Category Archives: Lain Lain

Daftar Lengkap Nama Menteri Kabinet Jokowi


Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan kabinet pemerintahannya di Istana Negara, Jakarta, Ahad, 26 Oktober 2014. Dalam kabinet yang dinamai Kabinet Kerja itu, ada 34 nama yang dipilih.

“Pengumuman ini lebih cepat delapan hari dari batas maksimal yang diamanatkan oleh Undang-Undang Kementerian Negara,” kata Jokowi sebelum membacakan nama-nama menteri itu. Berikut ini susunan Kabinet Kerja Presiden Jokowi-Jusuf Kalla periode 2014-2019.

1. Menteri Sekretaris Negara: Pratikno
2. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional dan Bappenas: Andrinof Chaniago
3. Menteri Koordinator Kemaritiman: Indroyono Soesilo
4. Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan: Tedjo Edy Purdjianto
5. Menteri Koordinator Perekonomian: Sofyan Djalil
6. Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: Puan Maharani
7. Menteri Perhubungan: Ignatius Jonan
8. Menteri Kelautan dan Perikanan: Susi Pudjiastuti
9. Menteri Pariwisata: Arief Yahya
10. Menteri ESDM: Sudirman Said
11. Menteri Dalam Negeri: Tjahjo Kumolo
12. Menteri Luar Negeri: Retno Lestari Priansari Marsudi
13. Menteri Pertahanan: Ryamizard Ryacudu
14. Menteri Hukum dan HAM: Yasonna H. Laoly
15. Menteri Kominfo: Rudiantara
16. Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi: Yuddy Chrisnandi
17. Menteri Keuangan: Bambang Brodjonegoro
18. Menteri Negara BUMN: Rini M. Soemarno
19. Menteri Koperasi dan UMKM: A.A. Gusti Ngurah Puspayoga
20. Menteri Perindustrian: Saleh Husin
21. Menteri Perdagangan: Rahmat Gobel
22: Menteri Pertanian: Amran Sulaiman
23. Menteri Ketenagakerjaan: Hanif Dhakiri
24. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat: Basuki Hadimuljono
25. Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup: Siti Nurbaja
26. Menteri Agraria dan Tata Ruang: Ferry Musyidan Baldan
27. Menteri Agama: Lukman Hakim Saifudin
28. Menteri Kesehatan: Nila F. Moeloek
29. Menteri Sosial: Khofifah Indar Parawansa
30. Menteri Peranan Wanita: Yohanan Yambise
31. Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah: Anies Baswedan
32. Menteri Riset dan Teknologi dan Pendidikan Tinggi: M. Nasir
33. Menteri Pemuda dan Olahraga: Imam Nahrawi
34. Menteri Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi: Marwan Ja’far

Presiden Joko Widodo menunjuk politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Yasonna Hamonangan Laoly, sebagai Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia. “Menteri Hukum dan HAM adalah Yasonna Laoly, seorang politisi profesional dan ahli hukum, berpengalaman dalam hukum, dan saya berharap hukum Indonesia semakin baik di bawah Pak Laoly,” kata Presiden Jokowi saat mengumumkan menteri di halaman Istana Negara, Minggu, 26 Oktober 2014.

Peneliti Indonesia Corruption Watch, Emerson Yuntho, meminta agar penunjukan itu diwaspadai. Jika Menkumham diisi oleh politikus, potensi Kementerian akan dibajak oleh kepentingan politikus sangat mungkin terjadi. ICW mengingatkan beberapa kasus yang melibatkan Menteri Hukum dan HAM asal partai, seperti penggunaan dana rekening Kemenkumham untuk kepentingan pencairan dana Tommy Soeharto.

“Pengumpulan dana partai melalui proyek Sisminbakum atau obral remisi atau pembebasan bersyarat untuk narapidana asal parpol. Jika ini terjadi, citra pemerintah akan kembali suram,” kata Emerson menanggapi pilihan Presiden Jokowi tersebut. Yasonna Hamonangan Laoly adalah politikus asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Ia pernah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumatera Utara (1999-2004), dilanjutkan sebagai anggota DPR periode 2004-2009 dan diangkat menjadi Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR pada 2013 serta Ketua Fraksi PDI Perjuangan MPR.

