Category Archives: Bencana Alam

Gunung Raung Meletus Lagi … Bandara Juanda Ditutup


Erupsi Gunung Raung siang tadi dipastikan membuat pihak Bandara Juanda, Surabaya, terpaksa melakukan penutupan sementara. Rencananya bandara akan ditutup hingga pukul 19.20 WIB. Kepala Posko Harian Pusat Koordinasi Monitoring Angkutan Lebaran Kementerian Perhubungan, Yudhi Sari, mengatakan Bandara Juanda saat ini masih berpotensi ditutup bahkan hingga dini hari nanti.

Penutupan Bandara Juanda akan berlanjut jika Gunung Raung masih terus mengeluarkan abu yang dapat mengganggu penerbangan. “Nanti, kalau dilihat belum memungkinkan maka NOTAM (Notice To Airmen) penutupan Bandara Juanda akan diperpanjang. Nanti kita lihat sampai malam,” ujar Yudhi di Kantor Kemenhub, Jakarta. Hingga Bandara Juanda ditutup pukul 13.00 WIB tadi, tercatat sudah ada 79 jadwal kedatangan dan 62 penerbangan pesawat yang ditunda.

“Ada jadwal arrival yang tertunda 79, kemudian jadwal departure tertunda 62 (pesawat). Itu baru data dari Terminal I Juanda saja yang melayani penerbangan domestik,” kata Yudhi. Berdasarkan keterangan yang diterima CNN Indonesia, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho sebelumnya mengungkapkan, Gunung Raung masih dalam kondisi terus mengeluarkan letusan. Asap hitam ke luar keluar dari kawah setinggi 1.500-2.000 meter ke Barat Laut, sementara suara gemuruh terdengar di Desa Karangparas, Desa Sumbersalak, Kecamatan Ledokombo, Jember. Begitu juga dengan asap hitam tebal yang keluar dari kawah setinggi 1.500-2.000 meter mengarah ke Barat Laut.

Sutopo menyebut, saat ini belum perlu dilakukan pengungsian bagi warga di sekitar lokasi. Namun, dia meminta agar warga yang berada dalam radius tiga kilometer tidak beraktivitas terlebih dulu. Sebab, hujan abu vulkanik berpotensi terjadi di daerah-daerah sekitar Gunung Raung selama hari lebaran. Sementara itu berdasarkan citra foto satelit BMKG, sebaran debu Gunung Raung terlihat mengarah ke arah barat hingga ke wilayah Surabaya.

PT Garuda Indonesia Tbk kembali membatalkan jadwal penerbangan ke Surabaya akibat kembali meletupnya Gunung Raung di Jawa Timur. Pelaksana harian Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menjelaskan setidaknya ada 11 penerbangan dari Jakarta ke Surabaya yang sedianya mengangkut 2.200 orang penumpang dibatalkan hari ini, Kamis (16/7). “Sejak pukul 13.00 WIB, Bandara Juanda dan Malang ditutup karena debu Gunung Raung. Akibatnya penerbangan Garuda dari Jakarta ke Surabaya dibatalkan hari ini sejak pukul 1300 WIB,” ujar Ikhsan melalui keterangan pers, Kamis (16/7).

Sementara jika di total dengan penerbangan dari kota-kota lain menuju Surabaya, jumlah penerbangan yang dibatalkan Garuda akibat debu vulkanik Gunung Raung mencapai 48 penerbangan. “Garuda mengimbau agar penumpang tidak ke bandara hari ini karena seluruh penerbangan ke Surabaya dibatalkan. Penumpang Garuda dapat melakukan refund dan reschedule tanpa biaya dengan menghubungi call center Garuda Indonesia,” ujar Ikhsan.

Debu vulkanik akibat erupsi Gunung Raung, Jawa Timur, yang menyebar melingkupi Bandara Ngurah Rai membuat bandara harus ditutup. Hal ini membuat para penumpang dari dan menuju Bali terlantar. Sebanyak 15 ribu penumpang terlantar akibat penutupan bandara. Berdasarkan pantauan, terlihat antrean penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 13.30 WIB. Mereka antre untuk refund.

Desak, salah satu penumpang Garuda Indonesia menuju Bali mengatakan, ini bukan kali pertama dia mengalami penundaan penerbangan akibat Gunung Raung. Pada Jumat lalu (10/7), penerbangannya ditunda akibat aktivitas gunung setinggi 3.332 meter di atas permukaan laut itu meningkat. Harusnya saya pulang hari Jumat. Tapi di-reschedule jadi Minggu siang. Tapi malah ditutup lagi,” kata Desak.

Desak dan ketiga temannya yang memang asli Bali akhirnya memutuskan untuk mengambil refund dan mengubah rencana kepulangan mereka. “Kami mau naik Citilink yang ke Surabaya, terus lanjut naik darat,” ujarnya. Alternatif ini dipilih Desak karena Garuda Indonesia tidak memberikan kepastian ada penerbangan selamjutnya ke Pulau Dewata.

“Pihak Garuda tidak memberitahu ada penerbangan lain buat malam atau bagaimana. Tidak seperti hari Jumat mereka menyarankan kami untuk terbang hari Senin,” kata Desak. Senasib dengan Desak, salah satu turis asal Belgia yang tidak mau disebutkan namanya juga mengaku mengalami penundaan penerbangan sejak Jumat lalu. Tujuan untuk berlibur ke Pulau Bali bersama keluarga harus tertunda entah sampai kapan. Saat ini, turis tersebut masih menunggu kepastian dari Garuda Indonesia. “Kami akan bertanya kepada pihak maskapai bagaimana kemungkinannya kami sampai ke Bali,” kata dia.

