Category Archives: Jakarta Banjir

53 Titik Banjir Yang Membuat Jakarta Yang Dipimpin Ahok Lumpuh Hari Ini


Hujan deras yang mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya sejak pagi tadi mengakibatkan sejumlah ruas jalan terendam banjir. Genangan air dan banjir ini mengakibatkan kemacetan di sejumlah titik yang terdampak. Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya ada 53 titik di DKI Jakarta yang tergenang hingga mengalami banjir. Berikut titik penyebarannya berdasar keterangan Kabag Operasi Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto sampai pukul 11.00 WIB tadi, Senin (9/2/2015).

Wilayah Jakarta Pusat:
1. Gunung Sahari, Pintu Besi (50 cm)
2. Sebelum gerbang Tol Cempaka Putih (20 cm)
3. Jl Letjen Suprapto (20 cm)
4. Jl Ahmad Yani depan Gudang Garam (30 cm)
5. Jl Batu Tulis (40 cm)
6. Jl Krekot Bundar (40 cm)
7. Jl Latuse (40 cm)
8. Jl Mangga Besar Raya (50 cm)
9. Jl Karang Anyer (30 cm)
10. Gunung Sahari 1 (40 cm)
11. Jl Krosela (30 cm)
12. Jl Benyamin Sueb (200 cm)
13. Landasan Pacu Utara (150 cm)
14. Jl Kwitang 1 (30 cm)
15. Jl Percetakan Negara (50 cm)
16. Jl Cempaka Putih Tengah (40 cm)

Wilayah Jakarta Utara:
1. Jl Yos Sudarso depan Ajinomoto arah utara (40-50 cm)
2. Jl Parangtritis Pademangan Barat (30-40 cm)
3. Jl Karang Bolong Ancol Barat (20-30 cm)
4. Setelah Flyover Cempaka Putih (40-50 cm)
5. Kebon Baru arah Utara (25-30 cm)
6. Kelapa Gading (50-60 cm)
7. Depo Motor Sunter (35 cm)
8. Kampung Gusti (30 cm)
9. Kapuk Raya (40 cm)
10. Depan WTC Mangga Dua (20-30 cm)
11. Depan Gerbang Tol Sunter (20 cm)

Wilayah Jakarta Barat:
1. Jl Arjuna Selatan (30 cm)
2. Depan Universitas Trisakti (40-50 cm)
3. Jl Panjang depan Mc Donald (25 cm)
4. Pintu Air Cengkareng (50 cm)
5. Depan Universitas Tarumanegara (60 cm)
6. Jl Meruya Utara sebelum Pospol (30 cm)
7. Pasar Patra Duri Kepa (40 cm)
8. Pasar Puri Cengkareng lajur kiri (40 cm)
9. Jl Kyai Tapa (20 cm)
10.Depan RS Siloam (40 cm)

Wilayah Jakarta Selatan:
1. Lotte Mart (30 cm)
2. Setelah TL Kuningan arah Barat (20 cm)
3. TL Bungur arah Pondok Indah (20 cm)
4. Pasar Jagal Buncit (100 cm)
5. Jl M Saidi Raya Pesanggrahan (20 cm)
6. Jl Bank (70 cm)
7. Depan Atmajaya jalur lambat (70 cm)
8. Kolong Semanggi arah Senayan (30 cm)
9. Depan Balai Kartini (30 cm)

Wilayah Jakarta Timur:
1. TL Matraman arah Tambak (30 cm)
2. Depan BNN (30 cm)
3. Kawasan Industri Pulo Gadung (25 cm)
4. TL Arion Rawamangun (50 cm)
5. Depan Pengadilan Lama Jaktim (40 cm)
6. Jl Raya Bekasi depan Palad (40 cm)

Sementara itu, Budiyanto juga melaporkan data ketinggian pintu air di Jakarta hingga pukul 11.00 WIB tadi, berikut datanya:
1.Pintu Air Manggarai 770cm
2.Pintu Air Depok 125cm
3.Pintu Air Katulampa 40cm.

