Category Archives: Bencana Alam

Kali Lamong Meluap … Jalan Raya Gendong Lumpuh


Jalan Raya Gendong yang menghubungkan Romo Kalisari-Tandes ‘lumpuh’. Luapan Kali Lamong yang menyebabkan tingginya genangan air menjadi penyebabnya. Akibatnya ratusan motor mogok dan memaksa pengendaramya harus berjalan sambil menuntun kendaraannya dengan menerjang genangan air 50 cm dengan jarak sekitar 5 Km.

Hal ini langsung direspon cepat ratusan anggota Satpol PP Surabaya. Para polisi pamong praja itu hujan-hujanan membantu pengendara motor. “Tolong gajah barang (truk barang) digeser ke Gentong untuk mengangkut sepeda motor yang mogok agar dibawa ke Tandes,” ujar Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Irvan Widyanto melalui handy talkie di lokasi, Jumat (6/1/2015).

Mantan Camat ini memimpin langsung pertolongan ke pengendara motor. Tanpa menggunakan mantel, Irvan bersama anggota Satpol PP lainnya harus basah kuyup untuk meninjau kawasan yang tergenang akibat luapan Kali Lamong. “Kami kerahkan 100 anggota, 5 truk barang dan 5 truk penumpang untuk mengangkut pengendara dan sepeda motornya. Kami juga siagakan 2 perahu karet,” ungkapnya.

Camat Pakal, Agus Setioko mengaku jika genangan yang terjadi di kawasan Gendong yang menghubungkan Romo Kalisari-Tandes terjadi sejak Jumat pagi akibat meluapnya Kali Lamong. Agus mengungkapkan, pihaknya sudah mengantisipasi dengan menahan beberapa kawasan yang rendah dengan karung pasir, namun upaya itu kurang ampuh.

“Disini selalu banjir kalau Kali Lamong meluap,” ujarnya. Menurut Agus, luapan Kali Lamong saat ini dianggapnya tidak terlalu parah jika dibandingkan dengan tahun 2013 yang ketinggian airnya mencapai 50 cm.‎

Sungai Welang Meluap … Jalur Pantura Kembali Lumpuh


Sungai Welang di Pasuruan kembali meluap hingga merendam ratusan pemukiman di wilayah Kecamatan Kraton. Selain merendam pemukiman, luapan air juga menyebabkan jalur pantura Pasuruan lumpuh. Pantauan di lokasi, Kamis (5/2/2015) pagi, akibat banjir yang merendam Jalan Raya Tambakrejo, Kraton ini membuat jalur lumpuh. Kendaraan dari arah Surabaya menuju Probolinggo dan sebaliknya tak bergerak hingga mencapai 7 kilometer.

Lumpuhnya jalur pantura ini terjadi sejak pukul 01.00 WIB dan puncaknya pukul 04.00 WIB, ketinggian air yang merendam jalan raya mencapai 1 meter. Kendaraan yang terjebak macet didominasi truk-truk besar yang melintas di malam hari.

“Saya sejak pukul 03.00 terjebak macet. Kenek saya sekarang tidur di mobil,” kata Hasim (32), sopir truk muat pasir asal Lumajang.

Untuk mengurai dan mengatur lalu-lintas, Sat Lantas Polres Pasuruan menerjunkan sekitar 15 personelnya ke lokasi. Selain personel dari Sat Lantas, puluhan personel Shabara juga diterjunkan untuk pengamanan. Total sebanyak 60 polisi berada di lokasi.

“Sejak tadi malam kita coba urai kendaraan. Baik kendaraan yang dari Surabaya maupun Probolinggo yang belum terjebak macet dialihkan ke jalur alternatif,” kata Kanit Turjawali Polres Pasuruan Kota, Aipda Nanang Abidin di lokasi.

Kemacetan di jalur pantura ini mencapai 9 jam. Dari pengamatan terakhir pukul 10.00 WIB, air di jalan raya mulai surut dan kendaraan mulai bergerak meskipun merambat.

