Category Archives: Kreatif

Sistem Canggih Polisi Untuk Selesaikan Kasus Pencurian


Cairan berwarna merah kekuningan keluar dari lubang yang muncul di leher depan tubuh Kuswanto, 29 tahun. Wawancara Tempo dengan pria dengan dua anak masih kecil itu pada Sabtu malam, 6 Desember 2014, terpaksa ditunda karena pembalut luka penutup lubang tak mampu menahan laju cairan. Ia menunggu bantuan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) yang belum juga datang. “Saya belum mau mati. Tolong saya,” ujarnya menahan sakit.

Peristiwa penyiksaan itu berawal dari ajakan empat teman Kuswanto bertemu di Kafe Perdana, di Kota Kudus, Jawa Tengah, pada 21 November 2012, sekitar pukul 18.00 WIB. Setelah duduk beberapa saat, tiba-tiba 13 orang berpakaian preman menghampiri mereka. Kuswanto dihampiri dan dia mengenal 13 orang yangn berpakaian preman itu. “Mereka polisi, saya kenal karena saya berteman dengan mereka. Saya punya bisnis rental mobil, dan istri saya bekerja di satu kafe milik polisi itu,” kata Kuswanto.

Mendadak 13 polisi berpakaian preman itu beringas dan memaksa Kuswanto keluar dari kafe. Ia dimasukkan ke mobil Xenia yang parkir di depan kafe. Bersama Kuswanto, 4 teman lainnya juga ikut dicokok. Di dalam perjalanan mereka dituduh merampok toko penjual es krim Walls. Namun Kuswanto tidak mengakuinya. Ia menjelaskan dirinya ada di luar kota untuk urusan keluarga. Beberapa polisi kemudian memukulinya. Saat mobil berada di jalan lingkar dekat PT Pura Barutama Kudus, kedua mata Kuswanto dilakban dan kedua tangannya diborgol. Kuswanto kemudian dibawa ke lapangan tempat uji surat izin mengemudi (SIM) yang lokasinya bersebelahan dengan Universitas Muria Kudus.

“Begitu sampai, saya disuruh turun dan dipukuli beramai-ramai. Saya jatuh lalu seorang polisi meminta saya mengaku atau dibakar. Saya tetap tidak mengaku dan bensin disiram ke tubuh saya. Saya tetap tidak mengaku, lalu korek api dinyalakan ke baju saya. Saya teriak kesakitan dan berguling-guling di tanah. Saya tidak mau mati,” kata Kuswanto.

Setelah disiksa dengan dada dan leher melepuh, dia dibawa ke ke kantor Polres Kudus. Polisi yang membakar Kuswanto penasaran karena dirinya masih bertahan tidak mengakui perbuatannya. Polisi itu kemudian menyiram cairan ke lehernya hingga Kuswanto berteriak kesakitan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk berobat dan sebulan dia dibiarkan tanpa perawatan. Orang tuanya protes dan minta pertanggungjawaban. Setahun kemudian baru ditemukan pelaku sebenarnya yang merampok toko es krim Walls itu. “Saya tahu dari berita media,” kata Kuswanto sambil menahan sakit.

Kuswanto, 29 tahun, merupakan satu dari beberapa korban penyiksaan aparat polisi yang saat ini berada di Jakarta atas undangan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras). Para korban dan keluarganya dengan didampingi Kontras menuntut pertanggungjawaban aparat polisi dan pemerintah Joko Widodo-Jusuf Kalla atas siksaan yang dialami.

Kuswanto membawa serta istri dan kedua anaknya yang masih kecil menggunakan bus umum dari Kudus, Jawa Tengah, ke Jakarta. “Keselamatan kami terancam karena mereka tahu kami akan ke Jakarta,” kata Kuswanto kepada Tempo, Sabtu malam, 6 Desember 2014. Bekas siksaan aparat polisi tampak di sekitar leher dan dada Kuswanto. “Leher dan tubuh saya disiram bensin dan dibakar pakai korek api. Lalu disiram cairan setiba di kantor polisi,” kata Kuswanto menahan sakit.