Banjir mulai merambat ke pusat kota Jakarta. Tak tanggung-tanggung hingga mencapai kawasan ring 1. Genangan terlihat di sekitar bundaran Patung Kuda/Indosat yang berada di sekitar Monas. Akibat banjir ini lalu lintas menjadi kacau. “Hujannya masih deras sehingga membuat bundaran Patung Kuda tergenang,” kata Budi, Senin (9/2/2015) pukul 12.00 WIB. Budi menjepret banjir tersebut dari lantai 13 gedung Sapta Pesona, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Terlihat ruas jalan ini tertutup bajir sehingga membuat lalu lintas menjadi tersendat.

Kawasan Istana Kepresidenan tak luput dari banjir yang datang akibat tingginya curah hujan. Jalan di depan Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, air menggenang setinggi 30 cm dan semakin dalam saat menuju lampu merah pertigaan ke Harmoni. Pantauan di lokasi, Senin (9/2/2015) pukul 12.25 WIB, saat melewati depan Istana terlihat air setinggi mata kaki orang dewasa. Melewati lampu merah pertigaan depan Istana ke arah Harmoni air semakin tinggi yakni mencapai 50 cm.

Para pemotor memilih untuk mematikan mesin dan mendorong motor mereka agar tidak mogok. Sebagian lagi memilih menerabas genangan dan ada juga yang berakhir dengan mati mesin karana terendam air. Mereka akhirnya meminggirkan motornya dan memeriksa kondisi kendaraan yang mogok itu. Sejumlah polisi yang mengenakan jas hujan terlihat berjaga dan mengatur lalu lintas di dekat lampu merah. Hujan juga masih mengguyur dengan lebat. Sementara itu, di Jalan Medan Merdeka Barat tak terlihat kendaraan yang melintas. Jalan di depan Kemenko PMK dan Gedung Mahkamah Konstitusi itu juga tak luput dari banjir.

adan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan dengan intensitas sedang dan lebat masih akan mengguyur Jakarta hingga sore hari. Hujan ini akan semakin meluas ke wilayah di luar Jakarta. “Hujan disertai kilat, petir dan angin kencang pada pukul 11.00 WIB di wilayah sebagian besar Jabodetabek. Kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 15.00 WIB dan meluas ke wilayah Tangerang, Bekasi, Cibubur, Cileungsi, Citeko, Ciawi, Cisarua, Bogor dan sekitarnya,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho dalam pesan singkat, Senin (9/2/2015) pukul 11.45 WIB.

Dengan kondisi seperti itu diperkirakan banjir berpotensi meningkat di beberapa tempat. Pusat Kendali Operasi Penanggulangan Bencana DKI Jakarta dan Posko BNPB terus memantau perkembangan banjir Jakarta. BNPB telah mendirikan 28 Posko Taktis yaitu 25 posko di Jakarta, 2 posko di Bekasi dan 1 posko di Tangerang. “Personel BNPB, SRC PB, Menwa, dan Senkom Polri dengan dukungan logistik dan peralatan membantu aparat setempat dalam penanganan banjir. BNPB telah menyiapkan 3.600 personel TNI dan 614 personel Polri untuk antisipasi banjir jika diperlukan,” jelas Sutopo.

Hingga saat ini kondisi sungai-sungai di Jakarta masih aman, belum ada pernyataan darurat bencana banjir dari Gubernur DKI Jakarta. Belum juga ada warga yang diungsikan karena banjir. Berikut tinggi muka air di pintu air yang ada di Jabodetabek pada pukul 10.00 WIB:

Katulampa 40 cm/H (siaga 4).
Depok 120 cm/H (siaga 4).
Manggarai 770 cm/H (siaga 3).
Karet 550 cm/H (siaga 2).
Krukut Hulu 130 cm/H (siaga 4).
Pesanggrahan 115 cm/H (siaga 4).
Angke Hulu 75 cm/H (siaga 4).
Cipinang Hulu 115 cm/G (siaga 4).
Sunter Hulu 50 cm/G (siaga 4).
Pulo Gadung 650 cm/H (siaga 3).
Waduk Pluit -20 cm/H.
Pasar Ikan 210 cm/H (siaga 2).

Keterangan: H = Hujan, G = Gerimis.

