Category Archives: Bencana Alam

Permukaan Tanah Di Pluit Alami Penurunan 1,8 – 3 Meter Per Tahun


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mewanti-wanti bahwa ancaman rob di masa datang makin serius. Rob ini imbas turunnya muka air tanah karena eksploitasi air tanah yang berlebihan. “Penurunan muka tanah akibat eksploitasi air tanah yang tidak terkendali membuat Jakarta Utara semakin rawan banjir rob. Penurunan tanah di pantura Jakarta bukan sesuatu yang bersifat alamiah. Tapi lebih disebabkan faktor pengaruh manusia yaitu eksploitasi air tanah yang melebihi daya tampung dan daya dukungnya,” jelas Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Pengambilan air tanah yang besar-besaran inilah, imbuh dia, yang menyebabkan akuifer dalam tanah kempes sehingga tanah ambles. Akuifer adalah lapisan bawah tanah yang mengandung air dan dapat mengalirkan air. Melalui akuifer inilah air tanah dapat diambil. “Selain itu ada faktor alami yaitu kenaikan muka air laut. Kombinasi antara turunnya tanah dan naiknya muka air laut itulah yang menyebabkan rob,” jelasnya.

Di kawasan pantai utara Jawa, khususnya di Jakarta Utara dan Kota Semarang, banjir rob berada di kawasan yang lebih rendah dibandingkan permukaan air laut. Daerah ini secara alamiah memang lebih rendah daripada muka air laut saat pasang tertinggi. Supto menegaskan Jakarta ancaman rob di Jakarta akan makin meningkat di masa mendatang karena penurunan permukaan tanah terus menurun tanpa bisa dikendalikan. Dari hasil pengukuran tahun 1925-2010, permukaan air laut Jakarta selalu naik setiap tahun. Kenaikannya rata-rata 0,5 sentimeter (cm) per tahun.

“Sebaliknya, laju penurunan muka tanah Jakarta mencapai 5 cm hingga 12 cm per tahun di sejumlah titik selama tiga dekade terakhir. Kondisi itu yang menyebabkan akumulasi permukaan air laut yang menggenangi tanah Jakarta jadi lebih tinggi,” tuturnya. Sutopo memaparkan hasil penelitian ITB yang dijalankan selama 1982-2010 dengan teknologi survei sifat datar (leveling survey) dan menggunakan alat global positioning system serta radar (Insar), ditemukan penurunan muka tanah tersebar di sejumlah tempat di Jakarta.

“Penurunannya bervariasi 1-15 cm per tahun. Bahkan, di beberapa lokasi terjadi penurunan 20-28 cm per tahun. Kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, adalah salah satu kawasan yang mengalami penurunan muka tanah cukup besar. Selama tiga dekade ini, beberapa daerah di Pluit mengalami penurunan tanah 1,8 meter hingga 3 meter,” papar dia.

Saat ini di Jakarta Utara wilayah ada 26 titik rawan banjir rob meliputi Penjaringan, Pluit, Kamal Muara, Kapuk Muara, Tanjung Priok, Kalibaru, Ancol, Pademangan, Marunda, Koja, Lagoa, Sunter Karya Selatan, Papanggo, Sunter Agung, Warakas, Kebon Bawang, Sungai Bambu, Jampea, Kramat Jaya, Kelapa Gading, KBN Cakung, Sunter Jaya, dan Yos Sudarso.

“Ancaman rob di masa mendatang akan makin serius sehingga dapat menyebabkan wilayah Utara Jakarta tidak menarik untuk investasi atau pengembangan wilayah jika tidak dapat mengatasi rob. Perlu upaya yang komprehesif untuk mengatasi banjir rob karena ancaman di masa mendatang akan lebih meningkat,” tuturnya. Masyarakat, lanjut dia, harus adaptasi dan mitigasi dengan rob tersebut. Masyarakat dan pemerintah bisa membuat tanggul, meninggikan lantai, membangun rumah panggung dan lainnya. Bahkan secara swadaya membangun polder dan pompa untuk melindungi lingkungannya. Masyakarat dan dunia usaha yang ada di wilayah itu harus kompak tidak mengeksploitasi air tanah secara berlebihan. Membangun sumur resapan, biopori, dan upaya lain yang intinya menakan agar penurunan muka tanah dapat berkurang.