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terpaksa kembali meniadakan penerbangan dari dan menuju ke Bali menyusul penutupan Bandara Ngurah Rai akibat erupsi Gunung Raung. Sedikitnya 100 penerbangan maskapai pelat merah ini terganggu dengan estimasi jumlah calon penumpang yang telantar mencapai kisaran 15 ribu orang. “Karena Ngurah Rai ditutup kami meniadakan atau membatalkan lagi penerbangan dari dan ke Bali pada hari ini sampai batas waktu yang belum ditentukan,” ujar Ikhsan Rosan, Senior Manager Corporate External Communication Garuda Indonesia

Gunung Gamalama Di Maluku Utara Meletus


Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menutup sementara Bandara Sultan Baabullah Ternate, Maluku Utara akibat erupsi Gunung Gamalama. Dengan keluarnya Notice to Airmen (Notam) Nomor C0548/15, Bandara Sultan Baabullah Ternate ditutup mulai pukul 11.14 WIB atau 13.14 WIT sampai dengan 14.14 WIB atau 16.14 WIT. “Abu vulkanik Gunung Gamalama bergerak ke arah Barat Laut dengan kecepatan 15 knot,” tulis Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J.A. Barata melalui keterangan resmi, Kamis (16/7).

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana telah mengumumkan, Gunung Gamalama di Ternate, Maluku Utara, hari ini meletus pada pukul 09.58 WIT dengan asap letusan setinggi 1.000-1.500 meter di atas puncak kawah. “Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara, meletus freaktik pada Kamis (16/7) pukul 09.58 WIT. Tinggi kolom letusan 1.000-1.500 meter di atas puncak kawah. Asap putih kelabu mengarah ke Utara,” kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Akibat penutupan bandara Ternate, maskapai penerbangan Sriwijaya Air terpaksa menunda pemberangkatan satu penerbangan rute Manado – Ternate. Penerbangan tersebut sedianya diberangkatkan pada pukul 12.00 WIT “Penumpang dari Manado, Makassar, dan Ternate masih menunggu di Manado. Pesawatnya harusnya berangkat tadi jam 12,” kata Senior Manager Corporate Communication Sriwijaya Air Agus Soedjono melalui sambungan telepon.

Bandara Sultan Babullah, Ternate, Maluku Utara, pagi ini, Kamis (16/7) ditutup akibat erupsi Gunung Gamalama. Kepala Pusat Komunikasi Kementerian Perhubungan J.A Barata mengatakan demi alasan keamanan para penumpang, bandara ini ditutup hingga waktu yang belum ditentukan. “Gunung Gamalama meletus, ada penutupan Bandara Sultan Babullah pukul 10.00 WIB untuk alasan keselamatan penerbangan,” ujar Barata di live video conference, posko Bandara Kuala Namu, Medan, Kamis (16/7).

Barata menjelaskan, Kementerian Perhubungan akan terus memantau perkembangan yang terjadi seputar erupsi Gunung Gamalama yang memang berada dekat dengan bandara. Pemantauan dilakukan setiap jam agar bisa terus memberi informasi kepada publik dan maskapai penerbangan demi kenyamanan para penumpang. Deputi Meteorologi dari Badan Metereologi dan Geofisika menyatakan, erupsi Gunung Gamalama menyemburkan abu vulkanik setinggi 2 kilometer lebih. “Gunung meletus dari pukul 09.05 WIT dengan ketinggian abu vulkanik mencapai 2.700 meter,” ujarnya.

Yunus menjelaskan, letusan yang terjadi pertama kali ini masih dalam taraf kecil. Perhitungan menjadi agak besar ketika ketinggian mencapai 4 ribu-5 ribu ribu meter. Sedangkan jika di atas 5 ribu meter sudah terhitung besar. Sampai sejauh ini, belum ada perkembangan lebih lanjut terkait penundaan atau pembatalan penerbangan akibat penutupan bandara terkait erupsi ini. Gunung Gamalama di Pulau Ternate, Maluku Utara pagi tadi meletus. Meski erupsi, warga sekitar belum diminta mengungsi. Namun radius 1,5 km dari kawah harus steril dari aktivitas warga.

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, tinggi kolom letusan Gamalama 1.000 – 1.500 meter di atas puncak kawah. “Asap putih kelabu mengarah ke Utara,” kata Sutopo dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/7). Letusan freaktif tersebut terjadi karena air bertemun dengan magma di dalam kawah. Akibatnya material abu dan pasir terlontar.

Berdasarkan data pengamatan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Kegunungapian (PVMBG), Badan Geologi, letusan tidak diikuti dengan peningkatan aktivitas vulkanik yang ekstrem. “Status tetap Waspada (level II),” katanya. Meski masih berada pada level III, akibat letusan ini Bandara Sultan Babullah di Ternate ditutup. Penutupan dilakukan demi keamanan para penumpang. Penutupan sampai batas waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Jember, Bondowoso dan Situbondo Provinsi Jawa Timur juga masih terus meletus. Sutopo mengatakan, saat ini asap kelabu hitam tebal terus keluar dari kawah dengan tinggi 1.500 -2.000 meter ke Barat-Barat Laut. “Cahaya api dari lava pijar terlihat di puncak kawah. Tremor vulkanik masih menerus. Suara gemuruh dan dentuman masih terdengar,” katanya.