Setiap kali bernapas dan menjawab pertanyaan, Kuswanto terpaksa berbicara perlahan untuk mencegah lubang di lehernya mengeluarkan darah dan air. Perban putih yang menutup lubang itu basah oleh air dan darah. Ia meneguk pil penahan sakit saat berbicara dengan Tempo. “Ini obat penahan sakit,” ujarnya. Namun istrinya, Endang Susilowati, 30 tahun, belakangan menyebutkan pil itu dibeli dari toko obat Cina di Kudus karena tak ada uang untuk berobat.

Peristiwa penyiksaan oleh 13 polisi itu terjadi pada 21 November 2012 sore. Ia dituduh merampok toko penjual es krim Walls di Kudus. Namun Kuswanto menolak tuduhan itu karena tidak melakukannya. Apalagi saat perampokan terjadi dia berada di rumah saudaranya di luar kota.

Bukti dia merampok juga tak mampu ditunjukkan para polisi yang datang mencokoknya dengan pakaian preman. Malah dia diseret ke mobil dan dibawa ke satu tempat bersama 4 temannya. Mereka disiksa namun penyiksaan terberat dialami Kuswanto. “Dalam keadaan mata saya dilakban hitam, tangan diborgol ke belakang, saya disiram bensin dan dibakar pakai korek api,” Kuswanto menjelaskan.

Karena tak ada bukti kuat, ia dilepaskan. Setahun kemudian, Kuswanto mengetahui dari media massa perampok sebenarnya ditangkap. “Saya mohon bantuan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) dan pemerintah untuk mengobati luka saya bekas dibakar polisi,” kata Kuswanto penuh harap.

Advertisements

Yogyakarta Raih Gelar Sebagai Kota Batik Dunia


Meski Daerah Istimewa Yogyakarta mendapat anugerah sebagai Kota Batik Dunia oleh Dewan Kerajinan Dunia (World Craft Council/WCC) pada 18 Oktober, regenerasi pembatik menjadi kendala. Mayoritas pembatik berusia tua, sedangkan yang masih muda tak banyak yang tertarik membatik.

Kondisi tersebut menjadi tantangan DIY untuk mempertahankan batik sebagai warisan dunia. “Selama kehidupan pembatik tidak semakin baik, yang muda tidak akan mau menjadi pembatik. Yang membatik yang tua-tua saja,” kata Gubernur DIY Sultan Hamengku Buwono X saat ditemui di Kepatihan Yogyakarta, Selasa, 21 Oktober 2014. Salah satu solusi yang disampaikan Sultan adalah memberikan insentif kepada pembatik dengan menggunakan dana keistimewaan DIY. Dana tersebut diambil dari pos kebudayaan. Menurut Sultan, jika bantuan dana diambil lewat dana keistimewaan, tidak akan menjadi masalah.

Sultan berharap batik-batik yang sudah digarap pengrajin di desa-desa bisa terus tumbuh dan berkembang. Apalagi pengrajin batik berada di perkampungan dalam bentuk industri rumah tangga. Sementara itu, pemberian penghargaan Kota Batik Dunia baru kali pertama dilakukan. Penghargaan tersebut diterima oleh perwakilan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) DIY Gusti Kanjeng Ratu Pembayun dalam peringatan hari jadi ke-50 WCC di Dongyang, Korea Selatan. Sultan membenarkan bahwa DIY semula ikut mendaftarkan mewakili Indonesia dan telah ada tim WCC yang datang melakukan penilaian. DIY berhasil mengalahkan enam negara kontestan dari Asia-Pasifik.

“Karena, kan, banyak negara yang mempunyai kerajinan batik. Penghargaan itu sebagai penghormatan Indonesia sebagai negara asal batik,” kata Ketua Dekranasda Kota Yogyakarta Tri Kirana Muslidatun.

Tim penilai datang sekitar sebulan lalu. Mereka melakukan peninjauan di beberapa kampung batik, yaitu Kota Gede, Ngasem, dan Badran. Penilaian yang diberikan antara lain tentang peran pemerintah dan lembaga kerajinan dalam mengembangkan, memberikan bantuan dana dan pelatihan, serta pemasaran kepada pengrajin batik. Hingga kini ada sekitar 80 pengrajin batik yang masih bertahan di Yogyakarta. Mereka juga melestarikan motif-motif batik kuno hingga sekarang. “Misalnya, motif kawung. Motif-motif tradisional itu dari Keraton,” kata Tri Kirana.

