FPI Cabang Demak Yang Beranggotakan 100 Orang Belum Terima Perintah Bubar Dari Pusat


Munarman bersama sejumlah orang mendeklarasikan Front Persatuan Islam setelah Front Pembela Islam (FPI) resmi dilarang pemerintah. FPI Demak masih pikir-pikir untuk bergabung ke Front Persatuan Islam.

“Kita kalau organisasi, kita melihat dulu AD/ARTnya dahulu, baru menentukan bergabung atau tidak,” kata Ketua DPW FPI Demak, M Ilyas Ibrahim di Kantornya Jalan Stasiun No 17, Kelurahan Bintoro, Demak, Kamis (31/12/2020).

Ilyas pun memastikan bakal menghentikan aktivitas FPI Demak usai organisasinya resmi dibubarkan pmerintah.

“Kami belum menerima perintah dari DPP pasca pembubaran FPI. Kita sebagai warga negara yang baik, apa yang diputuskan pemerintah kita ikuti,” jelasnya.

Ilyas yang juga didampingi sekretarisnya, mengatakan jumlah anggota FPI di Kabupaten Demak sekitar 100 orang. Meski dibubarkan pemerintah, Ilyat mengaku bakal tetap mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat.

“Ada FPI atau tidak, kalau ada kebijakan yang tidak pro masyarakat, tetap akan kita kritisi,” imbuhnya.

Untuk diketahui, Front Persatuan Islam dideklarasikan oleh sejumlah eks pentolan FPI pada Rabu (30/12) kemarin. Keterangan Front Persatuan Islam tersebut disampaikan lewat rilis pers tertulis.

“Bahwa kepada seluruh pengurus, anggota dan simpatisan FRONT PEMBELA ISLAM di seluruh Indonesia dan mancanegara, untuk menghindari hal-hal yang tidak penting dan benturan dengan rezim dzalim maka dengan ini kami deklarasikan FRONT PERSATUAN ISLAM untuk melanjutkan perjuangan membela Agama, Bangsa, dan Negara sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945,” demikian pernyataan Front Persatuan Islam.

Deklarator dari Front Persatuan Islam ini termasuk Munarman, sebelumnya dikenal sebagai Sekretaris Umum FPI sekaligus pengacara Habib Rizieq. Selain Munarman, nama-nama lain yang menjadi deklarator adalah Habib Abu Fihir Alattas, Tb Abdurrahman Anwar, Ahmad Sabri Lubis, Abdul Qadir Aka, Awit Mashuri, Haris Ubaidillah, Habib Idrus Al Habsyi, Idrus Hasan, Habib Ali Alattas SH, Habib Ali Alattas S.Kom, Tuankota Basalamah, Habib Syafiq Alaydrus, Baharuzaman, Amir Ortega, Syahroji, Waluyo, Joko, dan M Luthfi.

Mereka semua menolak keputusan pemerintah yang dituangkan lewat Surat Keputusan Bersama (SKB) soal pelarangan FPI. SKB itu dinilai mereka sebagai bertentangan dengan konstitusi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s