Categories
Gempa Bumi

Banda Aceh Kembali Dilanda Gempa Besar Berkekuatan 6 Skala Ritcher


Banda Aceh diguncang gempa kuat, Kamis (10/1/2013) malam ini. Getaran gempa yang kuat membuat panik warga, terutama yang bermukim di kawasan pesisir. Di beberapa titik dilaporkan terjadi kemacetan. Sementara para relawan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Banda Aceh, yang memantau situasi di beberapa wilayah terus mengimbau agar warga tidak panik.

Menurut informasi yang diperoleh TRIBUNnews.com dari BMKG, gempa berkekuatan 6,0 SR terjadi pukul 20:47:06 WIB,65 Km (77 km Barat Daya Kabupaten Aceh Jaya).

Pantauan Serambinews.com dari komunikasi para relawan RAPI Banda Aceh, kemacetan sempat terjadi di kawasan Simpang Dodik, Kecamatan Peukan Bada, Aceh Besar. Namun, kondisi mulai berangsur-angsur lancar dan terkendali.

Sementara relawan RAPI yang memantau di kawasan pantai Uleelheu menyebutkan, beberapa saat setelah gempa sebagian warga meninggalkan rumah dan menuju ke pusat kota.

“Namun, kondisi laut terlihat cukup tenang,” lapor seorang relawan RAPI. Lailatussa’adah (37), warga Punge Jurong yang dihubungi Serambinews.com mengaku sudah meninggalkan rumah bersama seluruh anggota keluarganya.

“Saya juga mendengar siaran radio bahwa keadaan memang aman. Tapi untuk berjaga-jaga kami meninggalkan rumah untuk sementara, karena kami melihat pergerakan burung dari arah laut. Nanti kalau sudah aman kami akan kembali lagi,” ujarnya.

Komunikasi relawan RAPI menyebutkan pusat gempa berada di perairan Kabupaten Aceh Jaya, yang berjarak sekitar 80 kilometer arah barat Kota Banda Aceh

Categories
Gempa Bumi

3 Hari Berturut Turut Gempa Berskala 3 Ritcher Terjadi Di Papua, Sumba Barat dan Denpasar


Gempa berkekuatan 5,2 SR terasa di Denpasar, Bali. Gempa ini terjadi sekitar pukul 16.09 WIB. Gempa ini juga dirasakan di kawasan Pantai Kuta.

Informasi BMKG, Kamis (22/11/2012), gempa ini berpusat sekitar 84 km barat daya Denpasar, Bali. Gempa berkekuatan 5,2 SR ini cukup terasa meski tidak terlalu kuat. Semalam, gempa juga terasa dengan kekuatan 5,9 SR.

Gempa bumi berkekuatan 5,9 SR mengguncang Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan data dari BMKG, gempa ini terjadi pada pukul 23.46 WIB, Rabu (21/11/2012). Puat gempa terdapat pada 11,54 LS – 117,95 BT pada kedalaman 10 km. Gempa dinyatakan tidak berpotensi tsunami.

Pusat gempa berjarak 271 km barat daya Sumba Barat, 285 km barat daya Sumba Barat Daya, 289 km barat daya Sumba Tengah, 384 km tenggara Mataram NTB, dan 1376 km tenggara Jakarta.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan mengenai dampak dan korban akibat gempa.

Bumi Papua kembali diguncang gempa. Tercatat gempa tersebut berkekuatan 5 skala richter (SR) dan tidak berpotensi tsunami.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (19/11/2012), gempa terjadi sekitar pukul 01.54 WIB. Titik gempa berlokasi di 1.87 LS,135.08 BT dengan kedalaman 10 km. Pusat gempa di 114 km Timur Laut Teluk Wondama, Papua Barat.

Belum diketahui adanya kerusakan ataupun korban akibat gempa tersebut. Gempa ini juga tidak menimbulkan tsunami.

Categories
Gempa Bumi

Banyuwangi Kembali Diguncang Gempa Berkekuatan 5.1 Ritcher


Gempa sekuat 5,1 skala Richter kembali mengguncang Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam. BMKG melaporkan, sebelumnya juga terjadi beberapa kali di daerah ini.

Kepala Stasiun Geofisika Kotabumi Lampung, Chrismanto, menyebutkan episentrum gempa itu berada pada koordinat 10.80 derajat Lintang Selatan dan 113.75 derajat Bujur Timur (BT), dengan kedalaman pusat gempa (episentrum) 10 km.

Gempa itu terjadi di selatan Pulau Jawa; 273 km barat daya Banyuwangi; 287 km tenggara Jember, Jatim; 289 km barat daya Denpasar, Bali; dan 929 km tenggara Jakarta.