“Pemda DKI Jakarta dan Kementerian PU Pera telah memiliki langkah-langkah antisipasi rob dan banjir di Jakarta, seperti pembangunan tanggul laut raksasa, reklamasi, pembangunan polder, tanggul di pantai dan upaya struktural lainnya. Tentunya saja upaya tersebut selalu ada yang pro dan kontra,” jelasnya. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menjelaskan soal penyebab banjir rob di Jakarta Utara dua hari terakhir, termasuk fenomena gelombang tinggi di beberapa daerah. Bagaimana penjelasannya?

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Yunus S. Swarinoto, menjelaskan kenaikan tinggi muka air laut atau banjir rob di beberapa lokasi di Pantai Utara Jawa yang terjadi pada tanggal 5 dan 6 Juni 2016 diakibatkan oleh pengaruh astronomi terjadinya bumi, bulan dan matahari berada dalam satu garis lurus (spring tide ) yang mengakibatkan naiknya tinggi muka laut.

Menurut Yunus, kondisi ini merupakan siklus rutin bulanan yang normal terjadi. Namun karena bersamaan dengan terjadinya anomali positif tinggi muka air laut di wilayah Indonesia sebesar 15 – 20 cm, maka kondisi ini memberikan dampak yang menimbulkan kerugian materi di beberapa wilayah seperti pesisir Jakarta, Pekalongan, dan Semarang. “Kondisi ini diperkirakan akan bertahan hingga 2 hari ke depan,” terang Yunus. Sedangkan untuk gelombang pasang yang terjadi di Barat Sumatera dan Selatan Jawa hingga NTT selain disebabkan adanya pengaruh seperti terjadinya rob, namun juga diperkuat dengan adanya penjalaran alun (swell) yang dibangkitkan dari pusat tekanan tinggi subtropis di barat daya Australia.

Potensi gelombang tinggi ini masih akan terjadi hingga 5 hari ke depan, di beberapa wilayah berikut :

– Perairan utara dan barat Aceh;
– Perairan barat Nias – Mentawai;
– Perairan Bengkulu – Kep. Enggano;
– Perairan barat Lampung;
– Perairan selatan Banten hingga Jawa Timur; dan
– Perairan selatan Bali, NTB dan NTT.

“Dengan kondisi gelombang laut yang masih cukup tinggi di beberapa wilayah Indonesia, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan siaga, terutama masyarakat pesisir pantai barat Sumatera dan selatan Jawa hingga NTT untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gelombang tinggi,” kata Yunus. Bagi masyarakat yang hendak memperoleh informasi terkini, BMKG membuka layanan informasi cuaca 24 jam. melalui: call center 0216546315/18; maritim.bmkg.go.id; follow @infobmkg; atau dapat langsung menghubungi kantor BMKG terdekat.

Rob atau banjir air laut karena pasang membawa rezeki untuk Nurohim (40). Sejak rob datang akhir pekan lalu, penghasilan dia naik. “Kalau di sini bajaj yang dapet banyak ya yang berani nerabas aja. Kalau yang biasa-biasa ya nggak berani. Kan ini banjir rob jadi ya beresiko juga kalo nerabas banjir gini,” sebut Nurohim yang ditemui di Muara Baru, Selasa (7/6/2016) sore. Nurohim mengaku penghasilan dia meningkat tajam. Ini karena dia nekat menerobos rob.

“Ya lumayan naik sampai 50%. Biasanya dapet 70 sampe 100 ribu, ini bisa lebih dari itu. Lumayanlah, tapi ya itu juga harus nekat,” tutur dia. Sebenarnya, Nurohim mengaku, rob bagaimanapun membawa kerugian buat bisnisnya. Terkadang dia mesti memutar agak jauh karena air pasang terlalu tinggi. “Kadang ada yang batalin pesenan juga karena kita naikin harganya. Kan rob,” imbuhnya.

Nurohim sudah 10 tahun menjadi sopir bajaj. Dia mengaku baru-baru ini saja rob datang. Dahulu tidak pernah dia merasakan. “Dulu sih nggak ada ya. Baru sekarang ini kayak gini,” tegasnya.

