Kisah Morea Belut Raksasa di Maluku Yang Keramat


morea belut keramat raksasa ambon2

Selain deretan pantai, salah satu destinasi menarik di sekitar Ambon adalah Kolam Waiselaka. Kolam yang airnya jernih dan punya lubang yang diyakini terhubung ke laut itu, dihuni oleh Morea alias belut raksasa dan dikeramatkan. Panjangnya bisa 1 meter lebih!

Berjarak 45 menit dari pusat Kota Ambon, paculah kendaraan menuju Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Jalananya sudah cukup bagus, tapi cukup sempit. Di tengah-tengah pemukiman penduduk, terdapat plang penunjuk dan suatu papan bertuliskan ‘Kolam Waiselaka’.

Kolamnya cukup luas dan berwarna jernih. Menariknya, salah satu sisi kolam digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian oleh warga setempat. Namun di sebelah kiri yang dekat dengan tebing, airnya tidak boleh dipakai untuk apa pun karena digunakan untuk minum. Warnanya pun lebih biru dan lebih jernih! “Kolam ini di dalamnya ada terowongan yang mengarah ke laut. Ada sumber mata airnya juga. Ikan-ikan dari laut itu berenang sampai ke sini dan akhirnya hidup di air tawar. Itu aneh tapi nyata,” ujar Baldus Bakarbessy, sang pemandu setempat kepada detikTravel di pekan lalu.

morea belut keramat raksasa ambon

Pak Bai, begitu panggilan akrabnya langsung menunjukan sesuatu yang tidak biasa. Dia menyuruh untuk melihat ke pinggiran kolam, yang terlihatlah ekor-ekor ikan yang besar. Apa itu Pak Bai? “Itu Morea, belut raksasa. Jumlahnya ratusan ekor,” katanya. Usut punya usut, ternyata Pak Bai sendiri adalah satu dari dua pawang Morea. Morea, belut raksasa itu tidak akan menampakan diri kalau tidak dipanggil olehnya. Sejurus kemudian, Pak Bai turun ke air dengan mulut berkomat-kamit seperti membaca doa, sambil mengelus-elus permukaan air.

Tak butuh waktu lama, beberapa Morea keluar dari pinggiran kolam. Ukurannya sangat besar, tidak seperti belut pada umumnya. Apalagi, tubuhnya juga besar, yang mampu bikin geleng-geleng kepala. Ukurannya, bisa mencapai 1 meter lebih! Pak Bai, lantas mengeluarkan satu telur ayam yang menjadi makanan Morea. Setelah telur dipecahkan dan diletakan di atas permukaan air. Hap… Morea langsung menyambar dan melahapnya.

“Adik sini turun ke kolam, tidak apa-apa. Dia tidak gigit, dia jinak. Boleh dipegang sambil berfoto juga,” ujar Pak Bai. Setelah itu, Pak Bai bercerita soal asal usul Morea. Dia menegaskan, Morea adalah suatu mahluk keramat yang begitu dijaga. Selapar-laparnya penduduk Desa Waai, mereka tidak akan pernah memakan Morea. “Tidak, Morea ini tidak boleh dimakan,” tegasnya.

Sejarahnya, pada zaman dulu penduduk dari gunung ingin pindah ke pinggiran pantai. Kebutuhan hidup di sana dinilai lebih banyak, seperti makanan dan lain-lainnya. Lalu, dilemparlah tombak dari jauh (yang diyakini berkekuatan gaib) dan tertancaplah di tanah yang sekarang di pinggirannya kolam. Dari situ, keluarlah air dan ikan-ikan serta Morea. Pertanda ada mahluk hidup di sana dan bisa menjadi tempat tinggal. Tapi tentu, mahluk-mahluk di dalam airnya termasuk Morea dilarang untuk dibunuh.

Masyarakat setempat pun menjaga dengan baik kolam tersebut. Bahkan para pemudanya, satu bulan sekali membersihkan kolamnya. Meski ada kabar yang beredar kalau air di sana keramat dan Morea sendiri dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, tapi dibantah oleh pak Bai. “Mengapa keramat, kami hanya menjaga dari apa yang dilakukan leluhur. Soal bisa menyembuhkan penyakit dan lain-lain, itu semua berasal dari Tuhan,” ujarnya.

Hampir setiap hari, wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Kolam Waiselaka untuk melihat Morea. Biaya untuk melihatnya, sekitar Rp 40 ribu karena harus membeli 4 telur sebagai makanan Morea dan biaya pawangnya. Namun dengan harga segitu, sudah bisa melihat dan mengelus Morea. “Enaknya datang pada pukul 16.00 WIT yang mana itu jam biologis mereka untuk makan. Jumlah mereka ratusan ekor, banyak sekali,” ucap Pak Bai.

Jadi, kapan kamu mencoba memegang belut keramat raksasa ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s