Meski masih meletus, berdasarkan pemantauan tremor, adanya penurunan dibandingkan sebelumnya. Pasokan magma menurut Sutopo menurun. Meski begitu namun belum dapat dipastikan kapan letusan berakhir. Hingga hari ini belum ada warga yang diungsikan. Meski begitu warga dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer. Gunung Gamalama terakhir meletus pada Desember tahun lalu. Letusan saat itu muncul dari retakan yang tercipta karena letusan tahun 2011. Saat itu pemerintah daerah setempat sudah menyiapkan 18 titik pengungsian.

Hujan Es dan Suhu -3 Terjang Kawasan Puncak


Wakil Bupati Puncak, Repinus Telengen menyatakan, hujan es merupakan siklus tahunan di tiga kampung di daerahnya dan kerap membuat warganya dilanda kelaparan. Kampung yang terancam kelaparan itu, letaknya sangat terisolir, tak ada penerangan dan sinyal komunikasi. Ketiga yang dilanda hujan es itu yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak, Papua. Hujan es yang turun sebulan terakhir menyebabkan gagal panen dan banyak ternak milik warga yang mati. Namun sejauh ini belum ada laporan adanya warga yang tewas.

“Belum dilaporkan adanya yang meninggal akibat hujan es. Namun masyarakat di sana sangat membutuhkan makanan dan pakaian. Suhu di kampung tersebut jika malam hari dikabarkan minus 3 derajat Celsius, sementara pada siang hari 10 hingga 13 derajat Celsius,” kata Repinus Telengen kepada wartawan, Senin (13/7/2015).

Disebutkan Repinus, hujan es tahun ini dianggap oleh masyarakat setempat sebagai hujan es yang tergolong panjang dan ekstrim. Selain dinginnya cuaca di daerah itu, oksigen juga menipis, sebab tiga kampung terletak di ketinggian 2.300 meter di atas permukaan laut (mdpl). “Hari ini baru bisa didistribusikan delapan karung beras ukuran 50 kilogram. Sebab untuk masuk ke daerah itu hanya dapat ditempuh dengan pesawat berbadan kecil yang hanya bisa ditumpangi 8 orang penumpang,” katanya.

Disebutkan, saat ini, masih ada enam ton bahan makanan yang tertahan di Timika, karena tidak adanya pesawat terbang maupun helikopter yang mampu terbang ke kampung tersebut. Kabupaten Puncak merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Puncak Jaya pada tahun 2008. Kabupaten ini merupakan kabupaten tertinggi se-Indonesia. Kabupaten Puncak juga merupakan lokasi puncak Cartensz yang bersalju.

Gubernur Papua Lukas Enembe menyatakan, hujan es yang terjadi di Kabupaten Puncak merupakan fenomena alam biasa. Daerah itu memang kerap dilanda hujan es. Terkait dengan ancaman kelaparan yang dialami warga karena hujan es itu, Lukas Enembe menyatakan saat ini Wakil Bupati Puncak, Repinus Telenggen sedang menuju ke lokasi tiga kampung yang dikabarkan dilanda hujan es itu.

“Saya sudah komunikasi dengan Bupati Puncak, Willem Wandik dan bupati menyebutkan dia bertanggung jawab atas nasib rakyat di sana,” kata Lukas kepada wartawan di Jayapura, Senin (13/7/2015). Saat ini, kata Lukas, pihaknya masih menunggu laporan lanjutan dari Pemkab Puncak. Mereka akan mencermati apa saja yang dibutuhkan mendesak dan segera ditangani. Tiga kampung yang dilanda hujan es itu yakni Kampung Agamdugume, Tuput dan Jiwot di Distrik Agandugume, Kabupaten Puncak. Hujan es yang turun sebulan terakhir menyebabkan gagal panen dan banyak ternak milik warga yang mati.

Daftar Bandara Dan Penerbangan Yang Dibatalkan Karena Gunung Raung Meletus


PT Garuda Indonesia Tbk memutuskan untuk menghentikan sementara kegiatan operasi sebanyak 20 rute penerbangan akibat sebaran debu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur. Badan usaha milik negara (BUMN) tersebut menutup penerbangan dari dan menuju empat bandara akibat aktivitas vulkanik Gunung Raung, yaitu dari Bandara Ngurah Rai Denpasar, Bandara Belimbingsari Banyuwangi, Bandara Notohadinegoro Jember dan Bandara Lombok.

Pelaksana Harian Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Ikhsan Rosan menyebutkan 20 rute penerbangan yang dihentikan sementara operasinya pada hari ini, Jum’at (10/7) adalah:

1. Denpasar -Jakarta pp
2. Denpasar – Surabaya pp
3. Denpasar – Yogyakarta pp
4. Denpasar – Timika pp
5. Denpasar – Labuan Bajo pp
6. Denpasar – Kupang pp
7. Denpasar – Makassar pp
8. Denpasar – Dili (codeshare) pp
9. Denpasar – Banyuwangi pp
10. Denpasar – Melbourne pp
11. Denpasar – Sydney pp
12. Denpasar – Perth pp
13. Denpasar – Narita (Tokyo) pp
14. Denpasar – Kansai (Osaka) pp
15. Denpasar – Seoul pp
16. Banyuwangi – Surabaya pp
17. Jember – Surabaya pp
18. Lombok – Sumbawa pp
19. Lombok – Jakarta pp
20. Lombok – Denpasar pp

Ikhsan menjelaskan, keputusan manajemen untuk menghentikan sementara layanan 20 rute penerbangan tersebut berbekal notice to airman (Notam) yang diterbitkan Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan. “Karena situasi tersebut, Garuda membebaskan biaya cancellation fee, menyediakan fasilitas rebooking/reroute, memberikan pilihan refund fee dan fee perubahan tiket lainnya bagi para penumpang yang telah memiliki jadwal penerbangan dari dan menuju ke empat kota tersebut,” ujar Ikhsan, dikutip dari keterangan pers, Jumat (10/7).

