Narkotika Aa Gatot Brajamusti Dipasok Dari Jakarta


Tim penyidik Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat terus mendalami asal usul narkotik yang ditemukan dalam saku kanan celana Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti dan tas milik istrinya, Dewi Aminah. “Sementara ini jawabannya, barang bukti dibawa dari Jakarta, cuma dari siapa dia dapat, dia belum sebut,” kata Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono di Mataram, Kamis (1/9).

Umar Septono pun memerintahkan tim Ditresnarkoba Polda NTB untuk mencari tahu kronologi dan alur perjalanan narkotik tersebut hingga bisa lolos ke Lombok, termasuk salah satunya menelusuri pihak-pihak bandara. Bandara di Lombok bernama Bandara Udara Internasional Lombok-Praya di bawah pengelolaan PT. Angkasa Pura I.

“Nantinya akan mengarah kesana, pihak bandara akan kita periksa,” kata Umar seperti dilansir dari Antara.
Lihat juga:Polisi Terbangkan Aa Gatot dari Mataram ke Jakarta Siang Ini Lebih lanjut dalam pengembangan kasusnya, Polda NTB sudah menjalin koordinasi dengan Polda Metro Jaya, yang juga telah melakukan pengembangan dari hasil temuan di Lombok. “Yang jelas kami tangani TKP di sini, nantinya kalau ada pengembangan di luar itu, kita akan berkoordinasi dengan pihak lainnya, termasuk Polda Metro Jaya,” ucapnya.

Di tempat terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan Gatot dan istrinya akan dibawa ke Jakarta untuk mendampingi proses penggeledahan di rumahnya. Rumah Gatot beralamat di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Rencananya, kepolisian beserta Gatot dan istrinya berangkat pada jam 14.00 WITA.”Informasi dari Polres Mataram, Aa Gatot akan dibawa ke Jakarta, mungkin langsung ke rumahnya. Terbang dari Mataram pukul 14.00 WITA,” ujar Awi. Awi mengatakan polisi mencurigai Gatot menyimpan narkotik di suatu tempat tersembunyi di rumahnya.

“Ya kami tidak tahu ada apa di dalamnya (rumah Gatot), makanya dibawa ke rumahnya untuk penggeledahan, mana tahu ada narkoba di rumahnya,” jelas Awi. Rencananya, Gatot akan langsung digelandang ke rumahnya, setibanya di Jakarta sore nanti. Polres Mataram, NTB akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dalam penggeledahan tersebut. Gatot dan istrinya telah ditetap sebagai tersangka pada Rabu (31/8) lalu oleh tim penyidik Polres Mataram. Keduanya dijerat Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara pidana paling singkat empat tahun.

Pada Minggu (28/8) malam Gatot Brajamusti dan istrinya ditangkap bersama enam orang lain, di antaranya YY, DN, RN, dan RZ (Reza Artamevia) di kamar 1100 Hotel Golden Tulip, Kota Mataram. Di lokasi penggerebekan itu, tim gabungan dari Mabes Polri didampingi anggota Polres Mataram dan Lombok Barat, mengamankan dua paket kecil berupa plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,98 gram dan 0,68 gram.

Selain itu, dua klip plastik bening kecil yang diduga berisi narkotika, pihak kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat hisap. Polisi memastikan kristal putih seberat 9,7 gram yang ditemukan di kediaman Gatot Brajamusti adalah sabu. Kepastian itu didapatkan setelah polisi melakukan uji laboratorium forensik pada barang bukti yang ditemukan saat penggeledahan. “Barang bukti dinyatakan positif. Satu bungkus plastik bening jenis sabu diselotip hitam,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Awi Setiyono di Markas Polres Jakarta Selatan, Rabu (31/8).

Selain sabu, polisi juga menemukan ekstasi di rumah Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) itu saat penggeledahan hari Minggu lalu. Ekstasi yang ditemukan berbentuk kapsul dan tablet. Polisi juga menemukan empat buah alat hisap yang telah digunakan untuk mengisap sabu. Temuan barang bukti ini akan dilimpahkan Polda Nusa Tenggara Barat yang menangani perkara Gatot. Bersama istrinya, Dewi Aminah, Gatot sudah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan kasus narkotik.

“Kami disini hanya membantu,” ujar Awi. Penetapan tersangka Gatot dan Dewi berdasarkan barang bukti sabu yang ditemukan saat penangkapan serta positifnya kandungan narkotik dalam urine mereka. “Berdasarkan pemeriksaan saksi-saksi dan gelar perkara, Polres Mataram telah menetapkan GA (Gatot Brajamusti) dan istrinya DA (Dewi Aminah) sebagai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Nusat Tenggara Barat Ajun Komisaris Besar Tri Budi Pangastuti di Mataram.

Gatot dan Dewi dijerat dengan Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara pidana paling singkat empat tahun. Sementara empat orang yang turut diamankan yakni YY, RN, DN, dan RZ, akan dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik diperbantukan dari Polda Bali. “Tim penyidik bekerjasama dengan Tim Forensik Polda Bali akan kembali melanjutkan pemeriksaan darah mereka,” ujarnya

Polisi “menyembunyikan” tersangka kasus narkotik Gatot Brajamusti di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten. Awak media gagal menemukan batang hidung pemilik sapaan akrab Gatot itu setelah diinformasikan mendarat pada pukul 14.50 WIB. Gatot tiba di ibu kota setelah menempuh perjalanan sekitar 40 menit dari Bandara Internasional Lombok. Ia menumpangi maskapai Batik Air. Namun, selepas mendarat, Gatot tak menampakkan wajahnya di area kedatangan. Awak media yang menantikan kemunculannya pun dibuat kocar-kacir untuk menemukannya.