Pria kelahiran Sorkam, Sumatera Utara, 27 Mei 1953, itu menamatkan sarjana hukum dari Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara pada 1978, dilanjutkan ke jurusan sosiologi Virginia Commonwealth University, dan gelar doktornya pada bidang hukum diperoleh dari North Carolina State University pada 1996. Sebelum menjadi politikus, ia menjadi Dekan Fakultas Hukum Universitas Nomensen Sumatera Utara pada 1998-1999 dan pernah menjadi pengacara pada 1978-1983.

Yasonna juga mendapat beberapa penghargaan Outstanding Graduate Student Award Virginia Commonwealth University, Amerika Serikat, pada 1986; Alpha Kappa Delta International Sosiology Honor Society 1987 di Amerika Serikat; dan Sigma Iota International Honor Society 1993 juga di AS. Yasonna baru menghadap Jokowi pada Jumat, 24 Oktober, tapi mengelak menyatakan pertemuan itu membahas mengenai menteri dan malah menyatakan dirinya berdiskusi tentang MPR. Ditunjuknya Yasonna semakin mengukuhkan tradisi pemilihan Menteri Hukum dan HAM yang didominasi dari partai politik sejak Reformasi 1998.

Sebelumnya, Muladi dari Partai Golkar menjabat sebagai Menkumham pada 1998-1999, dilanjutkan Yusril Ihza Mahendra dari Partai Bulan Bintang (23 Oktober 1999-7 Februari 2001 dan 9 Agustus 2001-20 Oktober 2004), Mohammad Mahfud Md. dari Partai Kebangkitan Bangsa (20 Juli-9 Agustus 2001), Hamid Awaluddin dari Partai Golkar (2004-2007), Andi Mattalatta juga dari Partai Golkar (2007-2009), Patrialis Akbar dari Partai Amanat Nasional (2009-2011), serta Amir Syamsuddin dari Partai Demokrat (2011-2014).

Pengecualian orang nonpartai hanya diberikan kepada Baharuddin Loppa yang hanya menjabat sekitar empat bulan, yaitu pada 9 Februari-2 Juni 2001, dan Marsilam Simanjuntak yang menjabat hanya sekitar satu bulan, yaitu 2 Juni-20 Juli 2001. Anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, mengatakan Presiden Joko Widodo dikelilingi oleh orang-orang yang diduga pernah melanggar hak asasi manusia. Bahkan beberapa di antaranya menjadi kandidat calon menteri. Salah satunya Wiranto. Wiranto merupakan mantan Panglima Angkatan Bersenjata Republik Indonesia yang saat ini menjabat Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat.

“Wiranto diduga terlibat dalam kasus pelanggaran HAM tahun 1998,” kata Natalius saat dihubungi, Sabtu, 25 Oktober 2014. Menurut dia, pelanggaran yang dilakukan Wiranto sama dengan Prabowo Subianto. Wiranto, kata dia, sudah pernah dipanggil Komnas HAM untuk memberi keterangan ihwal dugaan itu, namun mangkir.

Jika terduga pelanggar HAM masuk dalam kabinet Jokowi, kata Natalius, citra masyarakat Indonesia akan tercoreng di dunia internasional. “Ini demi NKRI, jangan sampai pengambil keputusan merupakan orang yang diduga melakukan pelanggaran HAM,” katanya. Apalagi, Indonesia sudah menjadi anggota Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Natalius menyayangkan tak adanya pelibatan Komnas HAM dalam pembentukan kabinet Jokowi. Komnas HAM, kata dia, sudah pernah mengirimkan surat tentang hal tersebut, namun tak mendapat tanggapan. Komas HAM juga berencana terus mendorong Presiden Jokowi agar membentuk pengadilan HAM ad hoc.

