisa menarik investasi US$ 142,32 juta. Menurutnya, sudah ada perusahaan properti yang berminat menanamkan modalnya di Sukaresmi. Kawasan pinggiran lain yang tengah ditawarkan ke investor, lanjut Bima, adalah rencana kawasan Terminal Agrobisnis Rancamaya. Kawasan seluas 9 hektar ini ditawarkan untuk dikembangkan menjadi pasar induk sayur, penginapan (cottage), gudang, dan wisata agro. Total investasinya diperkirakan US$ 19,42 juta.

“Rancamaya ini kita khususkan untuk investor yang mau bangun pusat sayur mayur, jadi pasar induk supaya sayur masuk ke sini saja. Kemudian ada cottage karena wilayahnya kan sejuk, urban farming untuk agrowisata,” ujar Bima. Bima mengungkapkan, saat ini minat investasi di kedua kawasan tersebut, plus imvetasi parkir sudah mencapai Rp 7 triliun.

Keberadaan jumlah angkutan kota (angkot) di Kota Bogor saat ini dinilai terlalu banyak. Tak berlebihan jika Bogor memiliki cap sebagai kota sejuta angkot. Angkot yang saat ini berjumlah sekitar 8.000 ini malah membuat kemacetan di beberapa ruas jalan. Walikota Bogor, Bima Arya mengungkapkan, mulai tahun Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor secara bertahap akan menghapus beberapa trayek angkot di ‘Kota Hujan’.

“Penertiban angkot secara bertahap, akan kita tata, kita lakukan perampingan atau re-routing supaya trayek-trayek angkot nggak berhimpit. Karena dari 8 ribu angkot di Kota Bogor hanya 40% yang menjangkau wilayah kota saja. Kita akan re-routing agar bisa menjangkau 80% Kota Bogor,” kata Bima ditemui di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Jakarta, Rabu (16/12/2016).

Menurut Bima, mobil angkot yang terkena penghapusan tersebut, pihaknya akan menggantinya menjadi plat hitam. Bersamaan dengan penghapusan trayek angkot, dibangun pula rute bus rapid transit (BRT) Trans Pakuan. “Ada koridor-koridor utama yang akan diploting untuk menjadi percontohan konversi dari angkot ke Bus Trans Pakuan. Ada satu koridor pada 2016 yang kita akan fokuskan sehingga angkot diganti menjadi Trans Pakuan. Ini menuju moda transportasi BRT supaya nggak ada lagi (angkot) di pusat kota,” jelasnya.

Tahap awal yang akan dimulai tahun depan, Bima akan menghapus 3 trayek angkot yang bersinggungan dengan BRT rute Bubulak ke pusat kota. “Angkot nanti akan dikurangi. Jadi angkot nanti akan diplathitamkan sehingga jumlah angkot berkurang dan jumlah trayek lebih menyebar. Angkot itu ke depannya akan menjadi feeder di pinggir saja,” papar Bima.

Jika tahap pertama sukses, lanjut Bima, pihaknya akan menambah jadi 7 koridor lagi. Trayek angkot yang bersinggungan pun juga akan dihapus. “Ada 7 koridor yg sudah jadi master plan, tapi 2016 kita butuh pengadaan bis. Tujuh koridor itu nggak bisa dipenuhi semua karena kita butuh sekitar 400 bis. 2016 akan fokus di satu koridor dulu,” katanya. Bima menuturkan, meski trayeknya dihapus, Dia meyakini tidak akan banyak timbul konflik dengan pemilik angkot. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan menawarkan supir angkot menjadi supir BRT.

“Tidak (konflik), karena angkot ini jumlahnya banyak dan sama-sama terjebak (macet). Mereka setorannya berat karena persaingan semakin keras. Justru dengan sistem yang baru kita optimis akan memberikan win win solution bagi semua. Karena supir angkot nanti akan bekerja dalam moda transportasi yang baru. Sebagai contoh 3 angkot jadi 1 bus, bisa jadi 3 supir itu bekerja dalam tiga shift di 1 bus,” tutupnya. “Sudah ada pembicaraan dengan investor, total investasi yang masuk baru-baru ini dari Rancamaya, Sukaresmi, dan parkir Rp 7 triliun,” tutupnya.

RJ Lino Direktur Utama PT Pelindo II Jadi Tersangka KPK


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat kemarin telah menetapkan Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), RJ Lino, sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan 3 Qual Container Crane (QCC) tahun 2010. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Lino masih bekerja seperti biasa dan masih menempuh jalur hukum. Apa sikap Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai perwakilan pemerintah untuk mengawasi Pelindo II?