Jakarta Bakal Diguyur Hujan 3 Hari Berturut Turut


Kepala Sub-Bidang Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Harry Tirto memperkirakan Jakarta akan diguyur hujan dengan intensitas sedang selama tiga hari mendatang. “Selama tiga hari mendatang, hujan akan turun cukup merata di semua wilayah,” ujarnya ketika dihubungi, Ahad, 1 Februari 2015.

Harry menuturkan, empat atau lima hari yang lalu, potensi hujan di Ibu Kota masih rendah. Namun sejak Sabtu malam 31 Januari 2015, terjadi peningkatan energi yang mendukung terjadinya pembentukan awan hujan di langit Jakarta. Akibatnya, Harry melanjutkan, potensi hujan kembali.

Harry menambahkan, beberapa wilayah di Jakarta berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Bahkan di beberapa wilayah, hujan disertai dengan kilat. Beberapa wilayah itu antara lain, di Jakarta Selatan seperti Cipete dan Tebet; Jakarta Barat, Kembangan, Rawa Buaya, Kalideres, dan Cengkareng; Jakarta Utara, Pluit, Pademangan, Tanjung Priok, Ancol, Mangga besar; Jakarta Pusat, Gunung Sahari, Kemayoran, dan wilayah Jakarta Timur seperti, Klender, Pulogebang, Duren Sawit, Kalimalang, Jatinegara hingga Kampung Melayu. “Siang harinya hujan akan meluas dari Tangerang Selatan, Depok, hingga Bogor,” ucap Harry.

Kepala Subbidang Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Harry Tirto mengimbau warga Jakarta mewaspadai peningkatan curah hujan. “Salah satu hal yang perlu diwaspadai ialah jika hujan turun pada malam hari,” tutur Harry, Ahad, 1 Februari 2015.

Sebab, Harry menjelaskan, bencana banjir bisa datang pada malam hari saat warga sedang beristirahat. Hal berikutnya yang harus diwaspadai warga DKI, ujar Harry, ialah jika hujan turun lebih dari tiga jam. Sebab, kata dia, itu bisa menimbulkan genangan air hingga banjir. Menurut dia, dengan curah hujan sedang selama tiga hari mendatang, beberapa wilayah di DKI Jakarta berpotensi banjir. Terutama wilayah yang memiliki daya serap air rendah. “Misalkan Kampung Pulo, Jakarta Timur,” ujarnya.

Daftar Jalan dan Daerah Jakarta Dilanda Banjir Besar … Belum Ada Aksi Berarti Dari Gubernur Ahok


Banjir menggenangi kawasan Jl Yos Sudarso, Jakarta Utara. Banjir yang cukup tinggi ini membuat kendaraan sulit melintas. Akibat genangan ini motor masuk ke dalam ruas tol Wiyono Wiyono. Dodonan, salah seorang pengguna jalan, mengungkapkan arus lalu lintas di atas ruas Tol Wiyoto Wiyono cukup ramai oleh motor. Para pemotor ini melintas di bagian kiri ruas tol ini. Kendaraan roda dua ini kebanyakan melintas dari Sunter hingga ke Tanjung Priok.

“Ini banjirnya yang cukup dalam ada di sekitar MOI (Mall of Indonesia), sehingga kendaraan roda dua naik ke tol,” kata Sujari, petugas tol Citra Marga, Jumat (23/1/2015) pukul 11.15 WIB. Sujari mengatakan, jika banjir sudah surut maka motor akan kembali melintas di jalur arteri. “Nanti kalau sudah surut akan lewat jalur arteri lagi,” katanya.

Banjir mulai melanda sejumlah wilayah di Jakarta dan sekitarnya akibat hujan deras mengguyur semalaman. Akibatnya, beberapa ruas jalan pun tidak bisa dilalui oleh pengendara pagi ini. Seperti informasi yang didapat dari NTMC Polri, Jumat (23/1/2015), akibat air yang menggenang cukup tinggi, Jalan Ceger Raya arah Jakarta tidak bisa dilalui. Ada beberapa wilayah lainnya yang mengalami hal serupa.