Berdasakan informasi yang dihimpun, selepas mendarat, Gatot sempat dibawa ke Ruang VVIP Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta. Namun, setelah memeriksa seluruh tiga titik kedatangan yang berada di Terminal 1, Bandara Soekarno Hatta, wajah Gatot tak kunjung terlihat.Kabid Humas Polda NTB AKBP Tri Budi Pangastuti mengatakan Gatot pada Rabu siang dibawa ke Jakarta bersama tim dari Polda Metro Jaya. Tri Budi menuturkan, tujuan Gatot dibawa ke Jakarta hanya untuk mendampingi tim penyelidik Polda Metro Jaya dalam kegiatan olah tempat kejadian perkara (TKP) yang akan dilakukan di kediamannya yang beralamat di jalan Niaga Hijau X Nomor 1, Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

“Jadi hanya Gatot Brajamusti saja yang dibawa ke Jakarta untuk melengkapi bahan olah TKP Polda Metro Jaya. Sedangkan istrinya tetap di sini,” ujarnya di Mataram, Kamis, seperti dilansir dari Antara. Walaupun dibawa ke Jakarta, kata dia, penanganan kasus Gatot Brajamusti tetap dilaksanakan di Polda NTB oleh Subdit I Direktorat Reserse Narkoba. “Nantinya kalau kebutuhan tim penyelidik Polda Metro Jaya sudah selesai, Gatot akan dikembalikan lagi ke sini (Polda NTB),” kata Tri Budi.

Saat disinggung apakah kasus Gatot berpeluang akan dilimpahkan ke Polda Metro Jaya, Tri Budi tidak dapat memastikannya. Melainkan, hal itu tergantung dari perkembangan penanganan kasusnya. “Apakah dilimpahkan kita lihat nanti. Yang jelas penanganan kasusnya hingga saat ini masih di Polda NTB, karena dia diamankan di sini.”

Pada Minggu (28/8) malam Gatot Brajamusti dan istrinya ditangkap bersama enam orang lain, di antaranya YY, DN, RN, dan RZ (Reza Artamevia) di kamar 1100 Hotel Golden Tulip, Kota Mataram. Gatot dan istrinya pun telah ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (31/8) lalu oleh tim penyidik Polres Mataram. Keduanya dijerat Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di lokasi penggerebekan itu, tim gabungan dari Mabes Polri didampingi anggota Polres Mataram dan Lombok Barat, mengamankan dua paket kecil berupa plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,98 gram dan 0,68 gram. Selain itu, dua klip plastik bening kecil yang diduga berisi narkotika, pihak kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat hisap.

Pihak kepolisian akan membawa Ketua Persatuan Artis Film Indonesia (Parfi) Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah ke Jakarta setelah ditahan Kepolisian Daerah NTB terkait kasus dugaan penyalahgunaan narkotika. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan Gatot akan dibawa ke Jakarta untuk mendampingi proses penggeledahan di rumahnya. Rumah Gatot beralamat di Jalan Niaga Hijau X Nomor 1 Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Rencananya, kepolisian beserta Gatot dan istrinya berangkat pada jam 14.00 WITA.”Informasi dari Polres Mataram, Aa Gatot akan dibawa ke Jakarta, mungkin langsung ke rumahnya. Awi mengatakan polisi mencurigai Gatot menyimpan narkoba di suatu tempat tersembunyi di rumahnya. “Ya kami tidak tahu ada apa di dalamnya (rumah Gatot), makanya dibawa ke rumahnya untuk penggeledahan, mana tahu ada narkoba di rumahnya,” jelas Awi.

Rencananya, Gatot akan langsung digelandang ke rumahnya, setibanya di Jakarta sore nanti. Polres Mataram, NTB akan bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dalam penggeledahan tersebut. Gatot dan istrinya telah ditetap sebagai tersangka pada Rabu (31/8) lalu oleh tim penyidik Polres Mataram. Keduanya dijerat Pasal 112 Ayat 1 dan Pasal 127 Ayat 1 Huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Mereka ditetapkan sebagai tersangka karena terindikasi memiliki barang bukti,” ujar Kapolda NTB Brigjen Pol Umar Septono di Mataram seperti dikutip dari Antara. Saat disinggung asal barang bukti tersebut, Kapolda NTB mengatakan bahwa pihaknya masih mendalami keterangan tersangka dan saksi lainnya. “Sementara ini jawabannya, barang bukti dibawa dari Jakarta, cuma dari siapa dia dapat, dia belum sebut,” ucapnya.

Pada Minggu (28/8) malam Gatot Brajamusti dan istrinya ditangkap bersama enam orang lain, di antaranya YY, DN, RN, dan RZ (Reza Artamevia) di kamar 1100 Hotel Golden Tulip, Kota Mataram. Di lokasi penggerebekan itu, tim gabungan dari Mabes Polri didampingi anggota Polres Mataram dan Lombok Barat, mengamankan dua paket kecil berupa plastik bening berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,98 gram dan 0,68 gram.

Selain itu, dua klip plastik bening kecil yang diduga berisi narkotika, pihak kepolisian juga turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat hisap

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s