Monthly Archives: December 2015

Hindari Melakukan 6 Hal Ini Saat Di Gym dan Fitness


Bagi mereka yang tak suka olahraga sendirian, gym menjadi pilihan yang menyenangkan untuk bererolahraga. Selain bermanfaat untuk kesehatan tubuh, kesempatan untuk bertemu teman baru juga terbuka. Tapi, apakah kita tahu kalau ada beberapa hal yang bisa mengganggu aktivitas kita dan orang lain di gym? Berikut ini adalah enam hal yang sebaiknya tidak dilakukan ketika berada di gym.

1. Memakan makanan yang menyebabkan bau tak sedap.
Ketika kita akan pergi ke gym untuk berolahraga, cobalah hindari mengonsumsi makanan yang menyebabkan bau badan. Pertama, ini akan membuat kita merasa tidak nyaman dengan bau yang tidak sedap. Kedua, itu juga akan mengganggu orang lain karena bau yang kita sebabkan. Perlu diketahui, tidak ada orang yang menyukai pria dengan napas dan keringat yang berbau bawang.

2. Mengikuti bentuk latihan orang lain.
Menyalin jenis atau bentuk latihan orang lain bukanlah hal yang baik. Kita juga harus tahu, bahwa tidak semua tipe dan bentuk latihan orang lain memiliki manfaat yang sama baiknya untuk tubuh kita. Kreatiflah sedikit guys

3. Menjatuhkan alat di gym.
Kita mungkin akan mengangkat banyak beban. Tapi apa jadinya bila dumbbells yang kita gunakan jatuh berantakan? Tentu selain bisa merusak dumbbells, itu juga akan membahayakan kita dan orang lain. Karena itu, sangat penting untuk berhati-hati ketika menggunakan alat-alat seperti ini dan orang yang sering menjtuhkan atau membanting alat saat latihan biasanya karena mereka mengambil porsi latihan lebih besar dari yang mereka mampu alias Nafsu besar tapi tenaga kurang.

4. Memonopoli peralatan gym.
Bila kita melakukan hal tersebut, bersiaplah menjadi ‘public enemy’. Setiap orang memiliki jadwalnya masing-masing. Jadi, jangan ganggu jadwal orang lain dengan memonopoli semua peralatan.

5. Mendesah dengan berlebihan.
Sedikit desahan saja mungkin normal terutama bagi wanita karena akan terdengar seksi . Tapi, jika desahan yang kita keluarkan sangat keras, kita justru akan menjadi bahan tertawaan orang lain terutama bila anda adalah pria karena akan terlihat bahwa Anda memaksakan diri mengangkat beban melebih kemampuan demi gengsi atau demi terlihat lebih macho.

6. Menggunakan smith machine untuk melakukan squats.
Menggunakan alat ini memang membuat kita lebih mudah melakukan squats. Namun dengan bantuan alat ini, kita tidak akan pernah belajar untuk melakukan posisi squats yang tepat.

Abu Letusan Gunung Bromo Guyur Pasuruan


Kamis (17/12), abu vulkanik Gunung Bromo kembali mengguyur Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik tersebut. Relawan PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), menyiapkan dapur umum untuk siaga bencana erupsi Gunung Bromo. Hingga saat ini, aktivitas Bromo terus fluktuatif. Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh pun masih ditutup.

Relawan PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), menyiapkan dapur umum untuk siaga bencana erupsi Gunung Bromo. Hingga saat ini, aktivitas Bromo terus fluktuatif. Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh pun masih ditutup. “Hari ini dilaporkan abu kembali mengguyur Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Namun, abu hanya sampai di kawasan pertanian dan belum mengganggu aktivitas warga,” kata Bakti Jati Permana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, Kamis.

Bakti mengatakan, BPBD kembali memasok masker ke wilayah Kecamatan Tosari. Total ada sekitar 10.000 masker yang diperuntukkan bagi warga Tosari. Kegiatan wisata di Bromo yang biasanya ramai pada liburan akhir tahun, kali ini sepi. Wisatawan hanya boleh mendekat pada jarak 2,5 kilometer dari kaldera.

