Indonesia Siaga I Teror Pada Bulan Desember 2015


Pengamanan area publik di Indonesia akan ditingkatkan seiring maraknya ancaman aksi teror jelang akhir tahun. Peningkatan pengamanan akan dilakukan termasuk di bandara-bandara internasional yang ada di daerah-daerah. Menurut Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, pengamanan jelang Natal dan tahun baru akan difokuskan di tempat-tempat yang penuh keramaian. “(Fokus pengamanan) bukan kota, kita menyangkut pada area publik yang kita anggap bisa mungkin untuk itu (teror). Sehingga kita juga melakukan pengamanan misalnya semua bandar udara, khususnya internasional, untuk lebih berjaga-jaga,” ujar Luhut di kantornya, Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, mantan Kepala KSP itu juga berkata bahwa ancaman teror akhir tahun tidak hanya menimpa Indonesia. Ancaman serupa juga kabarnya dialami negara-negara lain. Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso siang tadi. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Ia mengatakan informasi ini juga diperkuat oleh Australian Federal Police (AFP) dan intelijen Singapura. Siaga I merujuk kepada tingginya tingkat ancaman sehingga memerlukan kesiapan pasukan. Dalam siaga I, ancaman nyata dapat terjadi sewaktu-waktu, bisa dari dalam atau luar negeri. Oleh karena itu, pengamanan akan melibatkan keseluruhan personel untuk mengamankan dari potensi ancaman.

Sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menangkap sembilan teroris di lima berbeda di Indonesia, di antaranya Cilacap, Tasikmalaya, Sukoharjo, Mojokerto, dan Gresik. Mereka ditangkap dalam waktu 3 hari, yaitu pada 18, 19, dan 20 Desember lalu. Mereka diduga merencanakan aksi teror kepada masyarakat berupa peledakan bom rakitan. Markas Besar Polri menyatakan ada total sembilan orang terduga teroris yang ditangkap di sejumlah tepat pada akhir pekan lalu. Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Inspektur Jenderal Anton Charliyan menyebut mereka berniat melakukan serangan besar-besaran Desember ini.

“Mereka punya plot untuk menyerang pejabat, objek vital di Indonesia, juga kelompok radikal lain yang dianggap musuh ISIS (kelompok Negara Islam Irak dan Suriah),” kata Anton, Senin (21/12). Anton tidak menjelaskan kelompok radikal lain apa yang dia maksud. Namun, informasi yang dihimpun menyebut sasarannya adalah kelompok Syiah yang berada di Pekalongan, Bandung dan Pekanbaru.

Dia mengatakan para teroris sudah menarget beberapa kota besar di Indonesia. Tanpa merinci, Anton mengatakan kota incaran itu adalah dua kota di Jawa, satu kota di Sumatera dan satu kota di Kalimantan. Selain itu, kata Anton, para teroris juga berniat mengincar kantor polisi, tempat ibadah, pejabat Detasemen Khusus 88 Antiteror, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme dan pemerintah. Sementara itu, menurut Anton, teroris yang ditangkap di Jawa Timur bukan kelompok ISIS seperti yang ditangkap di tempat lainnya. Menurutnya, mereka tergabung dengan jaringan yang lebih dulu ada di Indonesia, Jamaah Islamiyah.

Serangan besar-besaran ini, kata Anton, dilakukan untuk menarik perhatian dunia internasional. “Mereka mau melakukan konser besar di Indonesia.” Lima teroris yang diduga terkait dengan ISIS di antaranya adalah Riswandi dan Yudinon Syahputra yang ditangkap di Majenang; Zaenal dan Asep Urip yang ditangkap di Tasikmalaya; dan Abu Jundi alias Abdul Karim yang ditangkap di Sukoharjo.

Sedangkan kelompok teroris yang ditangkap terkait jaringan Jamaah Islamiah di antaranya adalah M Khaerul Anam, Teguh Prambanan, dan Imran. Mereka bertiga dibekuk di Mojokerto. Di Kotabaru, Driyorejo, Gresik petugas juga menangkap Joko Ardiyanto yang merupakan buron terkait jaringan tersebut. “Kami tangkap karena mereka hendak melakukan aksi Desember ini, sehingga Mabes Polri menerapkan siaga 1,” kata Anton. Ketika ditanyai mengapa ancaman meningkat pada akhir tahun, Anton tidak bisa menjelaskan. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan adanya kelompok teroris lain yang masih belum tertangkap. Namun, dia meminta masyarakat tenang karena Polri sudah melakukan pengawasan dan akan langsung menindak setiap indikasi teror.

Kepolisian Daerah Riau mengantisipasi serius pernyataan siaga satu ancaman teror dalam menghadapi Hari Natal 2015. Untuk mengantisipasi bom meledak di gereja seperti yang terjadi tahun 2000 di Pekanbaru, Polda Riau menerjunkan intelijen dan patroli 24 jam selama Operasi Lilin tahun ini. Guntur menjelaskan, saat ini Gegana Satuan Brigade Mobil (Brimob) Polda Riau telah memulai kegiatan patroli selama 24 jam. Hal ini untuk mengantisipasi adanya teror dari kelompok radikal.

“Tak hanya Brimob, seluruh satuan yang ada di Polda, mulai dari intelijen dan petugas patroli sudah menyebar untuk melakukan antisipasi dini menjelang Natal dan tahun baru,” kata Guntur, Senin (21/12), seperti dikutip dari Antara. Menurut Guntur, Polda Riau tidak mau kejadian pada tahun 2000 terulang lagi. Pada saat itu, ada bom meledak di sebuah gereja di Pekanbaru dan menewaskan empat orang. “Apalagi saat ini, sudah ada ancaman yang disebar kelompok radikal untuk melakukan aksi. Untuk mencegah itu, Brimob melakukan patroli selama 24 jam,” ungkap Guntur.