Menteri BUMN, Rini Soemarno menjelaskan, Kementerian BUMN masih mengikuti proses hukum terkini. “Kami kalau mengenai hal itu, kami sedang menunggu. Tentunya kami mengikuti proses hukum,” kata Rini, usai acara peluncuran ATM Himbara di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015). Terkait opsi memberhentikan Lino pasca berstatus tersangka, Rini masih menunggu rekomendasi dari Dewan Komisaris Pelindo II.

“Kami menunggu laporan dari Komisaris Pelindo II. Jangan lupa, Pelindo II itu korporasi. Korporasi tidak terlepas dari Direksi dan Komisaris. Kita sedang memproses dari Dewan Komisarisnya,” tuturnya. Rini menyampaikan, pihaknya tidak akan melindungi Lino bila dalam proses persidangan terbukti bersalah. “Kita ikuti hukumnya. Kita lihat kesalahannya apa. Kita tidak ada yang dilindung-lindungi,” kata Rini.

Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, Lino tetap kerja dan masuk kantor seperti biasa. Lino membantah dirinya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Dirut Pelindo II. “Saya masih ngantor seperti biasa. Tidak benar saya mengundurkan diri. Kita kerja benar, dan kita harus melawan,” jelas Lino.

Menurut Lino, dirinya tetap bekerja dengan maksimal dan berusaha agar penetapannya sebagai tersangka di KPK tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. “Sejauh ini kami mengikuti peraturan dari BUMN, sejauh aktivitas saya tidak mengganggu perusahaan, tidak akan diberhentikan. Tapi saya tetap ikuti aturan hukum yang berlaku,” tegas Lino. Seperti diketahui, Lino ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Lino tidak kaget dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dan akan menjalani semua proses hukum di KPK.

Pagi ini beredar pesan yang mengatasnamakan Lino, dalam pesan tersebut, disebut disinggung soal pengunduran diri Lino sebagai Dirut Pelindo II. Berikut isi pesan tersebut. Dalam pesan tersebut, Lino memberikan semangat kepada para pegawainya agar tetap bekerja keras dan semangat. Lino meminta seluruh staf dan karyawan Pelindo II untuk menjaga dan merawat perusahaan tersebut. Selain itu, dia juga mengatakan akan berkonsultasi dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno soal posisinya sebagai Dirut Pelindo II.

Jadwal KRL Kota-Tanjung Priok Terbaru


PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) mulai hari ini kembali mengoperasikan KRL untuk lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. S‎etiap hari akan ada enam perjalanan KRL di lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. Perjalanan dari Stasiun Jakarta Kota ke Tanjung Priok maupun sebaliknya memakan waktu kurang lebih 20 menit. Harga tiketnya Rp 2.000 untuk sekali perjalanan. “Satu hari kita operasikan 3 kali PP, dengan tarif sesuai tarif KRL Rp 2.000, untuk jarak tempuh kurang lebih 20 menit,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwi Atmoko, saat peresmian KRL Kota-Priok di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Pengoperasian kembali lintasan KRL Kota-Priok ini dimungkinkan setelah sebelumnya PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan prasarana di lintas tersebut sehingga dapat kembali melayani KRL. Berikut Jadwal Perjalanan KRL Lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok PP:

Keberangkatan Stasiun Jakarta Kota:
1. KA 2318, berangkat pukul 11.40 WIB
2. KA 2322, berangkat pukul 13.05 WIB
3. KA 2326, berangkat pukul 14.25 WIB

Keberangkatan Stasiun Tanjung Priok:
4. KA 2319, berangkat pukul 12.30 WIB
5. KA 2323, berangkat pukul 13.55 WIB

6. KA 2331, berangkat pukul 16.30 WIB

Kereta rel listrik (KRL) Commuter Line dari Stasiun Kota ke Stasiun Tanjung Priok resmi mulai beroperasi kembali hari ini. Jalur kereta Tanjung Priok ke Kota ini sempat mati suri selama 26 tahun sejak 1989. Sejak 2007 pemerintah sudah berencana menghidupkan jalur ini lagi dan baru terealisasi di akhir 2015.”Mulai hari ini, 21 Desember 2015, kami membuka kembali pelayanan KRL Kota-Tanjung Priok. Ini sudah cukup lama dulu digagas 2007 membuka kembali jalur ke Priok ini. Sekarang bagus stasiunnya dan sekarang sudah kita bisa fungsikan, hari ini bisa memulai mengoperasikan KRL Kota-Tanjung Priok,” kata Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Hermanto Dwi Atmoko, saat ditemui di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015).