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, itu terus fluktuatif. Bakti mengatakan, paparan abu Bromo yang mengguyur wilayah Pasuruan tidak parah karena kawasan itu terlindungi oleh Gunung Pananjakan.

Hari ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pusat kembali menambah sensor pendeteksi letusan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. Alat dipasang oleh Tim Pengamat Gunung Api dari jarak sekitar 3 kilometer dari Gunung Bromo dan memanfaatkan sinar laser.

Pemantauan pada Kamis di Pos Pantau Gunung Bromo di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pukul 00.00-06.00, Gunung Bromo tampak jelas dengan asap kelabu tebal bertekanan kuat. Ketinggian asap sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 3.829 meter di atas permukaan laut mengarah ke barat laut-utara.

Namun, amplitudo tremor terpantau menurun dibandingkan kemarin. “Turunnya tremor jangan diartikan Bromo mulai normal. Namun, situasi ini karena Bromo masih terus fluktuatif. Masyarakat harus tetap waspada karena statusnya siaga,” kata Ahmad Subhan, Kepala Pos Pantau Gunung Bromo, Kamis.

Abu Gunung Bromo juga masih mengarah ke Malang sehingga penutupan Bandara Abdulrachman Saleh kembali diperpanjang hingga Jumat (18/12). “Perpanjangan penutupan ini demi keselamatan penerbangan. Semoga penerbangan dari dan ke Malang segera normal,” kata Suharno, Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrachman Saleh.

3 Pegawai Pajak DKI Ditangkap Polisi Karena Korupsi Dan Memeras Pengusaha


iga orang pegawai pajak DKI Jakarta ditetapkan sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi dan pencucian uang serta pemerasan. Korbannya sejumlah pengusaha hotel.”Modusnya tiga tersangka ini merupakan tim gabungan Dispenda DKI. Tugas mereka khusus untuk mengecek dan menagih pajak untuk perhotelan. Ada 75 hotel, (yang diperiksa) kelompok ini,” jelas Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Mujiyono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (17/12/2015).

Ketiga tersangka adalah RD selaku Bendahara Unit Pelayanan Pajak Daerah Cilandak Jaksel, SAD berdinas di kantor pajak Dispenda DKI dan RM yang berdinas di pajak UPP Grogol Petamburan.Ia mengungkapkan, ketiga tersangka mendatangi para wajib pajak untuk memberitahukan dokumen closing conference (pemberitahuan hasil pajak) sementara kepada wajib pajak berinisial SYP. Dalam keterangannya, mereka menyampaikan bila nilai pajak perusahaan SYP sangat tinggi namun bisa dikurangi dengan syarat memberi upeti.

“Mereka menyampaikan secara lisan ‘anda harus membayar pajak Rp 7 miliar. Uang Rp 7 miliar ini bisa dikurangi jadi Rp 5,8 miliar dengan catatan membayar kepada oknum ini Rp 350 juta,” jelas Mujiyono. Ketiganya mendekati para wajib pajak sebelum terbit adanya Surat Ketetapan Pajak Daerah (SKPD). Padahal seharusnya, mereka memberitahukan setelah adanya SKPD.

Kasus ini terungkap setelah dua orang pengusaha hotel berinisial SYP dan JS melapor polisi. Para pelaku dilaporkan atas dugaan pemerasan senilai Rp 500 juta untuk menurunkan nilai pajak yang harus dibayar.Pada 25 Oktober tersangka menghubungi wajib pajak melalui handphone dan memberitahu bahwa mereka sudah menemukan angka di Rp 5,8 miliar yang harus dibayarkan wajib pajak dari ketentuan Rp 7 miliar. Korban kemudian diminta untuk datang ke UPPD Cilandak Jaksel dengan membawa uang.