Namun BMKG menegaskan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan ancaman tsunami.

Sebelumnya, BMKG juga telah menyampaikan terjadi beberapa kali gempa di kawasan sekitar Banyuwangi, Jatim, dalam sepekan terakhir, selain beberapa kali di sejumlah daerah lain di Indonesia.

Gempa bumi berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) mengguncang wilayah Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu sekitar pukul 23.32 WIB.

Berdasarkan laman dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, gempa yang tidak berpotensi Tsunami itu berada pada koordinat 10.84 Lintang Selatan (LS) – 113.82 Bujur Timur (BT) dengan kedalaman 32 kilometer.

Pusat gempa terjadi pada 276 Km barat daya Banyuwangi-Jawa Timur, 288 Km barat daya Denpasar-Bali, 292 Km tenggara Jember, 271 Km barat daya Denpasar- Bali dan 938 Km tenggara Jakarta.

Gempa berkekuatan 5,1 skala Richter mengguncang wilayah perairan barat daya Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu malam.

Menurut informasi dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika gempa berkekuatan sedang tersebut terjadi pada pukul 22.32 WIB dengan lokasi di 273 kilometer barat daya Banyuwangi.

Gempa berkedalaman 10 kilometer di bawah permukaan laut itu tepatnya berlokasi di kordinat 10,80 Lintang Selatan dan 113,75 Bujur Timur.

Sebelumnya gempa berkekuatan sama juga sempat mengguncang wilayah Banyuwangi pada Minggu dinihari sekitar pukul 00.35 WIB dan sebuah gempa 5,8 skala Richter pada Sabtu pukul 23.22 WIB.

Categories
Gempa Bumi

Gempa 4.5 Ritcher Selama 3 Detik Hantam Desa Cibunian Di Bogor


Sambil menggendong anaknya yang masih balita, Atikah, 30 tahun, termenung di teras rumah tetangganya. Perempuan berperawakan kecil ini tidak mengira rumah yang sudah ia huni sejak delapan tahun lalu itu akan ambruk dalam hitungan detik.

Atikah adalah salah seorang korban bencana gempa bumi di Kampung Muara Satu, RT 01 RW 01, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Saat kejadian, dia mengaku sedang tidur pulas. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh, dinding dan genting rumah bergetar.

“Saya langsung bangun dan menggendong anak lari ke luar rumah sambil berteriak asma (menyebut nama) Allah,” Atikah mengungkapkan.

Dari sudut matanya mulai terlihat butiran air. Ia kini menangis. “Saya bingung. Rumah hancur, enggak ada uang karena habis waktu Lebaran.”

Gempa berkekuatan 4,8 pada skala Richter pada Ahad dinihari, 9 September 2012, itu cuma berlangsung tiga detik, tapi cukup untuk meruntuhkan tembok dan atap rumah Atikah serta rumah warga lainnya . “Kalau lebih (dari tiga detik), semua rumah di kampung ini bisa roboh,” kata Odim, 63 tahun, tetangga Atikah.

Saat gempa terjadi, warga Kampung Muara, yang terdiri atas 60 keluarga dan berada di kaki Gunung Salak, berhamburan ke luar rumah. Hingga goyangan gempa selama tiga detik itu usai, masih terdengar suara genting jatuh dan tembok yang ambruk.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Sutopo Purwo Nugroho, Ahad, 9 September 2012, mengungkapkan bahwa gempa itu termasuk ringan. Meskipun demikian, secara keseluruhan lindu telah merusakkan sekitar 250 rumah .

Gempa juga mengguncang wilayah Sukabumi dan sekitarnya. Sebanyak 141 rumah di Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, dilaporkan mengalami kerusakan. Saluran air sepanjang 50 meter di Kampung Darmaga, Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, ambruk dan longsor.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Suharjono, mengatakan penyebab gempa adalah terjadinya pertemuan lempeng.

Menurut dia, di wilayah Indonesia terdapat lempeng-lempeng yang berpotensi menimbulkan gempa. Ada patahan-patahan di Sumatera, Aceh, Lampung, dan Cimandiri (Lembang). Sedangkan patahan paling banyak ada di Sulawesi. “Konsekuensi pertemuan lempengan bisa berupa energi yang disebut gempa,” ujar Suharjono.