Garuda menurutnya akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan aktivitas Gunung Raung serta kesiapan masing-masing bandara untuk kembali melaksanakan operasional penerbangan. “Penerbangan Garuda dari dan menuju ke empat)bandara tersebut akan dilayani setelah dinyatakan dibuka kembali oleh otoritas yang berwenang,” ujar Ikhsan.

Erupsi Gunung Raung di Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, Jawa Timur masih terjadi hingga saat ini. Bahkan beberapa penerbangan di batalkan, termasuk adanya pembatalan penerbangan maskapai Australia yang hendak menuju Bali. Laporan yang diterima CNN Indonesia, pemantauan cuaca di Gunung Raung oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika pagi ini, cuaca cerah dengan angin tenang akan membawa asap kelabu tipis-hingga tebal ke arah tenggara-timur.

“Dari laporan hingga pagi, dini hari cuaca terang, angin tenang. Suhu udara 17-25 celcius. Asap kelabu tipis-tebal tingkat lemah menuju tenggara-timur,” kata Kepada Sub-Bindang Informasi BMKG Harry Djatmiko, Selasa (7/7). ketinggian asap kelabu itu diperkirakan berada di antara 200 hingga 500 meter. Hingga pagi ini, menurutnya, masih terdengar suara geuruh lemah hingga sedang dan dentuman sedang. Terkait data seismik amplitudo hingga Senin (6/7) tengah malah adalah 6-32, dominan 28-29 mm. Untuk itu, terkait keadaan cuaca di wilayah Gunung Raung, BMKG menyimpulkan gunung tersebut dalam kondisi siaga atau berada di level III, satu tingkat di bawah level tertinggi bahaya gunung berapi, yaitu level IV atau awas.

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho menjelaskan erupsi Gunung Raung sebenarnya bertipe Strombolian atau dalam arti lain bahayanya tidak akan meluas. Hal itu disebabkan lontaran material pijar yang cukup berat dan sistem kawah Gunung Raung sudah terbuka sehingga tidak ada penumpukan energi yang cukup besar untuk menjadi letusan besar.

“Ketinggian asap letusan Gunung Raung kurang dari satu kilometer dari puncak, maksimum ketinggian abu vulkanik Gunung Raung 4 kilometer dari permukaan laut, jauh dari jelajah terbang pesawat komersil,” ujar dia menjelaskan. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menginstruksikan penutupan lima bandara terkait sebaran debu vulkanik Gunung Raung di Jawa Timur yang membahayakan kegiatan penerbangan sejak malam tadi.

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemenhub J.A. Barata menjelaskan lima bandara yang ditutup adalah Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali; Bandara Internasional Lombok; Bandara Selaparang, Lombok; Bandara Blimbingsari, Banyuwangi; dan Bandara Notohadinegoro, Jember. “Penutupan tersebut berdasarkan Notice to Airmen (Notam) yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara,” kata Barata dikutip dari keterangan resmi, Jumat (10/7).

Lima peringatan untuk para pilot tersebut terdiri dari:

1. Notam Nomor A 1413/15 untuk penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali, yang berlaku sampai dengan pukul 06.30 WITA.
2. Notam Nomor B 1067/15 untuk penutupan Bandara Internasional Lombok, yang berlaku sampai dengan pukul 05.30 WITA.
3. Notam Nomor C 0498/15 untuk penutupan Bandara Selaparang, Lombok, yang berlaku sampai dengan pukul 09.00 WITA.
4. Notam Nomor C 0499/15 untuk penutupan Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, yang berlaku sampai dengan pukul 12.00 WIB.
5. Notam Nomor C 0500/15 untuk penutupan Bandara Notohadinegoro, Jember, yang berlaku sampai dengan pukul 08.00 WIB.

Menggunakan bahasa teknis penerbangan, Barata menyebut rute domestik yang terdampak debu vulkanik Gunung Raung adalah W33, W34, W41, W42, W43, W44, W45, dan W46. Sedangkan untuk rute internasional yang terdampak adalah G326. “Notam penutupan bandara-bandara ini akan terus diperbaharui menyesuaikan dengan kondisi nyata atas perkembangan penyebaran debu vulkanik terkait aktivitas Gunung Raung,” ujar pria berkacamata tersebut.

Daftar 18 Provinsi Yang Terkena Dampak Kemarau Panjang Akibat El Nino Tahun 2015


Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan upaya khusus (upsus) guna mengantisipasi ancaman dampak gelombang panas El Nino terhadap pertanian. Sebanyak 18 provinsi terindikasi rawan terdampak gelombang panas El Nino. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Kementerian Pertanian, Moch. Syakir mengatakan, gelombang panas El Nino memang diprediksikan oleh Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Lapan berjenis moderat.