Abu Letusan Gunung Bromo Guyur Pasuruan


Kamis (17/12), abu vulkanik Gunung Bromo kembali mengguyur Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Sebanyak 10.000 masker dibagikan kepada masyarakat untuk mengantisipasi dampak paparan abu vulkanik tersebut. Relawan PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), menyiapkan dapur umum untuk siaga bencana erupsi Gunung Bromo. Hingga saat ini, aktivitas Bromo terus fluktuatif. Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh pun masih ditutup.

Relawan PMI Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (17/12), menyiapkan dapur umum untuk siaga bencana erupsi Gunung Bromo. Hingga saat ini, aktivitas Bromo terus fluktuatif. Penerbangan di Bandara Abdulrachman Saleh pun masih ditutup. “Hari ini dilaporkan abu kembali mengguyur Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Namun, abu hanya sampai di kawasan pertanian dan belum mengganggu aktivitas warga,” kata Bakti Jati Permana, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pasuruan, Kamis.

Bakti mengatakan, BPBD kembali memasok masker ke wilayah Kecamatan Tosari. Total ada sekitar 10.000 masker yang diperuntukkan bagi warga Tosari. Kegiatan wisata di Bromo yang biasanya ramai pada liburan akhir tahun, kali ini sepi. Wisatawan hanya boleh mendekat pada jarak 2,5 kilometer dari kaldera.

Aktivitas vulkanik Gunung Bromo di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, itu terus fluktuatif. Bakti mengatakan, paparan abu Bromo yang mengguyur wilayah Pasuruan tidak parah karena kawasan itu terlindungi oleh Gunung Pananjakan.

Hari ini Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pusat kembali menambah sensor pendeteksi letusan Gunung Bromo di Probolinggo, Jawa Timur. Alat dipasang oleh Tim Pengamat Gunung Api dari jarak sekitar 3 kilometer dari Gunung Bromo dan memanfaatkan sinar laser.

Pemantauan pada Kamis di Pos Pantau Gunung Bromo di Cemorolawang, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, pukul 00.00-06.00, Gunung Bromo tampak jelas dengan asap kelabu tebal bertekanan kuat. Ketinggian asap sekitar 1.500 meter di atas puncak atau 3.829 meter di atas permukaan laut mengarah ke barat laut-utara.

Namun, amplitudo tremor terpantau menurun dibandingkan kemarin. “Turunnya tremor jangan diartikan Bromo mulai normal. Namun, situasi ini karena Bromo masih terus fluktuatif. Masyarakat harus tetap waspada karena statusnya siaga,” kata Ahmad Subhan, Kepala Pos Pantau Gunung Bromo, Kamis.

Abu Gunung Bromo juga masih mengarah ke Malang sehingga penutupan Bandara Abdulrachman Saleh kembali diperpanjang hingga Jumat (18/12). “Perpanjangan penutupan ini demi keselamatan penerbangan. Semoga penerbangan dari dan ke Malang segera normal,” kata Suharno, Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Abdulrachman Saleh.

Banjir Rendam 1.500 Rumah di Padang Sumatera Barat


Banjir melanda tiga kelurahan di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (11/8) sore. Banjir akibat meluapnya Sungai Timbalun tersebut merendam sekitar 1.500 rumah warga dan memutus satu jembatan yang menghubungkan dua kelurahan. Tiga kelurahan tersebut adalah Kelurahan Bungus Barat, Kelurahan Bungus Timur, dan Kelurahan Bungus Selatan. Ketinggian air yang menggenangi permukiman warga mencapai 1,5 meter. Jembatan yang putus menghubungkan Kelurahan Bungus Barat dengan Bungus Timur.

Selain merendam rumah dan memutus jembatan, banjir juga mengakibatkan kemacetan di Jalan Raya Padang-Painan selama beberapa jam. Hal itu karena aliran air sungai yang meluap menggenangi jalan di beberapa lokasi cukup tinggi dan deras sehingga kendaraan hanya melaju perlahan. Antrean panjang mobil terjadi mulai dari depan Pelabuhan Bungus hingga Depot Pertamina Teluk Kabung.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran (BPBD- Damkar) Padang Dedy Henidal mengatakan, hujan deras yang mengguyur wilayah Bungus dan sekitarnya sejak pukul 11.30 hingga sore membuat Sungai Timbalun yang berada sekitar 400 meter dari perkampungan warga meluap. Luapan air langsung masuk ke perkampungan warga.