Categories
Gempa Bumi

Sukabumi Diguncang Gempa 6.1 Skala Ritcher Terasa Kerasnya Sampai Jakarta


Gempa yang mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya, Senin (4/6/2012), pukul 18.18 WIB, berpusat di Sukabumi, Jawa Barat. Gempa tersebut berkuatan 6,1 skala Richter (SR). Demikian informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter resminya. Gempa tersebut berpusat di laut kira-kira 121 kilometer arah barat daya Kota Sukabumi, tepatnya pada koordinat 7,99 Lintang Selatan dan 106,19 Bujur Timur pada kedalaman 24 kilometer. Meski demikian, tidak ada peringatan bahaya tsunami yang berpotensi ditimbulkan oleh gempa ini. Selain di Jakarta, beberapa orang di layanan mikro-blogging Twitter melaporkan goyangan gempa juga terasa di Bandung dan Tasikmalaya.

Gempa mengguncang wilayah Jakarta, Senin (4/6/2012), sekitar pukul 18.20 WIB. Belum diketahui pusat gempa dan kekuatannya. Di lantai lima Gedung Kompas Garmedia, Palmerah, Jakarta Barat, goyangan gempa terasa meskipun kecil. Dari pantauan di Twitter, gempa juga dilaporkan dirasakan di wilayah Jabodetabek, Bandung, Garut, dan Tasikmalaya. Belum ada update data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika sampai informasi ini disampaikan.

Gempa yang mengguncang wilayah Jakarta dan sekitarnya, Senin (4/6/2012), pukul 18.18 WIB, berpusat di Sukabumi, Jawa Barat. Gempa tersebut berkuatan 6,1 skala Richter (SR). Demikian informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) di akun Twitter resminya. Gempa tersebut berpusat di laut kira-kira 121 kilometer arah barat daya Kota Sukabumi, tepatnya pada koordinat 7,99 Lintang Selatan dan 106,19 Bujur Timur pada kedalaman 24 kilometer. Meski demikian, tidak ada peringatan bahaya tsunami yang berpotensi ditimbulkan oleh gempa ini. Selain di Jakarta, beberapa orang di layanan mikro-blogging Twitter melaporkan goyangan gempa juga terasa di Bandung dan Tasikmalaya.

Categories
Gempa Bumi

10 Buah Pusat Gempa yang Siap Hantam Kota Jakarta


Ketua Tim Revisi Peta Gempa Indonesia, Masyhur Irsyam, mengatakan terdapat kurang lebih sepuluh sumber gempa di sekitar wilayah DKI Jakarta. “Sumber terbesar diperkirakan berada di Selat Sunda,” kata Masyhur di Gedung Krida Bhakti, Sekretariat Negara, Jakarta, Selasa, 17 April 2012.

Menurut Masyhur, sumber gempa di Selat Sunda diprediksi mencapai 8,4 skala Richter pada awal pembuatan peta gempa itu. “Bisa lebih. Bahkan, ada yang menyebut 8,7 skala Richter dan 9 skala Richter,” ujar Ketua Pusat Penelitian Mitigasi Bencana Institut Teknologi Bandung ini.

Masyhur menyatakan sepuluh sumber gempa itu berada di luar wilayah Jakarta. Ia mengaku belum tahu ihwal keberadaan sumber gempa dalam wilayah Jakarta. “Belum ada bukti otentik ada atau tidaknya sumber gempa di Jakarta,” kata anggota Tim Penasihat Konstruksi Bangunan DKI Jakarta ini.

Mengenai keselamatan bangunan tinggi di Jakarta, Masyhur mengatakan bangunan akan tahan menghadapi guncangan gempa jika bangunan itu direncanakan, diawasi, dan dikelola dengan mengikuti kaidah dan tata perencanaan yang berlaku. Kaidah perencanaan itu merupakan standar penghitungan kekuatan bangunan terhadap besarnya daya gempa. “Yang masalah adalah apabila (bangunan) tidak mengikuti kaidah,” katanya.

Sementara untuk bangunan satu lantai, misalnya rumah, pemerintah juga akan mendorong bangunan itu mengikuti peraturan baru mengenai bangunan tahan gempa. “Kami berharap Pemerintah Daerah memberikan syarat kepada bangunan agar IMB (Izin Mendirikan Bangunan) mulai diketatkan untuk menjamin bahwa hanya bangunan tahan gempa yang dibangun,” ujar Masyhur.

Menurut Masyhur, kebijakan seperti itu tidak hanya ditujukan untuk Jakarta, tetapi juga untuk seluruh wilayah lain di Indonesia. Soalnya, semua wilayah Indonesia berpotensi diguncang gempa. “Hanya bergantung besar-kecil guncangannya,” ucap dia.