“Di depan Untar Jakbar ketinggian sampai 70 cm. untuk Boulevard Kelapa Gading juga tidak bisa dilalui karena banjir sampai 40 cm,” ujar petugas call center NTMC, Yudi saat dikonfirmasi. Yudi juga menyatakan, ruas jalan lain yang tak bisa dilalui terjadi di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, karena ketinggian banjir mencapai 100 cm, dan di jalan samping Polsek Matraman hanya bisa dilalui oleh 1 jalur yaitu jalur Busway. Sementara itu Jalan Arteri KBN Cilincing pun tidak bisa dilalui, sehingga Tol JORR exit Rorotan/KBN ditutup. Pengendara disarankan NTMC Polri untuk putar balik.

Sementara itu informasi dari akun Twitter TMC Polda Metro Jaya, ruas jalan tergenang banjir adalah di di epan Shelter Busway Artha Gading dan Jalan Gaya Motor Sunter, Jalan Yos Sudarso jalur lambat depan Ajinotomo sudah tidak bisa dilalui kendaraan. Jalan depan Citraland arah Grogol dan Jalan Letjend Jenderal Suprapto arah Senen (seberang Cempaka Mas) tergenang banjir namun masih bisa dilalui. Sebuah mobil pun di Jalan S Parman arah Slipi mogok dan harus diderek akibat memaksa melewati banjir.

Kemacetan parah terjadi di perempatan Kelapa Gading, Jakarta Utara akibat adanya genangan air di sejumlah tempat di sekitarnya. Keadaan bertambah parah karena traffic light di perempatan tersebut mati. Seperti yang terlihat pada Jumat (23/1/2015) pagi hari ini. Traffic light di empat penjuru jalan pada perempatan itu semuanya mati.

Alhasil, semua arus kendaraan bertemu di perempatan Kelapa Gading, menimbulkan situasi semrawut. Mulai dari bus besar, angkot, bajaj dan pemotor terlibat dalam situasi kemacetan ini. Ada tiga petugas Polantas yang mengurai kemacetan di perempatan ini. Namun Pak Polisi tak bisa berbuat banyak lantaran arus kendaraan dari empat penjuru arah yang langsung nyelonong ke perempatan. Kondisi bertambah parah lantaran ada sejumlah pemobil dari arah Kelapa Gading yang memilih putar balik kembali ke perempatan. “Katanya banjir di sana, jadi kita puter balik,” kata seorang pemobil.

Jalan raya di wilayah Sunter, Jakarta Utara, dilanda oleh banjir sejak pagi tadi dan menyebabkan lalu lintas tersendat. Kondisi pun diperparah dengan adanya pohon tumbang di dekat Danau Sunter. Informasi mengenai pohon tumbang didapat dari TMC Polda Metro Jaya melalui akun twitternya, Jumat (23/1/2015). Akibat tumbangnya pohon di dekat Danau Sunter ini, jalanan yang masih tergenang banjir itu pun tidak bisa dilewati kendaraan.

Banjir sendiri masih melanda wilayah Sunter dan sekitarnya. Genangan air yang cukup tinggi di wilayah Kelapa Gading juga belum surut. Banyak kendaraan yang mogok karena memaksa untuk melintas. Akibat banjir, kondisi lalu lintas dari Jalan Benyamin Sueb (Kemayoran) menuju Danau Sunter utara terpantau padat. Sementara itu masih menurut keteragan TMC Polda Metro Jaya, genangan air yang cukup tinggi di Jalan Yos Sudarso pun menyebabkan sepeda motor dialihkan masuk ke Tol Sunter arah Priok 1.

Hujan yang mengguyur Jabodetabek sejak dini hari membuat Jalan Joglo banjir setinggi 40 centimeter. Akibatnya kemacetan panjang hingga Jalan HOS Cokrominoto, Ciledug tidak terhindarkan. Pantuan di lokasi, Jumat (23/1/2015) akibat dari banjirnya Jalan yang menuju Jakarta Barat ini beberapa kendaraan roda dua dan empat memaksakan kendaraannya. Terlihat beberapa kendaraan mogok dan harus dibantu di dorong.

Akibat dari banyak kendaraan yang berhenti, kemacetan panjang hingga 5 kilometer terjadi. Kemacetan terjadi dari arah Ciledug menuju Jakarta Barat dan sebaliknya. “Air mulai naik 04.30 WIB. Setinggi paha orang dewasa,” jelas Iman di lokasi. Saat ini di lokasi tidak terlihat adanya petugas kepolisian untuk membantu lalu-lintas.