Lamongan Tenggelam Di Terjang Banjir


Banjir akibat tingginya curah hujan dan buruknya drainase di Babat, Lamongan tidak hanya menggenangi ribuan pemukiman warga, namun sarana pendidikan di daerah Babat juga ikut terendam banjir. Salah satu sarana pendidikan di Babat yang ikut terendam banjir tersebut diantaranya adalah SMP Negeri 1 Babat. Di SMPN 1 Babat ini, guru terpaksa memulangkan siswanya lebih awal karena banjir menggenangi gedung tempat berlangsungnya kegiatan belajar mengajar. Di SMPN 1 Babat ini, banjir menggenangi sejumlah ruang kelas yang ada.

Wakasek SMPN 1 Babat, Mustaji mengatakan, staf pendidik di sekolahnya terpaksa memulangkan siswa kelas 7 dan 8 karena ruang kelas mereka terendam banjir. Mustaji menuturkan, gedung sekolahnya yang berada di Desa Bedahan ini bernasib sama dengan pemukiman warga lain di desa tersebut yang terendam banjir.

“Banjir ini akibat curah hujan yang tinggi sehingga saluran air tidak mampu menampung banyaknya debit air,” katanya, Rabu (4/2/2015). Sejumlah ruang kelas di SMPN 1 Babat ini, kata Mustaji, terendam air setinggi 5 hingga 10 cm sedangkan di halaman sekolah air yang menggenang sudah mencapai setinggi betis orang dewasa.

“Kecuali kelas 9, semua siswa kami pulangkan lebih awal,” jelasnya.

Kelas 9, lanjut Mustaji, tidak mereka pulangkan karena mereka harus bersiap untuk menghadapi Ujian Nasional. Saat ini kata Mustaji, siswa kelas 9 sedang mengikuti try out dan sebagian dari mereka terpaksa harus mengikuti try out tanpa menggunakan alas kaki karena banjir membuat sepatu mereka basah.

“Banjir yang menggenai SMPN 1 kali ini merupakan yang terbesar selama 10 tahun terakhir karena sebelum-sebelumnya banjir hanya menggenangi halaman sekolah dan tidak sampai masuk ke ruang kelas,” aku Mustaji. Selain menggenangi SMPN 1 Babat, banjir akibat curah hujan tinggi dan buruknya drainase ini juga mengakibatkan sejumlah gedung sekolah lain di Babat juga ikut terendam. Beberapa gedung sarana pendidikan yang terendam tersebut diantaranya adalah 4 gedung SD yang ada di Kecamatan Babat.

Banjir akibat tingginya curah hujan dan buruknya drainase air di Kecamatan Babat hingga kini telah merendam 1.297 rumah di 4 desa/ kelurahan. Empat desa/ kelurahan yang terendam banjir tersebut diantaranya adalah Babat, Bedahan, Banaran dan Plaosan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daeah (BPBD) Lamongan, Suprapto mengatakan, data tersebut masih sementara sambil menunggu data lainnya dari kepala desa atau lurah. “Data lainnya masih menunggu dari kepala desa dan lurah,” jelasnya.

Suprapto mengatakan, untuk mengurangi agar banjir tidak semakin meluas dan semakin tinggi, BPBD Lamongan bekerja sama dengan PU Pengairan telah mendatangkan 2 pompa air yang berkekuatan besar, yaitu 300 liter per detik, untuk membuang air banjir ke Bengawan solo. Sementara, untuk pompa lama juga masih difungsikan untuk mengurangi debit air banjir.

“Kami juga sudah membentuk posko di Kelurahan Babat untuk mendekatkan diri ke masyarakat,” ungkapnya. Lebih jauh, Suprapto juga mengatakan, hari ini pihaknya berencana akan mengirimkan bantuan berupa paket sembako kepada semua warga yang rumahnya tergenang air. Jumlah bantuan, kata Suprapto, akan dikirimkan ke semua warga yang terendam sambil menunggu data baru mengenai jumlah rumah warga yang terendam.