Categories
Bencana Alam Gempa Bumi

Gempa Hebat Skala 6 Ritcher Guncang Banten dan Jakarta Selama 20 Detik


Gempa berkekuatan 6,0 Skala Richter terjadi di Pandeglang, Provinsi Banten, pada Minggu, pukul 02.26 WIB. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika gempa berpusat di 95 kilometer barat daya Pandeglang pada kedalaman 10 kilometer. Getaran gempa juga dirasakan oleh masyarakat di Jakarta dan sekitarnya.

Gempa Cilegon itu terasa hingga Jakarta bahkan Sukabumi. “Saya merasakan gempa cukup kencang dan membuat panik saya,” kata Reni S warga Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi. Informasi BMKG gempa yang terjadi pada 02.26 WIB berpusat di 7.17 lintang selatan-105.13 bujur timur di kedalaman 10 Km tidak berpotensi tsunami.

Sementara, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, belum menerima adanya laporan pada peristiwa gempa tersebut namun pihaknya bersiaga mengantisipasi adanya gempa susulan yang menyebabkan kerusakan.

Belum ada laporan kerusakan dari pihak manapun baik dari satuan pelaksana penanggulangan becana daerah di setiap kecamatan dan warga,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Bencana BPBD Kabupaten Sukabumi, Irwan Fajar.

Gempa bumi berkekuatan 6.0 SR sempat mengguncang wilayah Banten dan sekitarnya pada Minggu (15/4/2012) pukul 2.26 WIB.

Gempa yang berpusat di 95 km Barat Daya Pandeglang, Banten ini dirasakan di beberapa kota lain, seperti Jakarta dan Depok. Bahkan, beberapa pengguna Twitter yang berada di Bogor melaporkan merasakan gempa yang berpusat di sekitar Selat Sunda tersebut. Di Jakarta, guncangannya terasa cukup kuat selama kurang lebih 20 detik.

Menurut laporan Tribun News, kepanikan sempat terjadi di kantor Kompas TV di Palmerah, Jakarta. Sejumlah karyawannya berhamburan keluar ketika gempa terjadi. Seperti dilansir BMKG, titik pusat gempa ini berjarak 216 km dari kota Jakarta.

Categories
Bencana Alam Gempa Bumi Tsunami

Aceh Dilanda Gempa Besar 8.9 Skala Ritcher Peringatan Tsunami Dikeluarkan India dan Tim SAR Indonesia Siaga


Warga kepulauan Nias ikut merasakan gempa yang menghantam wilayah Sumatera Utara, Aceh. Bahkan sebelum gempa berkekuatan 8,5 skala richter itu terjadi, warga Nias merasakan gempa awalan sebelum akhirnya gempa besar menyusul dalam beberapa menit kemudian. “Di sini gempa juga dirasakan di Nias. Warga berlarian ke luar,” ujar Iyun warga Kepuluan Nias Rabu (11/4/2012). Menurut Iyun, sebelum gempa besar, warga pertama kali mendapatkan gempa kecil dan pada gempa kedua yang hanya berselang beberapa menit, dirasakan sangat besar goyangannya.

“Beberapa warga bahkan masih duduk di jalanan untuk berjaga-jaga jika ada gempa susulan,” terangnya. Bahkan untuk menjaga kemungkinan yang terburuk, beberapa warga kemudian telah memasukkan beberapa barang berharganya ke dalam tas. “Sudah dimasukkan ke dalam tas semuanya jadi tinggal dibawa jika ada gempa besar,” kata Iyun.

Gempa bumi berkekuatan 8,5 Skala Richter (SR) yang melanda Aceh dan sekitarnya juga terasa hingga ke sebagian wilayah Singapura, Thailand dan India. Warga-warga di negara-negara tersebut ikut panik dan berhamburan keluar rumah. Seperti dilansir oleh Reuters, Rabu (11/4/2012), gempa ini dirasakan oleh warga yang berada di Bangkok, Thailand. Warga yang panik pun berhamburan ke jalanan.

Gempa yang sangat kuat juga terasa di wilayah India bagian selatan. Ratusan pekerja di wilayah Bangalore, India, bahkan terpaksa harus meninggalkan gedung masing-masing. Sedangkan menurut Twitter, gempa ini juga dirasakan di wilayah Singapura dan Malaysia. Bahkan dilaporkan bangunan apartemen dan gedung perkantoran di wilayah pantai barat Malaysia berguncang selama 1 menit. Menurut Pusat Peringatan Tsunami Wilayah Pasifik di Hawaii, gempa ini berpotensi tsunami. Diperkirakan tsunami akan berdampak di wilayah Indonesia, India, Sri Lanka, Australia, Myanmar, Thailand, Kepulauan Maldives, wilayah Samudera Hindia lainnya, Malaysia, Pakistan, Somalia, Oman, Iran, Bangladesh, Kenya, Afrika Selatan dan Singapura.

