Marwah Daud Anggota ICMI Minta Dimas Kanjeng Untuk Tunjukan Kemampuan Ganda Uang Di Depan Publik


Marwah Daud mengamini dirinya merupakan santri dari Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Sejak 2011 dia sudah bergabung dengan Dimas Kanjeng, dan kini menjadi Ketua Yayasan. Marwah menuturkan, sebelum bergabung dengan Dimas Kanjeng, dia mempelajari dahulu mengenai sepak terjang padepokan itu. Demikian juga, Marwah berdoa memohon petunjuk.

“Saya pelajari 1 tahun, saya juga istikharah,” jelas Marwah, Selasa (27/9/2016). Bagi Marwah, bukan keputusan mudah akhirnya bergabung dengan Dimas Kanjeng yang kini disangka kasus pembunuhan dua santrinya. “Saya rasional sekali, saya pertaruhkan nama besar organisasi ada ICMI, MUI, saya di kerukunan Warga Sulsel, asosiasi penerima beasiswa Habibie, saya juga lulusan Amerika. Kemudian keluarga saya, anak saya. Yang saya takut kalau saya meninggal kemudian bagaimana. Jadi saya pelajari benar,” urai dia.

Jadi keputusan matang diambil Marwah. Dia tak begitu saja bergabung dengan Dimas Kanjeng dari Probolinggo yang dikenal bisa menggandakan uang. “Saya kemudian dipertemukan dengan beliau, orangnya humble, masih muda, usia 40-an tahun. Dan saya diperlihatkan karomahnya,” tutur dia.

Hanya santrinya yang diperlihatkan kemampuan Dimas Kanjeng soal mengambil uang itu. Di YouTube sudah beredar bagaimana Dimas Kanjeng mengambil uang dari balik badannya. “Saya istikharah dan pelajari, kemudian ternyata yang namanya Sunan Bonang itu bisa mengubah daun menjadi emas. Dan ini adalah karomah yang diberikan Allah kepada orang yang dipilihnya,” tegasnya.

Dimas Kanjeng sendiri menurut Marwah tak sembarangan dan asal saja menunjukkan karomahnya. Jadi Marwah menilai, sosok Dimas Kanjeng dipilih Tuhan dengan karomah. “Di zaman nabi Sulaiman juga ada manusia suci yang bisa memindahkan singgasana Ratu Balqis,” sambung dia. “Jadi yang di YouTube, saya melihat langsung. Kemudian saya tanya tokoh agama, mereka mengatakan itu ada jin ada tuyul,” lanjutnya.

Namun hasil istikharah, Marwah yakin dengan sosok Dimas Kanjeng. Dia pun kerap hadir pada pengajian, shalawat, khataman Alquran dan lainnya. Marwah punya cita-cita uang yang didapatkan dari Dimas lewat kemampuannya digunakan membiayai pendidikan anak Indonesia dan kalangan tidak mampu. “Dan saya berpikir ini mungkin jalannya membantu orang lain. Beliau sendiri tidak bisa mempergunakan uangnya, kalau digunakan sendiri akan sakit,” bebernya.

Bagaimana dengan proses hukum dan tuduhan pada Dimas? “Itu kami serahkan kepada hukum. Tapi tolong jaga nama baiknya, perlakukan dengan baik,” tutup Marwah yang kenal Dimas Kanjeng dari temannya. Marwah Daud, tokoh perempuan yang juga merupakan anggota ICMI meyakini klaim Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang bisa menarik uang. Seharusnya akademisi seperti Marwah tak percaya begitu saja terhadap klaim itu.

“Penggandaan uang potensial menjadi kejahatan penipuan yang menimbulkan keresahan sosial. Akademis sebaiknya menjauhi cara berpikir yang takhayul,” ujar Ketua PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas saat dihubungi, Rabu (28/9/2016). Busyro mengatakan, rasionalitas dan kerja keras harus dikendepankan di era seperti sekarang ini. Percaya terhadap hal-hal di luar akal sehat, salah satunya seperti yang menjadi klaim Dimas Kanjeng bisa menggandakan uang, merupakan langkah mundur.