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengajukan Surakarta sebagai kota kreatif ke UNESCO, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa di bidang pendidikan, keilmuan, dan kebudayaan. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu mengatakan aplikasi pengajuan Surakarta sudah masuk ke UNESCO. “Pengumumannya Oktober nanti. Kami berharap Solo terpilih sebagai kota kreatif berbasis desain,” katanya saat berkunjung ke Pasar Klewer di Surakarta, Senin, 23 Juni 2014.

Dia menilai Surakarta punya keunggulan di bidang desain, khususnya desain batik. Desain batik Solo tidak terpaku pada motif klasik, tetapi sudah berani mengeksplorasi motif modern. “Misalnya, tadi saya lihat ada batik dengan motif lobster. Kayaknya dulu tidak ada,” ucapnya. Mari Elka mengatakan sah-sah saja ada berbagai motif batik kontemporer. Justru kreasi dan inovasi tersebut akan membuat batik tetap hidup. “Inovasi desain dan kreativitas akan membuat batik terus berkembang dan hidup,” katanya.

Dia mengaku sengaja mengunjungi Pasar Klewer karena ingin melihat kota dari aspek perdagangan batik. Terutama Mari Elka ingin melihat seperti apa industri skala rumah tangga dan tradisional bisa menjadi besar. “Saya sudah beberapa kali mengunjungi perajin batik atau orang kreatif yang bekerja di bidang batik. Sekarang saya ingin lihat sisi perdagangannya,” ucapnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Surakarta Subagiyo mengatakan ada sekitar dua ribu pedagang di Pasar Klewer. Produk yang ditawarkan tidak hanya kemeja, tetapi juga kain batik dan aksesoris batik. “Kalau soal batik, Pasar Klewer tidak ada tandingannya,” katanya. Dia menuturkan Mari Elka ingin berkunjung ke Pasar Klewer karena ingin melihat secara langsung aktivitas perdagangan di pusat penjualan batik. Hal ini berhubungan dengan minat masyarakat membeli produk kreatif berupa batik.

Menteri Mari Elka menyebut tidak hanya desain batik yang berkembang di Surakarta. Dia mengatakan masih ada desain kreatif lain yang membuat Surakarta layak diajukan sebagai kota kreatif. “Misalnya di bidang arsitektur,” ucapnya. Untuk desain batik, dia melihat tidak sekadar diaplikasikan ke kain. Tapi ada juga yang membuat desain batik pada gitar atau bahkan interior sebuah hotel. “Sekarang semuanya ada nuansa batik. Ini yang kita harapkan dari sebuah kota kreatif,” katanya.

Makna Seragam Putih Menteri Jokowi Tanpa Desain Menurut Desainer


Desainer Musa Widyatmodjo memberikan pandangannya tentang makna seragam yang digunakan oleh para calon menteri kabinet Presiden Joko Widodo. “Seragam itu memberikan gambaran khusus kepada masyarakat,” kata Musa saat dihubungi, Ahad, 26 Oktober 2014.

Menurut Musa, setiap baju memiliki makna tertentu bagi orang atau komunitas pemakainya. Sebab, busana adalah salah satu bentuk komunikasi kepada publik. Untuk makna menggunakan seragam pada kabinet, kata Musa, hal itu merupakan bentuk kerja sama satu tim antara Presiden, Wakil Presiden, dan para pembantunya. “Seragam bermakna mereka sudah berada dalam satu tim yang solid,” kata Musa.

Selain itu, seragam menjadi makna perkumpulan yang memiliki paham sama antara satu dan lainnya. Hal itu sama seperti yang dilakukan beberapa korporasi. “Korporasi menggunakan seragam pasti ada tujuan dan maknanya,” kata Musa.

Menurut Musa, warna putih memiliki arti netral, bersih, dan berhati-hati. Seseorang yang menggunakan baju putih niscaya akan berhati-hati dalam melakukan aktivitas karena dikhawatirkan menodai baju putihnya. Walhasil, orang yang memakai baju putih biasanya orang yang hati-hati serta tidak selebor. Musa pun berharap kabinet Jokowi bisa bekerja sesuai makna baju putih yang dikenakannya.

Menurut Musa, Presiden Joko Widodo tetap harus menyampaikan makna kemeja putih yang dimintanya untuk dikenakan oleh para pembantunya. “Busana itu bentuk komunikasi kepada masyarakat juga. Seragam ini strategi unik dari Pak Jokowi,” kata Musa.