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada awal Desember 2015 berencana menangaktifkan kembali pengoperasian jalur KRL Commuter Line rute Stasiun Kota-Stasiun Tanjung Priok. Namun, rencana ini masih tertunda karena sepanjang jalur KRL belum steril. Warga masih menempatkan barang hingga adanya bangunan liar di sepanjang rel. “Kita lagi penertiban. Nanti, 3 hari lagi kita evaluasi. Apakah bisa langsung aktifkan atau belum,” kata Dirjen Perkeretaapian Kemenhub, Hermanto Dwiatmoko, di Sela acara Forum Transportasi di Hotel Mercure, Hayam Muruk, Jakarta, Rabu (16/12/2015).

Meski belum beroperasi secara normal melayani warga Jabodetabek, Kemenhub bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) hari ini berencana kembali melakukan ujicoba jalur. Langkah ini dilakukan sebelum KRL resmi dioperasikan. Targetnya, KRL rute Kota-Priok bisa beroperasi sebelum akhir 2015. “Hari ini KRL akan dioperasikan untuk ujicoba namun tanpa penumpang. Ini tujuannya menginformasikan ke warga bahwa KRL akan segera beroperasi,” tambahnya.

Saat beroperasi, KRL hanya dioperasikan pagi dan sore hari. Hermanto beralasan, pihaknya masih membentuk pasar agar masyarakat tahu bila Priok-Kota memiliki pilihan transportasi massal berbasis rel. Ke depan, frekuensi akan ditingkatkan seiring tingginya minat penumpang. “Rencana baru pagi dan sore. Ini masih melihat potensi. Paling tidak nantinya masyarakat ada pilihan,” sebutnya.

Sementara itu, Humas PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ), Eva Chairunnisa menyebut, pihaknya bakal ditugaskan sebagai operator. Dari sisi KCJ, pihaknya telah menyiapkan dari sisi sistem e-ticketing. “Untuk Tanjung Priok perjalanan KRL per harinya direncanakan ada 4 per hari. Kesiapan dari e-ticketing seperti dua buah gate dan loket juga sudah dilengkapi oleh KCJ sebagai operator sarana. Untuk kapan pastinya akan beroperasi KCJ masih menunggu penugasan atau keputusan akhir dari KAI dan satker Kemenhub,” tambahnya.

Hermanto menambahkan, KRL Kota-Priok akan beroperasi pulang-pergi 3 kali sehari untuk tahap awal. Harga tiketnya Rp 2.000. Lama perjalanan dari Stasiun Kota ke Tanjung Priok kira-kira 20 menit. “Satu hari kita operasikan 3 kali PP, dengan tarif KRL Rp 2.000, untuk jarak tempuh kurang lebih 20 menit,” ‎paparnya. Selain melayani masyarakat yang membutuhkan transportasi umum ke Tanjung Priok, pengoperasian KRL Kota-Priok juga bertujuan untuk mengamankan aset-aset negara. “Tujuan dari pengoperasiannya untuk memberikan pelayanan masyarakat untuk transportasi dariKota-Priok, lalu untuk mengamankan aset Kemenhub mengenai rel dan lahan sekitarnya supaya tidak di kuasai boleh orang-orang yang tidak dikenal,” tutupnya.

PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) hari ini resmi mengoperasikan Kembali KRL jurusan Jakarta Kota-Tanjung Priok. Pengoperasian kembali lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok dilakukan usai PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan prasarana di lintas tersebut sehingga dapat kembali melayani KRL. Setiap hari akan ada enam perjalanan KRL di lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok. Tetapi dalam setiap perjalanan tersebut KRL hanya akan berhenti di 3 stasiun, yaitu Stasiun Jakarta Kota, Stasiun Kampung Bandan (Atas), dan Stasiun Tanjung Priok.‎

Untuk sementara, KRL akan melintas langsung alias tidak berhenti di Stasiun Ancol karena stasiun tersebut masih dalam proses pembenahan.‎ Dengan demikian, masyarakat yang ingin pergi jalan-jalan ke Ancol belum bisa menggunakan KRL ini. “Stasiun tersebut belum dioperasikan karena saat ini masih dalam proses revitalisasi dan perpanjangan peron,” kata Manager Corporate Communication PT KCJ, Eva Chairunnisa, saat ditemui di Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin (21/12/2015). Eva berharap masyarakat tidak kecewa. Pihaknya mengajak masyarakat memanfaatkan kehadiran kembali KRL sebagai salah satu pilihan transportasi publik dari dan ke kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya. Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk ikut menjaga sarana dan prasarana perkeretaapian di lintas ini.