Meskipun tim dari Basarnas Padang berkeliling membawa perahu karet untuk evakuasi, sebagian besar warga menolak mengungsi. Menurut Kepala Seksi Operasional SAR Basarnas Padang Juanda Sodo, banyak warga memilih tetap tinggal di rumah masing-masing untuk menjaga barang mereka. Desmawati (35), warga Bungus Barat, memilih mengungsi karena ketinggian air di rumahnya mencapai 1,5 meter.

“Selain tinggi, arus air juga cukup deras. Itu membuat lantai rumah saya yang berbahan kayu terlepas. Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, saya bersama dua tetangga lain memutuskan mengungsi dulu sampai kondisi benar-benar normal,” tuturnya.

Sekitar pukul 19.19, banjir mulai surut dengan ketinggian sekitar 50 sentimeter. Meski demikian, sejumlah warga tetap bertahan dan berdiri di depan rumah masing-masing bersama tetangga yang datang mengungsi sementara. Petugas dari BPBD-Damkar Padang dan Basarnas Padang juga masih berjaga di sekitar rumah warga.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Bandar Udara Internasional Minangkabau Budi Samiaji mengimbau masyarakat tetap mewaspadai cuaca selama musim pancaroba. Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih cukup tinggi di beberapa wilayah Sumatera Barat.

Gunung Raung Meletus Lagi … Bandara Juanda Ditutup


Erupsi Gunung Raung siang tadi dipastikan membuat pihak Bandara Juanda, Surabaya, terpaksa melakukan penutupan sementara. Rencananya bandara akan ditutup hingga pukul 19.20 WIB. Kepala Posko Harian Pusat Koordinasi Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari, mengatakan Bandara Juanda saat ini masih berpotensi ditutup bahkan hingga dini hari nanti.

Penutupan Bandara Juanda akan berlanjut jika Gunung Raung masih terus mengeluarkan abu yang dapat mengganggu penerbangan. “Nanti, kalau dilihat belum memungkinkan maka NOTAM (Notice To Airmen) penutupan Bandara Juanda akan diperpanjang. Nanti kita lihat sampai malam,” ujar Yudhi di Kantor Kemenhub, Jakarta. Hingga Bandara Juanda ditutup pukul 13.00 WIB tadi, tercatat sudah ada 79 jadwal kedatangan dan 62 penerbangan pesawat yang ditunda.

“Ada jadwal arrival yang tertunda 79, kemudian jadwal departure tertunda 62 (pesawat). Itu baru data dari Terminal I Juanda saja yang melayani penerbangan domestik,” kata Yudhi. Berdasarkan keterangan yang diterima CNN Indonesia, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengungkapkan, Gunung Raung masih dalam kondisi terus mengeluarkan letusan. Asap hitam ke luar keluar dari kawah setinggi 1.500-2.000 meter ke Barat Laut, sementara suara gemuruh terdengar di Desa Karangparas, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember. Begitu juga dengan asap hitam tebal yang keluar dari kawah setinggi 1.500-2.000 meter mengarah ke Barat Laut.

Sutopo menyebut, saat ini belum perlu dilakukan pengungsian bagi warga di sekitar lokasi. Namun, dia meminta agar warga yang berada dalam radius tiga kilometer tidak beraktivitas terlebih dulu. Sebab, hujan abu vulkanik berpotensi terjadi di daerah-daerah sekitar Gunung Raung selama hari lebaran. Sementara itu berdasarkan citra foto satelit BMKG, sebaran debu Gunung Raung terlihat mengarah ke arah barat hingga ke wilayah Surabaya.