Presiden Joko Widodo akan mengumumkan susunan kabinetnya pada 26 Oktober sore. Ia pun meminta para calon menterinya untuk mengenakan kemeja putih. Kemeja itu seragam dengan baju yang dikenakan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kisah Pretty dan Angels … SPG Cantik dan Imut Di IIMS 2014


Selain kendaraan canggih dan keren, pameran otomotif identik dengan penampilan gadis-gadis cantik. Coba tengok, perempuan dengan dandanan menarik bisa ditemui di hampir semua booth peserta pameran otomotif, tak terkecuali Indonesia International Motor Show (IIMS) 2014. Wanita cantik ini biasa dikenal sebagai sales promotion girl atau SPG. Dengan kelembutan, kecantikan, dan senyumannya, mereka menjadi andalan agen pemegang merek atau pabrikan otomotif untuk menjaring pengunjung dan calon konsumen.

SPG cantik di IIMS 2014 punya julukan sendiri, sesuai dengan merek yang mereka kawal. PT Astra Daihatsu, misalnya, menjuluki SPG di booth mereka dengan sebutan Daihatsu Pretty. Salah satu di antaranya adalah Ni Made Ita Rossyani yang berusia 24 tahun. Menurut Ita, dirinya bertindak sebagai tim pemasaran Daihatsu. Karena itu, kata dia, tingkah laku Daihatsu Pretty jauh dari kesan centil. “Kami disebut usher atau penerima tamu, bukan SPG, karena tugas kami berbeda dengan SPG,” kata dia.

Ita yang lulus dari London School of Public Relation itu menolak disebut SPG karena beberapa alasan. Salah satunya, kata dia, SPG cenderung mengutamakan penampilan fisik. Padahal, sebagai Daihatsu Pretty, Ita dituntut untuk bersikap profesional karena mewakili citra perusahaan. “Kami harus memahami produk karena bertugas memberikan penjelasan,” ujarnya. Lain Daihatsu, lain pula Suzuki. Suzuki memberi julukan Suzuki Angels bagi gadis-gadis duta promosi di booth-nya.

Juru bicara PT Suzuki Indombil Sales Dimelza Sharindradini mengatakan Suzuki Angels adalah bagian dari tim pemasaran yang memberikan penjelasan mengenai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Karena itu, Suzuki tidak ragu menanamkan investasi untuk Suzuki Angels. Demi meningkatkan kinerja, kata Dimelza, para Suzuki Angels itu terus dievaluasi dan dilatih agar sanggup menjadi mediator penjualan. Suzuki bekerja sama dengan sebuah universitas untuk melatih para Angels. “Konsepnya mirip kontes kecantikan Miss Universe yang memegang prinsip brain, beauty, dan behave,” ujarnya.

Berbagai cara dilakukan oleh produsen otomotif untuk menarik pengunjung di ajang Indonesia International Motor Show 2014. Salah satunya adalah dengan menampilkan artis-artis terkenal untuk menghibur para penonton. “Kami sengaja mengundang artis agar pengunjung terhibur dan tertarik ke mengunjungi booth kami,” kata Head of Communication Development PT Suzuki Indomobil Sales, Dimezal Sharindradini, saat ditemui di Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 20 September 2014. Dimelza mengatakan, keberadaan artis-artis itu penting karena bisa menarik pengunjung.

Keberadaan artis ternama otomatis menarik pengunjung IIMS untuk mendatangi pameran yang digelar Suzuki. Karena itu, dia mengatakan perusahaannya tidak tanggung-tanggung dalam mendatangkan artis ternama. Salah satu artis yang didatangkan, kata dia, adalah penyanyi Syahrini. Artis yang popular dengan istilah ‘sesuatu banget ya’ itu khusus diundang untuk menghibur pengunjung. “Jadi kami juga memberikan hiburan kepada pengunjung agar mau mendatangi Suzuki,” katanya. Bahkan, pekan depan Suzuki bakal menyuguhkan hiburan music dari artis kenamaan internasional Arkarna.

