RJ Lino Direktur Utama PT Pelindo II Jadi Tersangka KPK


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat kemarin telah menetapkan Direktur Utama PT Pelindo II (Persero), RJ Lino, sebagai tersangka pada kasus dugaan korupsi pengadaan 3 Qual Container Crane (QCC) tahun 2010. Meski telah ditetapkan sebagai tersangka, Lino masih bekerja seperti biasa dan masih menempuh jalur hukum. Apa sikap Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai perwakilan pemerintah untuk mengawasi Pelindo II?

Menteri BUMN, Rini Soemarno menjelaskan, Kementerian BUMN masih mengikuti proses hukum terkini. “Kami kalau mengenai hal itu, kami sedang menunggu. Tentunya kami mengikuti proses hukum,” kata Rini, usai acara peluncuran ATM Himbara di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (21/12/2015). Terkait opsi memberhentikan Lino pasca berstatus tersangka, Rini masih menunggu rekomendasi dari Dewan Komisaris Pelindo II.

“Kami menunggu laporan dari Komisaris Pelindo II. Jangan lupa, Pelindo II itu korporasi. Korporasi tidak terlepas dari Direksi dan Komisaris. Kita sedang memproses dari Dewan Komisarisnya,” tuturnya. Rini menyampaikan, pihaknya tidak akan melindungi Lino bila dalam proses persidangan terbukti bersalah. “Kita ikuti hukumnya. Kita lihat kesalahannya apa. Kita tidak ada yang dilindung-lindungi,” kata Rini.

Direktur Utama PT Pelindo II, RJ Lino, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Hari ini, Lino tetap kerja dan masuk kantor seperti biasa. Lino membantah dirinya mengundurkan diri dari jabatan sebagai Dirut Pelindo II. “Saya masih ngantor seperti biasa. Tidak benar saya mengundurkan diri. Kita kerja benar, dan kita harus melawan,” jelas Lino.

Menurut Lino, dirinya tetap bekerja dengan maksimal dan berusaha agar penetapannya sebagai tersangka di KPK tidak mempengaruhi kinerja perusahaan. “Sejauh ini kami mengikuti peraturan dari BUMN, sejauh aktivitas saya tidak mengganggu perusahaan, tidak akan diberhentikan. Tapi saya tetap ikuti aturan hukum yang berlaku,” tegas Lino. Seperti diketahui, Lino ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan 3 Quay Container Crane (QCC) tahun 2010. Lino tidak kaget dengan penetapan dirinya sebagai tersangka dan akan menjalani semua proses hukum di KPK.

Pagi ini beredar pesan yang mengatasnamakan Lino, dalam pesan tersebut, disebut disinggung soal pengunduran diri Lino sebagai Dirut Pelindo II. Berikut isi pesan tersebut. Dalam pesan tersebut, Lino memberikan semangat kepada para pegawainya agar tetap bekerja keras dan semangat. Lino meminta seluruh staf dan karyawan Pelindo II untuk menjaga dan merawat perusahaan tersebut. Selain itu, dia juga mengatakan akan berkonsultasi dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno soal posisinya sebagai Dirut Pelindo II.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s