“Untuk bantuan ini kami bekerja sama dengan Bulog Lamongan,” akunya. Sementara, ketinggian air banjir di sejumlah kawasan di Babat hingga saat ini masih bervariasi yaitu setinggi 30 cm hingga 50 cm. Warga hingga kini masih berusaha menguras banjir yang masuk ke rumah mereka agar tidak semakin tinggi. Warga masih berharap agar banjir segera surut agar aktivitas keseharian warga tidak terganggu.

“Semoga air cepat surut,” harap Suntoro, salah seorang warga Babat.

BMKG: Jakarta Akan Dilanda Angin Kencang Dengan Kecepatan 37 km/jam


Angin kencang sempat menerbangkan kanopi di pintu tol Pasar Rebo, Jakarta Timur, pada Jumat (9/1) lalu. Kanopi ini menimpa empat pemotor sehingga membuat mereka terluka. BMKG menyatakan angin kencang ini masih berpotensi terjadi di Jakarta hari ini. “Memang sudah menurun, tapi masih berpeluang terjadi pada sore dan juga malam nanti,” kata Ida, salah seorang prakirawan BMKG Minggu (11/1/2015).

Ida mengatakan, kecepatan angin masimal bisa mencapai 20 knot atau 37 km/jam. Padahal normalnya kecepatan angin hanya 10 knot. “Ini kecepatan maksimalnya bisa sampai 20 knot, tapi bukan berarti terus-terusan 20 knot, hanya kecepatan maksimalnya saja,” katanya.

Ida mengatakan, angin kencang ini terjadi karena Jakarta akan segera memasuki puncak musim hujan. “Memang sudah waktunya musim hujan dan juga karena angin baratan yang kuat,” katanya. Seorang pengendara bernama Hermastiadi sempat mengirimkan foto kanopi lepas di Tol Pasar Rebo dan mengirimkannya ke pasangmata.com. Kanopi ini lepas dan menutupi sebagian jalan di kawasan itu. Akibat peristiwa ini lalu lintas di sekitar kawasan ini jadi macet.Angin kencang beberapa hari ini dirasakan oleh warga Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Akibat intensitas angin yang berhembus dua kali lipat dibanding biasanya tersebut menyebabkan hujan menjauh dari Jabodetabek pekan ini.

“Angin kencang selama satu minggu ini menjadi salah satu faktor yang menyebabkan hujan tidak turun di Jabodetabek,” ujar Ida, petugas prakiraan cuaca BMKG saat dihubungi, Jumat (9/1/2015) malam. Menurut Ida, hingga dua hari ke depan, kota Jakarta dan sekitarnya diperkirakan masih berawan dengan intensitas angin yang cukup kencang, sekitar 20 knot/jam. Normalnya, angin hanya berhembus 10 knot/jam. “Sampai dua hari ke depan masih berawan, namun peluang hujan masih ada, walaupun sedikit,” kata Ida.

Beberapa kota yang memiliki peluang untuk turun hujan pekan ini adalah Kepulauan Seribu pada pagi hari dan Kota Bogor pada sore hari. “Di Jakarta dan kota lain kemungkinan hujan ada tapi cenderung berawan, walaupun potensi hujan masih ada karena kita kan di daerah tropis,” jelasnya.Beberapa hari ini angin terasa kencang di Jakarta dan kota-kota di sekitarnya. Bahkan sore tadi sebuah kanopi di pintu tol Pasar Rebo terlepas dan menimpa 4 pemotor hingga terluka. Menurut BMKG, angin di Jakarta memang lebih kencang dua kali lipat dibanding biasanya.

“Memang untuk potensi angin masih cukup besar terjadi di Jabodetabek, sekitar 20 knot atau 37 km/jam. Normalnya 10 knot,” ujar Ida, petugas prakiraan cuaca BMKG saat dihubungi, Jumat (9/1/2015) malam.Angin kencang telah terjadi di kawasan Jabodetabek sejak 3 Januari. “Namun beberapa hari terakhir ini yang paling kencang,” jelasnya.

Menurut Ida, potensi angin kencang akan terjadi hingga 3 hari ke depan. Sehingga diharapkan para pengguna jalan untuk sedikit berhati-hati apabila melintasi beberapa kawasan yang ditumbuhi pohon besar. “Diharapkan hati-hati melewati kawasan yang ditumbuhi pohon besar, karena 3 hari ke depan potensi anginnya masih cukup kencang,” kata Ida.