Selain itu, keberadaan Suzuki Angels juga disebutnya menjadi daya tarik bagi penggemar otomotif. Keberadaan perempuan cantik di sebelah mobil-mobil yang dipamerkan juga membuat pengunjung tertarik mendatangi booth Suzuki. Dimelza mengatakan, perusahaan juga totalitas dalam mengembangkan keterampilan berkomunikasi tim promosinya tersebut. “Kami tidak ragu karena itu juga sebagai investasi, mereka (Suzuki Angels) juga menjadi bagian tak terpisahkan dari Suzuki,” ujar dia.

Cara menarik pengunjung dengan mendatangi artis juga dilakukan oleh Toyota. Pada akhir pekan ini, mereka mendatangkan grup musik Kahitna untuk menghibur pengunjung. Cara itu, ujar PR Manager PT Toyota Astra Motor, Rouli Sijabat, sebagai persembahan spesial kepada pengunjung Toyota. “Kami memang sudah biasa menghadirkan artis untuk menarik pengunjung,” kata dia. Menurut dia, pengunjung IIMS 2014 juga perlu mendapatkan hiburan saat melihat mobil-mobil yang dipamerkan. Hal itu karena ajang pameran otomotif tahunan itu juga meliputi kegiatan pariwisata dan hiburan.

“Kami juga mengundang grup band Kotak,” katanya. Selain artis, Rouli mengatakan Toyota sengaja menghadirkan mobil konsep dalam pameran kali ini. Menurutnya, keberadaan mobil-mobil futuristic itu juga atensi khusus pengunjung karena bentuknya yang berbeda. Selain itu, teknologi yang belum banyak digunakan juga menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat. “Karena banyak mobil konsep yang special ditampilkan oleh Toyota pada IIMS ini, dan belum tentu bisa dilihat secara bebas oleh masyarakat,” kata dia.

Pesona gadis-gadis cantik atau sales promotion girl (SPG) menjadi kisah spesial yang mewarnai pameran Indonesia International Motor Show 2014. Selain anggun, manis, dan mempesona, beberapa dari gadis-gadis ini mengantongi gelar pendidikan yang cukup tinggi.

Salah satunya adalah Ni Made Ita Rossyani, anggota Daihatsu Pretty atau tenaga pemasaran di booth PT Astra Daihatsu Motor. Ida yang baru berusia 24 tahun ternyata lulusan pendidikan sarjana strata II. Ida mengantongi gelar master komunikasi dari London School of Public Relation.

Tak sekadar master, Ida pun lulus dengan predikat cum laude. Nah … bagi para laki-laki penggemar male chauvinisme, jangan coba-coba mendekati para gadis ini bila tidak ingin egonya jatuh karena kalah cerdas. Mita mengaku bersedia menjadi Daihatsu Pretty karena banyak hal.

Selain menambah penghasilan, ajang ini dia jadikan arena untuk melatih ilmu komunikasi yang didapat di kampus. Apalagi, kata Mita, ada tantangan tersendiri untuk memberikan informasi seputar produk otomotif. “Bagi saya, ini adalah ilmu baru,” kata Mita. Mita mengatakan sudah dididik secara khusus oleh tim pemasaran Daihatsu sebelum terjun ke arena IIMS 2014.

Karena itu, Mita yakin mampu menggaet konsumen dengan cara dan sikap yang profesional. “Karena kami mewakili citra perusahaan,” ujarnya. Mita juga mengaku tidak khawatir dengan citra buruk yang melekat pada sales promotion girl. Sebab, dia merasa tidak cuma mengandalkan kecantikan meskipun hal tersebut yang utama saat memberi penjelasan kepada para pengunjung di booth Daihatsu. “Sikap kami jauh lebih penting setelah standar kecantikan fisik terpenuhi.”

Kisah Bisnis Pelacuran Eksklusif Di Apartemen Kalibata City


Seorang lelaki pekan lalu mondar mandir di depan toko serba ada Alfamart di Menara Tulip, kompleks apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Dia tak lain anak buah suruhan mucikari. Dia bertugas menemui pelanggan ingin memakai layanan anak buah mucikari.

Di sanalah transaksi buat mendapat jasa layanan ranjang ini berjalan mulus, aman, dan cepat. Sang mucikari mengatur semuanya lewat telepon seluler. Dari mulai memilih perempuan, berbagi foto, jenis warna kulit, sampai tarif. Pelanggan harus menyetorkan uang muka tanda jadi melalui rekening mucikari. Sisanya dibayarkan langsung ke pelacur.
“Minimal uang muka 200k kirimnya ke BCA 8105199xxx. Tersedia empat wanita, dua sudah dipesan, sisanya masih kosong,” kata sang mucikari kepada merdeka.com melalui pesan BlackBerry pekan lalu. Dia mengirim pula foto pose seksi gadis lengkap dengan ukuran bra.