PT Garuda Indonesia Tbk kembali membatalkan jadwal penerbangan ke Surabaya akibat kembali meletupnya Gunung Raung di Jawa Timur. Pelaksana harian Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan setidaknya ada 11 penerbangan dari Jakarta ke Surabaya yang sedianya mengangkut 2.200 orang penumpang dibatalkan hari ini, Kamis (16/7). “Sejak pukul 13.00 WIB, Bandara Juanda dan Malang ditutup karena debu Gunung Raung. Akibatnya penerbangan Garuda dari Jakarta ke Surabaya dibatalkan hari ini sejak pukul 1300 WIB,” ujar Ikhsan melalui keterangan pers, Kamis (16/7).

Sementara jika di total dengan penerbangan dari kota-kota lain menuju Surabaya, jumlah penerbangan yang dibatalkan Garuda akibat debu vulkanik Gunung Raung mencapai 48 penerbangan. “Garuda mengimbau agar penumpang tidak ke bandara hari ini karena seluruh penerbangan ke Surabaya dibatalkan. Penumpang Garuda dapat melakukan refund dan reschedule tanpa biaya dengan menghubungi call center Garuda Indonesia,” ujar Ikhsan.

Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Raung, Jawa Timur, yang menyebar melingkupi Bandara Ngurah Rai membuat bandara harus ditutup. Hal ini membuat para penumpang dari dan menuju Bali terlantar. Sebanyak 15 ribu penumpang terlantar akibat penutupan bandara. Berdasarkan pantauan, terlihat antrean penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka antre untuk refund.

Desak, salah satu penumpang Garuda Indonesia menuju Bali mengatakan, ini bukan kali pertama dia mengalami penundaan penerbangan akibat Gunung Raung. Pada Jumat lalu (10/7), penerbangannya ditunda akibat aktivitas gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut itu meningkat. Harusnya saya pulang hari Jumat. Tapi di-reschedule jadi Minggu siang. Tapi malah ditutup lagi,” kata Desak.

Desak dan ketiga temannya yang memang asli Bali akhirnya memutuskan untuk mengambil refund dan mengubah rencana kepulangan mereka. “Kami mau naik Citilink yang ke Surabaya, terus lanjut naik darat,” ujarnya. Alternatif ini dipilih Desak karena Garuda Indonesia tidak memberikan kepastian ada penerbangan selamjutnya ke Pulau Dewata.

“Pihak Garuda tidak memberitahu ada penerbangan lain buat malam atau bagaimana. Tidak seperti hari Jumat mereka menyarankan kami untuk terbang hari Senin,” kata Desak. Senasib dengan Desak, salah satu turis asal Belgia yang tidak mau disebutkan namanya juga mengaku mengalami penundaan penerbangan sejak Jumat lalu. Tujuan untuk berlibur ke Pulau Bali bersama keluarga harus tertunda entah sampai kapan. Saat ini, turis tersebut masih menunggu kepastian dari Garuda Indonesia. “Kami akan bertanya kepada pihak maskapai bagaimana kemungkinannya kami sampai ke Bali,” kata dia.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terpaksa kembali meniadakan penerbangan dari dan menuju ke Bali menyusul penutupan Bandara Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Raung. Sedikitnya 100 penerbangan maskapai pelat merah ini terganggu dengan estimasi jumlah calon penumpang yang telantar mencapai kisaran 15 ribu orang. “Karena Ngurah Rai ditutup kami meniadakan atau membatalkan lagi penerbangan dari dan ke Bali pada hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Ikhsan Rosan, Senior Manager Corporate External Communication Garuda Indonesia

Gunung Gamalama Di Maluku Utara Meletus


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara akibat erupsi Gunung Gamalama. Dengan keluarnya Notice to Airmen (Notam) Nomor C0548/15, Bandara Sultan Baabullah Ternate ditutup mulai pukul 11.14 WIB atau 13.14 WIT sampai dengan 14.14 WIB atau 16.14 WIT. “Abu vulkanik Gunung Gamalama bergerak ke arah Barat Laut dengan kecepatan 15 knot,” tulis Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J.A. Barata melalui keterangan resmi, Kamis (16/7).