Pasca gempa 8,5 skala richter (SR) di Aceh dan Sumatera Utara saat ini membuat pembangkit listrik di wilayah tersebut mati otomatis. Ini mengakibatkan pemadaman listrik. Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji menyatakan, pembangkit listrik PLN di Medan mati otomatis akibat getaran gempa yang terlalu kuat. “Jadi memang ada wilayah yang harus kami padamkan karena pembangkit kami di Medan mati otomatis akibat guncangan gempa. Sebagian konsumen kita padamkan dulu,” jelas Nur Rabu (11/4/2012). Pemadaman listrik, ujar Nur, terjadi hampir di seluruh wilayah Sumatera Utara karena guncangan gempa sangat kuat. “Jadi pembangkit mati otomatis karena alat pengaman bekerja. Akan kita periksa dulu untuk dicek apakah sudah bisa dinyalakan kembali,” jelas Nur.

Otoritas Malaysia juga mengeluarkan peringatan tsunami menyusul gempa bumi berkekuatan 8,5 SR yang mengguncang Aceh. Penduduk di sepanjang pantai barat Malaysia diserukan untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. “Kami telah mengumumkan peringatan tsunami di sepanjang pantai barat semenanjung Malaysia. Kami telah memerintahkan evakuasi segera untuk warga di sepanjang pantai negara-negara bagian Perlis, Kedah, Langkawi, Penang dan Perak,” kata seorang pejabat Departemen Meteorologi Malaysia kepada kantor berita AFP, Rabu (11/4/2012).

Sebelumnya, otoritas India, Sri Lanka dan Thailand juga telah mengeluarkan peringatan tsunami menyusul gempa 8,5 SR di Simeuleu, Aceh yang terjadi pada pukul 15.38 WIB. Peringatan tsunami di Thailand bahkan telah diperluas untuk 6 provinsi dari sebelumnya 2 provinsi saja. Sementara pusat manajemen bencana Sri Lanka telah menyerukan penduduk pantai untuk bergerak ke daerah-daerah yang lebih tinggi. Ini sebagai pencegahan jika terjadi gelombang tsunami.

Disebutkan bahwa gelombang tsunami bisa menjangkau wilayah pantai timur Sri Lanka dalam waktu dekat. Otoritas Sri Lanka pun menyerukan evakuasi warga dari jalur-jalur pantai. “Ada kemungkinan kuat tsunami menghantam pulau ini setelah gempa bumi di Indonesia,” kata wakil direktur Departemen Meteorologi Sri Lanka M. D. Dayananda kepada AFP.

Masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam berbondong-bondong menuju perbukitan menyusul gempa berkekuatan 8,5 skala richter. Jalan macet dan suara azan bergema. “Listrik padam, jalan macet menuju tanah yang tinggi,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho Rabu (11/4/2012). Menurut dia, suara sirine meraung-raung dan suara azan berkumandang. Saat dihubungi terpisah, Kabag Humas Basarnas Gagah Prakoso mengatakan jajarannya siaga diterjunkan ke lokasi bencana. “Kita telah siap dan siaga. Data kerusakan dan korban masih dihimpun,” ujar Gagah.

Gempa kembali terjadi di Aceh sebesar 8,1 SR. Gempa itu dirasakan kencang seperti yang pertama. “Terasa barusan. Yang pertama sekitar jam 4-an sore, sekarang barusan beberapa detik. Kencangnya seperti yang awal,” jelas petugas keamanan Pelabuhan Belawan Khairul, yang dihubungi Rabu (11/4/2012) pukul 17.50 WIB. Namun kondisi Pelabuhan Belawan, imbuhnya, normal. Pelabuhan Belawan terletak di pantai timur Sumatera, dekat selat Malaka.

Meulaboh, Aceh bersiaga menyusul gempa susulan besar. Petugas kepolisian dan SAR bersiaga di pinggir pantai.”Informasi yang saya dapat, air lau kadang naik selutut kadang turun, ini tidak wajar,” kata Kapolres Aceh Barat AKBP Artanto saat dikonfirmasi Rabu (11/4/2012) pukul 17.50 WIB. Artanto menjelaskan, penduduk di pinggir pantai sudah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi. “Jalur evakuasi sudah disiapkan,” jelasnya. Sejauh ini kondisi di Meulaboh masih kondusif. Belum ada laporan soal korban jiwa dan kerusakan. Petugas tetap bersiaga.”Petugas masih bersiaga,” jelasnya.