Jakarta pagi ini dikepung banjir akibat hujan deras semalaman. Akibatnya, perjalanan kereta api pun terganggu. Dikutip dari akun twitter @commuterline, Jumat (23/1/2015), perjalanan KA 1471 dan KA 1479(Depok-Jatinegara) berhenti sampai Kampung Bandan. Sementara itu KA 1475(Bogor-Jatinegara) hanya sampai Stasiun Duri. Selain itu perjalanan KA antara Kampung Bandan-Kemayoran sementara di tutup karena banjir.

Hujan deras di seluruh wilayah Jakarta dan sekitarnya menyebabkan banjir di sejumlah tempat. Banjir pun mulai memasuki pemukinan warga seperti yang terjadi di wilayah Sunter, Kemayoran, Jakarta Utara. Berdasarkan informasi pembaca di pasangmata.com, Ili Sarmili, air mulai memasuki rumahnya pada pukul 03.00 WIB, Jumat (23/1/2015). Sebagian warga di lingkungannya yang berada di Jalan Delta Serdang RT 002/007, Kemayoran, Jakarta Pusat, disebut Ili sudah mulai mengungsi.

“Tadi air masuk rumah sekitar jam 03.00 WIB. Kalau di jalan sampai 50 cm, di dalam rumah sekitar 15 cm. Warga sebagian sudah ada yang mengunsi, sebagian memilih bertahan di rumah,” ujar Ili saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (23/1/2015). Wilayah lingkungan di rumah Ili sendiri memang sudah langganan banjir setiap tahunnya karena daerahnya yang rendah. Namun untuk tahun musim penghujan sekarang, baru kali ini pemukiman di rumahnya terkena imbas banjir.

“Ini bisa sampai 3-4 RT yang kena. Posisi di sini memang rendah dan dekat Kali Sentiong dan Kali Sunter. Warga sekarang berjaga, banyak yang keluar jalan,” kata Ili. Sementara itu banjir juga menggenangi pemukiman lainnya di Jakarta Utara. Seperti informasi dari pembaca pasangmata lainnya, Virez, banjir setinggi 30 cm melanda pemukiman warga di RW 04 Pasar Ular, Plumpang. Air setinggi 50-70 cm juga tergenang di Jalan Mundu, Lagoa.

Jakarta Diguyur Hujan Sejak Malam … Banjir Muncul Dimana Mana


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan dini cuaca di Jabodetabek hingga Subuh nanti. Hujan intensitas sedang hingga lebat mengguyur sebagian besar wilayah Jabodetabek. Seperti dikutip dari website BMKG, Jumat (23/1/2015) dinihari, ada beberapa wilayah yang akan diguyur hujan sejak pukul 01.00 WIB.

“Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang-lebat pada pkl. 02.00 WIB di wilayah Kepulauan Seribu, Kosambi, Kamal, Penjaringan, Pluit, Penjagalan,” tulis BMKG di websitenya. Peringatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dinihari ini juga diprediksi akan terjadi di Tanjung Priok, Koja, Rawa Badak, Cilincing, Pademangan, Pekojan, Angke, Jelambar, Cengkareng, dan Kalideres. Hujan diperkirakan akan masih berlangsung hingga pukul 05.00 WIB.

“Diperkirakan masih akan berlangsung hingga pkl. 05.00 WIB dan meluas ke wilayah Kemayoran, Senen, Jatinegara, Bekasi, Halim, Cililitan, Pondok Cabe, Tangeran Selatan, Cikokol, Cipondok, Ciledug, Parung, Pondok Aren, Serpong, Pamulang, Parung Panjang, Bogor, Cisarua, Ciawi, Cipanas dan sekitarnya,” jelas BMKG.

Sementara itu informasi dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya pun telah menyebutkan hujan terjadi di sejumlah wilayah. Seperti di Jalan Pangeran Jayakarta, Sawah Besar, Kawasan Pulo Mas, Jaktim, dan Semanggi di mana hujan juga disertai angin dan petir. Hujan deras disertai angin dan petir melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya dinihari ini. Akibatnya, sejumlah ruas jalan dan wilayah pun tergenang banjir.