Mami juga menanyakan ciri-ciri pelanggan. Seperti warna pakaian agar bisa dijemput anak buahnya di lokasi. Akses masuk keamanan apartemen memang terbilang tinggi. Akses keluar masuk mesti menggunakan kartu chip khusus penghuni. Otomatis jika bukan penghuni, sulit bisa keluar masuk ke unit-unit apartemen.

Setelah menunggu sekitar seperempat jam, seorang lelaki berusia 30-an tahun berlogat Sunda terlihat bolak balik sambil mencari ciri ciri pelanggan melalui arahan majikannya. “Uang mukanya sudah dikirim? Tunggu di situ sebentar yah, di depan Alfa kan,” tanya mami melalui pesan BlackBerry.

Pelanggan cukup menunjukkan bukti foto slip transaksi bank elektronik sebelum anak buah mami menghampiri. “Mas janjian sama teteh (mucikari)?” tanya lelaki itu. Pria berkaus putih dengan tulisan nakal itu mengajak masuk sebuah menara sampai ke lantai 18. Untuk sampai ke sana melewati lapangan serbaguna dan kolam renang apartemen. Untuk mengantar ke unit ada upah fulus rokok seikhlasnya dari pelanggan.

“Berapa aja Mas, nggak apa apa. Terima kasih sebelumnya,” ujarnya. Dia juga memegang kunci unit. Selesai mengantar cuma di dalam kamar tersisa pelanggan dan pelacur dengan syahwat memuncak. Sedangkan anak buah mami mengunci unit dari luar sembari pergi. Di dalam unit seorang pelacur sudah menunggu sambil mengisap sebatang rokok putih seraya mengumbar senyum. Keduanya tinggal berbalas nafsu di dalam unit apartemen.

Senyumnya merayu nakal. Bicaranya lemah lembut kepada seorang pria hidung belang baru berjumpa dengannya di sebuah unit apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan. Berlogat Sunda kental, sebut saja Neng, mampu menaklukkan Jakarta dengan bermodalkan birahi.

Neng menggeluti dunia maksiat sudah dilakoni sejak masih berseragam putih abu-abu. Dia dikeluarkan dari bangku sekolah karena melawan guru bimbingan dan penyuluhan. Dari pada menikmati dunia malam tanpa hasil, dia memilih terjun ke bisnis nafsu birahi. “Dari kelas dua, Neng langsung kerja di karaoke. Dari situ sudah terima tamu,” katanya kepada merdeka.com di Jakarta pekan lalu.

Janda berkulit hitam eksotis ini mengaku akan kembali lagi setelah hari raya nanti. Dia telah memiliki satu anak berusia tiga tahun kini diurus ibunya. “Kalau cewek mojang mahal, tapi kalau di Jakarta jadi murah,” ujarnya berkelakar. Perempuan kelahiran 1993 ini sekarang harus mudik ke kampung halamannya untuk berlebaran. Sehabis itu dia kembali mengadu nasib di Ibu Kota. Menjadi pemuas syahwat di apartemen menjadi pilihannya menghidupi keluarga dan anak semata wayangnya.

Di lain tempat, Mats sebut saja, karyawan perusahaan asuransi, mengaku sering menggunakan layanan syahwat di apartemen sejak tahun lalu. Dia tahu soal itu lewat kabar dari mulut ke mulut di tempat dia bekerja. “Enak Mas, tempatnya aman. Cepat, habis makan siang semangat lagi kerjanya,” tuturnya.

Pria asli Jakarta ini sudah sering berpindah dari satu apartemen ke apartemen lain. Rata rata setiap apartemen memiliki fasilitas unggulan ditawarkan para pelacur. “Ada bisa ekstra pijat, spa, atau sauna. Semua punya paket penawaran, hampir seluruh apartemen ada kok,” kata lelaki 42 tahun ini.