Gelombang panas lemah akan terjadi mulai Juni, dan makin moderat hingga puncaknya November. Syakir menuturkan, dari data tersebut dapat diartikan El Nino datang hampir bersamaan dengan masa tanam kering atau musim kemarau, yakni April-September (Asep). “Namun, kalau toh terjadi El Nino yang berbahaya untuk pertanian, Kementan sudah mengantisipasi,” kata Syakir, di Jakarta, Rabu (17/6/2015). Kementan, sambung Syakir, telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak gelombang panas.

Kurang lebih ada 18 provinsi yang tersebar di Sumatera, Jawa, Nusa Tenggara, dan Sulawesi yang potensial terdampak El Nino. “Yang rawan terdampak ada18 provinsi, tapi tidak semua wilayah di provinsi itu terkena, hanya beberapa kabupaten saja. Ada di NTB, Sumatera Utara, Aceh, Lampung, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Tengah,” jelas Syakir.

Syakir menuturkan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah memanggil semua kepala dinas dari provinsi yang rawan terdampak El Nino, serta Dandim untuk berkoordinasi. Kementan telah menyiapkan pula program upaya khusus (upsus) diantaranya penyediaan pompa air, benih, dan pupuk. Pembagian pompa air sudah dilakukan sebagian. “Kegiatan upsus itu salah satu inputnya adalah pompa air,” kata Syakir. Selain itu, Kementan juga menyiapkan benih dan pupuk manakala ada produksi padi yang terganggu kekeringan, dan petani perlu menanam kembali. Menurut Syakir, komoditas pertanian yang kemungkinan besar akan terdampak gelombang panas adalah padi dan jagung.

“Tentu tanaman semusim. Yang harus kita jaga adalah target swasembada padi itu nomer satu kita amankan,” kata Syakir. Sementara itu, untuk komoditas hortikultura seperti cabai, Syakir mengatakan sentra produksi hortikultura tidak banyak yang berada pada daerah rawan dampak El Nino. Apalagi, hortikultura biasanya ditanam di masa penghujan, bukan di musim kemarau. “Kalau ditanam di musim kering pun rata-rata di daerah yang punya sumber air yang cukup. Jadi selama ini hortikultura itu punya daerah yang memiliki infrastruktur yang bagus,” sambung Syakir.

Demikian juga dengan peternakan. Syakir mengatakan, gelombang panas El Nino juga tidak akan banyak berpengaruh terhadap peternakan. Pasalnya, biasanya para peternak memilih lokasi yang memiliki sumber air cukup banyak. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memperkirakan gelombang panas El Nino akan menyerang wilayah Indonesia sampai November 2015. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, El Nino yang menyerang wilayah Indonesia berjenis El Nino moderat.

“Akibat adanya El Nino diperkirakan awal musim hujan 2015/2016 di beberapa wilayah mengalami kemunduran,” kata Yunus dalam rapat koordinasi dengan Menteri LHK dan Menteri ATR, Jakarta, Rabu (17/6/2015). Yunus mengatakan, hasil monitoring BMKG, perkembangan El Nino sampai Juni menunjukkan El Nino moderat. Kondisi ini diperkirakan akan berlangsung sampai November dan berpeluang untuk menguat (WMO, 2015). Yunus menyampaikan, daerah-daerah yang berpotensi terkenda dampak El Nino meliputi Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tenggara.

Dia menambahkan, El Nino bukan satu-satunya faktor pemicu kekeringan di Indonesia, harus dipertimbangkan faktor lain seperti Dipole Mode dan SST di perairan Indonesia. Yunus mengatakan, efek dari El Nino di tiap-tiap daerah berbeda. Paling nyata ada di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perbedaan dampak El Nino ini disebabkan letak geografis yang berbeda-beda, dan juga pola hujan.

Dia bilang El Nino berdampak terhadap pengurangan curah hujan di bagian barat Indonesia. “Tapi tidak signifikan,” kata Yunus. Dampak lain dari El Nino adalah beberapa wilayah menjadi rentan mengalami kebakaran hutan. Dia menyebut Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Barat adalah daerah yang saat ini sangat mudah terjadi kebakaran. “Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat ini karena dekat dengan Singapura harus diantisipasi, karena mereka yang paling rewel (kalau ada kebakaran),” kata Yunus.

Wakil Menteri Pertanian, Rusman Heriawan mengatakan, pemerintah telah menyusun rencana untuk mengimpor 500.000 ton beras guna mengantisipasi dampak badai kering El Nino.“Peristiwa el nino juga tiap tahun akan terjadi. Yang penting jangan sampai produksi yang bisa dicapai pada 2013, turun dari jumlah itu,” katanya kepada wartawan, di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (24/6/2014). Rusman mengatakan, izin yang akan dikeluarkan adalah sebanyak 200.000 ton untuk beras premium dan 300.000 ton untuk beras medium. Sementara itu, El Nino diperkirakan menyambangi Indonesia pada Oktober, November, dan Desember.

Rusman mengatakan, meskipun pemerintah telah mempersiapkan opsi impor, namun, hal tersebut tidak lantas menjadi keharusan. Hal itu disebabkan tergantung pada kecukupan produksi nasional. “Maksud saya begini, boleh saja ada pemikiran-pemikiran impor untuk memperkuat cadangan beras dalam negeri. Tapi instrumen itu disiapkan saja. Tetapi bukan berarti harus dieksekusi,” katanya. Dia menjelaskan, rencana impor beras harus dipikirkan pemerintah sejak dini sehingga jika ada sesuatu yang tidak diinginkan, hal tersebut bisa diantisipasi.