Berdasarkan informasi dari akun twitter TMC Polda Metro Jaya, pada sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (23/1/2015), banjir setinggi 20-30 cm menggenang di sekitar Wisma Gading Permai, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Banjir setinggi 15 cm pun telah masuk di pemukiman di kompleks Pondok Gading Utama sehingga sejumlah warga pun terpaksa mengungsi.

Tak hanya itu, banjir setinggi 20-30 cm juga menggenangi Jalan Raya Caplin, Taman Asri Ciledug, Tangerang. Pengendara yang melintas diharapkan berhati-hati. Banjir hingga 50 cm juga menggenangi wilayah Kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Sementara di Jalur lambat Jalan Yos Sudarso air yang menggenang mencapai 20 cm.

Wilayah Jakarta Utara lainnya yang terkena imbas banjir akibat hujan deras yang mengguyur adalah di Simpang Lima Jalan Raya Plumpamg Raya-Semper. Ketinggian air mencapai 45 cm. Dari berbagai sumber yang dihimpun detikcom, banjir juga menggenangi Kompleks TNI AL Dewaruci, Jakarta Utara. Genangan air setinggi 20 cm juga merendam hampir semua lajur di Tol Dalam Kota Cawang arah Bandara di KM 16.

Wilayah Jabodetabek dilanda hujan deras menjelang pagi ini. Akibatnya, sejumlah kawasan mengalami banjir. Dikutip dari situs TMC Polda Metro Jaya, Jumat (23/1/2015), sejumlah warga menginformasikan wilayahnya yang terendam banjir. Diantaranya terjadi di Jl Cemara Unjung, Jakarta utara depan Masjid Raya Jakarta Islamic Centre Kramat Raya.

Di depan Citraland dan Universitas Tarumanegara, Jl S Parman, Grogol, Jakarta Barat, banjir setinggi 20-30 cm. Banjir 20-30 cm juga terjadi di Jl Raya Caplin Taman Asri Ciledug, Tangerang. Selain itu, banjir 30-40 cm di Jl. Walang Baru 1 Plumpang Semper Jakut. Banjir 50 cm juga terjadi di samping RSUD Koja Jl. Deli Priok Jakarta Utara. Kemudian banjir juga terjadi di Jl. Boulevard Utara Raya Kelapa Gading.

Banjir 40 cm di jalur lambat depan Hotel C One Jl Letjen Suprapto. Banjir 100 cm di Rawa Binangun, Rawa Badak Utara Jakut. Banjir 30 cm di Perumahan Paradise, Kawasan Sunter Jakut. Banjir 40-60 cm di Jl Boulevard Barat Kelapa Gading Jakut, sementara tidak bisa dilintasi semua jenis kendaraan bermotor. Banjir 40 cm di Komplek BCS sktr Jl. Bongo-Musik Raya Kelapa Gading Jakut. Banjir 25-30 cm di wilayah Papango Tanjung Priok Jakut.

Titik Banjir di Palmerah dan Kampung Pulo


Hujan yang mengguyur wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok, sepanjang malam tadi menyebabkan banjir di Kampung Pulo, Jakarta Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jakarta mengeluarkan peringatan dini di sejumlah wilayah yang dilintasi Sungai Ciliwung, seperti Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu. Ketua RT 03 RW 03, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Budi Budrio, mengatakan air Sungai Ciliwung sudah meluap sejak pukul 04.00 WIB. “Sekarang ketinggian air di permukiman warga sudah mencapai satu meter,” kata Budi Budrio, Kamis, 22 Januari 2015.

Budi menambahkan banjir setinggi pinggang orang dewasa itu belum membuat warga mengungsi dari rumah mereka. “Sementara ini kami mengungsi ke loteng rumah,” ujarnya. Ketua RT 11 RW 02, Kampung Pulo, Kampung Melayu, Chairul Antasari, memperkirakan ketinggian air di Sungai Ciliwung akan terus meningkat bila hujan di Bogor tak kunjung berhenti. “Belum ada bantuan sebab masih tergolong banjir kecil,” Chairul menjelaskan.

Berdasarkan catatan yang dihimpun dari BPBD DKI, ketinggian air di Bendung Katulampa, Bogor berangsur surut sejak pukul 00.00. Sempat mengalami status Siaga III pada Rabu malam, 21 Januari 2014, ketinggian air di Bendung Katulampa pada Kamis pagi sudah surut menjadi 50 sentimeter dan dinyatakan aman.