Lokasi Dibawah Flyover Pasar Klender Akan Diubah Jadi Tempat Skateboard


Rencana pembenahan lokasi di bawah jembatan layang (flyover) Pasar Klender, Jakarta Timur, akan melibatkan pihak swasta lewat corporate social responsibility (CSR). Lahan ini akan diubah menjadi ruang terbuka hijau (RTH). “Karena ada beberapa kendala, salah satunya terkait anggaran, kami ajak perusahaan (yang memiliki) CSR untuk membantu,” kata Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur, Suzi Marzitawati, Kamis (19/6/2014).

Suzi mengatakan, lahan di bawah jembatan layang tersebut akan diubah menjadi RTH, yang di dalamnya juga akan ada jalur joging atau area untuk bermain skateboard. “Bisa cari CSR di bidang olahraga,” ujar dia memberikan contoh.

Adapun pembersihan lahan itu dari para pedagang kaki lima, kata Suzi, akan dilakukan oleh para petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama camat dan lurah setempat. Selain berencana membenahi area di bawah jembatan layang tersebut, Suzi mengatakan, instansinya juga akan “memutihkan” taman-taman yang ada di wilayahnya. Beberapa taman yang ada di Jakarta Timur adalah Taman Waduk Ria Rio, Jatinegara, Dr Sumarno, dan Klender.

“Selain itu, saya ingin menyosialisasikan kepada warga agar sadar terhadap kebersihan taman,” imbuh Suzi. Sebagai contoh, dia ingin menanamkan kembali kesadaran untuk menjaga kebersihan, membuang sampah di tempatnya, tidak menginjak rumput dan tanaman, hingga menjaga taman dari polusi, termasuk dari asap rokok.

Program Kartu Sehat Ternyata Adalah Program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Bukan Hasil Daya Pikir Jokowi


Juru Bicara Tim Kampanye Nasional Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, Nurul Arifin, melontarkan kritik untuk calon presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait penampilannya dalam debat capres yang berlangsung pada Minggu (15/6/2014) malam. Menurut Nurul, sepanjang debat, Jokowi hanya sibuk pencitraan dan mengusung program yang tak jelas.

Nurul menjelaskan, selain sibuk dengan pencitraan, Jokowi juga membohongi publik dengan mengusung program Kartu Indonesia Sehat. Pasalnya, program unggulan Jokowi itu telah dijamin dalam Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

“Kartu sehat itu kebohongan besar Jokowi karena sudah jadi dalam bentuk BPJS. Kok tega-teganya membajak karya parlemen dan pemerintah?” kata Nurul pada Minggu malam. Anggota Komisi II DPR itu menegaskan, negara saat ini telah menanggung biaya kesehatan rakyat miskin. Dengan begitu, ia menganggap program Kartu Indonesia Sehat yang dibanggakan Jokowi menjadi tak relevan.

Selain itu, kata dia, tak ada hal istimewa dari Kartu Indonesia Pintar yang diusung Jokowi. Alasannya, program pendidikan gratis 12 tahun merupakan hal biasa dan telah mulai dirintis oleh pemerintahan sebelumnya. “Bungkusnya saja yang dibikin beda. Atau sekalian saja suruh bikin kartu kredit, bagikan buat belanja gratis ke rakyat,” ujarnya.

Sebaliknya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu menilai, Prabowo Subianto tampil lebih baik, lebih tegas, dan lebih jujur. Bahkan saat ditanya mengenai program Rp 1 miliar untuk tiap desa, Prabowo mampu memberi jawaban yang jelas, dan tidak asal memberikan klaim. “Penampilan Prabowo memperlihatkan kualitas capres yang tegas, jujur, dan tidak menggunakan kosmetik pencitraan. Ini waktunya bangsa menentukan siapa sesungguhnya yang layak jadi pemimpin,” pungkasnya.

Setelah debat kedua ini, masih tersisa tiga debat yang akan kembali mempertemukan Jokowi dan Prabowo, Jusuf Kalla dan Hatta Rajasa, serta debat terakhir antarpasangan. Debat ketiga akan digelar pada 22 Juni 2014 dengan topik “Politik Internal dan Ketahanan Nasional”. Debat cawapres keempat akan dilaksanakan pada 29 Juni 2014 dengan tema “Pembangunan Sumber Daya Manusia dan Iptek”. Adapun debat terakhir antarpasangan pada 5 Juli 2014 dengan topik “Pangan, Energi, dan Lingkungan”.