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengumumkan, Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, hari ini meletus pada pukul 09.58 WIT dengan asap letusan setinggi 1.000-1.500 meter di atas puncak kawah. “Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara, meletus freaktik pada Kamis (16/7) pukul 09.58 WIT. Tinggi kolom letusan 1.000-1.500 meter di atas puncak kawah. Asap putih kelabu mengarah ke Utara,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Akibat penutupan bandara Ternate, maskapai penerbangan Sriwijaya Air terpaksa menunda pemberangkatan satu penerbangan rute Manado – Ternate. Penerbangan tersebut sedianya diberangkatkan pada pukul 12.00 WIT “Penumpang dari Manado, Makassar, dan Ternate masih menunggu di Manado. Pesawatnya harusnya berangkat tadi jam 12,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono melalui sambungan telepon.

Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, pagi ini, Kamis (16/7) ditutup akibat erupsi Gunung Gamalama. Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan J.A Barata mengatakan demi alasan keamanan para penumpang, bandara ini ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. “Gunung Gamalama meletus, ada penutupan Bandara Sultan Babullah pukul 10.00 WIB untuk alasan keselamatan penerbangan,” ujar Barata di live video conference, posko Bandara Kuala Namu, Medan, Kamis (16/7).

Barata menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan terus memantau perkembangan yang terjadi seputar erupsi Gunung Gamalama yang memang berada dekat dengan bandara. Pemantauan dilakukan setiap jam agar bisa terus memberi informasi kepada publik dan maskapai penerbangan demi kenyamanan para penumpang. Deputi Meteorologi dari Badan Metereologi dan Geofisika menyatakan, erupsi Gunung Gamalama menyemburkan abu vulkanik setinggi 2 kilometer lebih. “Gunung meletus dari pukul 09.05 WIT dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 2.700 meter,” ujarnya.

Yunus menjelaskan, letusan yang terjadi pertama kali ini masih dalam taraf kecil. Perhitungan menjadi agak besar ketika ketinggian mencapai 4 ribu-5 ribu ribu meter. Sedangkan jika di atas 5 ribu meter sudah terhitung besar. Sampai sejauh ini, belum ada perkembangan lebih lanjut terkait penundaan atau pembatalan penerbangan akibat penutupan bandara terkait erupsi ini. Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara pagi tadi meletus. Meski erupsi, warga sekitar belum diminta mengungsi. Namun radius 1,5 km dari kawah harus steril dari aktivitas warga.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, tinggi kolom letusan Gamalama 1.000 – 1.500 meter di atas puncak kawah. “Asap putih kelabu mengarah ke Utara,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7). Letusan freaktif tersebut terjadi karena air bertemun dengan magma di dalam kawah. Akibatnya material abu dan pasir terlontar.

Berdasarkan data pengamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegunungapian (PVMBG), Badan Geologi, letusan tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas vulkanik yang ekstrem. “Status tetap Waspada (level II),” katanya. Meski masih berada pada level III, akibat letusan ini Bandara Sultan Babullah di Ternate ditutup. Penutupan dilakukan demi keamanan para penumpang. Penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo Provinsi Jawa Timur juga masih terus meletus. Sutopo mengatakan, saat ini asap kelabu hitam tebal terus keluar dari kawah dengan tinggi 1.500 -2.000 meter ke Barat-Barat Laut. “Cahaya api dari lava pijar terlihat di puncak kawah. Tremor vulkanik masih menerus. Suara gemuruh dan dentuman masih terdengar,” katanya.

Meski masih meletus, berdasarkan pemantauan tremor, adanya penurunan dibandingkan sebelumnya. Pasokan magma menurut Sutopo menurun. Meski begitu namun belum dapat dipastikan kapan letusan berakhir. Hingga hari ini belum ada warga yang diungsikan. Meski begitu warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer. Gunung Gamalama terakhir meletus pada Desember tahun lalu. Letusan saat itu muncul dari retakan yang tercipta karena letusan tahun 2011. Saat itu pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan 18 titik pengungsian.

Hujan Es dan Suhu -3 Terjang Kawasan Puncak


Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen menyatakan, hujan es merupakan siklus tahunan di tiga kampung di daerahnya dan kerap membuat warganya dilanda kelaparan. Kampung yang terancam kelaparan itu, letaknya sangat terisolir, tak ada penerangan dan sinyal komunikasi. Ketiga yang dilanda hujan es itu yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua. Hujan es yang turun sebulan terakhir menyebabkan gagal panen dan banyak ternak milik warga yang mati. Namun sejauh ini belum ada laporan adanya warga yang tewas.