“Korban menemui tersangka sambil membawa uang Rp 20 juta, kemudian tersangka menyerahkan 3 lembar dokumen closing conference sementara untuk 3 pemilik hotel. Surat ditanda tangani koordinator tim pemeriksa dan ketua tim pemeriksa,” ungkapnya.Selanjutnya, pada November 2015, tersangka menghubungi wajib pajak kembali untuk menemui dan menyerahkan uang fee sebesar Rp 80 juta. Kemudian disepakati mereka bertemu pada Jumat (11/12) di sebuah restoran cepat saji di Mal Puri Kembangan, Jakbar.

“Pada saat itulah mereka ditangkap di sebuah toko di Kembangan, Jakbar,” imbuhnya.Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai Rp 40 juta dari wajib pajak SYP, uang tunai Rp 5 juta dari wajib pajak hotel di Jl Kartini, Jakpus, dokumen closing conference untuk 3 wajib pajak, 1 unit mobil Nissan Grand Livina B 1345 UOS, 2 unit laptop, 4 unit handphone dan 5 buah flashdisk.

Para tersangka dijerat Pasal 12 hurut a dan b dan e UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 21 Tahun 2001 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana korupai dan atau pasal 3,4,5 UU No 8 Tahun 2010 tantang pencegahan dan pemberantasan TPPU dan atau pasal 368 KUHP jo Pasal 55 KUHP. Polda Metro Jaya menangkap tiga oknum pegawai Pajak DKI yang Mereka diduga melakukan pemerasan pada wajib pajak. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) minta polisi menelusuri muara setoran oknum pegawai pajak itu.

“Memang kita kerja sama dengan pihak kepolisian, kita mau diinsentif kepada Polda. Jadi pajak yang kita pungut mau kita kasih insentif ke Polda membantu kita tangkapin orang-orang yang enggak menyetor pajak pembangunan karena pajak pembangunan beda sama pajak. penghasilan. Itu dititipin oleh masyarakat untuk kepada rakyat dari APBD,” kata Ahok di Tennis Indoor Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).

Ahok mensinyalir aksi itu sudah berlangsung selama beberapa waktu. Dia sudah mendata sejumlah lokasi usaha seperti hotel dan restoran yang kerap dipermainkan oknum Dinas Pelayanan Pajak DKI. “Kita sudah sinyalir di beberapa lokasi, kita sudah punya hitungan nih pajak hotel restoran harus dibayar berapa,” lanjutnya. “Kita sebenarnya sudah dapat (datanya) dari bulan lalu, kita mau kembangin dan mau cari tahu setorannya sampai ke mana. Jangan-jangan Kasudin-nya dapat. Pejabat mana saja yang dapat,” kata Ahok.

Dengan tegas, Ahok pun menyebut pihaknya akan memecat oknum yang sudah ditahan polisi itu jika benar terbukti melakukan pemerasan. “Kalau dapat ya, kesempatan kita berhentikan sebagai PNS,” tutupnya. Aparat Subdit Fiskal, Moneter dan Devisa (Fismondev) Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menangkap 3 orang pegawai pajak di Suku Dinas Pajak Jakarta Barat. Ketiganya diduga melakukan tindak pidana korupsi dengan modus pungli.

“Mereka diduga melakukan korupsi, modusnya pungli. Ini masih didalami oleh Krimsus,” terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Mohammad Iqbal kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (16/12/2015). Iqbal belum bisa membeberkan tindak pidana yang dilakukan ketiganya. Saat ini, ketiganya masih diperiksa intensif di Mapolda Metro Jaya untuk pengembangan lebih lanjut. Nama-nama mereka juga belum disebutkan. Para pelaku ditangkap pada Jumat (11/12) malam di kawasan Jakarta Barat.

“Ketiganya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan sudah ditahan,” imbuhnya. Penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya pada Selasa (15/12) kemarin juga telah melakukan penggeledahan di Sudin Pajak Jakbar dan Dinas Pajak Jakarta. Sejumlah dokumen yang berkaitan dengan tindak pidana ketiga pelaku telah disita polisi dari lokasi tersebut.