Data Kementerian Pertanian menunjukkan target produksi beras tahun mencapai 76,57 juta ton gabah kering giling (gkg). Target ini lebih besar dari tahun lalu yang hanya sebesar 71,29 juta ton. Hingga semester pertama 2014, realisasi produksi sudah mencapai 50 persen. Hingga akhir Agustus mendatang, pemerintah menyatakan belum akan membuka keran impor beras. “Kalau untuk urusan impor kita paling konsen jangan sampai melukai petani, tetapi bukan berarti Kementan mengatakan itu haram,” katanya.

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan, perubahan iklim dan gelombang panas El Nino tidak akan menyebabkan kebakaran lahan. Susi yang dalam biodatanya memasukkan profesi sebagai aktivis itu menyampaikan, kebakaran lahan tidak akan mungkin terjadi kecuali ada pihak yang membakar.

“Di CV (biodata) saya, salah satunya saya tuliskan independent activist. Dari pengalaman saya di Indonesia, El Nino tidak akan menyebabkan kebakaran lahan. Saya berani taruhan, tidak akan menyebabkan kebakaran. Kalau lahan kering itu tidak dibakar, itu tidak mungkin terbakar,” kata Susi dalam rapat koordinasi tentang El Nino, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Dia bilang, hutan-hutan di Indonesia rendah kemungkinannya terbakar akibat gelombang panas, lantaran memiliki kelembaban tinggi. Berbeda dari hutan-hutan yang ada di Australia. “Kalau di Australia, saya percaya (kebakaran karena gelombang panas),” kata Susi. “Di kita, kalau orang tidak sengaja membuang api, membuang puntung rokok, tidak akan terjadi kebakaran. Hampir, zero-zero-zero possibility,” ucap Susi. Susi mewanti-wanti jangan sampai nantinya isu El Nino ini justru dimanfaatkan oleh oknum atau pengusaha nakal yang memang membakar hutan untuk membuka lahan. Mereka bisa jadi menjadikan El Nino sebagai kambing hitam. Padahal memang sengaja dibakar.

“Dengan level humidity tinggi, impossible lahan kering di Indonesia tidak mungkin terbakar kalau tidak dibakar,” tandas Susi. Sebelumnya, Deputi Bidang Meteorologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, El Nino yang menyerang wilayah Indonesia berjenis El Nino moderat antara Juni sampai November 2015. Yunus mengatakan, efek dari El Nino di tiap-tiap daerah berbeda. Paling nyata ada di Sumatera Selatan, Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Perbedaan dampak El Nino ini disebabkan letak geografis yang berbeda-beda, dan juga pola hujan. Dia bilang El Nino berdampak terhadap pengurangan curah hujan di bagian barat Indonesia. “Tapi tidak signifikan,” kata Yunus.

Dampak lain dari El Nino adalah beberapa wilayah menjadi rentan mengalami kebakaran hutan. Dia menyebut Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan Barat adalah daerah yang saat ini sangat mudah terjadi kebakaran. “Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat ini karena dekat dengan Singapura harus diantisipasi, karena mereka yang paling rewel (kalau ada kebakaran),” kata Yunus.

Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Juni 2014 mengalami peningkatan sesuai dengan pola historisnya, namun tetap terkendali. Inflasi Juni sebesar 0,43 persen, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sesuai dengan pola inflasi menjelang Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.”Namun demikian, inflasi Juni tersebut masih terkendali dan bahkan lebih rendah dibandingkan angka historis dalam beberapa tahun terakhir yang rata-rata mencapai 0,56 persen month to month,” kata Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs dalam pernyataan resmi, Rabu (2/7/2014).

Sebagaimana biasanya, inflasi menjelang Ramadhan masih didorong inflasi volatile food yang mencapai 1,06 persen (mtm) atau 6,74 persen (yoy). Komoditas yang mengalami kenaikan tertinggi adalah bawang merah dan bawang putih serta daging ayam dan telur ayam. Adapun inflasi administered prices sedikit meningkat menjadi 0,45 persen (mtm) atau 13,47 persen (yoy) disebabkan penyesuaian tarif listrik untuk pelanggan Rumah Tangga dengan daya listrik lebih dari 6600 VA.

“Bank Indonesia menilai inflasi hingga Juni 2014 ini masih positif bagi pencapaian sasaran inflasi 4,5 plus minus 1 persem pada 2014 dan 4 plus minus 1 persem pada 2015. Bank Indonesia tetap mencermati berbagai risiko inflasi di semester II 2014 seperti potensi meningkatnya harga pangan akibat El Nino,” sebut Peter.

Kampung Cimerak Cireungas Sukabumi Dilanda Tanah Longsor


Tiga korban longsor Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berhasil ditemukan. Ketiganya adalah Aldi, 12 tahun, warga Kampung Cimerak; Jamilah (37), warga Sukanagara, Cianjur; dan Lisdiawati (4), warga Sukanagara, Cianjur. Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi Usman Susilo menuturkan dua korban atas nama Jamilah dan Lisdiawati ditemukan dalam posisi berpelukan. Keduanya merupakan warga yang sedang bertamu ke kampung itu.

“Tiga korban berhasil ditemukan sekitar pukul 15.00 WIB. Dua di antaranya ibu dan anak. Sedangkan seorang lagi bernama Aldi, baru digali setengah badan karena masih tertimbun pepohonan,” kata Usman di lokasi bencana, Minggu, 29 Maret 2015. Hingga kini, korban yang berhasil ditemukan berjumlah sembilan orang. Adapun tiga orang lagi masih dalam pencarian.

Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Sukabumi, Polres Sukabumi Kota, Kodim 0607 Sukabumi, dan warga masih berada di lokasi longsor. “Ada sekitar 500 personel gabungan yang diterjunkan ke lokasi longsor untuk membantu pencarian,” kata Komandan Korem 063 Suryakancana Kolonel Infanteri Fullad.Sebanyak 12 warga tertimbun tanah longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Tujuh korban bisa ditemukan, sementara lima korban lain masih dalam pencarian.

Komandan Resor Militer 063 Suryakancana Bogor Kolonel Infanteri Fullad menjelaskan, tanah longsor terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2015, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat hujan deras mengguyur Sukabumi dan sekitarnya, tebing di pinggir Jalan Raya Sukalarang-Cireungas ambrol. Tanah yang longsor itu menimbun rumah dan menutup jalan.

“Korban pertama ditemukan sekitar pukul 02.00 WIB. Selanjutnya, enam korban lain ditemukan pagi. Jadi korban yang bisa ditemukan berjumlah tujuh, sisanya masih ada lima yang masih dalam pencarian,” ujar Usman Susilo, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, di lokasi bencana, Ahad, 29 Maret 2015.

Usman menerangkan, dari tujuh korban yang bisa ditemukan, baru enam yang teridentifikasi, yakni Maya, 13 tahun, Aisyah (50), Elsa (15), Egi (60), Dede (10), dan Sopardi, yang baru saja ditemukan. “Korban lain masih dalam pencarian. Kami masih membutuhkan tambahan alat berat untuk menyingkirkan material longsor,” kata Usman.Seluruh korban longsor di Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Kabupaten Sukabumi, sudah berhasil ditemukan. Total korban yang sudah dievakuasi hingga pukul 18.00 WIB, Ahad 29 Maret 2015, menjadi 12 orang.

“Alhamdulillah, seluruh korban sudah ditemukan. Dua korban terakhir ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB dengan posisi berdekatan di lokasi rumah Lilis alias Ilis, korban yang sebelumnya sudah ditemukan,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Andi Kusnadi, di lokasi kejadian, Ahad 29 Maret 2015.

Dua korban terakhir adalah Abdul Mukti, 43 tahun, warga Kampung Cijurey Desa Cikurutug Kecamatan Cireungas, dan Deni, 40 tahun, warga Kampung Pasekon Desa Tegalpanjang Kecamatan Cireungas. Sebelumnya, 10 korban sudah terlebih dahulu ditemukan. Dengan ditemukannya dua korban terakhir, Andi mengatakan proses evakuasi korban longsor dihentikan. Menurut Andi, proses selanjutnya adalah membantu membuka akses jalan antara Sukalarang-Cireungas yang tertutup material longsor. Selain itu, BPBD akanmembantu warga yang berada di pengungsian.

Andi menambahkan, lokasi longsor termasuk ke dalam titik rawan bencana alam di Kabupaten Sukabumi. Pihaknya, kata Andi, sedang melakukan kajian teknis untuk proses relokasi warga yang diungsikan karena pemukimannya rawan longsor susulan. “Ada 97 keluarga atau 293 jiwa yang terpaksa diungsikan ke bangunan SDN Tegalpanjang karena permukimannya di Kampung Cimerak terancam longsor susulan. Sementara mereka ditampung di bangunan sekolah dan rumah-rumah saudaranya. Kami sedang mencari lokasi yang luas untuk mendirikan tenda darurat,” kata Andi.

Hingga pukul 18.00 WIB, lokasi longsor masih dijubeli ribuan warga yang penasaran ingin menyaksikan proses evakuasi korban. Bahkan, sepanjang 1 kilometer jalan ke arah lokasi dipadati kendaraan mobil dan sepeda motor sehingga menyebabkan kemacetan. “Saya mau memastikan saudara saya yang menjadi korban longsor sudah ditemukan atau belum,” ujar Endang Husin, 46 tahun, warga Kampung Pasir Ipis Desa Tegalpanjang yang masih bertetanggaan dengan kampung lokasi longsor.Satu lagi korban tewas ditemukan di lokasi longsor Kampung Cimerak, Desa Tegalpanjang, Kecamatan Cireungas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Ahad, 29 Maret 2015. Korban yang tercatat ke-10 yang ditemukan atas nama Lilis alias Ilis, 36 tahun, ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Usman Susilo, mengatakan, sembilan korban sudah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarganya, sementara satu orang lagi yang sudah dipastikan atas nama Aldi, 12 tahun, masih dalam proses evakuasi. “Korban bernama Aldi masih di lokasi longsor karena belum bisa diangkat. Tubuh korban masih tertutup pepohonan material longsor. Jadi, total korban yang sudah ditemukan berjumlah 10 orang,” kata Usman di lokasi bencana, Ahad.

Usman menambahkan, dari 12 korban yang tertimbun longsor, tinggal 2 korban lagi yang masih dicari. “Proses pencarian masih terus dilakukan. Mudah-mudahan secepatnya ditemukan,” kata Usman. Sementara itu, jalur yang menghubungkan Kecamatan Sukalarang-Cireungas lumpuh total karena tertutup longsor. Menurut Usman, tim masih fokus pencarian korban. “Untuk sementara kami masih fokus pencarian korban. Untuk jalur yang terputus kami akan menyingkirkan material longsor setelah selesai pencarian korban,” kata Usman.