Categories
Bencana Alam Gempa Bumi

Sejarah Gempa Besar dan Tsunami Yang Pernah Melanda Bali Sejak 1815


Hari ini, Bali diguncang gempa berkekuatan 6,8 skala Richter dengan intensitas 4 MMI. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 10.16 WIB dengan pusat gempa di 143 kilometer barat daya Nusa Dua pada kedalaman 10 km.

Setidaknya tujuh gempa susulan terjadi setelah gempa di pagi hari itu. Salah satunya adalah gempa berkekuatan 5,6 skala Richter pada pukul 14.52 Wita. Pusat gempa susulan ini terjadi di 131 km barat daya Nusa Dua dan juga pada kedalaman 10 km.

Lindu yang getarannya terasa hingga Mataram, Malang, dan Yogyakarta dengan kekuatan lebih dari 6 SR ini bukan yang pertama kali menggoyang “Pulau Dewata”. Sejarah mencatat bahwa Bali pernah diguncang gempa yang lebih dahsyat dan mengakibatkan tsunami.

Peneliti gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Danny Hilman Natawijaya, mengatakan, gempa besar pernah terjadi di Bali pada tahun 1800-an. Gempa besar juga pernah terjadi pada 1979.

Berdasarkan data USGS, setidaknya ada 8 gempa besar yang pernah terjadi di Bali. Salah satu gempa paling tua yang tercatat terjadi pada 22 November 1815 dan 21 Januari 1917. Dalam sejarah gempa, kejadian tersebut dikatakan besar sebab kekuatannya mencapai 7 SR.

Gempa lain terjadi pada 14 Juli 1976, 26 Januari 1977, 21 Mei 1979, 20 Oktober 1979 dan 17 Desember 1979. Magnitude gempa tersebut bervariasi, mulai dari 5 SR sampai 6,6 SR.

Publikasi I Wayan Sengara dan rekannya dari Institut Teknologi Bandung menjelaskan bahwa beberapa gempa di Bali tergolong mematikan. Gempa pada 17 Desember 1979 di Karangasem menyebabkan 400 orang luka. Adapun gempa pada 29 Maret 1862 di Buleleng mencapai intensitas 7 MMI.

Data NOAA mengungkap bahwa ada beberapa gempa Bali yang mengakibatkan tsunami. Gempa 22 November 1815 mengakibatkan tsunami dan menewaskan 1.200 orang. Gempa 13 Mei 1857 juga mengakibatkan gejolak ombak setinggi 3,4 meter dan gempa 20 Januari 1917 mengakibatkan tsunami setinggi 2 meter.

“Secara umum, frekuensi gempa di Bali termasuk sedang. Untuk gempa di bawah 7 skala Richter, cukup banyak terjadi di bagian utara dan timur Bali. Kalau dibandingkan dengan gempa di utara Bali, gempa di selatan seperti hari ini lebih jarang,” kata Danny.

Meski demikian, Danny mengungkapkan perlunya meneliti lebih lanjut patahan-patahan yang berpotensi menyebabkan gempa di Bali. Sejauh ini pemetaan telah dilakukan dan penelitian tentang sifat serta potensi gempa yang mungkin terjadi sedang direncanakan.

Danny Hilman Natawijaya, pengamat gempa dari Pusat Penelitian Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), mengatakan bahwa patahan di wilayah sekitar Bali yang berpotensi mengakibatkan gempa bumi dan tsunami belum banyak diteliti.

“Pemetaan patahan sebenarnya sudah dilakukan. Tetapi, penelitian tentang sifat, sejarah patahan tersebut dan potensi gempa yang bisa ditimbulkan di masa yang akan datang belum banyak diteliti,” katanya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (13/10/2011).

Danny mengungkapkan, ada beberapa patahan yang kini sudah diidentifikasi, salah satunya adalah Patahan Bali Utara. Sementara itu, patahan lain juga terdapat di wilayah timur Bali. Di wilayah selatan Bali terdapat zona subduksi yang juga berpotensi menimbulkan gempa.

Meski demikian, Danny mengatakan, “Banyak peristiwa gempa di Bali yang kita belum tahu pasti patahan mana yang menyebabkan. Seperti gempa besar tahun 1800an itu, kita juga belum tahu pasti. Gempa hari ini kita juga belum tahu pasti.”