BPBD DKI hanya menaikkan status Siaga III pagi ini di Pintu Air Pasar Ikan, Jakarta Utara. Ketinggian air di Pintu Air Pasar Ikan mencapai 171 centimeter atau naik 20 centimeter sejak Kamis dini hari. Kecamatan Palmerah bersiaga menghadapi banjir. Berdasarkan data dari kecamatan tersebut, ada tujuh titik genangan air di seluruh Palmerah yang dipantau. “Tiga titik yang paling diperhatikan adalah Jatipulo, Kampung Bambu Selatan, dan Kampung Bambu Utara,” kata Zery Ronazy, Camat Palmerah, Senin, 19 Januari 2014.

Menurut mantan Camat Kalideres ini, kondisi Palmerah lebih baik dibanding daerah rawan banjir lain di Jakarta Barat. “Tidak ada banjir parah, hanya genangan-genangan biasa,” katanya. Jika dibandingkan dengan Kalideres, tempat dinasnya yang ia tinggalkan sepuluh hari lalu, genangan air di Palmerah tak separah daerah Kapuk Kamal atau Tegal Alur.

Kecamatan, kata Zery, sudah berkoordinasi dengan suku dinas terkait untuk melakukan penanganan saat terjadi banjir. Puskesmas juga akan bersiaga untuk mengatasi masalah kesehatan masyarakat selama banjir. Adapun logistik dan alat untuk dapur umum akan dipenuhi oleh dinas sosial. “Dari polsek, dinas damkar, babinsa, BPBD, sampai tagana sudah siap,” katanya.

Posko taktis, kata Zery, sudah berdiri di enam kelurahan yang ada di Kecamatan Palmerah. Sedangkan posko utama bertempat di Museum Tekstil Jakarta, Jalan K.S. Tubun. Meskipun tak ada catatan banjir parah di Palmerah, titik pengungsian tetap disiapkan. Di antaranya Museum Tekstil, PLN Palmerah, SD Negeri 03, dan lapangan futsal.

Zery melanjutkan, di posko utama sudah disiapkan 1 mesin pompa, 3 perahu karet, 56 pelampung, dan 1 speedboat yang dapat digunakan untuk melakukan penyelamatan. Adapun kepolisian sudah menyiapkan rencana rekayasa lalu lintas di daerah dengan genangan air tinggi.

Bogor Dilanda Hujan Selama 4 Hari … Jakarta Siap Menerima Banjir Kirimana


Kepala Stasiun Klimatologi Dramaga Bogor, Dedi Sucahyono, mengatakan berdasarkan pantauan citra satlit cuaca milik Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG), hujan akan terus terjadi di wilayah Bogor dan sekitarnya dalam kurun waktu empat hari ke depan. “Pada minggu ketiga Januari ini merupakan puncak musim penghujan tahun ini,” kata Dedi pada Rabu 21 Januari 2015. Menurut dia, puncak musim penghujan ini akan terus berlanjut hingga akhir Februari mendatang.

Di puncak musim hujan, Dedi mengatakan, intensitas hujan diperkirakan sedang hingga lebat dan cendrung ekstrim. Guyuran hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang terjadi di Bogor pada pertengahan bulan Januari ini cendrung akan terjadi mulai dari siang hari hingga malam hari. “Namun memasuki akhir Januari mendatang, diperdiksi intensitas dan curah hujan di Bogor akan terjadi sepanjang hari dengan durasi yang lebih lama,” kata dia.

Dengan tingginya curah hujan di Bogor, Dedi mengingatkan agar warga yang tinggal di sepanjang Sungai Ciliwung waspada. Dedi mengatakan, selain di Bogor, hujan juga diperkirakan turun merata di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, sehingga membuat debit air di Kali Ciliwung dan Cisadane naik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta mengeluarkan peringatan dini kepada penduduk di sekitar bantaran Sungai Ciliwung. Banjir akan menghampiri sejumlah wilayah seperti Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus, Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

Daerah paling rawan adalah Kampung Pulo,” ujar Ketua BPBD DKI Denny Wijaya, Rabu malam 21 Januari 2015. Banjir kiriman diperkirakan datang Kamis pagi ini, 22 Januari, menyusul status siaga tiga di Bendung Katulampa, Bogor. Ketinggian air di Katulampa mencapai 120 sentimeter atau siaga tiga pada Rabu, pukul 18.35 WIB, karena hujan dengan intensitas cukup tinggi di kawasan Puncak, Bogor.