Untuk pengoperasian KRL Kota-Priok ini, KCJ telah menyiapkan berbagai sarana pelayanan penumpang di Stasiun Tanjung Priok, mulai dari loket, gate e-ticketing, toilet, musholla, serta petugas pelayanan, keamanan, maupun kebersihan. “Perjalanan dari stasiun Jakarta Kota menuju Tanjung Priok maupun sebaliknya akan ditempuh dalam waktu 20 menit,” Eva menambahkan.

Densus 88 Gerebek Dua Rumah Terduga Teroris di Mojokerto


Kepala Kepolisian RI Jenderal Badrodin Haiti mengatakan Polri mendapat peringatan dari badan intelijen Amerika Serikat, Federal Bureau of Investigation (FBI), dan Kepolisian Australia terkait teroris-teroris yang ditangkap Detasemen Khusus 88 Antiteror semalam. Badrodin mengatakan, para teroris yang ditangkap itu adalah pendukung kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) yang berencana mengebom sejumlah tempat di Indonesia.

“Karena itu kami tangkap duluan, kami cegah,” kata Badrodin, Minggu (20/12). Sebagian dari teroris yang tertangkap itu sudah bergabung dengan ISIS, sedangkan sebagian lainnya hanya simpatisan. Menurut Badrodin, saat ini masih ada beberapa teroris lain yang masih diburu. “Kami harap masyarakat waspada dan lapor jika ada hal yang mencurigakan,” ujarnya. Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror menangkap enam orang dari dua rumah yang diduga kuat sebagai tempat mengatur kegiatan terorisme.

Penggerebekan pertama terjadi di Sukoharjo, Jawa Tengah, tepatnya di Jalan Empunala Nomor 78 Kota Mojokerto, sekitar pukul 19.00 WIB Sabtu kemarin. Dalam aksi tersebut Desus 88 mengamankan tiga pria dewasa, satu wanita, dan dua anak-anak. Salah satu yang menjadi tersangka dalam penggerebekan itu adalah Indraji, warga dari Dusun Notog, Desa Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pria ini tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Dalam penggerebekan itu, Tim Densus menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Tidak ditemukan bom di lokasi tersebut. Selain penggerebekan di Jalan Empunala, Densus 88 juga merangsek masuk ke rumah warga terduga teroris lainnya. Tersangka bernama M Choirul Amin (38) menyewa rumah di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Dia ditangkap bersama sejumlah barang sitaan seperti buku jihad dan surat keterangan pindah palsu.

Kapolsek Trowulan AKP Sulkan mengatakan, penggerebekan ini adalah pengembangan yang didapat dari hasil penangkapan di Jalan Empunala 78. Selain buku jihad dan dokumen palsu, Tim Densus 88 juga menyita satu set komputer, sebuah laptop, dua hardisk, satu set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, tiga kardus ponsel Samsung, dan dua bilah pisau. Namun lagi-lagi tidak ditemukan bahan peledak di lokasi kedua ini.

“Bahan peledak tidak ditemukan. Kalau buku-buku jihad ada,” kata Sulkan. Badrodin beberapa waktu lalu menyatakan ada ancaman ISIS ke Indonesia yang mungkin terjadi bulan Desember ini. Ancaman ini, kata dia, bukan yang pertama kali diterima Indonesia. “Sekarang ada ancaman, tiga bulan lalu juga ada. Karena itu kami meningkatkan pengamanan,” kata Badrodin. Satuan antiteror Desus 88 mengamankan enam orang yang diciduk dari dua rumah yang diduga kuat sebagai tempat mengatur kegiatan terorisme.

Penggerebekan pertama terjadi di Sukoharjo, tepatnya di di Jalan Empunala No 78 Kota Mojokerto, pada Sabtu (19/12) sekitar pukul 19.00 WIB. Dalam aksi tersebut Desus 88 mengamankan tiga pria dewasa, satu wanita dan dua anak-anak. “Benar (ada penangkapan). Mengenai jaringan dan keterlibatannya apa, Densus 88 yang lebih tahu tentang itu. Densus juga sudah memeriksa rumah kontrakan yang bersangkutan di Kecamatan Bulu, Sukoharjo,” ujar Kapolres Sukoharjo, AKBP Andy Rifai. Salah satu tersangka dalam aksi penggerebekan itu adalah Indraji, warga dari Dusun Notog, Desa/Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Pria ini tinggal bersama istri dan dua anaknya.

Dalam penggerebekan itu tim Densus menemukan sejumlah barang seperti pupuk urea, paku, gotri, switching, parang, parafin, buku-buku panduan merakit bom, serta sebuah peta daerah Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi. Tidak ditemukan bom di lokasi tersebut. Menurut warga Indraji adalah sosok yang aktif dalam kegiatan sosial. Rumah yang ia sewa dari pemilik dr Nurul yang selama ini dipakai sebagai Rumah Terapi bagi warga.