Danny mengatakan, pemetaan dan penelitian tentang karakteristik patahan yang berpotensi mengakibatkan gempa di Bali harus dilakukan. “Kita sudah berencana untuk memasang GPS di utara dan selatan Bali. Jadi sebenarnya sudah ada rencana untuk meneliti ke sana,” tutur Danny.

Hari ini gempa mengguncang Bali dengan kekuatan 6,8 skala Richter dan magnitud 4 MMI. Gempa dirasakan oleh warga Mataram, Malang, Surabaya hingga Yogyakarta. Sejumlah gempa berkekuatan lebih kecil menyusul sesudahnya.

Dalam sejarah, Danny mengatakan, cukup banyak gempa berkekuatan rendah terjadi di wilayah utara dan timur Bali. Gempa dengan episentrum di wilayah selatan Bali seperti hari ini tergolong jarang terjadi. Secara umum, frekuensi terjadinya gempa besar di Bali dikatakan sedang.

Gempa besar yang pernah terjadi di Bali antara lain pada 17 Desember 1979 di wilayah Karangasem. Adapun salah satu gempa tertua yang tercatat adalah pada 29 Maret 1862. Setidaknya ada tiga gempa yang mengakibatkan tsunami, terjadi pada 12 November 1815, 13 Mei 1857, dan 21 Januari 1917.

Guncangan gempa susulan masih terus terasa mengguncang Denpasar, Bali. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mencatat tujuh kali gempa susulan terjadi.

Namun, enam gempa susulan tidak terasa. Gempa susulan ketujuh terasa kuat sekitar 5 detik terjadi sekitar pukul 15.40 Wita. Menurut BKMG, gempa susulan ini berkekuatan 5,6 SR.

Guncangan yang cukup terasa membuat orang berhamburan keluar rumah. Namun, sejauh ini tidak dilaporkan terjadi kerusakan tambahan. Diperoleh laporan, gempa susulan itu juga terasa di Jember.

Informasi BMKG menyebutkan, gempa susulan terasa paling kuat di Denpasar dan Mataram. Masing-masing dengan kekuatan getaran antara III-IV Skala MMI (modified mercally intencity).

Categories
Bencana Alam Gempa Bumi

Nusa Dua Denpasar dan Ubud Bali Dilanda Gempa Besar Skala 6,8 Ritcher


Bali diguncang gempa bumi berskala Richter 6,8, demikian laporan sejumlah saksi seperti dilaporkan Metro TV, Kamis. Menurut laporan itu, gempa bumi membuat warga Bali panik. “Goncangannya sangat kuat. Kita yang di dalam mobil saja merasakan,” kata Stevani, warga Jakarta yang berkunjung ke Bali, kepada stasiun televisi berita nasional itu.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, gempa yang dirasakan warga Bali cukup besar ini tidak berpotensi tsunami, sedangkan pusat gempa berada 143 km arah barat daya Nusa Dua, Bali. Kedalaman gempa disebutkan 10 kilometer, sedangkan gempa bumi terjadi pada 10.16 WIB dan dirasakan oleh tidak hanya Bali, tapi juga sejumlah daerah di Jawa Timur dan Nusa Tenggara Barat. Kota Denpasar dan sekitarnya diguncang gempa sehingga menimbulkan kepanikan warga masyarakat setempat.

Warga masyarakat, anak-anak sekolah dan pegawai yang sedang melakukan aktivitas keseharian tumpah ruah ke luar ruangan, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Di pusat perkantoran kawasan Niti Praja Lumintang, Kota Denpasar misalnya saat gempa yang terjadi sekitar pukul 11.24 Wita itu, sebagian besar karyawan instansi pemerintah berhamburan ke luar gedung.

Demikian pula anak-anak Taman Kanak-Kanak dan Sekolah Dasar (SD) di sekitarnya berhamburan ke luar menyelamatkan diri. Gempa yang mengentarkan jendela kaca bangunan cukup terasa keras dan lama itu pusat gempa di barat daya nusa dua dengan kedalamam 10 kilometer. Kekuatan gempa 6,8 kala Richter (SR), namun tidak berpeluang tsunami.

Gempa berkekuatan 6,8 skala richter (SR) mengguncang Mataram dan Pulau Sumbawa, Kamis (13/190) sekitar pukul 10.15 WITA, menyebabkan sebagian warga berhamburan ke luar rumah.

Informasi dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) yang diterima Kamis, pusat gempa pada koordinat 9.89 Lintang Selatan (LS)-114.53 Bujur Timur (BT) pada kedalaman 10 kilometer dan gempa berada sekitar 143 kilometer barat daya Nua Dua Bali. Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami.