Angin Ribut dan Puting Beliung Landa Bandung dan Solo


angin puting beliung tornado bandung5 Pohon tumbang dan 28 Rumah rusak parah akibat angin kencang yang melanda Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Angin kencang ini terjadi sebelum hujan sekitar pukul 13.30 WIB, Minggu (25/1/2015). “Jadi sebelum hujan angin dulu kencang sekali,” kata Deden Sudrajat, warga Desa Parung Serap, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (25/1/2015).

Deden mengatakan, setelah angin kencang ini mereda. Dia melihat di atas rumahnya terbentuk awan hitam yang berbentuk seperti pusaran angin. Awan ini menjulang ke angkasa, namun bagian bawahnya tak menyentuh tanah. Awan ini berwarna hitam. “Setelah angin kencang ini baru turun hujan deras sekali,” katanya.

Deden menyatakan, kawasan Soreang hingga kini masih hujan. Namun tidak sederas tadi siang. “Masih hujan tapi tak sederas tadi siang,” katanya. Hujan deras disertai angin ribut melanda beberapa lokasi di Klaten, Jateng, Jumat (23/1/2015). Sejumlah rumah dan bangunan milik warga mengalami kerusakan. Seorang warga dinyatakan tewas karena tertimpa teras rumah yang ambrol akibat tertimpa pohon roboh akibat angin ribut tersebut.

Angin ribut setidaknya terjadi di empat kecamatan di Klaten, yaitu di Kemalang, Manisrenggo, Karangnongko, dan Bayat. Di Dusun Mipitan, Desa Somokaton, Karangnongko angin ribut bahkan hingga memakan korban jiwa, yaitu Ny Saminah. (60 tahun) Angin ribut menumbangkan pohon kelapa di pekarangan Ny Saminah. Pohon kelapa itu lalu menimpa teras rumah hingga menyebabkan teras itu roboh. Saminah yang saat itu sedang‎ bersama cucunya yang masih balita, tertimpa runtuhan bangunan tepat di bagian kepala sehingga menyebabkan kematiannya. Sedangkan cucunya selamat meskipun dengan luka di bagian kaki.

Selain merusak puluhan rumah warga, angin ribut juga mengakibatkan ‎banyak pohon tumbang yang menimpa bangunan milik warga maupun menghalangi jalan. Di Desa Krikilan, Bayat, pohon tumbang menimpa kadang-kandang ayam petelur milik warga. Di Desa Keputran, Kemalang, puluhan pohon tumbang menghalangi jalan di areal lereng Merapi tersebut.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Klaten, Sri Winoto, mengatakan‎ tim reaksi cepat BPBD Klaten dibantu aparat TNI/Polri dan para relawan telah langsung bergerak membersihkan batang pohon yang merusak rumah warga. “Total kerugian sedang dalam pendataan. Yang jelas banyak rumah tertimpa pohon, ada satu korban meninggal dan beberapa orang mengalami terluka,” ujarnya.

Gunung Sinabung Meletus Lagi Diawal Tahun Baru


Gunung Sinabung kembali meletus pada Sabtu, 3 Januari 2015, disertai awan panas yang menjalar empat kilometer ke arah selatan. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan letusan terjadi sekitar pukul 08:33 hingga 09:19 WIB. “Tidak ada tambahan pengungsi karena letusan ini,” kata Sutopo melalui keterangan tertulis yang diterima Tempo, Sabtu, 3 Januari 2014.

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, pada siang tadi tercatat 24 kali awan panas dari puncak ke arah selatan dengan tinggi abu mencapai 500-3.000 meter. Sutopo mengatakan status tetap siaga. Hujan abu, kata dia, terjadi di Desa Payung, Tiganderket, Selandi, Juhar, dan Laubaleng.