Selain penggerebekan di Jalan Empunala, tim Densus 88 juga merangsek masuk ke rumah warga terduga teroris lainnya yang menyewa rumah di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto. Tersangka bernama M Choirul Amin (38) diamankan bersama sejumlah barang sitaan seperti buku jihad dan surat keterangan pindah palsu. Menurut Kapolsek Trowulan, AKP Sulkan, penggerebekan ini adalah hasil pengembangan yang didapat dari hasil penangkapan di Jalan Empunala 78.

Selain buku jihad dan dokumen palsu, tim Densus 88 juga mengamankan satu set komputer, sebuah laptop, 2 hardisk, 1 set stempel palsu, sebuah ponsel Smartfren, 3 kardus HP Samsung, dan 2 bilah pisau. Namun lagi-lagi tidak ditemukan bahan peledak di lokasi kedua ini. “Bahan peledak tidak ditemukan. Kalau buku-buku jihad ada,” kata Sulkan

Kronologi Jatuhnya Pesawat T-50i Golden Eagle Di Airshow Gebyar Dirgantara Yogyakarta


Musrifah (33) menjadi saksi mata jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle yang sedang beraksi di acara Gebyar Dirgantara 2015 di Yogyakarta siang tadi. Suara dentuman keras seperti bom, membuatnya takut. “Suaranya bum! Seperti bom kencang sekali,” ujar Musrifah di Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015). Ribuan penonton yang sedang menyaksikan begitu kaget dengan kejadian ini. Meski begitu, beberapa di antaranya ada yang berlarian menuju titik jatuhnya pesawat.

Asap hitam tampak membumbung tinggi.”Orang-orang lari ke pesawat yang jatuh. Tapi saya sama anak-anak langsung pulang. Anak-anak takut,” imbuhnya.Beberapa saat setelah pesawat T50-i jatuh, pesawat-pesawat lain yang masih di udara mendarat secara bertahap. Kemudian pertunjukan aerobatic langsung dihentikan. “Terus yang lain turun (landing) satu persatu,” kata Mus. Usai insiden jatuhnya pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI Angkatan Udara di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta, kini bandara itu kembali beroperasi normal.

Edwin Wibowo, General Affair and Communication PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Adisucipto, menyatakan bahwa ketika insiden terjadi, bandara sempat ditutup untuk proses evakuasi dan investigasi. Namun bandara kini telah kembali beroperasi. Begitu pula dengan penerbangan komersial. “Sempat closed, kira-kira setengah jamlah. Tapi sekarang penerbangan sudah kembali normal,” kata Edwin, Minggu (20/12). Jet tempur T-50 TNI AU jatuh sekitar pukul 10 pagi waktu setempat. Kecelakaan terjadi saat pesawat sedang beratraksi di Yogya Airshow yang dikunjungi sekitar lima ribu pengunjung. Acara pun langsung dihentikan.

Saat bandara sempat ditutup pagi tadi, terdapat sejumlah penerbangan yang terpaksa ditunda. “Satu-dua penerbangan ada yang delay. Kalau tidak salah Citilink,” kata Edwin tanpa merinci berapa lama penundaan penerbangan tersebut terjadi. Edwin menolak memaparkan proses evakuasi pesawat yang sempat membuat bandara ditutup. Ia menyerahkan hal tersebut kepada Bandara Adisucipto. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan sementara menyatakan pesawat T-50 jatuh karena ada problem pada mesin ketika melakukan atraksi. Problem itu diduga menyebabkan mesin mati di udara.

Yogya Airshow merupakan bagian dari rangkatan kegiatan Gebyar Dirgantara Hari Ulang Tahun Sekolah TNI Angkatan Udara ke-70. Acara yang mestinya penuh sukacita itu kini berakhir sedih dengan wafatnya dua prajurit TNI AU. Letkol Penerbang Marda dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi tewas di tempat. Satu dari dua pilot T-50 Golden Eagle yang tewas dalam kecelakaan pesawat supersonik milik TNI AU itu di Yogyakarta hari ini merupakan Komandan Skadron Udara Tempur 15 yang bermarkas di Pangkalan Udara Iswahjudi, Madiun, Jawa Timur. Dia adalah Letkol Penerbang Marda Sarjono.

Marda menjabat sebagai Danskadron Udara 15 sejak 23 Oktober 2014. Ini adalah skadron yang khusus mengoperasikan pesawat tempur ringan T-50 Golden Eagle hasil pengembangan industri penerbangan Korea Selatan bersama perusahaan penerbangan AS Lochkeed Martin.Berdasarkan keterangan dari situs resmi TNI di tni.mil.id, Letkol Penerbang Marda Sarjono merupakan salah satu dari enam penerbang TNI AU yang dikirim ke Korea Selatan untuk secara khusus mempelajari teknis pengoperasian T-50.Dia juga yang membawa jet tempur itu dari Korea Selatan ke Indonesia untuk memperkuat armada udara TNI.