Wiranto dan Ryamizard Ryacudu dikabarkan menjadi salah satu calon pembantu Presiden Jokowi selama lima tahun ke depan. Wiranto digadang-gadang menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Adapun Ryamizard, bekas Kepala Staf Angkatan Darat, diduga akan menjabat Menteri Pertahanan.‎ Selain dua nama tersebut, nama mantan Wakil Kepala Badan Intelejen Negara Asad Said Ali juga belakangan dikabarkan masuk dalam bursa calon menteri.

Ihwal Ryamizard Ryacudu dan Asad Ali, Natalius mengatakan kedua calon menteri itu memang tak mendapat catatan khusus dari Komnas HAM. Namun mereka dianggap kurang layak masuk dalam kabinet karena, saat menjabat, ada beberapa kasus pelanggaran HAM yang belum terselesaikan hingga kini. “Memang dugaan keterlibatan langsung belum ada, namun saat itu mereka masih menjabat sebagai penyelenggara negara, jadi tak layak.”

Bangkai Kapal Perang Amerika USS Houston Ditemukan Tenggelam Di Selat Sunda


Sejumlah arkeolog bawah laut Angkatan Laut Amerika Serikat dan tim penyelam TNI AL dalam penelitian terhadap sebuah bangkai kapal di dasar Laut Jawa pada Juni lalu akhirnya menyimpulkan bahwa bangkai kapal itu sesuai dengan identifikasi kapal perang AS, USS Houston (CA 30), yang merupakan peninggalan Perang Dunia II. Mereka juga menemukan bukti kuat bahwa situs peninggalan tersebut pernah diusik oleh pihak yang tidak berwenang.

“Kami berterima kasih kepada mitra-mitra dari Indonesia yang telah mendukung upaya menjaga USS Houston,” kata Komandan Armada Pasifik AS Laksamana Harry Harris seperti dilansir dalam siaran pers Kedutaan Besar Amerika Serikat, Selasa, 19 Agustus 2014.

Sebagai bagian dari rangkaian latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) 2014 Juni silam, penyelam AL AS yang tergabung dalam tim Mobile Diving and Salvage Unit One, Kompi 1-5, bersama personel TNI AL, memeriksa bangkai kapal tersebut. Mereka melakukan 19 kali penyelaman dan menandai kedua ujung kapal dengan pelampung dan mendokumentasikan sisi kiri dan geladak kapal dengan video.

Data-data yang masuk dikaji oleh dinas kesejarahan AL AS (Naval History and Heritage Command). Kesimpulan mereka: bahwa bangkai kapal tersebut sesuai dengan identifikasi USS Houston.

Situs tenggelamnya USS Houston merupakan salah satu lokasi menyelam paling populer. Namun, situs itu juga merupakan “tempat beristirahat”-nya sekitar 700 awak kapal dan marinir. Hasil pengkajian juga menunjukkan orang-orang yang tidak berwenang telah melepaskan paku keling lambung kapal dan pelat besi dari kapal perang tersebut. Pihak AS dan Indonesia tengah bekerja sama untuk merancang langkah-langkah pencegahan agar situs itu tidak diusik lagi.

Pada 11 Juni, di sela-sela aktivitas survei, tim gabungan AS-Indonesia juga melakukan upacara tabur bunga untuk mengenang mereka yang telah gugur. Upacara ini dipimpin oleh Wakil Duta Besar AS untuk Indonesia, Kristen Bauer.

Hasil pengkajian juga mengungkapkan “barang bukti memperlihatkan penemuan amunisi yang belum diledakkan yang diambil dari bangkai kapal oleh pihak yang tidak berwenang, meresahkan keselamatan dan keamanan publik” dan “terdapat rembesan minyak yang masih aktif dari paku keling lambung kapal”. Para arkeolog bawah laut masih mengkaji data penyelaman tersebut dan laporan terakhir dijadwalkan rampung pada musim gugur tahun ini.

USS Houston, yang diberi julukan Hantu Berderap Pesisir Jawa, karam dalam Pertempuran Selat Sunda pada 1942, ketika Perang Dunia II berkecamuk. Komandan kapal Kapten Albert H. Rooks yang gugur dalam pertempuran itu dianugerahi Medal of Honor atas jasa kepahlawanannyayang luar biasa, sedangkan USS Houston dianugerahi dua bintang perang dan Presidential Unit Citation.