Sejauh ini, kata Sutopo, jumlah pengungsi mencapai 2.443 jiwa atau 795 kepala keluarga yang ditempatkan di tujuh titik pengungsian. Sutopo menjamin semua kebutuhan pengungsi tercukupi. “Petugas dari BPBD dan TNI juga melakukan patroli sepanjang jalur sungai Lau Borus untuk antisipasi ancaman banjir lahar dingin,” katanya.

Sementara itu, pembangunan 50 unit rumah di kawasan Siosar untuk relokasi bagi warga Desa Sukameriah, Bekerah dan Simacem telah berhasil diselesaikan. Begitu pula pembangunan jalan menuju lokasi hunian tetap. Pada 2015, akan dilanjutkan pembangunan 320 unit rumah dan fasilitas umum lainnya. Sutopo mengingatkan pemerintah daerah, khususnya Bupati Karo agar melakukan perencanaan dan implementasi relokasi warga dengan baik. “Prinsipnya build back better and safer. Jangan sampai nantinya warga kembali lagi ke tempat asal,” katanya. “Perlu jaminan bahwa warga akan memperoleh kehidupan yang lebih baik di tempat baru.”

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhamad Hendrasto, mengatakan guguran material dari kubah lava Gunung Sinabung baru runtuh 30 persen. “Dari 15 juta meter kubik volume kubah lava Gunung Sinabung, diperkirakan baru 5 juta sudah diturunkan, tapi suplai bertambah terus,” katanya di ruang kerjanya di Bandung.

Menurut dia, pertumbuhan kubah lava itu saat ini kembali meningkat, kendati belum sebesar yang terjadi pada Januari-Februari 2014. Pertumbuhan kubah lava setelah status turun menjadi siaga sejak April 2014 sempat melambat. Pertumbuhan kubah lava kembali meningkat sejak September 2014. “Puncaknya, terjadi awan panas pada 9 Oktober 2014 lalu, terjadi 25 kali dalam sehari, dan paling jauh mencapai 4,75 kilometer ke arah selatan,” katanya.

Pada September 2014, alat pemantau aktivitas kegempaan Gunugn Sinabung memantau terjadinya peningkatan jumlah gempa low frequency dan gempa hybrid. Keduanya menandakan terjadinya suplai magma. “Sehingga terjadi penumpukan magma,” ujarnya. Saat ini rata-rata suplai magma yang pembentuk kubah lava itu diperkirakan 5 meter kubik per detiknya. Awan panas yang terjadi beberapa waktu terakhir ini terjadi bukan akibat letusan, tapi karena runtuhnya kubah lava tersebut. “Dominan awan panas terjadi ke arah selatan dan tenggara,” tutur Hendrasto.

Hingga kini, kata dia, masih terus terjadi aktivitas guguran kubah lava akibat dorongan magma yang keluar dari perut Gunung Sinabung. Hal itu mengindikasikan potensi terjadinya letusan besar malah kecil. Potensi letusan besar bisa terjadi jika suplai magma berkumpul di kawah gunung itu dan tidak gugur. “Letusan masih bisa terjadi, tapi kemungkinan lontaran materialnya tidak akan lebih dari 3 kilometer,” ujarnya.

Hendrasto mengatakan, sampai 15 Oktober 2014, mulai terjadi penurunan jumlah peristiwa awan panas yang asalnya 10 per hari menjadi maksimal enam kali dalam sehari. “Gempa low frequency masih stabil, suplay masih terjadi,” tuturnya. Pusat Vulkanologi masih mempertahankan status Gunung Sinabung di level III atau siaga. Lembaga itu melarang aktivitas warga hingga radius 5 kilometer, khusus di arah selatan dan tenggara kawah aktif gunung itu yang selama ini menjadi daerah lintasan awan panas. Sedangkan arah lainnya, Pusat Vulkanologi meminta warga tidak mendekat dalam radius 3 kilometer untuk menghindari potensi letusan yang bisa melontarkan material pijar dalam radius itu.

Gunung Gamalama Meletus Kembali …. Bandara Ditutup Hingga 29 Desember


Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin (22/12/2014) pukul 17.30 WIT. Imbasnya abu vulkanik membumbung tinggi mencapai 9.000 kaki bergerak ke barat daya, yang memaksa Bandara Sultan Baabullah ditutup sampai 29 Desember mendatang.