Marda merupakan alumnus Akademi Angkatan Udara tahun 1997. Sebelum menjadi Komandan Skadron Udara 15, ia menjabat Kepala Standardisasi dan Evaluasi (Kastandeval) Wing 3 Lanud Iswahjudi.Selain Marda, satu pilot lainnya yang tewas ketika T-50 yang mereka awaki terjun bebas dari langit ialah Kapten Penerbang Dwi Cahyadi. Pesawat itu sesungguhnya sedang melakukan atraksi dalam Yogya Airshow yang digelar pagi tadi, Minggu (20/12). “Dua pilot kami meninggal dunia,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto, membawa kabar duka.

Ini bukan kali pertama pilot-pilot TNI AU jatuh karena kecelakaan pesawat. Pukul 14.00 siang ini, Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna akan menggelar konferensi pers resmi terkait kecelakaan T-50 di Yogya itu.TNI Angkatan Udara membentuk Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang (PPKPT) menyusul musibah yang menimpa salah satu jet tempur mereka. T-50i Golden Eagle jatuh saat sedang menggelar aksi aerobatik pada Gebyar Dirgantara 2015 di Pangkalan Udara Adisucipto, Yoyakarta, pagi tadi.

“Guna mengetahui penyebab kecelakaan, Tim Panitia Penyelidik Kecelakaan Pesawat Terbang saat ini sedang bekerja melakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12).Dalam proses investigasi tersebut, Korea Selatan juga akan dilibatkan sebagai negara pembuat jet tempur ringan T-50i Golden Eagle. Indonesia membeli T-50i dari Korea Aerospace Indrustries (KAI) pada tahun 2013.“Kami pasti akan libatkan (Korea Selatan) dalam investigasi,” ujar Dwi.

Tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsda Hadiyan Sumintaatmadja. akan melakukan penyelidikan berdasarkan mode 5M, yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. Seluruh unsur itu akan diteliti hingga dapat disimpulkan penyebab kecelakaan. T-50i Golden Eagle yang dipiloti Komandan Skadron Udara 15 Letkol Penerbang Marda Sarjono dan Kapten Penerbang Dwi Cahyadi selaku radar interceptor officer, jatuh di pinggiran kesatrian Akademi Angkatan Udara Yogyakarta dan menewaskan dua awak di dalamnya.

Sebelum jatuh, pesawat tempur ringan itu melakukan manuver terbang rendah di atas ribuan pengunjung Yogya Airshow –bagian dari rangkaian acara Gebyar Dirgantara. Jatuhnya T-50i itu langsung membuat kegiatan Yogya Airshow yang dihadiri sekitar lima ribu pegunjung dihentikan. TNI Angkatan Udara menyatakan jet tempur ringan Golden Eagle T-50i yang jatuh di Yogyakarta pagi tadi adalah pesawat yang baru dibeli tahun 2013 atau sekitar tiga tahun lalu.

Golden Eagle T-50i adalah pesawat latih tempur buatan Korea Selatan, yakni Korea Aerospace Industries, hasil pengembangan bersama perusahaan Amerika Serikat Lookheed Martin. Pesawat ini hadir di Indonesia menggantikan Hawk MK-53. “Pesawatnya relatif baru, buatan Korea yang datang ke Indonesia 2012-2013,” kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Dwi Badarmanto dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12). Sebelum lepas landas, pesawat T-50i itu juga melewati berbagai pemeriksaan rutin, bahkan sempat melakukan atraksi yang memukau ribuan pengunjung sebelum musibah terjadi.

Untuk mengetahui penyebab jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle, pemerintah membentuk tim investigasi yang dipimpin oleh Wakil Kepala Staf TNI AU Marsda Hadiyan Sumintaatmadja. “Sore ini beliau akan langsung berangkat ke Yogya,” ujar Dwi. Tim investigasi rencananya akan melakukan penyelidikan berdasarkan mode yang disebut 5M, yakni manusia, mesin, media, misi dan manajemen. “Semoga dalam waktu dekat kita sudah mengetahui penyebabnya, dan dapat menyimpulkan langkah yang akan diambil selanjutnya,” kata Dwi. Dalam proses investigasi, TNI AU akan melibatkan Korea Selatan sebagai pemasok pesawat Golden Eagle T-50i.