“Belum dilaporkan adanya yang meninggal akibat hujan es. Namun masyarakat di sana sangat membutuhkan makanan dan pakaian. Suhu di kampung tersebut jika malam hari dikabarkan minus 3 derajat Celsius, sementara pada siang hari 10 hingga 13 derajat Celsius,” kata Repinus Telengen kepada wartawan, Senin (13/7/2015).

Disebutkan Repinus, hujan es tahun ini dianggap oleh masyarakat setempat sebagai hujan es yang tergolong panjang dan ekstrim. Selain dinginnya cuaca di daerah itu, oksigen juga menipis, sebab tiga kampung terletak di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). “Hari ini baru bisa didistribusikan delapan karung beras ukuran 50 kilogram. Sebab untuk masuk ke daerah itu hanya dapat ditempuh dengan pesawat berbadan kecil yang hanya bisa ditumpangi 8 orang penumpang,” katanya.

Disebutkan, saat ini, masih ada enam ton bahan makanan yang tertahan di Timika, karena tidak adanya pesawat terbang maupun helikopter yang mampu terbang ke kampung tersebut. Kabupaten Puncak merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya pada tahun 2008. Kabupaten ini merupakan kabupaten tertinggi se-Indonesia. Kabupaten Puncak juga merupakan lokasi puncak Cartensz yang bersalju.

Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan, hujan es yang terjadi di Kabupaten Puncak merupakan fenomena alam biasa. Daerah itu memang kerap dilanda hujan es. Terkait dengan ancaman kelaparan yang dialami warga karena hujan es itu, Lukas Enembe menyatakan saat ini Wakil Bupati Puncak, Repinus Telenggen sedang menuju ke lokasi tiga kampung yang dikabarkan dilanda hujan es itu.

“Saya sudah komunikasi dengan Bupati Puncak, Willem Wandik dan bupati menyebutkan dia bertanggung jawab atas nasib rakyat di sana,” kata Lukas kepada wartawan di Jayapura, Senin (13/7/2015). Saat ini, kata Lukas, pihaknya masih menunggu laporan lanjutan dari Pemkab Puncak. Mereka akan mencermati apa saja yang dibutuhkan mendesak dan segera ditangani. Tiga kampung yang dilanda hujan es itu yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak. Hujan es yang turun sebulan terakhir menyebabkan gagal panen dan banyak ternak milik warga yang mati.

Daftar Bandara Dan Penerbangan Yang Dibatalkan Karena Gunung Raung Meletus


PT Garuda Indonesia Tbk memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi sebanyak 20 rute penerbangan akibat sebaran debu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur. Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut menutup penerbangan dari dan menuju empat bandara akibat aktivitas vulkanik Gunung Raung, yaitu dari Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Belimbingsari Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro Jember dan Bandara Lombok.

Pelaksana Harian Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyebutkan 20 rute penerbangan yang dihentikan sementara operasinya pada hari ini, Jum’at (10/7) adalah:

1. Denpasar -Jakarta pp
2. Denpasar – Surabaya pp
3. Denpasar – Yogyakarta pp
4. Denpasar – Timika pp
5. Denpasar – Labuan Bajo pp
6. Denpasar – Kupang pp
7. Denpasar – Makassar pp
8. Denpasar – Dili (codeshare) pp
9. Denpasar – Banyuwangi pp
10. Denpasar – Melbourne pp
11. Denpasar – Sydney pp
12. Denpasar – Perth pp
13. Denpasar – Narita (Tokyo) pp
14. Denpasar – Kansai (Osaka) pp
15. Denpasar – Seoul pp
16. Banyuwangi – Surabaya pp
17. Jember – Surabaya pp
18. Lombok – Sumbawa pp
19. Lombok – Jakarta pp
20. Lombok – Denpasar pp

Ikhsan menjelaskan, keputusan manajemen untuk menghentikan sementara layanan 20 rute penerbangan tersebut berbekal notice to airman (Notam) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Karena situasi tersebut, Garuda membebaskan biaya cancellation fee, menyediakan fasilitas rebooking/reroute, memberikan pilihan refund fee dan fee perubahan tiket lainnya bagi para penumpang yang telah memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju ke empat kota tersebut,” ujar Ikhsan, dikutip dari keterangan pers, Jumat (10/7).