Komandan Resor Militer 063 Suryakancana Bogor Kolonel Infanteri Fullad menjelaskan, tanah longsor terjadi pada Sabtu, 28 Maret 2015, sekitar pukul 22.30 WIB. Saat hujan deras mengguyur Sukabumi dan sekitarnya, tebing di pinggir Jalan Raya Sukalarang-Cireungas ambrol. Tanah yang longsor itu menimbun rumah dan menutup jalan.

Siklus Erupsi Kecil Gunung Sinabung Masih Dalam Skala Normal


Pelepasan energi dari dalam perut Gunung Sinabung yang menyebabkan erupsi dalam skala kecil dan sedang selama beberapa bulan terakhir dinilai sebagai siklus vulkanologi yang normal. Jika energi tidak dilepaskan dan tersumbat di kepundan dalam waktu lama, justru sangat berpotensi memicu erupsi berskala besar serta berdampak luas.

Kepala Bidang Pengamatan dan Penyelidikan Gunung Api Wilayah Barat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Hendra Gunawan, Sabtu (7/3), menjelaskan, pelepasan material dalam bentuk erupsi itu dinilai lebih aman ketimbang pengumpulan material tertahan lebih lama tanpa dikeluarkan.

“Sekarang ini siklusnya memang membentuk kubah lava, lalu runtuh akibat tekanan dari dalam, lalu muncul kubah lava baru. Semoga seperti itu saja karena, dengan demikian, energi dilepas sedikit demi sedikit, tidak terkumpul lebih lama,” ungkapnya. Gunung Sinabung, Kamis, kembali erupsi dan meruntuhkan kubah lava di kepundan gunung. Material vulkanik dengan volume 1,5 juta meter kubik terlontar sehingga menyebabkan hujan abu hingga radius 10 kilometer serta guguran awan panas hingga sejauh 4,7 kilometer.

Abu cukup tebal bahkan masih tampak menyelimuti desa-desa di lereng barat dan barat daya Sinabung pada Sabtu pagi. Erupsi ini adalah yang kedua kali dalam sebulan terakhir. Terakhir, 18 Februari lalu, erupsi juga terjadi dengan skala lebih besar. Erupsi berskala kecil pernah terjadi pada Desember.

Hendra juga meminta warga mewaspadai potensi lahar hujan yang biasanya mengalir melalui aliran Sungai Lau Borus. Selain pembentukan kubah lava baru, masih berpotensi terjadi guguran kubah lava dengan atau tanpa diikuti guguran awan panas.

Pertanian terdampak
Aktivitas erupsi yang cukup sering terjadi tersebut menyulitkan petani yang tinggal di sekitar lereng gunung setinggi 2.460 meter di atas permukaan laut tersebut. Mereka terpaksa mengeluarkan biaya dan tenaga ekstra agar lahan perkebunan mereka dapat diselamatkan karena kerap terpapar abu vulkanik dengan ketebalan 3-5 sentimeter.

Ronald Sembiring (55), petani Desa Selandi, Kecamatan Payung, menuturkan, sudah banyak lahan tomat dan cabai yang mengering dan mati karena dibiarkan sehari saja oleh pemiliknya. Setelah hujan abu, semestinya tanaman segera dibersihkan. “Ini yang membuat para petani lebih capai karena harus rajin membersihkan abu,” tutur petani pemilik lahan seluas 2.500 meter persegi itu.

Dia mencontohkan, untuk lahan seluas 2.500 meter persegi, biaya produksi yang dikeluarkan biasanya sekitar Rp 500.000. Namun, akibat terpapar abu vulkanik, dia harus mengeluarkan biaya hingga Rp 750.000. Biaya tambahan itu untuk membeli solar yang digunakan sebagai bahan bakar mesin penyemprot air serta menambah pupuk. Selain itu, dia juga harus membeli mesin penyemprot angin untuk membersihkan abu vulkanik.

Kendati sudah dicoba diselamatkan, kualitas hasil produksi tetap saja turun. Pasalnya, bentuk fisik kol, cabai, atau tomat yang terpapar abu vulkanik menjadi mengecil dan mengerut. “Tauke (tengkulak) kasih harga jelek. Panen 4 ton kol yang biasanya dihargai Rp 1 juta sekarang hanya Rp 800.000,” ucap Ronald.

Bupati Karo Terkelin Brahmana berharap pemerintah tak sekadar memperhatikan pengungsi yang tidak lagi bisa menempati desanya, tetapi diharapkan juga memperhatikan tersendatnya pembangunan akibat dampak erupsi. Terkelin mengingatkan, ada sekitar 8.000 keluarga di radius 5 kilometer yang kembali ke desa mereka. Namun, kondisi desanya tidak lagi seperti semula. Pertanian dan rumah mereka hancur sehingga harus memulai hidup dari nol.

“Kami harap pemerintah bisa membantu mereka dengan bantuan industri mini untuk pertanian, seperti mesin pabrik mini untuk jagung, cabai, atau kopi dan lainnya. Pemberian mesin ini akan membantu petani menaikkan nilai lebih pertanian mereka sehingga produktivitas yang menurun bisa dikompensasikan oleh nilai lebih itu,” papar Terkelin.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karo Saberina Tarigan mengatakan, kerusakan akibat erupsi Sinabung selama ini meliputi infrastruktur jalan, lahan pertanian, termasuk irigasi, yang tertimbun abu vulkanik. Tercatat, 34 desa terkena dampak erupsi dan 33.210 orang mengungsi walau sebagian kini sudah pulang.