Pada sekitar pukul 20.00 WIB tinggi muka air di Bendung Katulampa naik hingga 134 sentimeter. Hanya, posisi ini lebih rendah dibanding puncak level Katulampa pada 26 Desember 2014 yang mencapai 140. Sesuai catatan, diperkirakan banjir kiriman juga akan lebih kecil dibanding dengan pada 26 Desember 2014. Hal ini juga terlihat dari ketinggian air di pos pantau Depok. Kemarin malam, ketinggian air di pos Depok mencapai 240 sentimenter pada 22.00 WIB. Ketinggian air berada pada di atas 200 sentimenter atau siaga tiga berlangsung selama dua jam, dari sekitar pukul 21.00 hingga pukul 23.00.

Adapun ketinggian air di pos pantau Depok pada 26 Desember lalu mencapai 251 sentimeter. Volume air saat itu jauh lebih besar karena permukaan air di pos Depok berada ketinggian di atas 200 sentimeter dalam waktu sekitar 4 jam. Denny memperkirakan banjir akan terjadi di sejumlah wilayah DKI tersebut sekitar delapan jam setelah Katulampa menyatakan status siaga tiga. “Kami sudah berikan informasi ke camat, lurah, dan menyebarkannya lewat media sosial,” kata dia.

Pemukiman Di Bantaran Kali Pesanggrahan Terendam Banjir Lagi


Curah hujan yang tinggi sepekan terakhir mengakibatkan sebagian permukiman yang berlokasi di bantaran Kali Pesanggrahan mulai terendam banjir dengan ketinggian rata-rata 30 sentimeter. Ratusan kepala keluarga yang bermukim di bantaran Kali Pesangrahan, tepatnya di RW 05 Kelurahan Kedoya Selatan, Jakarta Barat khawatir hujan akan terus mengguyur dan banjir akan semakin tinggi.

Hartina, salah satu warga Rt 02 Rw 05 Kelurahan Kedoya Selatan bersyukur hujan yang turun selama sepekan ini tak merendam permukimannya. “Sempat banjir tetapi cuma sebentar. Biasanya sudah sepinggang nih, apalagi kalau ada air kiriman,” ujar Hartina, Selasa (20/1/2015). Meski begitu, Hartina tetap mengantisipasi datanganya air rob. Untuk menghindari banjir yang bisa datang tiba-tiba, Hartina mulai mengemasi barang-barang berharga miliknya untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih aman.

Hartina berharap, apabila banjir datang pemerintah daerah bisa mendistribusikan bantuan secara merata ke seluruh warga. Tahun lalu, beberapa warga di Kedoya Selatan mengaku banyak yang tak mendapatkan bantuan. “Satu kepala keluarga ada lima orang, hanya dikasih satu nasi bungkus. Ada yang enggak kebagian juga,” keluh wanita yang biasa dipanggil Har.

Sama halnya dengan Har, Titik Sugiarti yang juga warga Rt 02 Rw 05 mengaku distribusi bantuan tidak merata. Padahal, nama Titik dan keluarganya sudah terdaftar di data pengungsi. “Yang kebagian ya kebagian, yang tidak kebagian ya pergi cari makan sendiri atau mengungsi ke rumah saudaranya. Habis di sini malah terlantar,” ujar Titik.

Sementara itu, Lurah Kedoya Selatan Jufri mengaku telah menyiapkan segala kebutuhan dan perlengkapan untuk membantu warga RW 05 apabila terjadi banjir. Tak hanya itu, jajarannya juga telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian perihal pendirian posko banjir, dapur umum, dan posko kesehatan. “Kami sudah siapkan posko banjir, logistik, selimut, seluruh yang diperlukan. Semoga bisa didistribusikan dengan baik. Tetapi kita berdoa supaya RW 05 tidak terendam banjir,” ucap Jufri.