Ribuan Koin China Kuno Ditemukan di Sungai Komering


Ribuan koin kuno ditemukan penambang pasir di Desa Negeri Agung, Kecamatan Buay Pemuka Peliung, Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, pada Sabtu, 18 Oktober 2014. Temuan tersebut diduga merupakan mata uang Cina kuno yang menjadi alat pembayaran pada abad ke-10.

“Hari ini (temuan itu) kami konsultasikan kepada pihak Balai Arkeolog (Palembang),” kata Ketua Jaringan Masyarakat Adat Komering (Jamak) OKU Timur Leo Budi Rachmadi, Rabu, 22 Oktober 2014.

Menurut Leo, ribuan keping koin yang beratnya mencapai 25 kilogram ditemukan penambang pasir di Sungai Komering sekitar pukul 12.00 WIB, Sabtu lalu. Saat itu, warga dikagetkan dengan suara tak lazim yang keluar dari penyedot pasir. Warga setempat makin takjub ketika mendapatkan uang receh berwarna hitam dan kekuning-kuningan.

Saat ini Jamak OKU Timur, sedang menginventarisasi koin Cina kuno itu. Leo Budi mengatakan pihaknya membawa 11 keping koin dengan motif bebeda. Tujuannya meminta pendapat dari para ahli. Selain itu, hari ini mereka akan menemui tokoh Tionghoa untuk memahami hasil temuan itu.

Leo menunjukkan kepingan koin dengan motif berbeda namun dengan ukuran sama. Pada salah satu sisi koin terdapat tulisan Cina. Sementara pada bagian tengah koin terdapat lubang persegi empat.

Dari warnanya cokelat kehitam-hitaman dan kuning kehitam-hitaman, sepertinya koin terbuat dari tembaga dan kuningan. “Tulisan dan warnanya tidak sama dari sampel yang kami bawa ini,” kata Leo.

Teller BRI Cantik Diduga Kabur Dengan Pacar Karena Tidak Direstui Keluarga


Kasus hilangnya Khusna Rofiqoh (24), teller Bank BRI Unit Mendut Kabupaten Magelang, Jawa Tengah lambat laun mulai terkuak. Diduga warga Dusun Clapar, Desa Ngawen, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang itu dibawa kabur oleh pacarnya berinisial YHN warga Klaten, Jawa Tengah karena hubungan asmara keduanya tidak disetujui oleh orang tua Khusna.

Selain itu, latar belakang perbedaan agama juga menjadi penyebab hubungan keduanya tidak direstui sehingga keduanya nekat melarikan diri. YHN beragama Katholik sementara Khusna gadis cantik berkerudung yang dilaporkan keluarganya hilang diduga diculik ini beragama Islam.

Pernyataan itu disampaikan oleh Amir AR, Paman Khusna saat dihubungi merdeka.com Rabu (15/10) malam tadi. Amir menyatakan keyakinan bahwa keponakannya dibawa kabur oleh pacarnya YHN ke Klaten karena sekitar sepekan yang lalu, Kantor BRI Cabang Mendut, Kabupaten Magelang menerima surat pengunduran diri Khusna sebagai pegawai bagian teller BRI Cabang Mendut.

“Surat pengunduran diri yang diterima BRI melalui via pos ada stempel pos wilayah Klaten. Besar kemungkinan keponakan saya melarikan diri bersama pacarnya itu ke Klaten,” ungkap anggota Amir yang juga anggota Provost TNI-AD Kodim Magelang berpangkat Serka ini.

Amir berharap YHN sang pacar Khusna mengizinkan keponakannya pulang kembali untuk bertemu keluarganya di rumah. Bahkan untuk meyakinkan keluarga Khusna, Amir Selasa (14/10) malam sudah merapatkan dengan pihak keluarga agar persoalan agama tidak dijadikan masalah penyebab kaburnya Khusna.