Busyro mengatakan rasionalitas dalam bekerja secara profesional itu menjadi modal penting untuk berkompetisi dalam dunia kerja. Hal-hal berbau takhayul dengan klaim yang tidak masuk akal, akan merusak iklim kerja profesional tersebut. “Sehingga diperlukan iklim dan budaya yang kondusif untuk mendidik masyarakat terbiasa kerja keras dan mengindari cara-cara takhayul yang melawan nalar sehat dan kemampuan teknologi bangsa modern,” kata Busyro. Marwah merupakan Ketua Yayasan Dimas Kanjeng.

Dimas mengklaim memiliki karomah yang mana bisa membuatnya menggandakan uang. Dia sempat medapatkan sejumlah pengikut di padepokannya. Belakangan banyak pengikutnya yang mulai sadar. Para pengikut yang kecele akhirnya mengadu ke polisi. Kini, ada 21 posko pengaduan telah dibuka polisi untuk masyarakat yang menjadi korban Padepokan Dimas Kanjeng. Direktur Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Agus Adrianto mengatakan tindakan Dimas Kanjeng ini dikategorikan penipuan bermodus penggandaan uang. Dia memperkirakan jumlah korban penipuan Dimas Kanjeng mencapai ribuan orang. Kerugiannya ditaksir miliaran rupiah.

Polisi bahkan akan menggandeng Bank Indonesia (BI) untuk menyelidiki keaslian dan jumlah serta asal uang Dimas Kanjeng. Marwah Daud Ibrahim yakin Dimas Kanjeng memiliki kemampuan menarik uang. Marwah yang mengaku sebagai santri Dimas Kanjeng ini juga mendorong agar penarikan uang dibuktikan di depan publik. “Saya menyarankan ke penasihat hukum sebaiknya diberi kesempatan di depan wartawan atau polisi. Ini agar tidak disebut sebagai penipuan,” jelas Marwah, Rabu (28/9/2016).

Marwah mengungkapkan, dia tiga kali melihat kemampuan Dimas Kanjeng menghadirkan uang. Yang pertama uang keluar dari tangannya, kedua uang muncul di peti yang awalnya kosong, dan ketiga uang bertumpuk di ruangan yang sebelumnya kosong. “Demi rasul saya melihat sendiri. Dan di dalam ruangan kosong kemudian di kunci lalu beliau ditutup, nggak ada orang lain dan beberapa lama kemudian ada uang,” jelas dia.

Ada juga ketika sedang istigosah, tiba-tiba Dimas Kanjeng menyampaikan kalau ada uang, lalu ada di peti. Namun memang uang ini tidak bisa digunakan sepenuhnya, hanya digunakan terbatas. Uang yang menumpuk itu juga kemudian raib lagi. “Jadi memang dikatakan belum waktunya,” tegas pendiri ICMI ini yang juga aktif di Habibie Center.

“Dan awalnya saya nggak percaya, tapi saya lihat dengan mata kepala sendiri. Saya ini orangnya rasional, ya tapi kalau Allah berkehendak,” tegas dia. Polda Jatim menyita uang yang ditemukan di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Namun belum diketahui jumlah pastinya. Uang tersebut bukan disita dari bungker milik Kanjeng.

“Kalau tentang (uang) di bungker belum tahu. Tapi kemarin saat penggeledahan dan penangkapan memang ditemukan uang berserakan,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono, Rabu (28/9/2016). Argo mengatakan, uang tersebut ditemukan di ruangan Dimas Kanjeng. Polisi pun menyitanya sebagai barang bukti dan dibawa ke polda.

“Saat kita kumpulkan disaksikan ketua RT dan Kepala Desa sama lawyernya (Dimas Kanjeng) yang diamankan ke koper,” tuturnya. Ia menegaskan, uang itu disita dan dimasukkan ke koper karena khawatir dapat hilang. Namun, sampai saat ini, polisi belum mengetahui berapa jumalh uang yang berserakan dan dimasukkan ke dalam koper.

“Sampai sekarang belum dibuka dan belum tahu berapa isinya,” jelasnya. Terkait mencari keberadaan bungker beserta isinya, rencananya minggu depan penyidik akan mendatangi padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s