Jet tempur Golden Eagle T-50 milik TNI jatuh di sekitar landasan militer Bandara Adisucipto Yogyakarta pada Minggu (20/12). Sebelum insiden ini terjadi, berbagai varian jet tempur ini rencananya akan digunakan untuk keperluan latihan militer di sejumlah negara. Pesawat Golden Eagle T-50 merupakan pesawat tempur yang dikembangkan oleh Korea Aerospace Industries (KAI) dan Lockheed Martin. Ini adalah pesawat tempur pertama buatan Korea Selatan yang bisa mencapai kecepatan supersonic.

Pertama kali dirakit untuk keperluan militer Angkatan Udara Republik Korea (ROKAF), jet tempur T-50 Golden Eagle merupakan pengembangan dari jet tempur KTX-2, pesawat serang yang ringan dan kerap digunakan dalam latihan militer, yang dirilis sekitar tahun 1992. Spesifikasi pesawat kemudian disesuaikan dengan keperluan akrobatik dalam latihan tempur dan dikembangkan menjadi beberapa varian, yaitu TA-50, T-50B, dan FA-50. Jet T-50B kerap menjadi pesawat serang yang memimpin latihan tempur Korsel.

Jet tempur T-50 dirancang untuk memberikan pelatihan bagi calon pilot dan penerbang militer pemula, sebelum mereka dapat menerbangkan jet tempur yang lebih canggih, seperti pesawat F-16, F-22 dan F-35 yang sering digunakan dalam latihan militer bersama. Pesawat ini sebenarnya sudah dikembangkan sejak 1990, namun baru mulai diproduksi masal oleh Korea Selatan pada 2003. Dua tahun kemudian pesawat baru bisa dikirimkan ke negara-negara pemesan.

Tak hanya Indonesia, Angkatan Udara Filipina juga akan menggunakan jet tempur tipe ini untuk latian tempur. Pada akhir Maret 2014, Departemen Pertahanan Nasional Filipina mengumumkan pembelian 12 jet serang ringan varian dari TA-50, yakni FA-50 senilai US$421 juta, atau sekitar Rp5,8 triliun. Pengiriman pesawat ke Filipina dijadwalkan akan dilakukan pada Desember 2015 dan berakhir pada 2017. Filipina juga dikabarkan akan menambah sekitar 12 jet tempur tipe FA-50, namun belum ada rincian informasi soal hal ini.

Irak juga telah bernegosiasi untuk mengakuisisi jet tempur T-50 untuk latihan militer,. Pertama kali ketika menyatakan minatnya pada KTT Korea-Irak di Seoul pada 24 Februari 2009, Irak menandatangani kontrak akuisisi 24 jet tempur varian T-50IQ pada Desember 2013. Akuisisi ini dilengkapi dengan pembeluan peralatan tempur dan pelatihan pilot selama 20 tahun. Pengiriman pertama jet tempur T-50IQ ke Irak akan dimulai pada April 2016 dan dijadwalkan kelar selama 12 bulan selanjutnya.

Thailand juga akan menggunakan jet tempur varian T-50 yang akan digunakan untuk menggantikan pesawat L-39 Albatros yang telah menua. Pembelian jet tempur ini diumumkan pada Septermber 2015 ketika Thailand lebih memilih membeli jet buatan Korsel ini ketimbang jet tempur buatan China, Hongdu L-15. Pengiriman jet tempur T-50 ke Thailand akan dimulai pada Maret 2018. Sejumlah negara lain, seperti Spanyol, Uni Emirat Arab, Azerbaijan, Brunei, Pakistan, Vietnam dan Taiwan juga telah menunjukkan minat mereka untuk membeli jet tempur T-50 berserta variannya, meski belum ada penandatanganan kontrak.

Korea Selatan juga dilaporkan akan mencoba untuk menjual jetm tempur T-50s dan membeli jet tempur F-35. Jet tempur T-50 merupakan salah satu pesaing dalam program TX yang dibuka oleh Angkatan Udara AS. Jika lolos dalam program ini, Korsel memiliki kesempatan untuk mengekspor 300 hingga 1.000 pesawat tipe tersebut beserta variannya. Di Indonesia Golden Eagle T-50 sudah mendarat sejak akhir 2013 untuk menggantikan pesawat Hawk MK-53. Total ada 16 pesawat yang dipesan Kementerian Pertahanan dan masuk secara bertahap.