“Saya sampai menjelaskan kepada orangtua dan semua saudara keponakan saya soal Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan yang menyebabkan semua masalah ini terjadi. Boleh beda agama, tapi soal keyakinan biar mereka berdua yang menentukan. Saya juga meyakinkan kepada keluarga yang terpenting saat ini bagi keluarga adalah Khusna bisa pulang ke rumah dengan sehat dan tanpa terjadi apapun pada dirinya,” ungkapnya.

Amir berharap, YHN sang pacar juga tidak usah khawatir terkait soal laporan kepada pihak kepolisian tentang penculikan yang menimpa Khusna. Selama Khusna bisa pulang, pihak keluarga juga sudah merundingkan kemungkinan untuk mencabut laporan polisi soal kasus dugaan penculikan yang menimpa Khusna.

“Kalau memang tidak diculik, pulanglah Khusna. Nomor handphone saya 081328161510. Pak De (paman) siap menerimamu untuk pulang ke rumah kembali. Yang terpenting kamu saat ini adalah pulang dalam kondisi sehat wal afiat. Soal hubungan keduanya bisa dibicarakan secara kekeluargaan dengan kedua pihak keluarganya,” pungkasnya.

Duty Manager Lion Air Tantang Penumpang Berantem


Duty Manager Lion Air Terminal 1A Bandara Internasional Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang, Dodi Andriyansyah mengamuk kepada sejumlah penumpang yang komplain tidak dapat check-in ke pesawat JT 552 tujuan Yogyakarta, pagi ini. Dengan nada menantang dengan mengepalkan tangan kanannya, Dodi berteriak-teriak kepada penumpang yang ingin mencari solusi atas kegagalan penerbangannya.

“Apa lo? Emang gue takut sama lo?” teriak Dodi sambil terus mengintimidasi para penumpang yang gagal berangkat, Kamis (16/10). Puluhan penumpang pesawat Lion JT 552 tujuan Yogyakarta tidak dapat naik ke pesawat dengan alasan konter check-in sudah ditutup. Padahal, beberapa penumpang di antaranya melihat pihak Lion Air menjual tiket saat jam penerbangan yang sama kepada penumpang lain dengan harga melambung.

“Dibilangnya saya terlambat, padahal ada penumpang di depan yang lama sekali check-in ‘trouble’ dan ‘seat’ penuh. Tidak mungkin kalau penuh, malahan saya tadi ditawari calo,” kata salah satu penumpang Aji Nurohmah. Aji menceritakan dia sudah datang jam 06.00 WIB ke konter check-in, namun antrean sudah panjang. Tiba giliran Aji, pukul setengah tujuh kurang, dia diberitahu kalau tidak bisa naik.

Angga Saraswati Karyawati MetroTV Hilang Sudah 3 Hari


Sudah 3 hari Bimo Respati, karyawan tvOne, mencari istrinya Angga Saraswati yang merupakan karyawati MetroTV. Saras hilang tanpa jejak. Bimo sudah mencari ke mana-mana, ke keluarga dan juga bertanya ke teman serta kerabat. Dia akhirnya melapor ke Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur.

“Istri saya kerja di MetroTV kebetulan hari Jumat dia memang libur. Waktu itu saya izin mau kerja sama dia, berhubung istri saya lagi sakit. Dia bilang sama saya nggak apa-apa mas berangkat saja ke kantor,” terang Bimo saat berbincang, Senin (13/10/2014). Bimo menjelaskan, karena ada izin sang istri, dia pun pergi kerja. Sang istri, sudah ke dokter dan minum obat.

“Kemarin-kemarin memang sudah ke dokter dan minum obat. Sekitar jam 9-an saya berangkat ke kantor. Selama di kantor sampai jam 16.30 WIB, saya masih whats app dengan istri saya dan itu masih dibalas. Kemudian saya pulang dan sampai di rumah sekitar jam 20.00 WIB, saya lihat rumah kosong kebetulan saya tinggal berdua saja dengan istri di Duren Sawit. Saya sempat tanya kerabat dan tetangga tidak ada yang lihat,” urai Bimo.