“Telah diterbitkan pula Ashtam nomor 0620/14 tertanggal 23 Desember 2014 pukul 23.20 UTC atau pukul 06.20 WIB di titik koordinat N0048 dan E12720 dengan kekuatan pergerakan angin mencapai 10 knot dengan ketinggian abu vulkanik masih mencapai 9.000 kaki dengan pergerakan arah angin menuju arah Barat Daya,” ujar Menhub Ignasius Jonan dalam pernyataannya, Selasa (23/12/2014).

Ashtam diperuntukkan bagi maskapai penerbangan, bandara hingga pilot dan pihak yang berkepentingan di dunia penerbangan. Ashtam dalam hal ini peringatan untuk menghindari rute-rute penerbangan yang terdampak abu Gunung Sinabung. Letusan Gunung Gamalama pada Senin sore disertai hembusan abu 100 meter dengan angin ke arah timur, tenggara dan selatan. Erupsi gunung mulai terjadi pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

“Dampak abu vulkanik tersebut hingga sementara ini tidak mempengaruhi rute penerbangan baik untuk area domestik maupun internasional,” sambung Jonan. Jonan mengatakan, terkait dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Gamalama di Ternate, telah diterbitkan Notice to Airman (Notam) nomor C0741/14 bandara Sultan Baabullah, Ternate. Bandara itu masih dinyatakan ditutup (Closed due to Gamalama VA Eruption over The Field) terhitung mulai tanggal 23 Desember pukul 00.19 UTC atau pukul 07.19 WIB yang diberlakukan sampai 29 Desember 2014 pukul 06.59 WIB.

Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin (22/12/2014) pukul 17.30 WIT. Akibatnya Bandara Sultan Baabullah yang pernah ditutup pada 19 Desember, kembali ditutup hingga 29 Desember mendatang.

“Terkait dampak abu vulkanik dari erupsi Gunung Gamalama di Ternate, telah diterbitkan Notice to Airman (Notam) nomor C0741/14 bandara Sultan Baabullah, Ternate, masih dinyatakan ditutup (Closed due to Gamalama VA Eruption over The Field) terhitung mulai tanggal 23 Desember pukul 00.19 UTC atau pukul 07.19 WIB yang diberlakukan sampai 29 Desember 2014 pukul 06.59 WIB,” ujar Kapuskom Kemenhub JA Barata dalam pernyataan tertulis, Selasa (23/12/2014).

Menurut Barata, telah diterbitkan pula Ashtam (Notam tentang abu vulkanik) nomor 0620/14 tertanggal 23 Desember 2014 pukul 23.20 UTC atau pukul 06.20 WIB di titik koordinat N0048 dan E12720 dengan kekuatan pergerakan angin mencapai 10 knot dengan ketinggian abu vulkanik masih mencapai 9.000 kaki dengan pergerakan arah angin menuju arah barat daya. Dampak abu vulkanik tersebut hingga sementara ini tidak mempengaruhi rute penerbangan baik untuk area domestik maupun internasional.

Ashtam diperuntukkan bagi maskapai penerbangan, bandara hingga pilot dan pihak yang berkepentingan di dunia penerbangan. Ashtam dalam hal ini peringatan untuk menghindari rute-rute penerbangan yang terdampak abu Gunung Sinabung. Letusan Gunung Gamalama pada Senin sore disertai hembusan abu 100 meter dengan angin ke arah timur, tenggara dan selatan. Erupsi gunung mulai terjadi pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Gunung Gamalama di Kota Ternate, Maluku Utara, kembali meletus pada Senin (22/12/2014) pukul 17:30 WIT. Letusan disertai hembusan abu 100 meter dengan angin ke arah timur, tenggara dan selatan. Hingga kini statusnya masih siaga. Gunung Gamalama adalah sebuah gunung stratovolcano kerucut yang merupakan keseluruhan Pulau Ternate, Kepulauan Maluku, Indonesia. Pulau ini ada di pesisir barat Pulau Halmahera yang ada di bagian utara Kepulauan Maluku. Selama berabad-abad, Ternate adalah pusat benteng Portugis dan VOC Belanda untuk perdagangan rempah-rempah, yang telah mencatat aktivitas volkanik Gamalama.