“Alat bukti dilengkapi agar lebih kuat dan kita sidik terus sampai tuntas. Siapapun yang terkait akan kita sidik,” tutup Iqbal. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama geram dengan kelakuan oknum Dinas Pelayanan Pajak (DPP) DKI yang masih bermental maling uang. Pria yang akrab disapa Ahok itu pun dengan tegas menyatakan, pihaknya tidak segan-segan cuci gudang dengan cara ‘membuang’ orang seperti itu.

“Kalau ketahuan 90 persen orang pajak (masih bermain dengan nilai pajak) dibuang saja lah. Langsung dibuang saja, buang keluar saja. Berarti mentalnya memang mental maling!” ujar Ahok menanggapi adanya tiga oknum DPP yang diamankan Polda Metro Jaya di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (16/12/2015).

Ahok mengaku pihaknya sudah mengantongi daftar-daftar jumlah pajak penghasilan restoran, hotel dan tempat hiburan Ibu Kota yang dibayar tidak sesuai dengan nilainya. Dia pun mengetahui ada kerjasama antara pengusaha dengan oknum pajak untuk mengemplang nilai pajak penghasilannya tersebut.

“Kami sudah punya daftar list harusnya hotel ini, restoran ini dan tempat hiburan ini bayar pajak minimal berapa sebulan. Nah, data inilah yang kita berikan (kepada Polda Metro Jaya). Kita sudah tahu urunan duitnya sampai ke siapa saja karena pola permainan oknum pajak ini kelakuannya di seluruh Jakarta ini mirip,” sambungnya.

“Kan kita sudah punya data suruh polisi tangkapin. Begitu tangkap, ada kesempatan saya bisa berhentikan. Enak kan,” tegas Ahok. Ahok yakin masih ada banyak oknum pemeras pajak di DPP. Menurutnya, hal itu didasari sifat keserakahan manusia. Jika Ahok memiliki kuasa lebih, dia ingin menindaktegas koruptor. Caranya dengan memiskinkan mereka yang telah menilep uang masyarakat.

“Sampai sekarang polisi sama jaksa kenapa enggak dibubarin? Ada hukuman mati itu kenapa? Karena sifat manusia ya begitu. Dia masih usaha untuk nilep, jadi kita harus tambah ketat,” kata dia. “Sayang saya enggak punya kuasa karena, jika saya punya kuasa maka saya akan memiskinkan. Jadi orang yang korupsi ini dimiskinkan harusnya. Kalau ada pemiskinan baru seru, kalau enggak akan takut dia. Ngapain jadi PNS gaji cuma Rp 60 juta juga malas dia nyolong,” sambungnya.

Ahok mengatakan, selama ini pihaknya kerap menyisihkan 10 persen dari penghasilan pajak daerah untuk membayar insentif mitra kepolisian. Sebab mereka harus bersinergi memelihara keamanan dan ketentraman daerah. “Berdasarkan kasus (pemberian insentif itu). Jadi total insentif pajak yang masuk, berapa persen boleh digunakan untuk insentif. Nah, itu 10 persen bisa digunakan polisi,” tutup Ahok.

Kisah Morea Belut Raksasa di Maluku Yang Keramat


morea belut keramat raksasa ambon2

Selain deretan pantai, salah satu destinasi menarik di sekitar Ambon adalah Kolam Waiselaka. Kolam yang airnya jernih dan punya lubang yang diyakini terhubung ke laut itu, dihuni oleh Morea alias belut raksasa dan dikeramatkan. Panjangnya bisa 1 meter lebih!

Berjarak 45 menit dari pusat Kota Ambon, paculah kendaraan menuju Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah. Jalananya sudah cukup bagus, tapi cukup sempit. Di tengah-tengah pemukiman penduduk, terdapat plang penunjuk dan suatu papan bertuliskan ‘Kolam Waiselaka’.