Menurut cerita tetangga, sebelumnya ada seorang pria dengan menggunakan motor yang bolak balik di depan rumah. Pemotor itu menanyakan alamat seseorang. “Kata tetangga saya pas Magribnya orang itu balik lagi nanya kemudian pergi lagi. Waktu itu saya tanya ke tetangga, sempat lihat istri saya keluar atau nggak? Dia bilang nggak lihat soalnya dia ada di rumah,” tutur Bimo.

Bimo saat pulang ke rumah dan mendapati istrinya tidak ada segera saja mencari tahu. Tanya sana sini dia lakukan, kontak telepon pun dia upayakan ke siapapun yang dirasa kenal istrinya. “Sampai hari ini nggak ada kabar lagi, saya sudah cek ke rumah sakit, dan saudara sampai keluarga tetapi tidak ada yang lihat. Selain itu saya juga sudah posting di Path, dan Facebook untuk minta tolong tetapi tidak ada kabar juga sampai sekarang,” ungkap Bimo.

Bimo menjamin, selama empat tahun berumah tangga tidak ada konflik antara dia dan istrinya. “Nggak ada, selama ini kita baik-baik aja. Justru saya bingung bisa seperti ini,” tegasnya. Soal Saras yang hilang ini pihak kepolisian sudah mendapat laporan. Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit, AKP Chalid Thayib menyampaikan masih mendalami kasus ini.

“Iya, semalam ada laporan orang hilang ke Polsek Duren Sawit. Sejauh ini kita masih dalami terlebih dahulu,” tutup dia. Bimo Respati karyawan tvOne, kehilangan istrinya Angga Saraswati yang juga karyawati MetroTV. Sang suami sudah bertanya ke tetangga, kerabat, keluarga, dan teman tetapi tak ada hasil.

Saras diketahui hilang sejak Jumat (10/10) malam. Saat Bimo pulang ke rumahnya di Duren Sawit, Jaktim, Saras sudah tak di rumah. Pada Minggu (12/10) malam, Bimo melapor ke Polsek Duren Sawit. “Saya ke bank, dengan pakai surat nikah dan surat lapor polisi. Saya ingin tahu apakah ada sesuatu dengan rekening istri saya,” jelas Bimo, Senin (13/10/2014).

“Hasil pelacakan bank, ada transaksi pada Sabtu 11 Oktober di Malioboro, Yogyakarta,” terang Bimo. Bimi tak tahu apakah istrinya yang menarik uang tunai di ATM itu atau orang lain. Sang istri saat dikontak HP-nya tak aktif. Saras diketahui hilang jejaknya pada Jumat (10/10) malam. Dia diketahui tengah sakit. Sang suami yang pulang ke rumah tak menemukan Saras. Pasangan ini sudah 4 tahun menikah dan belum dikaruniai momongan.

Pria Berbaju Hitam Di Amankan Polisi Sawangan Karena Dituding Jelmaan Babi Ngepet


Polisi memastikan TY (36), pria yang dituding babi ngepet oleh warga Sawangan sudah dilepaskan. Dia hanya korban salah tangkap karena berada di tempat yang salah saat malam Jumat. Petugas Koramil Sawangan yang tahu soal peristiwa itu bercerita, awalnya TY berhenti di dekat kuburan Sawangan. Dia menaiki sebuah mobil. TY kemudian turun sambil membawa tas besar dan berpakaian serba hitam. Kejadian itu tepat menjelang tengah malam Jumat.

“Jadi dia turun nyari alamat saudaranya. Karena di situ lagi ada isu babi ngepet, warga langsung nuding karena cowok itu pakaiannya serba hitam dan bawa tas,” kata petugas Koramil yang enggan disebut namanya tersebut, Jumat (10/10/2014). Petugas Koramil yang mendengar kejadian itu langsung sigap mengamankan. Sebab, bila dibiarkan, bisa terjadi aksi main hakim sendiri.

“Padahal dia punya KTP dan segala macam. Tudingannya juga nggak benar, tapi karena warga sudah marah, kita amankan,” tambahnya. “Itu karena kebetulan aja pakai baju serba hitam, bawa mobil, bawa tas dan malam Jumat dekat kuburan,” tambah petugas tersebut. TY sempat diserahkan ke Polsek Sawangan sebelum akhirnya dilepaskan.

