Abu Letusan Gunung Bromo Guyur Pasuruan


Kamis (17/12), abu vulkanik Gunung Bromo kembali mengguyur Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik tersebut. Relawan PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), menyiapkan dapur umum untuk siaga bencana erupsi Gunung Bromo. Hingga saat ini, aktivitas Bromo terus fluktuatif. Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh pun masih ditutup.

Relawan PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), menyiapkan dapur umum untuk siaga bencana erupsi Gunung Bromo. Hingga saat ini, aktivitas Bromo terus fluktuatif. Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh pun masih ditutup. “Hari ini dilaporkan abu kembali mengguyur Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Namun, abu hanya sampai di kawasan pertanian dan belum mengganggu aktivitas warga,” kata Bakti Jati Permana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, Kamis.

Bakti mengatakan, BPBD kembali memasok masker ke wilayah Kecamatan Tosari. Total ada sekitar 10.000 masker yang diperuntukkan bagi warga Tosari. Kegiatan wisata di Bromo yang biasanya ramai pada liburan akhir tahun, kali ini sepi. Wisatawan hanya boleh mendekat pada jarak 2,5 kilometer dari kaldera.

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, itu terus fluktuatif. Bakti mengatakan, paparan abu Bromo yang mengguyur wilayah Pasuruan tidak parah karena kawasan itu terlindungi oleh Gunung Pananjakan.

Hari ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pusat kembali menambah sensor pendeteksi letusan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. Alat dipasang oleh Tim Pengamat Gunung Api dari jarak sekitar 3 kilometer dari Gunung Bromo dan memanfaatkan sinar laser.

Pemantauan pada Kamis di Pos Pantau Gunung Bromo di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pukul 00.00-06.00, Gunung Bromo tampak jelas dengan asap kelabu tebal bertekanan kuat. Ketinggian asap sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 3.829 meter di atas permukaan laut mengarah ke barat laut-utara.

Namun, amplitudo tremor terpantau menurun dibandingkan kemarin. “Turunnya tremor jangan diartikan Bromo mulai normal. Namun, situasi ini karena Bromo masih terus fluktuatif. Masyarakat harus tetap waspada karena statusnya siaga,” kata Ahmad Subhan, Kepala Pos Pantau Gunung Bromo, Kamis.

Abu Gunung Bromo juga masih mengarah ke Malang sehingga penutupan Bandara Abdulrachman Saleh kembali diperpanjang hingga Jumat (18/12). “Perpanjangan penutupan ini demi keselamatan penerbangan. Semoga penerbangan dari dan ke Malang segera normal,” kata Suharno, Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrachman Saleh.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s