Dilihat dari spesifikasinya Golden Eagle T-50 memang termasuk salah satu pesawat tempur canggih. Bobotnya yang ringan, mesin yang kencang, membuat pesawat ini cocok dijadikan pesawat latih lanjutan bagi pilot pesawat tempur.Menurut catatan Wikipedia pesawat ini memiliki panjang 13 meter dengan lebar mencapai 9,45 meter dengan kecepatan maksimum mencapai 1.600 KM per jam.Sebagai pesawat tempur ringan Golden Eagle T-50 juga memiliki persenjatan yang lengkap, ada gatling gun tiga laras yang bisa menyemburkan 2.000 peluru setiap menitnya serta beragam macam rudal dan roket.

Berkat semua kecanggihanya itu Golden Eagle T-50 Golden Eagle dianggap layak untuk selalu tampil dalam berbagai acara kedirgantaraan, bersanding dengan pesawat super lainnya seperti F16 dan Sukhoi Su-30. Pesawat TNI AU jenis T50i Golden Eagle jatuh dan menewaskan dua pilot di dalamnya. Sebelum jatuh, pesawat sempat menabrak gedung Akademi Angkatan Udara (AAU) yang berada di lingkungan Lanut Adisutjipto.

Menurut informasi yang dihimpun, peristiwa terjadi pukul 09.40 WIB pada saat melakukan akrobatik udara di Lanud Adi Sucipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015). Pesawat menabrak gedung AAU sebelum menyentuh tanah dan terbakar. Para penumpang pesawat komersial di Bandara Adisutjipto mendengar ledakan dari pesawat tersebut setidaknya dua kali. Kecelakaan yang menewaskan perwira TNI AU ini menyebabkan airshow dalam rangka Gebyar Dirgantara yang dimulai Sabtu kemarin ditutup lebih cepat. TNI Angkatan Udara menyatakan akan melibatkan pihak Korean Aero Industries (KAI) Korea Selatan dalam tim investigasi terkait jatuhnya pesawat tempur jenis T-50i Golden Eagle di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta. Kadispen TNI AU Marsma Dwi Badarmanto mengatakan keterlibatan pihak Korea Selatan pasti dilibatkan di dalam tim investigasi.

“Ya, pasti dong. Kita akan libatkan di dalam tim investigasi di dalam tim TNI,” kata Dwi saat jumpa pers di Gedung Suma III, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Minggu (20/12/2015).Dia mengatakan saat ini TNI AU sudah membentuk tim investigasi yang dipimpin Wakil Kepala Staf TNI AU Marsekal Madya TNI Hadiyan Sumintaatmadja. Pembentukan tim investigasi ini instruksi langsung Kepala Staf TNI AU Marsekal Agus Supriatna. “Tim investigasi sudah di Yogya,diketuai langsung Wakil KSAU. Beliau yang akan pimpin tim investigasi untuk cari tahu, menemukan hal yang menyebabkan (kecelakaan) bisa terjadi,” ujar Dwi.

Rencananya, Kepala Staf TNI AU juga akan berangkat menuju Yogyakarta untuk melihat langsung lokasi. “Kepala Staf TNI AU, bila cuaca bagus atau sore ini atau secepatnya, beliau akan berangkat ke Yogya,” tuturnya.TNI AU kehilangan dua prajurit terbaiknya: Letkol Marda Sarjono dan Kapten Dwi Cahyadi. Keduanya gugur saat pesawat tempur latih T50i Golden Eagle yang mereka awaki jatuh dan terbakar saat beratraksi di airshow di Yogyakarta.

“Saya mewakili TNI AU menyampaikan duka cita sedalam-dalamnya dan (yang gugur) ditempatkan di tempat yang mulia, gugur dalam tugas,” ujar Danlanud Adisutjipto Marsma TNI Imran Baidirus dalam jumpa pers di Kantor Danlanud Adisutjipto, Yogyakarta, Minggu (20/12/2015) siang.Sebelum terbang, kedua pilot itu sempat berpose. Salah satu fotonya tampak mereka berfoto bertiga dengan seorang pria.Marda adalah Komandan Skadron 15 Madiun. Dia merupakan pilot yang membawa pesawat T50i ke Lanud Adisutjito untuk pertama kalinya pada Agustus 2015 sejak pesawat itu dimiliki Indonesia pada 2014.

Saat Marda terbang ke Yogya dalam rangka untuk static show di hadapan pejabat militer Thailand yang juga tertarik memiliki pesawat tersebut.T50i merupakan pesawat tempur ringan yang menjembatani ke pesawat yang berteknologi lebih canggih seperti F16 dan Sukhoi. T50i buatan Korsel dibeli Indonesia untuk menggantikan Hawk 53 buatan Inggris. Ketika Hawk 53 pensiun, Marda sempat diabadikan wartawan melakukan salam perpisahan mengharukan dengan pesawat tempur yang biasa dikemudikannya itu dengan mencium bodi pesawat itu.