Imam (52), salah seorang warga di Gang Pemuda, Sawangan Baru, Depok, Jabar, melihat langsung peristiwa penangkapan TY saat malam Jumat karena diduga sebagai babi ngepet. Dia menyebut, insiden itu terjadi karena ada penduduk yang kehilangan uang lalu menyalahkan babi ngepet. “Di daerah sini emang lagi banyak kabar babi ngepet. Banyak uang warga yang hilang, Tapi kan itu cuma kabar, toh kan nggak kelihatan wujudnya,” kata Imam saat ditemui di lokasi, Jumat (10/10/2014).

Peristiwa hilangnya uang warga paling terakhir terjadi pekan lalu. Lokasi rumahnya cukup jauh dari kuburan Jati Sawangan, namun masih dalam satu desa. “Mereka langsung menyebut babi ngepet sebagai biang keladi,” imbuhnya. Nah, malam tadi, ada seorang pria berbaju hitam yang sedang mencari alamat. Warga memang sedang berkumpul malam itu. Namun entah kenapa, warga langsung menudingnya babi ngepet. Padahal tidak terbukti.

“Kalau semalam emang lagi nyari alamat rumah saudaranya, itu mah orang keder. Kasihan jadinya fitnah. Dasar orang sini emang lagi parno,” urainya. Saat hendak dihakimi, TY langsung diamankan oleh pihak Koramil. Lalu diserahkan ke Polsek Sawangan. Tak lama berselang, TY pun dilepaskan.

Polisi mengimbau agar warga Sawangan, Depok, Jawa Barat tak mudah percaya pada isu yang berkembang soal babi ngepet. Semua cerita soal babi ngepet selama ini hanya isu belaka. “Isu babi ngepet yang ada di Sawangan Baru sebenarnya hanya isu belaka,” kata Kapolsek Sawangan Kompol Saderi, Jumat (10/10/2014).

Imbauan Saderi ini terkait aksi warga yang mengamankan TY, seorang pria asal Kalimantan yang disangka pelaku babi ngepet. TY kemudian dibebaskan polisi, setelah diperiksa. Keberadaan pria itu pada Kamis (9/10) malam di Sawangan karena dia tengah mencari alamat saudaranya. “Tidak ada babi ngepet di Sawangan, yang ada 8 patung kuda masih utuh berdiri di depan Polsek Sawangan,” canda Saderi.

Warga Sawangan, Depok, meringkus seorang pria mencurigakan yang berdiam diri di dekat kuburan. Mereka menuding pria itu sebagai babi ngepet. Aksi ini rupanya dilatarbelakangi isu babi ngepet yang sudah lama merebak. “Di situ memang lagi ada isu babi ngepet akhir-akhir ini,” kata seorang petugas koramil Sawangan yang enggan disebut namanya, Jumat (10/10/2014).

Koramil Sawangan sempat membantu mengamankan pria tersebut. Sebab, ada kekhawatiran aksi main hakim sendiri. Setelah diamankan, Koramil menyerahkan pria itu ke Polsek Sawangan. “Kita cuma mengamankan saja karena takut digebukin warga. Dia punya KTP dan segala macam, tudingan warga sebenarnya nggak benar,” tegasnya.

Anggota TNI ini tak menjelaskan secara detail bagaimana sebenarnya isu babi ngepet di Sawangan tersebut. Termasuk sudah berapa banyak korban yang dicuri hartanya. Yang jelas, warga Sawangan sudah sangat emosi ketika menangkap pria tersebut. “Warga sangat marah dan curiga soalnya di situ lagi ramai isu babi ngepet,” tambahnya.

Pihak kepolisian sebelumnya sudah memastikan, pria yang diamankan itu hanya korban salah tangkap. Pria tersebut kebetulan berbaju hitam dan berdiam di dekat kuburan tengah malam karena sedang mencari alamat. Kini, pria tersebut sudah dipulangkan.