Berdasarkan rilis yang diterima detikcom dari Kepala Data dan Infromasi BNPB Sutopo Purwo Nugroho pukul 17:22 WIB, dilaporkan bahwa letusan muncul dari retakan tahun 2011. Hingga saat ini Kota Ternate masih diselimuti abu vulkanik. Sistem peringatan dini sudah berjalan dari pos pantau ke pos tanggap darurat menuju BPBD dan Kelurahan melalui frekuensi radio. Perlu diketahui bahwa Gunung Gamalama di Ternate, Provinsi Maluku Utara, pertama kali meletus pada hari Kamis (18/12/2014) pukul 22.41 WIT.

Tidak ada kepanikan yang terjadi. Hingga saat ini aktivitas masih berlangsung secara normal. BPBD Kota Ternate telah membagikan 55 ribu lembar masker kepada masyarakat. Namun, stock masker di BPBD dan Dinas Kesehatan tinggal 3000 lembar. Walikota Ternate Burhan Abdurahman menetapkan status siaga darurat Gunung Gamalama dari 18-31 Desember 2014. Sebanyak 18 titik pengungsian telah disiapkan dan di dalam radius 2,5 km Masyarakat dilarang melakukan aktivitas.

Bandara Sultan Baabullah, Ternate masih dinyatakan tertutup menyusul meletusnya Gunung Gamalama. Kementerian Perhubungan mengeluarkan Notice to Airman (Notam) kembali. “Senin 22 Desember 2014 pukul 06.16 WIB telah dikeluarkan Notam No. 0738/14 dimana Bandara Sultan Baabullah, Ternate masih dinyatakan ditutup,” ujar Kapuskom Kemenhub JA Barata, dalam rilis tertulis, Senin (22/12/2014). Notam adalah catatan peringatan bagi pemangku kepentingan transportasi udara, seperti pilot, maskapai penerbangan hingga petugas menara kontrol udara (ATC).

Menurut Barata, Notam berlaku hingga Selasa (23/12/2014) pukul 06.59 WIB. Kecepatan angin 5 knot ke arah timur dan ketinggian abu vulkanik 9.000 feet. “Tidak ada rute terdampak baik domestik maupun internasional,” ucapnya. Gunung Gamalama yang meletus pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita. Bandara Sultan Baabullah Ternate ditutup sejak Jumat (19/12/2014) pagi.

Gunung Gamalama masih meletus, bahkan ketinggian letusannya masih mencapai 9 ribu kaki. Debu vulkanik itu juga menutupi landas pacu Bandara Sultan Baabullah, Ternate hingga bandara masih belum dibuka hingga hari Minggu (21/12/2014). “Minggu 21 Desember 2014 pukul 06.36 WIB, telah dikeluarkan Ashtam nomor 0616/14. Kecepatan debu vulkanik mencapai 20 nautical mile (NM) ke Timur, kecepatan angin 5 knot. Semburan debu 9000 feet,” demikian jelas Kepala Pusat Komunikasi (Kapuskom) Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) JA Barata dalam keterangan tertulis yang diterima hari ini.

Ashtam adalah Notice to Airman (Notam) alias catatan peringatan kepada pihak yang berkepentingan dalam bidang transportasi udara tentang debu vulkanik yang membahayakan penerbangan. Barata menambahkan landas pacu Bandara Sultan Baabullah masih tertutup debu vulkanik sehingga bandara belum bisa dibuka. “Ketebalan debu di landasan 5 cm, bandara masih ditutup. Belum dikeluarkan Notam baru. Notam yang berlaku masih Notam kemarin,” jelas Barata. Bandara Sultan Baabullah Ternate ditutup sejak Jumat (19/12/2014) pagi menyusul Gunung Gamalama yang meletus pada Kamis (18/12) malam sekitar pukul 22.00 Wita.