Selain di Kota Mataram dan sekitarnya gempa dirasakan cukup keras di Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat menyebabkan sebagian warga berhamburan keluar rumah. Bambang Mardiansyah, warga Desa Labuan Lalar mengatakan gempa dirasakan cukup keras, menyebabkan sebagian warga berlari keluar rumah. Bahkan anak-anak yang sedang tidur berlarian keluar rumah. Masyarakat khawatir gempa itu diikuti Tsunami.

Gara-gara gempa 6,8 SR di lepas pantai Nusa Dua, Bali, Bandara Ngurah Rai, Denpasar kena dampak. Plafon dan dinding keramik gedung bandara berjatuhan. “Di Ngurah Rai Bali, di terminalnya ada beberapa plafon akustik yang berjatuhan kemudian ada untuk di gedung perkantorannya di beberapa dinding keramik jatuh, lepas, dan semua langsung dilakukan pembersihan,” jelas Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan ketika dihubungi detikcom, Kamis (13/10/2011).

Sementara penerbangan berjalan seperti biasa, tidak ada pengaruh terhadap landasan. Sedangkan di Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Benoa, dan Pelabuhan Padang Bai tidak ada kendala walupun getaran gempa terasa keras sekali. Semua bangunan dan fasilitas tidak ada kerusakan. “Operasional pelabuhan terus berjalan. Hanya di Pelabuhan Lembar (Lombok) saja yang belum bisa kita kontak,” jelas Bambang.

Gempa susulan masih terjadi di Bali menyusul guncangan gempa utama berskala 6,8 SR. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terus memantau gempa yang terjadi di Bali. “Biasanya kalau gempa besar pasti diikuti dengan gempa susulan. Tapi kapan itu kita nggak tahu. Sampai sekarang nggak bisa diprediksi,” ujar staf operasional informasi gempa bumi BMKG, Meita saat dihubungi detikcom, Kamis (13/10/2011).

Meita mengatakan, hingga kini pihaknya memang belum menerima informasi adanya gempa susulan di sejumlah daerah yang merasakan guncangan gempa berskala 6,8 SR tersebut. “Kalau sekarang belum ada gempa susulan,” jelasnya. Pusat gempa di Bali berada di 143 km barat daya, Nusa Dua, Bali. Magnitudenya 6,8 SR dengan kedalaman 10 km. Gempa ini terjadi pada pukul 10.16 WIB.

Goyangan gempa Bali benar-benar membuat warga panik. Termasuk yang berada di Hotel Fave di kawasan Jl Teuku Umar, Denpasar. Para tamu hotel itu berhamburan keluar menyelamatkan diri saat goyangan gempa dirasakan. Pantauan detikcom, Kamis (13/10/2011) tamu hotel tampak berkumpul di luar hotel. Gempa yang dirasakan cukup lama ini benar-benar membuat shock. Meski tidak ada korban jiwa, para tamu tampak masih setengah tidak percaya ada gempa.

Karena gempa terjadi sekitar pukul 11.00 Wita, umumnya para tamu di lantai 4 itu sudah berpakaian rapi. Tidak tampak di antara mereka yang memakai handuk atau pakaian tidur.”Gempa bikin kaget, bikin panik,” terang Deco, seorang tamu hotel.

Tidak ada bangunan hotel yang rusak. Kondisi kini berangsur tenang. Warga di sekitar hotel yang juga sempat memenuhi pinggir jalan berangsur kembali ke tempat mereka. Lalu lintas di kawasan Teuku Umar yang sebelumnya sempat tersendat kini sudah kembali normal.

Gempa 6,8 SR yang mengguncang Bali membuat warga di sekitar Ubud panik. Sejumlah warga langsung berhamburan ke luar rumah. “Ya lumayan panik. Semua pada keluar rumah sambil teriak-teriak,” ujar warga Jl Kajeng No 33, Ubud, Sudiana saat dihubungi detikcom, Kamis (13/10/2011).

Sudiana mengatakan, gempa terjadi sekitar pukul 11.16 Wita. Gempa terjadi selama kurang lebih 30 detik hingga 1 menit. 15 Detik pertama, guncangan dirasakan cukup keras. Hingga membuat beberapa Ibu-ibu di sekitar Jl Kajeng muntah.

“Keras banget ini guncangannya. Ada 2 ibu-ibu ini pada muntah,” jelasnya. Menurut Sudiana, para warga kini masih berada di luar rumah karena khawatir akan ada gempa susulan lagi. “Masih pada di luar rumah. Kelihatannya nggak ada bangunan roboh atau korban jiwa. Tapi saya nggak tahu juga,” ujarnya.