Garuda menurutnya akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Raung serta kesiapan masing-masing bandara untuk kembali melaksanakan operasional penerbangan. “Penerbangan Garuda dari dan menuju ke empat)bandara tersebut akan dilayani setelah dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang,” ujar Ikhsan.

Erupsi Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jawa Timur masih terjadi hingga saat ini. Bahkan beberapa penerbangan di batalkan, termasuk adanya pembatalan penerbangan maskapai Australia yang hendak menuju Bali. Laporan yang diterima CNN Indonesia, pemantauan cuaca di Gunung Raung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pagi ini, cuaca cerah dengan angin tenang akan membawa asap kelabu tipis-hingga tebal ke arah tenggara-timur.

“Dari laporan hingga pagi, dini hari cuaca terang, angin tenang. Suhu udara 17-25 celcius. Asap kelabu tipis-tebal tingkat lemah menuju tenggara-timur,” kata Kepada Sub-Bindang Informasi BMKG Harry Djatmiko, Selasa (7/7). ketinggian asap kelabu itu diperkirakan berada di antara 200 hingga 500 meter. Hingga pagi ini, menurutnya, masih terdengar suara geuruh lemah hingga sedang dan dentuman sedang. Terkait data seismik amplitudo hingga Senin (6/7) tengah malah adalah 6-32, dominan 28-29 mm. Untuk itu, terkait keadaan cuaca di wilayah Gunung Raung, BMKG menyimpulkan gunung tersebut dalam kondisi siaga atau berada di level III, satu tingkat di bawah level tertinggi bahaya gunung berapi, yaitu level IV atau awas.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan erupsi Gunung Raung sebenarnya bertipe Strombolian atau dalam arti lain bahayanya tidak akan meluas. Hal itu disebabkan lontaran material pijar yang cukup berat dan sistem kawah Gunung Raung sudah terbuka sehingga tidak ada penumpukan energi yang cukup besar untuk menjadi letusan besar.

“Ketinggian asap letusan Gunung Raung kurang dari satu kilometer dari puncak, maksimum ketinggian abu vulkanik Gunung Raung 4 kilometer dari permukaan laut, jauh dari jelajah terbang pesawat komersil,” ujar dia menjelaskan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan penutupan lima bandara terkait sebaran debu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur yang membahayakan kegiatan penerbangan sejak malam tadi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J.A. Barata menjelaskan lima bandara yang ditutup adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember. “Penutupan tersebut berdasarkan Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” kata Barata dikutip dari keterangan resmi, Jumat (10/7).

Lima peringatan untuk para pilot tersebut terdiri dari:

1. Notam Nomor A 1413/15 untuk penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, yang berlaku sampai dengan pukul 06.30 WITA.
2. Notam Nomor B 1067/15 untuk penutupan Bandara Internasional Lombok, yang berlaku sampai dengan pukul 05.30 WITA.
3. Notam Nomor C 0498/15 untuk penutupan Bandara Selaparang, Lombok, yang berlaku sampai dengan pukul 09.00 WITA.
4. Notam Nomor C 0499/15 untuk penutupan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, yang berlaku sampai dengan pukul 12.00 WIB.
5. Notam Nomor C 0500/15 untuk penutupan Bandara Notohadinegoro, Jember, yang berlaku sampai dengan pukul 08.00 WIB.

Menggunakan bahasa teknis penerbangan, Barata menyebut rute domestik yang terdampak debu vulkanik Gunung Raung adalah W33, W34, W41, W42, W43, W44, W45, dan W46. Sedangkan untuk rute internasional yang terdampak adalah G326. “Notam penutupan bandara-bandara ini akan terus diperbaharui menyesuaikan dengan kondisi nyata atas perkembangan penyebaran debu vulkanik terkait aktivitas Gunung Raung,” ujar pria berkacamata tersebut.