Pada malam Natal tahun 2000, sebuah bom meledak di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Jalan Hang Tuah, Pekanbaru, Riau. Sebanyak 2.740 personel dalam upaya pengamanan 1.066 gereja pada perayaan Natal 2015 juga telah disiagakan. Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau Ajun Komisaris Besar Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru hari ini mengatakan, penempatan personel pada setiap gereja akan berbeda bergantung tingkat kerawanannya.

“Intinya kami siapkan pola tertentu yaitu akan dilakukan penebalan pada setiap gereja sesuai tingkat kerawanan,” Guntur menjelaskan, setiap personel dilengkapi dengan senjata lengkap. “Di samping gereja, Polda Riau juga mengamankan 85 pusat perbelanjaan, 50 objek wisata, dan 83 lokasi pergantian tahun baru,” ujarnya. Namun demikian, Guntur mengimbau masyarakat untuk tidak resah. Masyarakat diajak bekerja sama mencipatakan keamanan dan ketertiban dengan melaporkan gerakan sekelompok orang yang mencurigakan.

“Kalau ada sekelompok orang yang mencurigakan bisa dilaporkan kepada polisi. Kepolisian akan bergerak cepat karena sekarang siaga satu. Apapun laporan yang berpotensi menciptakan gangguan akan ditindak dengan cepat,” tutur Guntur. Tak ketinggalan, Kepolisian Resor (Polres) Pasaman, Sumatra Barat, juga memastikan siap mengamankan perayaan Natal dengan meningkatkan pengamanan dua geraja di Kecamatan Panti. Kapolres Pasaman Ajun Komisaris Besar Agoeng S Widayat di Lubuk Sikaping hari ini mengatakan, Pasaman memiliki dua gereja yaitu gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan gereja Katolik. Kedua gereja tersebut berlokasi di Kejorongan Murni Panti.

“Dua gereja itu akan diamankan 24 jam. Di lokasi juga akan didirikan pos pengamanan agar tidak ada kejadian yang tidak diinginkan saat perayaan Natal,” kata Agoeng. Polres Pasaman akan berkoordinasi dengan Satpol PP, TNI, Dinas Perhubungan, BPBD, dan Dinas Kesehatan untuk kegiatan pengamanan. Pengamanan kedua gereja perlu ditingkatkan mengingat lokasinya berada di pinggir jalan lintas Sumatra. “Kami siap mengamankan perayaan natal ini, demikian juga dengan tahun baru 2016, terutama di lokasi keramaian,” ujarnya.

Angggota Komisi III DPR Dossy Iskandar meminta kepada kepolisian untuk tidak lagi menyepelekan laporan dari masyarakat atau media setelah penetapan status Siaga I di seluruh wilayah Indonesia diberlakukan. “Kepolisian tidak boleh lagi menyepelekan laporan-laporan. Setiap laporan, diterima. Apalagi dari media, itu tidak boleh lagi diacuhkan seolah hal biasa,” kata Dossy. Dossy melihat, selama ini kepolisian kerap kali mengabaikan laporan masyarakat atau pemberitaan di media terkait potensi ancaman keamanan. Komisinya juga disebut sudah mengingatkan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti terkait hal tersebut.

Selain itu, Politikus Partai Hanura itu berharap agar kepolisian tidak terpancing dengan godaan dari Negara Islam Suriah (ISIS) yang melakukan ancaman secara terbuka ke berbagai pihak. Dossy berharap agar kepolisian tetap bekerja profesional dan sesuai dengan standar operasi yang berlaku. “Kami berharap aparat kepolisian tidak terpancing terhadap manuver-manuver kelompok tertentu yang mencoba memancing atau menantang polisi. Saya berharap aparat keamanan tetap dewasa,” ucap Dossy.

Meski begitu, Dossy sepakat dengan langkah penetapan status Siaga I oleh kepolisian dan Badan Intelijen Negara (BIN). Walaupun, belum ada jaminan aparat keamanan tidak akan kecolongan lagi setelah Status Siaga I ditetapkan. “Saya pikir setidaknya dengan penetapan ini, tingkat kewaspadaan menjadi tinggi,” ujar Dossy. Adapun terkait dana operasional kepolisian terkait status Siaga I ini, Dossy berkata tidak ada tambahan yang akan diberikan Komisi Hukum DPR. Senab menurutnya tidak ada permintaan mengenai hal itu dan polisi disebutnya telah memiliki dana kontijensi yang cukup setelah anggarannya disahkan Komisi Hukum DPR.

Potensi ancaman terorisme jelang Natal dan Tahun Baru 2016 diklaim terjadi di seluruh negara. Atas dasar itu, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan berkata bahwa status Siaga I ditetapkan di Indonesia akhir tahun ini. “Ancaman itu kelihatannya global. Jadi bukan hanya kita saja yang siaga. Jadi jangan berpikir Indonesia saja, tapi itu terjadi dimana-mana,” kata Luhut di kantornya, Jakarta, Senin (21/12). Status siaga I jelang pergantian tahun telah diumumkan oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Badrodin Haiti dan Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Sutiyoso kemarin. Badrodin mengatakan pada bulan lalu pihaknya telah mendapatkan informasi terkait rencana terorisme di Jakarta dan Jawa Tengah pada Desember ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s