Kolamnya cukup luas dan berwarna jernih. Menariknya, salah satu sisi kolam digunakan untuk mandi dan mencuci pakaian oleh warga setempat. Namun di sebelah kiri yang dekat dengan tebing, airnya tidak boleh dipakai untuk apa pun karena digunakan untuk minum. Warnanya pun lebih biru dan lebih jernih! “Kolam ini di dalamnya ada terowongan yang mengarah ke laut. Ada sumber mata airnya juga. Ikan-ikan dari laut itu berenang sampai ke sini dan akhirnya hidup di air tawar. Itu aneh tapi nyata,” ujar Baldus Bakarbessy, sang pemandu setempat kepada detikTravel di pekan lalu.

morea belut keramat raksasa ambon

Pak Bai, begitu panggilan akrabnya langsung menunjukan sesuatu yang tidak biasa. Dia menyuruh untuk melihat ke pinggiran kolam, yang terlihatlah ekor-ekor ikan yang besar. Apa itu Pak Bai? “Itu Morea, belut raksasa. Jumlahnya ratusan ekor,” katanya. Usut punya usut, ternyata Pak Bai sendiri adalah satu dari dua pawang Morea. Morea, belut raksasa itu tidak akan menampakan diri kalau tidak dipanggil olehnya. Sejurus kemudian, Pak Bai turun ke air dengan mulut berkomat-kamit seperti membaca doa, sambil mengelus-elus permukaan air.

Tak butuh waktu lama, beberapa Morea keluar dari pinggiran kolam. Ukurannya sangat besar, tidak seperti belut pada umumnya. Apalagi, tubuhnya juga besar, yang mampu bikin geleng-geleng kepala. Ukurannya, bisa mencapai 1 meter lebih! Pak Bai, lantas mengeluarkan satu telur ayam yang menjadi makanan Morea. Setelah telur dipecahkan dan diletakan di atas permukaan air. Hap… Morea langsung menyambar dan melahapnya.

“Adik sini turun ke kolam, tidak apa-apa. Dia tidak gigit, dia jinak. Boleh dipegang sambil berfoto juga,” ujar Pak Bai. Setelah itu, Pak Bai bercerita soal asal usul Morea. Dia menegaskan, Morea adalah suatu mahluk keramat yang begitu dijaga. Selapar-laparnya penduduk Desa Waai, mereka tidak akan pernah memakan Morea. “Tidak, Morea ini tidak boleh dimakan,” tegasnya.

Sejarahnya, pada zaman dulu penduduk dari gunung ingin pindah ke pinggiran pantai. Kebutuhan hidup di sana dinilai lebih banyak, seperti makanan dan lain-lainnya. Lalu, dilemparlah tombak dari jauh (yang diyakini berkekuatan gaib) dan tertancaplah di tanah yang sekarang di pinggirannya kolam. Dari situ, keluarlah air dan ikan-ikan serta Morea. Pertanda ada mahluk hidup di sana dan bisa menjadi tempat tinggal. Tapi tentu, mahluk-mahluk di dalam airnya termasuk Morea dilarang untuk dibunuh.

Masyarakat setempat pun menjaga dengan baik kolam tersebut. Bahkan para pemudanya, satu bulan sekali membersihkan kolamnya. Meski ada kabar yang beredar kalau air di sana keramat dan Morea sendiri dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit, tapi dibantah oleh pak Bai. “Mengapa keramat, kami hanya menjaga dari apa yang dilakukan leluhur. Soal bisa menyembuhkan penyakit dan lain-lain, itu semua berasal dari Tuhan,” ujarnya.

Hampir setiap hari, wisatawan dalam dan luar negeri datang ke Kolam Waiselaka untuk melihat Morea. Biaya untuk melihatnya, sekitar Rp 40 ribu karena harus membeli 4 telur sebagai makanan Morea dan biaya pawangnya. Namun dengan harga segitu, sudah bisa melihat dan mengelus Morea. “Enaknya datang pada pukul 16.00 WIT yang mana itu jam biologis mereka untuk makan. Jumlah mereka ratusan ekor, banyak sekali,” ucap Pak Bai.

Jadi, kapan kamu mencoba memegang belut keramat raksasa ini?